Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian integral dari kesehatan umum dan
merupakan indikator yang telah ditetapkan untuk menunjang derajat kesehatan
masyarakat untuk menyamai kesehatan masyarakat secara keseluruhan dalam
mewujudkan visi Indonesia sehat 2010 (profil kesehatan NTT 2010).
Upaya pelayanan kesehatan gigi dan mulut dilakukan dengan kegiatan
pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut.Pelayanan kesehatan gigi dan mulut
adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang terencana,dilaksanakan dalam kurun
waktu tertentu,ditujukan pada kelompok rentan,yang diselenggarakan secara
berkesinambungan untuk mencapai derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal
(Departemen Kesehatan Republik Indonesia,1992).
Kompetensi seorang ahli madya kesehatan gigi (perawat gigi) adalah mampu
merencanakan dan melaksanakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dalam
bentuk : peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif) dan
penyembuhan penyakit (kuratif).Salah satu sasaran pelayanan asuhan kesehatan gigi
dan mulut adalah kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sepuluh (10) pasien yang berkunjung ke Klinik
Jurusan Keperawatan Gigi tahun 2009 diperoleh data DMF-T rata-rata : 4,5, def-t
rata- rata 1,5 , OHI-S rata-rata 3,01 , PTI : 0 %, RTI : 51,1 % serta CPITN : 2 sextan
sehat.
Untuk indikator derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal 2010 memiliki
status kesehatan gigi dan mulut rata-rata indeks DMF-T 2,0, OHI-S 1,2 dan
CPITN 3 sextan sehat serta angka PTI 0 %.Bila dibandingkan dengan indikator
derajat kesehatan gigi dan mulut nasional,maka terdapat kesenjangan antara data yang
diperoleh dengan indikator derajat kesehatan gigi dan mulut Nasional
tersebut,sehingga dari sepuluh (10) pasien di atas perlu dilakukan pelayanan asuhan
kesehatan gigi dan mulut dan pembinaan dokter gigi kecil di sekolah.
B.Tujuan

a. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu,cakupan,efisiensi pelayanan asuhan gigi dan
mulut serta meningkatkan kemampuan pelihara diri serta status
kesehatan gigi dan mulut yang optimal
b.Tujuan Khusus
a. Meningkatkan pengetahuan ,sikap dan kemampuan
berperilaku hidup sehat meliputi upaya pencegahan
penyakit gigi dan mulut
b. Mampu mengetahui kelainan penyakit gigi dan mulut
dan mampu mengatasinya
c. Mampu menggunakan sarana pelayanan asuhan gigi dan
mulut ,serta mampu memelihara kesehatan gigi mulut

C.Data atau masalah

Berdasarkan data masalah yang ada maka dapat diidentifikasi masalah


kesehatan gigi dan mulut pada sepuluh (10) pasien yang sudah diperiksa,masalah
sebagai berikut :
1. Tingkat kejadian karies dengan DMF-T rata-rata 4,5
D : 2,6, M : 1,9, F : 0 sehingga belum sesuai target nasional DMF-T
2,0.
2. Tingkat kebersihan gigi dan mulut termasuk kategori sedang dengan
OHI-S : 3,01
DI : 1,91
CI : 1,10 tidak sesuai target nasional yaitu OHI-S 1,2.
3. Angka CPITN : 2 sextan sehat ,masih di bawah dari target nasional
yaitu CPITN 3 sextan sehat.
4. Angka PTI : 0 % belum sesuai dengan target nasional dimana PTI 50
%.
5. RTI : 51%
A. Prioritas Masalah

Indikator Target Keadaan Target Kesenjangan Persentase Prioritas


Nasional Individu
DMF-T 2,0 D : 2,6 D :0 2,5 2,5/2,0 100% : II
M : 1,9 M :1,9 125 %
F :0 F :2,6
: 4,5 :4,5`
def-t 1 d : 0,7 d: 0 0,5 0,5/1100%: IV
e : 0,8 e : 0,8 50%
f:0 f : 0,7
: 1,5 : 1,5
OHI-S 1,2 DI : 1,91 0 1,81 1,81/1,2 100% I
CI : 1,10 : 150 %
: 3,01
CPITN 3 sextan sehat 2 sextan 6 sextan sehat 1 1/3 100 %:33,3 V
sehat

PTI 50 % 0/50 100 50 % 50 50/50100% : III


%:0% 100
RTI 50% 51% 50% 1% 1/50x100%:2% VI

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah dari sepuluh (10) pasien dari Kelurahan Liliba yang
diperiksa kesehatan gigi dan mulutnya di klinik Jurusan Keperawatan Gigi Kupang pada
tahun 2010,maka dapat dirumuskan bahwa tingkat kebersihan gigi dan mulut sedang
(OHI-S : 3,01),angka kejadian karies tinggi (DMF-T 4,5) dan jaringan periodontal hanya
mempunyai 2 sextan sehat (CPITN : 2 sextan sehat) serta angka PTI 0 %.

