Anda di halaman 1dari 24

Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Pada PCI Geomatica, data citra satelit yang biasanya memiliki format *GeoTiff
(*TIF) bisa langsung dilakukan proses import data, merge, dan reproject dalam satu kali
proses dengan menggunakan modul Geomatica Focus.

.
Gambar 1. Geomatica Toolbar V9.0.0

Import data

Format data pada citra satelit (kali ini mengunakan citra satelit Landsat) asli
adalah GeoTiff (.tif) untuk tiap band (layer) sedangkan untuk proses selanjutnya format
data yang akan digunakan misalnya PCIDSK (.pix) (format data PCI Geomatica), sehingga
perlu dilakukan proses importing untuk merubah format data GeoTiff menjadi PCIDSK.
Format data PCIDSK memiliki satu kelebihan, yaitu satu-satunya format yang dapat
melakukan proses penambahan dan pengurangan layer selain dari original band (yang
dihasilkan dari sensor satelit penginderaan jauh) seperti DEM, NDVI, SAVI, TCT, bahkan
polarisasi dari citra radar (ALOS PALSAR, RADARSAT, LIDAR, dsb) yang bias sangat
membantu dalam proses klasifikasi.

Data Merge / Composite bang / Layer stack

Data merge merupakan proses penggabungan band-band pada citra remote


sensing menjadi satu file, sehingga pada saat proses klasifikasi kombinasi band yang
diinginkan dapat disesuaikan dengan mudah untuk membantu mengidentifikasikan
objek sesuai dengan karakteristik objek yang bersangkutan dengan cara memunculkan
band atau layer yang sensitif terhadap objek tersebut (karena setiap band / layer
memiliki karakteristik masing-masing)

Reproject

Reproject merupakan proses menyamakan sistem proyeksi citra satelit yang


akan digunakan. Sistem proyeksi asli dari citra Landsat (saat di download dari USGS)
Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 1
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

adalah sistem proyeksi Universal Transverse Mercator (UTM) dengan satuan meter.
Sistem koordinat ini kemudian dirubah menjadi sistem koordinat Geography dengan
satuan degree melalui proses reproject.

Ketiga proses di atas dilakukan menggunakan modul Geomatica Focus .

1. Buka Geomatica Focus dengan meng-klik Toolbar Focus pada Geomatica Toolbar
v.9.0.0, maka tampilan window modul Focus akan muncul.
2. Untuk memulai proses Import data, Data Merge, dan Reproject, pada window modul
Focus pilih menu Tools > Data Merge maka akan muncul window Data Merge
Wizard.

Gambar 2. Data Merge Tool

3. Untuk memulai proses Data Merge klik button Browse, masukan satu per satu
semua band yang akan di-merge (band 1, 2, 3, 4, 5, dan 7).
4. Aktifkan keenam band tersebut kemudian klik button next. Pada tahap ini kita sudah
mulai melakukan proses Import dan Reproject.

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 2
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 3. Input layer / band pada data merge

5. Setup Output
Output File : tulis nama file output
dan pilih letak direktori file output,
Output Format : [PIX:PCIDSK].
Geo-referencing Setup : User-
Entered, sistem proyeksi
Geography dengan memilih scroll
bar Long/Lat.
Saat memilih scroll bar Long/Lat,
maka otomatis akan muncul
window Question pilih button
Change Lower Right. Klik button
Earth Model lalu pilih menu
Ellipsoids > E-012 - WGS 84 >
Accept

Gambar 4. Setup Output awal

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 3
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 6. Elipsoids E012 WGS 84

6. Ubah ukuran Pixel Size : Pada bagian Resolution aktifkan User-entered kemudian
ubah ukuran pixel di bagian pixel size isi dengan angka 0.00027 (dalam derajat atau
degree, setara dengan 30m pada resolusi citra Landsat) pada sumbu X dan Y, lalu
Next dan Finish

Gambar 7. Setup output akhir

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 4
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 8. Setup output layer

Gambar 9. Processing layer

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 5
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

ORTHOREKTIFIKASI

1. Buka program PCI Geomatics 9, OrthoEngine.

Gambar 10. OrthoEngine Tools

2. Pilih File > new > akan muncul kotak dialog Project Information
Isikan nama project yang akan dibuat.
Pada kolom Math Modelling Method > Rational Functions > Accept

Gambar 11. Project Information

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 6
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

3. Otomatis akan muncul kotak dialog Set Projection

Output Projection : Long/Lat ,


Ellipsoid E012 - WGS84
Output Pixel Spacing : 0.00027
(30 meter)
Klik GCP Projection Based on
Output Projection > Accept

