Anda di halaman 1dari 6

DESKRIPSI KONSEPSI SISWA SMA TENTANG

RANGKAIAN LISTRIK ARUS SEARAH


(CRITICAL JOURNAL REVIEW)

DISUSUN OLEH

DWI JAKA PRANATA

5162331002

PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
A. LATAR BELAKANG TEORI
Dalam 20 tahun terakhir ini cukup banyak penelitian pendidikan yang
berkaitan dengan konsepsi siswa dari berbagai topik. Penelitian yang dilakukan
Saleh, S tentang pemahaman konsep Newtonian terhadap mahasiswa diperoleh
hasil bahwa masih terdapat permasalahan secara konseptual memahami konsep
fisika yang diajarkan pada mahasiswa. Penelitian terhadap pemahaman siswa
yang dilakukan Engelhardt P. V. & Beichner, R. J. terhadap konsep dari rangkaian
arus listrik searah diperoleh hasil bahwa terdapatnya miskonsepsi.
Penelitian terhadap rangkaian arus listrik searah banyak ditemukan
miskonsepsi yang antara lain: 1) arus, energi dan perbedaan potensial tidak
dianggap sebagai konsep yang berbeda dan digunakan bergantian satu sama lain.
2) arus digunakan dalam komponen rangkaian; 3) arus keluar dari kutub positif
pada baterai dan masuk ke dalam bohlam yang digunakan untuk menerangi
bohlam, sedangkan kabel penghubung pada ujung kutub negatif baterai dan bola
lampu tidak ada gunanya sama\ sekali; 4) arus keluar dari kedua kutub yang
menyebabkan kedua arus bertemu dan membuat lampu menjadi menyala; 5) arus
mengalir secara merata pada rangkaian paralel; 6) baterai adalah sumber arus
konstan.
Konsepsi sebagai kemampuan memahami konsep, baik yang diperoleh
melalui interaksi dengan lingkungan maupun konsep yang diperoleh dari
pendidikan sekolah. Pada umumnya siswa memiliki visualisasi yang tidak lengkap
dan tidak konsisten tentang suatu konsep. Konsepsi itu sendiri terbentuk pada
masa anak-anak tersebut dalam interaksi otak dengan lingkungannya.
Berdasarkan hal tersebut peneliti melaksanakan penelitian tentang
konsepsi siswa pada rangkaian arus listrik searah yang dimana pada penelitian ini
menggunakan instrumen yang bernama DIRECT versi 1.0 (Determining and
Interpreting Resistive Electric Circuit Test). Tes ini terdiri dari pemahaman
konsep siswa terhadap fenomena rangkaian listrik arus searah. Pada penelitian ini,
"DIRECT versi 1.0" digunakan untuk mengetahui konsepsi siswa yang dimiliki
khususnya pada rangkaian arus listrik searah. soal berjumlah 24 nomor. Tes ini
dapat digunakan mengevaluasi kurikulum atau metode pengajaran serta
memberikan wawasan
B. METODE
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah
negeri di Kota Palu dengan subjek sebanyak 35 siswa dan responden yang
diwawancarai sebanyak 9 siswa untuk menelusuri konsep siswa tentang rangkaian
listrik arus searah.
Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah DIRECT versi 1.0
(Determining and Interpreting Resistive Electric Circuit Test) dengan jenis Soal
Pilihan Ganda Beralasan. Untuk menghitung presentase pemilihan tiap option per
butir soal digunakan persamaan:

A = %

Dengan:
A : Persentase pemilihan setiap option
X: Jumlah siswa yang memilih option
n : Banyaknya peserta tes
Persentase dari setiap pilihan responden untuk setiap pilihan akan
dianalisis. Dalam analisis dari setiap pilihan soal A, B, C, D dan E yang terdapat
pada masing-masing soal merupakan pilihan dari para responden. Untuk menilai
penjelasan responden dari alasan pilihan jawaban dan wawancara, digunakan
empat kriteria untuk tingkat konsepsi siswa [8], yaitu:
Tingkat Pemahaman Konsep ( % )
Penjelasan
No. Tidak ada
Penjelasan benar Penjelasan salah yang tidak
penjelasan
sesuai
1
2
...
n

a) Penjelasan Benar:
Penjelasan siswa yang mencakup semua komponen dari ide-ide ilmiah yang
dapat diterima.
b) Penjelasan Salah:
Penjelasan siswa yang tidak dapat diterima secara ilmiah
c) Penjelasan Yang Tidak Sesuai:
Penjelasan siswa yang tidak sesuai dengan kategori A dan kategori B.
d) Tidak Ada Penjelasan:
Siswa yang tidak menuliskan penjelasan sesuai dengan pilihannya atau menulis
ulang kembali pilihannya.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


