Anda di halaman 1dari 22

Seminar Tugas Akhir

PABRIK BASE OIL DARI MINYAK


DEDAK PADI (RICE BRAN OIL)
DENGAN PROSES ESTERIFIKASI
OLEH :
ENDAH DAHYANINGSIH 2308030038
VINA RATNA SARI DEWI 2308030046

DOSEN PEMBIMBING
Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA
NIP. 19600624 198701 1 001

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
LATAR BELAKANG
Keterbatasan cadangan Indonesia penghasil padi terbesar
mineral oil ketiga di dunia

Pemanfaatan sumber daya alam Kurangnya pemanfaatan dedak


hayati sebagai sumber bahan padi sebagai hasil samping
alternatif penggilingan padi

Potensi Dedak padi sebagai


sumber minyak nabati Peningkatan nilai ekonomis dedak
padi

Pabrik Base Oil dari Minyak Dedak


Padi (Rice Bran Oil)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
LOKASI DAN KAPASITAS PABRIK

Riau
Lokasi

Pemasaran mudah karena daerah ini merupakan konsumsi


terbesar pelumas di Indonesia
Dasar
Pemilihan Tersedia suplai air yang cukup memadai

Kapasitas: 39300 ton/tahun : 92876,7 kg/hari


Kapasitas
Operasi: semi continyu
dan Proses Waktu operasi: 330 hari/tahun : 24 jam/hari
operasi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
DASAR TEORI
a. Dedak Padi
Setiap penggilingan padi akan menghasilkan sekam 18-20%, dedak
8-10% dan beras 47-60%
b. Minyak Dedak Padi
Kandungan minyak sekitar 16-28% berat dedak padi.
c. Base Oil
Bahan dasar pembuatan minyak pelumas. Kegunaan pelumas
antara lain mengurangi gesekan, menambah wear, anti korosi, dan
sebagai seal.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
Karakteristik Base Oil berdasarkan
API
Golongan Indeks Volatilitas Pour Point Flash Point
Viskositas % (oC) (oC)

Golongan I 80-119 15-20 -5 sampai 15 100


Golongan II -10 sampai -
80-119 10-15 170
20
Golongan III -10 sampai -
120 5-15 190
25
Golongan III+ -15 sampai -
140 5 200
30
Gologan IV PAO 135-140 1,8 -53 270
Golongan V
140 1,0 -21 260
Polyol Ester
Sumber: www.zddplus.com/oil-base-stock

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
SIFAT FISIKA & KIMIA MINYAK DEDAK PADI

Karakteristik Nilai
Densitas pada 300C 0,910-0,920 gr/ml
Indeks Bias pada 400C 1,460-1,470
Asam lemak bebas
Warna 4%
Air Kuning kecoklatan
Kotoran yang tidak dapat Max 0,05 % berat
larut Max 0,05% berat
Gb. Minyak Dedak Padi

Institut Teknologi Sepuluh Nopember *) Sumber: Baileys, 1996


Surabaya 2011
KARAKTERISTIK PRODUK BASE OIL (TMP ESTER)

Karakteristik Nilai
Bentuk Cair
Warna Jernih
Spesific Gravity 0,943-0,948
Wt% Volatility 2,9
Wt% Biodegradibility 96
Pour point, C - 43
Viskositas
- Suhu 40oC 20,4 cSt
- Suhu 100oC 4,5 cSt
Viscosity Index 137

*) Sumber: http://www.soltexinc.com
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Surabaya 2011
MACAM DAN URAIAN
PROSES
Proses pembuatan base oil secara umum ada 2 metode,
yaitu:

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
Proses Pemurnian

a. Proses Degumming
Degumming dengan menggunakan Asam yaitu
penambahan H3PO4 untuk menghilangkan gum dengan
pembentukan flok-flok pada fosfolipids agar mudah
dipisahkan.
b. Proses Netralisasi
Pengurangan asam lemak bebas yang terkandung dalam
minyak dengan menggunakan NaOH

R-COOH + NaOH RCOONa + H2O


As.Lemak bebas Soapstock Air

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
Proses Hidrolisa

Untuk mendapatkan asam lemak pada trigliserida minyak dedak


padi diproses dengan proses hidrolisa. Pada proses ini akan
menghasilkan konversi sebesar 99 %

RCOOCH2 CH2OH
RCOOCH + 3 H2O 3RCOOH + CHOH
RCOOCH2 CH2OH
Trigliserida Air Asam Lemak Gliserol

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
Proses Esterifikasi

Proses esterifikasi adalah reaksi yang terjadi antara senyawa


alkohol dan asam karboksilat atau dalam hal ini adalah asam
lemak. Alkohol yang digunakan dalam proses ini adalah jenis poliol
yaitu TMP

CH2OH CH2OCOR1
C2H5 C CH2OH + 3RCOOH CH3CH2 C COOR2 + 3 H2O
CH2OH CH2OCOR3
Senyawa Asam Ester Air
Alkohol Karboksilat

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
Flowsheet Pabrik Base Oil dari RBO dengan Proses
Esterifikasi
CW

