Anda di halaman 1dari 15

ANTE NATAL CARE

FISIOLOGI KEHAMILAN

A. KONSEP DASAR
1. Pengertian
Antenatal care adalah : pengawasan terhadap ibu hamil dengan
mempersiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental ibu dalam kehamilan,
persalinan dan nifas sehingga selalu dalam keadaan sehat dan normal.
Kehamilan (gravidas) mulai dengan konsepsi (pembuahan) dan berakhir
dengan permulaan persalinan.
Kehamilan normal adalah dari konsepsi sampai lahirnya janin dengan
kehamilan 280 hari ( 40 minggu ) dihitung dari hari pertama haid terakhir .

2. Tujuan Antenatal care


Antenatal Care bertujuan untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui
masa kehamilan, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat serta
menghasilkan bayi yang sehat. Sedangkan tujuan utama pelayanan antenatal
care di Indonesia adalah :
a. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat
kehamilan, persalinan dan nifas.
b. Mengenal dan menangani penyakit yang menyerati kehamilan, persalinan
dan nifas.
c. Memberikan nasehat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan,
persalinan, laktasi dan keluarga berencana.
d. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal.

3. Tanda-tanda kehamilan
a. Tanda-tanda presumtif:
1) Amenora (tidak dapat haid)
2) Mual dan muntah
3) Mengidam (ingin makanan khusus)
4) Tidak tahan suatu bau-bauan
5) Pingsan
6) Tidak ada selera makan (anoreksia)
7) Lelah (fatique)

1
8) Payudara membesar, tegang, dan sedikit nyeri, disebabkan pengaruh
estrogen dan progesterone yang merangsang duktus dan alveoli
payudara
9) Miksi sering, karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang
membesar. Gejala ini akan hilang pada triwulan kedua kehamilan.
Pada akhir kehamilan, gejala ini kembali, karena kandung kemih
ditekan oleh kepala janin
10) Konstipasi/obstipasi karena tonus otot-otot usus menurun oleh
pengaruh hormon steroid
11) Pigmentsi kulit oleh pengaruh hormon kortikosteroid placenta, dijumpai
di muka, areola payudara, leher, dan dinding perut (linea nigra =
grisea)
12) Pemekaran vena-vena (varices) dapat terjadi pada kaki, betis, dan
vulva biasanya dijumpai pada triwulan akhir.
b. Tanda-tanda kemungkinan hamil
1) Perut membesar
2) Uterus membesar : terjadi perubahan dalam bentuk, besar, dan
konsistensi dari rahim
3) Tanda Hegar
4) Tanda Chadwick
5) Tanda Piscaseck
6) Kontraksi-kontraksi kecil uterus bila dirangsangn = Braxton Hicks
7) Teraba ballottement
8) Reaksi kehamilan positif
c. Tanda pasti (tanda positif)
1) Gerakan janin yang dapat dilihat atau diraba, juga bagian-bagian janin.
2) Denyut jantung janin:
3) Terlihat tulang-tulang janin dalam foto-rontgen

