Anda di halaman 1dari 5

LINTASAN ELEKTRON DALAM MEDAN MAGNET

Melany Putri Razita (140310130029)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Jumat 27 November 2015
Asisten : Aditya Permana

ABSTRAK
Atom tersususn dari neutron, elektron, dan juga proton yang masing-masing memiliki
karakteristik yang berbeda. Salah satunya adalah elektron. Elektron adalah partikel sub atom yang
bermuatan negatif yang memiliki massa besar muatan. Sebuah elektron akan bergerak dengan
kecepatan dan lintasan tertentu dan dipengaruhi oleh suatu medan magnet. Sebuah elektron akan
bergerak dengan kecepatan konstan yang berada dalam pengaruh medan magnet yang homogen
dimana arah dan medan magnettersebut tegak lurus dengan arah gerakan elektron, maka elektron
tersebut akan mengalami gaya lorent. Akibat dari gaya lorent tersebut elektron akan membentuk
suatu lintasan dengan jari-jari r, sehingga gaya lorent ini bekerja sebagai gaya sentripetal dimana
kecepatan elektron dipengaruhi oleh besarnya tegangan yang di berikan.
(Keyword : Lintasan elektron, Gaya Lorent, Muatan spesifik )
I . PENDAHULUAN II . TEORI DASAR
Hans christian Oersted (1777-1851)
Atom tersusun dari neutron, elektron, adalah seorang ahli fisika dari denmark yang
dan juga proton yang masing-masing berhasil mengungkapkan misteri hubungan
memiliki karakteristik yang berbeda. Salah antara listrik dan magnet. Ia membuktikan
satunya adalah elektron. Elektron merupakan bahwa penghantar yang dialiri arus listrik
partikel kecil penyusun atom yang memiliki dapat menghasilkan medan magnet. Medan
massa dan muatan dengan nilai tertentu. magnet diciptakan dari kumparan kawat
Muatan spesifik merupakan perbandingan berarus sebagai sumber dari medan
antara muatan dan massa elektron . Nilai magnetnya. Elektron yang bergerak melalui
muatan spesifik dapat dihitung dengan cara suatu medan magnet homogen akan
mendefleksikan (pembelokan arah) sinar terpengaruhi oleh medan magnet ini sehingga
elektron sehingga akan dipancarkan suatu akan muncul gaya Lorentz. Elektron tersebut
sinar defleksi pada tabung hampa udara yang akan dibelokkan oleh gaya tersebut dan
membentuk suatu lintasan yang melingkar membentuk lintasan melingkar. Menurut
dengan jari-jari tertentu yang diakibatkan oleh Hukum II Newton yang meliputi gaya lorentz
besar kecilnya tegangan dan arus yang yang arahnya masuk dan gaya sentripetal
diberikan pada pemancar elektron maupun yang arahnya masuk juga didapatkan suatu
besar tegangan dan arus yang dialirkan pada pola lintasan statis yang melingkar. Elektron
kumparan untuk menciptakan medan magnet
dengan muatan bergerak dengan kecepatan
yang diinginkan sehingga besar medan
dalam medan magnet homogen akan
magnet tersebut dapat mempengaruhi
menimbulkan gaya Lorentz :
pergerakan elektron dan memberikan bentuk
persamaan dari nilai muatan spesisik. Dengan =

adanya muatan spesifik dan dengan
diketahuinya harga muatan yang dimilki Modulus dari gaya tersebut:
elektron, maka dapat diketahui besar dari = |||
| sin
massa yang dimilki oleh elektron yang tidak ||
mungkin diukur secara langsung karena Dimana arah dari masing-masing vektornya
massanya yang sangat kecil. membentuk kaidah tangan kanan.
mv2
F qvB
R
Dari rumus diatas didapatkan jari-jari
lintasan:

mv
R
qB


Dari persamaan diatas dapat disimpulkan

bahwa :
Gambar 2.1 vektor gaya Lorentz [1] 1. Jika momentum semakin besar, maka jari-
jari lintasan akan semakin besar. Partikel
Beberapa sifat dari gaya Lorentz :
yang bergerak dengan momentum besar
1) Gaya magnet hanya bekerja pada sulit dibelokkan.
partikel bermuatan yang bergerak 2. Jika medan magnet kuat, maka jari-jari
terhadap medan magnet. Jika lintasannya kecil sebab gaya sentripetal
muatannya diam maka tidak akan yang besar akan menyebabkan
timbul gaya magnet. pembelokkan yang cepat, sehingga
lingkaran yang terbentuk akan kecil.
2) Bila v searah dengan B, F = 0 karena
= 180o. Suatu elektron yang bergerak dalam suatu
3) Bila v tegak lurus B, besar gaya medan elektrostatik yang homogen
mengalami suatu gaya konstan pada
adalah F = q B v karena = 90o
penyusunan potensialnya. Apabila suatu
Gambar 2.2 Lintasan elektron pada medan tegangan potensial diberikan kepada katoda,
maka elektron akan teremisi dari katoda dan
bergerak dengan kecepatan tertentu melewati

suatu lubang kecil pada pemicu elektrodanya.
Penambahan jumlah tegangan potensial
mempengaruhi gerak elektron, sehingga :
E K elektron E p Listrik