Gambar 12. Pengaturan Proyeksi

4. Pada Kotak Dialog OrthoEngine Processing Step > Data Input


Open a new and or existing image, maka akan muncul kotak dialog open image
pilih uncorrected image > new image > pilih image yang akan diorthoretifikasi

Gambar 13. Input Image yang akan diorthoretifikasi

5. Pilih kombinasi band yang akan ditampilkan > load and close

Gambar 14. Kombinasi band


Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 7
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 15. Tampilan image yang akan diorthoretifikasi

6. Kembali ke Kotak Dialog OrthoEngine > GCP Collection

Gambar 16. Collect GCPs from geocoded image

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 8
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

7. Muncul kotak dialog GCP Collection

Pilih Load Geocoded Image > cari


image yang sudah terkoreksi (path
row/ lokasi yang sama dengan image
2005 yang sedang diorthoretifikasi).
Pilih kombinasi band untuk image
terkoreksi > load and close.

Select DEM > pilih Layer DEM (layer 7


/ 16 bit).

SELECT

Gambar 17. Dialog koleksi titik kontrol lapang, kombinasi band image acuan, dan layar DEM untuk koreksi.

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 9
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 18. Tampilan Geocoded Image

Gambar 19. Tampilan layar GCP Collection, image yang akan di koreksi radiometri dan image acuannya.

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 10
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

8. Input titik GCP. Setiap memasukkan titik, pilih button dari kedua viewer,
pada GCP Collection pilih Extract Elevation > Accept

Gambar 20. Tampilan titik control lapang / GCP pertama

Gambar 21. Tampilan beberapa titik control lapang / GCP bersama dengan keterangan GCP Collection.

(No. of Calibration = 6), RMS Error lebih kecil lebih baik.


Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 11
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 22. Tampilan seluruh titik control lapang / GCP pada viewer dan GCP Collection beserta nilai RMS
Errornya.

9. Menuju kembali ke Kotak Dialog OrthoEngine > pilih OrthoEngine


Pilih Schedule ortho generation
Pilih di kolom available image, image yang akan diortho , pindahkan ke image
tersebut ke kolom image to process
Pilih directory penyimpanan

Gambar 23. Tahap Ortho Generation

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 12
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

10. Pilih generate ortho > tunggu process.

Gambar 24. Proses Orthoretifikasi selesai

11. Image telah diorthorektifikasi.

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 13
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

KOREKSI ATMOSFER

Citra penginderaan jauh telah digunakan untuk mengembangkan dan


memvalidasi berbagai penelitian tentang dinamika tutupan lahan seperti model karbon
global, siklus biogeokimia, pemodelan hidrologi, dan pemodelan dampak dari suatu
ekosistem. Namun, sebagian besar citra satelit yang dikumpulkan oleh satelit itu sendiri
sebagian besar terkontaminasi oleh efek partikel atmosfer melalui penyerapan dan
hamburan dari radiasi dari permukaan bumi. Tujuan dari koreksi atmosfer adalah untuk
mengambil angka reflektansi permukaan (yang menjadi ciri khas sifat permukaan) dari
citra penginderaan jauh dengan menghapus efek atmosfer. Koreksi atmosfer telah
terbukti secara signifikan meningkatkan keakuratan klasifikasi gambar.

Koreksi atmosfer dan topografi untuk Citra Satelit (ATCOR) adalah metode yang
digunakan untuk mengurangi dan pencahayaan efek atmosfer pada data remote sensing
untuk mengambil parameter fisik dari bumi permukaan seperti kondisi atmosfer
(emisivitas, temperatur), dan atmosfer sinar panas dan fungsi transmitansi untuk
mensimulasikan sifat sederhana dari sebuah penampkan kondisi 3D.

Tujuan dari metode ini penting untuk analisis citra lebih lanjut sesuai dengan
kegunaannya dalam rangka terutama untuk mereduksi pengaruh bentuk permukaan
bumi (flat areas or areas with rugged terrain), atmosfer dan cahaya matahari.

Gambar 25. Contoh Citra sebelum dan setelah koreksi atmosfer (Sumber : http://www.rese.ch)

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 14
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

ATCOR 2 - Koreksi Terrain Flat

Gambar 26. Sketsa skematis komponen radiasi untuk daerah datar (Sumber : http://www.rese.ch)

ATCOR 3 - Dataran Pegunungan / Berbukit

Gambar 27. Sketsa skematis komponen radiasi untuk medan kasar (Sumber : http://www.rese.ch)

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 15
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

ATCOR3 adalah software koreksi atmosfer dan penghapus awan cirus yang
digunakan untuk mengoreksi perubahan reflektansi spektral benda-benda di permukaan
bumi. ATCOR3 mencakup semua kemampuan ATCOR2 dan dapat diintegrasikan dengan
DEM untuk koreksi atmosfer citra yang menggambarkan medan kasar / bertopografi
tinggi .

