Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM

FISIKA DASAR II
PEMBIASAN CAHAYA (REFRAKSI) PADA
KACA PLAN PARALEL, AIR DAN MINYAK

Tanggal Percobaan : 28 April 2017


Tanggal pengumpulan : 3 mei 2017
Waktu Percobaan : 11.00 sd. 14.00

\
Nama Praktikum :Dhika Damayanthi
NIM :11160163000059
Kelas : Pendidikan Fisika 2B
Nama Anggota : 1. Fida Faroha H(11160163000038)
2. Amrina Rosyada (11150163000057)

LABORATOROIUM OPTIK
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DA KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2017
PEMBIASAN CAHAYA (REFRAKSI) PADA KACA PLAN PARALEL, AIR DAN MINYAK

A. TUJUAN PRAKTIKUM
1. Menentukan pola berkas cahaya pembiasan pada media kaca plan parallel, air dan minyak
2. Menentukan indks bias dari ketiga media tersebut berdasarkan pola berkas cahaya yang
digambarkan
3. Mahasiswa dapat menyelidiki dan menentukan indeks bias dari ketiga media serta
pergeseran lintasan berdasarkan dua metode yakni jarum pentul dan metode sinar laser
B. DASAR TEORI
Cahaya adalah sejenis energi berbentuk gelombang elektromagnetik yang bisa dilihat
dengan mata. Cahaya juga merupakan dasar hukum meter : 1 meter adalah jarak yang dilalui
cahaya melalui vakum. Kecepatan cahaya adalah 299.792.458 (permana, iwan.2010: hal 7)
Laju ini berlaku untuk semua gelombang elktromagnetik termasuk cahaya tampak. Di
udara, laju tersebut hanya sedikit lebih kecil, pada benda transparan lainnya, seperto kaca dan air,
kelajuan selalu lebih kecil dibanding di udara hampa
No Bahan n
1 Vakum 1,0000
2 Udara 1,0003
3 Air 1,33
4 Kuarsa 1,46
5 Kerona 1,52
6 Flnta 1,58
7 Kaca 1,51
8 Intan 1,51
9 minyak 1,47

Sebagai contoh, yakni pembiasan pada aca plan parallel. Bila berkas cahaya di
datangkan pada salah satu sisi balok kaca, maka sinar tersebut akan keluar lagi di sisi yang lain
setelah mengalami pembiasan (Giancoli, 2001 : hal 257)
Ketika suatu berkas cahaya sempit menimpa permukaan yang rata (gambar) kita definisikan
sudut datang, sebagai sudut yang dibuat berkas sisnar datang dengan garis normal terhadap
i,
permukaan (normal bearti tegak lurus) dan sudut pantul, sebagai sudut yang dibuat berkas
r,
sinar pantul dengan normal. Untuk permukaan-permukaan yang rata,ternyata berkas sinar datang
dan pantul berada pada bidang yang sama dengan garis normal permukaan, dan bahwa hukum
pantulan, yaitu:
Sudut datang sama dengan sudut pantul. Ketika cahaya menimpa permukaan yang kasar,
bahkan yang kasar secara mikroskopis seperti halaman kertas ini, pantulan akan memiliki banyak
arah. Hal ini disebut pantulan tersebar. Bagaimanapun, hukum pantulan tetap berlaku pada setiap
bagian kecil permukaan. Karena pantulan tersebar terjadi ke semua arah, benda biasa dapat dilihat
dari berbagai sudut.
Sudut bias bergantung pada laju cahaya kedua media dan pada sudut datang. Hubungan
analitis antara dan ditemukan secara eksperimental pada sekitar tahun 1621 oleh Willebrord
1 2
Snell (1591-1626). Hubungan ini dikenal sebagai hukum snell dan dituliskan:
n sin = n sin
1 1 2 2
dimana adalah sudut datang dan adalah sudut bias (keduanya diukur terhadap garis
1 2
yang tegak lurus permukaan antara kedua media) n dan n adalah indeks-indeks bias materi
1 2
tersebut. Berkas-berkas datang dan bias berada pada bidang yang sama, yang juga termasuk garis
tegak lurus terhadap permukaan. Hukum Snell merupakan dasar Hukum pembiasan.
Jelas dari hukum Snell bahwa jika n > n , maka > artinya jika cahaya memasuki medium
2 1 2 1,
dimana n lebih besar (dan lajunya lebih kecil), maka berkas cahaya dibelokkan menuju normal.
Dan jika n > n maka > , sehingga berkas dibelokkan menjauhi normal
2 1, 2 1
(Halliday, 1997)

