Anda di halaman 1dari 8

http://denricositorus.blogspot.co.id/2012/06/psak-15-akuntansi-untuk-investasi-dalam.

html
MAKALAH PSAK 15: INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Disusun Oleh:

Cipta Oktaviana (023101161)


Novia Anggraeni (023101179)
Natasya Nadia Wibowo (023101198)
Ulfah Farida (023101222)
Selvira Tiara Putri (023101243)
Emanuel Adam Dharma (023101155)
Bernando (023101077)

TINJAUAN TEORITIS DAN


PSAK 15
Definisi
Entitas anak adalah suatu entitas, termasuk entitas non-korporasi seperti persekutuan, yang
dikendalikan oleh entitas lain (yang dikenal sebagai entitas induk) .

Entitas Asosiasi
adalah suatu entitas, termasuk entitas non-korporasi seperti persekutuan, dimana investor mempunyai
pengaruh signifikan dan bukan merupakan entitas anak ataupun bagian partisipasi dala ventura
bersama.

Metode Ekuitas
adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan
selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian investor atas aset neto
investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor atas laba atau rugi investee.

Pengaruh signifikan
adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee,
tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.

Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas
untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut. Pengendalian bersama adala persetujuan
kontraktual untuk berbagi pengendalian atas sesuatu aktivitas ekonomi, dan ada hanya ketika
keputusan keuangan dan operasional strategis terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan
konsensus dari seluruh pihak-pihak yang berbagi pengendalian (venture).

Pengaruh Signifikan
Suatu perusahaan asosiasi sebagai perusahaan yang investornya mempunyai pengaruh yang signifikan
(memiliki wewenang untuk berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kebijakan keuangan
serta operasi investee, tetapi bukan merupakan pengendalian terhadap kebijakan tersebut) dan bukan
merupakan anak perusahaan maupun joint venture dari investornya.
Sedangkan anak perusahaan (subsidiary) didefinisikan sebagai perusahaan yang dikendalikan oleh
perusahaan lain (yang disebut induk perusahaan).

Keberadaan pengaruh yang signifikan oleh investor umumnya dibuktikan dengan satu atau lebih
dengan cara berikut ini:
a. Keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan
b. komisaris atau organ setara di investee
b. Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk partisipasi dalam pengambilan keputusan
tentang dividen atau distribusi lainnya
c. Adanya transaksi material antara investor dengan investee
d. Pertukaran personel manajerial
e. Penyedian informasi teknis pokok
Detail 1
Detail 2
Detail 3
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang disajikan sebagai
suatu entitas ekonomi tunggal.

Sedangkan Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk,
yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas
berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil dan aset neto investee
PSAK 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Analisis terhadap nilai saham penting dilakukan oleh seorang investor, terutama
berkaitan dengan dividen dan earning yang diharapkan dari perusahaan di masa yang akan
datang. Besarnya dividen dan earning yang diharapkan dari suatu perusahaan akan
tergantung dari prospek keuntungan yang dimiliki perusahaan. Karena prospek perusahaan
sangat tergantung dari keadaan ekonomi secara keseluruhan, maka analisis penilaian saham
yang dilakukan investor juga harus memperhitungkan beberapa variabel makro yang
mempengaruhi kemampuan perusahaan menghasilkan laba
Dalam praktek sehari-hari, tidak jarang ditemukan keragu-raguan dari praktisi
akuntansi perusahaan dalam membukukan penyertaan saham perusahaan. Misalnya PT A
memiliki penyertaan saham di PT B sebesar 40 %, apakah pencatatannya harus
menggunakan metode biaya perolehan, metode ekuitas ataukah metode konsolidasi ?
PSAK No. 15 mengatur mengenai pencatatan akuntansi atas penyertaan saham
tersebut. Terdapat syarat-syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan terlebih dahulu agar
tidak keliru dalam menerapkan metode akuntansi yang paling tepat atas penyertaan saham
perusahaan seperti contoh di atas.
Berdasarkan latar belakang tersebut penulis akan mengangkat judul makalah yaitu
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Investasi pada Entitas Asosiasi

