Anda di halaman 1dari 6

1

BETERNAK KELINCI MENGGUNAKAN TEKNIK SWAPTER

Hendra Cahyono, Budi Susilo, Terry Okta Wijayanto

Fakultas Hukum Universitas Semarang

Abstract

The humans need of protein from meat is very high. However, in the market recently found
unhealthy meat such as beef and chicken. Thats why; its very natural if the society tries
to find the other source of meat, for example rabbits meat. Rabbits livestock now days
become a rare activity in our society, in the other hand the global market of rabbits meat
become a potential business. The expectations from rabbits livestock are able to minimize
the finance and maximize the profit, create the profitable and inovative job opportunities.
However, those still give the efective time. To realize this, the rabbits livestock business is
conducted with swapter technique. Swapter technique is an effort conducted to create or to
make its livestock woof. Water spinach is given as the staple food and also the rice powder
and curcumma as the medicine or appetite supplement.

Keywords: rabbit, swapter, water spinach.

1. PENDAHULUAN Sumberpitu, Kecamatan Cepu. Cara


Kebutuhan manusia akan protein tradisional yang dimaksud adalah mereka
yang bersumber dari daging sangatlah mencari pakan kelinci dari rumput liar di
tinggi. Namun belakangan ini banyak sawah sambil menggarap sawah mereka.
ditemukan daging yang tidak sehat Tentunya cara seperti ini tidak
seperti daging gelonggongan dan cocok untuk seorang mahasiswa yang
tercemar penyakit antraks pada sapi, mempunyai kesibukan di kampus tapi
kemudian daging tiren pada ayam. Hal ini ingin memiliki usaha peternakan kelinci.
menimbulkan rasa takut para konsumen Namun dengan inovasi dan kreativitas
untuk membeli daging-daging tersebut. untuk mengemas usaha tersebut menjadi
Oleh sebab itu, sangatlah wajar jika usaha yang memiliki efektivitas waktu,
masyarakat mencari alternatif lain yang maka beternak kelinci dengan teknik
bisa dipilih masyarakat, yaitu daging swapter adalah pilihan yang tepat sebagai
kelinci. Daging kelinci dirasa tepat awal untuk membentuk karakter seorang
sebagai sumber protein pengganti wirausaha di usia dini bagi mahasiswa.
daging. Daging kelinci memiliki Disamping itu, dengan semakin
kandungan protein tinggi sekitar 25 maraknya rumah makan yang
persen, rendah lemak sekitar 4 persen, menyediakan olahan daging kelinci di
dan kadar kolesterol daging juga rendah kota Cepu dan sekitarnya, serta masih
yaitu 1,39 gram/kg. Kandungan lemak belum maksimalnya pasokan dari
kelinci hanya 8 persen (Prihartini, 2012). peternak, membuka peluang yang besar
Beternak kelinci adalah salah satu bagi komoditi ini untuk berkembang.
usaha yang potensial dalam hal penyedia Tujuan yang ingin dicapai dalam
daging sebagai sumber protein. usaha peternakan kelinci dengan teknik
Peternakan kelinci saat ini masih belum swapter ini adalah terwujudnya usaha
banyak ditekuni oleh masyarakat. Hanya peternakan kelinci yang dapat menekan
ada beberapa peternak yang dapat biaya produksi dan menghasilkan
dijumpai di suatu kota atau wilayah keuntungan yang maksimal melalui
tertentu. Kalaupun ditemukan peternak swakarya pakan bagi kelinci sekaligus
kelinci, mereka hanya mengelolanya meningkatkan produktivitas kelinci,
secara tradisional seperti di desa
2

