Anda di halaman 1dari 13

TUGAS PENGANTAR PENELITIAN

SEJARAH PENEMUAN PESAWAT TERBANG

OLEH :

AHMAD DEDI FADHILLAH ( 14071)

MAHRIANDHANIE CHIKA AL-FITRI (1507113677)

NADHIA GASANI PUTRI (1507117817)

ULLIA NURUL ISMALA (1507123812)

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA S1

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS RIAU

2017
Sejarah Pesawat Terbang

1. Catatan Sejarah Penerbangan


Perjalanan pesawat terbang dari awal mula terciptanya hingga sampai ke
bentuk yang sekarang ini cukup panjang yaitu hampir 100 tahun lebih. Bahkan
ada yang mengatakan bahwa ide membuat pesawat terbang sudah ada sejak tahun
200 SM. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya gambar-gambar pada
balok atas penyangga langit-langit sebuah ruangan kuil kerajaan Mesir Kuno.
Selain itu pada tahun 1898, dari sebuah makam kuno di Saqquara, Mesir,
yang diperkirakan dibuat pada 200 SM, juga telah ditemukan sebuah replika
pesawat yang bentuknya mirip dengan pesawat terbang modern. Sejarah awal
terciptanya pesawat terbang yang populer di masyarakat adalah ketika seabad
silam Orville Wright berhasil menerbangkan sebuah pesawat kecil di North
Carolina, Amerika Serikat. Namun, penerbangan itu cuma berlangsung selama 12
menit. Walau hanya sebentar ini merupakan penerbangan pertama dengan pesawat
terbang bermotor. Selain itu, penerbangan perdana ini juga merupakan moment
penting yang membuka jalan menuju era penerbangan modern.
2. Sejarah dan Perkembangan Pesawat Terbang
2.1 Penemuan Awal Konsep Terbang
Pada 400 SM Archytas, seorang sarjana Yunani, membuat sebuah merpati
dari kayu yang dapat bergerak di udara. Tidak diketahui persis bagaimana hal ini
dilakukan, tapi banyak yang beranggapan bahwa benda ini dikenakan pada lengan
dan bertenaga uap. Sekitar 300 SM, orang Cina mengembangkan layang-layang
yang merupakan bentuk awal glider, yang kemudian memungkinkan manusia
untuk terbang.

Gambar 2.1 Ibnu Firmas


Selama masa Yunani seorang matematikawan besar, Archimedes
menemukan prinsip daya apung sekitar 200 SM. Ia menemukan bagaimana dan
mengapa beberapa benda mengapung dalam air. Fakta ini membantu dalam
kemajuan penerbangan. Ketika perpustakaan besar di Alexandria, Mesir hancur
pada 500 M penemuan Archimedes dan banyak penemuan lainnya hilang, 2000
tahun kemudian seorang pria menggunakan prinsip Archimedes ntuk membantu
mereka dengan hot-air-ballon. Kemudian pada 1290 M, Roger Bacon berteorei
bahwa udara, seperti air, memiliki sesuatu yang padat di sekitarnya, dan sesuatu
yang dibangun dengar benar bisa digerakkan oleh udara.
Pada tahun 852 M, seorang ilmuwan dari Spanyol, Ibnu Firnas
memutuskan untuk melakukan ujicoba terbang dari menara Masjid Mezquita di
Cordoba dengan menggunakan semacam sayap dari jubah yang disangga kayu.
Sayap buatan itu ternyata membuatnya melayang sebentar di udara dan
memperlambat jatuhnya, ia pun berhasil mendarat walau dengan cedera ringan.
Alat yang digunakan Ibnu Firnas inilah yang kemudian dikenal sebagai parasut
pertama di dunia.
Pada tahun 875 M, saat usianya menginjak 65 tahun, Ibnu Firnas
merancang dan membuat sebuah mesin terbang. Penerbangan keduanya dilakukan
di Jabal Al-Arus (Mount of the Bride) di kawasan Rusafa, dekat Cordoba.
Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu berhasil.
Sayangnya, karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke
tanah bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung
yang sangat parah. Kecelakaan itu terjadi karena Ibnu Firnas lalai memperhatikan
bagaimana burung menggunakan ekor mereka untuk mendarat. Dia pun lupa
untuk menambahkan ekor pada model pesawat layang buatannya.
2.2 Upaya Awal Menciptakan Penerbangan