1.2 Rumusan masalah


Berdasarkan latar belakang sebelumnya, maka rumusan dan batasan masalah yang timbul
adalah :
1. Bagaimana Pengaruh Signifikan terhadap besaran kepemilikan saham dalam suatu entitas
2. Bagaimana Penerapan Metode Ekuitas

1.3 Tujuan penulisan


1. Untuk memberikan gambaran tentang pengaruh besaran kepemilikan saham dalam suatu
entitas pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Investasi pada Entitas Asosiasi
2. Untuk memberikan gambaran tentang penerapannya dalam Metode Ekuitas pada Pernyataan
Standar Akuntansi Keuangan Investasi pada Entitas Asosiasi
1.4 Manfaat
1. Bagi akademisi atau pembaca, dapat digunakan sebagai referensi dalam pembahasan yang
berkaitan dengan penulisan makalah ini.
2. Bagi Penulis, untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam hal bagaimana pengaruh
besaran kepemilikan saham dalam suatu entitas dan bagaimana penerapannya dakam
metode ekuitas yang sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Investasi pada
Entitas Asosiasi
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi-definisi
Entitas anak adalah suatu entitas, termasuk entitas non-korporasi seperti persekutuan,
yang dikendalikan oleh entitas lain (yang dikenal sebagai entitas induk) . Entitas Asosiasi
adalah suatu entitas, termasuk entitas non-korporasi seperti persekutuan, dimana investor
mempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan entitas anak ataupun bagian
partisipasi dala ventura bersama.
Laporan keuangan konsolidasi adalah laporan keuangan suatu kelompok usaha yang
disajikan sebagai suatu entitas ekonomi tunggal. Sedangkan Laporan keuangan tersendiri
adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk, yang mencatat investasi pada
entitas anak, entitas asosiasi, dan pengendalian bersama entitas berdasarkan kepemilikan
ekuitas langsung bukan berdasarkan pelaporan hasil dan aset neto investee.
Metode Ekuitas adalah metode akuntansi dimana investasi pada awalnya diakui
sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan
dalam bagian investor atas aset neto investee. Laba atau rugi investor meliputi bagian investor
atas laba atau rugi investee.
Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan
keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama
atas kebijakan tersebut.
Pengendalian adalah kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional
suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitas entitas tersebut.
Pengendalian bersama adala persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas
sesuatu aktivitas ekonomi, dan ada hanya ketika keputusan keuangan dan operasional
strategis terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan konsensus dari seluruh pihak-pihak
yang berbagi pengendalian (venture)
2.2 Pengaruh Signifikan
Perusahaan asosiasi sebagai suatu perusahaan yang investornya mempunyai
pengaruh yang signifikan (memiliki wewenang untuk berpartisipasi dalam keputusan yang
menyangkut kebijakan keuangan serta operasi investee, tetapi bukan merupakan
pengendalian terhadap kebijakan tersebut) dan bukan merupakan anak perusahaan maupun
joint venture dari investornya.
Sedangkan anak perusahaan (subsidiary) didefinisikan sebagai perusahaan yang
dikendalikan oleh perusahaan lain (yang disebut induk perusahaan).
Jika investor memiliki, baik langsung maupun tidak langsung melalui anak perusahaan,
20 % atau lebih dari hak suara pada perusahaan investee, maka dipandang mempunyai
pengaruh signifikan, kecuali dapat dibuktikan dengan jelas bahwa entitas tidak memiliki
pengaruh signifikan Sebaliknya, jika investor memiliki, baik langsung maupun tidak langsung
melalui anak perusahaan, kurang dari 20 % hak suara, maka dianggap tidak memiliki pengaruh
signifikan, kecuali pengaruh signifikan tersebut dapat dibuktikan dengan jelas. Kepemilikan
substansial atau mayoritas oleh investor lain tidak perlu menghalangi investor memiliki
pengaruh signifikan.
Apabila investor mempunyai pengaruh yang signifikan, maka investasi
pada investeedicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Sebaliknya, apabila investor
tidak mempunyai pengaruh yang signifikan, maka investasi dicatat dengan menggunakan
metode biaya.
Jadi, jika penyertaan saham perusahaan pada perusahaan asosiasi kurang dari 20 %,
maka penyertaan saham perusahaan dibukukan dengan metode biaya.

