Anda di halaman 1dari 7

PENENTUAN STRATIGRAFI BAWAH PERMUKAAN DAN

KEDALAMAN AKUIFER AIR TANAH PADA DAERAH


KARANG MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK
VERTICAL ELECTRONIC SOUNDING (VES) KONFIGURASI
SCHLUMBERGER

ABSTRAK

Kebutuhan akan sumber daya alam (SDA) seperti air, mineral dan sebagainya sangat
besar. Sejak awal peradaban manusia, sumber daya alam telah digunakan untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari. Metode geolistrik resistivitas efektif digunakan untuk
mencari target yang memiliki kontras nilai resistivitasnya (bersifat menghambat arus
listrik) seperti keberadaan air tanah. akuifer air tanah akan memberikan kontras nilai
resistivitas sehingga metode VES efektif dalam pencarian akuifer air tanah dalam
memenuhi kebutuhan air bersih. Pada peneltian ini, lapisan bawah permukaan dibagi
menjadi beberapa lapisan secara umum yakni menjadi enam lapisan. Pada kedalaman
34.3 hingga 59.4 meter diinterpretasi sebagai lapisan akuifer airtanah dengan hostrock
batupasir yang dicirikan dengan nilai resistivitas rendah. Nilai resitivitas pada daerah
penelitian umumnya dipengaruhi oleh beberapa factor terutama kandungan elektrolit,
kandungan mineral dan ukuran butir.

Kata kunci: Geolistrik, Resistivitas, VES, Konfigurasi Schlumberger, Air Tanah

ABSTRACT

Nowadays, needs of resources such as water, mineral etc getting higher. Since human
epoch, resources has used to fulfil human needs. Electrical method of geoelectric is
effective to find target which has resistivity contrast like groundwater. Groundwater
aquifer would give a resistivity contrast till VES method became effective on groundwater
exploration. In this research, subsurface lithology divide into some general layer (six
layer). At the depth of 34.3 meter 59.4 meter interpreted as aquifer with sandstone as
the hostrock. Aquifer has a unique pattern on resistivity curve (low resistivity). Resistivity
of rock on this area of research generally controlled by electrolyte abundance , mineral
composition and grain size.

Keyword: Geoelectrical, Resistivity, VES, Schlumberger Configuration, Groundwater