F . Penyebab Masalah

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penyebab masalah yaitu kurangnya


pengetahuan dan kesadaran pasien akan pentingnya pemeliharaan kesehatan gigi dan
mulut,bahwa tingkat kebersihan gigi dan mulut (OHI-S) dengan kriteria sedang,tidak ada
satu gigi yang berkaries yang sudah ditumpat dan tidak pernah berkunjung ke dokter gigi
sehingga menyebabkan tingkat kejadian karies (DMF-T) menjadi tinggi, dan CPITN
yang hanya 2 sextan sehat.
BAB II

PELAYANAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

A. Alternatif Pemecahan Masalah

Dari identifikasi masalah yang telah disebutkan maka dapat diambil alternatif
pemecahan maslah sebagai berikut :

1. Promotif

Perlu diadakan penyuluhan tentang cara pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
yang meliputi penjelasan mengenai CARA MENYIKAT GIGI YANG BAIK
DAN BENAR,KARIES GIGI DAN KARANG GIGI, dengan bantuan alat peraga
flip chart,poster dan phantom agar penyuluhan mudah dipahami oleh pasien.

2. Preventif
Tujuan dilakukan preventif yaitu untuk menurunkan angka DI dan CI dimana DI
awal 1,91 dan CI awal 1,10 maka perlu dilakukan :
Menyikat gigi
Dilakukan kontrol plak dengan pemberian disclosing solution
Perhitungan OHI-S terutama DI
Membimbing pasien menyikat gigi dengan teknik yang baik dan
benar
Perhitungan DI setelah sikat gigi agar dapat diketahui keberhasilan
tindakan penyuluhan serta dapat mencapai target nasional dimana
OHI-S 1,2
Pembersihan calculus
Perlu diadakan pembersihan calculus untuk menurunkan angka CI dan
mencegah timbulnya penyakit pada jaringan periodontal dan akibat lain
yang disebabkan oleh karang gigi.
3. Kuratif
Dilakukan penambalan GIC pada 20 gigi dengan diagnosa karies mencapai
email untuk mengembalikan bentuk dan fungsi seperti semula serta
mencegah perluasan kerusakan gigi(karies gigi)
Dilakukan penambalan amalgam 4 gigi dengan diagnosa karies mencapai
dentin untuk mengembalikan bentuk dan fungsi seperti semula serta
mencegah perluasan kerusakan gigi (karies gigi)
Dilakukan pencabutan 10 gigi dengan diagnosa persistensi : 2 gigi dan
diagnosa karies mencapai akar(GR) : 8 gigi untuk memberi ruang dan
jalan bagi gigi pengganti agar tumbuh dengan baik dan mencegah
terjadinya fokal infeksi.
Dilaksanakan rujukan ke dokter gigi untuk dilakukan perawatan saluran
akar,kaping pulpa dan tumpatan resin komposit sebanyak 8 gigi agar
pasien mengalami perawatan lanjutan dan mengembalikan bentuk dan
fungsi gigi seperti semula.
Dilaksanakan rujukan ke dokter gigi untuk dilakukan pencabutan gigi
dengan diagnosa GP dan GR sebanyak 18 gigi untuk mencegah terjadinya
fokal infeksi.

B. Pelaksanaan
Berdasarkan hasil pemeriksaan pada sembilan puluh delapan (98) pasien yang
diperiksa di SDK Kuaputu maka telah dilakukan tindakan sebagai berikut :
1. Upaya Promotif
Telah dilakukan penyuluhan tentang pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut
dengan topik :
Cara menyikat gigi dengan baik dan benar
Karies gigi
Karang gigi
Makanan yang menyehatkan gigi

2. Upaya Preventif
Telah dilakukan sikat gigi,pembersihan karang gigi agar DI dan CI turun dan
tidak terjadi peradangan pada jaringan periodontal dan akibat lain yang
disebabkan oleh karang gigi,sehingga angka CPITN di awal :2 sextan sehat
menjadi CPITN : 6 sextan sehat.

3 . Upaya Kuratif

Telah dilakukan penumpatan GIC gigi, agar tidak terjadi penjalaran karies
dan bentuk serta fungsi gigi kembali berfungsi,rujukan ke Puskesmas untuk
dilakukan pencabutan gigi susu yang sudah goyang sisa akar untuk mencegah
terjadinya fokal infeksi ada ruang untuk tumbuhnya gigi tetap

C. Evaluasi Kegiatan
1. Promotif
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesadaran pasien dalam
menjaga kesehatan gigi dan mulut maka diberikan beberapa pertanyaan
sebelum dan sesudah penyuluhan.Setelah mahasiswa memberikan penyuluhan
diharapkan siswa / siswi dapat menjawab pertanyaan yang diberikan dan siswa
/ siswi dapat mendemonstrasikan kembali cara menyikat gigi dengan teknik
yang baik dan benar.

