Anda di halaman 1dari 6

Arif Ihwanda

121140064
Macam Macam Reaktor Kimia

Reaktor kimia merupakan sebuah alat proses di industri kimia yang berfungsi
mengubah bahan baku menjadi produk melalui reaksi kimia. Reaktor kimia dibedakan
berdasarkan proses, bentuk reaktor, dan keadaan operasinya.

1. Reaktor kimia berdasarkan proses


a. Reaktor batch
Reaktor memiliki pengaduk.
Biasanya untuk reaksi fase cair-cair.
Digunakan dalam kapasitas kecil.
Lebih murah dibanding reaktor alir.
Lebih mudah pengoprasian.
Lebih mudah dikontrol.
Waktu tugggu lama (pengisian
bahan, reaksi, pengeluaran,
pencucian reaktor).

Cara kerja :
Semua reaktan dialirkan kedalam reaktor melalui inlet. Saat dilakukan
reaksi tidak ada aliran masuk dan keluar selama operasi. Setelah dicapai reaksi
yang diinginkan aliran keluar dibuka.

b. Reaktor semi-batch
Reaktor memiliki pengaduk.
Biasanya untuk reaksi fase cair-cair.
Ada reaktan masuk selama operasi.

Cara kerja :
Reaktan dialirkan kedalam reaktor
melalui inlet. Saat dilakukan reaksi tidak ada
aliran keluar reaktor tetapi reaktan masuk tetap dialirkan. Ketika dicapai reaksi
yang diinginkan inlet bisa ditutup untuk memindahkan produk yang terbentuk.
Arif Ihwanda
121140064
c. Reaktor kontinyu
Ada reaktan masuk selama operasi
Ada reaktan keluar selama operasi
Semakin besar ukuran reaktor
waktu tinggal reaktan semakin lama
Semakin lama waktu tinggal
semakin banyak reaktan yang
bereaksi
Semakin banyak reaktan yang
bereaksi maka konversi meningkat.
Sehingga semakin besar ukuran reaktor maka konversi reaksi
meningkat.

Cara kerja :
Reaktan dialirkan kedalam reaktor melalui inlet. Saat dilakukan reaksi
ada aliran masuk dan keluar reaktor. Sehingga aliran yang keluar terdiri dari
reaktan yang tidak bereaksi dan produk.

2. Reaktor kimia berdasarkan bentuknya


a. Reaktor tangki
1. Continous stirred tank reactor (CSTR)/
RATB
Reaktor berupa tangki berpengaduk.
Sering diasumsikan pengadukan
sempura sehingga konsentrasi keluar
sama dengan konsentrasi di dalam
reaktor.
Distribusi suhu merata akibat
pengadukan.
Reaksi fasa cair-cair, tidak efisien untuk fasa gas.
Katalis cair.
Reaktor dapat disusun seri atau paralel.
Steady state/kontinyu.
Arif Ihwanda
121140064
b. Reaktor alir pipa
1. Plug flow reactor (PFR)
Berbentuk selongsong pipa horizontal
Reaksi fase gas
Terjadi reaksi disepanjang pipa
Konversi meningkat disepanjang pipa
Waktu relatif singkat
Steady state

Cara kerja :
Reaktan masuk ke pipa dan terjadi reaksi di sepanjang pipa. Aliran
masuk dan keluar pipa terus mengalir secara kontinyu.

2. Fixed bed reactor


Fixed bed reaktor terdiri dari pipa besar yang didalamnya terdapat
tumpukan-tumpukan katalis.
Reaksi fasa gas.
Katalis padat dan diam.
Beroprasi pada posisi vertikal.
Arif Ihwanda
121140064
Fixed bed reaktor terdiri dari fixed bed multi tube, fixe bed multi bed,
fluidized, trickle bed, reaktor slurry
a. Fixed bed multi tube
o Terdiri dari satu shell
yang didalamnya hanya
terdapat satu bed. Bed
tersebut berupa tube yang
didalamnya berisi katalis.
o Katalis padat dan diam.
o Reaksi fasa gas.
o Adiabatis.

Cara kerja :

Reaktan berupa gas masuk kedalam reaktor lalu berkontak


dengan katalis didalam tube. Disepanjang tube terjadi reaksi.
Panjang tube dan jumlah katalis dirancang sedemikian rupa sesuai
dengan reaksi yang kita inginkan.

b. Fixed bed multi bed


o Terdiri dari satu shell yang didalamnya terdapat banyak bed.
Bed tersebut berupa tube yang didalamnya berisi katalis.
o Katalis padat dan diam.
o Reaksi fasa gas.
o Dilengkapi pemanas/pendingin.
o Adiabatis.

Cara kerja :

Reaktan berupa gas masuk


kedalam reaktor lalu berkontak
dengan katalis didalam tube. Setelah
keluar dari bed pertama lalu
dialirkan ke heat exchanger untuk menjaga kondisi di reaktor. Lalu
masuk ke bed kedua dan seterusnya.
Arif Ihwanda
121140064
3. Fluidized bed reactor
Terdiri dari satu shell yang didalamnya terdapat satu bed. Bed tersebut
berisi katalis.
Katalis padat bergerak akibat
terdorong reaktan gas yang
masuk.
Reaksi fasa gas.
Digunakan untuk umur katalis
yang pendek.
Regenerasi katalis mudah.
Isotermal.

Cara kerja :

Reaktan gas masuk dari bawah, seketika kontak dengan katalis padat
dan katalis akan terangkat. Reaktan yang membentuk produk keluar dari
bawah, sedangkan reaktan gaas yang tidak bereaksi keluar ke atas. Katalis
yang sudah tidak aktif dapat diregenerasi kemabali.

4. Trickle bed reactor


Terdiri dari satu shell yang didalamnya terdapat satu bed. Bed tersebut
berisi katalis.
Katalis padat dan diam.
Reaksi fasa cair-gas.
Dilengkapi pemanas/pendingin.

Cara kerja :

Reaktan gas dan cair masuk dari atas


reaktor dan turun ke bawah kontak dan
membasahi katalis. Di katalis terjadi reaksi
dan membentuk produk. Produk, gas dan cairan
yang tidak bereaksi keluar dari bawah.
Arif Ihwanda
121140064
5. Slurry reactor
Reaktan berupa cairan.
Terkadang reaktan gas perlu
diembunkan di dalam
reaktor.
Katalis berupa padatan.
Reaktan yang bereaksi
dengan katalis padat.

Cara kerja :

Reaktan berupa gas


masuk dan terembunkan
bereaksi dengan katalis padat
membentuk slurry. Reaksi
berlangsung didalam reaktor
dan membentuk produk. Produk
dikeluarkan dengan dipisahkan dahulu antara cairan dan padatan pada slurry.
Reaktan yang tidak terembunkan keluar ke atas.