Anda di halaman 1dari 5

1.

Bagaimana cara mengatasi perilaku korupsi dikalangan penyelenggara negara di


Indonesia ?

I. Mengapa tindakan korupsi bisa terjadi? Banyak sekali faktor-faktor yang dapat
menjadi dari penyebab tindakan korupsi ini. Faktor tersebut diantaranya adalah
sebagai berikut ini.

a. Iman Yang Tidak Kuat (Iman yang lemah)


Orang-orang yang memiliki kelemahan iman, sangat mudah sekali untuk melakukan
tindakan kejahatan seperti korupsi contohnya. Apabila iman orang tersebut kuat,
mereka tidak akan melakukan tindakan korups ini. Banyak sekali alasan yang
diberikan oleh penindak korupsi ini.

b. Lemahnya penegakan hukum


Lemahnya dan tidak tegasnya penegakan hukum merupakan faktor berkembangnya
tindakan korupsi. Penegakan hukum yang lemah ini dapat menghindarkan para
pelaku korupsi dari sanksi-sanksi hukum.

c. Kurangnya Sosialisasi dan Penyuluhan kepada Masyarakat


Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tidak tahu tentang mengenai bentuk-bentuk
tindakan korupsi, ketentuan dan juga sanksi hukumnya, dan juga cara
menghindarinya. Akibatnya, banyak sekali diantara mereka yang menganggap
"biasa" terhadap tindakan korupsi, bahkan merekapun juga akan melakukan hal
tersebut.

d. Desakan Kebutuhan Ekonomi


Dengan keadaan ekonomi yang sulit, semua serba sulit, berbagai tindakan pun akan
dilakukan oleh seseorang, guna untuk mempermudah kebutuhan ekonomi
seseorang, salahsatunya adalah dengan melakukan tindakan korupsi.

e. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan yang baik akan berdampak baik juga bagi orang yang berada
dilingkungan tersebut, tetapi bagaimana jika di lingkungan tersebut penuh dengan
tindakan korupsi dan lain-lain. Maka orang tersebut juga akan terpengaruh dengan
tindakan kriminal, contohnya korupsi.

II. Dalam pencagahan (Preventif) tindak pidana korupsi tentunya perlu adanya suatu
upaya-upaya yang harus dilakukan terhadap pejabat-pejabat pemerintahan yang
sedang memegang suatu kekuasaan antara lain:
Menanamkan semangat nasional yang positif dengan mengutamakan
pengabdian pada bangsa dan Negara melalui pendidikan formal, informal dan
agama

Melakukan penerimaan pegawai berdasarkan prinsip keterampilan teknis

Para pejabat dihimbau untuk mematuhi pola hidup sederhana dan memiliki
tanggung jawab yang tinggi

Para pegawai selalu diusahakan kesejahteraan yang memadai dan ada jaminan
masa tua

Menciptakan aparatur pemerintahan yang jujur dan disiplin kerja yang tinggi

Sistem keuangan dikelola oleh para pejabat yang memiliki tanggung jawab tinggi
dan dibarengi oleh system control yang efisien

Melakukan pencatatan ulang terhadap kekayaan pejabat yang mencolok

Berusaha melakukan reorganisasi dan rasionalisasi organisasi pemerintahan.

III. Bahaya korupsi terhadap generasi muda

Salah satu efek negatif yang paling berbahaya dari korupsi pada jangka panjang
adalah rusaknya generasi muda. Dalam masyarakat yang korupsi telah menjadi
makanan sehari-harinya, anak tumbuh dengan pribadi antisosial, selanjutnya
generasi muda akan menganggap bahwa korupsi sebagai hal biasa (atau bahkan
budayanya), sehingga perkembangan pribadinya menjadi terbiasa dengan sifat tidak
jujur dan tidak bertanggungjawab. Jika generasi muda suatu bangsa keadaannya
seperti itu, bisa dibayangkan betapa suramnya masa depan bangsa tersebut.

2. Bagaimana cara mengatasi perilaku anarkis yang sekarang banyak terjadi dikalangan
masyarakat Indonesia dalam menyampaikan aspirasinya ?

I. Setiap masyarakat Indonesia berhak menyampaikan aspirasinya dengan cara yang


benar. Kita boleh memberikan aspirasi seperti melakukan demo namun hanya saja
masih dalam konteks yang benar yang tidak berujung pada tindakan anarkis yang
bisa menyebabkan kerugian pada negara. Ada beberapa faktor yang menyebabkan
seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan anarkis antara lain:
a. Aspirasi mereka yang tidak pernah ditanggapi.
b. Ada seseorang dari massa tersebut yang memprovokator aksi tersebut sehingga
menimbulkan amarah dari masa, kericuhan dan berujung tindakan anarkis.
c. Sudah menjadi sisi lain yang tidak baik dari budaya kekerasan atau kebiasaan yang
tidak baik didalam masyarakat Indonesia.

II. Untuk mengatasi anarkisme ini juga dapat dilalui dengan cara memperkuat satuan
Samapta serta memperkuat fungsi intelijen dan pembinaan massa. Intelijen masuk
terlebih dahulu mendapatkan data-data kuat dan kemudian masuk pembinaan
memberikan pendekatan secara edukatif pada masyarakat bagaimana penyelesaian
masyarakatnya.