Gambar 2.2 Ornithopters


Upaya awal untuk melawan gravitasi terdapat penemuan baru mesin
sederhana, seperti ornithopters. Hal itu didasarkan pada desain yang ditulis dalam
1500 oleh Leonardo da Vinci. Jenis mesin terbang memanfaatkan pengepakkan
sayap untuk dapat terbang. Namun, semua percobaan untuk terbang menggunakan
jenis mesin tersebut gagal. Pada 1680 Giovanni Borelli menyatakan bahwa otot
manusia terlalu lemah untuk mengepakkan permukaan besar yang digunakan
untuk dapat terbang. Kemudian, alasan tambahan ditemukan. Karena kemampuan
fisiologis burung yang luar biasa tidak pernah bisa ditandingi oleh manusia.
Dengan kata lain tingkat detak jantung manusia harus mencapai 800 denyut
jantung per menit agar mampu terbang.
2.3 Penemuan Balon Udara
Penerbangan bebas pertama di perangkat buatan dilakukan oleh dua orang
Perancis, Jean F. Pilatre de Rozier, dan Marquis dArlandes. Mereka melakukan
ini dengan ballon linen besar dan melayang lebih dari lima mil di Paris, Perancis.
Ide mengisi wadah tertutup dengan zat yang biasanya naik melalui
atmosfer pada awal abad ke tiga belas. Lebih dari lima ratus tahun, zat yang
berbeda kemudian dikenal sebagai lebih ringan dari udara. Antara 1650 dan 1900
pendekatan ini digunakan untuk penerbangan. Gas-gas yang paling umum
diusulkan adalah uap air, helium dan hidrogen.
Upaya pertama yang sukses diterbangkan menggunakan jenis pesawat
yang dibuat oleh Montgolfier bersaudara di Perancis. Upaya mereka yang paling
sukses adalah pada tahun 1783 ketika demonstrasi pada masyarakat, mereka
mencapai 6000 ft di balon dengan diameter lebih dari 100 ft. Seiring berjalannya
waktu, ia segera menyadari bahwa balon meski mampu terbang, pada dasarnya
arahnya kurang dapat dikontrol.

Gambar 2.3 Balon Udara


2.4 Pesawat Pertama
Tahun 1848, John Stringfellow terbang dalam jarak dekat dengan
kendaraannya yang ditenagai dengan uap (steam) disebut dengan monoplane di
Crystal Palace, London.

Gambar 2.4 Monoplane


Masalah arah yang tidak terkontrol dari balon udara kemudian baru
dipecahkan dengan pengenalan pembangkit listrik atau mesin memanjang seperti
balon. Bentuknya yang memanjang ini membantu mengurangi tarikan untuk
ukuran kekuatan. Pembangun paling sukses dari jenis ringan dari perkiraan
pesawat udara Hitungan Ferdinand von Zeppelin, yang namanya identik dengan
kaku dan dapat dikemudikan. Istilah "balon" terkendali. Di awal 1930 Jerman
mesin Graf Zeppelin mampu membuat Trans Atlantik dan penerbangan ke
Amerika Serikat. Mereka terbang 18 mph dan memiliki bingkai logam kaku yang
menyimpannya dalam penerbangan bahkan jika gas atau listrik hilang. Desain
Zeppelin disalin dan ditingkatkan oleh orang lain di seluruh dunia. Salah satu
balon udara tersebut 3 kali lebih besar dari Boeing 747 dan melaju pada 68 mph.
Hal itu membuat penerbangan reguler dari Eropa ke Amerika Selatan di mana 24
orang memiliki tempat duduk mereka sendiri dan makan dari menu yang
disiapkan oleh koki terkenal. Hindenburg memiliki kesuksesan yang besar, namun
hancur oleh api saat berusaha mendarat pada tahun 1937 di Lakehurst, New
Jersey. Hindenburg menandai akhir dari perjalanan skala besar Zeppelin.

