Anda di halaman 1dari 13

Bahan Ajar Dosen

Ringkasan
Keuangan Publik

oleh
Prof. Dr. Bambang Triadji

untuk :
Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN

Politeknik Keuangan Negara STAN


Program Studi Akuntansi

1
BAB I
PENGANTAR DAN GAMBARAN UMUM KEUANGAN PUBLIK

A. Ekonomi Publik dan Keuangan Publik ( Dr. Guritno Mangkoesoebroto, Ekonomi


Publik)
1. Ekonomi Publik
a. Definisi Ilmu Ekonomi Publik
Ilmu Ekonomi Publik adalah cabang Ilmu Ekonomi yang membicarakan
peranan pemerintah dalam perekonomian serta dampak kebijaksanaan
pemerintah terhadap perekonomian

b. Timbulnya Ekonomi Publik


1) Pada awal mulanya manusia sebagai individu mengerjakan kegiatan
ekonominya secara sendiri. Dia mengambil hasil alam untuk memenuhi
kebutuhannya atau keluarganya
2) Kemudian nurani sosialnya muncul sehingga hasilnya yang berlebih
dipertukarkan dengan barang lain di suatu tempat pertemuan yang
kemudian disebut pasar yang sifatnya bebas (pasar bebas/free market)
3) Di dalam kehidupan masyarakat tersebut terbentuklah kelompok yang
menghasilkan barang atau jasa (produsen) dan yang membutuhkan untuk
konsumsi (konsumen)
4) Proses pertukaran atau jual beli tersebut terlaksana dengan konsep
efisiensi dalam pasar bebas dan tidak ada yang mengatur (liberalism). Di
pasar tersebut segala sesuatu ditentukan berdasarkan penawaran dan
permintaan (kapitalisme)
5) Di dalam perkembangan selanjutnya ternyata timbul berbagai masalah
yang mengganggu sistem pasar bebas tersebut antara lain monopoli dan
informasi pasar yang tidak sempurna sehingga terjadilah kegagalan pasar
6) Untuk mengatasi kegagalan pasar tersebut , masyarakat memandang
adanya aturan (regulation) dan pihak yang mengatur (pemerintah) sebagai
wakil masyarakat
7) Pemerintah tersebut dalam melaksanakan tugasnya memerlukan dana
yang diperoleh dari pajak dan pungutan lainnya untuk dibelanjakan guna
keperluan penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan
mengatur pasar
8) Pemerintah mempunyai fungsi mengalokasikan dana yang diperolehnya
untuk pembiayaan tugasnya serta penyediaan barang publik dalam hal
swasta tidak menyediakan (fungsi alokasi), juga mendistribusikan dana
sedemikian rupa sehingga mengakibatkan pemerataan pendapatan
masyarakat (fungsi distribusi).Di samping itu pemerintah juga harus
mengusahakan stabilisasi perekonomian sehingga tidak terjadi
goncangan-goncangan keadaan (fungsi stabilisasi)
9) Dalam melaksanakan peranannya, pemerintah harus menyesuaikan
dengan sifat masyarakatnya serta situasi dan kondisi sehingga dapat

2
ditentukan apakah pemerintah memandang perlu untuk banyak ikut
campur dalam perekonomian (sistem sosialisme) atau sedikit ikut campur
dalam perekonomian (sistem kapitalisme)
10) Dalam era globalisasi, Indonesia perlu menetapkan sistem ekonominya
yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga harus memilih apakah
akan cenderung kearah sistem sosialisme atau sistem kapitalisme atau
campuran antara keduanya agar dapat menghadapi era globalisasi,
meningkatkan daya saing ekonominya, menyesuaikan diri dengan
ketentuan-ketentuan internasional, dan menyejahterakan rakyat Indonesia.

2. Keuangan Publik
a. Definisi Keuangan Publik
Keuangan publik adalah bagian ilmu ekonomi yang mempelajari aktivitas
finansial pemerintah

b. Alasan Mempelajari Keuangan Publik


1) Sebagai bahan dalam proses pengambilan keputusan berdasarkan asas
demokrasi.
2) Sektor publik telah mengalami pertumbuhan dari waktu ke waktu dan
menjadi sangat besar nilainya
3) Untuk mengamati aktivitas organisasi pemerintah.
4) Semakin besar proporsi pajak yang harus dibayar oleh masyarakat, maka
semakin besar kepentingan dan perhatian publik terhadap penggunaan
pajak tersebut oleh pemerintah.

c. Pentingnya Sektor publik


Kebijakan publik dianggap penting dalam hal memengaruhi kegiatan
ekonomi nasional melalui kebijakan moneter dan penganggaran, karena
sektor publik dan sektor swasta merupakan kesatuan integral dalam sistem
perekonomian.
Dalam hubungannya dengan ini, John Stuart Mill menyampaikan alasan-
alasan tentang perlunya aktivitas publik yang dilakukan oleh pemerintah
sebagai berikut:
1) Campur tangan pemerintah dibutuhkan dalam memelihara perdamaian
dan melindungi masyarakat terhadap serangan yang datang dari luar
maupun dari dalam.
2) Pemerintah perlu beraktivitas dalam area yang menyangkut kepentingan
publik atau umum.

Di samping itu, Pemerintah semakin diperlukan dalam melakukan kegiatan


kegiatan ekonomi karena mekanisme pasar dalam sistem kapitalis
mempunyai beberapa kelemahan. Di antara kelemahan-kelemahan
mekanisme pasar tersebut adalah sebagai berikut:
1) Adanya barang publik yang tidak dapat disediakan oleh mekanisme pasar,

3
sehingga harus disediakan oleh pemerintah
2) Adanya perbedaan biaya pribadi dan biaya sosial, manfaat pribadi dan
Manfaat sosial, sehingga pemerintah secara nyata diperlukan
dalampengelolaan biaya dan manfaat sosial karena swasta tidak ada
keinginan mengelolanya
3) Adanya risiko yang sangat besar yang tidak mungkin dikelola oleh
swasta.
4) Adanya sifat monopoli dalam bidang usaha tertentu yang menyebabkan
pemerintah harus campur tangan agar monopoli tidak merugikan para
pelaku ekonomi.
5) Adanya inflasi atau deflasi yang tidak dapat diselesaikan secara otomatis
Oleh mekanisme pasar
6) Adanya distribusi pendapatan yang tidak merata antar pelaku ekonomi
pasar.

d. Karakteristik Kebijakan publik


1) Untuk mencapai efisiensi pasar yaitu kondisi produksi barang sama
dengan keinginan pasar, mensyaratkan adanya informasi yang lengkap
mengenai pasar baik bagi produsen maupun konsumen. Dengan
demikian, peraturan pemerintah diperlukan untuk menjamin lengkapnya
informasi itu.
2) Peraturan pemerintah diperlukan untuk mengoreksi penyimpangan yang
terjadi bila terdapat kondisi persaingan yang tidak efisien.
3) Pertukaran barang dan jasa tertentu dalam mekanisme pasar memerlukan
proteksi dari pemerintah untuk melindungi pelaku pasar.
4) Masalah eksternalitas yang timbul perlu dipecahkan oleh pemerintah,
melalui anggaran subsidi dan pajak.
5) Perlunya peran sosial yang dilakukan oleh pemerintah dalam distribusi
pendapatan dan kesejahteraan dalam mekanisme pasar.
6) Kebijakan publik diperlukan untuk menjamin kesempatan kerja, stabilitas
harga dan tingkat pertumbuhan ekonomi.

e. Ruang Lingkup Keuangan Publik


1) Permasalahan keuangan pemerintah dengan keterbatasan yang ada.
2) Segala kegiatan yang berhubungan dengan alokasi sumber daya,
distribusi pendapatan, dan aspek stabilisasi.
3) Analisis hubungan sektor publik dan sektor swasta.

4
B. Alasan Mempelajari Keuangan Publik (Jonathan Gruber)

I. Empat Pertanyaan Keuangan Publik


1. Kondisi Amerika
Ketika Barack Obama dilantik sebagai Presiden Amerika ke 44 pada tanggal 20
Januari 2009, ia menghadapi krisis ekonomi terburuk di Amerika dalam
seperempat abad. Tingkat pengangguran yang satu tahun sebelumnya sebesar 4,8
% meningkat menjadi 7,6%. Indeks pasar saham jatuh 34% dan kemudian
menjadi 78,19 % pada tahun 2007. Presiden Barack Obama mengatakan bahwa
Amerika mengalami krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan
oleh karena itu harus ditangani dengan cepat.

2. Cara Mengatasi Krisis Ekonomi Amerika


Untuk mengatasi itu, para pemimpin Amerika bersepakat untuk menyediakan
paket stimulus untuk perluasan manfaat kesehatan bagi masyarakat bawah yang
tidak mampu mengikuti program asuransi, peningkatan bantuan kepada
pemerintah negara bagian dan lokal, serta peningkatan biaya pendidikan. Di
samping itu juga untuk menutup berkurangnya dana karena penurunan pajak bagi
pembayar pajak kelas bawah. Setelah melalui perdebatan jang seru antara partai
Demokrat dan Partai Republik akhirnya karena mayoritas anggota parlemen
berasal dari Partai Demokrat, maka stimulus tersebut disetujui sebesar $ 787,2
milyar.
Penjelasan : Dalam ekonomi, stimulus adalah kebijakan pemerintah untuk
mengatasi krisis ekonomi dengan mendorong pertumbuhan ekonomi melalui
berbagai kebijakan misalnya melalui kebijakan moneter atau fiskal, deregilasi dan
sebagainya.

3. Proses Penetapan Kebijakan


Kontroversi tentang stimulus tersebut menggambarkan perdebatan tentang peran
yang tepat dari pemerintah dalam menangani krisis ekonomi dan merupakan
pertanyaan yang mendasar dari cabang ilmu ekonomi yang disebut keuangan
publik. Dengan demikian tujuan keuangan publik adalah untuk memahami peran
yang tepat dari pemerintah dalam perekonomian, sehingga timbul beberapa
pertanyaan dalam keuangan publik antara lain :
a. Di sisi pengeluaran :
1) Apa jenis layanan yang harus diberikan oleh pemerintah?
2) Mengapa pemerintah harus menghabiskan uang yang banyak untuk
membantu sekolah setempat, asuransi pengangguran, pembangunan
jaringan listrik baru?
3) Mengapa penyediaan barang dan jasa seperti pakaian, hiburan, properti
diserahkan kepada swasta.
b. Di sisi pendapatan :
1) Berapa besar pajak yang harus ditetapkan untuk warga?

5
2) Jenis kegiatan apa yang harus dibebani pajak dan apakah mereka diberi
keringanan pembayaran pajak di masa yang sulit?
3) Apa akibat yang terjadi dengan pengenaan pajak?

4. Empat Pertanyaan Keuangan Publik


Pengertian Keuangan Publik secara sederhana adalah mempelajari peran
pemerintah dalam perekonomian. Meskipun definisi tersebut sederhana tetapi
menyangkut masalah yang sangat luas karena melibatkan jawaban atas empat
pertanyaan, yaitu :
1) Kapan seharusnya pemerintah melakukan intervensi ekonomi?
2) Bagaimana intervensi pemerintah harus dilakukan?
3) Apa akibat dari intervensi tersebut terhadap outcome/manfaat perekonomian?
4) Mengapa pemerintah memilih intervensi dalam bidang tertentu?

5. Kapan seharusnya pemerintah melakukan intervensi ekonomi


Pelajaran mendasar dari dasar ekonomi mikro adalah bahwa hal yang paling
efisien bagi masyarakat apabila terjadi keseimbangan pasar kompetitif. Dalam
keseimbangan pasar yang kompetitif, penawaran sama dengan permintaan.
Pertanyaannya adalah, mengapa pemerintah melakukan intervensi pada operasi
pasar? Ada dua alasan yaitu karena kegagalan pasar dan usaha untuk
pendistribusian kembali.
a. Kegagalan Pasar
Sebagai contoh kegagalan pasar adalah kegagalan pada pasar asuransi
kesehatan. Tersedia sejumlah besar perusahaan asuransi yang menawarkan
asuransi kepada rumah tangga yang ada. Seharusnya pasar yang efisien terjadi
apabila penawaran asuransi sama dengan permintaan asuransi dalam arti bahwa
rumah tangga mampu membeli seluruh asuransi yang ditawarkan. Tetapi di
Amerika keadaan tersebut tidak demikian.
Pada tahun 2007 terdapat 45 juta orang yang tanpa asuransi karena tidak
mampu membeli asuransi dengan harga yang ditawarkan . Hal tersebut berarti
bahwa pasar tidak bekerja secara efisien. Keadaan tersebut mengakibatkan
kondisi kesehatan dari yang tidak berasuransi tersebut akan menurun dan pada
gilirannya akan meningkatkan biaya kesehatan dan, juga akan menurunkan
produktivitas masyarakat.
Untuk mengatasi kejadian tersebut, pemerintah perlu melakukan intervensi
agar pasar menjadi efisien dengan memberikan bantuan kepada masyarakat
yang tidak mampu.
b. Pendistribusian Kembali
Pemerintah seharusnya bukan hanya memikirkan ukuran kue nasional
(pertumbuhan ekononomi) tetapi juga pendistribusian kue nasional/pemerataan
pendapatan. Contohnya, pada tahun 2007, Amerika membantu asuransi bagi
keluarga dengan pendapatan di bawah $ 50.000.
Pemerintah sering dihadapkan pada pilihan antara menambah ukuran kue
atau distribusi kue dan ini disebut ekuitas-efisiensi pilihan. Masyarakat

6
dihadapkan pada dua pilihan juga antara memilih kue yang lebih besar tetapi
distribusinya tidak merata atau ukuran kue yang kecil tetapi distribusinya
merata.

6. Bagaimana seharusnya intervensi pemerintah dilakukan?


Setelah memutuskan untuk campur tangan, pertanyaan berikutnya adalah
bagaimana pemerintah harus melakukannya. Ada beberapa pendekatan umum
yang dapat diambil oleh pemerintah dalam melakukan intervensi, yaitu :
a. Melalui perpajakan atau dengan memberikan subsidi penjualan atau
pembelian
Pemerintah dapat mengatasi kegagalan pasar dengan mekanisme harga melalui
dua alternatif :
1) Pajak, yang dapat menaikkan harga penjualan atau pembelian;
2) Subsidi, yang dapat menurunkan harga penjualan atau pembelian.
b. Membatasi atau menetapkan penjualan/pembelian pribadi
Pemerintah dapat membatasi atau mengharuskan jumlah penjualan dan jumlah
pembelian sesuai dengan ketentuan pemerintah. Misalnya pemerintah dapat
memaksa individu untuk ikut dalam program asuransi dan kalau tidak mau
akan terkena hukuman pajak supaya di negara tersebut semua warga negara
memiliki asuransi kesehatan.
c. Ketentuan publik (Peraturan Pemerintah)
Pemerintah secara langsung menyediakan layanan asuransi yang harus diikuti
oleh seluruh penduduk.
d. Kebijakan Publik melalui Swasta
Pemerintah tidak secara langsung melibatkan diri tetapi mengeluarkan
kebijakan yang harus ditaati oleh swasta untuk melaksanakannya. Contoh di
Amerika, pemerintah mengharuskan perusahaan asuransi memberikan resep
obat yang bisa meningkatkan kesehatan masyarakat (di Indonesia, Pemerintah
mengharuskan perusahaan garam menambahkan yodium di dalam
produksinya untuk mencegah penyakit gondok/leher yang membengkak).

7. Cara memilih alternatif kebijakan intervensi


Pada umumnya di dalam menetapkan kebijakan, pemerintah mempunyai beberapa
alternatif dan masing-masing alternatif harus dievaluasi secara berhati-hati
sebelum memutuskan pilihan mana yang terbaik. Pertanyaan selanjutnya adalah
bagaimana cara mengevaluasi alternatif tersebut. Untuk menjawab pertanyaan
tersebut pembuat kebijakan harus memahami implikasi dari setiap alternatif
kebijakan tersebut. Implikasi dapat didasarkan pada pengalaman yang dengan
demikian memerlukan pengumpulan data dan mengembangkan model statistik
untuk menilai kemungkinan orang-orang atau perusahaan menanggapi kebijakan
yang akan diambil.
Dalam menilai efek/akibat dari intervensi pemerintah, pembuat kebijakan
harus mengingat bahwa kebijakan memiliki efek langsung dan tidak langsung.

7
a. Efek Langsung
Efek yang akan langsung terjadi dengan adanya intervensi pemerintah,
misalnya pemerintah menanggung asuransi masyarakat yang tidak mampu
untuk mengikuti program asuransi, maka kebijakan tersebut akan mengurangi
jumlah orang yang tidak berasuransi;
b. Efek Tidak Langsung
Efek yang secara tidak langsung terjadi akibat intervensi pemerintah, misalnya
pemerintah menyediakan pelayanan umum kesehatan gratis terhadap
masyarakat yang tidak berasuransi. Kebijakan ini akan mengakibatkan mereka
yang sudah berasuransi cenderung untuk mengurangi nilai asuransinya dan
mengambil sebagian program kesehatan dari pelayanan kesehatan gratis yang
disediakan oleh pemerintah.

8. Mengapa Pemerintah Melakukan Apa yang Mereka Lakukan (Why Do


Governments Do What They Do?) / Bagaimana Pemerintah Membuat
Keputusan Kebijakan Publik
Dalam prakteknya, pemerintah menghadapi masalah sulit untuk menggabungkan
jutaan pilihan warga menjadi seperangkat kebijakan. Untuk mengatasi hal tersebut
pemerintah perlu menggunakan alat-alat politik ekonomi dan teori-teori
pembuatan kebijakan publik. Di samping itu pemerintah mungkin juga didorong
oleh keinginan yang lebih dari sekedar mengoreksi kegagalan pasar dan
pemerataan pendapatan.
Politisi harus mempertimbangkan berbagai sudut pandang dan tekanan serta
fokus untuk merancang kebijakan yang memaksimalkan efisiensi ekonomi dan
mendistribusikan sumber daya yang disukai secara sosial.

II. Mengapa Belajar Keuangan Publik ( Alasan Mempelajari Keuangan Publik)


Alasan kita perlu mempelajari keuangan publik adalah karena peran pemerintah
ternyata begitu besar pada kehidupan kita sehari-hari. Peran tersebut terkait dengan
kenyataan pada beberapa hal, yaitu :
1. Ukuran dan Pertumbuhan Pemerintah
Gambar 1.1. menunjukkan pertumbuhan pengeluaran pemerintah federal Amerika
selama abad kedua puluh. Pada tahun 1930, kegiatan pemerintah federal Amerika
menyumbang kurang dari 3% tetapi sejak tahun 1970-an telah mencapai sekitar
20% dari ukuran total ekonomi AS.

8
Pengeluaran Pemerintah Federal dalam Bentuk Persen dari PDB,1930-
2008
Dari tahun 1930 sampai 2008, pengeluaran pemerintah federal sebagai bagian
dari PDB telah berkembang dari awalnya kurang dari 3 % sampai menjadi
21%. Lonjakan besar dalam pengeluaran selama periode 1941-1945
disebabkan besarnya peningkatan pengeluaran selama Perang Dunia II.

Pertumbuhan tersebut terjadi pula di negara-negara maju lainnya seperti


terlihat pada Gambar 1.2 yang menunjukkan pertumbuhan pengeluaran
pemerintah sejak 1960 di Amerika, Swedia, Yunani, dan negara-negara
industri dari Organization for Economic Cooperation and Development
(OECD) sebagai berikut ini.

9
Total Pengeluaran Pemerintah di Negara-negara Maju, 1960-2008
Belanja pemerintah yang merupakan bagian dari PDB ini mengalami
peningkatan di seluruh negara maju, tetapi laju pertumbuhannya bervariasi. Di
Amerika sudah terlihat pertumbuhan moderat saham pemerintahnya selama
periode ini, sementara belanja pemerintah di Yunani memiliki lebih dari tiga
kali lipat bagian dari perekonomian.

Dari kenyataan tersebut timbul pertanyaan : Apa yang


menjelaskan/menyebabkan pertumbuhan pengeluaran pemerintah pada abad
kedua puluh tersebut.

2. Desentralisasi
Gambaran tentang pengeluaran pemerintah federal dan lokal di Amerika terlihat
pada Gambar 1.3. sebagai berikut :

Pengeluaran Federal versus Pengeluaran Pemerintah Daerah, 2008


Pengeluaran Negara dan daerah hari ini berjumlah sekitar sepertiga dari total
pengeluaran pemerintah Amerika Serikat, lebih dari 12% dari PDB

10
Dari gambaran tersebut timbul pertanyaan : Berapa tingkat/porsi kegiatan
yang tepat dari sentralisasi dan desentralisasi.

3. Pengeluaran, Pajak, Defisit, dan Utang


Pada dasarnya keuangan pemerintah terdiri dari pengeluaran pemerintah dan
pendapatan pemerintah. Jika pendapatan melebihi pengeluaran/belanja, maka akan
terdapat surplus anggaran, sedangkan apabila pendapatan lebih rendah dari
belanjanya, maka akan terdapat defisit anggaran. Defisit anggaran tersebut ditutup
dengan utang pemerintah yang bisa berasal dari luar negeri atau dalam negeri.

4. Distribusi Pengeluaran
Distribusi pengeluaran terjadi pada pemerintah pusat dan daerah. Di samping itu
juga terjadi distribusi pengeluaran oleh pemerintah yang disebut barang publik
dan pengeluaran oleh swasta yang disebut barang swasta.

5. Distribusi Sumber Pendapatan


Sumber pendapatan pemerintah federal adalah dari Pajak Penghasilan Individu,
Pajak Penghasilan Perusahaan, pajak barang tertentu, dan cukai.

6. Peran Regulasi Pemerintah


Peran pemerintah adalah penetapan pajak, pengeluaran, mengatur kegiatan
ekonomi dan sosial

III. Debat tentang Kebijakan Jaminan Sosial, Perawatan Kesehatan, dan


Pendidikan
1. Jaminan Sosial
Struktur pembiayaan jaminan sosial pada dasarnya diatur bahwa pekerja muda
saat ini membayar dana untuk para pensiunan. Berhubung jumlah pemuda relatif
lebih banyak dibanding orang tua, maka sistem ini bekerja. Saat kurun waktu bayi
yang terlahir di Amerika (kira-kira 75 juta bayi antara 1946-1964) bergerak ke
usia tua, sistem ini mulai mengalami masalah karena rasio antara pembayar pajak
dengan pensiunan pada tahun 1950 sebesar 8 : 1 diproyeksikan pada tahun 2050
akan menjadi 3:1. Hal ini akan menimbulkan masalah karena sistem jaminan
sosial diproyeksikan memiliki dana yang cukup hanya untuk waktu kurang dari 30
tahun. Sekarang pertanyaannya : bagaimana untuk mengatasi masalah tersebut?
Jawaban terhadap pertanyaan tersebut dapat didasarkan pada pendekatan
liberal dan pendekatan konservatif yang ternyata berbeda.
a. Pendekatan Liberal
Melalui peningkatan pajak tehadap gaji, namun kebijakan ini mungkin akan
mengurangi efisiensi operasi ekonomi dan juga tidak terlalu tepat secara
politis.