S
ZnCl2

WP

F 313
250
15

30
18

16
V212 240
13

E113 7 V212
70
4
1 TC
70
2 1
Rice 30 H315
Bran Oil 1

5 TC
1
30 70
3 17
1 1
30 H125 240 R310 E316
1 TC R210
20
220
19 80
M110 H117 R120 FC
LC
E211 21

F-111 8 FC H125
TC FC

70
FC
1
70
9 TMP ester
H117 F317
250
F215
F118 70

L112 L116 11
L124 10
L314
H3PO4 12
30
6
FC

F114 14 R310
250
L121 F126

L115
L127 TMP L 213
F 214 Gliserol
NaOH

F311
F122

CTW
L312
L123 WASTE

SC

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
NERACA MASSA REAKTOR ESTERIFIKASI

Komponen Komponen
kg/hari kg/hari
Masuk Keluar
Alir an 18 Alir an 22
TGS 826,12 TGS 826,12
FA 89054,244 FA 4452,712
H2O 42155,624 TMP ester 92806,873
Alir an 19 ZnCl2 1797,607
TMP 13743,947 Alir an 21
Alir an 20 H2O 47694,229
ZnCl2 1797,607
Total 105421,92 Total 105421,92

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
NERACA PANAS REAKTOR ESTERIFIKASI

Komponen
H(kcal) Komponen keluar H(kcal)
masuk
TriPalmitat 21079.44 TriPalmitat 21079.44
Tri Stearat 3673.095 Tri Stearat 3673.095
TriOleat 32596.05 TriOleat 32596.05
TriLinoleat 30436.24 TriLinoleat 30436.24
FA 9535037.905 FA 476751.874
H2O 9054395.701 H2O 10244005.191
TMP 325044.347 ZnCl2 353958.885
ZnCl2 353958.885 TMP ester 13506908.12
Q supply 7871929,228 Q loss 279640.0426
Total 24949048.946 Total 24949048.946

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
SPESIFIKASI REAKTOR ESTERIFIKASI (R-310)

Spesifikasi reaktor:
Proses : Batch
Jumlah :2
Waktu operasi : 7 jam
Suhu operasi : 240 oC
Bentuk : Silinder vertikal dengan tutup dan dasar flanged standard dished head
Volume tangki : 1276,7 ft3
Volume liquid : 1021,36 ft3
Diameter tangki: 10,26 ft
Tinggi tangki : 15,39 ft
Tinggi liquida : 12,36 ft

Spesifikasi pengaduk:
Tipe : Propeler dengan 4 baffle
Jumlah :1
Diameter : 1,061 m
R310
Kecepatan putar: 125 rpm
Power : 15,97 hp

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
Flowsheet Utilitas
F-171

AIR PROSES/
F-170 UMPAN BOILER

L-172

AIR PENDINGIN
F-160

F-121 D 142
F-122
L-162
F-131

LI
LI

LI

F-152

F-110

F-140 F-150
F-135
AIR SANITASI

E-68 M-120
L-111 H-130
L-111 L-151 L-153
F-132 L-141
L-133

SUNGAI

STRAINER

L-133

F 134

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
KEBUTUHAN AIR PADA PABRIK

No Air yang digunakan Kebutuhan air ( m3/hari)


1. Air sanitasi 220
2. Air pendingin 33.9289
3. Air umpan boiler 951.6357
4. Air proses 46.84
Total 1252.405

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
APD yang digunakan pada pabrik base oil

Alat pelindung mata atau safety glasses


Alat pelindung muka atau face shield
Alat pelindung kepala atau safety helmet
Alat pelindung tangan atau sarung tangan
Alat pelindung kaki atau sepatu karet

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
INSTRUMENTASI PADA PABRIK BASE OIL

Temperatur Controller (TC)


Temperatur Indicator (TI)
Pressure Indicator (PI)
Pressure Control (PC)
Level Indicator (LI)
Level Control (LC)
Flow controller (FC)

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
PENGOLAHAN LIMBAH

Limbah yang dihasilkan pada proses pabrik base oil ini adalah limbah cair yang
berupa:
a. Gum yang merupakan limbah dari proses degumming sebanyak 9928,913
kg
Gum dapat dimanfaatkan menjadi wax (malam lilin) dengan mengeringkan
gum phosphate
b. Soap Stock yang merupakan limbah dari proses hidrolisa sebanyak
4695,906 kg
Soap stock dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatankosmetik
dan bahan baku untuk industri sabun

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
KESIMPULAN

.
Rencana Operasi dan Kapasitas Produksi.
Operasi secara semi kontinyu dengan kapasitas produksi 33900 ton/tahun
Proses
Pembuatan base oil pelumas terdapat tiga macam proses utama yaitu pertama proses
pemurnian meliputi : proses degumming, dan proses netralisasi (saponifikasi), kedua
proses hidrolisa, dan ketiga proses esterifikasi.
Utilitas
Air sanitasi : 220 m3/hari
Air pendingin : 33.9289 m3/hari
Air umpan boiler : 951.6357 m3/hari
Air proses : 46.84 m3/hari
Limbah
Gum phospate : diolah menjadi wax (lilin malam).
Soap stock : dapat diolah menjadi bahan dasar kosmetik dan sebagai bahan baku untuk
industri sabun.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011
TERIMA KASIH

Institut Teknologi Sepuluh Nopember


Surabaya 2011