C. ALAT DAN BAHAN


No Nama alat dan bahan Gambar
1 Kaca plan parallel

2 Kertas bergaris dan bersudut

3 Jarum pantul

4 Sinar laser
5 Mistar

6 Busur derajat

7 Wada berisi air

8 Wadah berasa minyak

9 Steroform

D. LANGKAH KERJA
No Langkah percobaan Gambar
1 Metode jarum pentul
Meletakkan kertas bersudut diatas sterofom

2 Meletakkan medium teat diatas kertas berskala


3 Membuat pola tepi dengan menggunakan
pensil sehingga ukuran mediumterletak sama
persis diatas kertas berskala

4 Memposisikan mata di depan medium, letakkan


jarum pentul yang pertama didekat tepi kertas
kemudian lanjutkan

5 Setelah sejajar, buat garis lurus dan hubungkan


lubang jarum pertama dan kedua hingga
mengenai pola kaca yang dpat disebut berkas
sinar dating

6 Ukur dan catat sudut dating dan sudut pantul,


ulangi percobaan setiap 3 kali dan medium
yang berbeda beda

7 Ulangi langkah 2 sampai 7 dengan


menggunakan metode laser untuk mengetahui
pembiasan

E. DATA PERCOBAAN
1. Metode jarum pentul
Kaca plan parallel
No <i <r Sin i Sin r n d (cm
1 25 27 0,42 0,45 0,93 3,4

2 30 26 0,5 0,43 1,16 3,4

3 35 27 0,42 0,45 1,26 3,4

Air
No <i <r Sin i Sin r n d (cm
1 25 17 0,42 0,29 1,44 6,5

2 30 29 0,5 0,48 1,04 6,5


3 35 34 0,42 0,59 0,96 6,5

Minyak
No <i <r Sin i Sin r n d (cm
1 25 30 0,42 0,5 0,84 3,5

2 30 23 0,5 0,39 1,28 3,5

3 35 35 0,42 0,57 1 3,5

2. Metode laser
Kaca plan parallel
No <i <r Sin i Sin r n d (cm
1 25 27 0,42 0,45 0,93 3,4

2 30 29 0,5 0,48 1,04 3,4

3 35 34 0,42 0,57 0,96 3,4

Air
No <i <r Sin i Sin r n d (cm
1 25 16 0,42 0,27 01,5 6,5

2 30 30 0,5 0,5 1 6.5

3 35 35 0,42 0,57 1 6,5

Minyak
No <i <r Sin i Sin r n d (cm
1 25 22 0,42 0,37 1,13 3,5

2 30 26 0,5 0,43 1,16 3,5

3 35 31 0,42 0,51 1,11 3,5

F. PENGOLAHAN DATA

Kaca plan parallel


Air

Minyak

Metode II (Sinar laser)


