Anda di halaman 1dari 4

LINTASAN ELEKTRON DALAM MEDAN MAGNET

Elba Salsabiila (140310130017)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
27 November 2015
Asisten : Aditya Permana P

ABSTRAK
Elektron adalah bagian muatan negatif dalam atom yang memiliki lintasan tertentu. Dalam lintasannya, elektron
bergerak dengan kecepatan v dan memiliki massa m. Jika elektron bergerak di sebuah medan magnet dengan kuat
medan tertentu, maka medan magnet tersebut akan menyebabkan gaya Lorentz yang mempengaruhi pergerakan
elektron tersebut. Elektron akan mengalami pergerakan sentripetal/melingkar akibat pembelokan oleh gaya Lorentz.
Dari sifat elektron tersebut, kita dapat mengukur berapa nilai elektron spesifik, yaitu besar muatan per satuan massa.
Pada percobaan kali ini praktikan mengamati defleksi sinar elektron dalam sebuah tube yang diapit oleh dua buah
kumparan helmholtz. Kumparan ini akan menghasilkan medan magnet ketika diberi arus, kemudian akan menimbulkan
gaya lorentz yang memperngaruhi lintasan sinar elektron. Dengan mengamati besar diameter lintasan, arus yang
mengalir pada kumparan helmholtz, dan nilai tegangan. Dengan perumusan tertentu akan didapatkan nilai muatan
spesifiknya.

Kata Kunci :Elektron, Medan Magnet, Gaya Lorentz, Muatan Spesifik

I. PENDAHULUAN elektron adalah v, maka energi kinetik dapat


Ketika sebuah elektron bergerak dalam dinyatakan sebagai :
lintasannya dengan pengaruh medan 1
= 2 2 ... (1) [2]
magnet, maka muatan tersebut akan
Dalam medan magnet B, elektron akan
mengalami Gaya Lorentz. Gaya lorentz ini
mengalami gaya Lorentz sebesar :
secara matematis dapat menggambarkan
= ( ) ... (2) [2]
muatan spesifiknya. Maka praktikum ini
dilakukan untuk menghitung muatan Untuk medan magnetik yang seragam
spesifik e/m melalui defleksi sinat elektron dan arah kecepatan elektron tegak lurus
oleh medan magnet homogen. terhadap medan magnet, elektron akan
II. TEORI DASAR memiliki lintasan berbentuk lingkaran. Hal
2.1 Gaya Lorentz ini diakibakan oleh perubahan kecepata
Apabila sebuah kawat penghantar elektron tanpa mengubah kelajuan yang
dengan panjang l yang dialiri arus listrik disebabkan oleh gaya sentripetal. Jika r
sebesar I, kemudian kawat tersebut diletakan adalah jari-jari elektron, maka besar gaya
pada daerah yang dipengaruhi oleh besar sentripetalnya adalah :
2
medan magnet B, maka kawat tersebut akan = ... (3) [2]
mengalami gaya lorenzt yang besarnya Pada gerak melingkar ini gaya
dipengaruhi oleh besar medan magnet sentripetal sama dengan besar gaya medan
tersebut. Kuat arus dan sudut yang dibentuk magnet tersebut, yaitu :
oleh medan magnet dan arus listrik. Secara 2
matematis dituliskan : = ... (4) [2]

= . . . sin Dengan mensubtitusikan persamaan 4
Dengan ke persamaan 1, maka akan didapatkan
B = kuat medan magnet (Tesla) perumusan muatan spesifik :
I = kuat arus (A) 2
= 2 2
l = panjang kawat (m)
= sudut antara B dan I[1] Dengan :
2.2 Muatan Spesifik e/m : muatan spesifik
Apabila muatan listrik (misalkan V : tegangan (volt)
elektrn) bermassa m dan dipercepat dengan B : medan magnet (Tesla)
beda potensial V akan memiliki energi r : jari-jari lingkaran (m) [2]
kinetik sebesar Ek=eV. Jika kecepatan III. PERCOBAAN
a. Alat-alat dan Fungsinya
1. Fine Beam Tube (FBT) tetap, data arus dan diameter dengan
2. Helmholzt Coil With Colder tegangan tetap, serta data arus dan
3. Tesla Meter tegangan dengan diameter tetap.
4. Tangential B-Probe IV. DATA DAN ANALISIS
5. Stabilizer Power (SPS) 300v/50 a. Data dan Pengolahannya
mA 1. Menentukan e/m perhitungan
6. Voltmeter 2
7. Controllable Current Source = 2 2