Beberapa Fiturnya yaitu :

Menghasilkan citra satelit yang tajam dan lebih jelas.

Kurangi efek bayangan di medan pegunungan.

Dalam tulisan ini, akan dibahas langkah-langkah menggunakan metode ATCOR2


yang terdapat di dalam modul PCI Geomatica. Untuk dapat melakukan hal tersebut,
diperlukan beberapa informasi mengenai citra satelit yang akan dikoreksi, yaitu:

1. Tanggal perekaman citra satelit / akuisisi


2. Kondisi atmosfer (atmospheric definition) pada lokasi perekaman citra satelit
(biasanya berupa tipe iklim setempat, tropis, daerah 4 musim, dsb)
3. Data kalibrasi (calibration file) untuk sensor yang digunakan dalam perekaman
data citra satelit
4. Posisi matahari pada saat perekaman citra satelit yang ditunjukkan dengan
parameter sun elevation, solar zenith dan sun azimuth (terdapat di metadata)

Langkah langkah melakukan koreksi atmosfer dengan menggunakan PCI Geomatica


a. Membangun model dan Input / import data

1. Aktifkan PCI Modeler melalui Start Menu > PCI Geomatica > Modeler
2. Pilih tool Module Librarian

Gambar 28. Tampilan Modeler PCI Geomatics

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 16
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Gambar 29. Dialog Module Librarian

3. Pilih Find what > cari algoritma/ modul IMPORT untuk memasukkan data yang
akan menjadi bahan dalam proses koreksi atmosfer.
4. Add to canvas > klik pada layar Modeler, maka secara otomatis algoritma /
modul tersebut akan menempel di layar itu.
5. Lakukan hal serupa untuk algoritma/ modul CLIP, TYPESPLI, MERGE (pipe), dan
EXPORT, serta satu Algoritma IMPORT lagi untuk input layer topografi (DEM).

Gambar 29. Modul /algorithma yang digunakan dalam proses koreksi atmosfer

ATCOR2 : mengkoreksi atmosfer


CLIP : memotong layer DEM
TYPESPLY : memisahkan layer
MERGE (pipe) : mengubungkan modul-modul lewat pipa (pipes)
EXPORT : hasil dari proses koreksi atmosfer

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 17
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

6. Pada PCI Modeler proses yang akan dilakukan disebut modules, sedangkan
penghubung antar proses disebut pipa (pipes). Terdapat dua module (dari
IMPORT) yang dihubungkan dalam model tersebut. Module tersebut adalah
koreksi atmosferik dan integrasi digital elevation model.

IMPORT
Citra
pipes

IMPORT
DEM

Gambar 30. Contoh pipa penghubung antar modul

7. Modul yang dipergunakan untuk memanggil data yang akan diolah disebut
modul IMPORT. Modul IMPORT pertama digunakan untuk memanggil data citra
satelit yang akan dikoreksi, sedangkan modul IMPORT kedua dipergunakan
untuk memanggil data digital elevation model.
8. Klik dua kali modul IMPORT / klik kanan IMPORT > Open MCP. Jendela IMPORT
Module control panel akan terbuka.

Gambar 31. IMPORT MCP

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 18
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

9. Klik tombol Browse dan pilih data citra satelit yang akan dikoreksi. Pada contoh
diatas, data yang dipergunakan adalah data citra Landsat ETM-7 dengan nama
file p124r064_7t20000405.pix. Aktifkan semua layer yang dibutuhkan dalam
kolom Available Layer. Terdapat dua kelompok layer yang dipergunakan, yaitu
layer Georeferencing dan layer Rasters. Georeferencing menyimpan informasi
georeferensi berupa sistem koordinat, proyeksi, resolusi dan lain-lain. Sedangkan
layer Rasters adalah saluran pada citra satelit yang akan dikoreksi.
10. Module IMPORT yang kedua diisi dengan data Digital Elevation Model (DEM)
yang akan dipergunakan dalam proses ini.

b. Pegaturan modul ATCOR2

Langkah selanjutnya dalam proses koreksi atmosfer adalah pengaturan modul


ATCOR2. Perlu disiapkan terlebih dahulu informasi-informasi pendukung sebelum
melakukan langkah ini (metadata, standar kalibrasi, dan kondisi iklim daerah setempat).
Langkah parameterisasi modul ATCOR adalah sebagai berikut:

1. Open ATCOR2 MCP. Jendela ATCOR2 Module Control Panel seperti pada
gambar dibawah ini.

Gambar 32. ATCOR2 MCP

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 19
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

2. Parameter pertama yang harus didefinisikan adalah parameter Atmospheric


Definition. Notasi yang digunakan pada parameter ini adalah <lokasi
perekaman>_<kondisi atmosfer>.

