Anda di halaman 1dari 4

Nama kelompok :

1.
2.
3.
4.

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1


Materi Pokok : Elastisitas dan Hukum Hooke
Bagian Kedua : Susunan pegas seri dan paralel
Alokasi waktu : 70 menit
Tujuan :
1. Peserta didik dapat menyelidiki hubungan gaya dengan pertambahan panjang.

A. Pengamatan
Peserta didik melakukan pengamatan pada slide powerpoint dan kegiatan apersepsi
secara berkelompok. Guru menyampaikan cara menyajikan data praktikum.
B. Bertanya
Menulis 2 pertanyaan yang timbul setelah melakukan pengamatan.
1.

2.

C. Mengumpulkan data/informasi
Mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber untuk menjawab pertanyaan
yang telah dibuat.
1.

2.

D. Menganalisis
a. Alat dan bahan :
1. Statif : 1 buah
2. Pegas : 2 buah
3. Neraca pegas : 2 buah
4. Beban 50 g : 4 buah
5. Mistar : 1 buah
b. Langkah langkah Kegiatan
Kegiatan 1.
Menemukan konsep pertambahan panjang pada pegas yang disusun seri
1. Menamai dua buah pegas yaitu pegas A dan pegas B.
2. Menggantungkan pegas A pada statif, kemudian mengukur panjang awal
pegas A tanpa beban. Menyatakan hasil pengukuran pada tabel sebagai xA1.
3. Menggantungkan beban 100 gram pada ujung pegas A, kemudian menyatakan
hasil pengukuran sebagai xA1.
4. Mengulangi langkah 2 4 untuk pegas B.

[Type the company name] 1


Gambar 1. Percobaan susunan pegas seri

5. Menggabungkan pegas A dan B, sehingga kedua pegas tersebut tersusun seri


seperti pada gambar 1. Kemudian mengukur panjangnya, dan menyatakan
hasilnya sebagai xS1.
6. Menggantungkan beban 100 gram pada pegas yang telah disusun seri,
kemudian mengukur panjangnya. Menyatakan hasil pengukuran sebagai xS1.
7. Menghitung pertambahan panjang untuk setiap pengukuran
(A, , dan ), kemudian menuliskan hasilnya dalam tabel data hasil
pengamatan.
8. Mengulangi langkah 1 7 untuk beban 200 gram.
Tabel 1. Data hasil pengamatan kegiatan 1 Susuna Pegas Seri
Beban (massa 100 gram)
Pegas A xA1 = xA2 = A =
Pegas B xB1 = xB2 = B =
Pegas Seri xS1 = xS2 = S =
Beban (massa 200 gram)
Pegas A xA1 = xA2 = A =
Pegas B xB1 = xB2 = B =
Pegas Seri xS1 = xS2 = S =

Kesimpulan :
A..
Menemukan konsep gaya tarik pada susunan seri pegas
1. Menamai dua buah neraca pegas yaitu neraca pegas A dan neraca pegas B.
2. Menggantungkan neraca pegas A pada statif.
3. Menggantungkan beban 50 gram pada ujung bebas neraca pegas.
4. Mengamati besar gaya tarik F pada neraca pegas A, menyatakan hasil
pengamatan sebagai FA.
5. Mengulangi langkah 3 4 untuk neraca pegas B. menyatakan hasil
pengamatan sebagai FB.
6. Menggabungkan neraca pegas A dan neraca pegas B sehingga neraca tersusun
secara seri.
7. Mengulangi langkah 3 4, menyatakan hasil pengukuran sebagai FS.
8. Mengulangi langkah 2 7 untuk beban 100 gram.
9. Menuliskan data hasil pengamatan pada tabel data hasil pengamatan 2.
Tabel 2. Data hasil pengamatan susunan seri neraca pegas
Beban (m)
50 gram FA = FB = FS =
100 gram FA = FB = FS =

[Type the company name] 2


Kesimpulan :
FA.. FB FS
Kegiatan 2.
Menemukan konsep pertambahan panjang pada pegas yang disusun paralel
1. Menamai dua buah pegas yaitu pegas A dan pegas B.
2. Menggantungkan pegas A pada statif, kemudian mengukur panjang awal
pegas A tanpa beban. Menyatakan hasil pengukuran pada tabel sebagai xA1.
3. Menggantungkan beban 100 gram pada ujung pegas A, kemudian menyatakan
hasil pengukuran sebagai xA1.
4. Mengulangi langkah 2 4 untuk pegas B.

Gambar 2. Percobaan susunan pegas paralel.

5. Menggabungkan pegas A dan B, sehingga kedua pegas tersebut tersusun


paralel seperti pada gambar 2. Kemudian mengukur panjangnya, dan
menyatakan hasilnya sebagai xP1.
6. Menggantungkan beban 100 gram pada pegas yang telah disusun paralel,
kemudian mengukur panjangnya. Menyatakan hasil pengukuran sebagai xP1.
7. Menghitung pertambahan panjang untuk setiap pengukuran
(A, , dan ), kemudian menuliskan hasilnya dalam tabel data hasil
pengamatan.
8. Mengulangi langkah 1 7 untuk beban 200 gram.
Tabel 1. Data hasil pengamatan kegiatan 1 Susuna Pegas Paralel.
Beban (massa 100 gram)
Pegas A xA1 = xA2 = A =
Pegas B xB1 = xB2 = B =
Pegas Paralel xP1 = xP2 = P =
Beban (massa 200 gram)
Pegas A xA1 = xA2 = A =
Pegas B xB1 = xB2 = B =
Pegas Seri xP1 = xP2 = P=

Kesimpulan :
A..

Menemukan konsep gaya tarik pada susunan seri pegas


1. Menamai dua buah neraca pegas yaitu neraca pegas A dan neraca pegas B.
2. Menggantungkan neraca pegas A pada statif.
3. Menggantungkan beban 50 gram pada ujung bebas neraca pegas.
4. Mengamati besar gaya tarik F pada neraca pegas A, menyatakan hasil
pengamatan sebagai FA.
5. Mengulangi langkah 3 4 untuk neraca pegas B. menyatakan hasil
pengamatan sebagai FB.
[Type the company name] 3
6. Menggabungkan neraca pegas A dan neraca pegas B sehingga neraca tersusun
secara paralel.
7. Mengulangi langkah 3 4, menyatakan hasil pengukuran sebagai FP.
8. Mengulangi langkah 2 7 untuk beban 100 gram.
9. Menuliskan data hasil pengamatan pada tabel data hasil pengamatan 2.
Tabel 2. Data hasil pengamatan susunan seri neraca pegas
Beban (m)
50 gram FA = FB = FP =
100 gram FA = FB = FP =
Kesimpulan :
FA.. FB FP
c. Pertanyaan dan diskusi
1. Bagaimana hasil percobaan kalian mengenai pertambahan panjang pegas
seri? Jelaskan!

2. Bagaimana hasil percobaan kalian mengenai gaya tarik F pada susunan


pegas seri? Jelaskan!

3. Bagaimana hasil percobaan kalian mengenai pertambahan panjang pegas


paralel? Jelaskan!

4. Bagaimana hasil percobaan kalian mengenai gaya tarik F pada susunan


pegas paralel? Jelaskan!

E. Menyampaikan hasil
Menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.

[Type the company name] 4