Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III

Hidrogen dan Oksigen

I. JUDUL PERCOBAAN : Hidrogen dan Oksigen


II. HARI/TANGGAL PERCOBAAN : Selasa, 7 April 2015; 13.00
III. SELESAI PERCOBAAN : Selasa, 7 April 2015; 15.30
IV. TUJUAN PERCOBAAN : Pada percobaan ini bertujuan :
A. Mengetahui cara pembuatan gas
hidrogen dan oksigen di
laboratorium
B. Mengetahui sifat-sifat gas
hidrogen dan senyawanya
C. Mengidentifikasi gas hidrogen
dan senyawanya
D. Mengetahui adanya gas oksigen
dalam suatu senyawa
V. TINJAUAN PUSTAKA :

Hidrogen (Unsur)

Hidrogen adalah salah satu sumber energi sekunder yang bersih dan
bisa diproduksi dari berbagai macam bahan baku. Pengembangan fuel cell (sel
bahan bakar) yang menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar telah menarik
perhatian akhir-akhir ini sebagai energi yang ramah lingkungan.Hidrogen
adalah unsur yang paling sederhana dan paling umum yang ada di bumi.
Hidrogen merupakan gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau,
yang mempunyai kandungan energi per unit massa terbesar dibanding bahan
bakar yang lain. Hidrogen merupakan unsur yang biasanya terikat dengan
unsur lain dalam suatu senyawa seperti air (hidrogen berikatan dengan
oksigen), gas metana (hidrogen berikatan dengan karbon), dan senyawa
organik yang lain. Dengan demikian, teknologi untuk memproduksi hidrogen
bisa bervariasi, tergantung dari bahan baku yang ada. Sebanyak 95% dari total
produksi hidrogen saat ini menggunakan bahan bakar fosil berupa natural gas
reforming, catalytic decomposition of natural gas, oksidasi parsial minyak
bumi, gasifikasi batubara, dan steam coal-iron gasification.

Gas hidrogen tidak dapat ditambang melainkan harus diproduksi. Di


tahun 2008, muncul konsep pembuatan blue energy yang menggunakan

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

konsep pembuatan bahan bakar cair dari gas hidrogen dan senyawa karbon (C,
CO2, dll.). Gas hidrogen yang diperlukan diperoleh dari elektrolisis air
menggunakan listrik yang dibangkitkan dari sumber energi terbarukan atau
dari energi nuklir, dan senyawa karbonnya diambil dari udara, gas buang
industri, dll. Konsep tersebut saat ini masih relatif sulit untuk dilaksanakan
dan belum layak secara ekonomi. Selain itu, menurut tinjauan termodinamis,
sistem ini secara neto tidak menghasilkan energi, tetapi memerlukan energi.
Jadi, diperlukan energi dari sumber lain. Dengan perkataan lain, sistem ini
hanya memproduksi energi carrier (pembawa energi) yang lebih fleksibel
untuk digunakan. Air tidak dapat dibakar, kecuali air tersebut diuraikan
menjadi hidrogen dan oksigen, atau uap air pada suhu dan tekanan tinggi
direaksikan dengan bahan yang mengandung karbon untuk menghasilkan
hidrogen dan karbon monoksida. Hidrogen yang diperolehnya dapat
digunakan sebagai bahan bakar.

Pembentukkan Hidrogen
Hidrogen dapat dibentuk melalui reaksi antara logam golongan I A atau
II A dengan air (H2O) yang juga menghasilkan larutan hidroksida yang
bersifat basa.
Hidrogen dapat dibentuk melalui reaksi antara logam dengan suatu
asam encer atau sebuah logam alkali dengan alumunium.
Proses pembuatan gas hidrogen dapat dilakukan dengan cara
elektrolisis dan termokimia. Untuk keperluan komersial, hidrogen harus dibuat
dari zat-zat yang mengandung atom hidrogen dalam struktur molekulnya,
seperti bahan bakar fosil, biomassa, alkohol, atau air.Semua metode
pembuatan hidrogen memerlukan energi yang berupa listrik, panas, atau
cahaya. Elektrolisis air adalah penguraian air (H2O) menjadi oksigen (O2) dan
hidrogen (H2) dengan cara pengaliran arus listrik melalui katoda dan anoda
yang tercelup di dalam air. Hidrogen akan muncul di katoda, yaitu elektroda
yang terhubung ke arus negatif, dan oksigen di anoda, yaitu elektroda yang
terhubung ke arus positip. Jumlah gas hidrogen yang diperoleh sebanyak 2 kali

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

gas oksigennya, dan jumlah keduanya proporsional dengan energi listrik yang
digunakan. Elektrolisis air murni berlangsung sangat lambat. Kecepatan
elektrolisis air menjadi hidrogen dan oksigen dapat ditingkatkan secara nyata
dengan penambahan zat-zat elektrolit yang berupa garam, asam, atau basa.