4. Perubahan-perubahan Pada Kehamilan


1. Perubahan pada sisten reproduksi
a. Uterus
1) Ukuran.

2
Pada kehamilan cukup bulan ukurannya : 30 x 25 x 20 cm. Dengan
kapasitas lebih dari 4000 cc.
2) Berat
Naik dari 30 gram menjadi 1000 gram pada akhir kehamilan.
3) Bentuk dan konsistensi
a) Bentuk
Bulan pertama kehamilan bentuk rahim seperti buah alpukat. Bulan
kedua kehamilan bentuk rahim seperti telur bebek. Bulan ketiga
bentuk rahim seperti telur angsa. Bulan keempat kehamilan bentuk
rahim berbentuk bulat. Pada akhir kehamilan bentuk rahim seperti
telur.
b) Konsistensi
Minggu pertama
rahim mengadakan hipertropi dan bertambah panjang sehingga
teraba lunak (soft) disebut Tanda Hegar.
Pada kehamilan 5 bulan rahim berisi cairan ketubn, dinding rahim
terasa tipis karena itu bagian-bagian anak dapat diraba melalui
dinding perut dan dinding rahim.
c. Vagina dan Vulva
Terjadi pengaruh estrogen. Karena terjadi hipervaskularisasi vagina dan
vulva kelihatan merah atau kebiru-biruan. Warna livid pada vagina dan dan
portio serviks disebut tanda Chadwick.
d. Dinding perut (Abdominal Wall)
Pembesaran rahim menimbulkan peregangan dan menyebabkan robeknya
serabut elastik di bawah kulit, maka timbulah striae gravidarum.
Peregangan hebat misalnya pada hidramnion dan kehamilan ganda dapat
terjadi diastasis rekti bahkan hernia. Kulit perut pada linea alba bertambah
pigmentasinya disebut Linea Nigra.
2. Perubahan pada organ dan sistem lainnya.
a. Sistem Sirkulasi Darah.
1) Volume Darah.
Volume darah dan volume plasma darah naik sejak akhir trimester
pertama. Volume darah bertambah 25 % dengan puncaknya pada

3
kehamilan 32 minggu diikuti cardiac output yang meninggi sebanyak 30
%.
2) Protein Darah.
Jumlah protein albumin dan gammaglobulin menurun dalam triwulan
pertama dan meningkat secara gradual pada akhir kehamilan. Beta
globulin dan fibrinogen terus meningkat.
3) Nadi dan Tekanan Darah.
Tekanan darah arterial cenderung menurun selama trimester kedua
dan akan naik lagi seperti pra hamil. Tekanan vena dalam batas normal
pada ekstremitas atas, tapi pada ekstremitas bawah cenderung naik
setelah trimester pertama. Nadi biasanya naik, nilai rata-rata 84 per
menit.
4) Jantung
Pompa jantung naik kira-kira 30 % setelah kehamilan 3 bulan dan
menurun pada minggu pertama kehamilan.
b. Siatem Pernapasan
Wanita hamil kadang mengeluh sesak dan pendek napas ini desebabkan
oleh tekanan ke atas ke arah diafragma oleh pembesaran rahim.
Kapasitas vital paru meningkat sedikit selama hamil.
c. Saluran Pencernaan (Tractus Digestivus)
Salivasi meningkat dan pada trimester pertama mengeluh mual dan
muntah, gejala muntah (emesis gravidarum) sering terjadi, biasanya pagi
hari disebut sakit pagi (morning sickness).
d. Tulang dan gigi
Persendian panggul terasa longgar, ligamen melunak. Terjadi sedikit
pelebaran dari ruang persendian.
e. Kulit.
Pada derah tertentu terjadi hiperpigmentasi:
Muka : Masker kehamilan (chloasma gravidarum).
Payudara : Putting susu dan areolah mamae.
Perut : Linea Nigra Striae.
f. Payudara (mamae)
Selama kehamilan mamae bertambah besar, tegang dan bertambah berat.
Teraba noduli-noduli oleh karena hipertrofi dari kelenjar alveoli, bayangan

4
vena-vena lebih membiru. Hiperpigmentasi dari putting susu dan areola
mamae. Kalau diperas keluar air susu kolostrum berwarna kuning.

