Anda di halaman 1dari 4

BAB II

METODE KERJA

A. Alat dan bahan


No Alat Jumlah
1 Gunting 1
2 Peggaris 1
3 Pensil 1
4 Jarum Pentul 1
5 Alat penjepret 1
Kertas
6 Bejana 3
Kromatografi
7 Lampu UV 3

No Bahan Jumlah
1 Lalat buah 1
normal
2 Lalat buah 2
mutan
3 Kertas saring 1
4 Larutan NBA Secukupnya
5 Vaselin Secukupnya
B. Cara kerja

Kertas saring yang berukuran 16 X 16 cm diberi tanda


1

Tanda 0 diberikan pada garis pertama kertas dengan pensil , dengan jarak masing-masing 2 cm
2

Nama kelompok dituliskan di sebelah atas kertas saring dengan menggunakan pensil
3

Bena diisi dengan larutan NBA setinggi 1 cm, aselin dioleskan pada mulut bejana dan bejana ditutup
4 dengan tutup kaca

3 lalat buah mutan dan 1 lalat normal diambil dan kepalanya dipotong dengan jarum pentul
5

1 kepala diletakan diatas tanda o pada kertas saring dan kepala lalat ditekan hingga matanya terpisah
6 dan diulangi pada lalat yang lain

Kertas saring digulung sehingga letak sisi kiri dan kanan bersebalahan dan kertas saring di hekter di
7 sebelah atas dan bawah

Kertas saring dimasukan secara tegak di dalam bejana, dilakukan dengan hati-hati agar kertas saring
8 tidak bersentuhan dengan kertas saring yang lain atau dengan bejana

Bbejana dituaselin. meup dan diberi vaselin, diamkan beberapa jam sampai larutan eluen bergerak
melewati garis kedua atau menghentikan proses kromatografi tepat saat eluen sampai di garis kedua
9

Kertas saring diambil dan dibuat garis dengan pensil pada batas pergerakan eluen
10

Kertas saring dikeringkan dan diamati dibawah sinar UV., tanda diberikan dengan pensil disekeliling
bercak yang terlihat dan mencatat warnyanya dan warna fluoresensinya
11

Pigmen-pigmen yang termasuk kelompok Drosopterin dan Ommokrom ditentukan berdasarkan hasil
kromatogram yang diperoleh, dengan cara membandingkan pigmen yang terdapat pada masing-
12 masing mutan dengan pigmen pada lalat normal
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil

B. Pembahasan
Pada praktikum kali ini, kami melakukan pengamatan terhadap pigmen mata
pada lalat buah Drosophila melanogaster dengan cara kromatografi kertas. Seperti
yang kita ketahui bahwa lalat buah memiliki 2 jenis pigmen, yaitu pigmen merah
atau Pteridin dan pigmen cokelat atau Ommokrom. Untuk itu, mata lalat buah
Drosophila melanogaster normal dan beberapa mutan (White mutan, Sephia mutan
dan Cloth mutan) ditekan dan ditempatkan pada kertas saring yang telah disiapkan
seperti cara kerja diatas. Setelah dimasukkan ke dalam bejana Kromatografi yang
menggunakan pelarut eluen atau NBA (N-Butanol Asetatglasial Akuades) kertas
saring tersebut kemudian didiamkan sampai larutan naik pada batas yang telah
ditentukan (10 cm). Kertas saring tersebut memperlihatkan pergerakan larutan eluen
yang cepat dibandingkan dengan pergerakan bahan yang akan dipisahkan yaitu
pergerakan warna pigmen mata. Pigmen mata tidak akan terlihat pada cahaya putih
(lampu neon/lampu pijar) tetapi akan mengalami perpijaran/fluoresensi dalam
cahaya UV. Setelah di fluoresensi menggunakan sinar UV, jarak pigmen mata
normal adalah 1,5 cm, jarak pigmen pada mutan mata sepia adalah 0,5 cm dan pada
mata putih adalah 0 cm. Jadi, Rf (Rate of Fluoresensi) pada masing-masing mata
lalat Drosophila melanogaster mata normal, mutan sepia, mutan white, dan mutan
cloth adalah berturut-turut (0,21), (0,07) dan (0).
Pada mata lalat Drosophila melanogaster yang normal, nilai Rf-nya menduduki
nilai tertinggi dari pada sephia dan white. nilai Rf Drosophila melanogaster normal
menduduki nilai tertinggi karena pada mutan, matanya mengalami mutasi pada gen-
gen tertentu yang berperan dalam pembentukan pigmen, baik itu pigmen Pteridin
atau pigmen Ommokrom.
Lalat buah (Drosophila melanogaster) mata sepia terjadi mutasi pada gen yang
berperan dalam pembentukan atau sintesis Pteridin/Drosopterin yaitu pada saat
perubahan Dihidrobiopterin menjadi Sepiapterin sehingga Sepiapterin tidak diubah
menjadi Xanthopterin. Sedangkan pada sintesis Ommokrom tetap terjadi sehingga
warna cokelat lebih mendominasi dibandingkan dengan warna merah. Dengan kata
lain, mata pada mutan sepia adalah cokelat.
Lalat buah mata White memiliki warna putih jernih. Pada mata White nilai Rf
adalah 0. Nilai Rf yang kecil ini pun kami ambil karena tidak adanya titik fluoresensi
pada kertas kromatografi mutan white. Hal ini berarti pigmen mata bisa dikatakan
tidak terdapat pada mutan tipe white. Mutan tipe ini terjadi mutasi pada kedua
sintesis pigmen yaitu mutasi yang menyebabkan hilangnya kelompok Ommokrom
dan kelompok Pteridin/Drosopterin sehingga pembentukan warna pigmen mata tidak
terjadi.