Garam natrium dan lithium sering digunakan dalam proses elektrolisis


air karena harganya relatif murah dan mudah larut dalam air. Asam yang biasa
digunakan sebagai elektrolit adalah asam kuat misalnya H 2SO4, sedangkan
basanya adalah basa kuat seperti KOH dan NaOH. Cara lain untuk
memproduksi hidrogen dari air dapat dilakukan dengan menguraikan air
langsung menggunakan panas pada suhu sekitar 4.000 K (3.727 oC). Suhu
penguraian air dengan panas dapat diminimalkan dengan proses termokimia,
yaitu proses penguraian air dengan panas menggunakan bantuan zat kimia.
Dalam proses ini, bahan baku yang diperlukan secara kontinyu hanyalah air,
karena bahan kimia yang digunakan dalam reaksi didaur ulang ke dalam
proses.

Sifat fisika dan kimia Hidrogen


Hidrogen merupakan gas tidak berwarna, tidak berbau, dapat dicairkan
dan didinginkan dalam nitrogen cair. Hidrogen cair mempunyai titik
didih -250 0C dan titik beku pada -2590C. Hidrogen dapat terbakar di
udara, bereaksi sambil mengeluarkan ledakkan (letupan) dengan gas
oksigen maupun halogen.
Kelarutan dan karakteristik hidrogen dengan berbagai macam logam
merupakan subyek yang sangat penting dalam bidang metalurgi
(karena perapuhan hidrogen dapat terjadi pada kebanyakan logam )
dan dalam riset pengembangan cara yang aman untuk meyimpan
hidrogen sebagai bahan bakar.Hidrogen sangatlah larut dalam berbagai
senyawa yang terdiri dari logam tanah nadir dan logam transisi dan
dapat dilarutkan dalam logam kristal maupun logam amorf. Kelarutan
hidrogen dalam logam disebabkan oleh distorsi setempat ataupun

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

ketidakmurnian dalam kekisi hablur logam.Gas hidrogen sangat mudah


terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4% H 2 di udara
bebas. Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol. Hidrogen
terbakar menurut persamaan kimia:

2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)

Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan,


hidrogen meledak seketika disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada
temperatur 560C. Lidah api hasil pembakaran hidrogen-oksigen murni
memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir tidak terlihat dengan mata
telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran
hidrogen secara visual.

Oksigen (Unsur)

Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik
yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8.Ia merupakan unsur golongan
kalkogen dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur
lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada temperatur dan tekanan standar, dua
atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik
dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau.
Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta
berdasarkan massa dan unsur paling melimpah di kerak Bumi. Gas oksigen
diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi. Semua kelompok molekul
struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein, karbohidrat,
dan lemak, mengandung oksigen.Demikian pula senyawa anorganik yang
terdapat pada cangkang, gigi, dan tulang hewan.Oksigen dalam bentuk O 2
dihasilkan dari air oleh sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama
fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh hampir semua makhluk

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

hidup.Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan bentuk


kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. O 2
kemudian mulai berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 miliar tahun yang
lalu.

Terdapat pula alotrop oksigen lainnya, yaitu ozon (O 3). Lapisan ozon
pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi ultraviolet, namun
pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari
asbut. Oksigen digunakan dalam produksi baja, plastik, dan tekstil, ia juga
digunakan sebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai
penyokong kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar
angkasa, dan penyelaman. Banyaknya oksigen unsur yang berada dalam udara
adalah kira-kira 21 persen volume (23 persen bobot).

Terdapat tiga bentuk gas, yang molekulnya berbeda sebagai berikut:


molekul monoatom O, molekul diatom O2, dan molekul triatom, O3. Unsur-
unsur yang berada lebih dari satu bentuk molekul atau kristal, dikatakan
bersifat aloprotik (Yunani: allos tropos, cara lain), dan bentuk-bentuk itu
disebut alotrop. Ketiga bentuk alotrop oksigen berlainan sifat fisika dan
kimianya, dan disebut oksigen atom, oksigen biasa dan ozon. Dalam atmosfer,
hampir semua oksigen berada sebagai molekul O2, dan kedua bentuk lain
relatif bertambah banyak di bagian atas atmosfer. Ketiga isotop tak radioaktif
yang terdapat dalam alam:16O, 17O, dan 18O. Tepatnya 99,76% dari semua atom
oksigen yang terdapat dalam alam adalah jenis dari jenis 16O, sekitar 0,04
persen dari 17O, dan 0,20 persen dari 18O.