5. Tumbuh kembang janin


Umur Panjang Pembentukan Organ
Kehamilan Fetus
4 minggu 7,5 10 mm Rudimental mata, telinga dan hidung
8 minggu 2,5 cm Hidung, kuping, jari-jemari mulai dibentuk.
Kepala menekur ke dada
12 minggu 9 cm Daun kuping lebih jelas, kelopak mata melekat,
leher mulai berbentuk, alat kandungan luar
terbentuk namun belum berdiferensiasi
16 minggu 16 18 cm Genitalia eksterna terbentuk dan dapat dikenal,
kulit tipis dan warna merah
20 minggu 25 cm Kulit lebih tebal, rambut mulai tumbuh di
kepala, dan rambut halus (lanugo) tumbuh di
kulit
24 minggu 30 -32 cm Kedua kelopak mata tumbuh alis dan bulu mata
serta kulit keriput. Kepala besar. bila lahir,
dapat bernapas tetapi hanya bertahan hidup
beberapa jam saja.
28 minggu 35 cm Kulit warna merah ditutupi verniks kaseosa.
Bila lahir, dapat bernapas, menangis pelan dan
lemah. Bayi matur
32 minggu 40 43 cm Kulit merah dan keriput. Bila lahir kelihatan
seperti orang tua kecil (little old man)
36 minggu 46 cm Muka berseri tak keriput
40 minggu 50 55 cm Bayi cukup bulan. Kulit licin, verniks kaseosa
banyak, rambut kepala tumbuh baik, organ-
organ baik. Pada pria, testis sudah berada
dalam skrotum, sedangkan pada wanita, labia
majora berkembang baik. Tulang-tulang kepala
memanjang. Pada 80 % kasus telah terjadi
center-osifikasi pada epifis tibia proksimal

5
B. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian dasar data klien.
a. Aktivitas/istirahat.
Tekanan darah agak lebih rendah daripada normal (8 12 mmHg),
kembali pada tingkat pra kehamilan selama setengah kehamilan terakhir.
Denyut nadi meningkat 10 -15 dpm. Murmur sistolik pendek dapat terjadi
sehubungan dengan peningkatan volume, episode sinkope. sedikit edema
ekstremitas bawah/tangan mungkin ada (terutama pada trimester akhir).
b. Integritas Ego.
Menunjukkan perubahan persepsi diri.
c. Eliminasi.
Perubahan pada konsistensi/frekuensi defekasi. Peningkatan frekuensi
perkemihan. Urinalisis (peningkatan berat jenis, Hemoroid.
d. Makanan/Cairan.
Mual dan muntah, terutama trimester pertama: nyeri uluh hati umum
terjadi. Penambahan berat badan 2 4 kg trimester pertama, trimester
kedua dan ketiga, masing-masing 11 12 lb.
Membran mukosa kering, hipertrofi jaringan gusi dapat terjadi, dapat
mudah berdarah. Hb dab Ht rendah mungkin ditemui (anemia fisiologis).
Sedikit edema dependen, Sedikit glikosuria mungkin ada. Diastatis rekti
(seperti otot rektus) dapat terjadi pada akhir kehamilan.
e. Nyeri/Ketidaknyamanan
Kram kaki, nyeri tekan dan bengkak pada payudara, kontraksi Braxton
Hicks terlihat setelah 28 minggu, nyeri punggung.
f. Pernapasan.
Hidung tersumbat, mukosa lebih merah daripada normal. Frekuensi
pernapasan dapat meningkat relatif terhadap ukuran/tinggi uterus,
pernapasan torakal.
g. Keamanan
Suhu 99 98,6F (36,1 37,6C). Irama jantung (IJJ) terdengar Doptone
(mulai 10 12 minggu) atau fetoskop (17-20 minggu). Gerakan janin pada
pemeriksaan setelah 20 minggu, quickening [sensasi gerakan janin pada

