Anda di halaman 1dari 27

RANGKUMAN MATERI ILMU ALAMIAH DASAR

I. Mengapa Mahasiswa Mempelajari Ilmu Alamiah Dasar?

IAD ditujukan untuk membantu mahasiswa memiliki pandangan lebiih luas dalam
bidang IPA, serta mendekati persoalan pengetahuan alam dengan penalaran yang lebih
komprehensif.

IAD bertujuan untuk mengembangkan dan memperluaas wawasan pengetahuan serta


membanu mengembangkan kemampuan persoalannya. Membuat mahaiswa semakin peka,
tanggap dan penuh rasa tanggung jawab.

II. Konsep IAD :

- Manusia (Alam pikiran dan pengembangannya).

- Perkembangan dan Pengembangan IPA

- Bumi dan Alam Semesta

- Keanekaragaman Makhluk Hidup

- Makhluk Hidup dalam Ekosistem Alami

- SDA dengan Lingkungan

- IPA dan Teknologi

- Perkembangan IPTEK

- Pencemaran Lingkungan

III. Pengertian IAD?

Ilmu Alamiah Dasar adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji tentang gejala-gejala di alam
semesta, termasuk planet bumi sebagai bagiannya beserta Makhluk Hidup dan benda-benda
mati yang ada di dalamnya. IAD hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar
yang essensial saja.

A. Manusia Selalu Ingin Tahu

Issac Asimov (1920) mengatakan bahwa binatang sebagai Idle Curiosity (Keingintahuan
yang terbatas). Manusia justru daya pikirnya lebih berperan daripada daya fisiknya.

Hubungan Kehidupan Manusia dengan Alam:

1. Natural Man

2. Cultural Man = Manusia itu berbudaya

B. Perbedaan Manusia dan Binatang

1. Manusia dapat berpikir (Homo Sapien)

2. Manusia dapat membuat alat (Homo Faber)

3. Manusia dapat berbicara (Homo Longuens)


4. Manusia dapat hidup bermasyarakat (Homo Socius)

5. Manusia dapat berdagang (Homo Economicus)

6. Manusia sadar ada kekuatan diluar dirinya (Homo Religius)

C. Rasa Ingin Tahu dan Mitos

Mitos merupakan cerita yang dibuat-buat atau dongeng yang menyangkut tokoh kuno
seperti dewa, manusia perkasa yang gunanya untuk menjawab keterbatasan pengetahuan
manusia tentang alam. Pengetahuan tentang mitos disebut mitologi muncul pada zaman pra-
sejarah.

Mitos terbagi menjadi 3 macam yaitu :

1. Mitos sebenarnya

2. Cerita rakyat

3. Legenda

Faktor Mitos dipercayai kebenarannya:

1. Keterbatasan pengetahuan manusia

2. Keterbatasan penalaran manusia

3. Keingintahuan manusia sementara terpenuhi

D. Cara Lama Memperoleh Pengetahuan :

1. Prasangka

2. Intuisi

3. Coba-coba (trial and error)

IV. Pendekatan Non Ilmiah

Pendekatan yang dilakukan melalui pengamatan atau coba-coba

1. Akal sehat (common sense)

2. Prasangka

- Prasangka lahir dari pikiran yang mengada

- Barang siapa yang buruk prasangka dan pikirannya maka hancurlah hidupnya karena
buah prasangka buruk yaitu menimbulkan banyak perpecahan dan permusuhan.

3. Otoritas ilmiah dan kewibawaan

4. Penemuan kebetulan

5. Penemuan coba-coba

6. Pendekatan intuisi
V. Pendekatan Ilmiah

1. Ilmu merupakan cara berpikir dalam menghasilkan suatu kesimpulan berupa


pengetahuan.

2. Berpikir bukan satu-satunya cara guna mendapatkan pengetahuan produk dari


kegiatan berpikir.

Maka ilmu adalah produk dari proses berpikir menurut langkah-langkah tertentu dinamakan
sebagai berpikir ilmiah (Suriasumantri, 1987).

VI. Perbedaan Pendekatan Ilmiah Dan Non Ilmiah

Pendekatan Ilmiah Pendekatan Non Ilmiah

Perumusan masalah jelas dan spesifik Intuitif (pendekatan terhadap


masalah)

Masalah merupakan hal yang dapat Ambigu (konsep atau teori)


diaamati dan diukur secara empiris

Jawaban permasalahan didasarkan Tidak dapat dibuktikan (hipotesis)


pada data

Dapat dibuktikan dan terkontrol Tidak terkontrol, seadanya


(observasi,gejala)

VII. Metode Ilmiah

metode ilmiah merupakan prosedur untuk mendapatkan yang disebut ilmu. Dengan
demikian, cara untuk mendapatkannya harus memenuhi syarat logis, objektif, metodik,
sistematis dan berlaku umum (universal).

Langkah-Langkah Metode Ilmiah :

1. Perumusan masalah

2. Penyusunan kerangka berpikir

3. Perumusan hipotesis

4. Pengajian hipotesis

5. Penarikan kesimpulan

Keunggulan Metode Ilmiah :

1. Efisiensi dan efektif dalam penggunaan sumber daya (tenaga, biaya, waktu)

2. Terbuka (dapat dipakai oleh siapa-siapa saja)

3. Teruji (prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan)

Keterbatasan Metode Ilmiah :


1. Kebenaran ilmiah bersifat tentatif

2. Tidak dapat menjangkau untuk membuat kesimpulan yang bersangkutan dengan baik
dan buruk atau system nilai, tentang seni dan keindahan serta juga tida dapat menjangkau
adanya tuhan.

Sikap Ilmiah :

1. Jujur

2. Terbuka

3. Berpandangan luas

4. Toleran

5. Tidak merasa dirinya hebat

6. Skeptic

7. Bersifat hati-hati

8. Kritis

9. Optimis

10. Kreatif

11. Inovatif

12. Selalu ingin mendapatkan

13. Menciptakan hal yang baru untuk meraih nilai tambah

VIII. Jagad Raya, Tata Surya Dan Bumi

A. Jagad Raya

Jagad raya adalah alam semesta yang sangat luas (tidak terukur), mecakup berjuta-juta
benda angkasa dan beribu-ribu kabut gas.

v Teori Pembentukan Jagad Raya

1. Teori Ledakan Besar

Menurut teori ini dahulu kala galaxy-galaxy pernah saling berdekatan. Dengan demikian
mungkin semua galaxy dan jagad raya berasal dari masa tunggal. Dalam keadaan masa
tunggal, jagad raya memiliki suhu dan energi yang besar. Untuk itu, hanya ledakan besarlah
yang dapat hancurkan masa tunggal menjadi serpihan-serpihan sebagai awal jagad raya.