Senyawa Oksigen

Air (H2O) adalah senyawa oksigen yang paling dikenal.Keadaan


oksidasi oksigen adalah -2 untuk hampir semua senyawa oksigen yang
diketahui.Keadaan oksidasi -1 ditemukan pada beberapa senyawa seperti
peroksida. Senyawa oksigen dengan keadaan oksidasi lainnya sangat jarang

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

ditemukan, yakni -1/2 (superoksida), -1/3 (ozonida), 0 (asam hipofluorit), +1/2


(dioksigenil), +1 (dioksigen difluorida), dan +2 (oksigen difluorida).Air (H 2O)
adalah oksida hidrogen dan merupakan senyawa oksigen yang paling
dikenal.Atom hidrogen secara kovalen berikatan dengan oksigen. Selain itu,
atom hidrogen juga berinteraksi dengan atom oksigen dari molekul air lainnya
(sekitar 23,3 kJmol1 per atom hidrogen). Ikatan hidrogen antar molekul air
ini menjaga kedua molekul 15% lebih dekat daripada yang diperkirakan
apabila hanya memperhitungkan gaya Van der Waals.

Senyawa oksida seperti besi oksida atau karat terbentuk ketika oksigen
bereaksi dengan unsur lainnya. Oleh karena elektronegativitasnya, oksigen
akan membentuk ikatan kimia dengan hampir semua unsur lainnya pada suhu
tinggi dan menghasilkan senyawa oksida. Namun, terdapat pula beberapa
unsur yang secara spontan akan membentuk oksida pada suhu dan tekanan
standar. Perkaratan besi merupakan salah satu contohnya.Permukaan logam
seperti aluminium dan titanium teroksidasi dengan keberadaan udara dan
membuat permukaan logam tersebut tertutupi oleh lapisan tipis oksida.
Lapisan oksida ini akan mencegah korosi lebih lanjut. Beberapa senyawa
oksida logam transisi ditemukan secara alami sebagai senyawa non-
stoikiometris. Sebagai contohnya, FeO (wustit) sebenarnya berumus Fe1 xO,
dengan x biasanya sekitar 0,05.

Di atmosfer pula, kita dapat menemukan sejumlah kecil oksida karbon,


yaitu karbon dioksida (CO2). Pada kerak bumi pula dapat ditemukan berbagai
senyawa oksida, yakni oksida silikon (Silika SO2) yang ditemukan pada granit
dan pasir, oksida aluminium (aluminium oksida Al2O3 yang ditemukan pada
bauksit dan korundum), dan oksida besi (besi(III) oksida Fe2O3) yang
ditemukan pada hematit dan karat logam. Air merupakan merupakan salah
satu senyawaan yang paling melimpah yang mengandung oksigen dalam
keadaan bersenyawa.Senyawa lain adalah senyawa yang sangat kompleks,
yang disebut silikat-silikat, yang terdiri dari oksigen, silikon, dan unsur-unsur

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

lain yang beraneka ragam. Senyawa oksigen lain yang lebih sederhana dan
kuantitasnya lebih rendah adalah misalnya, sulfat, karbonat, fosfat, nitrat dan
oksida logam. Terdapat senyawa-senyawa non-oksigen dalam jumlah kecil,
seperti sulfida dan klorida logam, misalnya ZnS dan NaCl.Oksigen juga
merupakan suatu komponen dari praktis semua senyawa organik yang terdapat
dalam tubuhan dan hewan.Ini mencakup protein, lemak, karbohidrat, vitamin,
hormon, enzime, virus dan bakteri.

Sumber Oksigen

Unsur yang murni atmosfer merupakan sumber utama oksigen untuk


penggunaan komersial.Oksigen dipisahkan dari gas-gas lain dengan mula-
mula mencairkan udara dan kemudian menyuling cairan ini. Nitrogen (titik
didih, -196oC) dan argon (titik didih, -186oC) cenderung menguap lebih dulu,
karena titik didihnya lebih rendah daripada oksigen (titik didih -183oC).
Oksigen yang relatif murni itu kemudian disimpan dalam silinder baja dengan
tekanan awal biasanya sebesar 135 atm (2000 psi). Sumber oksigen unsur
yang murni diantaranya:

Dari Senyawa Anorganik.