6
abdomen] diantara 16 20 minggu. Balotemen ada pada bulan keempat
dan kelima.
i. Seksualitas.
Penghentian menstruasi. Perubahan respon/aktivitas seksual. Leukorea
mungkin ada. Peningkatan progresif pada ukuran uterus ada di atas
simfisis pubis [pada 10 12 minggu], pada umbilikus [pada 20 22
minghgu].
Perubahan payudara: pembesaran jaringan adiposa, peningkatan
vaskularisasi, lunak bila dipalpasi, peningkatan diameter areole, hipertropi
tuberkel montgomery; sensasi kesemutan [trimester pertama dan ketiga],
kemungkinan striae gravidarum, kolostrum dapat tampak setelah 12
minggu. Perubahan pigmentasi: kloasma, linea nigra, palmar eritema, siper
nevi, striae gravidarum, tanda-tanda goodell, hegar, chadwick positif.
j. Interaksi sosial.
Bingung/meragukan perubahan peran yang diantisipasi. Tahap
maturasi/perkembangan bervariasi dan dapat mundur deengan stresor
kehamilan. Respon anggota keluarga lain dapat bervariasi dari positif dan
mendukung sampai disfungsional.
k. Penyuluhan atau disfungsional.
Harapan individu terhadap kehamilan, persalinan/melahirkan tergantung
pada usia, tingkat pengetahuan, pengalaman, paritas, keinginan terhadap
anak, stabilitas ekonomik.
l. Pemeriksaan Diagnostik.
JDL: menunjukkan anemia, hemoglobinipitas (misalnya: sel sabit).
Golongan darah : ABO dan Rh untuk mengidentifikasi risiko terhadap
inkompabilitas.Usap vagina / rektal : tes untuk Neisseria gonorrhea
Chlamydia. Tes serologi : menentukan adanya sifilis (RPR: Rapid Plasma
Reagen), penyakit hubungan kelamin lain (PHS) seperti diindikasikan oleh
kutil vagina, lesi, rabas abnormal). Skrining: terhadap HIV, hepatitis,
tuberkulosis. Titer rubella: > a:a O menunjukkan imunitas.
Papanicolaou smear : mengidentifikasi neoplasia, herpes simpleks ripe 2.
Urinalisis : skrin untuk kondisi medis (misalnya: pemastian kehamilan,
infeksi, diabetes, penyakit ginjal). Tes serum/urin untuk gonadotropin
korionik manusia (HCG) : Positif. Sonografi : ada jenin setelah gestasi 8

7
minggu. Skrin glukosa serum / 1 jam tes glukosa: < 140 mg/dl (biasanya
dilakukan antara 24 28 minggu). Evaluasi selanjutnya dan fokus
pengkajian dilakukan pada setiap kunjungan prenatal.
2. Prioritas Keperawatan
a. Mendorong klien berprilaku meningkatkan kesehatan.
b. Mendeteksi faktor-faktor resiko aktual dan potensial.
c. Mencegah / mengatasi komplikasi.
d. Membantu mengembangkan adaptasi pooositif klien/pasangan terhadap
kehamilan.
3. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
a. Ketidaknyamanan berhubungan dengan perubahan bentuk fisik.
Kemungkian dibuktikan oleh : melaporkan tegang nyeri/nyeri punggung,
kram kaki, parastesia, pruritus, kontraksi uterus.
Hasil yang diharapkan klien akan :
Melakukan aktifitas keperawatan diri dengan tepat untuk mengurangi
ketidaknyamanan.
Melaporkan ketidaknyaman dapat diminimalkan dikontrol.
Mencari pertolongan medis dengan tepat.
Intervensi :
1) Kaji secara terus-menerus ketidaknyamanan klien dan metode untuk
mengatasinya.
2) Kaji status pernapasn klien.
3) Anjurkan ibu untuk mengatur posisi yang nyaman pada saat tidur.
4) Anjurkan menggunakan sepatu hak rendah.
5) Anjurkan penggunaan kompres hangat pada daerah bokong dan
punggung.
6) Anjurkan klien meluruskan kaki dan mengangkat telapak kaki bagian
dalam ke posisi dorsofleksi.
7) Anjurkan ibu untuk sering mengganti posisi dan menghindar
duduk/berdiri terlalu lama.
8) Anjurkan ibu untuk sering mandi.
9) Anjurkan ibu untuk menggunakan celana dalam yang terbuat dari
bahan katus dan pakaian longgar dan yang agak tipis.
b. Perubahan pola eliminasi urin berhubungan dengan pembesaran uterus.

