Anda di halaman 1dari 56

Nama : Umrotul Chusnah

NIM :201410140311009
Kelas : Teknik Industri 6A
Tugas Ke 3 : Line Balancing, OPC, JIG and Fixtures

Gambar 1.1 Produk Kursi Kayu PT ABC

KURSI KAYU

1 1 1 12

ASSEMBLY BODY KURSY SANDARAN TEMPAT DUDUK SEKRUP

2 1 2 12

SUB ASSEMBLY KAKI


PALANG DEPAN BAWAH PENGUAT ATAS PASAK
KURSI

1 1 1 1 2 2 8

KAKI BELAKANG KAKI BELAKANG KAKI DEPAN KAKI DEPAN PENGUAT PENGUAT
PASAK
KANAN KIRI KANAN KIRI SAMPING ATAS SAMPING BAWAH

Gambar 1.2 Struktur Produk Kursi Kayu


Berdasarkan gambar 1.2 tersebut maka komponen-komponen yang dibutuhkan untuk
membuat kursi beserta spesifikasinya adalah sebagai berikut:

\Tabel 1.1 Bill Of Material Komponen untuk Produk Kursi Kayu


Kode part No. Kuantitas/ Ukuran Buat/
Nama Komponen Material
komponen unit Komponen (cm) Beli
KB01 Kaki belakang kanan (KB) Kayu
11 1 2,8x3,8x96 Buat
meranti
KB02 Kaki belakang kiri Kayu
1 2,8x3,8x96 Buat
meranti
KD01 Kaki depan kanan (KD) Kayu
12 1 2,8x3,8x38 Buat
meranti
KD02 Kaki depan kiri Kayu
1 2,8x3,8x38 Buat
meranti
PSA01 Penguat samping atas (PSA) Kayu
13 2 2,8x3,8x35 Buat
meranti
PSB01 Penguat samping bawah (PSB) Kayu
14 2 2,8x3,8x35 Buat
meranti
TD01 Tempat duduk (TD) Kayu
2 1 2,8x39x40 Buat
meranti
SD01 Sandaran (SD) Kayu
3 1 2,8x26x40 Buat
meranti
PA01 Penguat atas (PA) Kayu
4 2 3,5x5,5x37 Buat
meranti
PDB01 Palang depan bawah (PDB) Kayu
5 1 2,8x3,8x37 Buat
meranti
P01 Pasak (P) Kayu 0,6
6 28 Beli
meranti Panjang 10
S01 Sekrup 14
7 12 Baja Beli
Panjang 6

Bahan baku utama untuk membuat komponen-komponen buat pada tabel 1.1 diperoleh
dengan membeli kayu dengan ukuran sebagai berikut:
- Balok kayu meranti dengan ukuran 3 cm x 4 cm x 4 m
- Balok kayu meranti dengan ukuran 4 cm x 6 cm x 4 m
- Papan kayu dengan ukuran 3 cm x 40 cm x 4 m
Setiap satu lonjor balok kayu dan papan kayu diperuntukkan untuk satu jenis part. Selain
bahan baku utama tersebut dibutuhkan beberapa bahan penunjang seperti ditunjukkan
pada tabel 1.2.
Tabel 1.2 Bahan penunjang dan penggunaannya pada kursi kayu
No. Bahan penunjang Penggunaan
Amplas Menghaluskan permukaan kayu pada kursi yang telah
1
selesai dirakit
2 Dempul Menutup lubang dan pori-pori kayu
Cat Mengecat kursi yang telah selesai dirakit dengan
3
menggunakan mesin spray gun
4 Lem kayu Menguatkan permukaan part saat perakitan
Urutan proses untuk masing-masing komponen yang dibuat sendiri ditunjukkan pada
Tabel 1.3 - Tabel 1.10

Mesin Spesifikasi
- Tegangan: 220 v (380 v) 50 hz
- Daya (w): 2.2kw
- Max diameter pengeboran: 13mm
Multipurpose MQ344 - Kecepatan rotasi alat planer spindle: 3500r/min
10 - Daya motor: 2.2kw 220 v 50 hz
- Ketebalan menggergaji max: 85mm
- Kecepatan putaran abor: 3500 rpm
- Sertifikasi: ISO9001
- Sanding belt size (mm) : 533 x 76
- Input power (W) : 810
Sander belt krisbow - Voltage (V) : 220
533X76MM 810W - Frequency (Hz) : 50
KW071007 - Speed (m/min) : 200 ~ 380
- Dimension L x W x H (mm) : 355 x 165 x 165
- Weight (kg) = 3
- Voltase listrik : 220V 1-phase
- Daya listrik : 550 watt
- Motor : HP
- Spindle travel : 80 mm
- Swing : 360 mm
Milling westlake - Kecepatan tanpa beban : 320 3300 rpm
16mm-ZX7016 - Kapasitas bor besi : 16 mm
- Kapasitas face milling : 40 mm
- Kapasitas diameter milling vertikal : 10 mm
- Ukuran alas : 420 x 152 mm
- Ukuran meja travel : 230 x 150 mm
- Tinggi : 900 mm
- Input powe (w) : 350
Bor Bosch (GBM - Kecepatan tanpa beban : 0-2500 rpm
1000) - Berat tanpa kabel : 1,2 kg
- Kecepatan pukulan : 1-10 bpm
- Chuck : 10 mm
- Dia. Pada pengeboran alumunium : 13 mm
- Dia pada pengeboran kayu : 20 mm
- Dia. Pada pengeboran besi : 10 mm

Tabel 1.3 Tahapan Proses dalam Pembuatan Kaki Belakang Kiri


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x4x400
01 menjadi 3x4x96 (4 buah) (harus Multipurpose 50 16
siku)
Haluskan masing-masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 200
Haluskan masing-masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 200
04 Buat lubang 1 untuk sambungan Milling 40 4
05 Buat lubang 2 untuk sambungan Milling 4
06 Buat lubang 3 untuk sambungan Milling 4
07 Bor pada lubang 1 Bor 1
08 Bor pada lubang 2 Bor 1
Bor pada lubang 3 untuk
09 Bor 80 1
pemasangan pasak

Tabel 1.4 Tahapan Proses dalam Pembuatan Kaki Belakang Kanan


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x4x400
01 menjadi 3x4x96 (4 buah) (harus Multipurpose 50 16
siku)
Haluskan masing-masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 80/60
Haluskan masing-masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 200
04 Buat lubang 1 untuk sambungan Milling 40 4
05 Buat lubang 2 untuk sambungan Milling 4
06 Buat lubang 3 untuk sambungan Milling 4
07 Bor pada lubang 1 Bor 1
08 Bor pada lubang 2 Bor 1
Bor pada lubang 3 untuk
09 Bor 80 1
pemasangan pasak

Tabel 1.5 Tahapan Proses dalam Pembuatan Kaki Depan Kiri


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x4x400
01 Multipurpose 60 20
menjadi 3x4x38 (10 buah)
Haluskan masing-masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 80/60
Haluskan masing-masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 60 0,8
kayu, kertas gosok 200
04 Buat lubang 1 untuk sambungan Milling 40 4
05 Buat lubang 2 untuk sambungan Milling 4
06 Buat lubang 3 untuk sambungan Milling 4
07 Bor pada lubang 1 Bor 1
08 Bor pada lubang 2 Bor 1
Bor pada lubang 3 untuk
09 Bor 80 1
pemasangan pasak

Tabel 1.6 Tahapan Proses dalam Pembuatan Kaki Depan Kanan


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x4x400 menjadi 3x4x38 Multipurp
01 60 20
(10 buah) ose
Haluskan masing-masing sisi (4 sisi)
02 permukaan potongan balok kayu, kertas Sander 50 0,8
gosok 80/60
Haluskan masing-masing sisi (4 sisi)
03 permukaan potongan balok kayu, kertas Sander 60 0,8
gosok 200
04 Buat lubang 1 untuk sambungan Milling 40 4
05 Buat lubang 2 untuk sambungan Milling 4
06 Buat lubang 3 untuk sambungan Milling 4
07 Bor pada lubang 1 Bor 1
08 Bor pada lubang 2 Bor 1
09 Bor pada lubang 3 untuk pemasangan pasak Bor 80 1

Tabel 1.7 Tahapan Proses dalam Pembuatan Penguat Samping Atas


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x40x400
01 Multipurpose 55 15
menjadi 3x4x35 (11 buah)
Haluskan masing-masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 60 0,8
kayu, kertas gosok 80/60
Haluskan masing-masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 200
Buat 2 buah purus/pen untuk
04 Milling 40 4
sambungan

Tabel 1.8 Tahapan Proses dalam Pembuatan Penguat Samping Bawah


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x40x400
01 Multipurpose 55 15
menjadi 3x4x35 (11 buah)
Haluskan masing-masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 60 0,8
kayu, kertas gosok 80/60
Haluskan masing-masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 200
Buat 2 buah purus/pen untuk
04 Milling 40 4
sambungan

Tabel 1.9 Tahapan Proses dalam Pembuatan Tempat Duduk


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong papan kayu 3x20x400
01 Multipurpose 50 0
menjadi 3x20x40 (10 buah)
02 Buat radius di 2 sudut Sander 50 1
03 Buat profil di sisi-sisi Sander 35 1
Haluskan masing masing sisi (4
04 sisi) permukaan potongan balok Sander 35 1
kayu, kertas gosok 80/60
05 Bor lubang untuk sekrup Bor 60 0,5

Tabel 1.10 Tahapan Proses dalam Pembuatan Sandaran


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong papan kayu 3x26x400
01 Multipurpose 50 0
menjadi 3x26x40 (10 buah)
02 Buat radius di 4 sudut Sander 40 2
03 Buat profil di sisi-sisi Sander 35 1
Haluskan masing masing sisi (4
04 sisi) permukaan potongan balok Sander 35 1
kayu, kertas gosok 80/60
05 Bor lubang untuk sekrup Bor 70 0,5

Tabel 1.11 Tahapan Proses dalam Penguat Atas


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 4x6x400
01 Multipurpose 60 30
menjadi 4x6x37 (10 buah)
Haluskan masing masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 80/60
Haluskan masing masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 45 0,8
kayu, kertas gosok 200
Buat 2 buah purus/pen untuk
04 Milling 60 1
sambungan

Tabel 1.12 Tahapan Proses dalam Pembuatan Palang Depan Bawah


Mesin Kapasitas Skrap (sisa
Operasi Uraian
/peralatan (unit/jam) panjang)
Potong balok kayu 3x4x400
01 Multipurpose 60 30
menjadi 3x4x37 (10 buah)
Haluskan masing masing sisi (4
02 sisi) permukaan potongan balok Sander 50 0,8
kayu, kertas gosok 80/60
Haluskan masing masing sisi (4
03 sisi) permukaan potongan balok Sander 45 0,8
kayu, kertas gosok 200
Buat 2 buah purus/pen untuk
04 Milling 60 1
sambungan

Setelah komponen-komponen selesai dibuat maka langkah selanjutnya adalah


melakukan perakitan dan finishing sehingga diperoleh produk akhir berupa kursi sesuai
dengan desain gambar yang dibuat. Tahapan-tahapan dalam proses perakitan dan
finishing dijelaskan dalam tabel 1.13

Tabel 1.13 Tahapan Proses Perakitan dan Finishing Produk Kursi Kayu
Mesin Kapasitas Skrap
Operasi Uraian Peralatan
/peralatan (unit/jam) reject (%)
Rakit komponen KDR, PSA dan
PSB bagian kanan, KBR, masing
masing 1 unit dimasukkan
kedalam jig dan 8 buah pasak
Jig and
sehingga diperoleh sub assembly Manual
fixture,
01 kaki kursi kanan (SA1). Proses oleh TK di 30 0
palu,
perakitan dilakukan dengan Perakitan
meja
menyambungkan lubang dan
purus/pen yang terdapat pada
ujung masing-masing komponen
dengan pasak
Rakit komponen KDL, PSA, dan
PSB bagian kiri, KBL, masing-
masing 1 unit dimasukkan
kedalam jig dan 8 buah pasak
Jig and
sehingga diperoleh sub assembly Manual
fixture,
02 kaki kursi kiri (SA2). Proses oleh TK di 30 0
palu,
perakitan dilakukan dengan Perakitan
meja
menyambungkan lubang dan
purus/pen yang terdapat pada
ujung masing-masing komponen
dengan pasak.
SA dimasukkan dalam jig
Jig and
komponen PA dan PDB dengan Manual
fixture,
03 menggunakan sekrup sehingga oleh TK di 30 0
palu,
diperoleh produk jadi berupa Perakitan
meja
kursi (A3)
Rakit A3 dengan SA2 pada jig Manual
Jig and
04 produk kursi selesai dirakit. oleh TK di 30 0
fixture
Perakitan
Bersihkan semua permukaan Manual
05 bagian pada kursi oleh TK di Amplas 30 0
Finishing
Dempul permukaan kursi Manual
Skrap/ka
06 oleh TK di 6 0
pi
Finishing
Pengeringan Mesin
07 - 100 0
Oven
Haluskan semua permukaan Bangku
Manual
kursi kerja,
08 oleh TK di 4 1
amplas,
Finishing
meja6
Pengecatan Mesin
spray,
09 gun, - 6 1
compresso
r
Inspeksi kursi yang telah selesai Manual
10 dicat oleh TK di - 60 0
Finishing
Adapun spesifikasi mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses fabrikasi,
perakitan, dan finishing adalah sebagai berikut:

Tabel 1.14 Spesifikasi Mesin di Bagian Fabrikasi


No. Mesin Panjang (m) Lebar (m) Effisiensi (%) Gambar
1 Mesin Multipurpose 1,1 0,75 95
2 Mesin Sander 1 0,96 95
3 Mesin Milling (Frais) 0,8 0,7 95
4 Mesin Bor 0,4 0,4 95
5 Mesin Ukir 1 0,75 95

Tabel 1.15 Spesifikasi Mesin dan Peralatan di Bagian Perakitan dan Finishing
Effisiensi
No. Mesin Panjang (m) Lebar (m) Gambar
(%)
1 Mesin Oven 6 2 98
2 Mesin Compressor 0,7 0,5 98
3 Mesin Spray Gun 0,25 0,12 98
4 Jig And Fixture 1 0,5 98
5 Meja 1,6 1 -
Peralatan material handling yang akan digunakan oleh PT. ABC beserta ongkos
material handling/meter ditunjukkan pada Tabel 1.16.

Tabel 1.16 Ongkos Material Handling/Meter


Ongkos
Berat (kg) Peralatan MH
(Rp/meter/kuintal)
0-30 Manusia 200
31-300 Two Wheel Hand Truck 325
301-600 Hand pallet Truvk 700
>600 Four Wheel Hand Cart (Fork Lift) 1300

Sebagai bahan acuan perancangan tata letak pabrik tersebut diberikan keterangan
sebagai berikut:
- Bahan baku utama (balok dan papan kayu) dari pemasok datang setiap 2 minggu
sekali (lead time = 2 minggu).
- Produk jadi yaitu kursi kayu dikirim ke toko-toko setiap 1 minggu sekali.
- Kapasitas kerja karyawan adalah 8 jam perhari dan 6 hari per minggu.
- Produksi kursi kayu ditetapkan per hari berdasarkan analisis pasar yang telah
dilakukan oleh PT. ABC. Data jumlah produksi per hari akan diberikan oleh
Asisten dan berbeda-beda untuk tiap kelompok.
1.1. Analisa dan Pembahasan
1.3.2 Part List
Tabel 1.17 Part List
Kode part No. Kuantitas/ Ukuran
Nama Komponen Material Gambar Buat/Beli
Komponen unit Komponen (cm)
KB01

Kaki belakang kanan Kayu


11 1 2,8x3,8x96 Buat
(KB) meranti

KB02

Kayu
Kaki belakang kiri 1 2,8x3,8x96 Buat
meranti

KD01

Kayu
12 Kaki depan kanan (KD) 1 2,8x3,8x38 Buat
meranti
KD02

Kayu
Kaki depan kiri 1 2,8x3,8x38 Buat
meranti

PSA01

Penguat samping atas Kayu


13 2 2,8x3,8x35 Buat
(PSA) meranti

PSB01

Penguat samping bawah Kayu


14 2 2,8x3,8x35 Buat
(PSB) meranti

TD01
Kayu
2 Tempat duduk (TD) 1 2,8x39x40 Buat
meranti
SD01

Kayu
3 Sandaran (SD) 1 2,8x26x40 Buat
meranti

PA01
Kayu
4 Penguat atas (PA) 2 3,5x5,5x37 Buat
meranti

PDB01

Palang depan bawah Kayu


5 1 2,8x3,8x37 Buat
(PDB) meranti

P01

Kayu 0,6
6 Pasak (P) 28 Beli
meranti Panjang 10

S01

14
7 Sekrup 12 Baja Beli
Panjang 6
1.3.3 Operation Process Chart
PETA PROSES OPERASI
Nama : Peta Pembuatan Kursi
Nomor Peta : 01
Dipetakan Oleh : Kelompok A2
Tanggal Dipetakan : 19 Maret 2016

Sandaran Tempat Duduk Penguat Samping Bawah Penguat Samping Atas Kaki Depan Kiri Kaki Belakang Kiri Palang Depan Bawah Penguat Atas Penguat Samping Bawah Penguat Samping Atas Kaki Depan Kanan Kaki Belakang Kanan

1' 1.2' 1.091' 1.091'


Pemotongan 10 x Pemotongan 11 x 1.091' O - 57 Pemotongan 11 x
1.091' Pemotongan
10 x
Pemotongan Pemotongan 10 x 1' Pemotongan 1' Pemotongan Pemotongan Pemotongan Pemotongan Pemotongan
10 x 1.2' O - 66 1.2' O - 61 O - 53 O - 44 4x O - 35 O - 31 10 x O - 27 11 x O - 23 11 x O - 19 10 x 1' O - 10 4x 1.2' O - 1
(Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose) (Multipurpose)

Membuat Penghalusan
1.2'
1.5' O - 67 Radius 1.2' O - 62 Membuat Radius 1' O - 58 Penghalusan 1' O - 54
Penghalusan
1.2' O - 45
Penghalusan
1.2' O - 36
Penghalusan
1.2' O - 32
Penghalusan 1.2' O - 28 Penghalusan 1' O - 24
Penghalusan
1' O - 20
Penghalusan
O - 11 (Sander) 1.2' O-2 Penghalusan
(Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander)
(Sander)

Membuat Profil 1.091'


1.714' O - 68 Membuat Profil 1.714' O - 63 O - 59 Penghalusan 1.2' O - 55 Penghalusan 1' O - 46
Penghalusan
1.2' O - 37
Penghalusan
1.33' O - 33
Penghalusan 1.33' O - 29 Penghalusan 1.091' O - 25 Penghalusan 1.2' O - 21 Penghalusan 1' O - 12 Penghalusan 1.2' O-3 Penghalusan
(Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander) (Sander)

Penghalusan Penghalusan Membuat Membuat Membuat Membuat Membuat Membuat Membuat Membuat Membuat Lubang 1 Membuat Lubang 1
1.714' O - 69 1.714' O - 64 1.5' O - 60 2 buah purus 1.5' O - 56 2 buah purus 1.5' O - 47 Lubang 1 1.5' O - 38 Lubang 1 1' O - 34 2 buah purus 1' O - 30 2 buah purus 1.5' O - 26 2 buah purus 1.5' O - 22 2 buah purus 1.5' O - 13 1.5' O-4
(Sander) (Sander) (Milling) (Milling)
(Milling) (Milling) (Milling) (Milling) (Milling) (Milling) (Milling) (Milling)
Bor Bor
Lubang Membuat Membuat Membuat Lubang 2
0.857' O - 70 1' O - 65 Lubang 1.5' O - 14 1.5' O-5 Membuat Lubang 2
1.5' O - 48 Lubang 2 1.5' O - 39 Lubang 2 (Milling)
(Bor) (Bor) (Milling)
(Milling) (Milling)

Membuat Membuat Membuat Lubang 3 Membuat Lubang 3


1.5' 1.5' O - 15 1.5' O-6
1.5' O - 49 Lubang 3 O - 40 Lubang 3 (Milling) (Milling)
(Milling) (Milling)

Bor Lubang 1 Bor Lubang 1


Bor Lubang 1 Bor Lubang 1 0.75' O - 16 0.75' O-7
0.75' O - 50 0.75' O - 41 (Bor) (Bor)
(Bor) (Bor)

Bor Lubang 2 0.75' O - 17 Bor Lubang 2 0.75' O - 8 Bor Lubang 2


Bor Lubang 2 0.75' O - 42
0.75' O - 51 (Bor) (Bor) (Bor)
(Bor)

0.75' O - 18 Bor Lubang 3 Bor Lubang 3


Bor Lubang 3 Bor Lubang 3 0.75' O-9
0.75' O - 52 0.75' O - 43 (Bor) (Bor)
(Bor) (Bor)

1' 1' 1' 1' I-2 Inspeksi 2 1' I-1 Inspeksi 1


1' I - 12 Inspeksi 12 1' I - 11 Inspeksi 11 1' I - 10 Inspeksi 10 1' I-9 Inspeksi 9 1' I-8 Inspeksi 8 1' I-7 Inspeksi 7 I-6 Inspeksi 6 1' I-5 Inspeksi 5 I-4 Inspeksi 4 I-3 Inspeksi 3

Pasak
( S10A1 )
2' O - 71 Sub Assembly Kaki depan kanan +
Penguat samping atas kanan + Pasak

Pasak
( S9A1 )
2' O - 72 Sub Assembly S10A1 + Penguat
samping bawah kanan + Pasak

Pasak
( S8A1 )
2' O - 73 Sub Assembly S9A1 + Kaki belakang
kanan + Pasak

Pasak
( S7A1 )
2' O - 74 Sub Assembly S8A1 + Penguat atas +
Pasak

Pasak
( S6A1 )
2' Sub Assembly S7A1 + Palang depan
O - 75
bawah + Pasak

Pasak
( S5A1 )
2' O - 76 Sub Assembly S6A1 + Kaki depan kiri +
Pasak

Pasak
( S4A1 )
2' O - 77 Sub Assembly S5A1 + Penguat samping
atas kiri + Pasak

Pasak
( S3A1 )
2' O - 78 Sub Assembly S4A1 + Penguat samping
bawah kiri + Pasak

Pasak
( S2A1 )
2' O - 79 Sub Assembly S3A1 + Kaki belakang kiri +
Pasak

Sekrup
( S1A1 )
2' O - 80 Sub Assembly S2A1 + Tempat duduk +
Sekrup

Sekrup
(A)
2' O - 81 Sub Assembly S1A1 + Sandaran +
Sekrup

1' I - 13 Inspeksi 13

2' Membersihkan permukaan


O - 82
bagian pada kursi

10' O - 83 Dempul permukaan kursi

Ringkasan 0.6' O - 84 Pengeringan

Kegiatan Jumlah
Menghaluskan semua
15' O - 85
permukaan kursi
Operasi 86
Inspeksi 14 10' O - 86 Pengecatan

Total 100
1' I - 14 Inspeksi Akhir

Storage
1.3.4 Assembly Chart

Kaki Depan Kanan


12
Penguat Samping Atas
Kanan
13 S10A1

Pasak
6
S9A1
Penguat Samping Bawah Kanan
14

Pasak S8A1
6

Kaki Belakang Kanan


11
S7A1
Pasak
6

Penguat Atas
4
S6A1
Pasak
6

Palang Depan Bawah


5
S5A1
Pasak
6

Kaki Depan Kiri


12
S4A1
Pasak
6

Penguat Samping Atas Kiri


13
S3A1
Pasak
6

Penguat Samping Bawah Kiri


14 S2A1

Pasak
6

Kaki Belakang Kiri


11
S1A1
Pasak
6

Tempat Duduk
2
A
Sekrup
7

Sandaran
3

Sekrup
7
1.3.5 Route Sheet
Tabel 1.1 Route Sheet

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi
Description Type Teoritis Aktual Reject yang yang TK Time
Number
diharapkan disiapkan teoritis
Merakit kaki
depan kanan
dengan penguat
samping atas
bagian kanan,
O - 71 Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
penguat samping
bawah bagian
kanan, kaki
belakang kanan
dan pasak (S4A1)
Merakit kaki
depan kiri dengan
penguat samping
O - 72 Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
atas bagian kiri,
penguat samping
bawah bagian kiri,
kaki belakang kiri
dan pasak (S4A2)
Merakit S4A1
dengan penguat
O - 73 atas, palang depan Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
bawah dan pasak
(S3A1)
Merakit S3A1
O - 74 dengan S4A2 dan Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
pasak (S2A1)
Merakit S2A1
dengan tempat
O - 75 Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
duduk dan sekrup
(S1A1)
Merakit S1A1
O - 76 dengan sandaran Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
dan sekrup (A)
Membersihkan
O - 77 semua permukaan Man 30 0,9 27 0 220 220 1,018519 2,2222222
bagian pada kursi
Mendempul
O - 78 Man 6 0,9 5,4 0 220 220 5,092593 11,111111
permukaan kursi
Mesin
O - 79 Pengeringan 100 0,98 98 0 220 220 0,280612 0,6122449
oven
Menghaluskan
O - 80 semua permukaan Man 4 0,9 3,6 0,01 220 223 7,638889 16,666666
kursi
Mesin
O - 81 Pengecatan 6 0,98 5,88 0,01 223 226 4,740646 10,204081
Spray
gun,
compress
or
Tabel 1.2 Route Sheet Part Sandaran

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Sandaran Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen kompone Mesin/ Operation
n Efisiensi
Description Type Teoritis Aktual Reject yang n yang TK Time
Number
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong papan Multipurp
O - 66 50 0,95 47,5 0 220 220 0,578947 1,2631578
kayu ose
Membuat radius
O - 67 Sander 40 0,95 38 0,02 220 225 0,723684 1,5789473
di 4 sudut
Membuat profil di
O - 68 Sander 35 0,95 33,25 0,01 225 228 0,845865 1,8045112
sisi-sisi
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 69 Sander 35 0,95 33,25 0,01 228 231 0,857143 1,8045112
permukaan
potongan balok
kayu
Bor lubang untuk
O - 70 Bor 70 0,95 66,5 0,005 231 233 0,434211 0,9022556
sekrup
Tabel 1.3 Route Sheet Part Tempat Duduk

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Tempat Duduk Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml
Jml Jumlah
Operatio kompon
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi en yang
Description Type Teoritis Aktual Reject yang TK Time
Number disiapka
diharapkan teoritis
n
Memotong papan Multi
O - 61 50 0,95 47,5 0 220 220 0,578947 1,26315789
kayu purpose
Membuat radius
O - 62 Sander 50 0,95 47,5 0,01 220 223 0,578947 1,26315789
di 2 sudut
Membuat profil di
O - 63 Sander 35 0,95 33,25 0,01 223 226 0,838346 1,80451128
sisi-sisi
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 64 Sander 35 0,95 33,25 0,01 226 229 0,849624 1,80451128
permukaan
potongan balok
kayu
Bor lubang untuk
O - 65 Bor 60 0,95 57 0,005 229 231 0,502193 1,05263158
sekrup
Tabel 1.4 Route Sheet Part Penguat Samping Bawah

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-02-2017
Part Name : Penguat Samping Bawah Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml
Jml Jumlah
Operatio kompon
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi en yang
Description Type Teoritis Aktual Reject yang TK Time
Number disiapka
diharapkan teoritis
n
Memotong balok Multi 0,5263
O - 57 55 0,95 52,25 0,15 220 259 1,1483253
kayu purpose 16
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
0,5679
O - 58 permukaan Sander 60 0,95 57 0,008 259 262 1,0526315
82
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
0,6267
O - 59 permukaan Sander 55 0,95 52,25 0,008 262 265 1,1483253
94
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat 2 buah
0,8717
O - 60 purus/pen untuk Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 1,5789473
11
sambungan

Tabel 1.5 Route Sheet Part Penguat Samping Atas

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Penguat Samping Atas Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml
Jml Jumlah
Operatio kompon
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi en yang
Description Type Teoritis Aktual Reject yang TK Time
Number disiapka
diharapkan teoritis
n
Memotong balok Multi
O - 53 55 0,95 52,25 0,15 220 259 0,526316 1,1483253
kayu purpose
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 54 permukaan Sander 60 0,95 57 0,008 259 262 0,567982 1,0526315
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
O - 55 Sander 50 0,95 47,5 0,008 262 265 0,689474 1,2631578
masing-masing
sisi (4 sisi)
permukaan
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat 2 buah
O - 56 purus/pen untuk Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711 1,5789473
sambungan

Tabel 1.6 Route Sheet Part Kaki Depan Kiri

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Kaki Depan Kiri Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml
Jml Jumlah
Operatio kompon
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi en yang
Description Type Teoritis Aktual Reject yang TK Time
Number disiapka
diharapkan teoritis
n
Memotong balok Multi
O - 44 60 0,95 57 0,2 220 275 0,482456 1,0526315
kayu purpose
Menghaluskan
masing-masing
O - 45 Sander 50 0,95 47,5 0,008 259 262 0,681579 1,2631578
sisi (4 sisi)
permukaan
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 46 permukaan Sander 60 0,95 57 0,008 262 265 0,574561 1,0526315
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat lubang
O - 47 Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711 1,5789473
1
Membuat lubang
O - 48 Milling 40 0,95 38 0,04 277 289 0,911184 1,5789473
2
Membuat lubang
O - 49 Milling 40 0,95 38 0,04 289 302 0,950658 1,5789473
3
O - 50 Bor pada lubang 1 Bor 80 0,95 76 0,01 302 306 0,496711 0,7894736
O - 51 Bor pada lubang 2 Bor 80 0,95 76 0,01 306 310 0,503289 0,7894736
O 52 Bor pada lubang 3 Bor 80 0,95 76 0,01 310 314 0,509868 0,7894736
Tabel 1.7 Route Sheet Part Kaki Belakang Kiri

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Kaki Belakang Kiri Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml
Jml Jumlah
Operatio kompon
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi en yang
Description Type Teoritis Aktual Reject yang TK Time
Number disiapka
diharapkan teoritis
n
Memotong balok Multi
O - 35 50 0,95 47,5 0,16 220 262 0,578947 1,2631578
kayu purpose
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 36 permukaan Sander 50 0,95 47,5 0,008 259 262 0,681579 1,2631578
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 37 permukaan Sander 50 0,95 47,5 0,008 262 265 0,689474 1,2631578
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat lubang
O - 38 Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711 1,5789473
1
Membuat lubang
O - 39 Milling 40 0,95 38 0,04 277 289 0,911184 1,5789473
2
Membuat lubang
O - 40 Milling 40 0,95 38 0,04 289 302 0,950658 1,5789473
3
O - 41 Bor pada lubang 1 Bor 80 0,95 76 0,01 302 306 0,496711 0,7894736
O - 42 Bor pada lubang 2 Bor 80 0,95 76 0,01 306 310 0,503289 0,7894736
O - 43 Bor pada lubang 3 Bor 80 0,95 76 0,01 310 314 0,509868 0,7894736

Tabel 1.8 Route Sheet Part Palang Depan Bawah

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Palang Depan Bawah Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio Scrap
Operation Machine Kapasitas Kapasitas komponen kompone Mesin/ Operation
n Efisiensi Rejec
Description Type Teoritis Aktual yang n yang TK Time
Number t
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong balok Multi
O - 31 60 0,95 57 0,03 220 227 0,482456 1,05263158
kayu purpose
Menghaluskan
masing-masing
O - 32 sisi (4 sisi) Sander 50 0,95 47,5 0,008 259 262 0,681579 1,26315789
permukaan
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 33 permukaan Sander 45 0,95 42,75 0,008 262 265 0,766082 1,40350877
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat 2 buah
O - 34 purus/pen untuk Milling 60 0,95 57 0,01 265 268 0,58114 1,05263158
sambungan

Tabel 1.9 Route Sheet Part Penguat Atas

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Penguat Atas Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi
Description Type Teoritis Aktual Reject yang yang TK Time
Number
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong balok Multi
O - 27 60 0,95 57 0,3 220 315 0,482456 1,0526315
kayu purpose
Menghaluskan
O - 28 Sander 50 0,95 47,5 0,008 259 262 0,681579 1,2631578
masing-masing
sisi (4 sisi)
permukaan
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 29 permukaan Sander 45 0,95 42,75 0,008 262 265 0,766082 1,4035087
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat 2 buah
O - 30 purus/pen untuk Milling 60 0,95 57 0,01 265 268 0,58114 1,0526315
sambungan

Tabel 1.10 Route Sheet Part Penguat Samping Bawah

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Penguat Samping Bawah Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio Scrap
Operation Machine Kapasitas Kapasitas komponen komponen Mesin/ Operation
n Efisiensi Rejec
Description Type Teoritis Aktual yang yang TK Time
Number t
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong balok Multi
O - 23 55 0,95 52,25 0,15 220 259 0,526316 1,1483253
kayu purpose
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 24 permukaan Sander 60 0,95 57 0,008 259 262 0,567982 1,0526315
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 25 permukaan Sander 55 0,95 52,25 0,008 262 265 0,626794 1,1483253
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat 2 buah
O - 26 purus/pen untuk Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711 1,5789473
sambungan
Tabel 1.11 Route Sheet Part Penguat Samping Atas

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Penguat Samping Atas Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen kompone Mesin/ Operation
n Efisiensi
Description Type Teoritis Aktual Reject yang n yang TK Time
Number
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong balok Multi 1,1483253
O - 19 55 0,95 52,25 0,15 220 259 0,526316
kayu purpose 6
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
1,0526315
O - 20 permukaan Sander 60 0,95 57 0,008 259 262 0,567982
8
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
1,2631578
O - 21 permukaan Sander 50 0,95 47,5 0,008 262 265 0,689474
9
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat 2 buah
1,5789473
O - 22 purus/pen untuk Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711
7
sambungan

Tabel 1.12 Route Sheet Part Kaki Depan Kanan

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Kaki Depan Kanan Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen kompone Mesin/ Operation
n Efisiensi
Description Type Teoritis Aktual Reject yang n yang TK Time
Number
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong balok Multi
O - 10 60 0,95 57 0,2 220 275 0,482456 1,0526315
kayu purpose
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
O - 11 permukaan Sander 50 0,95 47,5 0,008 259 262 0,681579 1,2631578
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
O - 12 Sander 60 0,95 57 0,008 262 265 0,574561 1,0526315
sisi (4 sisi)
permukaan
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat lubang
O - 13 Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711 1,5789473
1
Membuat lubang
O - 14 Milling 40 0,95 38 0,04 277 289 0,911184 1,5789473
2
Membuat lubang
O - 15 Milling 40 0,95 38 0,04 289 302 0,950658 1,5789473
3
O - 16 Bor pada lubang 1 Bor 80 0,95 76 0,01 302 306 0,496711 0,7894736
O - 17 Bor pada lubang 2 Bor 80 0,95 76 0,01 306 310 0,503289 0,7894736
O - 18 Bor pada lubang 3 Bor 80 0,95 76 0,01 310 314 0,509868 0,7894736
Tabel 1.13 Route Sheet Part Kaki Belakang Kanan

Route Sheet
Company : PT. ABC Prepared by : A1
Product : Kursi Kayu Date : 21-03-2017
Part Name : Kaki Belakang Kanan Part Number :
Material : Kayu Meranti Product Item Quantity : 220
Jml Jml Jumlah
Operatio
Operation Machine Kapasitas Kapasitas Scrap komponen kompone Mesin/ Operation
n Efisiensi
Description Type Teoritis Aktual Reject yang n yang TK Time
Number
diharapkan disiapkan teoritis
Memotong balok Multi 1,2631578
O - 01 50 0,95 47,5 0,16 220 262 0,578947
kayu purpose 9
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
1,2631578
O - 02 permukaan Sander 50 0,95 47,5 0,008 259 262 0,681579
9
potongan balok
kayu, kertas gosok
80/60
Menghaluskan
masing-masing
sisi (4 sisi)
1,2631578
O - 03 permukaan Sander 50 0,95 47,5 0,008 262 265 0,689474
9
potongan balok
kayu, kertas gosok
200
Membuat lubang 1,5789473
O - 04 Milling 40 0,95 38 0,04 265 277 0,871711
1 7
Membuat lubang 1,5789473
O - 05 Milling 40 0,95 38 0,04 277 289 0,911184
2 7
Membuat lubang 1,5789473
O - 06 Milling 40 0,95 38 0,04 289 302 0,950658
3 7
0,7894736
O - 07 Bor pada lubang 1 Bor 80 0,95 76 0,01 302 306 0,496711
8
0,7894736
O - 08 Bor pada lubang 2 Bor 80 0,95 76 0,01 306 310 0,503289
8
0,7894736
O - 09 Bor pada lubang 3 Bor 80 0,95 76 0,01 310 314 0,509868
8
1.5 Line Balancing

METODE RPW

Waktu predecessor
Kode Kode
Deskripsi Baku
Assembly Aktivitas
(m)

Sub assembly kaki depan 2 -


S10A1 A kanan + penguat samping atas
kanan + pasak

Sub assembly S10A1 + 2


S9A1 B penguat samping bawah A
kanan + pasak

Sub assembly S9A1 + kaki 2


S8A1 C B
belakang kanan + pasak

Sub assembly S8A1 + penguat 2


S7A1 D C
atas + pasak

Sub assembly S7A1 + palang 2


S6A1 E D
depan bawah + pasak

Sub assembly S6A1 + kaki 2


S5A1 F E
depan kiri + pasak

Sub assembly S5A1 + penguat 2


S4A1 G F
samping atas kiri + pasak

Sub assembly S4A1 + penguat 2


S3A1 H G
samping bawah kiri + pasak

Sub assembly S3A1 + kaki 2


S2A1 I H
belakang kiri + pasak

Sub assembly S2A1 + tempat 2


S1A1 J I
duduk + sekrup

Sub assembly S1A1 + 2


A K J
sandaran + sekrup

1
A B C D E F G H I J K
START FINISH
(2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2) (2)

Tabel pengelompokan stasiun kerja

Stasiun Idle (CT -


Task Waktu ST
Kerja ST)
1 A 2 2 0,4
2 B 2 2 0,4
3 C 2 2 0,4
4 D 2 2 0,4
5 E 2 2 0,4
6 F 2 2 0,4
7 G 2 2 0,4
8 H 2 2 0,4
9 I 2 2 0,4
10 J 2 2 0,4
11 K 2 2 0,4


a. LE (Line Efficiency) = X 100%
22
= 11 2,4 X 100%

= 83,33%
b. Balancing delay = 1 LE
= 1 0,8333
= 0,1667
= 16,67%

c. Output Produksi Q =
2400 X 60
= 2,4

= 60000 unit/bulan

total permintaan
d. Rata-Rata produksi perbulan = jumlah periode
60000
= 12
2
= 5000 unit/bulan

RataRata Produksi perbulan


e. Jumlah Lini Produksi = Q
5000
= 60000
= 0,083
= 1 lini

f. Jumlah TK = jumlah lini produksi x jumlah stasiun kerja


= 1 x 11

= 11 tenaga kerja

1.2. Analisa dan Pembahasan


Operation process chart (OPC) digunakan untuk mengetahui proses yang terjadi di setiap
stasiun kerja secara keseluruhan. Proses yang dialami komponen sejak dari awal sampai menjadi
produk jadi utuh maupun sebagai komponen, dan juga memuat informasi-informasi yang
diperlukan untuk analisa lebih lanjut, seperti waktu yang dihabiskan, material yang digunakan,
dan tempat atau alat atau mesin yang dipakai. Berdasarkan produk yang akan dibuat yaitu kursi
kayu, pada OPC ini menggambarkan urutan proses pekerjaan suatu komponen dari awal hingga
selesai dirakit dan finishing. Hasil dari gambaran OPC dari suatu kursi kayu menghasilkan
proses operasi sebanyak 44 operasi di setiap komponen dan perakitannya dalam proses operasi
terdapat proses looping sebanyak 16 kali dengan pengulangan sebagian proses sebanyak 12 kali
dan proses pengulangan secara keseluruhan sebanyak 2 kali. Sedangkan pada proses inspeksi
terdapat 2 kali inspeksi yaitu pada saat di perakitan.
Assembly chart (AC) atau peta perakitan merupakan peta yang menggambarkan langkah
langkah proses perakitan yang akan dialami komponen dari awal sampai produk jadi selesai.
Dengan kata lain AC merupakan gambaran dari komponen yang membentuk produk, bagaimana
komponen komponen bergabung bersama yang menjadi sub assembly hingga menjadi
assembly. Bagian kiri AC merupakan nama komponen yang akan dirakit menjadi sebuah produk,
dimana pada praktikum ini produk yang dibuat yaitu kursi kayu sehingga komponen yang akan
dirakit ada 10 komponen dengan sub assembly sebanyak 2 yaitu assembly kaki kursi dan
assembly bodi kursi hingga menjadi assembly kursi.
Routing Sheet (RS) dibuat berdasarkan Operation Process Chart (OPC). RS adalah lembar
kegiatan dari setiap komponen suatu produk dengan seluruh proses pengerjaan oleh mesin yang
dilakukan terhadap komponen tersebut. Pengisian kolom-kolom pada Routing Sheet dimulai dari
proses finishing, kemudian perakitan dan terakhir fabrikasi/pembuatan komponen-komponen
buat. Pada proses pembuatan sebuah komponen dimulai dari operasi terakhir dan bekerja mundur
sampai ke operasi pertama. Sehingga pembuatan RS dimulai dari urutan proses terakhir yaitu
pengecatan sampai pemotongan kayu untuk membuat kaki belakang. Selain itu, RS digunakan
3
untuk menghitung jumlah mesin yang diperlukan dalam tiap proses operasi mulai dari
pembuatan komponen hingga finishing.

1.3. Kesimpulan
1. Dalam pembuatan Assembly Chart, Operation Chart, dan Routing Sheet harus
memperhatikan teori untuk pembuatannya yaitu :

Untuk bisa menggambarkan OPC dengan baik, ada beberapa prinsip yang perlu
diikuti, yaitu sebagai berikut :

1) Pertama-tama pada baris paling atas dinyatakan sebagai kepala OPC yang diikuti oleh
identifikasi lain seperti: nama objek, nama pembuat peta, tanggal dipetakan, nomor peta
dan nomor gambar.
2) Material yang akan diproses diletakkan di atas garis horizontal, yang menunjukkan
bahwa material tersebut masuk ke dalam proses.
3) Lambang atau simbol ASME (Operasi dan Inspeksi) ditempatkan dalam arah vertikal
yang menunjukkan terjadinya perubahan proses.
4) Penomoran terhadap suatu kegiatan operasi diberikan secara berurutan sesuai dengan
urutan operasi yang dibutuhkan untuk pembuatan produk tersebut atau sesuai dengan
proses yang terjadi.
5) Penomoran terhadap suatu kegiatan pemeriksaan diberikan secara tersendiri dan
prinsipnya sama dengan penomoran untuk kegiatan operasi.
6) Agar diperoleh gambar OPC yang baik, biasanya material/komponen yang paling
banyak memerlukan operasi, harus dipetakan terlebih dahulu dan digambarkan pada
garis vertikal paling kanan sendiri.
Secara sketsa, prinsip-prinsip pembuatan OPC dapat digambarkan sebagai berikut.

Arah material yang masuk proses

Materi yang
Mt Mt Mt dibeli (Mt)
Urutan perubahan dalam proses
Bagian yang dirakit
Bagian dari bagian

Produk utama

W O-N M
yang dirakit

W I-N M

Mt

Gambar 5 Gambar Sketsa Prinsip Pembuatan OPC

Keterangan:
W : Waktu yang dibutuhkan untuk suatu operasi atau pemeriksaan, (dinyatakan
dalam unit waktu menit atau jam).
4
ON : Nomor urut untuk kegiatan operasi tersebut.
IN : Nomor urut untuk kegiatan pemeriksaan tersebut.
M : Mesin atau tempat dimana kegiatan tersebut dilaksanakan.

Prinsip-prinsip pembuatan AC adalah:


- Bagian paling kiri AC merupakan nama komponen.
- Semakin ke kiri, penomoran SA bertambah dan semakin ke bawah penomoran A bertambah.
- Nama komponen yang diletakkan paling atas merupakan base (tempat komponen lain
ditempelkan.
- Pada AC, untuk komponen yang jumlahnya lebih dari 1 harus ditulis ulang sesuai jumlah
komponen, tetapi untuk komponen pembantu yang jumlahnya banyak dan berukuran kecil
boleh ditulis jumlahnya dan tidak perlu ditulis ulang sebanyak jumlah komponennya. Misal :
Roda (6x)
- Komponen-komponen yang akan dirakit dihubungkan oleh garis menuju ke sebulah lingkaran
yang membentuk sub-assembly atau assembly.
- Nomor sub assembly atau assembly ditempatkan dalam lingkaran. Penomoron sub assembly
mengikuti format SiAj dimana i bertambah dari kanan ke kiri dan nilai j bertambah dari atas
ke bawah. Penomorn assembly dinyatakan dengan Aj.
- Komponen bahan pembantu yang dimasukkan hanya yang diskrit atau berwujud (misal: paku,
mur, baut, dsb).
yyy x

SiAj
yyy x

SiAj

yyy x
A

yyy x

SiAj

yyy x

Gambar 6 Assembly Chart


Dimana:
x : nomor part, berada dalam lingkaran kecil
yyy : nama part
SiAj : sub assembly
A : final product

Pengisian Tabel Routing Sheet

Kolom 1 : Nomor Operasi adalah nomor operasi yang terdapat pada Peta Proses Operasi

5
Kolom 2 : Nama Operasi adalah nama proses yang dialami oleh komponen misalnya
memotong, melubangi, menghaluskan, dsb.

Kolom 3 : Nama Mesin adalah mesin-mesin yang melakukan operasi, misalnya untuk
operasi melubangi maka mesin yang melakukan operasi adalah mesin bor.

Operasi perakitan dll dilakukan TK

Kolom 4 : Kapasitas Teoritis adalah kapasitas yang dimiliki mesin/TK tanpa


mempertimbangkan effisiensi.

Kolom 5 : Effisiensi mesin/TK. Asumsi efisiensi TK = 90%

Kolom 6 : Kapasitas Aktual adalah kapasitas mesin/TK yang sebenarnya. Rumus untuk
menghitung kapasitas aktual adalah kapasitas teoritis x effisiensi.

Kolom 7 : Skrap adalah sisa dari hasil produksi dan reject adalah produk cacat yang
dihasilkan.

Kolom 8 : Jumlah yang diharapkan (Output) adalah jumlah komponen yang diharapkan
setelah melalui operasi tersebut. Jumlah yang diharapkan diambil dari jumlah yang harus
disiapkan pada operasi sesudahnya/berikutnya.

Produk jadi, jumlah yang disiapkan = target produksi per hari.

Kolom 9 : Jumlah yang harus disiapkan (Input) adalah jumlah komponen yang harus
disiapkan untuk operasi tersebut. Cara perhitungannya adalah:

Jumlah yang harus disiapkan = jumlah yang diharapkan/ (100% - % reject)

Kolom 10 : Jumlah mesin teoritis adalah jumlah mesin yang diperlukan untuk memproduksi
komponen yang diharapkan. Cara perhitungannya adalah: Jumlah mesin teoritis = jumlah
yang harus disiapkan/ (kapasitas mesin Aktual x jam kerja per hari)

Kolom 11 : Waktu Proses (menit) dihitung dari 60 / kapasitas mesin aktual

2. Dalam perancangan tata letak pabrik penggambaran AS, OPC, dan RS memberikan
beberapa informasi yang diantaranya :
a) Dapat mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya.
b) Dapat memperkirakan kebutuhan akan bahan baku (dengan memperhitungkan efisiensi
di tiap operasi/pemeriksaan).
c) Sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik.
d) Sebagai alat untuk melakukan perbaikan cara kerja yang sedang dipakai.
e) Sebagai alat untuk latihan kerja dan lain-lain.
f) Menentukan urutan operasi dan perakitan secara sistematis
g) Mengetahui pengarus effisiensi terhadap proses
6
h) Mengetahui pengaruh Skrap/reject terhadap pemakaian bahan
i) Mengetahui kebutuhan bahan yang diharapkan dan kebutuhan bahan yang disiapkan
j) Menentukan kapasitas mesin aktual dan teoritis
k) Menentukan kebutuhan mesin teoritis yang diperlukan dalam memproses bahan baku
hingga menjadi produk akhir.
3. Kebutuhan pemakaian bahan baku dalam pembuatan kursi kayu dan jumlah mesin yang
digunakan dapat dilihat pada tabel Routing Sheet

7
JIG DAN FIXTURE

Jig dan fixture adalah alat pemegang benda kerja produksi yang digunakan dalam rangka
membuat penggandaan komponen secara akurat.

Hubungan dan kelurusan yang benar antara alat potong atau alat bantu lainnya, dan benda kerja
mesti dijaga.

Untuk melakukan ini maka dipakailah jig atau fixture yang didesain untuk memegang, menyangga
dan memposisikan setiap bagian sehingga setiap pengeboran, pemesinan dilakukan sesuai dengan
batas spesifikasi.

Jig didefinisikan sebagai peralatan khusus yang memegang, menyangga atau ditempatkan
pada komponen yang akan dimesin. Alat ini adalah alat bantu produksi yang dibuat sehingga ia
tidak hanya menempatkan dan memegang benda kerja tetapi juga mengarahkan alat potong ketika
operasi berjalan. Jig biasanya dilengkapi dengan bushing baja keras untuk mengarahkan mata
gurdi/bor (drill) atau perkakas potong lainnya. Pada dasarnya, jig yang kecil tidak dibaut/dipasang
pada meja kempa gurdi (drill press table). Namun untuk diameter penggurdian diatas 0,25 inchi,
jig biasanya perlu dipasang dengan kencang pada meja.

8
Fixture adalah peralatan produksi yang menempatkan, memegang dan menyangga benda
kerja secara kuat sehingga pekerjaan pemesinan yang diperlukan bisa dilakukan. Blok ukur atau
feeler gauge digunakan pada fixture untuk referensi/setelan alat potong ke benda kerja (gambar
1B). Fixture harus dipasang tetap ke meja mesin dimana benda kerja diletakkan

JENIS-JENIS JIG

Jig bisa dibagi atas 2 kelas :

jig Bor.

Jig bor digunakan untuk mengebor lobang yang besar untuk digurdi atau ukurannya aneh(
Pengkasaran )

jig Gurdi.

