Anda di halaman 1dari 9

PROFIL PERUSAHAAN

Sejarah Singkat PT.Pahala Kencana

PT Pahala Kencana yang didirikan pada tahun 1976 dengan bisnis utama yang bergerak di
bidang usaha transportasi darat. Didalam perkembangan situasi pergerakan bisnis yang dinamis
memacu Pahala Kencana untuk membuka beberapa bidang usaha baru, antara lain:

Pada tahun 1993 PT Pahala Kencana mendirikan Jasa Titipan Pahala Kencana yang kini telah
berubah nama menjadi Pahala Express dan di tahun yang sama Biro Perjalanan Wisata PT BPW
Pahala Kencana pun berdiri yang kemudian lebih dikenal dengan nama PT Pahala Tours &
Travel. Bus Kota, usaha dimulai pada tahun 1997 dengan mengoperasikan sejumlah armada Bus
Kota yang melayani beberapa rute padat di wilayah Jakarta. Pengembangan usaha ke Bus Antar
Kota Dalam Propinsi dimulai pada tahun 1998 yang melayani rute jarak dekat antar kota dalam
propinsi. Pada tahun 2000 PT Pahala Kencana merambah bidang usaha transportasi Angkutan
Pariwisata yang meliputi penyedian bus pariwisata dan kendaraan sewa. Kebijakan Gubernur
Jakarta pada tahun 2004 tentang penataan ulang sistem transportasi dalam kota Jakarta
berdampak pada keikutsertaan Pahala Kencana dalam program Busway.

Pada tahun 2005 dampak tarif murah pada bisnis penerbangan Indonesia menjadikan tantangan
baru. PT Pahala Kencana mendirikan PT Nata Tours yang berkonsentrasi pada penjualan tiket
penerbangan dengan tarif murah dan pengembangan usaha dengan sistem franchise.

Susunan Pengurus PT.Pahala Kencana

Perusahaan : PT Pahala Kencana

Presiden Komisaris : Hendro Tedjokusumo

Direksi : Dewi Tisnawati, Sandy R Tedjokusumo, Ariawan Tedjokusumo,


Djoni Anwar Chrijanto

Direktur Executive : Bambang T Tedjokusumo

Kantor Pusat : Kompleks Gading Bukit Indah Blok C No. Jl. Bukit Gading Raya
Kelapa Gading Jakarta 14240 Tel. 021 4517375 (hunting)

Kantor cabang utama : Bandung, Kudus, Malang, Denpasar

Kantor cabang : Semarang, Surabaya

Kantor perwakilan : Jakarta Matraman Raya, Jakarta Daan Mogot, Bogor Sukasari,
Purwakarta Cikopo, Tegal, Yogyakarta, Solo, Bangkalan, Jember,
Singaraja & Palembang.

1
STATUS KESEHATAN PENDERITA
(DIAGNOSIS PENYAKIT AKIBAT KERJA)
-------------------------------------------
No. Status: - Kode: -

I. Identitas Penderita
Nama : Tn. Sukmono
Umur : 35 tahun
Kedudukan dalam keluarga : 1.KK 2.Istri 3.Anak
4.Orang Tua 5.keponakan 6.lain-lain
Jenis kelamin : Laki laki
Agama : Islam
Pendidikan : 1.SD 2.SLTP 3.SLTA 4.Akademi 5.Perguruan Tinggi
Pekerjaan : Supir Bis
Perusahaan : PT. Pahala Kencana
Status Perkawinan : 1.Menikah 2.Janda/Duda 3.Belum Menikah
Tanggal kunjungan : 14 Mei 2013

II. Riwayat Penyakit


Tanggal :
1. Keluhan Utama : Pegel pegel, Lelah, Sakit Kepala, Sakit pinggang
2. Riw.Perjalanan Penyakit Sekarang: -
3. Riw. Penyakit terdahulu :-
4. Riw. Penyakit Keluarga : Batuk, Pilek

2
III. Riwayat Pekerjaan
1. Jenis Pekerjaan :
Jenis Pekerjaan Bahan yang digunakan Tempat Kerja Lama Kerja

Supir Bis Mobil Dalam Ruang AC 3 tahun

2. Bahaya Potensial
a. Urutan Kegiatan : Melakukan perjalanan pulang pergi (PP) antar kota antar
provinsi dengan lama kerja 12 jam yang dilakukan dalam
2 shift (lama kerja dalam 1 shift nya yaitu 5-6 jam).
b. Alat Pelindung Diri :
Yang diberikan perusahaan : - Sabuk pengaman
Yang seharusnya diberikan saat bekerja : - kaca mata hitam (agar tidak silau saat
berkendaraan di siang hari)
c. Bahaya Potensial :

Bahaya potensi Risiko Penanganan / APD yang


diberikan perusahaan
Fisik : Bising, Sinar UV Sakit mata, sakit kepala Pakai kaca mata hitam
Kimia: Benzene (Dihasilkan Kanker, meracuni tulang2, Bukalah jendela mobil saat
dari AC) Anemia dan menurunkan masuk ke dlm mobil dan
jumlah sel darah putih. nyalakan AC setelah
Bila terhirup terus-menerus beberapa menit.
dalam jangka waktu yg lama
dpt menyebabkan Leukemia,
menambah resiko penyebab
kanker.
Biologi :- - -
Ergonomi : - - -
Psikososial : Lelah, capek, Stres Kerja kecelakaan Mini break, refreshing
kelamaan duduk lalu intas, ambein/wasir karyawan

