Anda di halaman 1dari 5

SEL SURYA

Melany Putri Razita (140310130029)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Selasa, 11 Desember 2015
Nurul Halimah

Abstrak
Teknologi fotovoltaik adalah suatu teknologi konversi yang mengubah cahaya menjadi listrik secara
langsung (direct conversion). Peristiwa ini dikenal sebagai efek fotolistrik ( photovoltaic affect ). Bahan
semikonduktor yang digunakan dalam percobaan sel surya ini adalah diode. Eksperimen sel surya ini
bertujuan untuk menentukan karakteristik sel surya. Eksperimen ini dilakukan dengan menyusun alat
yaitu sumber cahaya yang didepannya terdapat detektor sel surya yang dapat kita atur-atur jaraknya,
sehingga dapat terlihat pengaruh jarak terhadap intensitas cahaya yang dihasilkan. Sehingga
menghasilkan efisiensi tanpa penghalang yaitu 0,356 % pada jarak 60cm, 0,3144% pada jarak 70cm,
0,1737% pada jarak 80cm, 0,2036% untuk jarak 90cm, dan 0,128% pada jarak 100cm sedangkan untuk
penggunaan penghalang merah didapatkan nilai efisiensi 0,2048% pada jarak 60cm, dan pada jarak 70cm
sampai dengan 100cm nilai efisiensinya adalah 0 hal ini dikarenakan sifat elektronik (absorsi, transmisi,
dan band gap) yang dimiliki oleh penghalang merah.

(Keyword: Sel surya,Struktur sel surya, Fotovoltaic, Voc, Isc)

I. Pendahuluan II. Teori Dasar


Energi fosil merupakan energi utama Photovoltaic (PV) efek adalah dasar
yang digunakan manusia dalam dari konversi cahaya menjadi listrik
memenuhi kebutuhan sehari-hari. dalam fotovoltaik, atau solar, sel.
Indonesia merupakan salah satu negara Dijelaskan sederhana, efek PV adalah
yang sedang mengalami krisis energi. sebagai berikut: cahaya, yang merupakan
Pertumbuhan penduduk indonesia yang energi murni, memasuki sel PV dan
terus meningkat menyebabkan semakin menanamkan energi yang cukup untuk
besarnya konsumsi energi listrik. beberapa elektron (partikel atom
Kesulitan terhadap energi yang semakin bermuatan negatif) untuk membebaskan
meningkat tidak diimbangi dengan mereka. Built-in-potensial penghalang
ketersediaan cadangan energi yang cukup dalam sel bekerja pada elektron tersebut
dalam hal ini berupa energi fosil yang untuk menghasilkan tegangan (yang
semakin lama semakin menipis dan lama- disebut photovoltage), yang dapat
kelamaan akan mengalami kepunahan. digunakan untuk mendorong arus melalui
Dalam menanggapi masalah krisis energi sirkuit.[1]
yang terjadi, manusia mulai
mengupayakan dengan berbagai cara
untuk menanggapi masalah krisis energi
ini diantaranya menggunakan energi
alternatif seperti memanfaatkan energi
cahaya matahari yang dapat dikonversi
menjadi energi listrik dengan
menggunakan sel surya.
Tujuan praktikum kali ini adalah
mempelajari efek Fotovoltaik,
Gambar1. Prinsip kerja sel surya [1]
menentukan karakteristik sel surya, dan
mengoptimalisasi konversi energi surya Sel surya konvensional bekerja
menjadi energi listrik. menggunakan prinsip p-n junction, yaitu
junction antara semikonduktor tipe-p dan tersebut dengan cahaya dilewatkan pada
tipe-n. Peran dari p-n junction ini adalah sebuah pelat kaca (merah) sebagai filter,
untuk membentuk medan listrik sehingga lalu pendinginan dan pemanasan suhu
elektron (dan hole) bisa diekstrak oleh dari sel surya dapat menggunakan
material kontak untuk menghasilkan menggunakan blower.
listrik. Ketika semikonduktor tipe-p dan
tipe-n terkontak, maka kelebihan elektron
akan bergerak dari semikonduktor tipe-n
ke tipe-p sehingga membentuk kutub
positif pada semikonduktor tipe-n, dan
sebaliknya kutub negatif
pada semikonduktor tipe-p. Akibat dari
aliran elektron dan hole ini maka
terbentuk medan listrik yang mana ketika
cahaya matahari mengenai susuna p-n Gambar 3. Metode Percobaan
junction ini maka akan mendorong
elektron bergerak dari semikonduktor IV. Data dan Analisis
menuju kontak negatif, yang selanjutnya 4.1 Menentukan Intensitas Cahaya
dimanfaatkan sebagai listrik, dan
sebaliknya hole bergerak menuju kontak
positif menunggu elektron datang.[2]