Kebanyakan senyawa oksigen anorganik yang terdapat dalam alam
bersifat sangat stabil.Senyawa semacam ini tidak terurai bila dipanasi,
kecuali pada temperatur yang sangat tinggi.Namun, beberapa senyawa
anorganik dapat agak mudah dipilorisis (diuraikan dengan pemanasan),
memberikan oksigen unsur sebagai produk reaksi. Persamaan berikut
ini melukiskan hal itu:

2HgO 2Hg + O2

2Ag2O 4Ag + O2

2KClO3 2KCl + 3O2

2NaNO3 2NaNO2 + O2

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

Oksigen juga dapat diperoleh sebagai hasil sampingan dalam membuat


hidrogen dengan elektrolisis air dan dengan memanasi peroksida,
misalnya hidrogen peroksida, H2O2. Namun reaksi ini tidak digunakan
baik sebagai metoda laboratorium maupun metoda laboratorium
maupun metoda komersial utama, untuk menghasilkan oksigen.

Reaksi Oksigen

Keelektronegatifan yang tinggi dari atom oksigen yakni 3,5,


menunjukkan kecenderungan yang besar dari oksigen untuk membentuk
senyawa dengan ikatan ion maupun kovalen polar. Umumnya, reaksi dengan
oksigen unsur memberikan produk oksida, dalam mana keadaan oksidasi
oksigen adalah -2. Contoh pembentukan oksida mencakup reaksi dengan
logam-logam tertentu, bukan logam, dan senyawa organik. Dengan logam
terbentuk senyawa ion:

4Li + O2 2Li2O

Dengan bukan-logam terbentuk senyawa kovalen:

C + O2 CO2

Banyak senyawa organik terbakar dalam oksigen menghasilkan karbon


dioksida dan air, contoh:

CH4 + 2O2 CO2 + 2H2O

Semua reaksi oksidasi ini adalah eksoterm. Pada temperatur yang


cukup tinggi, tiap reaksi berlangsung dengan cepat dan membebaskan kalor
maupun cahaya.Bila ini terjadi, maka reaksi itu dirujuk sbagai suatu
pembakaran.Oksigen dalam udara terus menerus bersentuhan dengan zat-zat
seprti kayu, kertas, bensin, batubara, zink, dan alumunium. Namun pada
temperatur kamar, bahan yang mudah terbakar ini bereaksi sangat lambat atau
praktis tak beraksi sama sekali. Perilaku ini melukiskan suatu azas yang

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

penting.Tak ada hubungan antara kecepatan suatu reaksi dan perubahan energi
yang terlibat dalam reaksi itu.

VI. CARA KERJA :


A. Percobaan 1

B. Percobaan 2

Serbuk Mg

Dimasukkan ke dalam cawan porselen yang berisi air


suling

Dipanaskan diatas nyala api

Diuji dengan indicator PP

PerubahanDiamati perubahan yang terjadi


warna larutan

C. Percobaan 3

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

Kapas kaca sedikit basah

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi

+ kapas kaca kering

+ 0,02 gram serbuk Zn

+ kapas kering

Ditutup dengan sumbat karet


Terbentuk gas
Dipanaskan dengan nyala api
Diuji gas yang keluar dengan nyala api

Terjadi letupan dan api padam

D. Percobaan 4

Logam Zn

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi

Dipasang selang yang dihubungkan


dengan penampung gelas ukur yang
diletakkan terbalik dalam air

+ HCl 4 M

Ditutup segera
Terbentuk gas dan nyala
api

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

E. Percobaan 5

1 mL KI

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi

+beberapa tetes larutan H2O2 3%

+ sedikit larutan amilum

Perubahan Diamati perubahan yang terjadi


warna dan
terbentuk gas

F. Percobaan 1 (Oksigen)

Kalium klorat

Kalsium
Dimasukkan tabung reaksi setinggi 0,5
cm dari dasar tabung

+ serbuk batu kawi

Dipanaskan dengan nyala api

Gas dikumpulkan dengan dipindahkan


dalam air selama 10 menit
Terbentuk gas
Diuji dengan sebilah kayu
Perubahan kertas lakmus
Dimasukkan kedalam cawan porselen