menciptakan lapangan kerja inovatif Keunggulan kangkung lainnya adalah


yang menguntungkan dan efektif. pertumbuhannya yang sangat cepat yaitu
hanya 4-6 minggu sejak pembenihan.
2. METODE Sesudah dipanen kangkung hanya
Metode yang digunakan kami membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk
namakan teknik swapter (Swakarya tumbuh dewasa lagi dan dapat dipanen 5-
Pakan Ternak). Teknik swapter 8 kali, setelah itu produksinya menurun
merupakan suatu upaya yang dilakukan sehingga perlu dilakukan pembenihan
untuk menciptakan atau membuat kembali. Kangkung juga memiliki
sumber pakan sendiri bagi hewan ternak kandungan gizi yang cukup tinggi,
sehingga dapat mengurangi biaya mengandung vitamin A, B, dan C, serta
pengadaan pakan. bahan-bahan mineral terutama zat besi
Dengan dasar filosofis bahwa yang berguna untuk pertumbuhan tubuh
semua kebutuhan yang diperlukan (Ahira, 2013).
manusia sudah disediakan oleh alam, Selain itu kangkung bermanfaat
tergantung pada bagaimana manusia untuk menyembuhkan penyakit sembelit
tersebut memanfaatkan alam dengan dan wasir yang sering terjadi pada
sebaik-baiknya sehingga tidak kelinci. Dengan sedikit campur tangan
menimbulkan mudarat bagi alam maupun manusia, siklus rantai makanan akan
manusia itu sendiri. Dalam ekosistem terpotong langsung menuju pengurai
hanya tumbuhan hijau yang mampu (dekomposer).
menghasilkan makanan sendiri melalui Dekomposasi dilakukan pada
proses fotosintesis dengan bantuan air, kotoran kelinci sehingga menghasilkan
karbondioksida, klorofil dan cahaya kompos atau pupuk kandang untuk
matahari (Sukajiyah, 2012). tanaman kangkung. Dari hal tersebut
Teori inilah yang akan diterapkan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat
dalam teknik swapter. Dalam hal ini hubungan timbal balik antara kangkung
kangkung sebagai produsen, sedangkan dan kelinci. Namun hubungan ini bukan
kelinci sebagai konsumen tingkat I termasuk hubungan simbiosis
(herbivora). Kelinci akan memakan mutualisme, karena kangkung dalam hal
kangkung sebagai sumber makanannya. ini dirugikan, sedangkan kelinci
Tanaman ini adalah tanaman yang sangat diuntungkan. Hubungan antara kelinci
mudah untuk dikembangbiakkan. dan kangkung hanya hubungan timbal
Kangkung dapat tumbuh sepanjang tahun balik yang memiliki nilai manfaat bagi
dan dapat hidup pada daerah yang keduanya secara tidak langsung.
beriklim panas maupun dingin.

Gambar 1. Rantai Makanan


2

Pada dasarnya teknik swapter ini tinggal. Konsep inilah yang diterapkan
memberikan kemudahan akses untuk dalam teknik swapter ini, guna
semua kebutuhan kelinci di dalam menciptakan pakan bagi kelinci,
kandang tersebut. Seperti konsep hunian kangkung ditanam di dalam area kandang
modern/apartemen, dimana semua akses yang terbuat dari tembok, sehingga
menuju tempat perbelanjaan, rekreasi, kandang seperti halaman pelataran rumah
rumah sakit, sekolah dan lain-lain yang diberi pagar. Lihat gambar 2
tersedia di sekitar tidak jauh dari tempat dibawah ini.

Gambar 2. Konsep Denah Kandang

Dengan adanya pelataran ini berbahaya) dan menambah nafsu makan


kelinci seperti hidup di habitat aslinya di (Algo, 2013). Dalam temulawak
alam liar atau dengan kata lain sebagai terkandung 48-59,64 % zat tepung, 1,6-
sarana rekreasi bagi kelinci tidak 2,2 % kurkumin dan 1,48-1,63 % minyak
seperti pengandangan konvensional yang asiri. Sedangkan berdasarkan suatu
dikurung dalam kandang bambu yang penelitian yang dilakukan terhadap
sempit, sehingga hal ini diharapkan dapat kelinci yang diberikan temulawak
mengurangi tingkat stres kelinci dan membuktikan bahwa bobot kelinci akan
memacu perkembangbiakan kelinci lebih cepat bertambah daripada kelinci
secara optimal berdasarkan siklus yang tidak diberikan temulawak. Hal ini
kawinnya. Kemudian dalam teknik ini dikarenakan kandungan kurkumin
juga memperhatikan sarana kesehatan berfungsi menenangkan lambung dan
yang salah satunya adalah pemberian meningkatkan nafsu makan kelinci.
pakan tambahan berupa temulawak dan
adanya klinik pengobatan (saat kelinci
sakit ditempatkan pada tempat khusus).
Temulawak memiliki manfaat
yang sangat banyak bagi kesehatan.
Dengan berbagai kandungan nutrisi dan
senyawa kimia tersebut, temulawak
memiliki beberapa fungsi bagi tubuh,
diantaranya sebagai anti inflamasi (anti
radang), hepototoksik (anti keracunan
empedu), fungistatik (anti jamur), serta
sebagai bakteriostatik (anti mikroba Gambar 3. Temulawak
2