Gambar 2. Semikonduktor p-n [2]


Sel surya erat kaitannya dengan
Tegangan open sircuit (Voc) yang dibaca
pada saat arus tidak mengalirkan atau bisa
disebut sama dengan nol sedangkan Arus 4.2 Menentukan Daya Intensitas
Short Sircuit (ISC) adalah arus maksimal Tanpa Penghalang
yang dihasilkan oleh modul sel surya dengan Dengan menggunakan rumusan sebagai
mengshortkan kutub positif dan kutub berikut, akan diperoleh hasil pengolahan
negatif pada modul sel surya. [3] data yang terdapat pada tabel :
P = V.I
III. Percobaan = .
Pada percobaan, terlebih dahulu = In A
menyusun alat sesuai gambar yang
terdapat pada modul. Setelah itu = =

mengukur intensitas cahaya. Lalu

menentukan jarak yang akan digunakan. = 100 %
Kemudian mengukur tegangan dan arus
yang terdapat pada detektor yang dapat Keterangan:
diamati pada multimeter saat hambatan =
geser digerakkan. Mengulangi prosedur =
P dalam Watt
In dalam Lux
A dalam meter (A=(2,5x5)x4 cm
untuk luas penampang sel surya)
V dalam Volt
I dalam Ampere

4.3 Voc dan Isc pada suhu 30

4.4 Voc dan Isc pada suhu 35


4.5 Voc dan Isc pada suhu 40 cahaya dan dan memvariasikan jaraknya.
Pada percobaan pertama, memvariasikan
jarak sel surya yaitu 60cm, 70cm, 80cm,
90cm, dan 100cm dari sumber cahaya.
Dari setiap variasi jarak tersebut, kita
dapat melihat besar intensitasnya.
Terlihat bahwa semakin jauh jarak sel
surya terhadap sumber cahaya maka
besar intensitas yang dihasilkan akan
semakin kecil yang artinya cahaya
semakin redup. Selanjutnya, kita
melakukan percobaan yang sama dengan
menggunakan penghalang berupa filter
merah. Terlihat perbedaan dari tanpa
filter dan dengan menggunakan filter
merah yaitu intensitas cahaya yang
dihasilkan dari sel surya tanpa
menggunakan filter lebih besar di
bandingkan dengan penggunaan filter
mmerah. Hal ini terjadi karena warna
merah memiliki sifat elektronik yaitu
absorsi, transmisi dan band gap sehingga
intensitas yang dihasilkan pun lebih kecil.
Pada percobaan kedua, untuk masing-
masing jarak divariasikan dengan
menggeser hambatan Rbox R1, R2, R3,
R4, dan R5. Sehingga dapat terlihat besar
arus dan tegangan pada multimeter.
Terlihat bahwa semakin jauh jarak
hambatan geser Rbox maka arus yang
dihasilkan semakin kecil dan tegangan
yang dihasilkan semakin besar. Terlihat
juga untuk setiap variasi jarak sel surya
ke sumber cahaya bahwa semakin besar
jaraknya maka menghasilkan tegangan
yang semakin kecil. Secara logika,
semakin jauh sumber cahaya maka
penyinaran akan semakin redup. Dengan
kata lain, intensitas cahaya semakin kecil.
Sehingga terlihat bahwa tegangan yang
dibutuhkan untuk menghasilkan cahaya
juga semakin kecil. Kemudian kita
melakukan percobaan menggunakan
pengaruh suhu dimana suhu awal yang
Analisa Data kita gunakan adalah 30C, 35C, dan
Pada praktikum kali ini, kita mempelajari
40C. Terlihat dari grafik tegangan
tentang sel surya. Sebelum melakukan