Disiram dengan air suling

Diamati perubahan yang terjadi

Diuji dengan kertas lakmus

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

G. Percobaan 2

0,5 gram permanganat

Dimasukkan ke dalam tabung reaksi pipa


samping yang sudah diangkat selang

+ tetes demi tetes H2O2 3%

Ditutup dengan sumbat karet


Terbentuk gas

Didiamkan 10 menit

Volume gas

Diuji dengan sebilah kayu berpijar

Nyala api

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

VII. HASIL PENGAMATAN :

PengamatanPraktikum
No. Reaksi Teori Kesimpulan
Sebelum Sesudah
1 a. Ca: padatan a. Ca + air suling: Ca(s) + 2H2O(l) Percobaan ini
(hidrog putih larutan keruh, Ca(OH)2(aq) + H2(g) menyimpulkan
en) b. Air suling: timbul gas bahwa reaksi antara
tak b. Diuji dengan Ca dan air
berwarna kertas lakmus: menghasilkan
c. Kertas merah menjadi Ca(OH)2 bersifat
lakmus: biru, biru tetap basa, dibuktikan
merah dan biru dari perubahan
biru kertas lakmus
merah menjadi
biru. Selain itu,
dari reaksi ini
timbul gas H2
2 a. Air suling: a. Air suling + Mg Mg(s) + 2H2O(l) Percobaan ini
tak (dipanaskan): Mg(OH)2(aq) + H2(l) menyimpulkan
berwarna timbul gas, bahwa reaksi antara
b. Mg: serbuk larutan tak Mg dan air
berwarna menghasilkan
abu-abu
b. Diuji dengan PP: Mg(OH)2 dan gas
c. PP: tak
larutan merah H2. Mg(OH)2
berwarna muda bersifat basa
dibuktikan dengan
perubahan warna
menjadi merah
muda saat diuji
dengan PP

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

3 a. Kapas a. Zn dipanaskan: Zn(s) + 2H2O (l) Fungsi kapas kaca Percobaan ini
kaca : timbul gas Zn(OH)2 (aq)+H2 (g) a. Kapas kaca basah : menyimpulkan
putih b. Diuji nyala untuk menguapkan air bahwa dari reaksi
b. Zn : api : nyala api karena Zn sangat tersebut, timbul gas
serbuk semakin besar reaktif yaitu gas hidrogen
abu-abu c. Vgas : 10 ml b. Untuk menahan uap dengan ditandai
air yang terbentuk dengan nyala api
agar dapat bereaksi semakin besar
dengan Zn
c. Vgas teori = 6,84 ml
4 a. Logam Zn : a. Zn + HCl 4M : Zn (s) + 2HCl (aq) Percobaan ini
serbuk abu- timbul gas, ZnCl2 (aq) + H2 (g) menyimpulkan
abu larutan hitam bahwa dari reaksi
b. HCl 4M : b. Diuji nyala tersebut, timbul gas
larutan tak api : Nyala api yaitu gas hidrogen
berwarna semakin besar, dengan volume gas
terjadi letupan 10 ml ditandai
c. Vgas : 10 ml dengan nyala api
semakin besar dan
adanya letupan
5 a. KI : larutan a. KI+ lar.amilum 2KI (aq) + H2O2 (aq) Percobaan ini
tak + H2O2 3% : 2KOH (aq) + I2 (aq) + H2 menyimpulkan
berwarna larutan ungu (g) bahwa Dari reaksi
b. Lar.amilum (+), dan tersebut, terbentuk
: larutan tak terdapat larutan iod ditandai
berwarna gelembung gas dengan warna
c. H2O2 3% : larutan ungu (+)
larutan tak dan timbul gas
berwarna yaitu gas hidrogen

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

6 a. Kalium a. Kalium KClO3 (s) 2KCl(s) + Percobaan ini


oksigen klorat: klorat + 3O2(g) menyimpulkan
Kristal serbuk bahwa reaksi
putih kawi: tersebut timbul gas
b. Serbuk timbul gas yaitu gas oksigen
kawi: b. Volume gas: dengan volume gas
serbuk 100 mL 100 mL dibuktikan
hitam c. Uji nyala dengan nyala api
api: nyala yang besar
api
membesar
7. Permanganate: Permanganate + 2KMnO4(s) + H2O2(aq) Percobaan ini
serbuk hitam H2O2 : larutan 2MnO2(aq) + 2KOH(aq) + menyimpulkan
Hidrogen hitam 2O2(g) bahwa dari reaksi
peroksida: tak Volume gas: 70 ml tersebut timbul gas
berwarna Uji nyala api: nyala yaitu gas oksigen
api membesar dengan volume gas
70 mL dibuktikan
dengan nyala api
membesar.