2.3 Penerapan Metode Ekuitas

Menurut metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan dan
nilai tercatat ditambahkan atau dikurangi untuk mengakui bagian investor atas laba atau rugi
investee setelah tanggal perolehan.
Menurut metode biaya, investor mencatat investasinya pada perusahaan investee
sebesar biaya perolehan. Investor menyakui penghasilan hanya sebatas distribusi laba
(kecuali dividen saham) yang diterima yang berasal dari laba bersih yang diakumulasikan oleh
investee setelah tanggal perolehan.
Laporan keuangan perusahaan asosiasl yang paling akhir digunakan oleh investor
dalam penerapan metode ekuitas; laporan tersebut biasanya disajikan pada tanggal yang
sama dengan laporan keuangan investor.
Investasi dalam perusahaan asosiasi harus dipertanggungjawabkan dalam laporan
keuangan konsolidasi menurut metode ekuitas, apabila investor mempunyai pengaruh
signifikan dan menurut metode biaya, apabila investor tidak mempunyai pengaruh signifikan.
Investor harus menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal pada saat:
a. Investor tidak lagi memiliki pengaruh signifikan dalam perusahaan asosiasi; atau
b. penggunaan metode ekuitas tidak lagi sesuai karena perusahaan asosiasi beroperasi di bawah
pembatasan ketat dalam jangka panjang yang secara signifikan mempengaruhi
kemampuannya untuk memindahkan dana kepada investor.
Nilai tercatat dari investasi dalam perusahaan asosiasi harus dikurangi untuk mengakui
penurunan permanen, dalam nilai investasi. Selisih (baik positif maupun negatif) antara biaya
perolehan (aquisition cost) dengan bagian investor atas nilai wajar aktiva neto yang dapat
diidentifikasi (net identificable asset) pada tanggal akuisisi harus dipertanggungjawabkan
sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 22 tentang Akuntansi
Penggabungan Usaha.
Investasi dalam perusahaan asosiasi yang dipertanggungjawabkan dalam metode ekuitas,
harus diklasifikasikan sebagai aktiva jangka panjang dan diungkapkan sebagai pos terpisah
dari neraca. Bagian investor atas pos luar biassa atau pos masa lalu (prior period items)
yang berasal dari investee harus diungkapkan secara terpisah.
BAB III
STUDI KASUS
A Ltd adalah sebuah anak perusahaan (subsidiary) yang berdomisili di Pakistan dan
bergerak dalam bidang farmasi. Pemegang saham mayoritas adalah B Inc. yang berdomisili
di Amerika Serikat. Sedangkan pemegang saham lainnya, yaitu pemegang saham minoritas
(minority shareholders), hanya memiliki kurang dari 0,5% dari jumlah saham A Ltd. Dalam
laporan keuangannya, A Ltd menunjukkan kinerja keuangan yang jelek, sehingga menderita
kerugian yang mengakibatkan modal pemegang saham menjadi berkurang. Atas dasar hal
tersebut, pemegang saham minoritas komplain ke Pengadilan Tinggi di Karachi dengan alasan
bahwa kondisi kinerja keuangan yang jelek tersebut disebabkan karena A Ltd melakukan
praktik transfer pricing dengan membebankan biaya pembelian bahan baku obat yang dibeli
dari B Inc. dengan harga yang tinggi (artificially high price). Pemegang saham minoritas
tersebut berpendapat bahwamark-up harga beli bahan baku obat yang sangat tinggi tersebut
menyebabkan A Ltd menderita kerugian.
Pihak Pengadilan juga berpendapat sama dengan pemegang saham minoritas.
