Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keadaan bank pada masa sekarang memegang peranan penting, karena
jika dilihat dari kondisi masyarakat sekarang hampir semua orang berkaitan
dengan lembaga keuangan.
Seperti kita ketahui sejarah perbankan mulai dikenal sejak zaman
Babylonia, kemudian terus berkembang hingga zaman Yunani Kuno dan Romawi.
Kemudian kegiatan perbankan terus berkembang hingga ke daratan Eropa, hingga
akhirnya berkembang sampai ke Asia Barat yang menyebar ke seluruh dunia,
terutama daerah jajahan Eropa.
Pada mulanya kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran yang,
sehingga dalam sejarah perbankan arti bank dikenal sebagai meja tempat
menukarkan uang, dimana kegiatan penukaran uang tersebut sekarang dikenal
dengan perdagangan valuta asing (money changer).
Dalam perkembangan selanjutnya kegiatan perbankan berkembang lagi
menjadi tempat penitipan uang, yang kini dikenal dengan kegiatan simpanan
(tabungan). Kegiatan perbankan bertambah lagi sebagai tempat peminjaman uang.
Kegiatan perbankan terus berkembang seiring dengan perkembangan masyarakat,
dimana bank tidak lagi sebesar sebagai tempat menukar uang atau tempat
menyimpan dan meminjam uang. Hingga akhirnya keberadaan bank sangat
mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat, hingga tingkat Negara dan
bahkan sampai tingkat internasional.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa definisi dari bank?
2. Apa saja jenis-jenis bank?
3. Bagaimana layanan bank dan manfaatnya?
4. Bagaimana peran bank dalam kebijakan moneter?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dari bank.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis bank.
3. Untuk mengetahui layanan bank dan manfaatnya.
4. Untuk mengetahui peran bank dalam kebijakan moneter.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Bank
Kata Bank berasal dari bahasa Italia Banco yang artinya meja. Pada
zaman Babylonia bank berfungsi sebagai alat tukar menukar sampai pada zaman
Yunani kuno dan zaman Romawi kuno.
Perbankan pada awalnya berkembang di Eropa tapi lama kelamaan
akhirnya berkembang di Asia. Perkembangan bank di Eropa masuk di wilayah
Inggris pada abad ke-16.
Contoh beberapa bank yang ada di Eropa: Bank Venesia dan Bank of
Barcelona Perbankan tidak dapat dipisahkan dari perdagangan sehingga jika
perdagangan semakin berkembang maka perbankan juga semakin berkembang.
Perkembangan perbankan di Indonesia dipengaruhi oleh Hindia Belanda. Jadi,
ketika bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda, maka Belanda mengembangkan
bank di Negara kita.
Adapun pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik
Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan,
yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat
dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan
taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia
Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga
kegiatan, yaitu
1. menghimpun dana
2. menyalurkan dana
3. memberikan jasa bank lainnya.
Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok
bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung.

3
Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas
jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat
agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian
pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan
untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.

B. Jenis-Jenis Bank
1. Bank Sentral
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang
bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank
Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor
perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
Di Indonesia, fungsi bank sentral diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Bank sentral adalah suatu institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga
stabilitas harga atau nilai suatu mata uang yang berlaku di negara tersebut, yang
dalam hal ini dikenal dengan istilah inflasi atau naiknya harga-harga yang dalam
arti lain turunnya suatu nilai uang. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi
terkendali dan selalu berada pada nilai yang serendah mungkin atau pada posisi
yang optimal bagi perekonomian (low/zero inflation), dengan mengontrol
keseimbangan jumlah uang dan barang. Apabila jumlah uang yang beredar terlalu
banyak maka bank sentral dengan menggunakan instrumen dan otoritas yang
dimilikinya.
Peran bank sentral :
1. Memelihara rekening pemerintah
2. Memberikan pinjaman sementara
3. Memberikan pinjaman khusus
4. Melaksanakan transaksi yang menyangkut jual beli valuta asing (valas)
5. Menerima pembayaran pajak
6. Membantu pembayaran pemerintah dari pusat ke daerah
7. Mengumpulkan dan menganalisis data ekonomi