Pada percobaan
tersebut, volume das
oksigen lebih sedikit
disbanding
percobaan
sebelumnya karena
gas yang dihasilkan
lebih sedikit.

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

VIII. PEMBAHASAN :
Pada percobaan pertama bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas
hidrogen, sifat-sifat gas hidrogen, dan mengidentifikasi adanya gas hydrogen.
Logam Ca berwarna putih dimasukkan ke dalam cawan porselin, kemudian
ditambahkan aquades 10 tetes, timbul gas yaitu gas H2 dan larutan menjadi keruh,
larutan tersebut berupa larutan Ca(OH)2. Dengan reaksi seperti berikut :
Ca(s) + H2O(l) Ca(OH)2(aq) + H2(g)
Kemudian diuji dengan kertas lakmus merah dan biru, kertas lakmus merah enjadi
biru, dan biru tetap biru. Sehingga, Ca(OH)2 bersifat basa karena Ca adalah logam
golongan IIA dan apabila bereaksi dengan air akan menghasilkan larutan yang
bersifat basa dan gas hidrogen.

Pada percobaan kedua bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas


hidrogen, sifat-sifat gas hidrogen, dan mengidentifikasi adanya gas
hydrogen.Logam Mg berwarna abu-abu dimasukkan ke dalam cawan yang berisi
aquades. Kemudian dipanaskan, dan timbul gelembung gas yaitu gas H 2. Tujuan
dari pemanasan tersebut adalah untuk mengetahui gas yang timbul, karena gas
hidrogen apabila bereaksi dengan oksigen maupun logam alkali akan mudah
terbakar di udara yang ditandai dengan adanya letupan. Dengan reaksi seperti
berikut :
Mg(s) + H2O(l) Mg(OH)2(aq) + H2(g)
Kemudian diuji dengan indicator PP sebanyak 2 tetes, larutan menjadi merah muda.
Ini menandakan bahwa larutan tersebut bersifat basa karena Mg adalah logam
golongan IIA dan apabila bereaksi dengan air akan menghasilkan larutan yang
bersifat basa dan gas hidrogen.

Pada percobaan ketiga bertujuan untuk mengetahui cara pembuatan gas


hidrogen, sifat-sifat gas hidrogen, dan mengidentifikasi adanya gas hydrogen. Kapas
kaca kering dimasukkan ke dalam tabung reaksi pipa samping yang telah
dihubungkan selang. Kemudian ditambahkan kapas kaca basah. Kemudian
ditambahkan serbuk Zn seberat 0,02 gram dan ditambahkan kapas kaca kering
kembali. Fungsi dari kapas kering adalah untuk menahan uap air yang terbentuk
agar bereaksi dengan Zn sedangkan fungsi dari kapas basah adalah untuk

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

menguapkan air karen Zn sangat reaktif,maka proses pemguapan air ini harus
dilakuakan untk mengurangi kereaktifan reaksi antara Zn dan air. Pada proses ini
menghasilkan gas hidrogen. Hal itu dapat dibuktikan dengan uji nyala dari pipa
samping akan menghasilkan nyala api lebih terang. Tapi tidak menghasilkan
letupan, karena yang gas hidrogen telah bereaksi dengan oksigen membentuk uap
air dan yang membuat nyala api lebih terang.Volume gas yang diperoleh adalah 10
ml, sedangkan volume teorinya yaitu 6,84 ml.Reaksi yang terjadi adalah :
Zn(s) + 2H2O(l) Zn(OH)2(aq)+ H2(g)
Pada percobaan keempat bertujuan untuk untuk mengetahui cara pembuatan
gas hidrogen, sifat-sifat gas hidrogen, dan mengidentifikasi adanya gas hydrogen.
Beberapa logam Zn dimasukkan ke dalam erlemeyer berpipa samping yang telah
dihubungkan ke gelas ukur 10 ml dalam keadaan terbalik. Kemudian ditambahkan 1
ml HCl 4M ke dalam erlemeyer dan ditutup agar gas hidrogen tidak menguap ke
udara. Terdapat gelembung gas, sehingga gelas ukur yang berisi air, terisi. Volume
gas yang diperoleh yaitu 10 ml, dan diuji nyala dengan bara api. Ternyata bara api
semakin besar, yang menandakan terdapat gas H2. Sesuai dengan sifat logam alkali,
bahwa HCl dalam percobaan ini berfungsi untuk membentuk gas hydrogen dan
melarutkan logam Zn menjadi larutan Zn2+ dalam bentuk ZnCl2. Reaksi yang terjadi
adalah :
Zn(s) + 2HCl(l) Zn(Cl)2(aq)+ H2(g)
Pada percobaan kelima bertujuan untuk untuk mengetahui cara pembuatan
gas hidrogen, sifat-sifat gas hidrogen, dan mengidentifikasi adanya gas hidrogen.10
tetes larutan KI tak berwarna ditambahkan indicator amilum tak berwarna sebanyak
10 tetes. Tidak terjadi perubahan warna, Penambahan amilum disini adalah sebagai
indikator adanya larutan Iod dalam larutan.Kemudian ditambahkan 10 tetes H2O2
tak berwarna, terjadi perubahan warna menjadi ungu (+) serta terdapat gelembung
gas yaitu gas H2. Seperti reaksi berikut :
2KI(aq) + H2O2(aq) 2KOH(aq) + I2(g) + H2(g)