Teknik pemberian pakan perkembangbiakannya, kelinci dibuatkan


dilakukan dengan sistem buka tutup pada rumah di bagian sisi tembok. Sisi tembok
setiap badengan yang diberi batas pagar diberi teras dan di bawahnya dibuat
dari bambu agar kelinci tidak masuk ke tempat untuk kelinci membuat lubang
dalamnya. Disamping itu kelinci juga saat melahirkan mengingat bahwa di
diberi makanan tambahan berupa alam liar kelinci senang menggali lubang
campuran dedag, kangkung yang saat akan melahirkan. Lihat gambar di
dipotong kecil-kecil, serta jus bawah ini.
temulawak. Selanjutnya untuk

Gambar 4. Konsep Lubang kelinci

3. HASIL DAN PEMBAHASAN betina maka dalam teknik swapter ini


Dalam perternakan kelinci kelinci akan kawin dengan sendirinya
dengan menggunakan teknik swapter ini, sesuai dengan siklus kawin dan
ada perbedaan mendasar dengan birahinya.
peternakan konvensional. Perbedaan itu Lokasi yang menjadi area
terletak pada teknik pemberian pakan, pembuatan kandang berada di desa
pengandangan, dan perkawinan kelinci. Sumberpitu, kecamatan Cepu, kabupaten
Pertama, kelinci yang diternak Blora, Jawa Tengah, tepatnya di jalan
secara konvensional biasanya diberikan Aryo Jipang lorong 3, Rt.03/01. Disana
pakan berupa pelet atau makanan olahan terdapat lahan kosong berukuran 15x11
yang dibeli dari toko, sedangkan pada meter yang sangat cocok untuk dibangun
teknik swapter ini kelinci diberi pakan kandang sebagai tempat
alami berupa kangkung yang ditanam pengembangbiakan kelinci. Lahan
didalam kandang, serta diberikan pakan tersebut merupakan milik sendiri,
tambahan berupa campuran dedag dan sehingga tidak perlu melakukan
temulawak, dimana temulawak dapat pembelian tanah ataupun menyewa
berguna sebagai obat maupun penambah tanah. Lihat gambar 5 di bawah.
nafsu makan. Kelinci yang melahirkan akan
Kedua, sistem pengandangan membuat lubang pada tempat yang sudah
pada peternakan kelinci konvensional disediakan di sebelah sisi tembok seperti
biasanya ditempatkan di dalam kotak gambar di bawah ini.
yang terbuat dari bambu dan berukuran Teknik pemberian pakan secara rinci
kecil, sedangkan dalam teknik swapter dilakukan dengan cara sebagai berikut:
kelinci dibiarkan lepas dan menggali a. Pagi hari jam 7-8, satu badengan
lubang pada tempat yang sudah disiapkan dibuka agar kelinci masuk dan
sedemikian rupa. Kemudian yang ketiga sarapan pagi.
adalah perbedaan sistem perkawinanya, b. Setelah jam 8 kelinci digiring keluar
jika peternakan kelinci konvensional dari badengan dan ditutup kembali.
harus mengawinkan kelinci jantan dan
2

kontrol makanan yang diberikan.