Kaca plan parallel
Air

,07

,07

Minyak

,16

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini yaitu tentang pembiasan cahaya pada beberapa media. Ada dua yaitu
yan g digunakan yaitu itu metode jarum pentul dan metode sinar laser. Setiap metode dilakukan
pada beberapa media diantaranya kaca plan parallel, air, dan minyak pada sudut 25 , 30
Metode yang pertama yaitu metode jarum pentul. Pada metode ini dengan media kaca plan
parallel dihasilkan indeks biasa dari beberapa sudut yang berbeda dengan rerata 1,11 dan pada
metode dua dengan medium yang sama dihasilkan indeks bias sebesar rerata 0,99 kedua hasil ini
kurang tepat jika dikaitkan dengan literature pada teori bahwa indeks bias kaca sebesar 1,52 hal ini
disebabkan kurangnya ketelitian praktikan saat praktikum.
Berikutnya pada medium air saat menggunakan metode jarum pentul dihasilkan indeks bias
sebesar 1,14 sedangkan pada metode sinar laser sebesar 1,16 jika dikaitkan dengan teoriindeks bias
pada air sebesar 1,33 ketidaksesuaian antara teori dan praktikum relative kecil.
Berikut adalah medium terakhir yaitu minyak pada metode jarum didapatkan hasil indeks bias
sebesar rata-rata 1,04 sedangkan pada media sinar laser sebesar 1,13.
Indeks bias seharusnya memiliki nilai yang tetap sedangkan nilai pergeseran sinar dipengaruhi
oleh sinar datang yang dipantulkan . Semakin besar sudut sinar datang dan sinar pantul maka
semakin kecil pula pergeseran sinarnya. Jadi pergeseran dan indeks bias sangat dipengaruhi oleh
besar kecilnya sudut sinar datang dan sinar pantul. Dapat dipahami dalam menentukan pembiasaan
pada praktikum ini lebih mendekatik hasil yang sesuai teori yaitu dengan metode sinar laser.

H. TUGAS PASCA
1. Tentukan indeks bias masing masing bahan pembias
Kaca plan parallel

Air

Minyak

Metode II (Sinar laser)


Kaca plan parallel
Air

,07

,07

Minyak

,16

2. Tentukan pergeseran sinar pada masing-masing bahan!


Metode 1
Kaca plan parallel

Air

Minyak
Metode 2

Kaca Plan Parallel

Air

Minyak

3. Bagaimanakah hubungan antara indeks bias bahan terhadap pergeseran sinar pada masing-
masing bahan pembias?
Jawab :
Berdasarkan hasil percobaan dapat terlihat bahwa hubungan antara indeks bias dengan
pergeseran sinar yaitu saling tegak lurus. Semakin besar indeks biasnya maka semakin
besar pula pergeserannya.
4. Bandingkan nilai indeks bias yang kamu peroleh dengan indeks bias bahan dengan pembias
pada buku-buku referensi ! tentukan nilai presentase kesalahan relativenya !
Jawab :
Indeks bias air
Buku referensi : 1,33
Hasil percobaan : 1,15
Indeks bias minyak
Buku referensi : 1,47
Hasil percobaan : 1,08

Indeks bias kaca plan parallel


Buku referensi : 1,52
Hasil percobaan : 1,05

I. KESIMPULAN
Berdasarkan teori dan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa :
1. Pembiasaan cahaya adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua
medium yang berbeda indeks biasnya.
2. Setiap percobaan menghasilkan sinar pantul dan sinar datang yang berbeda maka menghasilkan
indeks bias dan pergeseran yang berbeda juga.
3. Bahan atau medium yang digunakan menghasilkan indeks bias yang berbeda dan pergeseran
yang berbeda. Semakin kecil sudut sinar datang dan sinar pantul maka indeks bias dan
pergeseran semakin kecil.

J. KOMENTAR
1. Sebelum melakukan praktikum diharapkan telah memahami konsep pembiasan
2. Sebaiknya praktikum dilakukan di tempat khusus dengan cahaya yang cukup

K. DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, douglas C. 2001. Fisika Edisi Ke Lima. Jakarta : Penerbit erlangga
Suwarna, Iwan. 2010.Optik. Bogor : CV.Duta Grafik
Halliday D, Resnick. 1984. Fisika dasar II. Jakarta : Erlangga

Anda mungkin juga menyukai