2 . Preventif

Setelah dilakukan sikat gigi,awalnya belum optimal tapi setelah


dibimbing dapat memberikan hasil yang agak baik dengan menurunnya DI
menjadi 0.Dan setelah dilakukan scaling CI dari turun.

3. Kuratif
Setelah dilakukan penambalan dengan GIC dan siswa /siswi merasa
giginya bisa berfungsi kembali seperti semula,setelah dilakukan rujukan ke
Puskesmas untuk dilakukan pencabutan dengan diagnosa persistensi dengan
harapan gigi permanen dapat tumbuh dengan baik ,dan pencabutan gigi
dengan diagnosa GR pasien merasa tidak terganggu lagi, gigi dapat berfungsi
kembali dengan baik dan tidak menjadi fokal infeksi.
BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan kegiatan perawatan maka dapat disimpulkan :
1. Telah dilakukan tindakan promotif (penyuluhan) tentang kesehatan gigi dan
mulut dengan topik karies gigi,karang gigi,dan cara menyikat gigi dengan baik
dan benar.
2. Telah dilakukan tindakan preventif berupa sikat gigi dan scaling sehingga
nilai OHI-S 3,01 turun menjadi nol dan CPITN awal: 2 sextan sehat menjadi 6
sextan sehat.
3. Telah dilakukan tindakan kuratif berupa penumpatan GIC , rujukan ke
Puskesmas untuk dilakukan perawatankaping pulpa dan pencabutan gigi susu
yang sudah goyang.

B. Saran
Dari kesimpulan yang ada maka dapat disarankan kepada pasien bahwa :
1. Bagisiswa / siswi , perlu ditingkatkan kebersihan gigi dan mulut dengan
menyikat gigi dengan baik dan benar,memiliki sikat gigi sendiri serta wajib
mengontrol kesehatan gigi dan mulut tiap 3 bulan sekali.
2. Bagi dokter gigi kecil, agar bisa menjadi penolong bagi teman-temannya dan
mampu membimbing teman dalam menyikat gigi dengan baik dan benar.
3. Bagi Guru / pendidik, agar bisa mempunyai program sikat gigi massal
minimal seminggu sekali untuk membiasakan siswa.
LAPORAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN
MULUT MASYARAKAT DI KELURAHAN LILIBA

TAHUN 2010

Oleh

MARIA ADELEDIS KEWA KIAN

NIM: PO.5303204111133

POLTEKKES KEMENKES KUPANG

JURUSAN KEPERAWATAN GIG

2013
HALAMAN PERSETUJUAN

LAPORAN PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN GIGI DAN MULUT


MASYARAKAT DI KELURAHAN LILIBA

TAHUN 2010

Oleh

MARIA ADELEDIS KEWA KIAN

PO5303204111133

Telah diperiksa dan dipresentasekan pada :

Hari : Kamis

Tanggal : 13 Desember 2012

Waktu : 07.30 08.00

Pembimbing

Yansestina Erlince Eky,S.SiT

NIP :
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL.................................................................................................i

LEMBARAN PERSETUJUAN PEMBIMBING....................................................ii

DAFTAR ISI...............................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang........................................................................................
B. Tujuan.....................................................................................................
C. Data Masalah..........................................................................................
D. Prioritas masalah....................................................................................
E. Rumusan Masalah.................................................................................
F. Penyebab Masalah.................................................................................

BAB II PELAYANAN ASUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

A. Alternatif Pemecahan Masalah............................................................


B. Plan Of Action......................................................................................
C. Pelaksanaan...........................................................................................
D. Evaluasi Kegiatan.................................................................................
E. Rencana Tindak Lanjut........................................................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...........................................................................................
B. Saran.....................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia,1990,Pedoman kerja puskesmas jilid IV,Jakarta

Departemen Kesehatan Republik Indonesia,1995,Tata Cara Pelayanan Asuhan Kesehatan


Gigi dan Mulut di Puskesmas,Direktorat Kesehatan Gigi,Direktorat Pelayanan Medik:
Jakarta.
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa,karena atas
bantuannya maka penulis dapat menyelesaikan Laporan Pelayanan Asuhan keperawatan gigi
dan mulut Masyarakat ini.

Salah satu sasaran pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah kelompok
masyarakat yang rentan terhadap penyakit gigi dan mulut.Kelompok masyarakat di
Kelurahan Liliba juga termasuk dalam kelompok rentan (anak SD,lansia). Kompetensi
seorang ahli madya kesehatan gigi (perawat gigi) adalah mampu merencanakan dan
melaksanakan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut dalam bentuk : peningkatan
kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif) dan penyembuhan penyakit (kuratif),
dengan maksud untuk mempermudah dalam membuat suatu rencana perawatan dan juga
membuat laporan dari pelayanan asuhan keperawatan gigi kepada masyarakat.

Penulis menyadari laporan ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh sebab itu segala
kritik dan saran yang membangun sanagt diharapkan demi kesempurnaan laporan ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dalam penyusunan hingga selesainya laporan ini.

Kupang, Januari 2013

Penulis