Anda di halaman 1dari 8

Deret Balmer Pada Spektrum Hidrogen

Melany Putri Razita (140310130029 )


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
13 November 2015
Asistan : Irdiyanto

Abstrak
Atom hidrogen merupakan atom yang paling sederhana yang terdiri dari bagian terkecil dari suatu
zat yang terdiri dari sub-sub atom yang memiliki muatan tersendiri. Banyak macam-macam atom, namun
atom yang akan ditinjau pada percobaan ini adalah atom Argon, Neon, dan Hidrogen. Atom hidrogen
memiliki spektrum diskrit yang bentuk fisis dari spektrum atom hidrogen ini diperlihatkan dengan
keberadaan empat garis diskrit yang terlihat pada pendaraan spektrum hidrogen yang pada kenyataannya
hanya menghasilkan dua spektrum warna saja yaitu merah dan hijau. Fenomena ini dirumuskan oleh
Balmer menjadi sebuah deret yang dikenal dengan deret Balmer. Eksperimen deret Balmer ini bertujuan
untuk menentukan panjang gelombang (), ( ), ().
Eksperimen ini dilakukan dengan menyusun alat yaitu menghubungkan sumber cahaya ke prisma lalu
dihubungkan celah atau masing-masing kisi dan terakhir menuju layar. Dimana sumber cahaya yang
digunakan berupa lampu Argon, Neon, dan Hidrogen. Kemudian, memvariasikan jarak kisi sebesar 10
cm, 20 cm, dan 30 cm.

(Keyword: Teori atom Bohr, Spektrum Atom, deret Balmer, panjang gelombang)

