Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

ILMU UKUR TANAH

ACARA I
PENGENALAN ALAT-ALAT UKUR

Disusun oleh:

Nama : Ichsan Bachtiar


NIM : 16/397498/GE/08377
Hari, Tanggal : Senin, 4 September 2017
Waktu : 11.00 13.00 WIB
Asisten : 1. Muhammad Hilmy Aziz
2. Arzakhy Indhira Pramesty

LABORATORIUM KARTOGRAFI
PROGRAM STUDI KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH
DEPARTEMEN SAINS INFORMASI GEOGRAFI
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2017
ACARA I
PENGENALAN ALAT-ALAT UKUR

I. TUJUAN
1. Mengenal alat-alat ukur tanah
2. Mampu menggunakan alat dan membaca hasil pengukuran

II. ALAT DAN BAHAN


1. Pita ukur
2. Kompas geologi
3. Abney level
4. Haga meter
5. Kompas survey
6. Yallon
7. Baak ukur
8. Waterpass
9. Theodolite
10. Alat tulis

III. LANGKAH KERJA

Alat-alat ukur Alat tulis


lapangan

Analisis bagian
Sketsa alat ukur
alat ukur

Deskripsi
alat ukur

= input

= proses

= output
IV. HASIL PRAKTIKUM
1. Sketsa/gambar alat ukur yang digunakan dalam praktikum (terlampir)
2. Deskripsi fungsi masing-masing alat dan bagian-bagiannya (terlampir)
3. Cara pembacaan alat ukur beserta contoh pengukuran (terlampir)

V. PEMBAHASAN
Ilmu ukur tanah merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang semua metode
pengukuran dan koleksi informasi tentang lingkungan fisik bumi, pemrosesan informasi,
dan disseminasi berbagai macam produk untuk berbagai pengguna (Ghilani dan Wolf,
2012). Ilmu ukur tanah secara umum terdapat dua macam pengukuran yaitu survei
geodetik dan survei pada bidang datar (plane). Survei geodetik kelengkungan bumi ikut
diperhitungkan menggunakan bidang ellipsoid, sedangkan pada survei bidang datar
mengasumsikan bahwa objek kajian berupa bidang datar sehingga tidak terpengaruh oleh
kelengkungan bumi.
Alat ukur yang digunakan untuk melakukan pengukuran sangatlah beragam, dan
setiap alat memiliki kemampuan pengukuran yang berguna untuk mengukur suatu
komponen dengan tingkat akurasi tertentu. Metode pengukuran dapat dibedakan menjadi
empat macam yaitu pengukuran langsung, pengukuran optis, pengukuran dengan prinsip
gelombang, dan pengukuran menggunakan gelombang radio. Pita ukur merupakan alat
yang digunakan untuk mengukur jarak pada lapangan dan terbuat dari serat plastik yang
fleksibel. Abney level merupakan alat untuk mengetahui kemiringan lereng suatu bidang
dengan menggunakan tabung levelling sebagai indikator untuk menentukan posisi tegak
lurus alat terhadap sumbu pusat bumi. Haga meter memiliki fungsi yang sama dengan
abney level, namun berbeda cara penggunaan alatnya. Kompas geologi merupakan alat
dengan beberapa fungsi ganda yang lazim digunakan oleh surveyor.
Kompas survei, waterpass, dan theodolite termasuk contoh alat ukur optis. Kompas
survei merupakan alat yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal maupun vertikal
serta beda tinggi. Waterpass digunakan untuk mengukur jarak dan beda tinggi antara dua
titik dengan ketelitian yang lebih tinggi daripada kompas survei. Theodolite merupakan
alat ukur jarak dan beda tinggi antara dua titik, dengan keunggulan dapat mengukur sudut
vertikal.
Penggunaan dari alat ukur membutuhkan beberapa alat bantu pada lapangan,
contohnya yallon, baak ukur, statif, dan penanda titik pengamatan yang berupa pemberat
yang diikatkan pada tali. Bentuk dari yallon umumnya berupa lingkaran yang bermaksud
untuk mempermudah untuk dilihat dari segala arah. Baak ukur memiliki fungsi untuk
pembacaan alat ukur optis, sedangkan statif digunakan untuk tempat tumpuan alat ukur
optis saat melakukan pengukuran dilapangan.
Teknis dari pembacaan tiap alat ukur berbeda satu sama lain. Untuk theodolite,
hasil dari pembacaan terdiri dari sudut horizontal, sudut vertikal, batas atas, batas tengah,
dan batas bawah. Sudut horizontal merupakan sudut horizontal yang terbentuk diantara
objek dengan sudut 0o alat. Sudut 0 diperoleh melalui kalibrasi alat yang dilakukan
sebelum melakukan pengukuran. Sudut vertikal adalah sudut hasil elevasi saat membidik
objek. Pengukuran menggunakan theodolite dibantu dengan alat baak ukur yangmana
terdapat satuan ukurnya. Pembacaan baak ukur dengan cara memperhatikan tiap kotak
yang ada pada baak ukur. Setiap kotak/ interval memiliki nilai satu dan apabila garis tidak
tepat pada interval diharapkan dapat menaksir interval yang ada. Melalui batas batas
tesebut maka dapat diketahui ketinggian dari baak ukur yang sedang diamati.
VI. KESIMPULAN
1. Pengukuran yang dilakukan untuk mengukur pada lapangan sangatlah beragam
dan memiliki fungsi tersendiri, beberapa contoh dari alat-alat tersebut adalah pita
ukur, kompas geologi, kompas survei, abney level, haga meter yallon, baak ukur,
waterpass, distometer, statif, dan theodolite.
2. Tiap alat pengukuran memiliki cara pembacaan tersendiri, sehingga paham akan
apa yang diukur merupakan pengetahuan dasar dari menggunakan alat.
Pembacaan alat biasanya menggunakan satuan metrik yang sudah ditentukan
besarannya pada alat.
VII. DAFTAR PUSTAKA
Ghilani, Charles D. Paul R. Wolf. 2012. Elementary Surveying. New Jersey: Prentice
Hall