8
Kemungkinan dibuktikan oleh : frekuensi berkemih, dorongan edema
dependen.
Klien diharapkan akan :
Mengungkapkan pemahaman tentang kondisi.
Mengidentifikasi cara-cara untuk mencegah statis urinaris dan atau
edema jaringan.
Intervensi:
1) Kaji frekuensi b.a.k klien.
2) Anjurkan klien untuk melakukan possi miring saat tidur.
3) Anjurkan klien untuk posisi tegak atau supinasi dalam waktu yang lama.
4) Berikan informasi tentang perubahan kehamilan sehubungan dengan
trimester iII.
5) Beri informasi mengenai perlunya masukan cairan 6 8 gelas/hari,
penurunan masukan 2 3 jam sebelum beristirahat.
c. Gangguan pola tidur berhubungan dengan peningkatan frekuensi
berkemih dan peningkatan produksi keringat,
Kemungkinan dibuktikan oleh :
Gangguan tidur.
Terbangun lebih awal atau lebih lama dari yang diinginkan.
Kesulitan tidur.
Tidak merasa segar.
Lingkaran hitam di bawah mata.
Hasil yang diharapkan :
Melaporkan perbaikan tidur / istirahat.
Melaporkan peningkatan rasa senang dan perasaan segar.
Intervensi :
1) Kaji kebutuhan tidur normal yang berhubungan dengan kehamilan.
2) Kaji terhadap kejadian insomnia dan respon klien terhadap penuruan
tidur.
3) Anjurkan penggunaan alat bantu untuk tidur, seperti teknik relaksasi,
membaca, mandi air hangat dan penurunan aktivitas tepat sebelum
istirahat.
4) Kolaborasi tentang pemeriksaan Hb.

9
5) Rujuk klien kekurangan tidur / kelelahan mempengaruhi aktivitas
kehidupan sehari-hari.
d. Kurang pengetahuan mengenai kesiapan untuk persalinan/kelahiran
berhubungan dengan pengalaman pertama kehamilan.
Kemungkinan dibuktikan oleh : meminta informasi, mengatakan masalah.
Hasil yang diharapkan klien : mendiskusikan perubahan fisik berkenaan
dengan persalinan / kelahiran.
Intervensi :
1) Berikan informasi tentang perubahan fisik normal berkenaan dengan
trimester ketiga.
2) Berikan informasi verbal tentang tanda-tanda persalinan.
3) Berikan informasi tentang perawatan bayi.
4) Anjurkan keikutsertaan dalam kelas kelahiran anak dan melakukan
orientasi rumah sakit atau rumah bersalin.
e. Perubahan pola seksualitas.
Kolaborasi pola seksualitas berhubungan dengan :
Perubahan hasrat seksual.
Ketidaknyamanan (sesak napas, kelelahan, pembesaran abdomen).
Salah pengertian atau merasa takut.
Intervensi :
1) Kaji perubahan pola seksual klien.
2) Kaji persepsi pasangan terhadap hubungan seksual.
3) Anjurkan klien untuk berdiskusi tantang perasaan dan masalah yang
berhubungan dengan perubahan pada hubungan seksual.
4) Berikan informasi tentang metode-metode akternatif untuk mencapai
kepuasan seksual.
5) Anjurkan pilih posisi untuk koitus selain dari posisi pria di atas.
6) Anjurkan klien atau pasangan untuk mengungkapkan rasa takut yang
dapat menurunkan hasrat untuk koitus.
7) Diskusikan keamanan koitus dalam minggu ke-6 sampai ke-8 akhir
kehamilan.
8) Rukuk bila masalah tidak teratasi.
f. Harga diri, situasional rendah, resiko tinggi terhadap.

