Anda di halaman 1dari 18

Dengan 8 Cara Ini,

Restu Orangtua Pacar


Akan Kamu Dapatkan
Dari Saat Bertemu
Pertama Kali
Gregorius Ragil Wibawanto | Okt 21, 20151,066 shares

Bagikan di Twitter (33) Bagikan di Facebook (1K)

Selain menyatakan cinta dan bilang putus, ada satu momen lagi
yang berhasil membuat jantungmu berdegup kencang. Apalagi
kalau bukan bertemu orangtua pacar untuk pertama kalinya.
Tentu saja, groginya luar biasa. Perasaan ini muncul karena kamu
menciptakan ilusimu sendiri. Contohnya, kamu ketakutan
setengah mati kalau-kalau tidak diterima di pertemuan pertama
atau orang tuanya super galak hingga membuatmu khawatir tidak
dapat menanggulanginya. Justru bayangan yang seperti inilah
yang berpotensi besar menghancurkan kesan pertamamu.

Satu cara yang paling utama untuk membuat kesan pertama


menjadi spektakuler adalah menghilangkan pikiran-pikiran
semacam itu. Percaya dirilah bahwa kamu pribadi yang
berkualitas jasmani rohani. Tahap berikutnya setelah kamu telah
berhasil mengontrol pikiran dan mengelola perasaan adalah
mempraktikkan 8 sikap ini, niscaya kesan pertamamu sungguh
berarti.
1. Rapi adalah sebuah keharusan. Tapi
jangan sampai pakaianmu terlihat
berlebihan. Yang apa adanya justru lebih
tampan.
Mau Kemana, Maz? via www.tumblr.com

Memang betul bahwa kita tidak boleh menilai orang dari


bungkusnya saja. Tapi kesan paling pertama yang dilihat mata
adalah caramu berpakaian. Sepertinya kamu tidak perlu datang
mengenakan setelan lengkap dengan dasi kupu-kupu dan sapu
tangan manis melirik dari balik saku. Jadilah dirimu sendiri
seperti sehari-hari.

Tapi kan ini spesial, ketemu untuk pertama kali gitu, masak
biasa aja

Emang kamu punya jas dan dasi kupu-kupu?

Iya kami tahu ini begitu spesial bagimu. Tapi kamu masih muda.
Sebisa mungkin perlihatkan bahwa dirimu adalah generasi hari
ini yang dinamis, fleksibel, dan tidak terbatas. Pakaian yang
berlebihan akan membatasi interaksi yang mungkin terjadi. Kamu
akan canggung kalau ketemu dengan pakaian yang berlebihan.
Sebaliknya, kalau memang acara bertemunya formal, jangan
mengenakan sembarang pakaian. Yang satu ini juga berlebihan.
Lihat situasi dan kondisi. Tanyakan dengan jelas design
pertemuannya. Dan hati-hati kalau itu sangat formal. Siapkan
mental, karena mungkin kamu diminta segera melamar.

2. Bukanlah sebuah kewajiban untuk


membawa buah tangan. Sikapmu terlihat
dari obrolan, bukan apa yang kamu
genggam.

Pria sejati malah datang dengan tangan kosong!


via bukuresepkue.blogspot.co.id

Pria sejati datang dengan tangan kosong! Persembahan yang


paling berarti adalah dirimu sendiri. Bawa-bawa bingkisan
membuatmu terlihat tidak percaya diri. Jangan jadikan bingkisan
sebagai tameng untuk menunjukkan bahwa kamu adalah cowok
yang baik hati. Ramah tamah yang paling mewah adalah
pembawaanmu sebagai seorang pria lengkap dengan etika dan
cara bicara. Ada baiknya kamu justru menyiapkan mental dengan
menghapus segala ketakutan yang sembarangan masuk ke
pikiran.

3. Tapi, gak perlu juga repot-repot bikin


poin-poin perbincangan. Jadilah natural dan
fleksibel dengan mengikuti yang mengalir di
hadapan.
Ujian, Maz? via www.seventeen.com

Nah, tapi jangan lalu dirimu menyusun naskah pidato sebagai


bahan obrolan sama orang tua pacar. Cara ini malah sangat
berhasil memupuk ketakutan-ketakutan yang lebih akut. Kamu
hanya akan terpaku pada poin-poin yang kamu buat. Ingat ya, bro
ini bukan presentasi mata kuliah pengantar ilmu sosial dasar.
Kamu akan bertemu orang tua pacar. Lebih baik datang dengan
pikiran yang segar. Ikuti aja alur perbincangan yang menanti di
hadapan. Sikap seperti ini akan menghilangkan jarak antara
kamu dan mereka.

4. Ini cukup fatal : jangan iya-iya aja!


Sampaikanlah pendapat original. Buktikan
kalau kamu adalah cowok yang luas
pengetahuan.