4
2. Bank Umum
Pengertian Bank Umum menurut Peraturan Bank Indonesia No.
9/7/PBI/2007 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa
dalam lalu lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat
umum, artinya dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum
sering disebut bank komersial (commercial bank).
Peran Bank Umum :
1. Penciptaan uang
Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat
pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring).
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung
kelancaran mekanisme pembayaran. Hal ini dimungkinkan karena salah satu jasa
yang ditawarkan bank umum adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme
pembayaran.
Beberapa jasa yang amat dikenal adalah kliring, transfer uang, penerimaan
setoran-setoran, pemberian fasilitas pembayaran dengan tunai atau kredit.
3. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana
simpanan. Di Indonesia dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka,
sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dapat dipersamakan
dengan itu. Kemampuan bank umum menghimpun dana jauh lebih besar
dibandingkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya.
4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau
memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi
modal.
5. Penyimpanan Barang-Barang Berharga
Penyimpanan barang-barang berharga adalah satu satu jasa yang paling
awal yang ditawarkan oleh bank umum. Masyarakat dapat menyimpan barang-

5
barang berharga yang dimilikinya seperti perhiasan, uang, dan ijazah dalam kotak-
kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau safe
deposit box).
6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya
Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin
banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli
pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan
menggunakan jasa-jasa bank.
Jasa-jasa ini amat memudahkan dan memberikan rasa aman dan nyaman
kepada pihak yang menggunakannya.
3. BPR (Bank Perkreditan Rakyat)
BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional
atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa
dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR jauh lebih sempit jika dibandingkan
dengan kegiatan Bank Umum. Kegiatan BPR pada umumnya sama dengan
kegiatan Bank Umum, hanya yang menjadi perbedaan adalah jumlah jasa bank
yang dilakukan BPR jauh lebih sempit. BPR dibatasi oleh berbagai persyaratan,
sehingga tidak dapat berbuat seleluasa bank umum. Keterbatasan kegiatan BPR
juga dikaitkan dengan misi pendirian BPR itu sendiri. Dalam praktiknya kegiatan
BPR adalah sebagai berikut:
1. Menghimpun dana hanya dalam bentuk:
Simpanan Tabungan
Simpanan Deposito
2. Menyalurkan dana dalam bentuk:
Kredit Investasi
Kredit Modal Kerja
Kredit Perdagangan
Karena keterbatasan yang dimiliki oleh BPR, maka ada beberapa larangan
yang tidak boleh dilakukan BPR, adalah sebagai berikut:
Menerima Simpanan Giro

6
Melakukan Kegiatan Valuta Asing (Valas)
Melakukan Kegiatan Perasuransian

C. Layanan Bank dan Manfaatnya


Sesuai dengan fungsi dan tujuan bank tersebut, ada tiga tugas utama bank
yang juga dikenal dengan produk-produk bank.
1) Bank sebagai Penghimpun Dana Masyarakat (Kredit Pasif) Penghimpunan
dana dari masyarakat yang dilakukan oleh bank dapat dengancara-cara sebagai
berikut.
Rekening koran/giro (demand deposit), yaitu simpanan yang dapat diambil
atau digunakan untuk membayar sewaktu-waktu.
Deposito berjangka (timedeposit), yaitu simpanan pada bank yang
penarikannya hanya boleh dilakukan setelah jatuh tempo.
Sertifikat deposito, yaitu deposito berjangka yang sertifikatnya dapat
diperjualbelikan
Tabungan, yaitu simpanan di bank yang penarikannya dapat sewaktu-
waktu.
Deposit On call, yaitu simpanan tetap yang berada di bank selama
pemiliknya tidak menggunakan. Jika pemiliknya akan
menggunakan,pemilik tersebut harus memberitahukan terlebih dahulu.
Deposit automatic roll over, yaitu deposito yang sudah jatuh tempo tetapi
diperpanjang secara otomatis selama belum diambil.
2) Bank sebagai Penyalur Dana Masyarakat (Kredit Aktif) Bank dapat
menyalurkan dananya kepada masyarakat dengan cara-cara sebagai berikut.
Kredit rekening koran, yaitu peminjaman kepada nasabah yang
pengambilannya disesuaikan dengan kebutuhan nasabah tersebut.
Kredit reimburse (Letter of credit), yaitu kredit yang diberikan kepada
nasabah atas pembelian sejumlah barang dan yang membayar adalah pihak
bank