Gambar 2.5 Zappelin


2.4 Flyer
Pada 17 Desember 1903 bentuk pesawat dengan kendali manusia yang
sekarang kita kenal pertama kali diterbangkan oleh Wright bersaudara diberi nama
Flyer. Penemuan ini terpacu oleh pesawat Zappelin yang sudah mulai
menggunakan kendali manusia untuk terbang. Pada mulanya Oliver dan Wilbur
Wright kesulitan untk mencari pembuat mesin dengan daya 12 horse power
namun dengan spesifikasi ringan, hingga akhirnya mereka menciptakan sendiri
mesin tersebut.
Gambar 2.6 Flyer WrighT Bersaudara
2.5 Perkembangan Pesawat setelah Wright Bersaudara
2.5.1 Fixed Wing (1904)

Gambar 2.7 Fixed Wing Plane


Sebuah karya tulis mengenai konsep sayap-tetap pesawat terbang modern
terbit di Jerman pada 1904. Karya Professor Ludwig Prandtl ini dianggap sebagai
tonggak baru teknologi aerodinamika (ilmu yang bertalian dengan geseka udara
pada benda padat). Sayap-tetap adalah konsep yang memungkinkan pesawat dapat
terbang tanpa menggunakan sayap nya karena mampu menyeimbangkan gesekan
udara. Dengan teknologi itu, pesawat mempunyai daya angkat yang lebih kuat.
2.5.2 Triplane (1908)
Empat tahun setelah terbitnya karya tulis Prandtl, pesawat bersayap tiga di
perkenalkan di Perancis. Tambahan satu sayap dimaksudkan untuk menambah
tenaga dan memudahkan pengendalian. Sayangnya, ketika diterapkan dalam
perang dunia pertama. Teknologi itu tak membantu. Justru menyulitkan pilot
bermanuver. Hanya ada dua tipe pesawat bersayap tiga yag di produksi untuk
perang dunia pertama. Pesawat sayap ganda lebih diminati karena kelincahannya.

Gambar 2.8 Triplane


2.5.3 Fabre Hydravion (1910)

Gambar 2.9 Fabre Hydravion


Untuk kali pertama dalam sejarah, pesawat bermesin dengan sayap
tunggal, mampu mendarat di permukaan air pada 1910. Pesawat ini di sebut Fabre
Hydravion, di ambil dari nama pembuat nya Henri Fabre. Pada saat bersamaan
Eardre Billing memperkenalkan mesin simulasi pesawat pertama. Dengan alat ini,
seseorang tak perlu langsung terbang selama belajar mengendalikan pesawat.
2.5.4 Boeing 247 (1933)

Gambar 2.10 Boeing 247


Berakhirnya perang dunia 1, membuat teknologi pesawat terbang
berkembang pesat, terutama pesawat berpenumpang lebih dari 2 orang. Boeing,
perusahaan membuat pesawat asal Amerika Serikat, memperkenalkan pesawat
penumpang komersial pertama pada 1933. Dua pilot diperlukan untuk
mengudarakan dan mendaratkan pesawat ini. Pesawat ini bermesin ganda dan
bersayap tunggal. Meski begitu, pesawat ini mampu menampung 10 orang
penumpang.
2.5.5 Heinkel HE-178 (1937)

Gambar 2.11 Heinkel HE-178


Hingga 1937, semua pesawat terbang modern masih menggunakan baling-
baling, meski mesin jet sudah di temukan pada tahun 1930 oleh Frank Whittle,
seorang berkebangsaan Inggris. Pada 1937, pesawat mesin jet mulai di
kembangkan. 2 tahun kemudian pesawat bermesin jet mampu terbang. Pemakaian
mesin jet mengubah bentuk sayap. Sayap tak lagi bersegi panjang. Agak lonjong
ujung nya, dan berada tepat atau di bawah badan pesawat. Pesawat itu dikenal
dengan Heinkel HE-178, yang di produksi oleh perusahaan pesawat terbang asal
Jerman, Heinkel.
2.5.6 Supersonik (1947)