Bersumber pada hasil tabel diketahui bahwa, terdapat 7 soal yang
responden tidak dapat memberikan alasan dengan benar berdasarkan konsep yang
tepat. Adapun nomor-nomor soalyang dimaksud ialah pada nomor 1, 5, 9, 13, 14,
15 dan 21. Selain itu, pada nomor 5, 9, 13, 21 dan 22 merupakan soal yang jumlah
respondennya yang memilih pilihan yang tepat sangat sedikit.
Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana konsepsi yang dimiliki oleh
responden tentang konsep rangkaian listrik arus searah dengan menggunakan
instrumen DIRECT versi 1.0. Responden yang terlibat dalam wawancara
sebanyak 9 responden yang diperoleh dengan menghitung nilai rata-rata dan
standar sehingga diperoleh kategori tinggi, sedang dan rendah. adapun nilai rata-
rata dan standar deviasi ialah 8,45 dan 2,10.
REVIEW JURNAL

Deskripsi Konsepsi Siswa Sma Tentang Rangkaian Listrik


Judul
Arus Searah

Jurnal Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT)

Volume dan ISSN Volume 1 Nomor 3 / 2338 3240

Penulis Andhika Nugraha

Reviewer Dwi Jaka Pranata

Tanggal 12 Mei 2017

Mendeskripsikan konsepsi siswa SMA tentang rangkaian


Tujuan Penelitian
listrik arus searah

Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah negeri di


Kota Palu dengan subjek sebanyak 35 siswa dan responden
Subjek Penelitian
yang diwawancarai sebanyak 9 siswa untuk menelusuri
konsep siswa tentang rangkaian listrik arus searah.

1. Pemberian soal-soal
Assesment Data
2. Wawancara

1. DIRECT versi 1.0 (Determining and Interpreting


Resistive Electric Circuit Test) dengan jenis Soal
Metode Penelitian
Pilihan Ganda Beralasan
2. Wawancara

Pada tahap pertama siswa diharapkan memilih pilihan yang


tepat sesuai jumlah pilihan yang ada. Pada tahap kedua
siswa diminta untuk memberikan alasan atau penalaran
Langkah Penelitian mereka pada jawaban yang dipilihnya. Presentasi jawaban
dan alasan yang dikemukakan siswa dianalisis serta
mewawancarai 9 responden berdasarkan kategori tinggi,
sedang, dan rendah.

Hasil penelitian menunjukkan konsepsi siswa terhadap


rangkaian listrik arus searah masih rendah khususnya yang
berhubungan dengan hubungan singkat pada rangkaian,
Hasil Penelitian Hukum Kirchoff 1 dan medan listrik serta ditemukannya
miskonsepsi pada rangkaian listrik arus searah antara lain:
(a) adanya arus listrik yang mengalir dalam rangkaian
walaupun saklar telah diputuskan.
(b) besarnya kuat arus yang melewati hambatan pada
rangkaian seri dan paralel adalah sama.
(c) arus listrik yang mengalir dalam rangkaian paralel di
semua titik adalah sama.

Peneliti mengungkapkan alasan-alasan yang spesifik yang


menjadi permasalahan mengapa siswa tidak menjawab
Kekuatan Penelitian pertanyaan dengan disertai alasan yang benar. Itu
merupakan hal yang sangat bagus untuk mengevaluasi
kemampuan siswa.

Peneliti tidak memaparkan solusi-solusi supaya siswa


tersebut mampu mendalami konsep yang berkaitan dengan
rangkaian listrik arus searah. Peneliti hanya memberikan
Kelemahan Penelitian saran-saran yang mendasar saja namun tidak memberikan
jalan keluar yang lebih spesifik lagi kepada siswa
mengenai pembelajaran yang berhubungan dengan listrik
arus searah di SMA yang dilaksanakan penelitian.

1. Siswa beranggapan tidak adanya pengaruh dari


hubungan singkat pada rangkaian listrik.
2. Siswa beranggapan bahwa adanya arus listrik yang
mengalir dalam kawat walaupun saklar diputuskan.
3. Siswa beranggapan bahwa besarnya tegangan pada
rangkaian seri dan paralel adalah sama sehingga
menganggap besarnya daya pada rangkaian adalah
sama.
4. Siswa tidak mengetahui tentang konsep Hukum
Kirchoff 1 dan beranggapan bahwa besarnya arus listrik
yang mengalir dalam rangkaian paralel di semua titik
Kesimpulan adalah sama.
5. Siswa tidak mengetahui tentang konsep medan listrik
pada rangkaian listrik.
6. Siswa beranggapan bahwa besarnya kuatarus yang
melewati hambatan pada rangkaian seri dan paralel
adalah sama.
7. Siswa beranggapan beda potensial pada baterai
berbanding lurus dengan kuat arus berdasarkan Hukum
Ohm.
8. Siswa beranggapan bahwa hambatan berbanding lurus
dengan kuat arus pada rangkaian seri.