Anda di halaman 1dari 57

KIMIA KLINIK

1
Kesepakatan
1. Kehadiran :
1. Batas keterlambatan kuliah 15 menit

2. Ujian
1. Batas keterlambatan tidak ada toleransi. Konsekuensi :
mahasiswa yang datang terlambat tidak ikut ujian
2. Resiko ketidakjujuran dalam kuis akan ditanggung satu kelas
3. Hasil ujian mirip satu sama lain , hasilnya gagal keduanya.

3. Contact Person :
Agus Sulaeman
Telp . 0811 421 5111
Email : agus.sulaeman68@gmail.com
CAPAIAN PEMBELAJARAN (KOMPETENSI MATA KULIAH):

Mampu menguasai teori, metode, aplikasi ilmu dan teknologi


farmasi (farmasetika, kimia farmasi, farmakognosi, farmakologi),
konsep dan aplikasi ilmu biomedik (biologi, anatomi manusia,
mikrobiologi, fisiologi, patofisiologi, etik biomedik, biostatistik,
biokimia), konsep farmakoterapi, pharmaceutical care,
pharmacy practice, serta prinsip pharmaceutical calculation,
farmakoepidemiologi, pengobatan berbasis bukti, dan
farmakoekonomi. sehingga mahasiswa mampu
Menguasai konsep teoritis dan metode yang diperlukan dalam
bidang pelayanan kefarmasian yaitu patologi, farmakologi,
toksikologi, terminology medik, informasi obat, farmakoterapi,
konseling, pengobatan berbasis bukti, fitoterapi, dan
manajemen farmasi
CAPAIAN PEMBELAJARAN (KOMPETENSI MATA KULIAH):

Mampu mengambil keputusan secara tepat dalam konteks


penyelesaian masalah di bidang keahliannya, berdasarkan
hasil analisis informasi dan data

Dengan sikap menginternalisasi nilai, norma, dan etika


akademik;
RUANG LINGKUP KIMIA KLINIK

Sistem Informasi Patofisiologi


Instrumentasi
Laboratorium

Statistik Manajemen

Sitogenetik Metodologi/QC

Farmakologi Toksikologi

Imunologi Endokrinologi
Diagnosis
Molekular
ILMU DASAR
Anatomi Kimia Fisik
Biokimia Kimia Organik
Imunologi Kimia Analisis
Farmakologi Elektronika
Mikrobiologi Matematika
Toksikologi Biokimia
Hematologi Manajemen
Genetika Instrumentasi
Biologi Molekular Statistik

MENGAPA BAGAIMANA
Perlu diperiksa ? Cara Memeriksanya ?

PATOFISIOLOGI METODOLOGI
Interpretasi hasil QC
KIMIA KLINIK
Kondisi Patologis
(Sakit)

Perubahan Biokimia

Petanda Biokimiawi
(marker)
yang dapat diperiksa di
Laboratorium Klinik
Pemeriksaan Awal
1. Anamnesa
2. Pemeriksaan fisik
3. Pemeriksaan klinik

Diagnosa Sementara
Pemeriksaan Penunjang
1. Laboratorium Klinik
2. Biopsi PA / Sitologi
3. Radiologi
4. USG
5. CT-Scan
6. MRI
7. EKG dll

Diagnosa Pasti
Terapi

Pemantauan
Pemeriksaan Laboratorium Klinik
SEPINTAS MENGENAI
LABORATORIUM KLINIK
PERUBAHAN PENDEKATAN
OTOMATISASI LABORATORIUM
Meningkatkan integrasi pemeriksaan kimia dan
immunologi
Lebih memperkecil sistem dengan proses kontrol yang
lebih baik dan real-time dari perputaran sampel
Lebih fleksibel untuk sampel-sampel yang berbeda jenis
dan ukurannya
Membuat sistem yang dapat ditambah fungsinya dengan
sistem perawatan yang seminimal mungkin
Pendekatan sistem yang modular dan open systems
Pendekatan kelancaran proses dari awal penanganan
sampel sampai dengan akhir proses pemeriksaan tes
dilakukan
Keuntungan yang dapat diperoleh dengan
melakukan sistem otomatisasi

Peningkatan kecepatan layanan


Kualitas produk yang dapat diandalkan
Alur kerja operasional lebih efisien
Peningkatan produktivitas alat dan sumber daya
manusia
Standarisasi hasil pemeriksaan
Penurunan jumlah kesalahan (pre-analitik,
analitik dan post analitik)
Optimalisasi jumlah sampel yang dibutuhkan,
pengurangan proses aliquoting akan
mengurangi jumlah sampel yang diperlukan dari
pelanggan, menekan biaya bahan pembantu
dsb
pre-analytical analytical post-analytical
Integration
Biochemistry
Consolidation

order Haematology
placement
Immunology
sample
storage
Microbiology
sample
preparation Virology

