Anda di halaman 1dari 10

PENGOLAHAN DATA AWAL METODE GAYA BERAT

Oleh : Melsya Putri anum (F1D114024)

Abstrack
Gravity methode is which one of geophysical methods based on the variation of field gravity
on the surface to any point of observation. This method is used to measure the variations in the
Earth's surface due to variations in the distribution of the mass meetings under the surface.
From the results of the measurement of the acceleration of gravity at the Earth's surface can be
mapped to the structure of the subsurface of the Earth based on the distribution of the mass
meetings of rocks. Value derived from the results of the measurements are affected by several
factors. Therefore, do corrections to reduce the reading of gravity be a price that should have a
heavy style that is only affected by variations in the density of the subsurface. These corrections
include tidal corrections, the correction of drift, correction of latitude, corrections free air,
Bouguer correction, and the correction of terrain. After that gravity observations corrected
Bouguer anomaly will be obtained. Bouguer anomaly contour created and elevation using
Surfer software 11.
Keyword : Bouguer anomaly, gravimeters, gravity
Sari
Metode gaya berat adalah salah satu metode geofisika yang berdasarkan pada variasi medan
gaya berat di permukaan untuk setiap titik pengamatan. Metode ini digunakan untuk mengukur
variasi di permukaan bumi akibat adanya variasi distribusi rapat massa di bawah permukaan.
Dari hasil pengukuran percepatan gravitasi di permukaan bumi dapat dipetakan struktur bawah
permukaan bumi berdasarkan pada distribusi rapat massa batuan. Nilai yang diperoleh dari
hasil pengukuran dipengaruhi oleh beberapa faktor. Oleh sebab itu, dilakukan koreksi untuk
mereduksi pembacaan gaya berat menjadi harga yang seharusnya yaitu gaya berat yang hanya
dipengaruhi oleh variasi densitas bawah permukaan. Koreksi-koreksi ini antara lain koreksi
pasang surut, koreksi drift, koreksi lintang, koreksi udara bebas, koreksi Bouguer, dan koreksi
terrain. Setelah pembacaan gravitasi pengamatan dikoreksi akan diperoleh anomali Bouguer.
Dibuat kontur anomali Bouguer dan elevasi menggunakan software Surfer 11.
Kata kunci : anomali Bouguer, gravimeter, gravity

1)
Program Studi Teknik Pertambangan, Universitas Jambi. Email : mpanum48@gmail.com
I. PENDAHULUAN di bumi. Metoda ini jarang digunakan pada
tahapan lanjut eksplorasi bijih, namun
Metode ekplorasi bawah permukaan
cukup baik digunakan untuk
dilakukan dengan analisis geofisika dan
mendefinisikan daerah target spesifik untuk
Untuk dapat mengetahui bawah permukaan
selanjutnya disurvei dengan metoda-
bumi sudah menjadi hal yang biasa semakin
metoda geofisika lain yang lebih detil.
berkembangnya ilmu pengetahuan dan
Adanya variasi medan gravitasi
teknologi hingga saat ini dengan mudahnya
bumi ditimbulkan oleh adanya perbedaan
dapat mengetahui bagaimana keadaan
rapat massa (density) antar batuan. Adanya
sebenarnya di bawah permukaan bumi.
gangguan ini disebut sebagai anomali gaya
Dalam eksplorasi geofisika dengan
berat. Karena perbedaan medan gayaberat
metode gravity atau Metode Gaya Berat
ini relatif kecil maka diperlukan alat ukur
sebagai salah satu metode geofisika yang
yang mempunyai ketelitian yang cukup
banyak digunakan untuk eksplorasi
tinggi. Alat ukur yang sering digunakan
maupun pemetaan memiliki alat ukur yang
adalah Gravimeter. Alat pengukur
disebut dengan gravity meter. Gravity
gayaberat di darat telah mencapai ketelitian
meter sendiri memiliki banyak macam
menurut spesifikasi dan ketelitiannya serta sebesar 0.01 mGal dan di laut sebesar 1
pembuatnya. Masing-masingnya memiliki mGal.
kelebihan dan kekurangan masing-masing. Metode gravitasi relatif murah, non-
Seperti yang kita bayangkan tentu sangat invasive, metode yang tidak merusak dan
sulit untuk membangun suatu instrumen yang telah diuji pada permukaan
yang mampu mengukur anomali gravitasi bulan. Tujuan eksplorasi adalah
yang sangat kecil. untuk mengaitkan variasi dengan
Pengukuran gravitasi sendiri tidak perbedaan dalam distribusi kerapatan dan
menghasilkan suatu nilai percepatan jenis batuan. Kunci keberhasilan metode
gravitasi yang absolut, tapi lebih kepada gravitasi bergantung pada perbedaan
mengestimasi variasi daripercepatan kerapatan massa benda-benda yang
gravitasidimana besaran yang menjadi menghasilkan perbedaan pada medan
sasaran utama adalah densitas, maka perlu gravitasi. Hasil Pengukuran yang akan
diketahui distribusi harga rapat massa diperoleh ketika diletakkan gravimeter
batuan baik untuk keperluan pengolahan dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini
data maupun interpretasi. Pada eksplorasi
geofisika terdapat beberapa pengolahan
data untuk metode gaya berat digunakan
aplikasi-aplikasi komputasi dan Saat ini
sudah banyak beredar perangkat-perangkat
lunak untuk pemetaan dan pengolahan data
geofisika.