Sedangkan dari pemeliharaan
kandang, kita hanya perlu menjaga
kebersihan kandangnya saja.
Pembersihan kotoran kelinci
dilakukan setiap hari agar kelinci
tidak mudah terkena penyakit.
Kemudian perawatan yang sangat
intensif dilakukan pada kangkung, yaitu
dengan menyirami kangkung dengan air
setiap hari agar dapat tumbuh dengan
makismal dan dilakukan pembersihan
rumput-rumput liar yang tumbuh sesekali
waktu, serta penerapan sistem buka tutup
yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Profit merupakan tujuan akhir dari
sebuah usaha. Berikut ini adalah data
Gambar 5. Kondisi riil kandang mengenai modal, pengeluaran dan
pendapatan yang diperoleh dari
peternakan kelinci dengan menggunakan
teknik swapter. Peternakan kelinci ini
merupakan bisnis jangka panjang karena
penjualan kelinci dapat dilakukan setelah
berumur 3 bulan.
Pada bulan Mei 2013, indukan kelinci
dilepaskan kedalam kandang
sebanyak 30 ekor betina dan 6 ekor
jantan. Harga satu ekor indukan
adalah Rp 30.000 maka modal untuk
membeli kelinci awal adalah sebesar
Gambar 6. Lubang kelinci Rp 1.080.000.
Bulan Juni 2013, kelinci melahirkan
c. Sekitar jam 12 kelinci diberi pakan anak sebanyak 24 ekor dari 6 induk
tambahan berupa campuran dedag kelinci, sedangkan yang mati
dan kangkung yang dipotong kecil- berjumlah 2 ekor. Penjualan pada
kecil secukupnya. Temulawak dapat bulan September 2013 (setelah kelinci
diberikan pada campuran ini yaitu berumur 3 bulan) sebanyak 22 ekor x
berupa jus temulawak namun hanya Rp 30.000 = Rp 660.000
diberikan 1-2 kali seminggu karena Bulan Juli 2013, kelinci melahirkan
hanya bersifat sebagai suplemen anak sebanyak 40 ekor dari 9 induk
alami. kelinci, sedangkan yang mati
d. Kemudian badengan akan dibuka berjumlah 3 ekor. Jadi penjualan pada
lagi pada jam 4-5 sore. bulan Oktober 2013 berjumlah 37
e. Makan malam diberikan sekitar jam ekor x Rp 30.000 = Rp 1.110.000.
21.00 dengan pakan dedag/bekatul. Bulan Agustus 2013, kelinci
f. Perawatan yang dilakukan pada melahirkan anak sebanyak 56 ekor
dasarnya tidak perlu perawatan yang dari 12 induk kelinci, sedangkan yang
rumit. Untuk kelincinya sendiri tidak mati berjumlah 2 ekor. Jadi penjualan
perlu dilakukan perawatan khusus, pada bulan November 2013 sebanyak
hanya bila perlu dimandikan dan 54 ekor x Rp 30.000 = Rp 1.720.000.
dibersihkan telinga dan bulunya.
Perawatan hanya dilakukan melalui
3

Biaya pengadaan pakan bekatul 20Mengkonsumsi%20Daging%


sebesar Rp 200.000,- / bulan dan 20Kelinci >.
tenaga perawatan Rp. 300.000,- / Sukajiyah 2012, Ekosistem (4): Rantai
bulan. Sehingga laba bersihnya setiap Makanan dan Jaring-Jaring
bulan dikurangi Rp 200.000 dari Makanan, diakses 31 Agustus
penjualan kelinci. 2013,
Jumlah pendapatan selalu <http://sukasains.com/materi/ek
bertambah setiap bulannya. Hal ini osistem-4-rantai-makanan-dan-
dikarenakan kelinci sudah bisa jaring-jaring-makanan/>.
beradaptasi dengan lingkungan kandang Wijaya, Algo 2013, 7 Manfaat
serta ada penambahan indukan setiap Temulawak Untuk Kesehatan,
bulannya 2 ekor. diakses 1 September 2013,
<http://iwak-
4. KESIMPULAN pithik.blogspot.com/2013/04/ma
Dari hasil yang diperoleh nfaat-temulawak-untuk-
terhadap pelaksanaan kegiatan usaha kesehatan.html>.
peternakan kelinci menggunakan teknik
swapter ini, dapat disimpulkan bahwa
usaha peternakan kelinci menggunakan
teknik swapter ini merupakan usaha yang
menghasilkan keuntungan dan layak
untuk dikembangkan baik teknis maupun
volume usahanya.
Peternakan dengan teknik
swapter ini mampu menekan biaya
produksi untuk memperoleh keuntungan
semaksimal mungkin, serta dapat
meningkatkan produktivitas kelinci
sehingga secara bertahap mampu
memenuhi permintaan pasar yang terus
berkembang. Selain itu tekink swapter
juga mampu memberikan dampak positif
bagi lingkungan sosial masyarakat serta
memberikan masukan baru terhadap
keilmuan terutama bidang pertanian dan
peternakan.

5. REFERENSI
Ahira 2013, Kandungan Gizi Kankung
dan Keistimewaannya, diakses 1
September 2013, <http://www.
anneahira. com/kandungan-gizi-
kangkung. htm>.
Mulyawati, Prihartini 2012, Saatnya
Beralih Mengkonsumsi Daging
Kelinci, diakses 1 September
2013, <http://www.
politikindonesia.com/
index.php?k=wawancara&i=
39843-Prihartini%20Mulyawati:
%20Saatnya%20Beralih%