3. Gangguan Kesehatan yang mungkin timbul


- Masuk angin
- Pegal pegal
- Sakit mata

3
- Sakit kepala
- Sakit pinggang

4. Risiko kecelakaan kerja


- Kecelakaan lalu lintas (lakalantas)
- CTS (Carpal Tunnel Syndrome)
- LBP (Low Back Pain)

IV. Pemeriksaan
a. Pemeriksaan Fisik
1.Keadaan umum : Composmentis
2.Tanda Vital : TD : 120/80 mmhg (normal)
Frekuensi nadi : 80x/menit (normal)
Frekuensi nafas : 18x/menit (normal)
Suhu : (normal)
3.Keadaan Gizi : BB : 55 kg
TB : 165 cm
BMI : 20,2 %
Kesan : Normal

b. Pemeriksaan Klinis
4.Kelenjar Limph : Normal
5.Mata : Sklera ikterik
6.Hidung : Normal
7.Gigi /gusi : Normal
8.Tenggorokan : Normal
9.Leher : Normal
10. Thorak : Normal
11. Abdomen : Normal
12. Genitor urinary : Suspek
13. Anorectal : Pernah sakit saat BAB

4
14. Ekstremitas & muscular system : Sering Kram di kaki
15. Reflex fisiologis : Normal
16. Reflex pathologis : Normal
17. Kulit : Normal
18. Status lokalis : Normal
19. Resume kelainan yang didapat : Normal

V. Pemeriksaan Laboratorium
Lab. Rutin : Tes Urin Lengkap, tes kadar gula darah
Lab. Khusus : Tes fungsi hati dan fungsi ginjal
Pemeriksaan radiologis : Rongent
Pemeriksaan Non-Laboratorium : Audiometri, Spirometri

VI. Analisis hubungan pekerjaan dengan penyakit yang diderita


Diagnosa Klinis -
Identifikasi paparan potensi risiko bahaya Terpapar benzene dari AC
Hubungan diagnosis klinis dengan Ada hubungan
gangguan kesehatan yang timbul
Evaluasi dosis pajanan -
Peranan faktor individu/kerja dalam Merokok 1 bungkus 2 hari (mengkonsumsi
timbulnya PAK sejak SMP/ sudah 20tahun) dan sering
konsumsi kopi
Peranan faktor diluar kerja Tidak punya kerja sambilan
Diagnosis PAK -

VII. Menegakkan diagnosa Penyakit Akibat Kerja


a. Diagnosa Kerja :-
b.Diagnosis Diferensial :-
c. Diagnosis Okupasi :-

5
VIII. Kategori kesehatan : Kesehatan cukup baik dengan kelainan yang dapat dipulihkan.
IX. Prognosa
1.Ad Vitam : ad bonam
Ad Sanasionam : ad bonam
Ad fungsionam : ad bonam
2.Okupasi :-

X. Permasalahan pasien & Rencana Penatalaksanaannya


Jenis Permasalahan Rencana Tindakan Target Waktu & Keterangan
Pasien (Materi & Cara) Evaluasi
Kesehatan Edukasi faktor risiko, Jika ada waktu
pemakaian APD(sabuk
luang
pengaman), membawa
minum, mini break.

Management - Penyediaan APD, Secepatnya


pembuatan prosedur kerja.
- (SOP), penyediaan
jaminan kesehatan,
refreshing karyawan.
Penatalaksanaan

- Farmakologi
Pemberian atau penyediaan obat obatan di dalam mobil.
- Non farmakologi (preventive dan promotive)
Preventive : Diberikan edukasi tentang factor resiko apa saja yang dapat terjadi terhadap
pekerjaan karyawan tsb, diberikan motivasi agar tidak cepet stress saat bekerja, dan karena
kebiasaan dia merokok, kita berikan edukasi untuk menghindari merokok saat bekerja
ataupun tidak sedang bekerja,dll.
Promotive : Memakai APD yang benar (artinya jangan lupa memakai sabuk pengaman,
jangan memakai hanya ketika ada polisi), jangan menahan jika ingin BAK pada saat kerja,
dan jangan mengabaikan jika merasa sakit kepala, mengantuk, lelah, jadi harus istirahat
dahulu jika merasa hal hal tersebut, harus di ingatkan juga jika keselamatan pengemudi
dan penumpang itu penting.

6
Lampiran

7
8
KESIMPULAN

Pada kunjungan perusahaan PT. Pahala Kencana untuk wawancara salah satu
karyawan/supir bis, untuk diketahui status kesehatannya, sehingga diketahui apakah karyawan
tersebut terkena penyakit akibat kerja atau tidak.

Setelah dilakukan wawancara, maka jika dilihat dari hasil wawancara tersebut,
karyawan/supir bis tersebut tidak terkena penyakit akibat kerja, tapi mempunyai resiko terhadap
PAK tersebut. Oleh sebab itu perlu diadakannya edukasi terhadap karyawan/supir bis dalam
factor resiko yang dapat terjadi dalam pekerjaannya dan untuk management di berikan edukasi
juga dalam penyediaan APD, acara refresing karyawan,dll.