Anda di halaman 1dari 29

KARTOGRAFI TEMATIK

PEMETAAN KUA NTITATIF

Dra. Endang Saraswati, M.S.


Drs. Sudaryatno, M.Si.
PEMETAAN KUANTITATIF DENGAN
SIMBOL TITIK
Pemetaan titik kuantitatif bertujuan untuk menonjolkan
lokasi dan nilai/besaran objek yang dipetakan.
1. Simbol dengan petunjuk harga
2. Simbol dengan harga satuan
3. Simbol proporsional
4. Simbol diagram/grafik
SIMBOL DENGAN PETUNJUK HARGA
Simbol ini menunjukkan
harga atau nilai dari suatu
unsur.
Terkadang simbol ini
memberi petunjuk kualitas
dari unsur yang diwakilinya,
sehingga dalam satu simbol
terdapat dua makna
sekaligus, yaitu kualitas dan
kuantitas
SIMBOL DENGAN HARGA SATUAN
Simbol ini menyatakan
besaran/jumlah suatu unsur
serta memiliki harga satuan
dan pembanding dengan
satuan tersebut.
Pada simbol dengan harga
satuan ini dikenal prinsip
pengulangan (repeating
principle).
SIMBOL PROPORSIONAL
Simbol ini menyatakan
harga/nilai dengan cara
mengubah ukuran simbol,
dimana besar simbol adalah
sebanding dengan nilainya.
Secara manual ukuran
simbol lingkaran dapat
diukur dengan
menggunakan rumus
R= Nilai Data
SIMBOL DIAGRAM / GRAFIK
Nilai/harga juga dapat
direpresentasikan dengan
menggunakan grafik yang
digambarkan pada peta.
Oleh karena grafik memiliki
berbagai macam jenis,
pemilihannya harus
disesuaikan dengan data
yang ingin ditampilkan
PEMETAAN KUANTITATIF DENGAN
SIMBOL GARIS
Dapat direpresentasikan dengan cara
1. Isoline
2. Flowline
ISOLINE
Isoline adalah garis yang melalui titik-titik dengan
kuantitas/harga yang sama. Contoh: garis kontur,
temperatur, tekanan udara, dan curah hujan.
Isotherm
The 10 C mean
isotherm in July,
marked by the red
line, is commonly
used to define
the Arctic
region border.
Isogonic lines for
the year 2000.
The agonic lines
are thicker and
labeled with "0".
An agonic line is
drawn through
points of zero
magnetic
declination
ISOBAR
LANGKAH-LANGKAH MEMBUAT ISOLINE
a) Penentuan titik pengukuran
Titik pengukuran data merupakan titik yang menyimpan informasi
dimensi ketiga (sumbu-z). Untuk garis kontur maka informasinya
adalah ketinggian, untuk curah hujan maka informasinya adalah
besarnya curah hujan, dan seterusnya.
b) Menentukan kelas interval
Kelas interval ditentukan seperti telah dijelaskan pada kuliah
sebelumnya.
c) Interpolasi isoline
Interpolasi merupakan langkah prediksi garis kontur dengan
memanfaatkan informasi nilai pada sumbu-z
d) Simbolisasi
Simbolisasi isoline diperlukan untuk membedakan antara garis
isoline utama dengan garis isoline pembantu. Misalnya dalam hal ini
antara indeks kontur dengan kontur bantu.
FLOWLINE
Flowline adalah simbol garis yang sebanding/proporsional,
dimana tebal/lebar garis sebanding dengan nilai/kuantitas
yang diwakilinya. Secara umum flowline dibagi menjadi tiga
tipe, yaitu:
a) Smoothly curved Original - Destination lines. Garis
berbentuk lengkungan
b) Straight Original - Destination lines. Garis lurus
c) Irregular Original - Destination lines. Garis tak
beraturan
PEMETAAN KUANTITATIF DENGAN
SIMBOL AREA
Dapat direpresentasikan dengan cara
1. Peta Choropleth
2. Peta Dasimetrik
3. Peta Dot
PETA CHOROPLETH
Peta choropleth adalah peta tematik yang berfungsi untuk
menunjukkan kuantitas suatu unsur yang terdapat dalam
suatu luasan (poligon).
Dalam hal ini diasumsikan bahwa penyebaran unsur-unsur
pada luasan tersebut adalah merata/seragam.
Contohnya adalah peta kepadatan penduduk, yang
menggunakan unit administrasi sebagai unit pemetaanya.
Dalam penggambarannya digunakan variabel visual nilai,
dan terkadang dicampurkan dengan variabel visual warna
PETA DASIMETRIK
Peta dasimetrik bertujuan untuk menunjukkan nilai/kuantitas yang
sama dengan peta choropleth, namun tidak menggunakan batas
administrasi sebagai satuan pemetaanya, melainkan hanya lahan
yang dihuni saja. Dengan kata lain, peta dasimetrik merupakan
perbaikan dari peta choropleth.
Metode ini diciptakan oleh Benjamin (Veniamin) Petrovich Semenov-
Tyan-Shansky, lalu dipopulerkan oleh J.K. Wright. Untuk menghitung
kepadatan dasimetrik suatu wilayah, digunakan persamaan berikut
(J.K. Wright)
D (Dm Am)
Dn =
1 Am

Dimana: Dn = kepadatan dasimetrik


Dm = kepadatan daerah m
D = kepadatan seluruh daerah
Am = daerah bagian m
CONTOH 1
D = 15,8 orang/mile2
An = 90%
Am = 10 %
15,8 (0 0,1)
Dn =
1 0,1

Dn = 17,55
SOAL

JAWABAN

D = 15,8 orang/mile2
Area kuning = permukiman kota
Area hijau = permukiman desa
Area biru tua = sawah
Area biru muda = danau
PETA DOT
Peta dot (titik) sangat baik untuk menunjukkan distribusi nilai
unsur pada suatu wilayah. Dalam prakteknya peta dot tidak
selalu direpresentasikan dengan titik, namun bisa juga dengan
bentuk geometri yang lain misalnya segitiga atau bujursangkar.
Prinsip peta dot mirip dengan peta dengan simbol harga
satuan, karena dalam hal ini setiap titik pada peta dot mewakili
sejumlah nilai tertentu.
Kriteria dalam peta dot yaitu harus memberikan gambaran yang
baik tentang agihan data, besar kecil titik serta harga satuan
titik harus dipertimbangkan, sehingga daerah yang padat hanya
boleh bersinggungan
POPULASI BANGSA ASIA
DI NEGARA BAGIAN OREGON

Anda mungkin juga menyukai