I. Pendahuluan untuk menentukan panjang gelombang


Cahaya yang dipancarkan setiap gas (), (
berbeda-beda sesuai karakteristik gas ), (). Model atom bohr
tersebut. Apabila seberkas cahaya yang mengemukan tentang inti berukuran
polikromatis seperti lampu listrik dan sinar sangat kecil dan bermuatan positif yang
matahari dilewatkan melalui prisma maka dikelilingi elektron negatif dengan orbit
akan diperoleh spektrum kontinyu yang tertentu hal ini dapat kita gunakan untuk
terdiri dari berbagai warna penyusunnya. mengetahui deret balmer setiap elektron.
Spektrum garis dihasilkan apabila sumber
cahaya polikromatik seperti lampu listrik II. Teori Dasar
dan sinar matahari diganti oleh busur listrik 2.1. Sejarah perkembangan atom
berisi gas hidrogen maka akan dihasilkan Atom berasal dari bahasa yunani
spektrum yang tidak kontinyu. Kemudian, yaitu atomos yang berarti tidak dapat
fenomena ini dirumuskan oleh Balmer dipotong. Sesuai pengertian tersebut,Atom-
menjadi sebuah deret yang dikenal dengan atom adalah partikel penyusun semua benda
deret Balmer. Deret Balmer adalah deret yang berukuran sangat kecil. Di dalam atom
yang menunjukkan identifikasi suatu atom. juga terdapat sub-atom, yaitu partikel
Pada praktikum kali ini akan dilakukan penyusun atom yang ukurannya lebih kecil.
identifikasi deret Balmer pada atom Sulit bagi kita untuk membayangkan
hidrogen sehingga spektrumnya dapat seberapa kecil atom ini, satu titik yang ada
diamati. Tujuan praktikum kali ini adalah di akhir kalimat ini saja memiliki panjang
sekitar 20 juta atom. Setiap atom memiliki terdiri atom-atom hidrogen dan atom-atom
inti, yang terdiri dariproton dan neutron, oksigen. Dalton digambarkan dengan model
serta elektron yang bergerak cepat di sekitar atom sebagai bola pejal seperti pada tolak
inti. Elektron, neutron dan proton peluru. Seperti gambar berikut ini:
merupakan bagian terkecil dari atom, namun
para ilmuan modern berpendapat bahwa
proton dan neutron tersusun atas partikel-
partikel yang lebih kecil lagi yang
disebut kuark. Teori atom berkembang dari
Gambar 1. Teori atom Dalton [1]
teori atom Demokritus, Dalton, Thompson
Kelemahan:
sampai Rutherford dan Bohr. Berikut
Teori dalton tidak menerangkan hubungan
penjelasan:
antara larutan senyawa dan daya hantar arus
listrik.
1. Teori Demokritus
Demokritus menyatakan bahwa
2. Teori Atom J.J. Thomson
bagian terkecil dari suatu unsur adalah
Thomson menduga sinar itu dari
atom. Atom yang sangat kecil tersebut
atom gas dalam tabung.. Jumlah muatan
terdiri dari inti yang bermuatan positif
positif yang tinggal tentu sama dengan
dan dikelilingi oleh elektron bermuatan
jumlah muatan elektron yang keluar, karena
negatif.
pada mulanya atom itu netral.
2. Teori Atom John Dalton
Pada tahun 1803, John Dalton
mengemukakan pendapatnya tentang atom.
Teori atom Dalton didasarkan pada dua
hukum, yaitu hukum kekekalan massa
(hukum Lavoisier) dan hukum susunan tetap
(hukum prouts). Lavosier menyatakan
bahwa Massa total zat-zat sebelum reaksi
akan selalu sama dengan massa total zat-zat Gambar 2. Teori Atom Thomson [2]
hasil reaksi. Sedangkan Prouts menyatakan Elektron sangat ringan sehingga
bahwa Perbandingan massa unsur-unsur dapat meninggalkan atom jika diberi energi,
dalam suatu senyawa selalu tetap. Dari misalnya diberi tegangan listrik. Oleh karena
kedua hukum tersebut Dalton itu, diduga elektron berada di bagian luar
mengemukakan pendapatnya tentang atom atom. Berdasarkan penalaran seperti ini,
sebagai berikut: akhirnya Thomson merumuskan teori yang
Atom merupakan bagian terkecil dari disebut teori atom Thomson, yang
materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi. meyebutkan bahwa atom merupakan sebuah
Atom digambarkan sebagai bola pejal yang bola kecil bermuatan positif dan di
sangat kecil, suatu unsur memiliki atom- permukaannya tersebar elektron yang
atom yang identik dan berbeda untuk unsur bermuatan negatif (gambar 3). Model ini
yang berbeda. Atom-atom bergabung juga disebut model roti kismis. Roti
membentuk senyawa dengan perbandingan digambarkan sebagai atom bermuatan positif
bilangan bulat dan sederhana. Misalnya air dan kismis sebagai elektronnya.
3.Teori Atom Rutherford dalam menempati daerah disekitar inti atom.
Rutherford bersama dua orang Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen
muridnya (Hans Geigerdan Erners melibatkan gabungan antara teori klasik dari
Masreden) melakukan percobaan yang Rutherford dan teori kuantum dari Planck,
dikenal dengan hamburan sinar alfa () diungkapkan dengan empat postulat, sebagai
terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya berikut:
telah ditemukan adanya partikel alfa, yaitu Hanya ada seperangkat orbit tertentu
partikel yang bermuatan positif dan bergerak yang diperbolehkan bagi satu elektron
lurus, berdaya tembus besar sehingga dapat dalam atom hidrogen. Orbit ini dikenal
menembus lembaran tipis kertas. Dari sebagai keadaan gerak stasioner
pengamatan mereka, didapatkan fakta (menetap) elektron dan merupakan
bahwa apabila partikel alfa ditembakkan lintasan melingkar disekeliling inti.
pada lempeng emas yang sangat tipis, maka Selama elektron berada dalam lintasan
sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada stasioner, energi elektron tetap sehingga
penyimpangan sudut kurang dari 1. tidak ada energi dalam bentuk radiasi
Rutherford mengusulkan model atom yang yang dipancarkan maupun diserap.
dikenal dengan Model Atom Rutherford Elektron hanya dapat berpindah dari
yang menyatakan bahwa Atom terdiri dari satu lintasan stasioner ke lintasan
inti atom yang sangat kecil dan bermuatan stasioner lain. Pada peralihan ini,
positif, dikelilingi oleh elektron yang sejumlah energi tertentu terlibat,
bermuatan negatif. Rutherford menduga besarnya sesuai dengan persamaan
bahwa didalam inti atom terdapat partikel planck, E = hv.
netral yang berfungsi mengikat partikel- Lintasan stasioner yang dibolehkan
partikel positif agar tidak saling tolak memilki besaran dengan sifat-sifat
menolak. tertentu, terutama sifat yang disebut
momentum sudut. Besarnya momentum
sudut merupakan kelipatan dari h/2
atau nh/2, dengan n adalah bilangan
bulat dan h tetapan planck.
Menurut model atom bohr, elektron-
elektron mengelilingi inti pada lintasan-
lintasan tertentu yang disebut kulit
Gambar 3. Teori Atom Rutherford [3] elektron atau tingkat energi. Tingkat
Kelemahan: energi paling rendah adalah kulit
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron yang terletak paling dalam,
elektron tidak jatuh ke dalam inti atom. semakin keluar semakin besar nomor
kulitnya dan semakin tinggi tingkat
4. Teori Atom Bohr energinya.
Pada tahun 1913, pakar fisika
Denmark bernama Neils Bohr memperbaiki 2.2. Spektrum Garis Atom Hidrogen
kegagalan atom Rutherford melalui Menurut Max Planck radiasi
percobaannya tentang spektrum atom elektromagnetik bersifat diskontinyu atau
hidrogen. Percobaannya ini berhasil dalam bentuk kuanta. Diskontinyuitas
memberikan gambaran keadaan elektron
radiasi elektromagnetik dikuatkan oleh efek tingkat energi rendah yang disertai
fotolistrik yang dikembangkan oleh Albert pelepasan energi dalam bentuk radiasi.
Einstein. Sedangkan kuantisasi atau kuanta
energi digunakan oleh Niels Bohr dalam
momentum sudut elektron untuk
pengembangan teorinya tentang atom
hidrogen.
Spektrum garis didapat dengan cara
sebagai berikut:
Zat yang diselidiki spektrumnya
diuapkan pada temperatur tinggi
Uap yang terbentuk diletakkan
diantara dua elektroda grafit
Listrik bertegangan tinggi dialirkan
melalui elektroda grafit
Spektrum garis yang paling sederhana Gambar 5. Diagram Energi Atom H[5]
adalah spektrum garis atom hidrogen. Dari kelima deret yang terlihat pada
diagram diatas dapat diringkas dalam satu
persamaan yang disebut deret spektrum
hidrogen:

Dimana R adalah konstanta Rydberg


yang nilainya 1,097 107 m1.
Gambar 4. Spektrum Cahaya Polikromatik
- Deret Lyman (m = 1)
[4]

2.3. Deret Balmer dengan n = 2, 3, 4, .


Bila atom h ditumbuk oleh elektron - Deret Balmer (m = 2)
yang bergerak dari katoda ke anoda. Tumbukan
yang terjadi akibat dari pindahnya energi kinetik dengan n = 3, 4, 5 .
elektron. Eksitasi atom hidrogen dapat - Deret Paschen (m = 3)
direpresentasikan dalam suatu deret yang
diungkapkan oleh Lyman, Balmer, Paschen,
Brackett, dan Phund. Deret-deret tersebut dapat dengan n = 4, 5, 6
digambarkan dalam diagram berikut. Apabila .
elektron berpindah dari tingkat energi - Deret Bracket (m = 4)
rendah menuju tingkat energi tinggi maka
energi akan diserap untuk melakukan proses dengan n = 5, 6, 7,
tersebut. Elektron yang berpindah dari .
tingkat energi rendah menuju tingkat energi - Deret Pfund (m = 5)
yang lebih tinggi menyebabkan elektron
tereksitasi. Akan tetapi keadaan elektron
dengan n = 6, 7, 8
tereksitasi ini tidak stabil sehingga elektron
.
kembali dari tingkat energi tinggi menuju
III. Percobaan
3.1 Alat dan Bahan
1. 1 Balmer lamp, power supply unit
2. 1 Bench top clamp
3. 1Small optical bench
4. 6 Leybold multiclamps
5. 1 Adjustable slit Untuk Lampu Argon
6. 1 Spring clamp holder
7. 1 Copy of the Rowland grating
8. 1 Lens f = 50 mm
9. Lens f = 100 mm
10. 1 Translucent

3.2 Metode Eksperimen


Menyusun peralatan optis seperti
pada gambar berikut Setelah menyalakan
lampu, menunggu sekitar 1-2 menit untuk
memulai mengukur pita spektrum biru, biru-
hijau dan merah dari terang pusat.
Mempertajam spektum garis yang terlihat
pada papan layar dengan mengatur celah
pada perangkat adjustable slit.
Menutup/menghalangi cahaya lain yang
keluar dari lampu jika diperlukan. Menandai
spektrum garis orde pertama pada papan
layar. Mengukur dan mencatat jarak b dan a.
Memvariasikan jarak antar (a) kisi ke layar
(24 variasi).