II. DASAR TEORI


Secara umum metoda gaya berat
merupakan metoda geofisika yang
mengukur variasi gaya berat (gravitational) Gambar 1. Percepatan gavitasi di atas
suatu benda
Gravity meter (Gravimeter) Metode menghasilkan perubahan nilai gravitasi
untuk penentuan gravitasi relatif adalah yang jelas terhadap stasion. Instrumental
keseimbangan torsi seperti pada gambar drift dapat ditentukan dengan
3. mudah dengan cara mengulangi
pengukuran pada stasion yang sama pada
waktu yang berbeda dalam satu hari,
umumnya setiap 1-2 jam. Perbedaan nilai
hasil pengukuran secara berturut-turut di
plot untuk menghasilkan kurva drift
(gambar 4)

Gambar 2. Skematik kesetimbangan torsi


Koreksi koreksi pada metode
gravitasi Gravitimeter tidak langsung Gambar 3. Kurva drift pada gravimeter
memberikan nilai gravitasi. Pembacaan alat Koreksi tides
harus dikalikan dengan faktor kalibrasi alat Sama seperti air di samudra merespon
untuk menghasilkan nilai gravitasi tarikan gravitasi bulan dan juga oleh
pengamatan (gobs). Sebelum hasil survei matahari, sama seperti itu juga dengan bumi
dapat diinterpretasikan dalam geologi, data yang padat. Earth tides memberikan
gravitasi harus dikoreksi dengan data-data peningkatan dalam gravitasi sampai tiga
umum, misalnya permukaan laut (geoid), g.u. dengan periode minimum sekitar 12
tujuan untuk menghilangkan efek tersebut jam. Pengulangan pengukuran pada stasion
hanyalah ketertarikan pada bidang deologi yang sama memberikan estimasi koreksi
secara tidak langsung. Proses koreksi untuk pengaruh tidal pada interval singkat,
dikenal sebagai reduksi data gravitasi atau sebagai tambahan penentuan instrumental
reduksi ke geoid. Perbedaan antara gobs drift untuk sebuah gravimeter.
dengan hasil dari International Gravity Anomali Bouguer, tujuan utama
Formula/Geodetic Reference System 67 reduksi data adalah anomaly Bouguer, yang
untuk lokasi yang sama, atau relatif berkaitan hanya dengan variasi lateral
terhadap stasion base local (misalnya yang dalam kerapatan kerak bagian atas dan yang
di geologi), disebut dengan anomali merupakan paling interest untuk diterapkan
gravitasi. Berbagai koreksi yang diterapkan geophysicists dan geologists.
pada metode ini adalah instrumental drift, Anomali Bouguer.
earth tides, eotvos, lattitude, elevation, free-
air correction, bouger correction, terrain,
isostatic.
Beberapa koreksi tersebut akan
dijelaskan dibawah ini. Koreksi
instrumental drift Pembacaan graviti meter Metode Pengolahan Data Gravitasi Hubbert
berubah (drift) terhadap waktu sebagai (1948) menunjukkan bahwa tarikan
akibat dari elastic creep pada pegas, gravitasi pada sebuah benda dua dimensi
(2-D) dapat diekspresikan dalam bentuk 3.2 Perhitungan koreksi medan (inner zone)
integral garis pada garis kelilingnya. total
Talwani et al (1959) mengkaji kasus pada DATA
sebuah poligon dengan jumlah sisi n dan
membagi bagi ke dalam integral garis,
NILAI TC PADA
masing-masing berkaitan dengan sisi KOLOM U S B T
poligon tersebut.
NILAI TC TOTAL

FINISH

Gambar 6. Diagram alir perhitungan koreksi


medan

3.3 Perhitungan anomali gaya berat sampai


Gambar 4. Konvensi geometri
CBA (Complete Bouguer Anomaly)
digunakan dalam ekspresi untuk komponen
x dan komponen y dari percepatan gravitasi DATA ELEVASI
yang diakibatkan oleh sebuah poligon
dengan kerapatan U.
NILAI GOBS
III. METODOLOGI
3.1 Perhitungan koreksi data pengukuran
KONVERSI LAT (DEG)
gaya berat sampai Gobs (Absolute DAN LAT ( RAD)
Gravity).
DATA TIME NILAI LINTANG, FAC,
FAA, TC DAN CBA