1. PENDAHULUAN
Dewasa ini, kebutuhan akan 2. DASAR TEORI
sumber daya alam (SDA) seperti air,
2.1 Metode Geolistrik
mineral dan sebagainya sangat besar.
Tujuan dari survei Geolistrik
Sejak awal peradaban manusia, sumber
adalah untuk menentukan distribusi
daya alam telah digunakan untuk
resistivitas bawah permukaan dengan
memenuhi kebutuhan sehari-hari.
melakukan pengukuran di permukaan
Namun seiring berkembangnya zaman,
tanah. Dari pengukuran tersebut,
SDA yang dibutuhkan semakin beragam
resistivitas sebenarnya di bawah
dan sulit didapatkan. Salah satu cara
permukaan bumi dapat diperkirakan.
untuk memenuhi kebutuhan tersebut
Resistivitas tanah berkaitan dengan
adalah melakukan penelitian untuk
berbagai parameter geologi seperti
memahami keadaan di bawah
mineral dan konten fluida, porositas dan
permukaan. Geofisika yang mempelajari
derajat kejenuhan air di batuan. Survei
kondisi bumi dengan menganalisa
resistivitas listrik telah digunakan
aspek-aspek fisis bumi dapat
selama beberapa dekade di
memberikan gambaran keadaan bawah
hidrogeological, pertambangan, dan
permukaan dalam memenuhi kebutuhan
investigasi geothecnical. Baru-baru ini,
akan SDA yang semakin meningkat ini.
telah digunakan untuk survei lingkungan
Parameter-parameter fisis bumi
. ( Dr. M. H. Loke, 1996-2004 )
yang digunakan ilmu geofisika dalam
menggambarkan bawah permukaan
sangat beragam dan memiliki
kegunaannya masing-masing. Salah satu
parameter yang digunakan adalah sifat
kelistrikan bumi yang diamati oleh
metode geolistrik. Metode geolistrik
dapat memberikan gambaran bawah
permukaan dengan mengamati nilai-nilai
kelistrikan seperti resistivitas,
chargeability, potensial diri dan lain-
lain. Metode geolistrik resistivitas
efektif digunakan untuk mencari target
yang memiliki kontras nilai
resistivitasnya (bersifat menghambat
arus listrik) seperti keberadaan air tanah. Gambar 2.1. Tabel nilai resistivitas batuan
Eksplorasi air tanah dengan menurut Telford
menggunakan metode geolistrik dapat
dilakukan dengan berbagai cara, salah 2.2 Metode Geolistrik aktif
satunya adalah cara Vertical Electronic Metode Geolistrik dimana
Sounding (VES) yang memberikan data energi yang dibutuhkan ada, akibat
variasi resistivitas bawah permukaan penginjeksian arus ke dalam bumi
tiap nilai kedalaman. Nilai resitivitas terlebih dahulu oleh elektroda arus.
lapisan batuan yang mengandung air Geolistrik jenis ini ada dua metode,
tanah (akuifer) akan bernilai rendah yaitu metode Resistivitas (Resistivity)
karena air merupakan medium konduktif dan Polarisasi Terimbas (Induce
yang baik dalam menghantarkan arus Polarization). Yang akan dibahas lebih
listrik. Jika dibandingkan dengan batuan lanjut adalah geolistrik yang bersifat
diatas atau dibawahnya, akuifer air tanah aktif. Metode yang diuraikan ini dikenal
akan memberikan kontras nilai dengan nama geolistrik tahanan jenis
resistivitas sehingga metode VES efektif atau disebut dengan metode Resistivitas
dalam pencarian akuifer air tanah dalam (Resistivity).
memenuhi kebutuhan air bersih. Tiap-tiap media mempunyai
respon sifat yang berbeda terhadap
aliran listrik yang melaluinya, hal ini Kesalahan dalam pengukuran SP
tergantung pada tahanan jenis yang biasanya terjadi karena adanya aliran
dimiliki oleh masing-masing media. fluida dibawah permukaan yang
Pada metode ini, arus listrik diinjeksikan mengakibatkan lompatan-lompatan tiba-
ke dalam bumi melalui dua buah tiba terhadap terhadap nilai beda
elektroda arus dan beda potensial yang potensial. Oleh karena itu metode ini
terjadi diukur melalui dua buah sangat baik untuk eksplorasi geothermal.
elektroda potensial. Dari hasil
pengukuran arus dan beda potensial 2.4. Metode Resistivitas
untuk setiap jarak elektroda berbeda Metode Resistivitas adalah salah
kemudian dapat diturunkan variasi harga satu dari metode geolistrik yang
hambatan jenis masing-masing lapisan digunakan untuk menyelidiki struktur
bawah permukaan bumi, dibawah titik bawah permukaan berdasarkan
