Anda di halaman 1dari 2

Apa perbedaan kapang dengan khamir

dan jamur?
Jamur (mushroom) dari ukuran sudah terlihat jelas, besar. Berkembangbiak
dengan spora.
Contohnya: Jamur kancing, jamur tiram, dsb (pokoknya jamur yang keliatan
sama mata kita).

Kapang (Mould) secara ukuran sudah mikroskopik, namun masih terlihat mata
terutama karena serabut-serabutnya (hifa). Perkembangbiakan dengan
menggunakan hifa.
Contoh: Rhizopus sp. (jamur tempe), Aspergillus sp.

Khamir (Ragi/Yeast) ukurannya mikroskopik, seluler, dan berkembangbiak


dengan membentuk budding (seperti koloni kalau pada bakteri).
Contoh: Candida albicans (penyebab keputihan).

Jawaban lain :

Perbedaan Kapang dan Khamir

Kapang dan khamir merupakan bagian dari fungi, namun ada hal yang membedakan
diantara keduanya yaitu kapang merupakan jenis fungi multiseluler yang bersifat aktif
karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan bahan organic
kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop dapat dilihat
bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa ini dikenal sebagai
miselium. Kapang tersebut mudah dijumpai pada bagian-bagian ruangan yang lembab,
seperti langit-langit bekas bocor, dinding yang dirembesi air, atau pada perabotan
lembab yang jarang terkena sinar matahari. Kapang melakukan reproduksi dan
penyebaran menggunakan spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis, yaitu spora
seksual dan spora aseksual. Spora aseksual dihasilkan lebih cepat dan dalam jumlah
yang lebih banyak dibandingkan spora seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang
kecil (diameter 1 10 m) dan ringan, sehingga penyebarannya umumnya secara
pasif menggunakan aliran udara.

Sedangkan khamir merupakan jenis fungi uniseluler. Istilah khamir umumnya


digunakan untuk bentuk-bentuk yang menyerupai jamur dari kelompok Ascomycetes
yang tidak berfilamen tetapi uniseluler berbentuk ovoid atau spheroid. Bentuk khamir
dapat sperikal sampai ovoid, kadang dapat membentuk miselium semu. Ukuran juga
bervariasi. Struktur yang dapat diamati meliputi dinding sel, sitoplasma, vakuol air,
globula lemak dan granula. Kebanyakan khamir melakukan reproduksi secara
aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polar. Reproduksi
secara seksual menghasilkan askospora melalui konjugasi dua sel atau konjugasi dua
askospora yang menghasilkan sel anakan kecil. Jumlah spora dalam askus bervariasi
tergantung macam khamirnya.

Bakteri merupakan organisme yang paling


banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas
dibandingkan mahluk hidup yang lain