7
Kredit aksep, yaitu pinjaman yang diberikan bank kepada nasabah dengan
mengeluarkan wesel. Wesel tersebut selanjutnya dapat diperdagangkan.
Kredit dokumenter, yaitu pinjaman yang diberikan oleh bank kepada
nasabah setelah nasabah menyerahkan dokumen pengiriman barang yang
telah disetujui oleh kapten kapal yang mengangkut barang tersebut.
Kredit dengan jaminan surat berharga, yaitu pinjaman yang diberikan oleh
bank kepada nasabah untuk membeli surat-surat berharga, dan sekaligus
surat-surat berharga tersebut sebagai jaminan kreditnya.
3) Bank sebagai Perantara dalam Lalu Lintas Pembayaran Bank dapat bertindak
sebagai perantara lalu lintas pembayaran dengan memberikan jasa sebagai
berikut.
Transfer (pengiriman) uang, yakni pengiriman uang antar daerah atau antar
negara yang dilakukan oleh bank, atas permintaan nasabah atau
masyarakat. Contohnya orang di Jakarta mentransfer uang kepada orang
yang berada di Yogyakarta melalui Bank Mandiri.
Melakukan inkaso. Bank atas nama nasabah melakukan penagihan surat
utang atau wesel kepada pihak lain.
Menerbitkan kartu kredit (credit card). Bank menerbitkan kartu kredit
untuk nasabah sehingga nasabah dapat melakukan transaksi pembelian di
supermarket tanpa perlu membawa uang tunai.
Mendiskon to. Bank menjamin jual beli surat berharga yang terjadi di
masyarakat.
Mengeluarkan cek perjalanan (travelers check) Untuk memudahkan
transaksi dalam perjalanan, bank menyediakan cek perjalanan.
Automated teller machine (ATM), yaitu tempat nasabah mengambil uang
tunai yang ditangani oleh mesin.
Pembayaran gaji karyawan. Suatu perusahaan/instansi dapat membayar
gaji karyawannya melalui bank.

D. Kebijakan Moneter

8
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara
untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh
atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga
pinjaman, "margin requirement", kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak
sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi
dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang
bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang
tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal
(keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro,
yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja,
kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila
kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter
dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan
moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian
ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter dilakukan pemerintah dengan tujuan sebagai berikut:
a. Menjaga Stabilitas Ekonomi
Stabilitas ekonomi akan terganggu jika jumlah uang yang beredar di
masyarakat melebihi jumlah barang dan jasa yang tersedia sehingga menyebabkan
terjadinya inflasi (harga barang dan jasa naik tinggi). Stabilitas ekonomi juga akan
terganggu jika jumlah uang yang beredar kurang dari jumlah barang dan jasa
sehingga menyebabkan terjadinya deflasi (kelesuan ekonomi). Oleh karena itu,
kebijakan moneter sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi yang
selalu mengupayakan jumlah uang yang beredar seimbang dengan jumlah barang
dan jasa yang tersedia.
b. Menjaga Stabilitas Harga
Tinggi rendahnya harga sangat memengaruhi jalannya perekonomian.
Harga-harga yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan turunnya permintaan.
Turunnya permintaan dapat pula menurunkan produktivitas dunia usaha. Oleh
karena itu, untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah dapat menggunakan