ukur (Sounding Point). perbedaan resistivitas batuan. Dasar dari
Metode ini lebih efektif bila metode resistivitas adalah hukum ohm
dipakai untuk eksplorasi yang sifatnya yaitu dengan cara mengalirkan arus
relatif dangkal. Metode ini jarang kedalam bumi melalui elektroda arus
memberikan informasi lapisan dan mengukur potensialnya di
kedalaman yang lebih dari 1000 atau permukaan bumi dengan menggunakan
1500 feet. Oleh karena itu metode ini elektroda potensial (Telford dkk, 1976).
jarang digunakan untuk eksplorasi Metode resistivitas merupakan
hidrokarbon, tetapi lebih banyak salah satu metode geolistrik yang
digunakan untuk bidang engineering bersifat aktif dimana energi yang
geology seperti penentuan kedalaman dibutuhkan diperoleh dari penginjeksian
batuan dasar, pencarian reservoar air, arus ke dalam bumi terlebih dahulu.
eksplorasi geothermal, dan juga untuk Metode ini bertujuan untuk identifikasi
geofisika lingkungan. Jadi metode endapan mineral, panas bumi
resistivitas ini mempelajari tentang (geothermal), batubara serta pencarian
perbedaan resistivitas batuan dengan akuifer air tanah. Resistivitas atau
cara menentukan perubahan resistivitas tahanan jenis suatu bahan adalah besaran
terhadap kedalaman. Setiap medium atau parameter yang menunjukan tingkat
pada dasarnya memiliki sifat kelistrikan hambatannya terhadap arus listrik.
yang dipengaruhi oleh batuan Teori dasar dari metode
penyusun/komposisi mineral, resistivitas adalah Hukum Ohm, yaitu
homogenitas batuan, kandungan hubungan antara arus yang dialirkan dan
mineral, kandungan air, permeabilitas, beda potensial yang terukur.
tekstur, suhu, dan umur geologi. Hubungannya adalah sebagai berikut
Beberapa sifat kelistrikan ini adalah (Telford, 1976):
potensial listrik dan resistivitas listrik. R : V/I (2.1)
Keterangan :
2.3. Metode geolistrik pasif R : tahanan (Ohm-meter)
Metode geolistrik dimana energi V : tegangan (mV)
yang dibutuhkan telah ada terlebih I : kuat arus (mA)
dahulu secara alamiah sehingga tidak
diperlukan adanya injeksi/pemasukan 2.5. Metode IP
arus terlebih dahulu. Geolistrik jenis ini Polarisasi terimbas merupakan
disebut Self Potential (SP). salah satu metoda geofisika yang
Pengukuran SP dilakukan pada lintasan mendeteksi terjadinya polarisasi listrik
tertentu dengan tujuan untuk mengukur pada permukaan mineral-mineral logam
beda potensial antara dua titik yang di bawah permukaan bumi.
berbeda sebagai V1 dan V2. cara Pada metoda geolistrik polarisasi
pengukurannya dengan menggunakan terimbas arus listrik diinjeksikan ke
dua buah porouspot dimana tahanannya dalam bumi melalui dua elektroda arus,
selalu diusahakan sekecil mungkin. kemudian beda potensial yang terjadi
diukur melalui dua elektroda potensial. Keunggulan konfigurasi
Dalam metoda polarisasi terimbas ada 4 schlumberger adalah kemampuan untuk
macam metoda pengukuran yaitu mendeteksi adanya sifat tidak homogen
pengukuran dalam domain waktu, lapisan batuan pada permukaan yaitu
domain frekuensi, pengukuran sudut membandingkan nilai resistivitas semu
fasa dan Magnetic Induced Polarization ketika terjadi perubahan jarak elektroda
(MIP). MN/2 (Anonim, 2007a)
Parameter yang diukur yaitu :
2.6.Metode Self potensial
jarak antar stasiun dengan elektroda-
Metode Potensial Diri atau
elektroda (AB/2 dan MN/2), arus (I),
secara umum disebut dengan metode SP
dan beda potensial (V). Parameter
(Self Potential) merupakan metode
yang dihitung yaitu : tahanan jenis(R)
dalam geolistrik yang paling sederhana
dan factor Geometri (k).(Asisten
dilakukan, karena hanya memerlukan
Geofisika, 2006).
alat ukur tegangan (milliVoltmeter) yang
Secara umum faktor geometri untuk
peka dan dua elektroda khusus (porous
konfigurasi Schlumberger adalah
pot electrode). Metode Potensial Diri
sebagai berikut :
merupakan metode yang paling tua
k = AB2MN2/4MN (2.2)
diantara metode-metode Geofisika yang
Dimana :
lain, yang telah diperkenalkan pada
: Resistivitas Semu