8. AV Meter 2. Menentukan e/m grafik
9. Jangka Sorong - Percobaan 1 V=f(r2)
10. Kabel-kabel Penghubung 2
=
b. Metode Eksperimen 2
Pada percobaan ini praktikan - Percobaan 2 1/B2=f(r2)
mengamati gejala gaya lorentz pada
= 2
elektron dengan mengukur besaran-
besaran tertentu. Kumparan helmholtz - Percobaan 3 1/B2=f(1/V)
yang diletakan di kedua sisi FBT 2
=
memberikan gaya lorentz sehingga 2
elektron pada FBT akan membentuk Keterangan :
lintasan berupa lingkaran. Praktikan k = kemiringan
mengamati tiga buah besaran, yaitu 3. Menghitung KSR
diameter lingkaran, arus pada / /
= | | 100 %
kumparan, dan tegangan. Dari /
percobaan yang telah dilakukan, e/mh = e/m perhitungan
didapatkan 3 buah kelompok data, yaitu e/mg = e/m grafik
data tegangan dan diameter dengan arus
Grafik Kalibrasi B=f(I) Grafik Hubungan V dan r^2 dari
Percobaan Pertama
1.8
1.6 350
y =300
61728x + 178.19 I=0,5 A
1.4y = 0.8329x + 0.0416
1.2 R = 0.8929
R = 1 250 I=1 A
B(mT)

1
U (Volt)

0.8 200y = 90402x - 40.223


R = 0.9952
0.6 150 I=1,5 A
0.4 y = 40763x - 49.47
100
0.2 R = 0.8211
Linear (I=0,5
0 50
A)
0 1 2 3 0
Linear (I=1
I (Ampere) 0 0.002 0.004
A)
r^2 (cm)

Grafik Hubungan 1/B^2 dan r^2 dari Grafik Hubungan 1/B^2 dan 1/V
Percobaan Kedua dari Percobaan Ketiga
6000000
4000000
5000000 y = 8E+08x - 816458 3500000 y = 3E+08x - 39843
R = 0.9896 V=100 volt 3000000 R = 0.9952
4000000
1/B (T^-1)

y = 8E+08x + 230237 D=6cm


1/B (T^-1)

V=150 volt 2500000


3000000R = 0.9961
2000000
V=200 volt y = 2E+08x + 130375
y = 5E+08x
2000000 + 177042 1500000
R = 0.9997 Linear R = 0.9904
1000000 1000000 D=9
(V=100 volt)
Linear 500000 y = 1E+08x - 49575 cm
0 R = 0.9809
(V=150 volt)
0 0.005 0.01 0
0 0.005 0.01 0.015
r (cm)
V (volt)
b. Analisis C/kg (KSR : 3,66%), dan 1,853x1011 C/kg
Pada percobaan ini, didapatkan tiga (5,2 %).
kelompok data dengan variasi arus,
tegangan dan diameter lintasan berbeda. Daftar Pustaka
Dari kelompok data tersebut didapatkan [1] Admin. Januari 2015. Gaya Lorentz.
nilai muatan spesifik e/m perhitungan. Dikutip dari :
Didapatkan pula nilai e/m grafik http://rumushitung.com/2015/01/16/rumus-
sebagai literatur, sehingga didapatkan gaya-lorentz-dan-cara-menentukan-arahnya.
nilai e/m dengan kesalahan relatif WAktu Akses : 13 November 2015 pukul
terhadap nilai grafik. 02:42.
Dari pengamatan yang dilakukan [2] Admin. Eksperimen e/m elektron. Dikutip
dapat dilihat bahwa semakin besar dari : http://web.unair.ac.id. Waktu Akses :
tegangan yang diberikan, maka semakin 13 November 2015 pukul 05:03.
besar diameter lintasannya. Sedangkan
semakin besar arus yang diberikan pada
kumparan Helmholtz, maka semakin
kecil diameter lintasannya. Hal ini
dikarenakan semakin besar arusnya,
maka semakin besar pula gaya lorentz
yang akan ditimbulkan oleh kumparan
helmholtz terhadap elektron dalam
tabung katoda. Gaya Lorentz ini akan
menyebabkan defleksi pada sinar
elektron yang dipancarkan, ketika gaya
Lorentz ini membesar, maka elektron
akan membelok dengan sudut yang
lebih besar, sehingga sedemikian rupa
akan membentuk lintasan elektron yang
lebih kecil.
Secara matematis, dengan
perumusan muatan spesifik, dapat
dilihat bahwa jari-jari lintasan kuadrat
berbanding lurus dengan tegangan.
Tegangan pada tabung katoda ini
menunjukan pengaruh medan listrik
terhadap pergerakan elektron.
Dari percobaan ini dapar dilihat
bahwa muatan spesifik yang didapatkan
baik secara perhitungan maupun grafik
berada pada orde 1011 C/kg. Setelah
dibandingkan, didapatkan hasil akhir
dengan KSR sebesar 3-8 %. Kesalahan
ini dapat disebabkan oleh kesalahan
acak, seperti ketidaktelitian praktikan
saat mengukur, ketelitian perhitungan,
dan sebagainya.

V. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan,
didapatkan nilai muatan spesifik e/m sebesar
2,13x1011 C/kg (KSR : 8,24 %), 1,927x1011