2. Teori Jagad Raya Mengembang

Berdasarkan hasil penelitian oleh Georges-Henri Lemaitre (1927) dan didukung oleh Edwin
Hubble (1929). Menurut teori ini jagad raya bergerak saling menjauh mengembang menjadi
luas.
3. Teori Keadaaan Tetap

Teori yang dipelopori oleh Fred Hoyle mengemukaan bahwa materi baru (hydrogen)
diciptakansetiap saat untuk mengisi ruang kosong yang timbul dari pengembangan jagad
raya. Dalam kasus ini jagad raya akan selalu tampak sama.

v Komponen Jagad Raya

1. Galaxy

Galaxy adalah sebuah system perbintangan yang maha luas yang didalamnya terdapat jutaan
bintang serta benda-benda langit lainnya sebagai anggota yang beredar mengelilingi pusat
matahari dengan gerakan yang teratur. Bentuk galaxy yaitu spiral, spiral berbatang, elips dan
tak beraturan.

2. Bintang

Merupakan benda langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya.
Menurut hokum fisika, bintang yang memiliki cahaya putih kebiruan memiliki temperature
yang tinggi, semakin kemerahan atau kuning, semakin rendah.

3. Tata Surya

Tata surya adalah sekelompok benda yang terdiri atas matahari yang dikelilingi oleh planet-
planet beserta satelitnya, asteroid, komet dan meteor. Setidaknya ada dua tanggapan
mengenai alam semesta kita, yaitu Geoncentri (bumi sebagai pusat) dan Heliocentris
(Matahari sebagai pusat).

Teori Teori Pembentukan Tata Surya

a. Teori Kabut (Nebula)

Planet-planet dan matahari berasal dari sebuah kabut pijar yang berpilin di dalam jagad
raya, karena putarannya itu sebagian dari masa kabut tersebut lepas, membentuk gelang-
gelang sekeliling bagian utama gumpalan kabut itu. Pada gilirannya, gelang itu membentuk
gumpalan-gumpalan yang pada akhirnya membeku dan membentuk planet-planet (Imanuel
Kant, 1755).

b. Teori Planet Esimal

Menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari kabut yang pijar, dimana dalam kabut ini
terdapat material padat yang berhamburan yang disebut planetesimal. Masing-masing benda
padat ini memiliki gaya tarik yang berakibat terjadinya saling tarik-menarik antara
sesamanya. Akhirnya lambat laun terbentuklah gumpalan besar yang disebut planet.

c. Teori Pasang Surut Bintang (James Jean And Harold Jeffreys 1917)

Dahulu kala ada sebuah bintang yang melintas dekat dengan matahari. Adanya gaya tarik
bintang tersebut menyebabkan pada permukaan matahari terjadi proses pasang surut air
laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Gaya tarik tersebut menyebabkan sebagian massa
matahari terlepas membentuk planet-planet.

d. Teori Vortek dan Proto Planet


Teori Vortek oleh Karl Van Weiszacker

v Proses Pelapisan Bumi

Tahap 1 : Tahap pada saat bumi merupakan homogeny atau terjadi dan zonafikasi

Tahap 2 : Proses diferensiasi yaitu material besi yang lebih berat tenggelam menuju

pusat bumi dan material yang lebih ringan bergerak ke permukaan.

Tahap 3 : Proses Zonafikasi


MATERI PERKULIAHAN IAD
I. PENDAHULUAN

Pengertian IAD

Tujuan perkuliahan IAD

Kegunan dan fungsi IAD

Cakupan IAD

Filsafat IAD

Nilai IAD

II. PERKEMBANGAN POLA PIKIR MANUSIA

Sifat unik Manusia

Mitos dan Tokoh Pembaharuan

Lahirnya IA (Ilmu Alamiah)

Perkembangan IA

Perantara dalam perkembangan Ilmu Alamiah

III. HAKEKAT IPA

IPA sebagai produk

IPA sebagai proses

IPA sebagai pembentuk SIKAP

IV. METODE ILMIAH DAN INPLEMENTASINYA

Cara memperoleh PENGETAHUAN

Syarat Pengetahuan

Kriteria metode ilmiah

Langkah-langkah metode ilmiah

Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah


V. PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES

Pengertian keterampilan proses

Macam keterampilan proses

Penerapan keterampilan proses

VI. MENGENAL ALAM SEMESTA

Teori terbentuknya Alam Semesta

Teori terbentuknya Tata Surya

Struktur Bumi

VII. BIOSFER

Awal Kehidupan

Teori Evolusi

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Peranan Manusia dalam Biosfer

VIII. PERANAN DAN DAMPAK IPTEK

Hubungan antara Ilmu Alamiah dengan Teknologi

Peranan IPTEK dalam

- Materi dan Energi

- Mesin dan Industri

- Komunikasi dan Transportasi

- Bioteknologi

Dampak IPTEK

- Terhadap kebutuhan pokok

- Terhadap SDA

- Terhadap industri

- Terhadap komunikasi dan transportasi

- Terhadap lingkungan

Usaha manusia dalam melestarikan hidupnya


BAB I.

ILMU ALAMIAH DASAR

A. Pengertian

IAD: kumpulan tentang konsep-konsep dasar dalam IPA dan teknologi (di PT merupakan
kelompok MKU) dengan bobot 2 SKS, wajib diikuti mahasiswa non eksata.

B. Tujuan IAD

memperkenalkan konsep dasar dalam IPA.

memberikan wawasan pengetahuan dan cara pemikiran serta cara pendekatan dalam IPA
dan teknologi.

Memberikan bekal untuk memanfaatkan bahan dan cara pemikiran dalam menerapkan hasil
dalam IPA dan teknologi.

Mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin ilmu eksacta dengan non eksacta.

C. Kegunaan dan Fungsi IAD

Kegunaan

- membantu mahasiswa dalam memiliki cara pandang tentang IPA dan teknologi

- membentuk kepribadian, sehingga cepat tanggap dan peka serta bertanggung jawab
terhadap permasalahan perkembangan IPA dan teknologi yang timbul di masyarakat.

