Anda di halaman 1dari 6

1.

Pengertian Chiller

Chiller adalah mesin pendingin yang digunakan untuk mendinginkan


air sebagai media pendingin (penukar panas). Chiller menghilangkan panas
dari cairan melalui kompresi-uap atau siklus refrigerasi absorpsi. Cairan ini
kemudian dapat diedarkan melalui penukar panas untuk mendinginkan udara
atau peralatan yang diperlukan.Chiller juga dapat dikategorikan sebagai
mesin pendingin pilihan untuk mengkondisikan fasilitas industri dan fasilitas
umum. Chiller terdiri dari beberapa instrumen yang terintegrasi menjadi satu,
yaitu: compressor, condensor, katup ekspansi dan evaporator.

Untuk mendistribusikan air dingin hasil produksi chiller digunakan


pompa-pompa distribusi. Pompa-pompa distribusi berfungsi untuk
mendistribusikan air pendingin dengan temperatur 6 - 7 0C ke beban-beban
pendingin, yaitu cooling coil pada Air handling unit , evaporasi, insenerasi
dan cooling tower. Fungsi chiller sendiri umumnya digunakan untuk
menurunkan suhu semua jenis peralatan dan proses seperti untuk mesin
injeksi, peralatan pengelasan, kilang minyak, stasiun pembangkit listrik,
pabrik kimia dan pabrik makanan dan minuman. Bahkan hanya untuk
mendinginkan air minum ke tingkat yang diinginkan.

2. Cara Kerja Chiller

Prinsip kerja dari chiller adalah siklus refrigerasi dimana refrigerant


didalam kompresor dikompresikan kemudian dialirkan ke kondensor,
refrigerant yang mengalir ke kondensor mempunyai tekanan dan temperatur
tinggi, dikonsensor refrigerant yang bertemperatur tinggi didinginkan oleh
udara sekitar oleh fan (kipas) kondensor,sehingga terjadi perubahan fase dari
uap menjadi cair, kemudian refrigerant mengalir menuju pipa kapiler dan
terjadi penurunan tekanan, dan setelah keluar dari pipa kapiler,refrigeran
masuk kedalam evaporator.
Dalam evaporator refrigeran mulai menguap, hal ini disebabkan
terjadinya penurunan tekanan yang mengakibatkan titik didih refrigern
menjadi lebih rendah. Didalam evaporator terjadi fase perubahan refrigeran
dari cair menjadi uap,dan terjadi perpindahan kalor yang bersuhu
rendah,dimana air didinginkan oleh refrigeran. Didalam evaporator air
sebagai bahan pendingin sekunder yang telah didinginkan sampai temperatur
tertentu kemudian dialirkan oleh sebuah pompa menuju koil-koil pendingin
dalam ruangan,dan air akan bersirkulasi terus menerus selama sistem
pendingin bekerja.

3. Jenis-Jenis Chiller

3.1. Air Cooler

Mesin refrigerasi dengan pendinginan udara (air cooled chiller), pada


prinsipnya hampir sama dengan split duct AC, tetapi dalam ukuran besar. Unit
mesin ini pada umumnya berada diatas atap beton dari sebuah bangunan.
Komponen utama dari 1 unit ACC adalah 2 kompresor atau lebih, dengan
katup ekspansi dan evaporator berada dalam unit utama, termasuk
kondensornya.

Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap


tingkat melalui alat pengatur udara (air handling unit) atau disingkat AHU.
Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara dingin, yang diperoleh
dari hembusan melalui pipa-pipa aliran air dingin unit utama diatas,
keruangan yang akan dikondisikan. Udara dingin yang masuk kedalam
ruangan dari AHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap ruangan, Atau
kadang-kadang dengan pipa-pipa langsung keruangan melalui alat kipas koil
(Fan coil unit) atau disingkat FCU.

Dalam desain gedung, bila menggunakan air cooled chiller perlu


diperhatikan lokasi dan luas atap beton untuk penempatan unit-unit
chillernya. Yang sering kurang diperhatikan dalam desain atap untuk air
cooled chiller adalah akses untuk pemeliharaan unit tersebut. Ada kalanya
terjadi perubahan desain dari water cooled chiller ke air cooled chiller, karena
terutama masalah waktu instalasi ataupun keadaan air setempat. Tetapi
perubahan seperti itu pada akhirnya berakibat fatal terhadap konstruksi air
cooled chiller tersebut yang mengambil ruang (space) apa adanya.

3.2. Water Cooled Chiller

Mesin refrigerasi dengan pendinginan air (water cooled chiller), pada


prinsipnya hampir sama dengan Mesin refrigerasi pendinginan udara (air
cooled chiller) dalam distribusi udara dinginmelalui AHU atau FCU.
Perbedaan utamanya adalah pendinginan refrigerannya, bukan dengan udara,
tetapi dengan air, dimana airnya didinginkan melalui menara air atau cooling
tower. Mesin refrigerasi dengan pendinginan air, pada umumnya ditempatkan
dalam lantai bawah (basement) suatu bangunan. Dalam desain yang perlu
diperhatikan adalah ventilasi keruangan chiller harus dihitung dengan baik,
agar ruangan tersebut layak bagi pekerjanya.