tahun 1830 di Inggris oleh Robert Fox.
0 : Titik yang diukur secara sounding
Metode Elektroda porous pot digunakan
AB : Spasi Elektroda Arus (m)
didalam pengukuran potensial diri
MN : Spasi Elektroda Potensial (m),
medium tanah dari di permukaan.
dengan syarat bahwa MN < 1/5 AB
Elektroda tersebut terdiri dari kawat
(menurut Schlumberger)
tembaga yang dimasukkan dalam tabung
k : Faktor Geometri
keramik dengan dinding berpori, diisi
dengan larutan Copper Sulphate ( ).
3. Metode penelitian
Mengapa dalam metode SP digunakan
Penelitian geofisika metode
elektroda porous pot untuk menghindari
geolistrik ini dilakukan dengan
adanya efek polarisasi. Potensial diri
menggunakan alat OYO mc Ohm
dapat terjadi karena adanya proses
dengan konfigurasi Schlumberger.
elektrokimia dibawah permukaan tanah
Panjang bentangan maksimum elektroda
yang disebabkan oleh kandungan
arus sebesar 400 meter.
mineral tertentu 4 CuSO
Tahap-tahap yang digunakan
2.7. konfigurasi Schlumberger dalam pengolahan data hasil akuisisi
Prinsip konfigurasi geolistrik akan dijelaskan sebagai
Schlumberger idealnya jarak MN dibuat berikut:
sekecil-kecilnya, sehingga jarak MN 1. Input data ke Microsoft Excel.
secara teoritis tidak berubah. Tetapi 2. Melakukan perhitungan nilai
karena keterbatasan kepekaan alat ukur, resistitivitas semu pada tiap-tiap
maka ketika jarak AB sudah relative kedalaman serta nilai maksimum
besar maka jarak MN hendaknya dan minimum dari resitivitas
dirubah. Dimana perubahannya itu tidak maupun penetrasi kedalaman data.
lebih besar dari 1/5 jarak AB 3. Mengolah data dengan
menggunakan software IP2WIN.
Data hasil pengolahan Ms. Excel
lalu diinput kedalam software
IP2WIN dan dilakukan pembuatan
model bawah permukaan dengan
menyamakan kurva model terhadap
kurva observasi (kurva matching).
Gambar 2.2. Konfigurasi Schlumberger Pada tahap ini perlu dilakukan
pertimbangan mengenai kedalaman
serta nilai resistivitas minimum dan 4 . Pembahasan
maksimum. Selain itu, konsep Hasil akuisisi akan memberikan
geologi daerah penelitian juga harus data-data di tiap kedalaman berdasarkan
dipertimbangkan pada tahap ini. panjang bentangan elektroda arus
4. Setelah dilakukan kurva matching maupun potensial (factor geometri).
maka data hasil pengolahan IP2WIN Setelah didapatkan data-data tersebut
dibuat dalam Ms. Excel untuk kemudian data diolah dengan software
kemudian dibuat profil bawah IP2WIN. Lalu data akan ditampilkan
permukaan menggunakan Software dalam bentuk kurva resistivitas terhadap
Strater. kedalaman, kurva ini dinamakan kurva
5. Membuat profil bawah permukaan data observasi yakni data hasil akuisisi
menggunakan Software Strater dan di daerah penelitian. Selanjutnya, dari
melengkapi seluruh unsur dalam data obeservasi ini akan dibuat model
profil bawah permukaan. bawah permukaan. Proses ini disebut
inversi yakni perhitungan data kalkulasi
(sebagai data pembuatan model bawah
Mulai
permukaan) dari data observasi yang
ditambahkan dengan factor-faktor
lainnya. Metode inversi pada software
Pengolahan ms Excel
IP2WIN adalah dengan kurva matching,
yakni menyesuakan kurva data observasi
dengan kurva data kalkulasi yang akan
Data Resistivitas dibuat model. Pada tahap ini nilai
resistivitas semu (masih dipengaruhi
resistivitas lapisan diatas dan
Pengolahan IPI 2 WIN dibawahnya) akan diubah menjadi
resistivitas sebenarnya (nilai resistivitas
dari kedalaman tertentu). Dari nilai
resistivitas sebenarnya serta data
Data resistivitas, kedalamannya selanjutnya akan dibuat
kedalaman dan ketebalan model bawah permukaan. Namun, pada
tahap kurva matching ini sangat
lapisan batuan
diperlukan pertimbangan mengenai
aspek-aspek geologi seperti litologi yang
terdapat di daerah penelitian dan
Interpretasi sebagainya. Gambar 4.1. adalah hasil
kurva matching antara data observasi
(garis hitam) dengan data kalkulasi
Pemodelan dengan (garis merah) dengan mengubah nilai
resistivitas sebenarnya tiap kedalaman
strater
(garis biru)

