Anda di halaman 1dari 3

29

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Praktikum


a. Spesimen sebelum proses
Dalam praktikum mesin frais, benda kerja atau spesimen yang digunakan
yaitu berupa alumunium berbentuk lingkaran (roda). Spesimen awal
dapat dilihat pada Gambar 4.1 berikut ini

Gambar 4.1 Spesimen Awal


Dimensi secara spesifikasi spesimen atau benda kerja sebelum
dilakukan proses mesin frais dapat dilihat pada Tabel 4.1 berikut ini.
Tabel 4.1 Dimensi Benda Kerja Sebelum Proses Frais

Variabel Dimensi
Diameter luar 49,3 mm
Diameter dalam 43,3 mm
Diameter lubang 11,9 mm
Tebal 16,3 mm

b. Spesimen sesudah proses


Spesimen awal dilakukan proses frais dan dihasilkan bentuk yang
berbeda dari benda kerja sebelum proses mesin frais yaitu sebuah roda
gigi dengan sudut 15 dan kedalaman potong 2,5 mm. Produk hasil
proses frais dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut ini.
30

Gambar 4.2 Produk Hasil Proses Frais


Bentuk benda kerja sesudah proses frais yang berbeda dari bentuk
benda kerja sebelum proses frais mengakibatkan dimensi dari benda
kerja menjadi berubah. Dimensi benda kerja setalah proses frais dapat
dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini.
Tabel 4.2 Dimensi Benda Kerja Sesudah Proses Frais

Variabel Dimensi
Diameter luar 49,3 mm
Diameter dalam 43,3 mm
Diameter lubang 11,9 mm
Tebal 16,3 mm
Kedalaman Potong 2,5 mm

4.2 Pembahasan dan Analisa


Praktikum mesin frais ini bertujuan untuk membentuk spesimen menjadi sebuah
roda gigi yang memiliki spesifikasi kedalaman potong sebesar 2,5 mm dan jarak
pemotongan sebesar 15 derajat dan memiliki 24 buah gigi.
Pertama, benda kerja dijepit pada jig yang kemudian akan diletakkan pada
kepala chuck. Setelah posisi benda kerja tepat berada di tengah, dan derajat tepat
pada angka 0, maka pemotongan pertama dilakukan. Setelahnya untuk
pemotongan yang berikutnya, derajat diatur agar menunjuk pada angka 15 dan
kelipatan 15 untuk proses pemotongan selanjutnya. Pada tahap tersebut
diperlukan perhatikan khusus terhadap penambahan sudut yang tepat dikarenakan
apabila salah sedikit saja akan berakibat fatal terhadap benda kerja. Setelah itu
31

benda dikeluarkan dan diberikan identitas berupa nama menggunakan marker.


Hasil praktikum yang didapat kurang baik karena masih terdapat sisa-sisa hasil
pemakanan yang berada pada spesimen sehingga membuat permukaan spesimen
menjadi kasar, hal ini dikarenakan oleh gerakan pemutaran yang diberikan pada
tuas x yang tidak konstan.

4.3 Faktor Kesalahan


Adapun faktor kesalahan selama praktikum mesin frais berlangsung, yaitu:
a. Kesalahan dalam mengatur kedalaman mata pahat dengan menggunakan
tuas y tidak tepat dengan kedalaman 2,5 mm, sehingga mengakibatkan
kedalaman potong roda gigi terlalu dalam dan menjadi tidak akurat/tidak
presisi.
b. Kesalahan dalam membaca skala pada pengaturan sudut di mal derajat
sehingga gerigi yang diperoleh tidak sesuai dengan ukuran yang
diinginkan.
c. Kesalahan ketika tidak memberikan coolant yang menyebabkan mata
pahat menjadi panas dan membuat permukaan benda kerja menjadi
kasar.
d. Kesalahan akibat pergerakkan benda kerja dengan menggunakan tuas x
yang tidak konstan sehingga mengakibatkan permukaan benda kerja
yang dihasilkan menjadi kasar atau tidak rata.
e. Kesalahan dalam mengatur letak mata pahat pada benda kerja sehingga
menyebabkan spesimen akhir yang tidak presisi atau tidak sesuai dengan
ukuran yang diinginkan.