terhadap jarak diatas bahwa semakin jauh
percobaan, terlebih dahulu merangkai alat
jarak antara detektor dengan sumber
dengan menghubungkan multimeter
cahaya maka besar tegangannya akan
dengan hambatan geser Rbox. Lalu,
semakin kecil. Hal ini menunjukkan
meletakkan sel surya di depan sumber
bahwa tegangan yang berbanding terbalik
dengan jarak. Begitu juga arus yang Kesimpulan
sebanding dengan tegangan dan 1. Efek Fotovoltaik adalah konversi energi
berbanding terbalik dengan jarak. cahaya menjadi energi listrik yang
Terlihat juga dari grafik pengaruh suhu disimpan dalam sel surya untuk
terhadap tegangan yang relatif menurun beberapa elektron. Elektron yang masuk
yang menunjukkan bahwa semakin besar dari kutub negatif menuju kutub positif
suhu, maka tegangan yang dihasilkan dari sel surya.
akan semakin kecil. Dari data yang 2. Karakteristik sel surya dapat dilihat saat
didapat dari hasil percobaan, kita dapat arus dan tegangan yang keluar ketika sel
menentukan besar Fill Factor(FF) dan surya menghasilkan penyinaran.
efisiensi. Terlihat bahwa semakin kecil Karakteristik sel surya dipengaruhi suhu
Pmax dan Pin menghasilkan efisiensi dan intensitas. Semakin besar suhu,
yang semakin besar. Kemudian, untuk FF menghasilkan tegangan, arus, dan
menghasilkan nilai yang semakin kecil intensitas yang semakin kecil.
seiring dengan bertambah besarnya jarak 3. Konversi energi surya menjadi energi
antara detektor terhadap sumber cahaya. listrik optimal saat sumber cahaya yang
Hal ini terjadi karena tegangan, arus, dan datang tegak lurus dengan detektor dan
daya berbanding terbalik dengan jarak, saat jarak detektor dan sumber cahaya
sehingga menghasilkan FF yang semakin dekat.
berbanding terbalik juga dengan jarak.
Hal ini dapat dilihat sesuai dengan
persamaan: Daftar Pustaka
[1] Sears,Zemansky.1994.Fisika Untuk
Universitas 2.Bandung : Bina Cipta.
[2] Anin,Chornelis.2015.Laporan Sel
Surya.https://www.academia.edu/579
Selanjutnya, terlihat juga FF untuk 6492/Laporan_Sel_Surya (diakses
filter menghasilkan nilai yang lebih kecil pada 9 Desember 2015 pukul 15.00
dibandingkan tanpa menggunakan filter. WIB)
Hal ini terjadi karena ada cahaya yang [3] Aisyah.2014.PanelSurya.
tersaring atau terhalang oleh filter https://aisyahnyayu.wordpress.com/2
sehingga menghasilkan intensitas cahaya 014/03/18/makalah-konversi-energi-
yang semakin kecil. Sehingga panel-surya/ (diakses pada 9
menghasilkan tegangan, arus, daya, dan Desember 2015 pukul 16.45 WIB)
Fill Factor yang semakin kecil juga.
Kemudian, juga terlihat dari hasil
percobaan bahwa semakin jauh jarak
detektor terhadap sumber cahaya maka
menghasilkan intensitas cahaya yang
semakin kecil. Hal terjadi akibat dengan
semakin jauh jaraknya, maka cahaya
yang datang tidak langsung menembus
detektor atau ada sebagian cahaya yang
terhambur. Dengan semakin jauh
jaraknya, maka memungkinkan cahaya
yang terhambur akan semakin banyak.