Sama halnya dengan Mesin refrigerasi pedinginan udara, refrigeran dari


kompresor ditekan melalui katup ekspansi masuk berembun dalam alat
evaporator. Evaporator mendinginkan air dan air dingin disirkulasi kesetiap
tingkat melalui alat pengatur udara (air handling unit) atau disingkat AHU.
Dari AHU dengan blower besar menyalurkan udara dingin, yang diperoleh
dari hembusan melalui pipa-pipa aliran air dingin unit utama diatas,
keruangan yang akan dikondisikan. Udara dingin yang masuk kedalam
ruangan dari AHU ini diatur dengan diffuser yang ada disetiap ruangan atau
terkadang dengan pipa-pipa langsung keruangan melalui alat kipas koil (Fan
coil unit) atau disingkat FCU.
3.3 Absorption Chiller.

Salah satu cara tertua untuk melakukan pendinginan suatu ruangan


secara mekanisadalah teknologi absorbsi (absorption technology). Kelihatan
tak masuk akal denganmembakar sesuatu untuk menghasilkan pendinginan,
tetapi hal itu yang terjadi dalam suatuchiller absorpsi. Teknologi absorbsi ini
sebenarnya mudah pengoperasiannya maupunpemeliharaannya, tetapi pada
masa kini teknologi ini mulai hampir tidak digunakan karenatidak fleksibel
penggunaannya.

Refrigeran yang digunakan oleh chiller jenis ini adalah air, karena
perubahan fase yang terjadi dan yang memberi dampak pendinginanadalah
melalui media air. Fluide kedua yang mengatur proses ini adalah garam,
yangdikatakan sebagai Litium Bromida (lithium bromide). Panas dibutuhkan
untuk memisahkan kedua fluida ini, yang kemudian dipertemukan kembali
dalam lingkungan yang hampirvakum.

Air ini mengalami perubahan fase pada waktu dicampur kembali


dengan garam padasuhu yang sangat rendah. (pada tekanan atmosfir yang
normal, air menguap pada suhu 212F,dalam suatu alat absorbsi, air menguap
cukup dingin untuk menghasilkan air dingin pada46F. Karena suhu air dingin
yang dihasilkan oleh chiller absorbsi paling rendah adalah 46F,maka chiller
jenis ini tidak dapat digunakan dalam penerapan refrigerasi dengan suhu
rendah.Peralatan tata udara dengan Sistem absorbsi ini sebenarnya sangat
efisien danpemeliharaanya mudah, tetapi bila ada kerusakan pada peralatan
ini perbaikannyamemerlukan waktu lama dan biaya yang besar. Bahkan
untuk kerusakan tertentu, makaseluruh unit tidak dapat difungsikan kembali.
Ini menyebabkan penggunaan peralatanpengkondisian udara dengan sistem
absorbsi ini kurang diminati.
4. Spesifikasi dalam Pemilihan Chiller

Spesifikasi penting yang perlu dipertimbangkan ketika mencari


pendingin industry termasuk biaya siklus hidup total,sumber listrik,chiller
rating IP, kapasitas chiller pendingin, kapasitas evaporator, bahan evaporator,
tipe evaporator, bahan kondensor, kapasitas kondensor, suhu lingkungan, tipe
motor kipas, tingkat kebisingan, bahan pipa internal, jumlah compressor, jenis
compressor, jumlah sirkuit kulkas, persyaratan pendingin,suhu debit fluida
dan COP ( rasio antara kapasitas pendinginan di RT dengan energy yang
dikonsumsi oleh seluruh chiller di KW).Untuk menengah,pendingin besar
harus berkisar 3.5 7.0 dengan nilai yang lebih tinggi yang berarti effisiensi
yang lebih tinggi. effisiensi Chiller sering ditentukan dalam kilowatt per Ton
pendinginan ( KW / RT ).

Pemilihan spesifikasi pompa yang pentig untuk dipertimbangkan


termasuk aliran proses,tekanan proses,bahan pompa,elastomer dan bahan
poros mekanik.Jika suhu air dingin lebih rendah dari -5C, maka pompa
khusus harus digunakan agar bisa dengan konsentrasi tinggi dari etilena
glikol. Spesifikasi lainnya yaitu termasuk ukuran tanki air internal dan bahan-
bahan dengan ampere beban penuh. Fitur panel control yan dipertimbangkan
ketika memilih antara chiller industry termasuk Panel control local, Indikator
kesalahan, Indikator Tekanan, .Indikator temperature. Fitur tambahan lainnya
yaitu ; alarm darurat,bypass gas panas,peralihan kota air dan kastor

5. APLIKASI CHILLER

Dalam aplikasi industri,air dingin atau cairan lain dari chilller,dipompa


melalui proses atau peralatan laboratorium.Industri pendingin ,digunakan
untuk pendinginan yang dikendalikan produk,mekanisme dan mesin pabrik
diberbagai industri,dimana mereka sering digunakan dalam industri plastik
yang dicetak dicetak injeksi dan blow,minyak pemotong logam
kerja,peralatan las,die-casting dan mesin perkakas,proses kimia,formulasi
farmasi,pengolahan makanan dan minuman,pengolahan kertas dan
semen,sistem vakum dan stasiun pembangkit listrik,peralatan
analitis,semikonduktor,udara tekan dan pendinginan gas. Selain itu pula
digunakan untuk mendinginkan barang-barang yang mempunyai panas tinggi
seperti mesin MRI dan laser di rumah sakit,hotel dan kampus.