Haemostasis
sample
distribution
Blood Bank

Cytopathology
result
Histopathology reporting
Type of Laboratory Automation

Total Laboratory Automation


Preanalytical automation : centrifugation, aspiration
of serum, decapping of tubes, aliquotting, bar code
labeling, sorting of tubes
Transport system : conveyor that delivers tubes to
specific automated analyzer for automated sampling
and analysis
Tube recapping machine
Delivery location for specimens that are not analyzed
Automated storage system for specimens for
possible repeat or additionally ordered tests

Boyd, JC., Hawker, CD., 2006


ALUR KEGIATAN DI LAB KLINIK

operasional rutin,
kegiatan manajerial dan
kegiatan pengaturan sistem.
KEGIATAN OPERASIONAL
RUTIN
Pengelolaan data-data demografi pasien/ data sosial
(misal nama, alamat, jenis kelamin, umur , dan lain lain)
Pengelolaan data sampel
Pengumpulan sampel
Pengelolaan kontrol kualitas
Mengantisipasi hal-hal yang memerlukan penanganan
khusus/ pengelolaan sampel
Melakukan pemeriksaan sampel
Pengelolaan hasil pemeriksaan
Analisis dan persetujuan hasil pemeriksaan
Pengelolaan biaya pemeriksaan.
KEGIATAN MANAJERIAL
Menentukan kebijakan dan arah dari
laboratorium tersebut
Pengaturan prosedur pelaksanaan
kegiatan standar
Pelaporan kegiatan laboratorium
Pengelolaan keuangan
Evaluasi terhadap kegiatan di laboratorium
Perencanaan kegiatan
KEGIATAN PENGATURAN SISTEM

Menentukan metode assay yang akan


digunakan
Menentukan nilai normal dari masing
masing assay
Menentukan prosedur pemeriksaan
Menentukan metode kontrol kualitas yang
akan dipakai
Dan lain lain
IDEAL ASSAY
Would require very little sample
with no pretreatment
A very short incubation time at
ambient temperature
No pipetting steps
No additional equipment other than
the detector or an automated
instrument
Kaplan LA, Clinical Chemistry. Theory, Analysis, Correlation, 2003
IDEAL ASSAY

Would be able to be performed


quickly and cheaply
With very little operator hands-
on time
With walk-away capability
With a rapid data-reduction
capability
Kaplan LA, Clinical Chemistry. Theory, Analysis, Correlation, 2003
IDEAL ASSAY
The reagents would be stable for at
least a year at room temperature or
on board an automated system for
at least 30 days
The calibration curve would be
stable so that the assay would
need to be recalibrated only when
the reagents had been changed or
replaced
Kaplan LA, Clinical Chemistry. Theory, Analysis, Correlation, 2003
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
HEMATOLOGI
KIMIA
hati, diabetes, lemak, jantung, ginjal-
hipertensi, elektrolit-gas darah, antioksidan,
lain-lain
IMUNOSEROLOGI
hepatitis, TORCH, PMS, infeksi lain, rematik
URINALISA
ANALISA FAECES
ENDOKRINOLOGI
tiroid, reproduksi-gestasi, hormon lain
PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
PENANDA TUMOR
ALERGI
MIKROBIOLOGI
TUBERKULOSIS
ANALISA CSF
OSTEOPOROSIS
THERAPEUTIC DRUG MONITORING
PROTEIN FASE AKUT
IMUNOHISTOKIMIA
LAIN-LAIN
LAB. KLINIK PRODIA
BAGIAN KEUANGAN
BAGIAN UMUM
BAGIAN OPERASI
BAGIAN PENGAWASAN
BAGIAN PENGEMBANGAN
BAGIAN PEMASARAN
KOMPETENSI SEORANG
KONSULTAN KIMIA KLINIK
CLINICAL COMPETENCES
SCIENTIFIC COMPETENCES
TECHNICAL COMPETENCES
COMMUNICATION COMPETENCES
MANAGEMENT AND LEADERSHIP
PERSONAL AUTONOMY AND
ACCOUNTABILITY
CLINICAL COMPETENCES
ARE REQUIRED TO ENABLE THE
CONSULTANT TO HAVE A DETAILED
UNDERSTANDING OF NORMAL
PHYSIOLOGY AND THE PATHOLOGY
OF DISEASE AND MAY INCLUDE
SPECIALIST KNOWLEDGE IN ONE OR
MORE AREAS
SCIENTIFIC COMPETENCES
ARE REQUIRED TO ENABLE THE
CONSULTANT TO MAKE EFFECTIVE
USE OF KNOWLEDGE AND DATA IN
PROBLEM SOLVING,
TROUBLESHOOTING, INNOVATION
AND APPRAISAL
TECHNICAL COMPETENCES
ARE REQUIRED TO ENABLE THE
CONSULTANT TO UNDERSTAND
ANALYTICAL TECHNIQUES AND
GOOD LABORATORY PRACTICE AND
TO ADVISE ON TECHNICAL
TROUBLESHOOTING AND
INNOVATION
COMMUNICATION
COMPETENCES
ARE REQUIRED TO ENABLE THE
CONSULTANT TO COMMUNICATE
EFFECTIVELY WITHIN THE
DISCIPLINE, TO USERS OF THE
DISCIPLINE AND TO THE WIDER
CLINICAL, SCIENTIFIC AND POLITICAL
COMMUNITY
MANAGEMENT AND
LEADERSHIP COMPETENCES
ARE REQUIRED TO ENABLE THE
CONSULTANT TO MANAGE THE
STAFF, FINANCIAL AND PHYSICAL
RESOURCES AND TO SHOW
LEADERSHIP IN TEAM BUILDING AND
STRATEGIC DIRECTION
PROFESSIONAL AUTONOMY AND
ACCOUNTABILITY COMPETENCES
ARE REQUIRED TO ENABLE THE
CONSULTANT TO UNDERSTAND AND
PRACTICE PROFESSIONAL
ACCOUNTABILITY FOR HIS/HERSELF
AND TO DEMONSTRATE
PROFESSIONAL AUTONOMY AND
ACCOUNTABILITY FOR OTHERS
FARMASIS DI
LABORATORIUM
KLINIK ???
Kampus Lingkungan