IV. Data dan Analisis Untuk Lampu Hidrogen


Untuk Lampu Neon
Untuk Lampu Hidrogen

C. Membandingkan panjang gelombang


hasil perhitungan dengan panjang
gelombang dari grafik

Untuk Lampu Argon

B. Membuat grafik hubungan jarak kisi


terhadap Spektrum untuk masing-masing
Lampu
Untuk Lampu Neon
Untuk Lampu Argon

Untuk Lampu Hidrogen

Untuk Lampu Neon


Analisa: bahwa semakin besar jarak kisi, maka jarak
Pada praktikum kali ini, kita spektrum yang dihasilkan juga akan semakin
melakukan percobaan mengenai deret jauh. Lalu terlihat juga untuk lampu
Balmer pada spektrum Hidrogen. Deret Hidrogen hanya menghasilkan 2 warna yaitu
Balmer merupakan deret yang menunjukkan merah dan hijau-kebiru-biruan. Seperti
identifikasi suatu atom. Pada percobaan, sudah dijelaskan sebelumnya bahwa
sumber cahaya polikromatis yang digunakan Hidrogen memilik nomor atom paling kecil
adalah lampu Argon, Neon, dan Hidrogen. yaitu 1. Terlihat dari data hasil percobaan,
Dalam percobaan, kita memvariasikan jarak untuk atom hidrogen hanya menghasilkan 2
a (jarak celah ke layar) yaitu sebesar 10 cm, warna yaitu merah dan Hijau-Kebiru-biruan.
20 cm, dan 30 cm. Pada percobaan pertama Hal ini mungkin terjadi karena hidrogen
yaitu dengan sumber cahaya dari lampu memiliki jumlah elektron paling kecil atau
neon dengan masing-masing variasi jarak dengan nomor atom 1. Berbeda halnya
menghasilkan warna merah, hijau, dan biru. dengan Argon yang memiliki nomor atom
Dari setiap warna yang ditampilkan pada 18 dan Neon yang memiliki nomor atom 10
layar, kita berikan titik tengah pada setiap pada tabel periodik.
warna. Kemudian, dari setiap titik tengah
tersebut, kita dapat mengukur jarak dari titik
pusat ke masing-masing warna yang
ditampilkan pada layar. Kita mengukurnya
dengan 2 arah yaitu ke kiri dan ke kanan
dari titik pusat. Dari data hasil percobaan,
terlihat bahwa semakin besar jarak a(jarak
celah ke layar), maka jarak dari titik pusat
terhadap warna yang ditampilkan pada layar
juga akan semakin besar. Dari data hasil
percobaan, kita dapat menentukan panjang
gelombang merah yaitu 0,00662
Pada lamapu neon kita dapatkan
panjang helombang Kesimpulan
Lalu, kita dapat membandingkan Panjang gelombang () untuk
pangjang gelombang dari hasil perhitungan lampu Hidrogen sebesar 0,0007 m atau 700 nm.
dengan panjang gelombang berdasarkan Panjang gelombang panjang gelombang
grafik. Pada panjang gelombang dari grafik ( ) untuk lampu
dapat kita tentukan dengan cara mengalikan Hidrogen adalah sebesar 0,00051 m atau 510
nm.
2 dari grafik dengan panjang gelombang
dari hasil perhitungan. Terlihat dari tabel
pengolahan data diatas bahwa perbedaannya
Daftar Pustaka
hanya sedikit sehingga menghasilkan KSR [1]
Beisser, Arthur. 1987. Konsep Fisika
yang kecil yaitu 0,01 untuk lampu Argon,
Modern. Erlangga: Jakarta
0,05978388 untuk lampu Neon, dan [2]
Deret Balmer.
0,11012113 untuk lampu Hidrogen(KSR ini
contoh untuk lampu warna merah). Terlihat
juga dari grafik hasil pengolahan data diatas,
http:academia.edu/5079744/Deret-Balmer-
pendidikan-fisika-upi (diakses pada Selasa 3
November 2015 pukul 08.00 WIB)
[3]
Spektrum Hidrogen.
http:slideshare.net/yokhefrans/spektrum-
garis-atom-hidrogen (diakses pada Selasa 3
November 2015 pukul 09.15 WIB)