Anda di halaman 1dari 36

SHOCK

MANAGEMENT

Gilny Aileen, S.Kep Ners, M.Kep


Faculty of Nursing Science
Indonesia Adventist University
DEFINISI

Shock adalah Kumpulan gejala akibat penurunan


perfusi jaringan yang diikuti oleh penurunan kadar
oksigen dalam darah, sel dan berbagai kegagalan
fungsi organ vital

Shock adalah suatu kondisi saat tekanan darah


sistemik tidak mampu mengantarkan oksigen dan
nutrisi menuju organ vital dan fungsi sellular.
(Mikhail, 1999).
Perfusi Jaringan
Perfusi Jaringan adalah sejumlah darah yang
mengalir melalui pembuluh darah kapiler pada
suatu tempat.

Hal penting untuk diingat adalah bahwa


nutrisi dan oksigen akan diantarkan ke sel
melalui kapiler.
LEVELS OF STRUCTURAL ORGANIZATION
letters words sentences paragraph book

Gilny Aileen 2011


Perfusi jaringan
normal dipengaruhi Fungsi
oleh tiga pompa
mekanisme jantung

Adequate
Sistim volume:
pembuluh darah dan
darah plasma
Salah satu gagal 2 sistem
berkompensasi gagal
kompensasi perfusi jaringan
tidak adekuat SHOCK Ketiga sistim ini saling berkaitan
SHOCK LIFE THREATENING CONDITION

CHARACTER: INADEQUATE TISSUE PERFUSION


(Perfusi Jaringan Tidak Adekuat)

CELL STARVATION

CELL DEATH

ORGAN DYSFUNCTION Shock is a life-threatening


condition with a variety of
underlying causes. It is
ORGAN FAILURE characterized by
inadequate tissue
perfusion that, if untreated,
results in cell death.
DEATH
Perdarahan Masif
Infeksi berat
Reaksi alergi yang parah SHOCK
Gagal jantung

MEDICAL EMERGENCY
rapid, comprehensive
intervention in
collaboration with the health
care team
KLASIFIKASI SYOK

Syok dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis dan dibedakan


berdasarkan etiologi:
1. HYPOVOLEMIC SHOCK
Terjadi bila volume intravascular menurun
2. CARDIOGENIC SHOCK
Terjadi bila kemampuan pompa jantung terganggu; dapat
disebabkan oleh adanya masalah koroner ataupun non-koroner.
3. DISTRIBUTIVE/ CIRCULATORY SHOCK
Merupakan hasil maldistirbusi atau ketidaksesuaian aliran darah
ke sel.
Some authors identify a fourth category, OBSTRUCTIVE SHOCK, that results from
disorders that cause mechanical obstruction to blood flow through the central circulatory
system despite normal myocardial function and intravascular volume. Examples include
pulmonary embolism, cardiac tamponade, dissecting aortic aneurysm, and tension
pneumothorax.
HYPOVOLEMI SHOCK
Etiologi

Perdarahan/ hemorrhage : trauma, perdarahan


gastrointestinal, nontraumatic internal bleeding
(aneurysm, ectopic rupture), Perdarahan
pervagina.

Nonhemorrhagic fluid loss:


gastrointestinal tract (diare dan atau muntah),
urinary loss (hyperglycemia, obat diuretik),
evaporative loss (fever, hyperthermia)
PERDARAHAN ARTERI

Memancar, berdenyut, merah segar karena


mengandung O2

Kehilangan cepat

Karena memancar dengan tekanan menghalangi


pembekuan
PERDARAHAN VENA

Mengalir, warna merah tua, karena mengandung


O2 sedikit

Vena dalam yang berdiameter besar, perdarahan


seperti berasal dari arteri, tetapi kehilangan darah
lebih lambat, karena dinding tipis maka cepat
kolaps
PERDARAHAN KAPILER
Merembes, warna merah sedikit lebih tua dari
darah arteri

Mengalir lambat akan terjadi pembekuan 6-8


menit
TANDA DAN GEJALA
Tergantung banyaknya volume yang hilang

Tachycardia

Hipotensi

Urine output menurun

Perubahan status mental

Tachypnea
DIAGNOSIS
VITAL SIGN.
Heart rate
Blood pressure
Temperature
Urine output
Pulse oxymetri

Pasien dengan tanda vital yang normal atau


mendekati normal 50-85% masih dalam
keadaan shock
Volume darah
PATHOFISIOLOGI
Aktifasi sistem
persarafan simpatis Cardiac Output
Syok Hipovolemia

Epineprin & Norepineprin Kebutuhan O2 Kebutuhan darah utk


Kebutuhan
dilepaskan oleh adrenal medulla jaringan otak & jantung tidak
Energi Sel
cukup

TACHYCARDIA Cortisol & Glucagon TACHYPNEA


Darah dijauhkan dari
kulit, ginjal dan usus
BRADYCARDIA Gula darah
Akral dingin-lembab,
BP pucat, oliguria, bising
usus
GAGAL NAFAS & GAGAL JANTUNG

Gelisah, cemas,
GAGAL ORGAN
kesadaran

KEMATIAN
19
20
21
22
SHOCK HEMORAGIK KARENA PERDARAHAN

Perdarahan yg tidak tampak dari luar tetapi


terdapat tanda2 syok, kemungkinan sumber tidak
tampak (perdarahan dalam internal bleeding)