1 2
mv V .q
2
2V .q
v2
m
magnet homogen [2] 2V .q
v
gambar tersebut melukiskan suatu partikel m
bermuatan , bermasa m, bergerak dalam e
v 2 UA
bidang halaman ini dengan kecepatan . Arah m
rapat fluks masuk halaman. Jadi pada
bidang halaman, dan tegak lurus . Gaya Karena arah gaya lorentz dan gaya sentripetal
hanya mengubah arah dan besar dari . menuju ke pusat lintasan elektron yang
Karena F selalu tegak lurus v, partikel akan berbentuk lingkaran, maka dengan
bergerak pada lingkaran. Hubungan antara R, menggunakan hukum II Newton :
m , v dan B. Karena gaya F selalu tegak lurus
orbit lingkaran gaya F tidak lain adalah gaya
sentripetal yang membuat partikel teruk
membelok, membentuk lintasan lingkaran.
F 0 2.Alat-alat dan Bahan
FSentripetal FLorentz 0 1. Fine Beam Tube (FTB)
FSentripetal FLorentz 2. Helmholtz Coil with Holder (HC)
3. Tesla Meter
mv 2
qBv 4. Tangential B.Probe
r 5. Stabilizer PowerSupply (SPS) 300 V/
qBr 500 mA
v
m 6. Volt Meter
1
e 2 qBr 7. Controllable Current Source
2 UA 8. AV Meter
m m
2 2 2
9. Jangka Sorong
q B r e
2
2 UA 10. Kabel-kabel Penghubung
m m
e 2U A
3. Prosedur Percobaan
m B2r 2
Pengamatan Lintasan elektron dalam medan
Perhitungan e/m diatas berawal dari magnet telah dilakukan dengan variasi
percobaan terkenal yang dilakukan oleh J.J diameter lintasan tetap, arus tetap, dan
Thomson pada tahun 1897 dimana ia tegangan tetap. Dimana pada percobaan
menunjukan bahwa sinar dalam tabung katoda dengan diameter tetap variabel bebasnya
dapat dibelokan oleh medan listrik dan medan adalah tegangan dan variabel terikatnya
magnetik sehingga dapat diketahui bahwa adalah arus yang dialirkan pada koil untuk
sinar tersebut mengandung partikel-partikel menghasilkan medan magnet. Pada percobaan
yang bermuatan listrik. Dengan mengukur dengan dengan arus tetap variabel bebasnya
besarnya penyimpangan partikel sinar yang adalah tegangan dan variabel terikatnya
disebabkan oleh medan listrik dan medan adalah diameter lintasan. Sementara pada
magnetik ini, Thomson dapat menunjukan percobaan dengan tetap variabel tetapnya
bahwa semua partikel memiliki perbandingan adalah arus dan variabel terikatnya adalah
muatan terhadap massa (/) relatif sama. diameter lintasan
III. PERCOBAAN Pengamatan Lintasan Elektron pada Arus
Tetap
Dalam melakukan percobaan ini beberapa hal
yang perlu diperhatikan yaitu. Pertama-tama arus yang mengalir pada koil,
Diamati besar diameter yang terukur pada
1. Rancangan Alat Percobaan masing-masing variasi tegangan tersebut.
Lalu arus yang mengalir pada koil
divarisaikan sebesar 0,5A; 1A; dan 1,5A.
Masing-masing variasi arus divariasikan. Lalu
diamati besar diameter yang terukur pada
masing-masing variasi tegangan tersebut.
Pengamatan Lintasan Elektron pada
Tegangan Tetap
Pertama-tama tegangan kita set dengan
100V; 150V; 200V. kemudian divariasikan
nilai arus lalu amati besar diameter yang
terukur pada masing-masing variasi arus
tersebut.
Gambar 3.1: Rancangan alat percobaan
Pengamatan Lintasan Elektron pada
Diameter Lintasan Tetap
Pengamatan jari-jari lintasan elektron pada
diameter lintasan tetap. Pertama-tama diset
diameter lintasan elektron sebesar 6 cm. Lalu
diamati arus yang terukur pada amperemeter,
pengamatan dilakukan sebanyak tiga kali.
Kemudian tegangan dinaikkan dan diamati
arus yang terukur sebanyak tiga kali
pengamatan. Mengulangi langkah-langkah
tersebut untuk diameter lintasan elektron
sebesar 9 cm, dan 12 cm.
IV. DATA DAN PEMBAHASAN
Data Percobaan.
Analisa V. KESIMPULAN
Pada praktikum kali ini berjudul lintasan Setelah kita melakukan percobaan dan
elektron dalam medan magnet. Dimana melakukan perhitungan kita dapat mengambil
praktikum ini dilakukan dengan tiga variasi kesimpulan yang mengacu pada tujuan
yaitu variasi arus tetap, tegangan tetap, dan percobaan yaitu :
diameter tetap. Pada percobaan pertama kita
menggunakan arus tetap dimana Muatan spesifik elektron merupakan nilai
menggunakan tegangan dan diameter sebagai besaran elementer yang dapat diperoleh
variabel bebas. Arus yang digunakan melalui pendefleksian lintasan lektron.
bervariatif yaitu 0,5A; 1A; 1,5A. Setelah kita
mengukur kita dapat menghitung medan
magnet pada percobaan dengan menggunakan DAFTAR PUSTAKA
persamaan : B=(0,8329 x I)+0,0416. Setelah 1. Natazsilfa Intan.2011.makalah :Muatan
kita mendapatkan nilai medan magnet kita Spesifik Elektron.Jakarta:UB
mencari nilai r2 dan B2 . setelah mendapatkan 2. Abdillah Santo.2011.makalah: Muatan
hasil barulah kita bisa menghitung muatan Spesifik Elektron.Malang:UNY
spesifik dengan menggunakan persamaan : 3. Muhammad Ilham.2010.makalah:Muatan
2 Spesifik Elektron.Semarang:ITS
=
()2
Setelah kita menghitung muatan spesifik nya
kita membuat grafik kalibrasi antara B
terhadap f(I) seperti grafik diatas.
Pada percobaan kedua yaitu kita
menggunakan tegangan sebagai variabel
terikat sedangnya variabel bebasnya yaitu
arus dan diameter. Pada percobaan ketiga kita
menggunakan diameter sebagai variabel
terikat sedangkan untuk variabel bebasnya
kita menggunakan tegangan dan arus.
Percobaan dua dan tiga pun dilakukan
langkah-langkah seperti percobaan satu dan
didapat hasil yang tidak jauh berbeda seperti
percobaan satu.
Setelah kita melakukan ketiga
percobaan dan melakukan perhitungan kita
dapat mengetahui bahwa tegangan sebading
dengan diameter V~D dan nilai arus yang
dihasilkan berbanding terbalik dengan
diamete I ~1/D. Sedangkan apabila kita tinjau
lagi bahwa tegangan dan arus berbanding
lurus V~I dan untuk gaya lorent yang terjadi
dalam medan magnet berbanding lurus
dengan arus FL ~I.