10
Faktor resiko dapat meliputi, masalah mengenai kemampuan untuk
menyelesaikan tugas kehamilan / kelahiran anak. Kemungkinan dibuktikan
oleh : adanya tanda / gejala untuk menegakkam diagnosa.
Hasil yang diharapkan: mendiskusikan reaksi-reaksi terhadap perubahan
citra tubuh dan impian-impian. Mencai model peran positif dalam persiapan
untuk menjadi orang tua. Mengungkapkan perasaan percaya diri mengenai
peran baru.
Intervensi :
1) Perhatikan isyarat verbal dan non verbal klien/pasangan saat diskusi
tentang masalah perubahan tubug dan peran.
2) Diskusikan sifat/frekuensi mimpi-mimpi.
3) Evaluasi adaptasi fisiologis klien.
4) Tentukan latar belakang budaya termasuk nilai-nilai mengenai
keluarga.
5) Tinjau ulang informasi tentang perubahan fisik normal pada trimester
III.
6) Dorong untuk berpartisipasi dalam kelas kelahiran anak bila belum
terlibat.
7) Kaji ketersediaan dan sifat sistem pendukung,model peran dan
keyakinan budaya.
g. Resiko cedera tinggi terhadap ibu :
Faktor resiki dapat meliputi : adanya hipertensi, infeksi, penyalahgunaan
zat, perubahan sistem umum. Kemungkinan dibuktikan oleh : adanya
tanda / gejala untuk menegakkan diagnosa. Hasil yang diharapkan :
mengungkapkan pemahaman tentang faktor-faktor resiko individu yang
potensial bebas dari komplikasi.
Intervensi :
1) Periksa faktor-faktor resiko yang ada sebelumnya / baru.
2) Dapatkan kultur vagina (misalnya monilia, Thricomonas gonorea,
herpes simpleks).
3) Tinjau ulang kebutuhan terhadap kehamilan.
4) Dapatkan Hb dan Ht pada gestasi ke 28.
5) Berikan pengawasan ketat dan terus menerus terhadap klien diabetik.
6) Berikan informasi tentang tanda-tanda akibat persalian.

11
7) Tentukan penggunaan alkohol / obat-obat lain.
8) Kaji perhadap perdarahan prevanina, adanya area ekimosis.
9) Vaskuler diseminata : gejala pada / tindakan yang tepat.
h. Curah jantung, resiko tinggi terhadap dekompensasi.
Faktor resiko dapat meliputi : peningkatan volume cairan / perubahan
kemungkinan dibuktikan oleh : adanya tanda atau gejala untuk
menegakkan diagnosa. Hasil yang diharapkan : TD tetap normal, bebas
edema patologis, menunjukkan albuminuria tidak lebih besar dari 1+,
mengidentifikasi tanda-tanda abnormal yang memerlukan evaluasi lanjut.
Intervensi :
1) Tinjau ulang perubahan fisiologis normal.
2) Pantau frekuensi nadi/jantung.
3) Catat tanda-tanda HAK: Misalnya edema umum, albuminuria 2+, dan
hipertensi dengan peningkatan sistolik lebih besar dari 15 mmHg.
4) Tentukan pengetahuan klien tentang pengaruh perubahan posisi pada
fungsi jantung.
5) Anjurkan perubahan posisi yang sering.
i. Pertukaran gas, kerusakan, resiko tinggi terhadap janin.
Faktor resiko meliputi : perubahan aliran darah dalam desidua, perubahan
suplay oksigen/perubahan kepasitas pembawa oksigen
darah.Kemungkinan dibuktikan oleh : Adanya tanda/gejala untuk
menegakkan diagnosa. Hasil yang diharapkan : mengidentifikasi faktor-
faktor resiko individu mendemonstrasikan teknik untuk mengontrol faktor
resiko, menunjukkan DDJ normal, gerakan janin tiap hari normal dan
kemajuan perkembangan fundus.
Intervensi :
1) Evaluasi kemajuan pertumbuhan normal dengan menggunakan
pengukuran tinggi fundus uteri dan ukuran luar janin.
2) Mengkaji gerakan janin.
3) Lanjutkan pengkajian secar terus-menerus dan anjurkan penghentian
4) Kaji program latihan prenatal klien.
5) Evluasi terhadap faktor-faktor resiko lain.
6) Siapkan dan bantu dengan ultrasonografi, bila diindikasikan.
7) Test serum terhadap ketidaksesuaian Rh pada klien Rh negatif.