Dunia Kerja
Tips
Disiplin, komitmen tinggi
Keluar dari batas nyaman
Mengukur tingkat keberhasilan
dengan memberikan nilai bagi
orang lain
Belajar belajar belajar
Learn Well Work Well Play Well
Take Home Messages
Be yourself
Begin at the end your mind
Make your value
Plan your future from now
Enjoy your life
Be ordinary people with extra ordinary
tasking and skill
Agus Sulaeman
0811 421 5111
Agus.sulaeman@stfb.ac.id
PERHITUNGAN HARGA
POKOK
Biaya yang dikeluarkan utk selesainya
suatu produk/jasa sehingga siap diterima
oleh pelanggan (terdiri atas variable cost &
fixed cost)
HARGA POKOK
Harga Pokok : Biaya operasional perusahaan
yang dikeluarkan untuk selesainya suatu
produk/jasa sehingga siap diterima oleh
pelanggan baik yang langsung maupun tidak
langsung.
HP Langsung : Biaya yang dikeluarkan untuk
proses yang secara langsung menjalankan
proses operasional.
HP Tak Langsung : Biaya yang dikeluarkan
untuk proses operasional yang secara tidak
langsung terlibat dalam proses operasional
Harga Pokok Langsung
Bahan Baku (Reagen, QC, Kalibrator,
substrat, media, larutan pengecatan)
Bahan Pembantu (tabung, jarum, spoit,
kapas alkohol, dll)
Rujukan Intern & Ekstern
Personalia (Analis)
Harga Pokok Tak Langsung
Personalia (SDM pendukung selain analis)
Biaya operasi perusahaan, meliputi listrik,
air, pemeliharaan peralatan, perlengkapan,
penyusutan alat, sewa alat, persediaan
rusak dan selisih nilai persediaan)
Asumsi kontrol include dalam 1 kit

Bila 1 running tes jalan 2 control


Control : N
2 control
Ab

2.500.000 / 100 tes


I HP/tes : 25.000 ( teoritis
PERHITUNGAN HARGA POKOK
ps Perhitungan HP/tes Selisih HP
1 ps {(2 + 1) x 25.000} / 1 75.000
2 ps {4 x 25.000}/2 50.000 25.000
3 ps {5 x 25.000}/3 41.667 8.300
4 ps {6 x 25.000}/4 37.500 4.167
5 ps {7 x 25.000}/5 35.000 2.500
6 ps {8 x 25.000}/6 33.333 1.700
7 ps {9 x 25.000}/7 32.143 1.190
8 ps {10 x 25.000}/8 31.250 893
9 ps {11 x 25.000}/9 30.555 694
10 ps {12 x 25.000}/10 30.000 555

15 ps {17 x 25.000}/15 28.333


16 ps {18 x 25.000}/16 28.125 208

30 ps {32 x 25.000}/30 26.667


31 ps {33 x 25.000}/31 26.613 54
Misal tes & harga 100.000

tes omset HP K% laba %K

1 100.000 75.000 75% 25.000 25 Peningkatan laba %K


2 200.000 100.00 50% 100.000 50 Sangat berarti
30 3.000.000 800.000 26.7% 2.199.990 73.3 Turunnya tdk
31 3.100.000 825.003 26.6% 2.274.997 73.4 bermakna (%k) tetapi
dari segi rupiah tetap
ada penambahan laba
Pembuktian bila kita meningkatkan
omset dgn tes yg Harga Pokoknya
tinggi akan mengakibatkan
peningkatan Harga Pokok
secara total.
(dengan contoh 2)
Ada 2 macam tes; dimana akan dilakukan peningkatan
Omset sebesar Rp 4.000.000.
Bila akan ditingkatkan Ag maka harus menambah 89 psn (1)
Gula maka harus menambah 267 psn (2)

