Anda di halaman 1dari 2

SOP PENGAWASAN TEMPAT PENGOLAHAN MAKANAN

(TPM)
Pengertian
Pengawasan tempat pengolahan makanan adalah kegiatan penilaian terhadap tempat-tempat
yang memproduksi makanan. Objek pengawasan antara lain ruma makan, warung nasi,
catering, industri rumah tangga pangan, pedagang kaki lima, warung kopi dan makanan,
depot air minum.
Higiene sanitasi makanan adalah upaya untuk mengendalikan faktor
makanan, orang, tempat dan perlengkapannya yang mungkin bisa
menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan

Tujuan
sebagai acuan penerapan langkah-langkah pelaksanaan pengawasan dan
pembinaan terhadap pemilik usaha tempat pengelolaan makanan.

Referensi
1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2014 Tentang Kesehatan
Lingkungan
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 Tentang Higiene
Sanitasi Depot Air Minum
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492 Tahun 2010 Tentang Kualitas Air
Minum
5. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1098 Tahun 2013 Tentang
Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1428 Tahun 2006 tentang pedoman
penyelenggaraan kesehatan lingkungan puskesmas
7. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 715 Tahun 2013 Tentang
Persyaratan Sanitasi Jasaboga

8. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 942 Tahun 2003 Tentang
Persyaratan Higiene Sanitasi Makanan Jajanan

Alat Dan Bahan

1. Alat Tulis
2. Formulir pemeriksaan TPM
3. PH meter
4. Lux meter

5. Noise level meter

Prosedur
1. sanitarian menyiapkan alat dan bahan untuk pengwasan tempat pengelolaan
makanan
2. Kasubag Tata Usaha membuatkan surat tugas kegiatan pengawasan tempat
pengelolaan makanan
3. sanitarian meminta izin kepada pengusaha atau pemilik usaha pengelolaan
makanan dengan menunjukkan surat tugas
4. sanitarian mengisi formulir pemeriksaan tempat pengelolaan makanan
5. sanitarian mengisi kesimpulan dan saran pada buku TPM (buku berwarna
hijau)
6. dokter melakukan pemeriksaan kesehatan karyawan, selanjutnya hasilnya
diisikan pada buku kesehatan karyawan (buku berwarna kuning)
7. sanitarian membuat rekapan hasil pemeriksaan
8. hasil pemeriksaan dilaporkan kepada kepala puskesmas dan subdinas
P2PL di dinas kesehatan
Unit Terkait
1. kepala puskesmas
2. koordinator P2PL
3. Kasubag tata usaha
4. petugas farmasi makanan dan minuman
Diposkan oleh Arpil Jumawal di 19:28
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

Newer PostOlder PostHome

Subscribe to: Post Comments (Atom)