Anda di halaman 1dari 37

MANAJEMEN SUMBER DAYA AIR BERSIH,

AIR MINUM, dan AIR ZAM-ZAM

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Dasar Ilmu Lingkungan

Yang dibina oleh Bapak Dr. H. Sueb, M.Kes

Disajikan pada Rabu, 1 Maret 2017

Disusun oleh :

Kelompok 5 Offering B 2017

1. Mawaddatul Hasanah NIM : 160341606058


2. Rike Dwi Wahyuna NIM : 160341606067
3. Rosi Cahyaning Wulan NIM : 160341606081
4. Syahida Widhyaningsih NIM : 160341606025

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

Maret 2017
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan rahmat dan hidayat-Nya beruapa kesehatan dan juga
waktu sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul
Manajemen Sumber Daya Air Bersih, Air Minum, dan Air Zam-Zam dengan
lancar dan tepat waktu. Terima kasih uncapka kepada Bapak Dr. Sueb, M.Kes
selaku dosen pembina mata kuliah. Semoga makalah ini dapat dijadikan sebagai
acuan dan juga sumber belajar mengajar didalam perkuliahan.

Kami menyadari masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah


kami. Oleh karena itu, kami berharap pembaca memberikan kritikan yang
kronstruktif dan logis untuk membangun kesempurnaan makalah kami
selanjutnya.

Malang, Maret 2017

Tim Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL.... i

KATA PENGANTAR......... ii

DAFTAR ISI.................................................................. iii

DAFTAR TABEL v

ABSTRAK.... vi

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang...........................................................................1


1.2 Rumusan Masalah......................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................2
1.4 Manfaat......................................................................................3
1.5 Metode Penulisan.......................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Air Bersih.................................................................4

2.2 Pengertian Air Minum................................................................4

2.3 Pengertian Air Zam-Zam............................................................4

BAB III PEMBAHASAN

3.1 Air Bersih, Air Minum, dan Air Zam-Zam........................................6

3.1.1 Air Bersih..........................................................................6

3.1.2 Air Minum.........................................................................6

3.1.3 Air Zam-Zam.....................................................................7

3.2 Klasifikasi Air Bersih, Air Minum, dan Air Zam-Zam....................8

3.2.1 Klasifikasi Air Bersih.......................................................8

3.2.2 Klasifikasi Air Minum......................................................8

iii
3.2.3 Klasifikasi Air Zam-Zam........................................................9

3.3 Indikator Kualitas Air Bersih, Air Minum, Air Zam-Zam.....................10

3.3.1 Indikator Kualitas Air Bersih.................................................10

3.3.2 Indikator Kualitas Air Minum................................................15

3.3.3 Indikator Kualitas Air Zam-Zam............................................15

3.4 Teknik Water Treatment pada Air Bersih, Air Minum, dan Air

Zam-Zam................................................................................................21

3.4.1Sistem Distribusi Air................................................................21

3.4.2 Sistem Pengaliran Air Bersih..................................................22

3.4.3 Perencanaan Sistem Distribusi Air..........................................23

3.4.4 Perencanaan Jaringan Perpipaan Air di Green Area................24

3.5 Manajemen Sumber Daya Air Bersih dan Air Minum Untuk

Mengatasi Kekurangan Air.....................................................................25

BAB IV PENUTUP

4.1 Simpulan....................27
4.2 Saran.....29

DAFTAR RUJUKAN.................30

iv
DAFTAR TABEL

2.1. Data konsentrasi mineral dalam air zam-zam........................................16

v
Manajemen Sumber Daya Air Bersih, Air Minum, dan Air Zam-zam

Mawaddatul Hasanah, Rike Dwi Wahyuna, Rosi Cahyaning Wulan, Syahida


Widhyaningsih dan Dr. H. Sueb, M.Kes.

Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Malang

e-mail: datulhasanah6@gmail.com , sueb.fmipa@um.ac.id

ABSTRAK

Air sebagai kebutuhan primer setiap individu atau organisme di


muka bumi ini. Karena semua aktivitas yang dilakukan oleh manusia,
hewan, dan tumbuhan memerlukan air. Sehingga kelestarian air harus
terus dijaga agar kebutuhan makhluk hidup dapat terpenuhi. Tujuan
dibuatnya makalah ini adalah untuk mengetahui pentingnya air bersih, air
minum, air zam-zam sampai mengetahui manajemen pengaturannya pada
saat kekurangan air. Untuk mengetahui berbagai pengetahuan serta
penyelesaian yang terkait dengan air, maka diperlukan adanya kesesuaian
antara kesediaan air yang melalui berbagai proses sehingga dapat dipakai
atau dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. Simpulannya
bahwa air merupakan sumber kehidupan yang penting dan kita sebagai
konsumen harus selalu menjaga kelestariannya agar tidak mengalami
bencana kekurangan air.

Kata kunci : Air Bersih, Air Minum, Air Zam-Zam

ABSTRACT

Water as the primary needs of each individual or the organisms


in the face of the earth. Because all activities conducted by human beings,
animals and plants need water. The sustainability of the water must be
maintained in order for the needs of living things can be met. He made the
purpose of this paper is to know the importance of clean water, water,
zam-zam to know assists management at the lack of water. To know a
variety of knowledge and solutions that are related with water, it need the
match between the willingness of water through various process so that it
can be used or consumed to meet the needs of the living creatures. It can
be concluded that water is the source of life is important and we as
consumers must always maintain continuity in order not affected the lack
of water

Keywords: Clean Water, Mineral Water, Zam-Zam Water

vi
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Air merupakan sumber daya yang sangat diperlukan oleh makhluk hidup
baik untuk memenuhi kebutuhan maupun menopang hidupnya secara alami.
Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain.
Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan generasi sekarang maupun
generasi mendatang. Aspek penghematan dan pelestarian sumber daya air
harus ditanamkan pada segenap pengguna air. Dari beberapa sumber air yang
tersedia, penduduk Indonesia sebagian besar menggunakan air permukaan
terutama air sungai dan air sumur. Air bersih akan menjadi air minum setelah
dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang
memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum. Air minum yang
sehat dan aman untuk dikonsumsi harus memenuhi persyaratan yang meliputi
syarat fisik, kimia dan bakteriologis. Menurut Sutrisno dan Suciastuti (2002)
dalam Byna (2009), persyaratan fisik meliputi warna, bau, rasa, temperatur,
dan kekeruhan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Kementrian
lingkungan Hidup (KLH) pada tahun 2014 bahwa 70 75 % sungai di 33
provinsi Indonesia telah tercemar. Polutan dominan yang mencemari sungai
berasal dari limbah domestik (limbah berasal dari rumah tangga). Indonesia
telah memiliki Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1990 tentang Pengendalian
Pencemaran Air dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 51
1995 tentang Baku Mutu Limbah Cair bagi Kegiatan Industri sebagai langkah
awal dalam antisipasi terhadap pencemaran air yang berdampak
berkurangknya pasokan air layak pakai. Air zam-zam adalah air yang berasal
dari sebuah sumur mata air yang terletak dalam kawasan Masjidil Haram,
tepatnya disebelah tenggara Kabah dengan kedalaman sampai 42 meter. Air
yang selalu diambil oleh semua umat islam yang pergi ke Baitullah itu tidak