9
kebijakan moneter. Caranya, jika harga terlalu tinggi, pemerintah harus
mengurangi jumlah uang yang beredar. Dan, jika harga terlalu rendah, pemerintah
harus menambah jumlah uang yang beredar.
c. Meningkatkan Kesempatan Kerja
Dengan mengatur jumlah uang yang beredar, perekonomian akan stabil.
Jika perekonomian stabil, para pengusaha atau investor akan menambah investasi
baru. Investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga kesempatan kerja
dapat ditingkatkan.
d. Memperbaiki Posisi Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran
Kebijakan moneter dapat dipakai untuk memperbaiki posisi neraca
perdagangan sehingga negara tidak terlalu banyak mengalami defisit, atau kalau
bisa posisinya menjadi seimbang atau bahkan surplus. Salah satunya dengan
melakukan devaluasi (menurunkan nilai mata uang negara sendiri terhadap mata
uang asing). Dengan devaluasi, harga barang-barang dalam negeri menjadi lebih
murah, bila dibeli dengan mata uang asing. Akibatnya, akan meningkatkan jumlah
ekspor. Jika ekspor terus meningkat, posisi neraca perdagangan sekaligus neraca
pembayaran dapat diperbaiki, paling tidak defisit dapat dikurangi atau kalau bisa
seimbang, atau bahkan surplus.
Dengan devaluasi tersebut, di pasar internasional harga tas dan barang-
barang lain produksi Indonesia menjadi lebih murah dibandingkan sebelum
devaluasi sehingga produksi Indonesia menjadi lebih mampu bersaing dengan
produk dari negara-negara lain. Selanjutnya, penurunan harga tersebut umumnya
akan diikuti dengan mengalirnya order (pesanan) dari para pengimpor, akibatnya
nilai ekspor Indonesia meningkat. Dan, jika ekspor terus meningkat maka posisi
neraca perdagangan dan neraca pembayaran dapat diperbaiki, paling tidak defisit
dapat dikurangi atau bisa seimbang, atau bahkan surplus.

10
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang
perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan,
yaitu menghimpun dana,menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya.
Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank
sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan
menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk
simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang
menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan
menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.
Berdasarkan jenis-jenisnya bank terdiri dari bank sentral , bank umum dan
bank perkreditan rakyat.
Manfaat bank dalam kehidupan yaitu : 1. Sebagai model investasi, 2.
Sebagai cara lindung nilai, 3. Informasi harga, 4. Fungsi spekulatifyang, 5. Fungsi
manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang
bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang
tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal
(keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro,
yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja,
kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang.

B. Saran

11
Penyusun menyadari dalam penulisan makalah ini masih banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami
harapkan demi perbaikan makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

http://artikaamanda.blogspot.com/2012/03/fungsi-dan-peranan-bank-umum-
bank.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Bank
http://kholiscollection.blogspot.com/2011/02/makalah-uang-bank-dan-percetakan-
uang.html
http://tutorialkuliah.blogspot.com/2009/09/contoh-kata-pengantar-makalah.html
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/02/definisi-fungsi-dan-peranan-bank-
umum-dalam-perekonomian/
http://ekonomisku.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-tujuan-macam-kebijakan-
moneter.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Kebijakan_moneter

12
KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wataala,


karena berkat rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Bank dan Kebijakan Moneter. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas dari
guru mata pelajaran Ekonomi.
Kami menyadari bahwa kami masih dalam taraf belajar, sehingga mohon
maaf apabila terdapat beberapa hal yang akan menjadi kurang tepat dalam
makalah kami ini, namun sesungguhnya dengan segala usaha, kami telah mencoba
untuk menyelesaikan makalah ini dengan baik dan sesuai harapan.
Harapan kami, semoga laporan ini dapat bermanfaat dan kami selalu
mengharapkan kritik dan saran yang membangun, supaya kedepannya dapat
membuat laporan yang lebih baik.

Labuan, Mei 2017

Penyusun

13
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................. i


DAFTAR ISI ........................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................... 2
C. Tujuan Penulisan ............................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Bank ............................................................. 3
B. Jenis-Jenis Bank ............................................................. 4
C. Layanan Bank dan Manfaatnya ..................................... 7
D. Kebijakan Moneter ........................................................ 8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan .................................................................... 11
B. Saran .............................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 12

14
M A K A LA H
ii

BANK
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Ekonomi

Disusun Oleh :
Nama : Zatmika
Kelas : X-1

15
SMA NEGERI 15 PANDEGLANG
Tahun Ajaran 2016/2017

16