WAKTU SKALA
MENIT
FINISH

KONVERSI SKALA
Gambar 7.Diagram alir perhitungan anomali
gaya berat sampai CBA
KOREKSI TIDAL
DAN DRIFT

IV. HASIL DAN PENGOLAHAN DATA


FINISH
Data hasil pengukuran di dapat bervariasi
pada daerah penelitian akan diolah dengan
Gambar 5. Diagram alir perhitungan koreksi menggunakan program surfer untuk
data pengukuran gaya berat melihat peta kontur daerah dan untuk
melihat anomali-anomali yang mungkin
terdeteksi keterdapatanya.
Gambar 9. Peta kontur hasil analisis
Complete Bouguer Anomaly jurnal

V. ANALISIS
Dari data analisis gaya berat complete
Tabel 1. Data Akhir Analisa CBA bouguer anomaly dapat di konversikan
menjadi sebuah data kontur diolah
menggunakan software surfer yang mana
degradasi warna pada peta kontur
menjelaskan bahwa degradasi warna jingga
mennjelaskan daerah tersebut memiliki
nilai gravitasi tertinggi dan pada degradasi
warna hitam mmerupakan nilai gravitasi
terendah dengan satuan mGal. Nilai
gravitasi berbanding lurus dengan densitas
batuan pada daerah tersebut.
Dari peta kontur daerah Barat
didominasi oleh degradasi warna jingga
muda yang mana menunjukkan nilai
densitas yang lebih tinggi jika di
bandingkan dengan arah timur. Batuan
dengan nilai densitas tinggi memiliki nilai
porositas yang rendah, umumnya batuan
dengan karakteristik ini adalah batuan
beku. Batuan beku terbentuk dari proses
Gambar 8. Peta kontur hasil analisis pembekuan magma, dapat diperkirakan
daerah barat merupakan daerah
Complete Bouguer Anomaly pegunungan dengan ketinggian (elevasi)
lebih tinggi. Pada daerah timur didominasi
oleh degradasi warna jingga kehitaman
dengan nilai gravitasi lebih rendah sekitar,
menunjukkan daerah tersebut memiliki yang kemudian akan diolah menggunakan
nilai densitas batuan yang rendah pula. software surfer.
Batuan dengan nilai densitas rendah
memiliki nilai porositas yang tinggi, seperti
yang kita ketahui dengan karakteristik Daftar Pustaka
seperti itu besar kemungkinan bahwa
Adam M,dkk.2013. Modul 6 Geofisika.
daerah tersebut merupakan lingkungan
Metode Gaya Berat. Program studi
endapan batuan sedimen.
Fisika ITB : Bandung
Secara keseluruhan pada peta
kontur yang dilihat dari arah barat-timur Suka P. Pandia.2015. Pemodelan Reservir
dengan degradasi warna jingga muda Panasbumi dengan Menggunakan
hingga jingga kehitaman di dapat tidak Metode Poligon Talwani 2-D.
menunjukkan degradasi warna yang Prosiding Simposium Nasional
mengalami perubahan yang signifikan Inovasi dan Pembelajaran Sains
sebagai penciri dari sebuah anomali. 2015. Bandung : Indonesia
Pada peta kontur sumber jurnal
mengenai reservoir panas bumi terlihat
bahwa nilai percepatan gravitasi bervariasi
mulai dari nilai terendah sebesar 58 sampai
nilai tertinggi yaitu 90 mgal. Selanjutnya
peta kontur tersebut dilakukan slice untuk
menganalisis daerah yang dianggap
berpotensi memiliki reservoir.
VI. KESIMPULAN
Dari hasil analisis metode gayaberat
yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa
Data-data yang dibutuhkan untuk
melakukan koreksi data gaya berat dan
magnetik berupa :

1. Nilai gread : Baca Alat


2. Nilai koreksi tidal pada tiap titik
3. Nilai koreksi drfit pada tiap titik
4. Nilai grelatif
5. Nilai gobs
6. Nilai Koreksi Medan (Terrain)
7. Nilai g koreksi lintang

Penentukan Nilai CBA dan pembuatan


peta CBA mmebutuhkan nilai gravitasi
yang telah dilakukan perhitungan koreksi
dan data titik koordinat pengambilan data
Lampiran 1. Perhitungan Hasil Akhir Complete Bouguer Anomaly

Lampiran 2. Hasil pengolahan data CBA pada Program Surfer


Lampiran 3. Peta Anomali Gaya Berat (Bouguer Anomaly) Jurnal

Anda mungkin juga menyukai