Test Tarif HP/tes Psn Omset HP % HP


Jan
Ag 45.000 16.000 20 900.000 320.000 35.5 %
Gula 15.000 1.500 100 1.500.000 150.000 10 %
2.400.000 470.000 19.6 %
Tes Psn Omset HP % HP
Ag 109 4.905.000 1.635.000 35.5 %
Gula 100 1.500.000 150.000 10 %
6.405.000 1.785.000 27.86 %

Tes Psn Omset HP % HP


Ag 20 900.000 320.000 35.5 %
Gula 367 5.505.000 550.500 10%
6.405.000 870.500 13.6 %
Untuk meningkatkan laba sebaiknya
menaikkan tes tes dengan kontribusi
Harga Pokok rendah
Komponen harga pokok

1. Harga pokok Langsung (HPL)


a. Harga Pokok Langsung Laboratorium (HPLL)
b. Harga Pokok Langsung Non Laboratorium (HPLNL)
* Bahan Baku
* Bahan Pembantu
* Rujukan Intern
* Rujukan Ekstern
* Personalia
Komponen harga pokok
2. Harga Pokok Tak Langsung (HPTL)
a. HPTL Laboratorium
b. HPTL Non Laboratorium
* Personalia
* Operasi Perusahaan
* Listrik
* Perlengkapan
* Pemeliharaan Alat
* Penyusutan Alat
* Sewa Alat
= Harga Pokok Langsung +
Harga Pokok Tak Langsung
A. Utk menurunkan HPL, bisa dilakukan dengan :
1. Efisiensi penggunaan BB 4 lihat matriks %HP
2. Menurunkan Rujukan Ekstern
3. Mengefisienkan personalia (HPL)

B. Utk menurunkan HPTL, bisa dilakukan dengan :


1. Efisiensi Personalia
2. Efisiensi penggunaan listrik
Total % Tes
Pemasaran
A B C
> 100 M7 M8 M9 Z
% HP Total % HP
45 100 M4 M5 M6 Y Pemasaran
Pemasaran
0 - 45 M1 M2 M3 X
0 - 50 50 - 80 80 - 100
% Tes Pemasaran

Dari matriks ini kita bisa melihat tes tes mana yg perlu ditingkatkan
krn mempunyai %HPP yg cukup rendah (< 45%) sehingga akan
mengakibatkan % laba akan meningkat.
Juga utk %HPP yg > 100% perlu juga diefektifkan penggunaannya
dgn menaikkan jumlah tes pasarnya.
LAPORAN EFEKT IFIT AS PEMAKAIAN REAGEN
Bulan :
Parameter : ( tes /kit)
Alat :
Analis :
2 x SMR = tes
Sisa Reagen bulan lalu = tes ( kit)
TOTAL TOTAL SISA TES
TGL PAS BLANK STD CTRL ULANG RUJUK GRATIS P.ENCER LAIN
RUN TES REALITA
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
JML

Jum lah reagen yang dipakai = kit Sis a reagen bulan berjalan = tes ( kit)
Keterangan

Mengetahui,

Kepala Bagian Wakacab Teknis QC/Koord. TQC


Alur Analisa HPP
START

HPP tinggi Kolom Lain-


lain tinggi
T
Tingkatkan
pemasaran atau Jml pasien
Y
sesuaikan JKA sedikit ?
Gagal Kerja Reagen ED

T
Tingkatkan
Human Error
Lihat LER Jml Tes

Workstation
Forecast
Error
Banyak
Pengulangan ?

Bahan STD/ Stabilitas


Workstation Kondisi
CTRL/Reagen Sampel atau
Error Ruangan
tidak stabil/rusak Spesimen

Sarana Pemeliharaan
Rujukan Temperatur
Penyimpanan Alat

Packing atau Pelayanan/ Workstation


Debu
Pengiriman DS Baru
(BCG = BOSTON CONSULTING GROUP)

Tujuan : Mengelompokkan jenis tes berdasarkan % tumbuh


& % kontribusi jumlah tes

+%
high
Question mark Star

50

Dog Cash cow

Low High
0,5 % kontribusi tes
(BCG = BOSTON CONSULTING GROUP)

Kelompok cash cow merupakan tes tes tulang


punggung kita & biasanya merupakan tes tes
rutin
Kelompok star merupakan tes tes yg sedang
naik daun& merupakan andalan utk tahun
tahun yg akan datang
Kelompok dog
Kelompok question mark