Selain pembentukan detasemen oleh pemerintah, dari masyarakat sendiri ada


beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi anarkisme, diantaranya :

a. Melakukan bimbingan konseling terhadap masyarakat yang mempunyai


permasalahan-permasalahan, dalam hal ini bimbingan konseling ditekankan pada
kalangan siswa dan mahasiswa, karena proses pembentukan karakter itu terjadi
pada masa peralihan dari remaja menuju dewasa. Pada masa inilah penentuan
keberhasilan dalam pengembangan manajemen kepribadian yang berakhlak,
bermoral, bernurani serta berbudi pekerti yang luhur. Berdasarkan analisis yang di
lakukan oleh para ahli yang melaui berbagai aspek kemasyarakatan dan ke ilmiahan
menyimpulkan bahwa sebagian besar perilaku yang menyimpang yang timbul di
kalangan masyarakat merupakan hasil kebiasaan saat ramaja. Oleh karena itu
tindakan anarkisme bisa ditekan dengan melakukan bimbingan konseling yang
dilakukan dikalangan remaja.

b. Melakukan musyawarah dalam mengatasi masalah-masalah yang timbul di lapisan


masyarakat. Karena dengan melakukan musyawarah segala masalah yang timbul
dikalangan masyarakat dapat dikomonikasikan yang kemudian akan mencari solusi
bersama untuk kepentingan bersama. Dengan melakukan musyawarah maka akan
menghindari kesalahpahaman, dengan demikian maka akan menghidari tindakan
anarkisme, karena sebagian besar kasus anarkisme itu berawal dari
kesalahpahaman.

c. Memperbanyak sarana dan prasarana da mempermudah proses dalam menampung


aspirasi masyarakat agar keinginan dan harapan masyarakat dapat terealisasikan. Ini
merupakan langkah yang sangat bagus, karena sangat banyak tindakan anarkisme
yang terjadi di tanah air itu disebkan karena pelampiasan kemarahan masyarakat
karena mereka tidak tahu kepada siapa dan kemana mereka harus menyampaikan
aspirasinya. Dengan memperbanyak sarana dan prasarana dan mempermudah
proses penampungan aspirasi maka masyarakat merasa mendapatkan kebebasan
untuk menyampaikan aspirasinya yang telah diatur dalam UU. Tentunya aspirasi
tersebut tidak hanya di tampung tetapi harus mendapat jawaban atau realisasi dari
pihak yang di tuju untuk memperoleh kepastian serta kepuasan.

d. Meningkatkan rasa toleransi antar lapisan masyarakat agar tidak timbul


kesenjangan. Sudah selayaknya kita bangsa Indonesia mendukung pluralisme,
perbedaan itu bukan menimbulkan perpecahan melainkan menjadi kekayaan
keanekaragaman dan dipadukan untuk saling melengkapi satu sama yang lain.

e. Mengimplementasikan nilai-nilai dari pendidikan kewarganegaraan. Sebelum kita


mengimplementasikan maka kita perlu memahami arti penting dari pendidikan
kewarganegaraan, menurut kami pendidikan kewarganegaraan itu merupakan suatu
penekanan terhadap tata cara serta adab dalam bernegara. Dalam adab bernegara
yang baik, bahwa tindakan anarkisme itu tidak dibenarkan dalam kalangan apapun
maupun tempat manapun. Karena Negara kita telah memiliki alat serta lembaga
pengontrol sosial.

III. Dampak Negatif


Dampak negatif dari berdemonstrasi, tentu muncul akibat dari pelaksanaan
demonstrasi yang tidak sesuai dengan prosedur dan peraturan yang berlaku. Atau
dengan kata lain demonstrasi berujung dengan aksi anarkis. Maka dari itu, berikut
adalah dampak negatif dari demonstrasi yang berujung anarkis untuk dijadikan
bimbingan agar kita tidak melakukan hal tersebut.
1. Merugikan diri sendiri dan masyarakat luas.
2. Mengganggu ketertiban umum.
3. Merusak fasilitas pribadi dan Negara.
4. Dengan adanya demonstrasi yang anarkhis, para calon investor akan melihat
Indonesia sebagai tempat yang sangat riskan untuk berinvestasi, sehingga
demonstrasi jenis itu dapat mengurangi minat para investor, terutama investor
asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
5. Menimbulkan kemacetan sehingga meresahkan rakyat.
6. Menghambat pelaksanaan program pemerintah secara optimal.
7. Membuat masyarakat ketakutan terhadap aksi anarkis yang dilakukan
demonstran.
8. Sampah berserakan di jalanan akibat aksi anarkis yang dilakukan, seperti
batu/kerikil, pecahan kaca.
9. Dapat merusak taman-taman kota disekitar area tempat demonstran jika telah
berbuat anarkis.
10. Menimbulkan banyak masalah apabila aksi anarkis telah terjadi. Dapat
menimbulkan polusi tanah akibat lelehan ban yang telah dibakar, polusi suara
akibat suara-suara teriakan, polusi udara akibat asap yang ditimbulkan oleh
pembakaran ban.
11. Nilai tukar mata uang menurun drastis apabila demonstrasi ditayangkan.
12. Menimbulkan ancaman bahaya bagi keselamatan umum
13. Menimbulkan kerusakan pada fasilitas-fasilitas umum
14. Melanggar hak dan kebebasan orang lain
15. Melahirkan suasana tidak tertib, kekacauan, dan tidak memberi rasa aman
16. Merusak kerukunan dan persatuan bangsa
17. Menimbulkan rasa permusuhan, penghinaan, dendam, dan kebencian antar
warga
18. Memunculkan hasutan, provokasi, dan saling memfitnah