11
b. Pendekatan Konservatif
Individu harus menabung untuk pensiun mereka sendiri. Sistem ini akan
menimbulkan masalah karena untuk mengumpulkan dana pensiun yang cukup,
orang tua harus menutup dengan utang.

Berdasarkan perdebatan tersebut, timbul pertanyaan :


a. Berapa besar peran pemerintah untuk mengatur tabungan pensiun individu?
b. Bagaimana pemerintah mereformasi sistem jaminan sosial untuk mengatasi
pendanaan jangka panjang?

2. Perawatan Kesehatan
Saat ini ada 45 juta orang Amerika tanpa asuransi kesehatan dan menunjukkan
kenyataan bahwa hasil pengobatan non-asuransi kesehatan lebih buruk dibanding
dengan mereka yang berasuransi. Selain itu diketahui bahwa biaya perawatan
kesehatan yang dibayar oleh majikan naik empat kali secepat pendapatan para
pekerja sejak 1999. Proyeksi menunjukkan bahwa perawatan kesehatan akan
mengkonsumsi hampir setengah PDB dalam abad berikutnya.
Liberal menyarankan perubahan besar dalam sistem asuransi kesehatan
melalui subsidi atau penyediaan asuransi sektor publik dan dengan pengendalian
harga pelayanan medis.
Konservatif berpendapat bahwa biaya intervensi terlalu mahal dan
menyarankan intervensi yang terbatas yaitu melalui subsidi pajak. Mereka
berpendapat bahwa pengendalian harga oleh pemerintah akan menyebabkan
kerusakan sistem efisiensi ekonomi karena menghilangkan kekuatan persaingan,
padahal dengan persaingan akan diperoleh harga yang rendah.
Berdasarkan hal-hal tersebut di atas timbul pertanyaan :
a. Apakah pendekatan konservatif cukup untuk mengatasi kegagalan dalam pasar
asuransi dan dapat meningkatkan cakupan asuransi kesehatan?
b. Dapatkah pendekatan lain menahan laju peningkatan biaya medis yang cepat?

3. Pendidikan
Timbul ketidakpuasan terhadap sistem pendidikan saat ini di Amerika karena
dinilai bahwa kinerja siswa ternyata buruk dibanding dengan bangsa Hongaria,
Rusia, dan Lithuania.
Untuk mengatasi keadaan tersebut, liberal berpendapat bahwa hal tersebut
terjadi karena pemerintah tidak memberikan sumber daya yang cukup ke sistem
pendidikan. Mereka menyarankan untuk menaikkan gaji yang tinggi untuk guru-
guru dan mencukupi sarana dan prasarana sekolah-sekolah yang tertinggal.
Konservatif berpendapat bahwa sumber masalahnya adalah karena sekolah
swasta mendominasi pendidikan yang bersifat monopolitis padahal mereka tidak
berusaha meningkatkan kinerja. Pemecahannya adalah memberikan kebebasan
kepada siswa untuk memilih sekolah swasta atau negeri sehingga akan terjadi
persaingan yang sehat.

12
Dari uraian ini timbul pertanyaan :
a. Dapatkan pengeluaran yang lebih banyak memecahkan masalah sistem
pendidikan? Jika tidak, bisakah kompetisi di pasar pendidikan bekerja seperti
di pasar lainnya?
b. Bagaimana kita berurusan dengan siswa yang tertinggal dengan sistem
tersebut dengan sekolah yang buruk dan tidak ada pilihan lain?

13