12
j. Koping individu/keluarga, tidak efektif, resiko tinggi terhadap.
Faktor resiko dapt meliputi : Krisis situasi, kerantanan pribadi, persepsi
tidak realistis, metode koping yang tidak akurat. Kemungkinan dibuktikan
oleh : adanya tanda atu gejala untuk menegakkan diagnosa. Hasil yang
diharapkan klien: mendiskusikan reaksi emosi pada trimester ketiga,
menyiapkan kelahiran bayi, sesuai dengan keyakinan budaya.
Mengidentifikasi model peran yang tepat.
Intervensi :
1) Kaji persiapan persalinan, kelahiran dan kedatangan bayi baru lahir.
2) Tentukan persepsi klien terhadap jenis sebagai kesatuan yang terpisah.
3) Tentukan bagaimana manusia mengetahui kehanilan saat persalinan
dan kelahiran.
4) Perhatikan kehilangan dari kehamilan sebelumnya, faktor-faktor genetik
atau riwayat lahir mati.
5) Evaluasi sistem pendukung yang tersedia pada klien.
k. Resiko tinggi terhadap cedera janin.
Berhubungan dengan : masalah kesehatan ibu, pemajanan pada
teratogen/agen infeksi.
Kemungkinan dibuktikan oleh : tidak dapat diterapkan, adanya gejala
untuk menegakkan diagnosa aktual.
Hail yang diharapkan : Mengidenfikasi faktor-faktor resiko individu,
mengubah gaya hidup / perilaku untuk menurunkan resiko.
Intervensi :
1) Kaji nutrisi ibu atau perubahan nutrisi ibu.
2) Anjurkan ibu pada penggunaan atau kontak dengan tengan tembakau.
3) Berikan informasi tentang resiko terapi obat (misalnya: Sulfonamid,
Tetrasiklin, Streptomicin) pada kejadian infeksi internal.
4) Perhatikan kondisi membran, klien yang dirawat di rumah sakit bila
membran pecah.

13
Patofisiologi dan Penyimpangan KDM ANC

Gravida Trimester III

Perubahan Hormonal Perubahan Fisiologis

Payudara membesar Uterus membesar

Sympton fisik dan psikis Bertambahnya usia


kehamilan

Kurang komunikasi Kurvutura vertebra


lumbosakral meningkat
Ingin support lebih (dari keluargadan perawat)
Perubahan hubungan Rangsang pada reseptor nyeri
Stressor pada keluarga
Kurang Informasi

Kesepian Melalui radiks dorsalis Medulla


spinalis
Kurang pengetahuan

Perubahan Body Image Diterima di Subtansia Alba


(assendens dan desendens)
Stressor pada ibu
Kuatir akan bayi dan kondisi fisik
Talamus ikut dirangsang

Ansietas/Kecemasan
Diterima dan dilokalisasi dikorteks somestatik
primer dan sekunder Lobus parietalis

Sensasi nyeri dirasakan

Gangguan rasa nyaman :


nyeri

14
DAFTAR PUSTAKA

Bobak, M.I. Perawatan Maternitas dan Ginekolog. Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan
Keperawatan Padjajaran. Bandung.2014

Doenges, M.E & Moorhouse M.F. Rencana Perawatan Maternal/Bayi. Jakarta. EGC.
2013

Hamilton, P.M. Dasar-Dasar Keperawatan Maternitas. Edisi 6. Jakata. EGC. 2013

Mansjoer. A. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I. Media Aesculapius. EGC. 2013

15