Pengadilan mengutip Laporan Audit (auditors report) tahun 2003 yang menyatakan bahwa:
..... Laporan Keuangan A Ltd adalah merupakan konsekuensi langsung dari
keputusan manajemen..., dan keputusan manajemen tersebut adalah untuk kepentingan
pemegang saham mayoritas, yang merupakan pemasok utama bahan baku obat.
Laporan Audit juga memberikan catatan bahwa 60% dari bahan baku obat yang dibeli
oleh A Ltd adalah berasal dari B Inc. Laporan tersebut juga menyajikan perbandingan harga
yang dibebankan oleh B Inc dan pemasok lainnya yang independen. Salah satu bahan baku
obat yang dibeli dari B Inc adalah USD 30.000/Kg, sedangkan harga dari pihak lain yang
independen adalah USD 500/Kg. Bahan baku lainnya yang dibeli dari B Inc. adalah USD
8.750/Kg, sedangkan harga dari pihak lain yang independen adalah USD 125/Kg.
Pengadilan berkesimpulan bahwa meskipun akuntan publik telah bekerja dengan baik
dan menghasilkan pendapat yang fair, akan tetapi akuntan publik tidak mempertimbangkan
dampak dari praktik transfer pricing yang dilakukan oleh B Inc. terhadap laporan keuangan A
Ltd dan nilai saham dari pemegang saham minoritas. Oleh karena itu, pemegang saham
minoritas sudah sewajarnya mendapatkan kompensasi atas tindakan yang telah dilakukan B
Inc yang tidak fair. Atas dasar argumentasi tersebut, pengadilan memerintahkan kepada
akuntan publik untuk menghitung ulang nilai saham A Ltd dengan asumsi tidak ada manipulasi
harga.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Jika sebuah perusahaan memiliki penyertaan saham dalam perusahaan lain, maka
menurut PSAK No. 15 mengenai Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi diatur
bahwa :
Penyertaan saham Perusahaan dan Anak Perusahaan dengan persentase
kepemilikan paling sedikit 20 % tetapi tidak lebih dari 50 %, baik langsung maupun tidak
langsung, dicatat dengan metode Ekuitas sebesar biaya perolehan, ditambah atau dikurangi
dengan bagian laba atau rugi bersih serta dikurangi dividen yang diterima setelah tanggal
perolehan anak perusahaan sesuai dengan persentase kepemilikannya. Sedangkan
penyertaan saham dengan kepemilikan kurang dari 20 % dicatat dengan metode Biaya
Perolehan.
Dari paparan kasus tersebut di atas, pelajaran penting yang dapat kita petik adalah
bahwa:
1. Ternyata tidak hanya otoritas pajak suatu negara saja yang dirugikan atas praktik abuse of
transfer pricing, pemegang saham minoritas juga sangat dirugikan dengan adanya praktik ini.
2. Akuntan publik dituntut kemampuannya untuk dapat mendeteksi adanya abuse of transfer
pricingdalam laporan keuangan perusahaan publik untuk melindungi kepentingan pemegang
saham minoritas.

4.2 Saran
Dikarenakan terbatasnya waktu penulisan bagi penulis, maka bagi penulis selanjutnya yang
akan melakukan penulisan makalah yang sama dengan penulis, agar perlu dilakukan
penulisan makalah yang lebih mendalam dengan juga memasukkan referensi yang merujuk
pada penulisan makalah tersebut dengan lebih terperinci, sehingga hasil akhir dari penulisan
ini dapat dengan lebih mudah dijadikan bahan alisisa bagi pembaca.

Daftar Pustaka
PSAK No. 5, Investasi pada entitas asosiasi. 2009. Ikatan Akuntansi Indonesia
http://www.dannydarussalam.com/engine/artikel/art.php?artid=1802, yang di akses pada
14 Maret 2012