Gambar 33. Contoh kode kondisi atmosfir (Sumber PCI Geomatica Help)

3. Contoh penggunaan notasi Atmospheric definition misalnya: rura_dr . Notasi ini


berarti lokasi perekaman satelit adalah daerah rural (bukan daerah perkotaan)
dan kondisi atmosfer pada saat perekaman adalah dry (kering). Koreksi atmosfer
untuk citra Landsat yang direkam di Indonesia akan menggunakan parameter rura_tr
(tropical).
4. Parameter yang harus didefinisikan selanjutnya adalah Calibration file.
Calibration file adalah model matematis yang akan digunakan untuk menghitung
nilai radiasi yang diterima oleh sensor. Pemilihan model matematis untuk
kalibrasi dilakukan berdasarkan jenis sensor yang akan dikoreksi. Calibration file
telah disediakan oleh PCI Geomatica, dan dapat di-load dari directory
C:\Geomatica_V90\atcor\cal. (Lokasi ini tergantung pada lokasi instalasi
perangkat lunak PCI Geomatica).

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 20
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Sebagai contoh, calibration file untuk Landsat Thematic Mapper (TM) adalah
C:\Geomatica_V90\atcor\cal\landsat4_5\tm_standard.cal. Data kalibrasi untuk
masing-masing sensor dapat ditampilkan dengan menggunakan text editor
sederhana seperti Notepad/Wordpad. Contoh tampilan calibration file untuk
Landat ETM ditujukan pada gambar di bawah ini.

Gambar 34. Standar kalibrasi pada Landsat ETM-7

5. Parameter yang harus di definisikan selanjutnya adalah Sensor type. Parameter


ini menentukan jenis sensor yang akan dikalibrasi.
6. Selanjutnya tuliskan saluran yang terdapat apda data pada kolom Input Satellite
Bands. Notasi yang digunakan untuk landsat adalah : 1,2,3,4,5,7. Pastikan untuk
menggunakan tanda koma dalam memisahkan saluran yang akan dikalibrasi.
7. Pada kolom selanjutnya, tuliskan saluran yang akan di sertakan dalam proses
koreksi atmosfer pada kolom Satellite bands to be corrected. Notasi yang
digunakan sama dengan kolom Input Satellite Bands.
8. Parameter yang harus didefinisikan berikutnya adalah Solar Zenith Angle. Solar
zenith angle adalah sudut maya yang dibentuk oleh posisi matahari dari titik
pandang di permukaan bumi terhadap titik nadir (zenith). Solar zenith dan solar
azimuth adalah dua parameter utama yang menentukan posisi matahari pada

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 21
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

saat perekaman citra satelit dilakukan. Solar azimuth adalah posisi matahari
dihitung secara mendatar dari sumbu utara bumi.
Parameter solar azimuth dapat ditemukan pada data pendukung / metadata
(header file/file utama) citra Landsat. Sedangkan solar zenith tidak dicantumkan
secara eksplisit pada header file Landsat. Data yang dicantumkan adalah
parameter sun elevation yang merupakan sudut maya yang dibentuk titik
pandang terhadap matahari dan garis mendatar permukaan bumi. Dalam hal ini
solar zenith dan sun elevation bersama-sama membentuk sudut siku-siku antara
titik nadir dan permukaan bumi. Sehingga solar zenith = 90d-sun elevation.

Gambar 35. Sun Elevation (Sumber :http://www.nasa.gov/)

9. Selanjutnya pada kolom Date of the scene masukkan tanggal perekaman citra
satelit dengan notasi <tanggal, bulan, tahun>. Misalkan sebuah citra satelit
direkam pada tanggal 1 Mei 1988, maka notasi yang digunakan adalah
01,05,1989.
10. Klik tombol Accept untuk menyimpan parameterisasi koreksi atmosfer.

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 22
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

c. CLIP dan TYPESPLIT

Untuk CLIP, Input Parameter > Select a file

Gambar 36. CLIP MCP

Sedangkan untuk modul TYPESPLIT > chek list type Raster.

d. Esekusi Model

Sebelum melakukan esekusi / Run model yang kita buat, koneksikan semua
modul seperti gambar dibawah ini, serta isi terlebih dahulu modul EXPORT sesuai
dengan lokasi / direktori penyimpanan data dan tipe filenya.

Gambar 36. Running Process dari koreksi atmosfer


Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 23
Pre Processing Data dengan menggunakan PCI Geomatica

Pustaka :

PCI Geomatica desktop help

http://www.nasa.gov/

http://www.rese.ch

Arif Prasetyo
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor
arifprasetyo98@yahoo.com Page 24