Pada percobaan keenam bertujuan untuk untuk mengetahui cara pembuatan


gas oksigen di laboratorium dan mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu
senyawa. Kalium klorat dimasukkan ke dalam erlemyer berpipa samping yang telah

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

dihubungkan selang kira-kira 0,5 cm tabung reaksi. Kemudian ditambahkan serbuk


kawi 1 sendok spatula. Selang dihubungkan ke gelas ukur 100 ml yang berisi air
dalam keadaan terbalik. Terjadi gelembung gas yaitu gas oksigen dalam gelas
ukur ,diukur volume gas dalam waktu 10 menit. Dan diperoleh 100 ml gas oksigen,
kemudian diuji nyala dengan bara api, bara api semakin besar. Reaksi yang terjadi
yaitu :
2KClO3 (aq) + MnO2 (aq) 2KCl (aq) + 3O2 (g) + MnO2 (aq)

Percobaan ketujuh bertujuan untuk untuk mengetahui cara pembuatan gas


oksigen di laboratorium dan mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu
senyawa.Permanganat ditimbang 0,5 gram , dimasukkan ke dalam erlemeyer
berpipa samping yang telah dihubungkan selang.Ditambahkan H2O2 tak berwarna
beberapa tetes, timbul gas dan larutan menjadi hitam. Selang dihubungkan ke gelas
ukur 100 ml yang berisi air dalam keadaan terbalik. Gas memenuhi gelas ukur
tersebut, diukur volume gas dalam waktu 10 menit, gas tersebt merupakan gas
oksigen. Dan diperoleh 70 ml gas oksigen, kemudian diuji nyala dengan bara api,
bara api semakin besar. Reaksi yang terjadi yaitu :
2KMnO4(s) + H2O2(aq) 2MnO2(aq) + 2KOH(aq) + 2O2(g)
Tetapi gas yang dihasilkan pada percobaan ini lebih sedikit dari percobaan keenam
karena gas oksigen yang dihasilkan pada percobaan keenam lebih banyak daripada
percobaan ketujuh.

IX. KESIMPULAN :
1. Sifat-sifat dari gas hidrogen yaitu mudah terbakar ditandai dengan nayala api yang
bertambah besar dan adanya letupan. Untuk gas oksigen juga mudah terbakar ditanda
dengan nyala api yang bertambah besar.
2. Pembuatan gas hydrogen dapat dilakukan dengan mereaksikan logam alkali dengan
air yang menghasilkan senyawa bersifat basa atau dengan mereaksikan H2O2 dengan
KI menghasilkan I2 berwarna ungu. Untuk pembuatan oksigen dapat dilakukan
dengan mereaksikan permanganate dengan H2O2 dan kalium klorat dengan serbuk
kawi.

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

X. JAWABAN PERTANYAAN :
1. Jelaskan apakah gas letup itu dan apa kegunaanya ?
2. Tulislah semua reaksi yang terjadi pada percobaan hidrogen diatas !
3. Mengapa hydrogen peroksida harus dilarutkan dalam larutan encer ?
4. Hitunglah volume gas oksigen yang diperoleh bila KClO3 yang tersedia 1 gram ?
5. Tulislah rumus struktur lewis yang menunjukkan sebuah molekul O 2 dengan dua
electron valensi yang tidak berpasangan !
6. Terangkan kejadian pada percobaan 1 dan 2 ?
7. Tulislah persamaan reaksi pada percobaan 1 dan 2 ?