Gambar 2.12 Pesawat Supersonic


Pesawat ini mampu terbang melebihi kecepatan suara. Bell X1, menjadi
pesawat supersonic pertama di dunia. Penerbangan pertamanya terjadi pada 14
Oktober 1947. Oleh Chuck Yeager, pilot berkebangsaan Amerika Serikat.
Pesawat supersonic tersohor adalah Concorde, pesawat hasil patungan antara
Inggris dan Perancis.
2.6 Era Penerbangan Komersial
2.6.1 Pesawat Jet Komersial (1949)

Gambar 2.13 Pesawat Jet Komersial


Usai perang dunia II, Inggris mengembangkan pesawat Jet, untuk tujuan
komersial.Dengan sokongan perusahaan pesawat terbang, De Havilland, Inggris
berhasil membuatnya. De Havilland Comet, nama pesawat itu, terbang pertama
kali pada Juli 1949 dari London menuju Afrika Selatan
2.6.2 Fokker 28 (1967)

Gambar 2.14 Fokker 28


Pesawat ini pernah menjadi tulang punggung penerbangan regional (jarak
pendek dan menengah dengan kapasitas 35-100 penumpang) di Indonesia sejak
1971. Diterbangkan kali pertama pada 9 Mei 1967, pesawat ini cepat menarik
perhatian dunia. Beberapa maskapai dunia menikmatinya termasuk Garuda
Airways (sekarang garuda Indonesia). Fokker 28 di nilai cocok dengan karakter
landasan udara di Indonesia yang belum teraspal dengan sempurna. Pesawat ini
mengudara terakhir di Indonesia pada 2001.

2.6.3 Boeing 747 (1970)

Gambar 2.15 Boeing 747


Melihat kesuksesan perusahaan Fokker Aircraft, Boeing tidak mau kalah.
Pada 1970, pesawat berpenumpang terbesar di dunia di perkenalkan. Dengan
panjang 70 meter dan lebar 59 meter, pesawat ini disebut jumbo jet. pesawat
penumpang ini terbagi atas 2 dek/lantai. berkapasitas 400 penumpang, 747
bertahan sebagai pesawat penumpang paling lama digunakan.
2.6.4 Airbus A380 (2005)

Gambar 2.16 Pesawat Airbus A380


Sebagai seteru Boeing, Airbus tidak mau kalah. Setelah memproduksi B-
707 yang terbesar di zamannya pada 1969. Boeing memproduksi B-747 yang
berukuran lebih besar lagi dan menjadi pesawat komersial terbesar sepanjang
sejarah higga 2005. Setelah itu Airbus memproduksi pesawat raksasa A380 yang
versi standartnya memiliki 854 kursi penumpang, atau 525 jika didesain untuk
tiga kelas: eksekutif, bisnis, ekonomi.
3. Penelitian Bidang Pesawat Terbang Saat ini
Setelah berakhirnya produksi pesawat supersonic oleh perusahaan
Concorde dan Tupolev pada tahun 2003 tidak ada lagi pesawat supersoic yang beredar di
pasar penerbangan. Sebagai gantinya saat ini tengah dikembangkan teknologi pesawat
hipersonik yang dilakukan oleh badan-badan di bidang Aerospace di dunia
seperti European Space Agency (ESA) dan Aerospace Exploration Agency Jepang
(JAXA) bahkan NASA juga turuy serta dalam pengembangan pesawat hipersonik.
Pesawat hipersonik yang digunakan akan memiliki kecepatan delapan kali lebih
cepat dari pada suara (8.500 km/jam atau 5.280 mph) membawa penumpang dari
Brussels ke Sydney dalam dua jam dan 55 menit dengan bahan bakar yang ringan
dan tidak mudah meledak yaitu Hidrogen. Namun penelitian ini mengalmi
hambatan dalam hal bahan bakar pesawat yang sulit di dapat dalam jumlah
banyak.
Daftar Pustaka

Betay, S. (2012). Asal Mula Pesawat Terbang. Didapat dari


http://sejarahkendaraanbermesin.blogspot.co.id/2012/12/asal-mula-pesawat-
terbang.html
Giordani, A. (2015). Tantangan Menghadang Pembuatan Pesawat Hipersonik.
Didapat dari http://www.bbc.com/indonesia/vert_fut/2015/11/151102_vert_fut_
hipersonik