Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH DASAR AGRONOMI

PENGAIRAN LAHAN

DISUSUN OLEH:

KELOMPOK 3 (AGRIBISNIS 2)

ROMAITO SITANGGANG 150304070


TURIBIUS JOHAN SIJABAT 150304077
PALGUNO WIDODO 150304079
FANNY NAMIRA 150304088
NELVA MEYRIANI 150304090

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Pengairan Lahan. Dengan pembahasan yang
sederhana agar dapat mudah dimengerti dan dipahami. Dalam waktu yang singkat ini mungkin kami
tidak dapat mencari bahan dan materi yang memuaskan tapi mudah-mudahan dapat memberikan
manfaat yang membacanya, amin.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah dasar agronomi dan untuk disajikan
kepada pembaca agar pembaca menambah ilmu pengetahuan mengenai pengairan lahan. Kami
menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka dari itu kritik dan
saran yang membangun akan kami terima dengan senang hati.

Medan, 25 Mei 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .....................................................................................

DAFTAR ISI ..................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................

1.1. Latar Belakang ............................................................................


1.2. Tujuan ...................................................................................

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................

2.1. Pengertian Irigasi ........................................................................

2.2. Jenis jenis Irigasi ......................................................................

2.3. Tujuan Irigasi...................................................................................

2.4. Fungsi Irigasi ...............................................................................

BAB III PENUTUP . ...................................................................................

3.1. Kesimpulan .................................................................................

DAFTAR PUSTAKA . ..................................................


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan dengan

usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Usaha yang dilakukan tersebut

dapat meliputi : perencanaan, pembuatan, pengelolaan, serta pemeliharaan sarana untuk

mengambil air dari sumber air dan membagi air tersebut secara teratur dan apabila terjadi

kelebihan air dengan membuangnya melalui saluran drainasi.

Secara garis besar, tujuan irigasi dapat digolongkan menjadi 2 (dua) golongan,

yaitu : Tujuan Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan untuk membasahi tanah

berkaitan dengan kapasitas kandungan air dan udara dalam tanah sehingga dapat dicapai

suatu kondisi yang sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman yang ada di

tanah tersebut. Tujuan Tidak Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan yang meliputi :

mengatur suhu dari tanah, mencuci tanah yang mengandung racun, mengangkut bahan

pupuk dengan melalui aliran air yang ada, menaikkan muka air tanah, meningkatkan

elevasi suatu daerah dengan cara mengalirkan air dan mengendapkan lumpur yang

terbawa air, dan lain sebagainya.

Irigasi didefinisikan sebagai suatu cara pemberian air, baik secara alamiah

ataupun buatan kepada tanah dengan tujuan untuk memberi kelembapan yang berguna

bagi pertumbuhan tanaman. Secara alamiah air disuplai kepada tanaman melalui air

hujan. Seara alamiah lainnya, adalah melalui genangan air akibat banjir dari sungai, yang

akan menggenangi suatu daerah selama musim hujan, sehingga tanah yang ada dapat siap

ditanami pada musim kemarau.secara buatan : Ketika penggunaan air ini mengikutkan

pekerjaan rekayasa teknik dalam skala yang cukup besar, maka hal tersebut disebut irigasi

buatan ( Artificial Irrigation ). Irigasi buatan secara umum dapat dibagi dalam 2 ( dua )

bagian : Irigasi Pompa ( Lift Irrigation ), dimana air diangkat dari sumber air yang rendah

ke tempat yang lebih tinggi, baik secara mekanis maupun manual.


Irigasi Aliran ( Flow Irrigation ), dimana air dialirkan ke lahan pertanian secara gravitasi

dari sumber pengambilan air.

Sesuai dengan definisi irigasinya, maka tujuan irigasi pada suatu daerah adalah

upaya rekayasa teknis untuk penyediaaan dan pengaturan air dalam menunjang proses

produksi pertanian, dari sumber air ke daerah yang memerlukan serta mendistribusikan

secara teknis dan sistematis.