Profil litologi
bawah permukaan

Selesai

Gambar 3.1. Diagram alir pengolahan data

Gambar 4.1. Kurva matching dengan


software IP 2 WIN.
(ohm.m) Top Down Thickness Depth Lithology
9.57 0 2.4 2.4 2.4 Alluvial
8.24 2.4 4.4 2 4.4 Lempung
16.8 4.4 7.27 2.87 7.27 Batupasir
21 7.27 13 5.71 13 Batulempung
16.4 13 34.3 21.3 34.3 Batupasir
11.2 34.3 59.4 25.1 59.4 Batupasir Akuifer
8.4 59.4 80.3 20.9 80.3 Batulempung
Gambar 4.2. Tabel pengolahan dan interpretasi batuan dengan IP2WIN

Dari hasil pembuatan model ukuran butir batuan yang akan


menggunakan software IP2WIN dijelaskan lebih lanjut.
dihasilkan data nilai resistivitas Pada lapisan pertama dengan
sebenarnya dan ketebalan tiap lapisan resistivitas dan kedalaman seperti
dengan resistivitas yang sama. Nilai terdapat pada gambar 4.2 diinterpretasi
maksimal penetrasi arus yang dapat sebagai endapan alluvial, selanjutnya di
digunaakn datanya dianggap 1/5 dari bawah lapisan endapan alluvial terdapat
spasi elektroda arus, namun nilai ini endapan material lempung, di bawah
sangat rancu dan hanya menggunakan lapisan lempung diinterpretasi terdapat
pendekatan tanpa memperhatikan lapisan batupasir, lalu di bawahnya
keadaan lingkungan maupun keadaan lapisan batulempung dan dibawahnya
alat saat akuisisi. Penentuan nilai kembali lapisan batupasir dan dibawah
resistivitas dan ketebalan tiap lapisan lapisan batupasir terdapat lapisan
pada IP2WIN mempertimbangkan batupasir yang berfungsi sebagai akuifer
litologi yang mungkin terdapat pada dan pada bagian paling dasar dari
daerah akuisisi. Namun, karena kedalaman yang dapat diinterpretasi
keterbatasan data-data geologi atau data berupa lapisan batulempung. Alluvial
pendukung lainnya seperti singkapan memiliki resistivitas yang tergolong
dan kedalaman muka air tanah pada rendah karena memiliki banyak
sumur warga. Sehingga interpretasi kandungan fluida air, lalu lapisan
hanya didasarkan pada nilai resistivitas lempung memiliki nilai resistivitas yang
batuan pada tabel resistivitas referensi lebih rendah karena mineral-mineral
yang telah ada serta unsur-unsur dari lempung memiliki sifat konduktif.
system airtanah (groundwater system). Selanjutnya terdapat lapisan batupasir
Pada interpretasi data ini, nilai yang memiliki nilai resistivitas
resistivitas akan dibagi atau tergolong tinggi jika dibandingkan
dikelompokkan sesuai dengan dengan litologi lainnya. Hal ini
interpratasi litologi di daerah tersebut. dikarenakan batuan mulai kompak
Pembagian litologi akan dilakukan namun tidak memiliki kandungan air
secara general atau umum karena sehingga nilai resistivitas tinggi.
kurangnya data pendukung dan Dibawah lapisan batupasir terdapat
ambiguitas dari hasil pengukuran dan lapisan batuan dengan resistivitas tinggi,
pengolahan yang masih cukup tinggi dibawahnya terdapat juga nilai
terhadap nilai resistivitas bawah resitivitas sepert lapisan batupasir diatas
permukaan. Nilai resistivitas bawah tadi, namun tidak memiliki kandungan
permukaan memiliki ambiguitas yang air. Dan di bawah batupasir ini,dengan
tinggi karena banyak factor yang dapat lapisan batu pasir yang sama namun
mempengaruhi nilai resistivitas. Pada memiliki kandungan air sehingga
system air tanah factor-faktor yang dipisahkan sebagai lapisan batupasir
berpengaruh paling besar adara nilai akuifer. Dan dibawah lapisan akuifer ini
resistivitas batuan adalah kandungan harus terdapat lapisan impermeable
elektrolit (air), kandungan mineral, dan yakni lapisan batulempung yang
menmiliki nilai konduktivitas yang 5. Daerah penelitian memiliki akuifer
kembali bertambah. bebas dengan ketebalan 25 meter
yang termasuk dengan akuifer tebal.

6. Saran
Saran yang disampaikan dari
penelitian ini adalah:
1. Untuk penelitian lebih lanjut perlu
dilengkapi dengan data-data geologi
dan data kedalaman muka air tanah
supaya hasil interpretasi lebih
akurat.
2. Menentukan nilai resistivitas dari
masing-masing batuan di tiap
lapisan melalui uji laboratorium
sehingga interpretasi akan dapat
terikat dengan data hasil akuisisi.

7. Referensi
Ernstson K, Kirsch R (2006):
Geoelectrical methods, basic
principles. In Kirsch R (ed):
Gambar 4.3. Profil bawah permukaan. Groundwater Geophysics: A
Tool for Hydrology, 85-108.
Gambar 4.3 merupakan profil Springer.
bawah permukaan yang dibuat dengan Muhammad, Juandi, 2015. Faktor
menggunkan data hasil inversi program Imbuhan untuk Keberlanjutan
IP2WIN dan membuatnya dengan Akuifer Bebas. Pontianak :
software Scatter. Dari data geologi yang Prosiding Semirata 2015.
terbatas dan kurangnya data pendukung
profil bawah permukaan yang bisa
dihasilkan sangat umum atau kasar.

5.Kesimpulan
Dari penelitian yang telah dilakukan
dapat diambil kesimpulan berupa:
1. Data hasil akuisisi dapat diolah
dengan inversi menggunakan
software IP2WIN
2. Lapisan bawah permukaan dibagi
menjadi beberapa lapisan secara
umum yakni menjadi enam lapisan.
3. Pada kedalaman 34.3 hingga 59.4
meter diinterpretasi sebagai lapisan
akuifer airtanah dengan hostrock
batupasir yang dicirikan dengan
nilai resistivitas rendah
4. Nilai resitivitas pada daerah
penelitian umumnya dipengaruhi
oleh beberapa factor terutama
kandungan elektrolit, kandungan
mineral dan ukuran butir.