1
pernah habis ataupun surut. Tetapi airnya tetap terisi penuh dan kaya akan
manfaat bagi kesehatan tubuh manusia.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan dapat dirumuskan
sebagai berikut :
a. Apa peran penting air bersih, air minum, dan air zam-zam?
b. Bagaimana pengklasifikasian air bersih, air minum, dan air zam-zam?
c. Bagaimana indikator kualitas air bersih, air minum, dan air zam-zam?
d. Apa alasan diadakannya teknik water treatment pada air bersih, air
minum, dan air zam-zam?
e. Bagaimana manajemen sumber daya air bersih dan air minum untuk
mengatasi masalah kekurangan air?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan pembuatan makalah adalah
sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui peran penting air bersih, air minum, dan
air zam-zam
b. Untuk mengetahui pengklasifikasian air bersih, air minum, dan
air zam-zam
c. Untuk mengetahui indikator kualitas air bersih, air minum, dan
air zam-zam
d. Untuk mengetahui alasan adanya teknik water treatment pada air
bersih, air minum, dan air zam-zam
e. Untuk mengetahui manajemen sumber daya air bersih dan air minum
untuk mengatasi masalah kekurangan air.

2
1.4 Manfaat
Manfaat pembuatan makalah adalah sebagai berikut :
a. Dapat mengetahui dan memahami peran penting air bersih, air minum,
dan air zam-zam.
b. Dapat mengetahuidan memahami klasifikasi air bersih, ai minum, dan
air zam-zam.
c.
d. Dapat mengetahui dan memahami indikator kualitas air bersih, air
minum, dan air zam-zam.
e. Dapat mengetahui dan memahami adanya teknik water treatment pada
air bersih, air minum, dan air zam-zam.
f. Dapat mengetahui dan memahami manajemen sumber daya air bersih
dan air minum untuk mengatasi kekurangan air.

1.5 Metode Penulisan


Dalam penulisan makalah ini, metode penulisan yang digunakan adalah
metode kepustakaan, yaitu dalam pengumpulan data serta bahan-
bahannya, penulis mendapatkannya melalui berbagai referensi dari
artikel jurnal internasional, artikel jurnal nasional, E-book maupun buku
cetak.

3
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Air Bersih


Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari
dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai
batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem
penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah
persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia,
biologi dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan
efek samping (Ketentuan Umum Permenkes
No.416/Menkes/PER/IX/1990.

2.2 Pengertian Air Minum


Air minum adalah air bersih yang telah memenuhi persyaratan
layak konsumsi dan telah melalui proses pemasakan. Sumber air terdapat
pada tempat atau wadah air alami dan buatan yang terdapat diatas ataupun
di bawah permukaan tanah. Bumi sebenarnya masih mempunyai banyak
persediaan air tetapi hanya sedikit sekali air yang layak dikonsumsi.
Berdasarkan laporan World Commission On Water, dalam 20 tahun ini air
yang dibutuhkan untuk konsumsi dunia, baik air minum maupun air bersih
untuk mengairi tanaman, sudah tak cukup lagi. Hanya 2,5 persen saja air
di dunia ini yang tidak mengandung garam. Dan dua pertiga dari jumlah
itu terkubur dalam gunung es dan glasier.
Di dunia secara garis besara total volume air yang ada, air asin dan air
tawar adalah 1.385.984.610 km3, terdiri atas (UNESCO, 1978 dalam
Chow dkk, 1988 dalam Kodoatie dan Sjarief, 2005).

2.3 Pengertian Air Zam-zam


Zam-zam yang dalam bahasa Arab berarti banyak atau melimpah
merupakan air suci bagi umat Islam. Juga merupakan air termulia, sangat
berharga, dan paling besar nilainya. Zam-zam adalah air yang berasal dari

4
sebuah sumur mata air yang terletak dalam kawasan Masjidil Haram,
tepatnya di sebelah tenggara Kabah dengan kedalaman sampai 42 meter.
Air yang tak pernah kering ini ditemukan pertama kali oleh Siti Hajar istri
Nabi Ibrahim 4.000 tahun lalu, setelah berlari bolak-balik antara bukit
Shafa dan Marwa atas petunjuk Malaikat Jibril. Kala itu Ismail (putera Siti
Hajar) menderita kehausan (Aziz dkk, 1997).

5
BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Pentingnya Air Bersih, Air Minum, dan Air Zam-zam


Air merupakan salah satu elemen dasar dan sangat dibutuhkan bagi
kehidupan manusia, mengingat kegunaan air untuk berbagai kegiatan manusia
atau multi-purpose project, seperti mandi, minum, memasak, pembangkit listrik
dan sebagainya. Namun, dalam pelaksanaannya pemenuhan kebutuhan air bersih
ini tidak dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan
data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (2007), sekitar 21,1% dari jumlah
rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih. Hal ini tentunya juga
bertentangan dengan salah satu tujuan yang tercantum dalam Millenium
Development Goals (MDGs), yaitu Ensure Environmental Sustainability,
dengan salah satu sasarannya, yaitu mengurangi setengah dari total populasi yang
hidup tanpa akses terhadap air dan sanitasi berkelanjutan.

3.1.1 Air Bersih


Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan setiap hari dan akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air
bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum.
Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang
meliputi kualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi
tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes
No.416/Menkes/PER/IX/1990.

3.1.2 Air Minum


Air minum adalah air bersih yang telah memenuhi persyaratan layak
konsumsi dan telah melalui proses pemasakan. Sumber air terdapat pada tempat
atau wadah air alami dan buatan yang terdapat diatas ataupun dibawah permukaan
tanah. Bumi sebenarnya masih mempunyai banyak persediaan air tetapi hanya
sedikit sekali air yang layak dikonsumsi. Berdasarkan laporan World Commission
On Water, dalam 20 tahun ini, air yang dibutuhkan untuk konsumsi dunia, baik air

6
minum maupun air untuk mengairi tanaman, sudah tak cukup lagi. Hanya 2,5%
saja air di dunia ini yang tidak mengandung garam. Dan dua pertiga dari jumlah
itu terkubur dalam gunung es dan glasier.
Di dunia secara garis besara total volume air yang ada, air asin dan air tawar
adalah 1.385.984.610 km3, terdiri atas (UNESCO, 1978 dalam Chow dkk, 1988
dalam Kodoatie dan Sjarief, 2005).

3.1.3 Air Zam-zam


Zam-zam yang dalam bahasa Arab berarti banyak atau melimpah
merupakan air suci bagi umat Islam. Juga merupakan air termulia, sangat
berharga, dan paling besar nilainya. Zam-zam adalah air yang berasal dari sebuah
sumur mata air yang terletak dalam kawasan Masjidil Haram, tepatnya di sebelah
tenggara Kabah dengan kedalaman sampai 42meter. Air yang tak pernah kering
ini ditemukan pertama kali oleh Siti Hajar istri Nabi Ibrahim 4.000 tahun lalu,
setelah berlari bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwa atas petunjuk Malaikat
Jibril. Kala itu Ismail (putera Siti Hajar) menderita kehausan (Aziz dkk, 1997).
Seorang ilmuwan Jepang bernama Dr. Masaru Emoto, telah melakukan
penelitian terhadap air zam-zam dengan teknik nano, hasilnya dinyatakan bahwa
air zam-zam memiliki kristal yang sangat indah dan bersinar, dan dari sinarnya
mengeluarkan warna yang menarik melebihi 12 warna. Bahkan, ketika setetes air
zam-zam diteteskan ke dalam air biasa, maka kristal yang teramati tetap sama
dengan kristal air zam-zam (Aziz dkk, 1997).
Di antara indikasi kemukjizatan sumur zam-zam ialah sumur ini tidak
pernah sekali pun kering. Selain itu, komposisi garam dan mineralnya tetap stabil.
Pada sumur biasa terjadi pertumbuhan organisme, baik hewan (bakteri) maupun
tumbuhan (lumut) di dalamnya, sehingga menyebabkan air tidak bisa lagi
dikonsumsi dan timbulnya berbagai masalah pada rasa dan bau. Sementara pada
sumur zam-zam, tidak ditemukan keberadaan organisme apa pun. Bahkan air
zam-zam tidak berubah setelah disimpan dalam botol selama beberapa tahun.
Telah banyak penelitian mengenai kandungan mineral dalam air zam-zam dan
hasilnya menunjukkan bahwa air zam-zam memiliki kandungan mineral yang

7
lebih tinggi dari sumber air yang lain, baik itu air sumur, air minum, bahkan air
mineral sekalipun (Aziz dkk, 1997).

3.2 Klasifikasi Air Bersih, Air Minum, dan Air Zam-zam


3.2.1 Klasifikasi Air Bersih
Penggolongan air berdasarkan pasal 7, penggolongan air menurut
peruntukannya dapat dibedalan menjadi :
a. Air golongan A: air pada sumber air yang dapat digunakan sebagai air
minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
b. Air golongan B: air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk
diolah menjadi air minum dan keperluan rumah tangga lainnya.
c. Air golongan C: air yang dapat dipergunakan untuk keperluan
perikanan dan peternakan.
d. Air golongan D: air yang dipergunakan untuk keperluan pertanian dan
dapat dimanfatkan untuk usaha diperkotaan, industri, listrik tenaga air.

3.2.2 Klasifikasi Air Minum


Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas :
a. Kelas satu, air yang peruntukannya digunakan untuk air baku air
minum, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air
yang sama dengan kegunaan tersebut.
b. Kelas dua, air yang peruntukannya at digunakan untuk prasarana
rekreasi, pembudidayaan ikan tawar, peternakan, air untuk mengairi
pertanaman, dan atu peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air
yang sama dengan kegunaan tersebut.
c. Kelas tiga, air peruntukannya dapat digunakan untuk pembudidayaan
ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau
peruntukan yang mempersyaratkan mutu air yang sama dengan
kegunaan tersebut.
d. Kelas empat, air yang peruntukannya dapat digunakan untuk mengairi
pertanaman atau peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air
yang sama dengan kegunaan tersebut.

8
3.2.3 Klasifikasi Air Zam-zam
Air merupakan komponen yang mempunyai peran penting dalam
kehidupan manusia. Tanpa air, mustahil ada kehidupan, karena kehidupan
bermula dari air. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al
Quran surat Al Anbiya ayat 31:

Dan apakah orang yang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan
bumi keduanya dahulunya menyatu, kemudian kami pisahkan antara
keduanya dan kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air.
Maka mengapa mereka tidak beriman ? (Q.S. Al Anbiya/21: 31),
(Kementrian Agama RI, 2010). Sebenarnya, yang dibutuhkan tubuh
manusia dan makhluk hidup lainnya bukanlah H2O saja, tetapi juga
mineral yang terdapat dalam air, seperti kalsium, natrium, magnesium, dan
lainnya. Maka dari itu, semakin banyak air mineral kemasan beredar di
pasaran dengan keunggulannya dalam setiap produk, seperti salah satu
produk air mineral yang bersumber dari mata air pegunungan sehingga
mengandung mineral alami misalnya kalsium, magnesium, potasium, zat
besi, dan sodium (al-Albani, 2012).
Diantara air yang ada di dunia ini, terdapat air yang paling mulia,
yaitu air zam-zam. Air zam-zam yang dalam bahasa Indonesia berarti
banyak, merupakan sumber mata air yang terletak di kawasan Masjidil
Haram di sebelah tenggara Kabah dengan kedalam 42 meter.
Air zam-zam memiliki keistimewaan yaitu dapat menyembuhkan
penyakit. Sebagai sabda Rasulullah SAW :

9
Artinya :
Dari ibnu Abbas r.a berkata,Rasulullah SAW bersabda: sebaik-
baiknya air di muka bumi ini adalah air zam-zam,padanya terdapat
makanan yang mengenyangkan dan penawar dari penyakit. (HR
Thabrani) (An Najjar, 2007).
Kemampuan menyembuhkan yang ada pada air zam-zam bukan
karena mukjizat atau bahkan sugesti semata, tetapi dapat dibuktikan secara
ilmiah. Banyak penelitian ilmiah yang dilakukan untuk mengetahui sifat
unik dalam air zam-zam, dimana hasilnya menyebutkan bahwa kandungan
mineral dalam air zam-zam jauh lebih tinggi dari pada air sumur dan air
mineral kemasan (An-Najjar, 2007).

3.3 Indikator kualitas air bersih, air minum, dan air zam-zam

3.3.1 Indikator Kualitas Air Bersih

Sistem penyedian air bersih harus memenuhi beberapa persyaratan


utama. Persyaratan tersebut meliputi persyaratan kualitatif, persyaratan
kuantitatif dan persyaratan kontinuitas.

Persyaratan Kualitatif

Persyaratan kualitas menggambarkan mutu atau kualitas dari air


baku air bersih. Persyaratan ini meliputi persyaratan fisik, persyaratan
kimia, persyaratan biologis, dan persyaratan radiologis. Syarat tersebut
berdasarkan Permenkes Universitas Sumatera Utara
(10No.416/Menkes/PER/IX/1990) dinyatakan bahwa persyaratan kualitas
air bersih adalah sebagai berikut:

1. Syarat fisik
1). Rasa
Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat
ditimbulkan karena adanya zat organik atau bakteri dan unsur lain yang
masuk ke badan air.

10
2). Bau
Kualitas air yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat
ditimbulkan oleh pembusukan zat organik seperti bakteri serta
kemungkinan akibat tidak langsung dari pencemaran lingkungan, terutama
sistem sanitasi.
3). Suhu
Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan
aktivitas biologi sehingga akan membentuk O2 lebih banyak lagi.
Kenaikan suhu perairan secara alamiah biasanya disebabkan oleh aktivitas
penebangan vegetasi didaerah sumber air, sehingga menyebabkan
banyaknya cahaya matahari yang masuk tersebut mempengaruhi akuifer
yang ada secara langsung atau tidak langsung.
4). Kekeruhan
Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan organik dan
anorganik, kekeruhan juga dapat mewakili warna. Sedang dari segi
estetika kekeruhan air dihubungkan dengan kemungkinan hadirnya
pencemaran melalui buangan dan warna air tergantung pada warna
buangan yang memasuki badan air.
5). TDS atau jumlah zat pada terlarut (total dissolved solids)
Bahan padat adalah bahan yang tertinggal sebagai residu pada
penguapan dan pengeringan pada suhu 103-105C, dalam portable water
biasanya berkisar antar 20-100mg/l dan sebagai satu pedoman kekerasan
dari air akan meningkatnya total solids, disamping itu pada semua bahan
cair jumlah koloid yang tidak terlarut dan bahan yang tersuspensi akan
meningkat sesuai derajad dari pencemaran.

2. Syarat kimia
Air bersih tidak boleh mengandung bahan kimia yang melampaui
batas. Beberapa persyaratan kimia antara lain adalah : pH, total solid, zat
organik, CO2 agresif, kesadahan, kalsium (Ca), besi (Fe), mangan (Mn),

11
tembaga (Cu), seng (Zn), chlorida (Cl), nitrit, flourida (F), serta logam
berat. Kandungan zat atau mineral yang tidak mengandung zat beracun.

1). pH (derajat keasaman)


Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada menyimpan
standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6.5 dan lebih
besar dari 9.2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia
berubah menjadi racun yang sangat mengganggu kesehatan.
2). Kesadahan
Kesadahan terbagi menjadi dua macam yaitu kesadahan sementara
dan kesadahan non karbonat. Kesadahan sementara akibat keberadaan
kalsium dan magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan
air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan non
karbonat disebabkan oleh sulfat dan karbonat.
3). Besi
Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan
menyebabkan rasa logam besi pada air, serta akan menimbulkan korosi
pada bahan yang terbuat dari metal. Batas maksimal yang terkandung
dalam air adalah 1.0 mg/l.
4). Alumunium
Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan
Menteri Kesehatan No.82/2001 yaitu 0.2 mg/l. Air yang mengandung
banyak alumunium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila
dikonsumsi.
5). Zat organik
Larutan zat organik yang bersifat komplek ini dapat berupa unsur
hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang
hidup di perairan.
6). Sulfat
Kandungan sulfat yang berlebihan pada air dapat menyebabkan
kerak air yang keras pada alat merebus air (panci) mengakibatkan bau dan

12
korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan
air bekas.
7). Nitrat dan Nitrit
Jumlah nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk
berubah menjadi nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobin
dalam darah membentuk metahemoglobin yang dapat menghalangi
perjalanan oksigen didalam tubuh.
8). Klorida
Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia.
Klorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila
berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin
dan korosi pada pipa air.
9). Zink atau Zn
Batas maksimal Zn yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l.
Penyimpanan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet,
dan rasa mual.

3. Syarat bakteriologis.
Air bersih tidak boleh mengandung kuman patogen dan parasitik
yang mengganggu kesehatan. Persyaratan bakteriologis ini ditandai
dengan tidak adanya bakteri E. Coli atau Fecal coli dalam air.

4. Syarat Radiologis.
Persyaratan radiologis mensyaratkan bahwa air bersih tidak boleh
mengandung zat yang menghasilkan bahan yang mengandung radioaktif,
seperti sinar alfa, beta dan gamma.

Persyaratan Kuantitatif (Debit)


Persyaratan kuantitas dalam penyediaan air bersih adalah ditinjau
dari banyaknya air baku yang tersedia. Artinya air baku tersebut dapat

13
digunakan untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan kebutuhan daerah
dan jumlah penduduk yang akan dilayani. Persyaratan kuantitas juga dapat
ditinjau dari standar debit air bersih yang dialirkan ke konsumen sesuai
dengan jumlah kebutuhan air bersih.

Persyaratan Kontinuitas
Air baku untuk air bersih harus dapat diambil terus menerus
dengan fluktuasi debit yang relatif tetap, baik pada saat musim kemarau
maupun musim hujan. Kontinuitas juga dapat diartikan bahwa air bersih
harus tersedia 24jam/hari, atau setiap saat diperlukan kebutuhan air tetap
tersedia. Akan tetapi kondisi ideal tersebut hampir tidak dapat dipenuhi
pada setiap wilayah di Indonesia, sehingga untuk menentukan tingkat
kontinuitas pemakaian air dapat dilakukan dengan cara pendekatan
aktivitas konsumen terhadap prioritas pemakaian air. Prioritas pemakaian
air yaitu minimal selama 12jam/hari, yaitu pada jam aktivitas kehidupan,
yaitu pada pukul 06.00 18.00 WIB. Kontinuitas aliran sangat penting
ditinjau dari dua aspek. Pertama adalah kebutuhan konsumen, sebagian
besar konsumen memerlukan air untuk kehidupan dan pekerjaannya,
dalam jumlah yang tidak ditentukan. Karena itu, diperlukan pada waktu
yang tidak ditentukan. Karena itu, diperlukan reservoir pelayanan dan
fasilitas energi yang siap setiap saat.
Sistem jaringan perpipaan didesain untuk membawa suatu
kecepatan aliran tertentu. Kecepatan dalam pipa tidak boleh melebihi 0.6
1.2 m/dt. Ukuran pipa harus tidak melebihi dimensi yang diperlukan dan
juga tekanan dalam sistem harus tercukupi.Dengan analisis jaringan pipa
distribusi, dapat ditentukan dimensi atau ukuran pipa yang diperlukan
sesuai dengan tekanan minimum yang diperbolehkan agar kuantitas aliran
terpenuhi.

14
3.3.2 Indikator Kualitas Air Minum

Akses masyarakat terhadap ketersediaan air minum dapat dilihat melalui


lima indikator:

1. Kualitas
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 492/MENKES/PER /IV/2010
Persyaratan fisik : ditinjau dari segi kesehatan dan
estetika
Persyaratan kimia : tidak mengandung zat yang
membahayakan kesehatan manusia
atau makhluk hidup lainnya.
Persyaratan bakteriologis : ditentukan jumlah batasan untuk
bakteri coli dan bakteri lainnya.
Radioaktif : tidak boleh mengandung bahan
radioaktif, seperti sinar alfa, beta
dan gamma.

2. Kuantitas dan Kontinuitas


Penyediaan air minum harus dapat memenuhi setiap segi
kehidupan masyarakat dan tersedia dalam jumlah yang cukup baik
untuk disalurkan secara terus menerus maupun untuk jam tertentu.

3. Kehandalan sistem penyedian air minum (reliability)


Parameter keandalan menunjukkan / mengukur kemampuan
dari suatu jaringan pipa untuk memenuhi fungsinya didalam
memenuhi konsumen

4. Tekanan yang cukup


Target penyediaan air yaitu 1 atm = 10 m kolom air.
Pengguna rumah 1 lantai tidak perlu lagi memiliki reservoir bawah
dan pompa.

5. Kemudahan baik harga maupun jarak atau waktu tempuh


(affordability)
Keterjangkauan akses masyarakat terhadap ketersediaan air
maupun harga dan jarak temput mendapatkan air tidak menyulitkan
masyarakat

3.3.3 Indikator Kualitas Air Zam-Zam

Telah banyak penelitian mengenai kandungan mineral dalam


air zam-zam dan hasilnya menunjukkan bahwa air zam-zam memiliki
kandungan mineral yang lebih tinggi dari sumber air yang lain, baik itu

15
air sumur, air minum, bahkan air mineral sekalipun. Air zam-zam
mengandung mineral baik mineral mayor maupun minor. Mineral
mayor yang konsentrasinya cukup tinggi ialah bikarbonat, sulfat,
klorida, natrium, kalsium, dan magnesium. Sedangkan mineral minor
terdiri dari strontium, molybdenum, rubidium, zink, dan lain-lain.
(Khalid,2013)

Mineral Mayor C (mg/L) Mineral Minor C (ppt)


TDS 1011 Strontium 14,47
Bikarbonat 285 Molybdenum 2708
Sulfat 187 Rubidium 1311
Kalorida 147,5 Zink 1164
Natrium 121,9 Nikel 882
Kalsium 114 Barium 650
Magnesium 80 Mangan 361

Tabel 2.1. Data konsentrasi mineral dalam air zam-zam

Mineral adalah suatu zat padat yang terdiri dari unsur atau
persenyawaan kimia yang dibentuk secara alamiah oleh proses-proses
anorganik, mempunyai sifat kimia dan fisika tertentu dan mempunyai
penempatan atom secara beraturan di dalamnya, atau dikenal sebagai
struktur kristal. Berdasarkan kegunaannya dalam aktivitas kehidupan,
mineral dibagi menjadi dua golongan, yaitu mineral esensial dan
nonesensial. Mineral esensial diperlukan dalam proses fisiologi,
sehingga merupakan unsur nutrisi penting yang jika kekurangan dapat
menyebabkan kelainan proses fisiologis. Tubuh tidak mampu
mensintesa mineral sehingga harus disediakan melalui makanan atau
minuman (Syahid, 2013).
Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral esensial dapat
digolongkan menjadi 2 kelompok utama, yaitu mineral makro dan mineral
mikro. Mineral makro adalah mineral yang menyusun hampir 1% dari total
berat badan manusia dan dibutuhkan dengan jumlah lebih dari 1000 mg/hari,

16
misalnya kalsium, fosfor, magnesium, sulfur, kalium, klorida, dan natrium.
Sedangkan mineral mikro merupakan mineral yang dibutuhkan dengan
jumlah kurang dari 100 mg/hari dan menyusun lebih kurang 0,01% dari total
berat badan, diantaranya kromium, tembaga, flouride, iodium, besi, mangan,
silisium, dan zink. Sedangkan mineral nonesensial adalah golongan logam
yang tidak berguna atau belum diketahui kegunaannya dalam tubuh,
sehingga keberadaan unsur tersebut lebih dari normal dapat menyebabkan
keracunan. Logam tersebut bahkan sangat berbahaya bagi makhluk hidup,
seperti timbal, merkuri, arsenik, cadmium, dan alumunium (Irawan, 2007)

a. Natrium
Natrium merupakan unsur logam alkali yang berwarna putih
perak, sangat reaktif, dan merupakan logam yang lunak. Natrium
dapat bereaksi hebat dengan air yang membentuk natrium hidroksida
dan gas hidrogen. Karena sangat reaktif, natrium di alam ditemukan
dalam bentuk garam mineralnya (Sunardi, 2006)
Mineral ini merupakan kation penting yang mempengaruhi
kesetimbangan keseluruhan kation diperairan. Hampir semua perairan alami
mengandung natrium, dengan kadar bervariasi antara 1 mg/L hingga ribuan
mg/L. Pada air laut, kadar natrium dapat mencapai lebih dari 10.500 mg/L,
sedangkan pada perairan tawar kadar natrium dapat mencapai kurang dari 50
mg/L. Natrium dapat menyebabkan rendahnya tekanan osmosis darah
sehingga menyebabkan dehidrasi pada tubuh (McNeely et all, 1979).

b. Kalsium
Kalsium merupakan unsur logam alkali tanah yang reaktif, mudah
ditempa dan dibentuk serta berwarna putih perak. Kalsium bereaksi dengan
air dan membentuk kalsium hidroksida dan hidrogen. Dialam, kalsium
ditemukan dalam bentuk senyawa, misalnya kalsium karbonat diperairan,
senyawa kalsium bersifat stabil dengan keberadaan karbondioksida
(Sunardi, 2004).
Kadar kalsium dalam air menurun jika kalsium mengalami
presipitasi (pengendapan) menjadi CaCO3, sebagai akibat terjadinya
peningkatan suhu, penurunan kadar karbondioksida, dan peningkatan
aktivitas fotosintesis. Sumber utama kalsium di perairan adalah batuan dan

17
tanah. Kalsium pada batuan terdapat dalam bentuk mineral batu kapur.
Kadar kalsium pada perairan tawar biasanya kurang dari 15 mg/L, pada
perairan yang berada di sekitar batuan karbonat antara 30-100 mg/L, dan
pada perairan laut sekitar 400 mg/L. Sedangkan kadar maksimal kalsium
yang boleh ada dalam air minum menurut Kalsium termasuk mineral
esensial bagi seluruh tubuh makhluk hidup, berperan dalam pembentukan
tulang dan pengaturan permeabilitas dinding sel (Efendi, 2008)

Kalsium juga berperan dalam pembangunan struktur sel tumbuhan


serta perbaikan struktur tanah. Kadar kalsium yang tinggi dalam perairan
tidak berbahaya, bahkan dapat menurunkan toksisitas beberapa senyawa
kimia. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh dengan jumlah
paling banyak, yaitu 800 mg/hari bagi orang dewasa. Bahkan bagi ibu hamil,
membutuhkan hingga 1500 mg/hari. Defisiensi kalsium dapat menyebabkan
beberapa penyakit, diantaranya terganggunya proses pembentukan tulang
pada anak-anak sehingga tulang menjadi rapuh, dan dapat menyebabkan
osteoporosis pada orang dewasa (Efendi, 2008).

c. Magnesium
Magnesium merupakan unsur logam alkali tanah yang berwarna
putih perak, kurang reaktif, dan mudah dibentuk atau ditempa ketika
dipanaskan. Di alam, magnesium banyak terdapat pada lapisan batuan dalam
bentuk mineral atau dalam bentuk garam, misalnya magnesium klorida.
Magnesium termasuk mineral yang cukup berlimpah pada perairan alami,
dan merupakan penyusun kesadahan bersama kalsium. Namun, garam-
garam magnesium bersifat mudah larut dan cenderung bertahan sebagai
larutan, meskipun garam-garam kalsium sudah mengendap. Sumber
utama magnesium di perairan adalah ferro magnesium dan magnesium
karbonat yang terdapat pada batuan. Kadar ion magnesium pada
perairan alami sekitar 1-100 mg/L, dan dapat mencapai 1000 mg/L
pada perairan laut. Sedangkan kadar maksimal magnesium yang boleh
ada dalam air minum ialah 150 mg/L (Suhardi, 1990/1991)
Magnesium yang terlarut dalam air bersifat tidak toksik,
bahkan menguntungkan bagi fungsi hati dan saraf. Magnesium

18
memegang peranan penting sebagai kofaktor berbagai enzim dalam
tubuh. Magnesium bertindak sebagai katalisator dalam reaksi biologi
didalam tubuh, termasuk reaksi yang berkaitan dengan metabolisme
energi, karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Selain itu,
magnesium juga berperan dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas
bahan gen DNA. Tubuh manusia mengandung kurang lebih 25 gram
magnesium, 50%-60% terdapat dalam kerangka dan sisanya terdapat
dalam cairan intraseluler. Kebutuhan harian akan magnesium
diperkirakan antara 450-500 mg. Kekurangannya dapat
mengakibatkan meningkatnya tekanan darah, kejang pembuluh
coroner, dan aritmia jantung.(Efendi,2008)

d. Klorida
Klorin merupakan unsur halogen yang pada suhu normal
berbentuk gas yang berwarna kuning kehijauan. Klorin merupakan
salah satu unsur yang sangat reaktif, sehingga di alam tidak terdapat
dalam keadaan bebas, tetapi dalam keadaan berikatan dengan unsur-
unsur lain yang membentuk mineral. Dalam perairan, klorin terdapat
dalam bentuk ion klorida dan ditemukan dalam jumlah yang besar
dalam perairan laut.Sekitar dari klorin (Cl2) yang ada di bumi
berada dalam bentuk larutan yang berarti dalam bentuk ion klorida
(Cl-) dan biasanya berupa senyawa natrium klorida, kalium klorida,
dan kalsium klorida. Kadar klorida bervariasi menurut iklim. Pada
perairan di wilayah yang beriklim basah, kadar klorida kurang dari 10
mg/L, sedangkan pada wilayah kering dapat mencapai ratusan mg/L.
Keberadaan klorida pada perairan alami berkisar antara 2-20 mg/L
dan air laut mengandung sekitar 19.300 mg/L. Sedangkan kadar
maksimal klorida yang boleh ada dalam air minum menurut Peraturan
Menteri Kesehatan No. 416 Tahun 1990 tentang syarat-syarat dan
pengawasan kualitas air ialah 250 mg/L. Klorida tidak bersifat toksik
bagi makhluk hidup dan berperan dalam pengaturan tekanan osmotik
sel (Pardede, 2010).

19
e. Sulfat
Sulfat merupakan sejenis anion poliatom dengan rumus empiris SO4,
.kebanyakan sulfat sangat larut dalam air. Kecuali dalam kalsium sulfat,
stronsium sulfat dan barium sulfat, yang tak larut. Barium sulfat sangat
berguna dalam analisis gravimetri sulfat. Penambahan barium klorida pada
suatu larutan yang mengandung ion sulfat menghasilkan endapan putih,
yaitu barium sulfat menunjukkan adanya anion sulfat. Reduksi (pengurangan
oksigen dan penambahan hidrogen) anion sulfat menjadi hidrogen sulfida
pada kondisi anaerob dalam proses dekomposisi bahan organic
menimbulkan bau yang kurang sedap dan meningkatkan korosivitas logam.
Apabila di perairan tidak terdapat oksigen dan nitrat maka sulfat
berperan sebagai sumber oksigen dalam proses oksidasi yang dilakukan oleh
bakteri. Sulfur yang terdapat dalam ion sulfat merupakan salah satu elemen
yang esensial bagi makhluk hidup. Kadar sulfat pada perairan tawar alami
berkisar antara 2-80 mg/L. Bila lebih dari 500 mg/L, sulfat dapat
mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan. Sedangkan kadar
maksimal sulfat yang boleh ada dalam air minum menurut Peraturan Menteri
Kesehatan No. 416 Tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan
kualitas air ialah 400 mg/L (Efendi, 2008).

f. Bikarbonat
Bikarbonat merupakan anion dengan rumus empiris HCO3-.
Bikarbonat terbentuk karena reaksi asamkarbonat yang berlebih dengan
garam karbonat, misalnya NaCO3 atau CaCO3. Hidrogen karbonat dari
logam alkali larut dalam air, tetapi kurang larut dibandingkan Karbonat
Perairan tawar alami yang memiliki pH 7-8 biasanya mengandung ion
bikarbonat < 500 mg/L dan tidak pernah kurang dari 25 mg/L. Ion
bikarbonat mendominasi sekitar 60% - 90% bentuk karbon anorganik total di
perairan. Diperairan tawar, ion bikarbonat termasuk anion utama dan
berperan sebagai sistem penyangga (buffer) dan penyedia karbon untuk
keperluan fotosintesis. Diperairan sadah, sebagian besar karbondioksida
terdapat dalam bentuk bikarbonat. Tingginya kadar bikarbonat di perairan
disebabkan oleh ionisasi asam karbonat, terutama pada perairan yang banyak
mengandung karbondioksida. CO2 tersebut bereaksi dengan basa yang

20
terdapat pada batuan dan tanah membentuk bikarbonat (Suhardi,
1990/1991).

3.4 Teknik water treatment pada air bersih, air minum, dan air
zam-zam

3.4.1 Sistem Distribusi Air

Menurut Damanhuri, E., (1989) sistem distribusi adalah sistem


yang langsung berhubungan dengan konsumen, yang mempunyai
fungsi pokok mendistribusikan air yang telah memenuhi syarat ke
seluruh daerah pelayanan.Sistem ini meliputi unsur sistem perpipaan
dan perlengkapannya, hidran kebakaran, tekanan tersedia, sistem
pemompaan, dan reservoir distribusi. Sistem distribusi air minum
terdiri atas perpipaan, katup, dan pompa yang membawa air yang telah
diolah dari instalasi pengolahan menuju pemukiman, perkantoran dan
industri yang mengkonsumsi air. Juga termasuk dalam sistem ini
adalah fasilitas penampung air yang telah diolah (reservoirdistribusi),
yang digunakan saat kebutuhan air lebih besar dari suplai instalasi,
meter air untuk menentukan banyak air yang digunakan, dan keran
kebakaran. Dua hal penting yang harus diperhatikan pada sistem
distribusi adalah tersedianya jumlah air yang cukup dan tekanan yang
memenuhi (kontinuitas pelayanan), serta menjaga keamanan kualitas
air yang berasal dari instalasi pengolahan. Tugas pokok sistem
distribusi air bersih adalah menghantarkan air bersih kepada para
pelanggan yang akan dilayani, dengan tetap memperhatikan faktor
kualitas, kuantitas dan tekanan air sesuai dengan perencanaan awal.
Faktor yang didambakan oleh para pelanggan adalah ketersedian air
setiap waktu. Suplai air melalui pipa induk mempunyai dua macam
sistem menurut Kamala, K. R., (1999), adalah sebagai berikut:

21
a.Continuous system.
Dalam sistem ini air minum yang disuplai ke konsumen mengalir
terus menerus selama 24 jam. Keuntungan sistem ini adalah konsumen
setiap saat dapat memperoleh air bersih dari jaringan pipa distribusi di
posisi pipa manapun. Sedang kerugiannya pemakaian air akan
cenderung akan lebih boros dan bila terjadi sedikit kebocoran saja,
maka jumlah air yang hilang akan sangat besar jumlahnya.

b. Intermitten system.
Dalam sistem ini air bersih disuplai 2-4 jam pada pagi hari dan 2-4
jam pada sore hari. Kerugiannya adalah pelanggan air tidak bisa setiap
saat mendapatkan air dan perlu menyediakan tempat penyimpanan air
dan bila terjadi kebocoran maka air untuk fire fighter (pemadam
kebakaran) akan sulit didapat.

3.4.2 Sistem Pengaliran Air Bersih.


Pendistribusian air minum kepada konsumen dengan kuantitas,
kualitas dan tekanan yang cukup memerlukan sistem perpipaan yang
baik, reservoir, pompa dan dan peralatan yang lain. Metode dari
pendistribusian air tergantung pada kondisi topografi dari sumber air
dan posisi para konsumen berada. Menurut Howard, S.P., et.al (1985)
sistem pengaliran yang dipakai adalah sebagai berikut:

a. Cara Gravitasi.
Cara pengaliran gravitasi digunakan apabila elevasi sumber air
mempunyai perbedaan cukup besar dengan elevasi daerah pelayanan,
sehingga tekanan yang diperlukan dapat dipertahankan. Cara ini
dianggap cukup ekonomis, karena hanya memanfaatkan beda
ketinggian lokasi.

b. Cara Pemompaan.

22
Pada cara ini pompa digunakan untuk meningkatkan tekanan yang
diperlukan untuk mendistribusikan air dari reservoirdistribusi ke
konsumen. Sistem ini digunakan jika elevasi antara sumber air atau
instalasi pengolahan dan daerah pelayanan tidak dapat memberikan
tekanan yang cukup.

c. Cara Gabungan.
Pada cara gabungan, reservoir digunakan untuk mempertahankan
tekanan yang diperlukan selama periode pemakaian tinggi dan pada
kondisi darurat,misalnya saat terjadi kebakaran, atau tidak adanya
energi. Selama periode pemakaian rendah, sisa air dipompakan dan
disimpan dalam reservoir distribusi. Karena reservoir distribusi
digunakan sebagai cadangan air selama periode pemakaian tinggi atau
pemakaian puncak, maka pompa dapat dioperasikan pada kapasitas
debit rata-rata.

3.4.3 Perencanaan Sistem Distribusi Air


Martin, D., (2004) mengkategorikan kegiatan perencanaanuntuk
sistem distribusi air bersih/minum pada dua kategori yaitu:

1. Perencanaan pada daerah yang belum ada sistem distribusi


perpipaan sama sekali atau biasa disebut sebagai Green Area.
2. Perencanaan pada daerah yang sudah ada sistem distribusi
sebelumnya dan sifat perencanaan adalah mengembangkan sistem
yang sudah ada.

Secara umum perbedaan langkah-langkah dalam perencanaan dari


kedua kategori tersebut adalah pada perencanaannya, dimana sistem
sudah ada perencana harus mengevaluasi sistem yang sudah ada
terutama dari kapasitas, kemudian beranjak dari kapasitas yang ada
direncanakan pengembangannya.

23
Ada dua hal penting yang harus dikaji dalam merancang sistem air
bersih yaitu:
1. Kajian dari sisi kebutuhan air.
2. Kajian dari sisi pasokan air.
Dengan mengkaji kedua hal ini dengan baik maka dapatlah dirancang
sistem distribusi yang optimal.

3.4.4 Perencanaan Jaringan Perpipaan Air di Green Area.


Pada kondisi ini pelayanan air minum dengan perpipaan
diasumsikan belum ada sehingga perencana mempunyai keleluasaan
untuk membentuk jaringanpipa sesuai dengan kebutuhan air
dilapangan.

1. Kajian dari Sisi Kebutuhan Air.


Tahapan mengkaji kebutuhan air meliputi:
a. Kajian terhadap peta.
b. Pembuatan zonepelayanan.
c. Perhitungan kebutuhan air zonepelayanan tersebut.

2. Kajian Terhadap Peta.


Kajian terhadap topografi lokasi perencanaan, kajian ini
dilakukandengan menggunakan peta kurang lebih 1:10.000 sampai
1:25.000. Sumber peta dapat diperoleh di Bakosurtanal sementara
sampai tahun 2004 baru sebagian dari Indonesia yang sudah dipetakan
dengan skala 1:25.000. Adapun yang harus diamati pada peta ini
adalah:
1. Lokasi pemukiman dan daerah.
2. Jalur jalan.
3. Elevasi tanah.

24
3.5 Manajemen sumber daya air bersih dan air minum untuk
mengatasi kekurangan air.

1. Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan.


Pembentukan Kelompok Kerja ini didasari pada pemikiran bahwa
pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan tidak hanya
terkait pada satu bidang tertentu tetapi harus merupakan kesatuan dari
beberapa aspek, yaitu aspek teknis, kelembagaan, pembiayaan, sosial
dan lingkungan hidup. Berdasarkan pemahaman itulah maka dibentuk
Kelompok Kerja Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan, yang
terdiri dari departemen-departemen terkait, yaitu Departemen Dalam
Negeri, Departemen Kesehatan, Departemen Permukiman dan
Prasarana Wilayah, dan Departemen Kesehatan serta dikoordinasikan
oleh Bappenas. Selain terkait dengan kegiatan Proyek Penyediaan Air
Minum dan Penyehatan Lingkungan (Proyek WASPOLA, WSLIC-2,
Pro-Air, CWSH, SANIMAS), Kelompok Kerja juga terlibat pada
penyusunan Kebijakan Nasional Pembangunan Air Minum dan
Penyehatan Lingkungan. Saat ini baru diselesaikan Kebijakan
Nasional Pembangunan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan
Berbasis Masyarakat dan sedang dalam tahap penyusunan Kebijakan
Nasional Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Lembaga
ataupun kegiatan uji coba penerapan kebijakan di daerah dan kegiatan
kampanye publik mengenai air minum dan penyehatan lingkungan,
yang ditempuh melalui kegiatan penyusunan jurnal air minum dan
penyehatan lingkungan, pembuatan poster ataupun komik.