1.2 Tujuan

Untuk mengetahui bagaimana sistem irigasi di Indonesia dan apa yang terjadi

dengan sistem tata air di Indonesia sekarang ini.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Irigasi

Irigasi di Indonesia ini mulai dikembangkan semenjak indonesia tidak mampu lagi

mencapai swasembada beras. Awalnya irigasi itu sendiri diangap penting oleh pemerintah

umumnya dan petani sendiri khususnya. Semuanya hanya berpikiran bahwa Indonesia ini

adalah Negara yang kaya, makmur, subur serta segalanya mudah sehingga pemikiran untuk

jangka panjag tentang ketersediaan pangan pun tak lagi dihiraukan. Pikiran awal petani

Indonesia dulu hanyalah keberhasilan panen, dan pemerintah hanya bangga karena saat itu

mampu mencapai swasembada beras tanpa harus repot mengupayakan ketersediaan air dilaha

Irigasi adalah pemberian air kepada tanah untuk menunjang curah hujan yang tidak cukup

agar tersedia lengas bagi pertumbuhan tanaman (Linsley,Franzini,1992). Secara umum

pengertian irigasi adalah penggunaan air pada tanah untuk keperluan penyediaan cairan yang

dibutuhkan untuk pertumbuhan tanam-tanaman (Hansen,dkk, 1990).

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 23/1982 Ps. 1, pengertian irigasi, bangunan

irigasi, dan petak irigasi telah dibakukan yaitu sebagai berikut :

a. Irigasi adalah usaha penyediaan dan penyediaan dan pengaturan air untuk

menunjang pertanian.

b. Jaringan irigasi adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan

diperlukan untuk pengaturan air irigasi mulai dari penyediaan, pengambilan,

pembagian pemberian dan penggunaannya.

c. Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air dari satu jaringan

irigasi.

d. Petak irigasi adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi..

Memasuki keadaan seperti sekarang ini, petani mulai mengeluh tentang minimnya

ketersediaan air di lahan sawahnya khususnya petani-petani daerah jawa. Atas keluhan

tersebut berimbas pada kurangnya minat petani untuk menanam padi lagi.
2.2 Jenis-jenis Irigasi

1. Irigasi Permukaan

Pengaliran air di atas permukaan dengan ketinggian air sekitar 10 - 15 cm di

atas permukaan tanah. Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air

langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan

pengambilan bebas (free intake) kemudian air irigasi dialirkan secara gravitasi melalui

saluran sampai ke lahan pertanian. Di sini dikenal saluran primer, sekunder, dan

tersier. Pengaturan air ini dilakukan dengan pintu air. Prosesnya adalah gravitasi,

tanah yang tinggi akan mendapat air lebih dulu.

2. Irigasi Lokal

Air distribusikan dengan cara pipanisasi. Di sini juga berlaku gravitasi, di

mana lahan yang tinggi mendapat air lebih dahulu. Namun air yang disebar hanya

terbatas sekali atau secara lokal.

3. Irigasi dengan Penyemprotan

Irigasi yang biasanya Penyemprotan dipakai penyemprot air atau sprinkle. Air

yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun

akan basah lebih dahulu, kemudian menetes ke akar.

4. Irigasi Tradisional

Irigasi dengan menggunakan ember. Di sini diperlukan tenaga kerja secara

perorangan yang banyak sekali. Di samping itu juga pemborosan tenaga kerja yang

harus menenteng ember.

5. Irigasi Pompa Air

Air diambil dari sumur dalam dan dinaikkan melalui pompa air, kemudian

dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. Pada musim

kemarau irigasi ini dapat terus mengairi sawah.

6. Irigasi Tanah Kering dengan Terasisasi

Terasisasi dipakai untuk distribusi air. Ada beberapa sistem irigasi untuk tanah

kering, yaitu: irigasi tetes (drip irrigation), irigasi curah (sprinkler irrigation), irigasi
saluran terbuka (open ditch irrigation), dan irigasi bawah permukaan (subsurface

irrigation).