Jawab :
1. Gas letup ini timbul dikarenakan adanya reaksi antara gas H2 dengan api, yang pada
dasarnya gas H2 ini memang sangat reaktif terhadap api karena bereaksi dengan
dengan O2. Dan pada skala laboratorium letupan ini digunakan untuk
mengidentifikasi adanya gas H2
2. Percobaan 1 : Ca(s) + 2H2O Ca(OH)2(aq) + H2(g)
Percobaan 2 : Mg(s) + 2H2O Mg(OH)2(aq) + H2(g)
Percobaan 3 : Zn(s) + 2H2O Zn(OH)2 + H2(g)
Percobaan 4 : Zn(s) + 2HCl(l) ZnCl2 + H2(g)
Percobaan 5 : 2KI + 3H2O2 2KIO3 + 3H2(g)
3. Hidrogen peroksida adalah cairan yang hampir tak berwarna. Bersifat sangat
eksplosif dan berbahaya dalam konsentrasi tinggi oleh karena itu hidrogen
peroksida digunakan sebagai larutan encer, tetapi larutan dalam air 90% digunakan.

4. Mol KClO3: 1/122,5 = 0,008 mol


2KClO3 + MnO2 2KCl + 3O2 + MnO2
M : 0,008 - - - -
R: 0,008 0,004 0,008 0,012 0,004
____________________________________________
S: - 0,004 0,008 0,012 0,004
V O2 = 0,012 x 22,4
= 0,2688 L = 268,8 mL

5.

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

6. Pada percobaan I bertujuan untuk untuk mengetahui cara pembuatan gas oksigen di
laboratorium dan mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu senyawa. Kalium
klorat dimasukkan ke dalam erlemyer berpipa samping yang telah dihubungkan
selang kira-kira 0,5 cm tabung reaksi. Kemudian ditambahkan serbuk kawi 1
sendok spatula. Selang dihubungkan ke gelas ukur 100 ml yang berisi air dalam
keadaan terbalik. Terjadi gelembung gas yaitu gas oksigen dalam gelas ukur ,diukur
volume gas dalam waktu 10 menit. Dan diperoleh 100 ml gas oksigen, kemudian
diuji nyala dengan bara api, bara api semakin besar. Reaksi yang terjadi yaitu :
2KClO3 (aq) + MnO2 (aq) 2KCl (aq) + 3O2 (g) + MnO2 (aq)

Percobaan II bertujuan untuk untuk mengetahui cara pembuatan gas oksigen


di laboratorium dan mengetahui adanya gas oksigen dalam suatu
senyawa.Permanganat ditimbang 0,5 gram , dimasukkan ke dalam erlemeyer
berpipa samping yang telah dihubungkan selang.Ditambahkan H2O2 tak berwarna
beberapa tetes, timbul gas dan larutan menjadi hitam. Selang dihubungkan ke gelas
ukur 100 ml yang berisi air dalam keadaan terbalik. Gas memenuhi gelas ukur
tersebut, diukur volume gas dalam waktu 10 menit, gas tersebt merupakan gas
oksigen. Dan diperoleh 70 ml gas oksigen, kemudian diuji nyala dengan bara api,
bara api semakin besar. Reaksi yang terjadi yaitu :

2KMnO4(s) + H2O2(aq) 2MnO2(aq) + 2KOH(aq) + 2O2(g)

Tetapi gas yang dihasilkan pada percobaan ini lebih sedikit dari percobaan
keenam karena gas oksigen yang dihasilkan pada percobaan keenam lebih banyak
daripada percobaan ketujuh.

7. Persamaan reaksi percobaan I


2KClO3 + MnO2 2KCl + 3O2 + MnO2
Persamaan reaksi percobaan II
2MnO4- + 5H2O2 + 6H+ 2Mn2+ + 8H2O + 5O2

XI. DAFTAR PUSTAKA :

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya


LAPORAN PRAKTIKUM ANORGANIK III
Hidrogen dan Oksigen

Lee, J.D. 1991. Concise Inorganic Chemistry 4th Edition. Singapore: Fong and Song
Printers pte. Ltd.

Tim Dosen. 2015. Penuntun Praktikum Kimia Anorganik II. Surabaya: FMIPA
UNESA

Sugiarto, Bambang. 2007. Sistem Periodik Unsur. Surabaya: Unesa University Press.

Svehla, G. 1990. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi
ke Lima. Jakarta: PT Kalman Media Pusaka

Laboratorium Anorganik Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya