Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

CRITICAL JOURNAL REPORT


IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE (TPS) UNTUK
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMA NEGERI 10
BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 PADA MATERI BARISAN DAN DERET

Mata Kuliah : Kapita Selekta Matematika I


Dosen Pengampu : Pardomuan NJM SINAMBELA S.Pd M.Pd

Disusun Oleh

NAMA : RIZA HANINA

NIM : 4151111082

KELAS : DIK-D 2015

JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2017
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.............................................................................. i

DAFTAR ISI .............................................................................................. 2

BAB I HASIL REVIEW

I.1 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Pendahuluan Jurnal. 3


I.2 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Kajian Pustaka Jurnal...4
I.3 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Metode Penelitian Jurnal..4
I.4 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Hasil Penelitian Jurnal..4-5
1.5 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Kesimpulan Jurnal...5
I.6 Pendapat (paparan C8)..6-7
I.6.1 Kesesuaian/kecocokan metode dan instrumen penelitian yang
digunakan dalam jurnal dengan masalah/tujuan penelitian.
I.6.2 Kesesuaian/kecocokan hasil penelitian/diskusi penelitian dan
kesimpulan yang diperoleh dalam jurnal dengan masalah/tujuan penelitian.
I.6.3 Apakah ada masalah/tujuan penelitian yang masih belum terjawab ?
I.6.4 Dimanakah kelemahan dari jurnal tersebut ?
I.6.5 Apakah anda memiliki ide lain untuk memecahkan masalah yang sama

BAB II KESIMPULAN
LAMPIRAN

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 2


BAB I

HASIL REVIEW

1.1 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Pendahuluan Jurnal

Penelitian tersebut dilatar belakangi oleh adanya keprihatinan terhadap tingkat kemampuan
pelajar khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Atas(SMA) sebagai generasi milenium yang akan
membangun negeri ini kedepannya .Keprihatinan tersebut dapat dilihat dari kurangnya keaktifan siswa
dalam proses belajar- mengajar di antaranya yaitu, kurangnya perhatian siswa terhadap penjelasan guru di
depan kelas, hanya siswa yang tergolong pandai saja yang berani bertanya dan mengeluarkan pendapat,
dan kebanyakan siswa kurang bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh guru kepadanya,
sehingga sering mencontek pekerjaan temannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, baik itu dari
siswa maupun dari guru itu sendiri. Faktor penyebab dari siswa seperti malas, kurangnya motivasi untuk
belajar, suasana belajar yang tidak mendukung, dll. Sedangkan faktor penyebab dari guru adalah kurang
efektifnya model pembelajaran yang dipilih, yang lebih cenderung menggunakan model pembelajaran
langsung, sehingga yang lebih aktif adalah gurunya daripada siswanya.Fokus pembicaraan pada jurnal
penelitian ini adalah pada mata pelajaran Matematika,dimana matematika itu sendiri merupakan ilmu
yang dapat membantu para generasi berfikir secara kritis,sistematis dan berkembang dalam membangun
negeri ini kedepannya.Akan tetapi seiring berkembangnya paradigma pembelajaran atau sering kita sebut
dengan kurikulum membuat guru menjadi bingung langkah apa yang akan diambilnya untuk membuat
siswa-siswi nya mengerti dan memahami metode pengajaran yang dikuasainya.Sementara tuntutan
pemerintah sendiri memaksa untuk guru-guru menggunakan metode pengajaran yang baru untuk
diterapkan dikelas.Tentu ,inilah yang menyebabkan para guru-guru khususnya Matematika tidak begitu
faham mengenai teori dan praktek model-model pembelajaran baru yang mengikuti perkembangan
kurikulum tersebut.Akibatnya,kembali ke siswa-siswi yang juga tidak sepenuhnya berhasil menerima
ilmu matematika secara baik dan efisien.Maka dari itu,dilakukan penelitian ini untuk mengatasi kegalauan
dari para guru dan siswa adapun judul jurnal penelitian ini adalah Implementasi Model Pembelajaran
Think-Pair-Share (Tps) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Barisan
Dan Deret .Tujuan utama dari penelitian adalah untuk memperbaiki model pembelajaran Matematika
yang kurang efisien menjadi efisien dan untuk menciptakan kondisi belajar yang kondusif dan siswa yang
aktif, kritis serta kreatif telah memunculkan model-model, strategi-strategi, metode-metode ataupun
pendekatan-pendekatan yang baru. Salah satunya adalah Think Pair Share (TPS) yang diharapkan dapat
digunakan oleh guru Matematika kedepannya.

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 3


1.2 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Kajian Pustaka Jurnal

Menurut Depdiknas secara ringkas Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari
perkembangan teknologi modern dan sarana komunikasi sains untuk melatih berfikir logis, kritis,
kreatif dan inovatif. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di Sekolah Menengah Atas (SMA)
untuk membekali siswa agar siswa mampu bertahan dan berkembang mengikuti keadaan yang selalu
berubah seiring dengan perkembangan Globalisasi saat ini. Selain itu,Matematika juga berfungsi untuk
mengembangkan kemampuan nalar siswa sebagai alat pemecahan masalah melalui pola pikir dan model
matematika, serta sebagai alat komunikasi melalui simbol, tabel, grafik,dan diagram dalam menjelaskan
suatu gagasan. Pembelajaran matematika akan berhasil apabila guru menguasai strategi mengajar
khususnya model pembelajaran untuk itu maka seorang guru dituntut untuk mengadakan inovasi dan
berkreasi dalam melaksanakan pembelajaran sehingga hasil belajar siswa memuaskan. TPS adalah suatu
strategi yang dikembangkan pertama kali oleh Professor Frank Lyman di Universitas Meryland pada
tahun 1981. TPS memiliki prosedur yang ditetapkan untuk memberi waktu yang lebih banyak kepada
siswa dalam berpikir,menjawab, dan saling membantu satu sama lain (Huda, 2013: 206). Tahapan yang
dilakukan dalam menggunakan TPS pada pembelajaran menurut Raymon (2012) adalah sebagai berikut:
(1) Thinking (berpikir), (2) Pairing (berpasangan) dan (3) Sharing (berbagi).Kemudian ,untuk lebih
jelasnya akan dikembangkan pada bagian Metode Penelitian.

1.3 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Metode Penelitian Jurnal


Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian Langsung.Dimana ,penelitian
nya dilakukan secara langsung oleh si peneliti secara sistematis dan terencana. Peneliti bertindak sebagai
instrumen utama,karena peneliti sendiri yang merencanakan,merancang, melaksanakan, mengumpulkan
data, dan menganalisis data, menyimpulkan .serta melaporkan hasilnya. Penelitian ini dilakukan dalam
dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan (plan), pelaksanaan (action),pengamatan (observe
),dan refleksi (reflect). Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, tes dan
wawancara.Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 10 Banjarmasin tahun
pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 32 siswa.

1.4 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Hasil Penelitian Jurnal

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data mengenai aktivitas selama pembelajaran
berlangsung dan hasil belajar siswa kelas XII IPA 1 pada materi Barisan dan Deret. Data yang diperoleh
adalah dari skor akhir siklus. Data aktivitas siswa diperoleh dengan menggunakan lembar observasi. Hasil
analisis data aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 85% dengan kategori baik dan pada siklus II

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 4


sebesar 98% dengan kategori sangat baik. Data hasil belajar siswa diperoleh dari hasil tes akhir pada
setiap siklus. Hasil tes siklus I menunjukkan bahwa tes hasil belajar siswa diperoleh data 16 siswa dari 32
siswa atau sekitar 50% yang mencapai kriteria ketuntasan minimal nilai 77 dengan nilai rata-rata siswa
64,41. Nilai tes hasil belajar pada siklus I belum memenuhi ketuntasan minimal .Tahapan siklus II sama
dengan tahapan siklus I namun pada siklus II harus dilakukan upaya-upaya perbaikan terhadap kendala-
kendala yang ditemukan pada siklus I. Hasil tes pada siklus II diperoleh rata-rata nilai hasil belajar
sebesar 81,10 dengan persentase sebesar 81,25% memperoleh nilai minimal 77. Pada siklus II terjadi
peningkatan sebesar 13% terhadap aktivitas pembelajaran siswa di kelas. Hasil belajar siswa juga
mengalami peningkatan, baik nilai rata-rata tes hasil belajar maupun banyak siswa yang telah mencapai
KKM .
Selanjutnya, Perkembangan Hasil Observasi pada Siklus I dan Siklus II dapat dijelaskan lebih rinci
melalui tabel berikut :
Jenis Aktivitas SIKLUS I SIKLUS II Peningkatan
Aktivitas 85 % 98 % 13%
Pembelajaran
Siswa

Kemudian,dapat pula digambarkan Peningkatan Hasil Belajar siswa dengan model pembelajaran
kooperatif tipe TPS (Think Pair Share) melalui tabel dibawah ini :
Uraian Siklus I Siklus II Peningkatan
Rata-rata nilai hasil 64,41 81,10 16,69
belajar siswa
Persentase ketuntasan 50,00% 81,25% 31,25%

1.5 Ringkasan/Kajian Inti Sari Bab Kesimpulan Jurnal

Berdasarkan hasil dari penelitian maka diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu model pembelajaran
kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XII IPA 1 tahun pelajaran 2015/2016 pada
materi Barisan dan Deret. Dengan demikian,guru dapat menggunakan model pembelajaran Think Pair
Share sebagai alternatif dalam pembelajaran matematika di kelas karena langkah-langkah
pembelajarannya sederhana dan mudah untuk menerapkannya.

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 5


1.6 Pendapat (paparan C8)

1.6.1 Kesesuaian/kecocokan metode dan instrumen penelitian yang digunakan dalam


jurnal dengan masalah/tujuan penelitian.

Menurut saya,metode dengan instrumen sejalan dan terkoneksi dengan masalah/tujuan yang
diangkat pada jurnal penelitian tersebut.Karena,peneliti melakukan metode secara langsung terjun
ke dalam serangkaian kegiatan penelitian dari awal sampai akhir penelitian hingga peneliti
tersebut menemukan jawaban yang tepat bahwa metode yang disarankan nya sangat baik untuk
digunakan oleh guru-guru khususnya pada pelajaran matematika.

1.6.2 Kesesuaian/kecocokan hasil penelitian/diskusi penelitian dan kesimpulan yang


diperoleh dalam jurnal dengan masalah/tujuan penelitian.

Menurut saya,antara hasil penelitian dengan kesimpulan sangat sinkron dan tidak terdapat sama
sekali ke rancuan terhadap apa yang disimpulkan dengan hasil yang diperoleh dari penelitian
yang dilakukan oleh si peneliti.Karena pada tahap Siklus I dan Siklus II memang terdapat hasil
yang memuaskan terhadap kemampuan siswa dengan menggunakan metode TPS yang
ditawarkan si peneliti dapat dilihat pada tabel yang sudah di sediakan pada hasil
penelitian.Sehingga tidak ada unsur kepalsuan atau si peneliti mengarang pada bagian
kesimpulannya agar terlihat sempurna tetapi memang benar ada nya bahwa penelitiannya berhasil
dan peneliti tersebut meyakini bahwa metode yang ditawarkan nya sangat baik untuk digunakan
oleh para guru Matematika kedepannya.

1.6.3 Apakah ada masalah/tujuan penelitian yang masih belum terjawab?

Menurut pendapat saya,pada jurnal penelitian tersebut memang tidak dituliskan secara detail apa
rumusan masalah yang melandasi peneliti melakukan penelitian namun saya dapat menafsirkan
bahwa masalah yang diangkat beriringan dengan tujuan si peneliti dalam melakukan penelitian ini
dan saya menganggap bahwa semua pertanyaan-pertanyaan dan kebingungan tersebut sudah
terjawab dapat dibuktikan dari hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh dengan sangat baik
juga melalui proses-proses atau tahapan-tahapan penelitian yang sistematis atau terurut yang
dapat mendukung peneliti dalam menjawab semua yang menjadi permasalahan dan tujuan utama
peneliti dalam melakukan penelitian ini.

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 6


1.6.4 Dimanakah kelemahan dari jurnal tersebut?

Seperti manusia pada umumnya,penelitian tersebut juga selain memiliki kelebihan yang sudah
saya terangkan diatas masih memiliki beberapa kekurangan.Diantaranya peneliti tidak
menyebutkan secara jelas metode penelitian apa yang digunakannya dalam penelitian
tersebut.Hal itu membuat saya terdorong untuk berusaha mencari tahu apa jenis metode penelitian
yang digunakannya.Kemudian ,tidak dijelaskan bentuk persoalan yang diangkat seperti apa
mengenai materi Barisan dan Deret sehingga berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa dalam
mempelajari Matematika.Selain itu,menurut saya struktur dari jurnal nya tidak terurut seperti
tidak ada rumusan masalahnya dan kajian teoritis yang jelas sehingga saya sendiri yang seperti
menebak-nebak apa yang menjadi rumusan masalah dan kajian teoritis nya untuk saya tuangkan
ke dalam tugas Critical Jurnal Review ini.Seharusnya peneliti dalam menyusun format jurnal
harus memenuhi struktur jurnal yang baik itu seperti apa.Kemudian untuk semua proses-proses
penelitian nya menurut saya tidak ada yang perlu ditanggapi dan dicari-cari kekurangannya
karena memang sudah sangat baik dan akurat.Saya sangat suka dengan proses penelitian nya dan
saya ingin menerapkan metode ini jika saya sudah menjadi guru Matematika nanti.

1.6.5 Apakah anda memiliki ide lain untuk memecahkan masalah yang sama

Masalah dalam penelitian ini adalah berfokus ke guru Matematika nya padahal tidak semua nya
guru itu sama kemampuan nya dalam mengajar.Maka dari itu,saya ingin menyampaikan ide saya
yaitu saya ingin mengadakan suatu pelatihan bagi guru-guru khususnya Matematika dalam
mengajar dan mengembangkan kemampuan ilmu yang ada pada dirinya.Karena kebanyakan guru
sekarang banyak yang berilmu atau pintar dalam menguasai matematika namun tidak bisa
menyampaikan ilmu nya atau dengan kata lain kemampuan mengajar nya sangat minim.Maka
dari itu,sebaiknya pemerintah juga harus melakukan program pelatihan-pelatihan yang rutin
untuk para guru seperti pegawai-pegawai bank dimana mereka selalu melakukan pelatihan-
pelatihan agar kinerja nya lebih maksimal.Seperti juga para guru di Indonesia ini harus lebih
banyak dilatih lagi kemampuan mengajar nya dalam menyampaikan materi di kelas sehingga
siswa-siswi secara transparan menerima ilmu dari guru nya tentu hal ini dapat membuat
pendidikan di Indonesia semakin baik kedepannya dengan mencetak ribuan generasi penerus
bangsa yang selalu berfikir logis,kritis dan memiliki integritas yang tinggi untuk memperbaiki
Negara Indonesia kita tercinta ini kedepannya.

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 7


BAB II
KESIMPULAN

TPS(Think Pair Share) adalah salah satu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa dan
guru dalam melakukan kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas khususnya pada mata pelajaran
Matematika.Karena berdasarkan penelitian yang dilakukan telah diperoleh hasil yang sangat baik dalam
aktivitas belajar siswa di kelas . TPS juga dapat mengoptimalisasikan partisipasi siswa terhadap proses
pembelajaran dikelas. Siswa diberikan kesempatan untuk bekerja sendiri serta bekerja sama dengan siswa
lain dan siswa diberikan beberapa waktu untuk berfikir terhadap suatu masalah yang diberikan berkaitan
dengan penelitian ini yaitu pada salah satu materi pelajaran matematika Barisan dan Deret .
Selanjutnya,siswa memberikan.jawaban yang juga telah dipikirkan didiskusikan. Siswa akan lebih berani
mengambil resiko dan mengemukakan jawabannya di depan kelas karena mereka telah mencoba
dengan teman sekelompoknya. Proses pelaksanaan TPS juga akan membatasi munculnya aktivitas siswa
yang tidak relevan dengan pembelajaran matematika.Jadi,peran guru disini hanya lah sebagai
pembimbing dan pemantau sisw-siswi dalam proses pembelajaran di kelas serta menjadi fasilitator untuk
menyediakan materi dan pembahasan yang akan didiskusikan didalam kelas. Dengan adanya metode
pembelajaran ini,siswa yang tadinya pasif dapat menjadi aktif dalam mengikuti proses pembelajaran
Matematika serta siswa tidak lagi menganggap Matematika itu sulit dan bosan sekali dalam
mempelajarinya.Metode ini pun sangat baik di terapkan oleh guru-guru di sekolah tidak hanya
Matematika tetapi guru bidang study lainnya untuk memperbaiki metode-metode lama yang kurang
efisien dalam meningkatkan kemampuan siswa .Kerja sama antara guru dengan siswa sangat harus dijaga
dalam menerapkan metode pembelajaran TPS ini karena tidak mungkin berlangsung maksimal proses
pembelajaran jika tidak ada peran guru dan siswa dalam proses pembelajaran itu .Untuk itu guru juga
harus berusaha untuk membuat situasi kelas menjadi kondusif ,nyaman dan menyenangkan agar proses
pembelajaran lebih berhasil secara maksimal.

[Riza Hanina] | Critical Journal Report 8