2.3 Tujuan Irigasi

Selain untuk mengairi sawah atau lahan pertanian, irigasi juga memiliki tujuan lain, yaitu

1. Memupuk atau merabuk tanah, Air sungai juga memiliki zat zat yang baik untuk

tanaman

2. Membilas air kotor, Biasanya ini didapat di perkotaan. Saluran saluran di daerah

perkotaan banyak sekali terdapat kotoran yang akan mengendap apabila dibiarkan,

sehingga perlu dilakukan pembilasan.

3. Kultamase ini hanya dapat dilakukan bila air yang mengalir banyak mengandung

mineral, material kasar. Karena material ini akan mengendap bila kecepatan air tidak

mencukupi untuk memindahkan material tersebut.

4. Memberantas hama, Gangguan hama pada tanaman seperti sudep, tikus, wereng dan

ulat dapat diberantas dengan cara menggenangi permukaan tanah tersebut dengan air

sampai batas tertentu.

5. Mengatur suhu tanah, Mengatur suhu tanah, misalnya pada suatu daerah suhu tanah

terlalu tinggi dan tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman maka suhu tanah dapat

disesuaikan dengan cara mengalirkan air yang bertujuan merendahkan suhu tanah.

6. Membersihkan tanah, Membersihkan tanah, dilakukan pada tanah yang tidak subur

akibat adanya unsur-unsur racun dalam tanah. Salah satu usaha misalnya

penggenangan air di sawah untuk melarutkan unsur-unsur berbahaya tersebut

kemudian air genangan dialirkan ketempat pembuangan.

7. Mempertinggi permukaan air tanah. Mempertinggi permukaan air tanah, misalnya

dengan perembesan melalui dinding-dinding saluran, permukaan air tanah dapat

dipertinggi dan memungkinkan tanaman untuk mengambil air melalui akar-akar

meskipun permukaan tanah tidak dibasahi.


2.4 Fungsi Irigasi

1. Memasok kebutuhan air tanaman

2. Menjamin ketersediaan air apabila terjadi betatan

3. Menurunkan suhu tanah

4. Mengurangi kerusakan akibat frost

5. Melunakkan lapis keras pada saat pengolahan tanah


BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang

pertanian yang jenisnya meliputi irigasi air permukaan, irigasi air bawahtanah, irigasi pompa

dan irigasi rawa. Semua proses kehidupan dan kejadian di dalam tanah yang merupakan

tempat media pertumbuhan tanaman hanya dapat terjadi apabila ada air, baik bertindak

sebagai pelaku (subjek) atau air sebagai media (objek). Proses-proses utama yang

menciptakan kesuburan tanah atau sebaliknya yang mendorong degradasi tanah hanya dapat

berlangsung apabila terdapat kehadiran air. Oleh karena itu, tepat kalau dikatakan air

merupakan sumber kehidupan.

Irigasi berarti mengalirkan air secara buatan dari sumber air yang tersedia kepada

sebidang lahan untuk memenuhi kebutuhan tanaman. Dengan demikian tujuan irigasi adalah

mengalirkan air secara teratur sesuai kebutuhan tanaman pada saat persediaan lengas tanah

tidak mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga tanaman bisa tumbuh

secara normal. Pemberian air irigasi yang efisien selain dipengaruhi oleh tatacara aplikasi,

juga ditentukan oleh kebutuhan air guna mencapai kondisi air tersedia yang dibutuhkan

tanaman.
DAFTAR PUSTAKA

Ardi. 2013. Hasil Besar Dari Irgasi Kecil. Koran harian media Indonesia : Jakarta.

Acmadi, M. 2013. Irigasi di Indonesia. Media press : Yogyakarta.

Eko, Rusdianto. 2013. Perlu Sistem Irigasi yang Layak. Majalah GATRA : Bandung.

Kholid, M. 2009. Krisis Air sawah Indonesia. Grafindo Media Utama.

Yogyakarta.

Racmad, nur. 2009. Irigasi Dan Tata Guna Lahan. Pt Gramedia : Jakarta.

Teristi, ardi, 2013. Mengatur Air Terus Mengalir. Koran harian media Indonesia.

Jakarta.