2. Pengelolaan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis


masyarakat adalah pengelolaan yang menempatkan masyarakat
sebagai pengambil keputusan dan penanggung jawab, pengelola
adalah masyarakat dan/atau lembaga yang ditunjuk oleh masyarakat,
yang tidak memerlukan legalitas formal serta penerima manfaat
diutamakan pada masyarakat setempat, dengan sumber investasi
berasal dari mana saja (kelompok, masyarakat, pemerintah, swasta

25
ataupun donor). Sedangkan pengelolaan air minum dan penyehatan
lingkungan berbasis masyarakat adalah pengelolaan yang
menempatkan masyarakat sebagai pengambil keputusan dan
penanggung jawab, pengelola adalah masyarakat dan/atau lembaga
yang ditunjuk oleh masyarakat, yang tidak memerlukan legalitas
formal serta penerima manfaat diutamakan pada masyarakat setempat,
dengan sumber investasi berasal dari mana saja (kelompok,
masyarakat, pemerintah, swasta ataupun donor). Diharapkan
keanggotaan Kelompok Kerja ini semakin meluas sehingga kegiatan
yang dilakukan pun semakin beragam dalam rangka peningkatan
aksesibilitas masyarakat akan air minum dan penyehatan lingkungan

3. Pengoperasian dan pemeliharaan bangunan pada sitem penyediaan


air minum yang berupa :
a). penangkap mata air mata air
b). bangunan intake air permukaan
c). sumur gali mengacu pada Modul
d). sumur pompa tangan
e). instalasi pengolahan air sederhana (IPAS)
f). penampungan air hujan (PAH)

26
BAB IV

PENUTUP

4.1 Simpulan

1. Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-


hari dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu.
Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan
bagi sistem penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang
dimaksud adalah persyaratan dari segikualitas air yang
meliputikualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehingga apabila
dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping.

2. Air minum adalah air bersih yang telah memenuhi persyaratan


layak konsumsi dan telah melalui proses pemasakan. Sumber air
terdapat pada tempat atau wadah air alami dan buatan yang terdapat
diatas ataupun di bawah permukaan tanah. Bumi sebenarnya masih
mempunyai banyak persediaan air tetapi hanya sedikit sekali air yang
layak dikonsumsi.

3. Air zam-zam yang dalam bahasa Arab berarti banyak atau


melimpah-limpah merupakan air suci bagi umat Islam.Juga
merupakan air termulia, sangat berharga, dan paling besar
nilainya.Zam-zam adalah air yang berasal dari sebuah sumur mata air
yang terletak dalam kawasan Masjidil Haram, tepatnya di sebelah
tenggara Kabah dengan kedalaman sampai 42 meter.

4. Klasifikasi Air Bersih

Penggolongan air berdasarkan pasal 7, penggolongan air menurut


peruntukannya dapat dibedalan menjadi :

27
Air golongan A : air pada sumber air yang dapat digunakan
sebagai air minum secara langsung tanpa
pengolahan terlebih dahulu.
Air golongan B : air yangdapat digunakan sebagai air baku
untuk diolah menjadi air minum dan
keperluan rumah tangga lainnya.
Air golongan C : air yang dapat dipergunakan untuk
keperluan perikanan dan peternakan.
Air golongan D : air yang dipergunakan untuk keperluan
pertanian dan dapat dimanffatkan untuk
usaha diperkotaan, industri, listrik tenaga air.

e. Klasifikasi mutu air ditetapkan menjadi 4 (empat) kelas:


Kelas satu, air yang peruntukannya digunakan untuk
air baku air minum, dan atau peruntukan lain yang
mensyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.
Kelas dua, air yang peruntukannya at digunakan untuk
prasarana/saran rekreasi, pembudidayaan ikan tawar,
peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atu
peruntukan lain yang mempersyaratkan mutu air yang sama
dengan kegunaan tersebut.
Kelas tiga, air peruntukannya dapat digunakan untuk
pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk
mengairi pertanaman, dan atau peruntukan yang
mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.
Kelas empat, air yang peruntukannya dapt digunakan untuk
mengairi pertanaman dan atau peruntukan lain yang
mempersyaratkan mutu air yang sama dengan kegunaan
tersebut.

28
f. Klasifikasi air zam-zam:
Air zam-zam adalah air yang bersih karena air zam-zam
adalah air mukjizat yang diturunkan allah SWT, air zam-zam
tergolong air yang suci dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh.
g. Peranan penting air bersih, air minum dan air zam-zam
Manusia maupun mahluk hidup yang lainnya sangat
bergantung pada air sehingga air sangat penting bagi kehidupan
peranan penting air bersih, air minum, maupun air zam-zam
sebagai keberlangsungan kehidupan di muka bumi tanpa air maka
kehidupan dimuka bumi tidak akan ada.
h. Indikator air bersih, air minum, zam-zam:
Indikator air dapat dilihat dari kandungan yang ada didalamnya
air bersih,air minum, maupun air zam-zam memiliki kandungan
yang berbeda-beda tetapi fungsi dari ketinganya memiliki fungsi
yang sama yaitu sebagai kebutuhan yang sangat penting bagi
mahluk hidup.
i. Diadakannya teknik water treatment pada air bersih , air minum,
dan air zam-zam untuk mengetahui kualitas air yang digunakan
dalam kehidupan baik itu air bersih,air minum maupun air zam-
zam.

4.2 Saran
Kita harus lebih mengetahui apa itu indikator, karakteristik dan apa
itu air sesungguhnya bagi kehidupan mahluk hidup sehingga kita
senantiasa selalu memelihara kebersihan akan kelestarian air bersih.

29
DAFTAR RUJUKAN

Saniti, Dian. 2012. Penentuan Alternatif Sistem Penyediaan Air Bersih


Berkelanjutan Di Wilayah Pesisir Muara Angke, 23 (3): 197-208

Ritonga, Pangoloan Soleman. 2011. Air Sebagai Sarana Peningkatan


Imtaq (Integrasi Kimia Dan Agama, 8 (2): 267-276

Indriyatmoko, Haryoto, dkk. 2012. Pemanfaatan Penjernih Air Siap


Minum Di Kabupaten Kota Waringin Timur Kota Sampit Propinsi
Kalimantan Timur.Jakarta: BPPT

Quddus, Rachmat. 2014.Teknik Pengolahan Air BersihDengan Sistem


Saringan Pasir Lambat (Downflow) Yang Bersumber Dari Sungai
Musi, 2 (4): 669-675

Masduqi Ali, dkk. 2004. Achievement Of Rural Water Supply Services


According To The Millennium Development Goalscase Study In
The Brantas River Basin, 8 (2): 115-120

Masduqi, Ali. 2008.Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan Berbasis


Masyarakat: Studi Kasus HIPPAM di DAS Brantas Bagian Hilir

Natalia Lidya Ayu, dkk.2014. Kajian Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi
Ulang Di Kabupaten Blora. Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam: Universitas Negeri Semarang

Mirza, Muhammad Navis.2014. Hubungan Antara Hygiene Sanitasi Dengan Jumlah


Coliform Air Minum Pada Depot Air Minum Isi Ulang (Damiu) Di Kabupaten
Demak Tahun 2012. Fakultas Ilmu Keolahragaan: Universitas Negeri
Semarang

Wanti, dkk. 2013. Kondisi Sarana Air Bersih, Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat Terhadap Frambusia pada Anak-anak, 8 (2): 66-71

Siombo, Marhaeni Ria. 2012. Hukum Lingkungan dan Pelaksanaan Pembangunan


Berkelanjutan di Indonesia.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Matahelumual, Bethy Carolina. 2007. Penentuan Status Mutu Air Dengan Sistem
STORET Di Kecamatan Bantar Gebang. Bandung: Pusat Lingkungan Geologi

30
31