Jig gurdi digunakan untuk menggurdi (drilling), meluaskan lobang (reaming), mengetap,
chamfer, counterbore, reverse spotface atau reverse countersink.Jig dasar umumnya
hampir sama untuk setiap operasi pemesinan, perbedaannya hanya dalam ukuran dan
bushing yang digunakan.
Jig gurdi bisa dibagi atas 2 tipe umum yaitu:

Jig tipe terbuka adalah untuk operasi sederhana dimana benda kerja dimesin
pada hanya satu sisi.

9
Jig tipe tertutup atau kotak digunakan untuk komponen yang dimesin lebih dari
satu sisi.

Jig template adalah jig yang digunakan untuk keperluan akurasi. Jig tipe ini terpasang
diatas, pada atau didalam benda kerja dan tidak diklem (gambar 4). Template bentuknya paling
sederhana dan tidak mahal. Jig jenis ini bisa mempunyai bushing atau tidak.

Gambar. Jig template

Jig plate adalah jig sejenis dengan template, perbedaannya hanya jig jenis ini mempunyai
klem untuk memegang benda kerja.

1
0
Gambar Jig Plate

Jig plate kadang-kadang dilengkapi dengan kaki untuk menaikkan benda kerja dari meja
terutama untuk benda kerja yang besar. Jig jenis ini disebut jig table/meja

Jig sandwich adalah bentuk jig plate dengan pelat bawah. Jig jenis ini ideal untuk
komponen yang tipis atau lunak yang mungkin bengkok atau terlipat pada jig jenis lain.

Gambar.7. Jig sandwich

Jig angle plate (pelat sudut) digunakan untuk memegang komponen yang dimesin pada
sudut tegak lurus terhadap mounting locatornya (dudukan locator) yaitu dudukan untuk alat
penepatan posisi benda kerja.

ini dimana sudut pegangnya bisa selain 90 derjat disebut jig pelat sudut modifikasi dan
diperlihatkan oleh gambar 9.

1
1
Gambar. Jig Pelat Sudut Gambar. Jig pelat Modifikasi

Jig kotak atau jig tumble, biasanya mengelilingi komponen (gambar 10). Jig jenis ini
memungkinkan komponen dimesin pada setiap permukaan tanpa memposisikan ulang benda kerja
pada jig.

Gambar. Jig kotak atau jig tumble

Jig Channel adalah bentuk paling sederhana dari jig kotak (gambar 11). Komponen
dipegang diantara dua sisi dan dimesin dari sisi ketiga.

Jig daun (leaf) adalah jig kotak dengan engsel daun untuk kemudahan pemuatan dan
pelepasan (gambar 12). Jig daun biasanya lebih kecil dari jig kotak.

Jig indexing digunakan untuk meluaskan lobang atau daerah yang dimesin lainnya
disekeliling komponen (gambar 13). Untuk melakukan ini, jig menggunakan komponen sendiri
atau pelat referensi dan sebuah plunger. Jig indexing yang besar disebut juga jig rotary.
1
2
Gambar. Jig index

Jig Trunnion adalah jenis jig rotary untuk komponen yang besar atau bentuknya aneh
(gambar 14). Komponen pertama-tama diletakkan didalam kotak pembawa dan kemudian
dipasang pada trunnion.

Jig pompa adalah jig komersial yang mesti disesuaikan oleh pengguna. Pelat yang
diaktifkan oleh tuas membuat alat ini bisa memasang dan membongkar bendakerja dengan cepat.

1
3
Gambar Jig. pompa

Jig multistation (stasion banyak) mempunyai bentuk seperti gambar 16. Ciri utama jig
ini adalah cara menempatkan benda kerja. Ketika satu bagian menggurdi, bagian lain meluaskan
lubang (reaming) dan bagian ketiga melakukan pekerjaan counterbore. Satsion akhir digunakan
untuk melepaskan komponen yang sudah selesai dan mengambil komponen yang baru.

Gambar. Jig multistation

1
4
1
5
JENIS-JENIS FIXTURE

Jenis fixture dibedakan terutama oleh bagaimana alat bantu ini dibuat. Perbedaan utama
dengan jig adalah beratnya. Fixture dibuat lebih kuat dan berat dari jig dikarenakan gaya perkakas
yang lebih tinggi.

Fixture pelat adalah bentuk paling sederhana dari fixture. Fixture dasar dibuat dari pelat
datar yang mempunyai variasi klem dan locator untuk memegang dan memposisikan benda kerja.
Konstruksi fixture ini sederhana sehingga bisa digunakan pada hampir semua proses pemesinan.

Gambar. Fixture pelat

Fixture pelat sudut adalah variasi dari fixture pelat. Dengan fixture jenis ini, komponen
biasanya dimesin pada sudut tegak lurus terhadap locatornya. Jika sudutnya selain 90 derjat, fixture
pelat sudut yang dimodifikasi bisa digunakan

Gambar. Fixture pelat sudut

1
6
Gambar. Fixture plat sudut modifikasi

Fixture vise-jaw, digunakan untuk pemesinan komponen kecil (gambar 20). Dengan alat
ini, vise jaw standar digantikan dengan jaw yang dibentuk sesuai dengan bentuk komponen.

Gambar. Fixture vise-jaw

Fixture indexing mempunyai bentuk yang hampir sama dengan jig indexing. Fixture jenis
ini digunakan untuk pemesinan komponen yang mempunyai detail pemesinan untuk rongga yang
detil.

1
7
Gambar.22 adalah contoh komponen yang menggunakan fixture indek

1
8
Gambar. Fixture indek

Fixture multistation, adalah jenis fixture untuk kecepatan tinggi, volume produksi tinggi
dimana siklus pemesinan kontinyu. Fixture duplex adalah jenis paling sederhana dari jenis ini
dimana hanya ada dua stasiun (gambar 23). Mesin tersebut bisa memasang dan melepaskan benda
kerja ketika pekerjaan pemesinan berjalan. Misal, ketika pekerjaan pemesinan selesai pada stasiun
1, perkakas berputar dan siklus diulang pada stasiun 2. Pada saat yang sama benda kerja dilepaskan
pada stasiun 1 dan benda kerja yang baru dipasang.

Gambar. Fixture duple

10
Fixture profil, digunakan mengarahkan perkakas untuk pemesinan kontur dimana mesin secara
normal tidak bisa

melakukan. Kontur bisa internal atau eksternal. Gambar 24 memperlihatkan bagaimana nok/cam
secara akurat memotong dengan tetap menjaga kontak antara fixture dan bantalan pada pisau
potong fris.

Gambar. Fixture profil

11
Klasifikasi Fixture

Fixture biasanya diklasifikasikan berdasarkan tipe mesin yang menggunakannya. Misal, fixture
yang digunakan pada mesin milling disebut fixture milling. Fixture bisa juga diklasifikasikan
dengan subklasifikasi. Misal, jika pekerjaan yang dilakukan adalah milling stradle maka fixture
disebut straddle milling fixture.

Berikut ini adalah list operasi produksi yang menggunakan fixture:


Assembling Lapping
Boring Milling
Broaching Planing
Drilling Sawing
Forming Shaping
Gauging Stamping
Grinding Tapping
Heat treating Testing
Honing Turning
Inspecting Weldin

Sumber: ft.unsada.ac.id/wpcontent/uploads/2008/04/bab9pp2.pdf

12
13