Fungsi

- mengembangkan apresiasi IPA dan teknologi kepada mahasiswa non eksacta

- mengembangkan interaksi yang selaras antara disiplin ilmu eksacta dan ilmu non
eksacta

- mengembangkan dan mendorong kemanfaatan IAD pada perkembangan diri, ilmu dan
profesi mahasiswa non eksacta

D. Cakupan materi IAD

Perkembangan pola pikir manusia

Hakekat IPA

Metode Ilmiyah dan implementasinya

Pengembangan keterampilan proses

Biosfer dan awal kehidupan

Peranan manusia dan dampak perkembangan IPTEK


E. Filsafat IAD

Vitalisme

doktrin ysng menyataan ada kekuatan dari luar alam yang memegang peranan esensial
dalam mengatur segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini. Kekuatan itu adalah GAIB.

Mekanisme

Pandangan yang mengatakan bahwa yang mengatur semua gerakan di alam semesta adalah
HUKUM ALAM

Agnotisme

Pandangan yang menyatakan tidak ada pencipta alam. Tidak mempedulikan ada tidaknya
sang pencipta

Hanya mempelajari gejala alam

Banyak dianut ilmuwan barat

Falsafat Panca sila

Pencipta alam adalah Tuhan YME

Theisme : alam semesta ini diciptakan ada awal dan ada akhirnya.

F. Nilai-nilai IAD

Metode ilmiah ------------------> sikap ilmiah.

BAB II.
Perkembangan Pola Pikir Manusia

A. Sifat unik manusia

Homo sapiens (cerdas dan bijaksana)

Homo faber (manusia kerja dengan alat)

Homo longuens (dapat berbicara)

Homo socius (dapat hidup bermasyarakat)

Homo Aecomomicus ( atas dasar pertimbangan ekonomi dalam berusaha)

Homo religius ( manusia beragama; Tuhan YME) Manusia berencana dan berusaha hasil
akhir diserahkan pada Tuhan YME sebagai takdir. Manusia menyadarti adanya kegaib yang
memiliki kemampuan lebih hebat dari yang memiliki kemampuan lebih hebat dari manusia.
Isi alam semesta tunduk pada hukum alam (deterministis). Makhluk hidup tunduk pada
hukum kehidupan (biologis)

Dari tahap awal lahir animisme dinamisme totemisme (agama alami) agama samawi
(sbg pedoman hidup)
Perbedaan manusia dan hewan

Manusia : - memiliki curiosity yang tidak idle.

- rasa ingin tahu selalu berkembangan

- memiliki akal budi dan kemauan yang sangat kuat


dalam mengembangkan IPTEK.

Hewan : - idle heriosity = insting

Perkembangan alam pikiran manusia :

sejak lahir __________ akhir hayat

sejak jaman purba ___________ dewasa ini

B. Mitos dan Tokoh Pembahuruan

1. Mitos

PENGERTIAN MIOTOS

Mitos adalah cerita prosa rakyat yang ditokohi para dewa atau makhluk setengah dewa yang
terjadi di dunia lain (kayangan) dan dianggap benar benar terjadi oleh empunya cerita atau
penganutnya

fungsinya untuk menjawab rasa ingin tahu manusia; untuk memenuhi kebutuhan alam
pikiran dengan membuat khayalan, imajinasi atau intuisi

Alasan adanya mitos:

- keterbatasan dalam hal pengetahuan dan penalaran manusia

- keterbatasan kemampuan alat indera

- Agar mendapatkan kepuasan sementara dengan kebenaran irasional (pseudo science)

SECARA GARIS BESAR MITOS DI BEDAKAN MENJADI 3 YAITU :

1. Mitos sebenarnya

imajinasi manusia untuk menerangkan gejala alam yang ada dengan mengaitkan pada
dewa/dewi atau kekuatan gaib.

2. Cerita rakyat

Usaha manusia mengisahkan peristiwa penting yang menyangkut kehidupan dalam


masyarakat menanamkan ajaran moral tentang kebaikan dan kejahatan yang dikaitkan
dengan tokoh cerita.
3. Legenda

Cerita yang didasarkan padamitos adanya seorang tokoh yang dikaitkan dengan terjadinya
suatu daerah.

Mitos dapat diterima pada masa itu karena :

I. Keterbatasan pengetahuan yang disebabkan karena keterbatasan


penginderaan baik
langsung maupun dengan alat

II. Keterbatasan penalaran manusia pada masa itu

III. Hasrat ingin tahunya terpenuhi

Mitos itu timbul di sebabkan antara lain karena keterbatasan indra penglihatan manusia ,
antara lain :

C. Lahirnya Ilmu Alamiah

Menurut A. Comte (1798 1857)

Perkembangan pola pikir manusia terbagi menjadi 3 tahap, yaitu:

Tahap Teologi = tahap fiktif

Anggapan bahwa setiap gejala alam dan peristiwa dikuasai dan diatur oleh para dewa/dewi
atau kekuatan gaib.

Tahap Filsafat = fisik = abstrak

Tidak percaya kekuatan gaib tetapi pada akanya sendiri

Tahap Positip = tahap ilmu = riil

Merupakan tahap dimana manusia mampu berpikir secara positif atas dasar
pengetahuan yang dikembangkan melalaui pengamatan percobaan dan perbandingan.

Ilmu adalah sumber pengetahuan yang berfungsi memberi penjelasan terhadap suatu
permasalahan yang dihadapi manusia. Merupakan kumpulan pengetahuan yang diperoleh
melalui pengujian ilmiah dan didasarkan pada pengalaman.

Cara memperoleh Ilmu (Pengetahuan)

Prasangka : suatu anggapan yang benar

Intuisi : tidak didasarkan pada penalaran

Wahyu : dari Tuhan lewat Nabi

Trial and error : coba-coba

Ilmiah : pembuktian dengan penalaran yang logis

Syarat Pengetahuan :
- obyektif

- metodik

- sistematik

- berlaku umum : universal

Ilmu alamiah diperoleh melalui penalaran:

Penalaran deduktif = Rasionalisme

- bertolak dari umum -------------- khusus

- kesimpulan dengan pola pikir = Silogisme

Premis mayor : umum

Premis minor : khusus

Kesimpulan:

Contoh: Semua manusia akam mati

Farhan adalah manusia

Farhan akan mati

- bersifat abstrak, tidak didasarkan pada pengalaman

- diperoleh bermacam-macam pengetahuan yang dapat diterima oleh semua pihak

- kesulitan untuk diterapkan konsep rasional dalam kehidupan praktis

Penalaran induktif = empirisme

- berdasarkan pengalaman konkrit

- bertolak dari khusus --------------- umum

- dapat diamati dengan panca indera

- belum tentu bersifat konsisten atau malah kontradiktif

- belum menjamin tersusunnya pengetahuan yang sistematis

- melalui pengujian (eksperimen)

Pendekatan Ilmiah

- dengan metode ilmiah

- gabungan antara deduksi dan induksi


- susunan syarat pengetahuan

Ilmu Alamiah diperoleh melalui 4 tahap, yaitu tahap mitos, tahap penalaran, tahap
pengalaman eksperimen dan tahap ilmiah atau metode keilmuan

Kebenaran yang diperoleh adalah kebenaran relatif bukan kebenaran mutlak.

