Anda di halaman 1dari 2

TUGAS

1. Mengapa laporan keuangan perlu diaudit?

Pembahasan : Laporan keuangan perlu diaudit untuk menguji kesesuaian antara


praktek akuntansi dan prinsip yang berlaku. Audit membandingkan antara kondisi dan
kriteria kegiatan yang diaudit dan kegiatan yang seharusnya terjadi. Menurut Sukrino
Agoes (2004) auditing adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan
sistematis oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun
oleh manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya,
dengan tujuan untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan.
Apabila laporan keuangan tidak diaudit maka ada kemungkinan laporan keuangan
tersebut mengandung kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja, oleh
karena itu laporan keuangan yang belum diaudit kurang dipercaya kewajarannya oleh
pihak yang berkepentingan.

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan standar audit dan sebutkan apa saja!

Pembahasan : Standar auditing adalah pedoman bagi auditor dalam menjalankan


Pernyataan Standar Auditing (PSA) No.1 telah mendapatk telah menetapkan dan
mengesahkan sepuluh standar auditing yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. Standar Umum, berfungsi untuk mengatur syarat-syarat diri auditor. Standar


umum terdiri dari:
a. Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian
dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor.
b. Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi
dalam sikap mental harus dipertahakankan oleh auditor.
c. Dalam pelaksanaan audit dan pelaporannya, auditor wajib menggunakan
kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama.

2. Standar Pekerjaan Lapangan, berfungsi untuk mengatur mutu pelaksanaan


auditing. Standar pekerjaan lapangan terdiri dari:
a. Pekerjaan harus dilaksanakan sebaik-baiknya dan jika digunakan sistem
harus disupervisi dengan semestinya.
b. Pemahaman memadai atas Struktur Pengendalian Intern (SPI) harus
diperoleh untuk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat dan
lingkup pengujian yang akan dilakukan.
c. Bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui inspeksi,
pengamatan, permintaan keterangan dan konfirmasi sebagai dasar
memadai untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
3. Standar Pelaporan, berfungsi sebagai panduan bagi auditor dalam
mengkomunikasikan hasil audit melalui laporan audit kepada pemakai informasi
keuangan. Standar pelaporan terdiri dari:
a. Laporan auditor harus menyatakan apakah laporan keuangan telah disusun
sesuai dengan prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (PABU) di
Indonesia.
b. Laporan auditor harus menunjukkan atau menyatakan, jika ada
ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi dalam menyusun laporan
keuangan periode berjalan dibandingkan dengan prinsip akuntansi tersebut
dalam periode sebelumnya.
c. Pengungkapan informative dalam laporan keuangan harus dipandang
memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan auditor.
d. Laporan auditor harus memuat suatu pernyataan pendapat mengenai
laporan keuangan secara keseluruhan atau suatu asersi bahwa pernyataan
demikian tidak dapat diberikan. Jika pendapat secara keseluruhan tidak
dapat diberikan, maka alasannya harus memuat pentunjuk yang jelas
mengenai sifat pekerjaa audit yang dilaksanakan, jika ada dan tingkat
tanggung jawab yang dipikul oleh auditor.

4. Jelaskan apa tujuan audit!

Pembahasan :

a. Tujuan audit untuk keberadaan dan keterjadian, dengan memastikan hal-hal berikut:
(i) Validitas/pisah batas (cutoff): semua transaksi tercatat benar-benar telah terjadi
selama periode akuntansi. (ii)Validitas: semua aktiva, kewajiban, ekuitas adalah valid
dan telah dicatat sebagaimana mestinya dalam neraca.

b. Tujuan audit untuk kelengkapan, untuk hal tersebut auditor akan memastikan
kelengkapan pisah batas, semua saldo yang tercantum.

c. Tujuan audit untuk hak dan kewajiban untuk menguji kepemilikan, kesesuaian atas
hak entitas terhadap aktiva, serta hak kepemilikan aktiva.

d. Tujuan audit untuk penilaian atau alokasi, dengan memastikan penerapan GAAP
bahwa saldo telah dinilai sebagaimana mestinya untuk mencerminkan penerapan
GAAP, pembukuan dan pengikhtisaran, nilai bersih yang dapat direalisasi.

e. Tujuan audit untuk penyajian dan pengungkapan auditor akan memastikan


pengklasifikasian transaksi yang semestinya, dan pengungkapan yang seharusnya
tercantum