Iya om iya tante via gifbuffet.tumblr.com

Tapi jangan juga kamu mengikuti alur perbincangan dengan iya


om, iya tante. Kamu akan terlihat grogi karena takut
mengecewakan mereka ketika kamu tidak setuju pada cerita yang
mereka sampaikan. Pendapatmu sangat diperlukan untuk
membuat obrolan jadi lebih menyenangkan. Buktikan bahwa
kamu memiliki pengetahuan yang tak terbatas. Kalau memang
tidak setuju, sampaikan saja. Tapi tetap dengan sopan santun.
Kamu bisa mendahului dengan kalimat, Iya om tante itu bagus,
tapi alangkah baiknya bla bla bla karena

5. Cowok mediocre akan selalu setuju


dengan orang tua pacar saat bercanda
tentang segala masalah anaknya. Jadilah
netral, sampaikan informasi secara
berimbang. Niscaya, kamu akan terpandang
elegan.
Oh ya?? Nurul emang begitu om via prapthi.tumblr.com

Percayalah, kamu akan sampai pada obrolan semacam ini,

Om : Nurul hobinya pulang malem, alasannya si ke


kampus

Mediocre : Iya Nurul itu, emang enggak tahu waktu, sudah


saya bilangin tapi bandel

Kamu : Ohya, dia emang sering pulang malam dan benar ke


kampus, Om. Beberapa kali saya yang antar, mungkin waktu
om sudah tidur juga, jadi gak sempat ketemu. Tugas sama
rapatnya juga lagi banyak si nurul itu. Tapi tetap saya coba
bilangin supaya bisa atur waktu, biar enggak
sampai malam

Terlihat perbedaan tingkat kecerdasan antara kamu dan mediocre


yang hanya bisa iya-iya aja ke orang tua saat mulai membahas
kekurangan masalah pacarmu. Silahkan dipilih mau bersikap
seperti apa kalau sudah sampai di momen percakapan yang
semacam itu.

6. Memancing topik pembicaraan tentang


masa depan adalah jalan menuju
kesengsaraan. Hindari! Ingat kamu baru
pertemu beliau untuk pertama kali. Akan
tiba saat yang lebih tepat untuk
membicarakan yang seperti ini.
Nah terlalu serius kan? Gak enak kan? via www.neonujewell.com

Kami paham betul bahwa kamu ingin terlihat visioner dan pantas
dijadikan calon menantu yang berkualitas. Tapi pada pertemuan
pertama, alangkah baiknya kamu coba untuk tidak memancing
tema yang seperti ini. Coba bahas dirimu secara utuh yang paling
sekarang. Orang tua ingin mengerti secara utuh keadaan cowok
yang dekat dengan anaknya. Ini wajar, karena mereka ingin
anaknya tumbuh dan berkembang dengan aman. Oleh karena itu,
ceritakan apa yang menjadi aktivitas dan lingkungan sekitarmu.
Kalau mereka yang duluan bertanya soal masa depan, coba
alihkan ke topik yang paling hari ini. Bisa kamu respon dengan
kalimat

Iya Om, Tante saya sudah mikir sampai ke situ, tapi kalau
sekarang saya ingin fokus ke yang satu ini dulu

oh gitu, emang apa yang satu itu?

Dan berlanjutlah obrolan tentang kamu yang paling sekarang.

7. Terserah Om dan Tante Aja Mau Makan


di mana. No! Mereka bukan pacarmu.
Sampaikan ide dan beri pilihan yang terbaik
menurutmu.
Hap hap hap! Terserah deh via spncmsh.tumblr.com

Sikap ini cukup fatal. Kamu akan dilihat sebagai cowok yang tidak
bisa berpendapat. Memang, bahwa keputusan ada di tangan
mereka dan peluangmu untuk mengubahnya sangat kecil. Tapi
memberi ide dapat menghindari prasangka bahwa kamu hanyalah
seorang cowok yang bersikap seperti sapi pak tani, ditarik ke sana
kemari bukanlah masalah berarti. Buktikkan kalau kamu dengan
sukses menjawab segala pertanyaan tanpa sepeserpun terpeleset
pada kata iya-iya aja dan terserah.
8.Jangan sesekali menilik HP kalau kamu
mulai merasakan gelagatFreeze Moment.
Selain kurang sopan, HP bukan kendaraan
untuk lari dari keadaan.

Look at me! Come come come via upilbos.blogspot.co.id

Ini yang paling fatal. Kalau kamu sampai pada Freeze Moment, di
mana semua orang diam tanpa kata, jangan pernah mengeluarkan
HP dan sibuk dengannya. Konyol! Lebih baik diam daripada
berbuat demikian. Kamu akan nampak sebagai pecundang yang
tidak menghargai sebuah momentum hanya karena dikuasai
perasaan grogi. Kalaupun kamu tidak nyaman untuk diam,
ajaklah bicara pacarmu, bisik-bisik juga enggak masalah. Asal
jangan jadikan HP sebagai pelarian.

Kesuksesan bertemu dengan orang tua pacar untuk pertama kali


akan menentukan pertemuan-pertemuan berikutnya.
Kesempurnaan memang hanya milik imajinasi semata. Kamu
hanya bisa berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengecewakan
siapapun. Percayalah, kamu masih bisa sempurna dalam
ketidaksempurnaan asalkan berhasil menyingkirkan ketakutan
dan kekonyolan yang sungguh tidak perlu. Semoga berhasil, Pals!