Perdarahan dalam yg bersifat masif a.l :


Hemothorax (Perdarahan intra pleura)
Intra- abdominal bleeding (Perdarahan dalam rongga
abdomen)
Pelvic hemorrhage (Perdarahan dalam rongga pelvis)
VOLUME DARAH

Pada orang dewasa (BB sekitar 75 kg) volume


darah sekitar 6-6,5 ltr

Pada remaja (BB sekitar 50 kg) volume sekitar


3,5 ltr

Pada anak2 volume sekitar 1,5-2,0 ltr

Pada anak baru lahir sekitar 300-500 cc


1st SIGN OF SHOCK

TACHYCARDIA
CURIGA !!!:
PERDARAHAN

EKSTERNAL INTERNAL

Balut Tekan Tindakan Bedah


(konsul ahli bedah)

PRINSIP: HENTIKAN PERDARAHAN + GANTI CAIRAN


PRINSIP MENGHENTIKAN PERDARAHAN
EKSTERNAL
Gunakan Sarung Tangan
Penekanan Langsung
(dengan jari atau telapak
tangan + kasa steril) bila
perlu beri tekanan pada
pembuluh darah (proksimal
dari lokasi perdarahan).
Elevasi ekstrimitas yang
mengalami perdarahan lebih
tinggi dari letak jantung (hati-
hati pada multiple trauma)
Large gaping wounds may require packing with sterile gauze
and direct hand pressure if direct fingertip pressure fails to
control bleeding. If bleeding is still uncontrolled or soaks
through the dressings, additional pressure should be applied to
the site. In the past, it was taught that if bleeding soaks
through a dressing, additional dressings should be placed on
top of the original dressing. However, ITLS now instructs
caregivers to remove the soaked dressing and redress the
wound once to ensure that pressure is being applied directly to
the location of the bleeding (Campbell, 2007). In the upper and
lower extremities, pressure points may also be used to control
significant bleeding.
Penekanan Pada Pembuluh Darah Besar

Untuk kontrol perdarahan lengan bawah


tangan, tekan a. brachialis

Untuk kontrol perdarahan di tungkai atau kaki,


tekan a. femoralis
Prinsip Penggantian Volume Cairan
intravascular/Darah
1. Identifikasi sumber kehilangan cairan
2. Resusitasi cairan agresif (BP sistolik
> 100 mmHg)
3. Mulai resusitasi dengan cairan
kristaloid (NaCl, Ringer laktat)
cairan cepat/guyur, pasang pada 2
tempat, menggunakan iv catheter
besar.
4. Lakukan transfusi pd syok kelas III
dan IV setelah 2-3 liter crystalloid.
(pada kasus dgn perdarahan)
EVALUASI SAAT RESUSITASI
CAIRAN

Tidak sadar kehilangan darah lebih dari 50%


volume darah

Warna kulit pucat kehilangan sekitar 30%

Hypovolemi biasanya berhubungan dengan


tachycardia, hypotensi sering terlambat untuk
mendeteksi shock.
KLASIFIKASI SYOK
KELAS I KELAS II KELAS III KELAS IV
Darah hilang (cc) <750 750-1500 1500-2000 >2000
% <15 13-30 30-40 >40
Nadi (x/mnt) <100 >100 >120 >140
TD (mmHg) N N
Respirasi (x/mnt) 14 20 20-30 30-40 >35
Urine (cc/jam) >30 20-30 5-15 0
Neuro Sedikit Cemas Sangat Confuse-
Cemas Gelisah Letargi

Terapi Cairan Kristaloid Kristaloid Krist + darah Krist + darah


PEMILIHAN AKSES INTRA VENA

Pilihan vena untuk akses i.v. :


v. antekubital
v. jugularis externa
v. femoralis

Untuk anak dan bayi dapat digunakan akses


melalui tulang (intra osseus)

pilihan terakhir - rapid venous cut


PEMILIHAN AKSES
INTRA VENA

CARA MELAKUKAN
PEMASANGAN
AKSES INTRAVENA
KASUS 1
Seorang wanita berusia 25 tahun, baru menikah
3 bulan yang lalu, mengeluh nyeri pada
abdomen bagian bawah, nyeri muncul secara
tiba-tiba dan tidak tertahankan sehingga
langsung dibawa ke IGD. Pasien mengatakan
sedang menstruasi, ada flek-flek darah. Namun
pemeriksaan PG test positif. Tidak lama setelah
pasien tiba di IGD, pasien tampak semakin
pucat, BP:90/palpasi, RR 32x/m , HR 130x/m
dan lemah, pasien tampak sangat gelisah. Hasil
USG menunjukan KET.

a. Klasifikasi shock hemoragic kelas berapa?


b. Penanganannya bagaimana?
KASUS 2
Seorang tukang kayu datang ke
IGD Rumah Sakit, tangannya
berdarah, dan darahnya menetes
deras di lantai IGD. Ketika
diperiksa ada luka robek kurang
lebih 20 cm dan darah yang keluar
berwarna merah tua.
Jenis perdarahan dari pembuluh
apa?
Tindakan yang dilakukan?
KASUS 3
Seorang bodyguard artis Korea
bernama Tim Hwang mengalami
luka tusuk pada daerah
abdomennya. Darah banyak
keluar dari lukaan tersebut.
Pasien menunjukan tanda-tanda
shock hypovolemic.
Bagaimana tahapan penanganan
pada pasien ini?