D. Perkembangan Ilmu Alamiah

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari tentang alam kebendaan.

Definisi IPA adalah:

Ilmu Alamiah bersifat dinamis, sehingga memiliki cabang-cabangilmu yang lebih khusus.

Cabang-cabang IPA meliputi:

1. Biologi

2. Fisika

3. Kinia

4. IPBA

Tugas:

- Mencari cabang-cabang ilmu yang lebih khusus

- Mengelompokkan dalam:

IPA murni :

terapan :

IPA klasik :

modern :
E. Peranan Matematika dalam IPA

Peranan matematika dalam pengembangan IPA sangat besar, karena matematika dapat
membantu untuk mengatasi permasalahan dalam IPA yang bersifat kuantitatif dengan
menggunakan rumus-rumus dan statistik. Sedang IPA kualitatif hanya mampu menjawab
pertanyaan yang bersifat actual. IPA kuantitatif mampu menjawab pertanyaan yang bersifat
kausal ( hubungan sebab akibat)

BAB III

HAKEKAT IPA

Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam

Kira-kira setengah abad terakhir ini, yaitu setelah Perang Dunia kedua, Ilmu Pengetahuan
Alam dan Teknologi berkembang dengan pesat sekali. Ilmu Pengetahuan Alam atau science
telah mempengaruhi sebagian besar kehidupan manusia, misalnya penyediaan bahan-bahan
pangan dan sandang, kesehatan, komunikasi, transportasi, keamanan dan lain-lainnya.

Kita sering mendengar dan membaca, bahwa kita hidup dalam abad science. Ucapan ini
betul-betul didukung kebenarannya oleh hasil Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi yang
kita hayati dan kita nikmati dalam kehidupan sehari-hari. Jadi setiap warga masyarakat
secara langsung ataupun tidak langsung berhubungan dengan masalah science.

Ilmu Pengetahuan Alam dan Teknologi terus berkembang, kemudian, dikomunikasikan


secara cepat.

Ada beberapa definisi tentang IPA diantaranya adalah:

1. IPA adalah sekumpulan pengetahuan yang telah disusun.

2. IPA adalah ilmu pengetahuan yang sistematis dan dirumuskan, yang berhubungan
dengan gejala-gejala kebendaan dan terutama didasarkan atas pengamatan dan induksi.

3. IPA adalah pengetahuan tentang fakta dan hukum-hukum yang didasarkan atas
pengamatan dan disusun dalam suatu sistem yang teratur.

4. IPA adalah sutau kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematik yang
didalam penggunaannya secara umum terlintas pada gejala-gejala alam.

Perkembangan IPA ditunjukkan tidak hanya oleh kumpulan fakta tetapi juga oleh metode
ilmiah dan sikap ilmiah.

A. Hakekat Ilmu Pengetahuan Alam

Dari definisi tersebut diatas dapat disimpulkan hakekat pengertian IPA meliputi tiga hal
yaitu:

1. Produk IPA yaitu berupa fakta, konsep, prinsip, hukum dan teori.
2. Proses IPA atau metode ilmiah yaitu cara kerja yang dilakukan untuk mencapai hasil-
hasil IPA atau produk IPA.

3. Sikap ilmiah yaitu semua tingkah laku yang diperlukan selama melakukan proses IPA,
sehingga terjadi produk IPA.

1. Produk Ilmu Pengetahuan Alam

Produk Ilmu Pengetahuan Alam adalah semua pengetahuan tentang gejala alam yang
dikumpulkan melalui observasi. Jadi dasar pembentukan produk Ilmu Pengetahuan Alam
adalah data yang diperoleh dari observasi.

Data adalah fakta yang telah diketahui kondisinya. Fakta yang obyektif adalah fakta yang
bebas dari pengaruh pengamat atau fakta yang diperoleh dengan cara tertentu dan akan
memberikan hasil yang sama meskipun dilakukan oleh pengamat berbeda.

Konsep adalah gagasan yang digeneralisasikan atau diabstraksikan dari pengalaman.


Misalnya konsep makhluk hidup, cahaya, listrik logam, unsur dan lain sebagainya.

Prinsip adalah generalisasi atau abstraksi dari konsep-konsep yang berhubungan. Misalnya:
semua tumbuhan yang berklorofil dapat mengadakan fotosintesa; semua elektrolit dapat
menghantarkan arus listrik. Pernyataan pertama mengandung tiga konsep, yaitu tumbuhan
berklorofil, mengadakan dan fotosintesa. Sedang pada contoh kedua mengandung tiga
konsep juga, yaitu elektrolit, menghantar dan arus listrik. Contoh lain lagi udara mengalir
dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah.

Hukum adalah generalisasi dari konsep-konsep yang digunakan untuk menjelaskan banyak
gejala. Contoh: Tiap senyawa disusun oleh unsur dengan perbandingan yang tertentu dan
tetap. Disini konsep senyawa unsur dan perbandingan dapat memberikan variasi yang
macam-macam.

Sesungguhnya agak sulit membedakan antara prinsip dan hukum, karena keduanya
merupakan pernyataan yang bersifat umum yang dapat menjelaskan berlakunya gejala-
gejala. Salah satu cirinya adalah bahwa hukum ini lebih luas dan lebih dalam abstraksinya,
sehingga pemakaiannya mencakup gejala yang lebih luas.

Teori adalah generalisasi dari prinsip-prinsip dan hukum, yang dapat menjelaskan gejala-
gejalanya, dapat juga dikatakan bahwa teori adalah model yang abstrak, yang dapat
digunakan untuk menjelaskan berlakunya prinsip-prinsip atau hukum-hukum. Contoh: Teori
plasma nutfah dari Weismann menyatakan bahwa makhluk hidup bersel banyak terdiri atas
sel-sel penghasil gamet atau plasma nutfah dan sel-sel tubuh atau plasma tubuh, plasma
nutfah bersifat abadi. Teori ini dapat digunakan untuk menjelaskan prinsip pewarisan sifat
dari induk melalui gamet kepada keturunannya.

2. Proses Ilmu Pengetahuan Alam


Pengetahuan yang dapat diandalkan kebenarannya, termasuk Ilmu Pengetahuan Alam,
adalah pengetahuan yang diperoleh melalui proses pendekatan ilmiah atau dengan metode
ilmiah.

Metode ilmiah adalah gabungan dari metode deduktif dan induktif atau antara penalaran
dan pengujian secara empiris. Hal yang secara logis dapat diterima masih perlu diuji dengan
fakta-fakta.

Pada umumnya langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan (scientis) dalam


menggunakan metode ilmiah adalah sebagai berikut:

a. Menyadari adanya suatu masalah dan ada keinginan untuk memecahkan masalah
tersebut.

b. Merumuskan masalah, agar menjadi lebih jelas masalahnya, sehingga dapat


mempermudah langkah-langkah dalam memecahkan masalah tersebut.

c. Mengumpulkan data yang hubungannya dengan masalah tersebut, misalnya melalui


pengamatan (observasi), mencari informasi dari buku-buku atau dari orang-orang yang
dianggap banyak mengetahui tentang masalah tersebut (resource person).

d. Menyeleksi dan mengklasifikasikan data. Data yang telah terkumpul diseleksi dan
hanya diambil data yang erat hubungannya dengan masalah yang diteliti atau yang dapat
membantu untuk memecahkan masalah tersebut. Data yang diseleksi diklasifikasikan atau
digolongkan sesuai dengan jenis atau kategorinya. Kemudian data itu disusun, misalnya
dalam bentuk tabel (mentabulasikan data) atau grafik.

e. Merumuskan hipotesa, yaitu merumuskan jawaban-jawaban yang sifatnya sementara


dan masih harus dibuktikan kebenarannya.

f. Melakukan eksperimen untuk menguji hipotesa.

g. Menarik kesimpulan dari hasil eksperimen dan memilih hipotesa yang merupakan
jawaban terhadap masalah tersebut.

Seringkali kesimpulan yang diketemukan itu berbentuk konsep atau hukum.

h. Merumuskan teori, hipotesa yang telah teruji kebenarannya dianggap merupakan


pengetahuan baru dan diterima sebagai bagian dari ilmu atau dengan kata lain hipotesa
tersebut sekarang dapat dianggap sebagai suatu teori ilmiah. Secara luas teori ilmiah dapat
diartikan sebagai suatu penjelasan teoritis mengenai suatu gejala tertentu.

Perlu diketahui bahwa urutan langkah-langkahsebagaimana dijelaskan dalam metode ilmiah


tersebut tidak selalu diikuti sepenuhnya. Langkah-langkah dan urutan tergantung pada
masalahnya, sehingga sering terjadi perubahan urutan. Umpamanyadari langkah pertama
melompat ke langkah ketiga, kemudian kembali ke langkah kedua lalu ke langkah lima dan
sebagainya.

3. Sikap Ilmiah
Pada waktu memecahkan sesuatu masalah, seseorang ilmuwan mengambil sikap tertentu
agar hasil yang telah dicapainya sesuai dengan harapannya. Sikap semacam ini disebut sikap
ilmiah.

Sikap-sikap ilmiah tersebut diantaranya:

a. Jujur dan obyektif terhadap fakta. Hal ini berarti bahwa jika sebuah benda menurut
kenyataan berbentuk bulat, maka secara jujur orang akan melaporkan bahwa benda itu
bulat.

b. Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan atau keputusan jika keluar cukup data yang
dikumpulkan yang dapat menunjang kesimpulan atau keputusan itu.

c. Berhati terbuka, artinya bersedia mempertimbangkan pendapat orang atau penemu


orang lain, sekalipun pendapat atau penemuan orang itu bertentangan dengan pendapatnya
sendiri.

d. Dapat membedakan antara fakta dan pendapat.

e. Bersikap tidak memihak terhadap suatu pendapat tertentu tanpa alasan yang
berdasarkan atas fakta (Netral).

f. Tidak mendasarkan kesimpulan atas prasangka. Berabad-abad lamanya dahulu orang


beranggapan bahwa gerhana bulan disangka karena bulan ditelan raksasa.

g. Tidak percaya atau tahayul. Carilah contoh!

h. Tekun dan sabar, tidak mudah putus asa dalam memecahkan masalah.

i. Bersedia mengkomunikasikan dan mengemukakan hasil penemuannya untuk


diselidiki, dikritik dan disempurnakan oleh orang lain.

j. Dapat dan bersedia bekerjasama dengan orang lain.

k. Selalu ingin tahu (couriousity), tentang apa (what), bagaimana (how) dan mengapa
(why), dari suatu masalah atau gejala yang dijumpainya.

l. Cerdas, berpikir kritis.

m. Tanggung jawab

n. Peduli terhadap lingkungan.

B. Nilai-nilai Ilmu Pengetahuan Alam

Yang dimaksud dengan nilai adalah sesuatu yang dianggap berharga dan menjadi tujuan
yang hendak dicapai. Perlu dicamkan bahawa nilai-nilai yang dimaksudkan dalam
pembahasan ini, bukanlah hanya nilai yang sifatnya kebendaan (materi), misalnya nilai
sesuatu dihubungkan dengan dalam bentuk uang.

Dari pembahasan tentang hakekat IPA, dijelaskan bahwa IPA mempunyai nilai-nilai
kehidupan dan pendidikan.

Nilai-nilai IPA dalam berbagai segi kehidupan tersebut antara lain adalah:
1. Nilai Praktis

Nilai praktis adalah sesuatu yang dianggap bermanfaat dan berharga dalam kehidupan
sehari-hari. Misalnya, pelajaran membaca dan berhitung mempunyai nilai praktis, karena
dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak diragukan lagi bahwa IPA mempunyai nilai praktis. Hasil-hasil penemuan IPA secara
langsung atau tidak langsung digunakan dan dimanfaatkan manusia dalam kehidupan
sehari-hari.

Teknologi yang merupakan hasil-hasil penemuan IPA telah banyak sekali menghasilkan
segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Perkembangan dan kemajuan teknologi,
mengandalkan hasil penemuan-penemuan IPA.

Begitupun IPA, memanfaatkan hasil teknologi untuk diperbantukan dalam memecahkan


masalah-masalah dan memperoleh penemuan-penemuan baru. IPA dan teknologi saling
membutuhkan, saling mengisi untuk terus menerus berkembang.

* Tugas: Carilah contoh nilai praktis IPA dalam berbagai bidang kehidupan manusia!

2. Nilai Intelektual

Nilai intelektual adalah sesuatu yang memberikan kepuasan kepada seseorang karena dia
telah mampu menyelesaikan atau memecahkan masalah. Dengan kata lain sesuatu yang
memberikan kepuasan intelektuif.

IPA dengan metode ilmiahnya banyak sekali digunakan untuk memecahkan masalah. Tidak
saja masalah yang berhubungan dengan alam saja, tetapi juga masalah-masalah sosial,
ekonomi dan lain-lain.

Metode ilmiah memberikan kemampuan dan keterampilan untuk memecahkan masalah


kepada orang-orang yang sering menggunakannya. Kemampuan memecahkan masalah,
memberikan suatu kepuasan kepada seseorang. Oleh karena itu IPA dengan metode
ilmiahnya mempunyai nilai intelektual.

3. Nilai Sosial Politik Ekonomi

Kemajuan IPA dan teknologi suatu negara dapat:

a. Menempatkan negara itu dalam kedudukan politik yang menentukan

b. Memenuhi kebutuhan atau hasil-hasil IPA dan teknologi sendiri.

Suatu negara dengan jumlah penduduk dan daerah yang besar tanpa disertai kemampuan
IPA dan teknologi yang tinggi, tidak dapat menggali dan mengolah kekayaan alam sebaik-
baiknya. Sehingga untuk kebutuhan hasil IPA dan teknologi, masih tergantung dari negara-
negara lain yang lebih maju.

c. Meninggikan rasa kebanggaan nasional bangsanya atas kemampuan atau potensinya

Prestasi-prestasi yang tinggi dalam IPA dan teknologi menimbulkan rasa bangga akan
bangsanya dan kemampuan nasionalnya yang merupakan nilai-nilai sosial politik.

4. Nilai Keagamaan
Ada suara-suara yang meragukan science sebagai alat pendidikan, suara-suara tersebut
berprasangka bahwa mempelajari science secara mendalam akan menuntun manusia kearah
atheisme, science hanya bersangkut paut dengan kebenaran dan materi.

Bidang sicence memang tidak akan membahas soal ke-Tuhanan, tetapi makin mendalam
orang mempelajari science makin sadarlah orang itu akan adanya ketertiban di alam raya ini.
Dimana-mana ada aturan hukum-hukum alam yang tertib dan tak dapat dibantah
kebenarannya. Kebenaran dari hukum-hukum alam inilah kebenaran yang hakiki, yang
dicari dan dikejar oleh para ilmiahwan.

5. Nilai Pendidikan

Setelah teknologi makin maju, peranan IPA makin besar, karena orang-orang menyadari
bahwa tanpa penemuan-penemuan IPA, teknologi tidak akan bekembang dengan pesat.

Pada permulaan abad ke dua puluh, pelajaran IPA merupakan suatu mata pelajaran wajib
dan penting di sekolah-sekolah. Tetapi pada waktu itu, IPA masih dianggap sebagai suatu
mata pelajaran yang mempunyai segi-segi yang sifatnya mendidik. Ahli-ahli pendidik pada
waktu itu sering mengecap bahwa pelajaran IPA hanya merupakan fakta-fakta saja.
Pelajaran IPA pada waktu itu sedikit sekali yang didasarkan atas penemuan-penemuan
dalam psikologi belajar. Para ahli pendidikan IPA kemudian menerapkan penemuan-
penemuan dalam psikologi belajar dan pendidikan dalam pelajaran IPA. IPA dengan metode
ilmiahnya, dapat membekali anak didik dengan kecerdasan, keterampilan dan sikap-sikap
yang disebut sikap ilmiah.

Oleh karena itu, sudah layaklah bahwa IPA mendapat tempat dalam pendidikan. Tidak hanya
sebagai suatu mata pelajaran belaka, tetapi juga sebagai alat pendidikan.

Pelajaran IPA lambat laun berubah menjadi Pendidikan IPA dan mengajar IPA makin
lama makin mengarah kepada mendidik melalui IPA. Hal ini berarti bahwa kita dapat
membantu membentuk kepribadian anak melalui pelajaran IPA, yang merupakan tujuan dari
para ahli pendidikan IPA.

BAB. IV

METODE ILMIAH DAN IMPLEMENTASINYA

Salah satu syarat ilmu pengetahuan ialah materi pengetahuan tersebut harus diperoleh
melalui metode ilmiah. Metode ilmiah ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui
segala sesuatu dengan langkah-langkah yang sistematis, bersifat objektif dan konsisten.
Sedangkan metodologi ialah suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan
dalam metode tersebut. Sejak abad ke-16 para ilmuwan menggunakannya dalam
mempelajari alam semesta ini.

Pendekatan yang digunakan kadang-kadang bersifat induktif maupun deduktif. Mari kita
ingat lagi, bahwa pendekatan induktif adalah mengambil suatu kesimpulan umum
berdasarkan sekumpulan pengetahuan. Pendekatan deduktif berdasarkan hal-hal yang
sudah dianggap benar, diambil kesimpulannya dengan menggunakan hal-hal yang dianggap
benar itu.
Sejak digunakan, metode ilmiah dalam penelitian ilmiah, dimulailah IPA modern yang
kemudian berkembang sangat pesat. Perintis-perintis IPA modern adalah Galileo Galilei
(1564-1642), Isac Newton (1942-1727), dan Robert Boyle (1626-1691). Sedangkan yang
khusus di bidang ilmu kimia adalah Antonie Laurent Lavoisier (1743-1793).

A. Kriteria Metode Ilmiah

Jika suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode
tersebut harus mempunyai kriteria, antara lain:

Berdasarkan Fakta

Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan
dan yang dianalisis haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau
pembuktian didasarkan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.

Bebas dari Prasangka

Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jaun dari pertimbangan
subjektif. Penggunaan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap serta
dengan pembuktian yang objektif.

Menggunakan Prinsip-prinsip Analisi

Dalam memahami serta memberi arti terhadap fenomena yang kompleks, haru digunakan
prinsip analisis. Semua masalah harus dicari sebab-sebabnya serta pemecahannya dengan
menggunakan analisis yang logis. Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana
adanya atau hanaya dibuat deskripsinya saja, tetapi harus dicari sebab akibatnya dengan
menggunakan analisis yang tajam.

Menggunakan Hipotesis

Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan
analisis. Hipotesis harus ada untuk mengumpulkan persoalan serta memandu jalan pikiran
ke arah tujuan yang ingin dicapai, sehingga hasilnya akan mengenai sasaran. Hipotesis
merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.

Menggunakan Ukuran Objektif

Kerja penelitian dan analisis harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak
boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus
dibuat secara objektif dengan menggunakan pikiran yang waras.

Menggunakan Teknik Kuantitatif

Dalam metode ilmiah lazim digunakan, kecuali untuk atribut-atribut yang tidak dapat
dikuantifikasikan. Ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus
selalu digunakan.
B. Langkah Metode Ilmiah

Alur berpikir yang tercakup dalam metode ilmiah dapat dijabarkan dalam langkah-langkah
yang mencerminkan tahapan kegiatan ilmiah. Kerangka berpikir ilmiah pada dasarnya
terdiri dari langkah-langkah yang disebut langkah-langkah perasional metode ilmiah, yakni:

Perumusan Masalah

Perumusan masalah di sini adalah pertanyaan-pertanyaan apa, mengapa ataupun bagaimana


obyek yang hendak diteliti itu. Masalah itu harus jelas batasan-batasannya serta dikenal juga
faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Penyusunan Kerangka Berpikir dalam Pengajuan Hipotesis

Kerangka berpikir merupakan argumentasi yang menjelaskan hubungan yang mungkin


terdapat antara berbagai faktor yang salin berkaitan dan membentuk konstelasi
permasalahan. Kerangka berpikir ini disusun secara rasional berdasarkan premis-premis
ilmiah yang telah teruji kebenarannya dengan memperhatikan faktor-faktor empiris yang
relevan dengan permasalahan.

Perumusan Hipotesis

Hipotesis adalah:

- suatu pernyataan yang menunjukkan kemungkinan-kemungkinan jawaban untuk


memecahkan masalah yang telah ditetapkan;

- suatu dugaan yang tentu saja didukung oleh pengetahuan yang ada;

- suatu juawaban sementara dari permasalahan yang harus diuji kebenarannya dalam
suatu observasi atau eksperimentasi.

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah berbagai usaha pengumpulan fakta-fakta yang relevan dengan
hipotesis yang telah diajukan untuk dapat memperlihatkan apakah terdapat fakta-fakta yang
mendukung hipotesis tersebut atau tidak.

Fakta-fakta ini dapat diperoleh melalui pengamatan langsung dengan mata atau teleskop
maupun melalui uji coba. Kemudian fakta-fakta tadi dikumpulkan melalui penginderaan.

Penarikan Kesimpulan

Penarikan kesimpulan ini didasarkan atas penilaian melalui analisis dari fakta-fakta (data),
untuk melihat apakah hipotesis yang diajukan itu diterima atau tidak.

Hipotesis itu diterima bila data yang terkumpul mendukung pernyataan hipotesis. Bila data
tidak mendukung, maka hipotesis tersebut ditolak. Hipotesis yang diterima, merupakan
suatu pengetahuan yang kebenarannya telah diuji secara ilmiah dan merupakan bagian dari
ilmu pengetahuan.
Keseluruhan langkah tersebut, harus ditempuh melalui urutan yang teratur. Oleh karena,
langkah yang satu merupakan landasan bagi langkah berikutnya. Dari keterangan-
keterangan itu, dapat disimpulkan bahwa ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang
disusun secara sistematis, berlaku umum dan kebenarannya telah teruji secara empiris.

Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah

1. Keterbatasan

Pengetahuan yang ilmiah dihasilkan dengan menggunakan metode ilmiah. Kita telah
mengetahui bahwa data yang digunakan untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal
dari pengamatan. Kita mengetahui pula bahwa panca indera kita juga mempunyai
keterbatasan kemampuan untuk menangkap suatu fakta, sehingga tidak disangsikan lagi
bahwa data yang dikumpulkan adalah keliru sehingga kesimpulan yang diambil pun akan
keliru.

Jadi kemungkinan kekeliruan dari suatu kesimpulan ilmiah tetap ada. Oleh karena itu,
semua kesimpulan ilmiah atau dengan kata lain kebenaran ilmu pengetahuan termasuk IPA
bersifat tentatif, artinya sebelum ada kebenaran ilmu yang dapat menolak kesimpulan itu,
maka kesimpulan tersebut dianggap benar. Sebaliknya, kesimpulan ilmiah yang benar
tersebut dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu sehingga menjadi kebenaran ilmu yang
baru.

Memang tidak mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja berubah saesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri. Tidak demikian halnya dengan pengetahuan
yang didapat dari Wahyu Illahi. Kebenaran dari pengetahuan ini bersifat mutlak, artinya
tidak akan berubah sepanjang masa.

Metode ilmiah memang tidak sanggup menjangkau untuk menguji adanya Tuhan . Metode
ilmiah juga tidak dapat menjangaku untuk membuat kesimpulan yang berkenaan dengan
baik dan buruk atau sistem nilai. Juga tidak dapat menjangkau tentang seni dan keindahan.

2. Keunggulan

Ciri khas ilmu pengetahuan ialah bersifat objektif, metodik, sistematik dan berlaku umum.
Hal yang demikian akan membimbing kita pada sikap ilmiah yang terpuji, yakni:

a. Mencintai kebenaran yang objektif, bersikap adil dan itu semua akan menjurus ke arah
hidup yang bahagia.

b. Menyadari bahwa kebenaran ilmu itu tidak absolut. Hal itu dapat menjurus ke arah
mencari kebenaran secara terus-menerus.

c. Dengan ilmu pengetahuan, orang tidak percaya pada thuyul, astrologi maupun
peruntungan, karena segala sesuatu di alam semesta ini terjadi melalui proses yang teratur;

d. Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak. Akibatnya ilmu
pengetahuan yang kita peroleh akan sangat membantu pola kehidupan kita.
e. Ilmu pengetahuan pun akan membimbing kita untuk tidak berpikir secara prasangka,
tetapi berpikir secara terbuka atau objektif, suka menerima pendapat-pendapat orang lain
atau bersikap toleran

f. Metode ilmiah, membimbing kita untuk tidak begitu saja percaya pada suatu
kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti nyata.

g. Metode ilmiah juga membimbing kita untuk selalu bersikap optimis, teliti dan berani
membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah kita adalah benar.

BAB V

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN PROSES

A. Pengertian

- Keterampilan proses merupakan keterampilan belajar sepanjang hayat yang dapat


digunakan dalam berbagai macam ilmu dalam kehidupan sehari-hari (Carin;1992 dalam
Noehi Nasution; 2002)

- Keterampilan proses adalahsuatu pendekatan pembelajaran yang menekankan pada


fakta konsep dan proses yang didasarkan atas kegiatan yang dilakukan para ilmuwan dalam
mendapatkan dan mengembangkan lmu pengetahuan ((Funk; 1979: dalam Noehi Nasution;
2002)

- Keterampilan proses adalah keterampilan fisik dan mental terkait dengan kemampuan
yang mendasar yang dimiliki, dikuasai dan diaplikasikan dalam suatu kegiatan ilmiah
sehingga para ilmuwan menemukan sesuatu yang baru (Semiawan dkk; 1992: dalam Noehi
Nasution; 2002)

Kesimpulan:

Keterampilan proses adalah

B. Macam Keterampilan Proses

Keterampilan Proses Dasar

- Mengamati (observasi) adalah keterampilan menggunakan semua alat indera untuk


memperoleh data atau informasi.

- Mengelompokkan (klasifikasi) adalah obyek pengamatan atas dasar perbedaan dan


persaman sifat yang dimiliki. Dalam mengklasifikasi harus menggunakan kriteria tertentu
atau dengan dasar pengelompokkan. Contoh: bentuk, warna, jenis kelamin, usia, dll.

- Mengukur adalah keterampilan menggunakan alat ukur

- Mengenal Hubungan Ruang dan Waktu adalah keterampilan menjelaskan posisi suatu
benda terhadap benda lainnya atau terhadap waktu atau keterampilan mengubah bentuk
dan posisi benda setelah beberapa waktu.
- Meramalkan / Prediksi adalah keterampilan meramalkan apa yang akan terjadi
berdasarkan hasil observasi atau mebuat prakiraan kejadian yang akan datang.

- Mengkomunikasikan adalah kemampuan untuk dapat menyampaikan hasil


pengamatan / percobaan / hasil penelitian kepada orang lain secara lisan maupun tertulis.

- Menyimpulkan / Menginferensi adalah kemampuan dalam menarik kesimpulan dari


pengolahan data.

- Menerapkan / Mengaplikasi adalah kemampuan menggunakan konsep atau


menerapkan konsep atau hasil penelitian dalam kehidupan sehari-hari.

Keterampilan Proses Terintegrasi / Terpadu

- Definisi Operasional Variable

Variabel adalah faktor, kondisi dan/atau hubungan antara kejadian-kejadian atau sistem

Jenis-jenis Variabel

Dalam pelajaran IPA dapat Anda jumpai beberapa jenis variabel. Untuk memudahkan
kita dalam pembelajaran selanjutnya, maka pusat perhatian kita hanya pada 3 variabel, yaitu
variabel yang selalu berubah-ubah atau variabel bebas (Manipulated Variable, MV). Varibel
yang merupakan hasil dari variabel yang diubah-ubah atau variabel terikat ( Responding
Variable, RV) dan variable yang dikontrol supaya tetap sama selama proses percobaan
(Control Variable, CV).

Definisi operasional variabel adalah membuat batasan defisi dari variabel. Tujuannya agar
terfokus pada batasan definisi operasional tersebut.

- Menyusun Hipotesa

Hipotesa adalah suatu pernyataan yang merupakan jawaban sementara dari suatu
permasalahan.

- Mengontrol Variable

Adalah kemampuan mengendalikan variabel, sehingga hasil penelitian hanya dipengaruhi


oleh variabel yang diteliti saja.

- Melakukan Percobaan

Adalah kemampuan melakukan pengujian dari hipotesis dengan menggunakan metode


ilmiah

- Menginterpretasi atau Menafsirkan Data

Adalah kemampuan untuk mencari pola hubungan yang terdapat dalam pengolahan data.

Keterampilan Proses dan Ciri-cirinya


Keterampilan Proses Ciri Aktivitas

Observasi Menggunakan alat indera sebanyak mungkin,


(mengamati) mengumpulkan fakta yang relevan dan
memadai

Klasifikasi Mencari perbedaan, mengontraskan, mencari


(menggolongkan) kesamaan, membandingkan, mencari dasar
penggolongan

Aplikasi konsep Menghitung, menjelaskan peristiwa,


(menerapkan menerapkan konsep yang dipelajari pada
konsep) situasi baru

Prediksi Menggunakan pola, menghubungkan pola yang


(meramalkan) ada, dan memperkirakan peristiwa yang akan
terjadi

Interpretasi Mencatat hasil pengamatan, menghubungkan


(menafsirkan) hasil pengamatan, dan membuat kesimpulan

Menggunakan alat Berlatih menggunakan alat / bahan,


menjelaskan mengapa dan bagaimana alat
digunakan

Eksperimen Menentukan alat dan bahan yang digunakan,


(merencanakan dan menentukan variabel, menentukan apa yang
melakukan diamati, diukur, menentukan langkah kegiatan,
percobaan) menentukan bagaimana data diolah dan
disimpulkan

Mengkomunikasikan Membaca grafik, tabel atau diagram,


menjelaskan hasil percobaan, mendiskusikan
hasil percobaan dan menyampaikan laporan
secara sistematis

Mengajukan Bertanya, meminta penjelasan, bertanya


pertanyaan tentang latar belakang hipotesis.

Sumber: Modifikasi dari Hadiat, Keterampilan Proses SAINS, Beberapa Topik Penataran
Guru Sains (Jakarta:P3TK Depdikbud, 1988), h 29-30

Keterampilan Proses dan Indikatornya

Keterampilan Proses Indikator

Observasi (mengamati) Menggunakan alat indera sebanyak mungkin,

Klasifikasi Mencari perbedaan, mengontraskan, mencari


(menggolongkan) kesamaan, membandingkan, mencari dasar
penggolongan

Aplikasi (menerapkan) Menghitung, menjelaskan peristiwa,


menerapkan konsep yang dipelajari pada
situasi baru

Prediksi (meramalkan) Menggunakan pola, menghubungkan pola yang


ada, dan memperkirakan peristiwa yang akan
terjadi

Interpretasi Mencatat hasil pengamatan, menghubungkan


(menafsirkan) hasil pengamatan, dan membuat kesimpulan

Menggunakan alat Berlatih menggunakan alat / bahan,


menjelaskan mengapa dan bagaimana alat
digunakan

Eksperimen Menentukan alat dan bahan yang digunakan,


(melakukan menentukan variabel, menentukan apa yang
percobaan) diamati, diukur, menentukan langkah kegiatan,
menentukan bagaimana data diolah dan
disimpulkan

Komunikasi Membaca grafik, tabel atau diagram,


menjelaskan hasil percobaan, mendiskusikan
hasil percobaan dan menyampaikan laporan
secara sistematis

Mengajukan Bertanya, meminta penjelasan, bertanya


pertanyaan tentang latar belakang hipotesis.

Sumber: Modifikasi dari Hadiat, Keterampilan Proses IPA, Beberapa Topik Penataran
Guru IPA (Jakarta: P3TK Depdikbud, 1988), h 29-30

C. Pengembangan Keterampilan Proses

Percobaan 1 : Elektromagnetik

Alat dan bahan yang diperlukan:

1. batu baterai yang masih berfungsi denga baik

2. kabel atau kawat

3. paku 10 cm

4. penjepit kertas atau klip