Anda di halaman 1dari 5

Difa Oral Health Center Education Series

N0 : 04/DifaOHC/XII/2015

25 Desember 2015

Fluoride, Mineral Penting untuk Kesehatan Gigi

drg. Widya Apsari Sp.PM

Mineral Penting untuk Kesehatan Gigi drg. Widya Apsari Sp.PM Permasalahan Gigi Berlubang Di Indonesia Permasalahan gigi
Mineral Penting untuk Kesehatan Gigi drg. Widya Apsari Sp.PM Permasalahan Gigi Berlubang Di Indonesia Permasalahan gigi
Mineral Penting untuk Kesehatan Gigi drg. Widya Apsari Sp.PM Permasalahan Gigi Berlubang Di Indonesia Permasalahan gigi
Mineral Penting untuk Kesehatan Gigi drg. Widya Apsari Sp.PM Permasalahan Gigi Berlubang Di Indonesia Permasalahan gigi

Permasalahan Gigi Berlubang Di Indonesia

Permasalahan gigi berlubang merupakan momok bagi kesehatan masyarakat. Gigi belubang dan sakit gigi dapat menyebabkan berbagai penyakit yang serius bagi tubuh, menyebabkan penurunan kualitas hidup, dan juga terkait dengan faktor ekonomi.

Data dari Kementrian Kesehatan RI tahun 2012 menunjukkan pada kelompok usia 12 tahun, yang memiliki gigi berlubang yang belum tertangani adalah sebesar 43,4%, dan yang pernah mengalami gigi berlubang adalah sebanyak 67,2%. Sedangkan gambaran secara umum pada seluruh populasi masyarakat Indonesia rata-rata memiliki 5 gigi berlubang setiap orangnya. Sehingga diantara negara-negara ASEAN, hingga saat ini Indonesia menempati urutan ke 4 negara yang memiliki masyarakat dengan gigi berlubang terbanyak.

DifaOHC2015

1

Difa Oral Health Center Education Series

N0 : 04/DifaOHC/XII/2015

Apa itu Fluoride ?

Fluoride merupakan mineral yang secara alami terdapat pada alam, seperti tanah, batu vukanik, dan juga air. Fluoride sendiri sudah sejak lama dikenal sebagai mineral yang dapat mencegah terjadinya gigi berlubang, dengan cara membentuk susunan gigi yang lebih kuat dan tahan terhadap kondisi asam akibat bakteri dan juga sisa makanan. Adanya asam yang dihasilkan oleh bakteri dan sisa makanan menyebabkan larutnya struktur mineral pada lapisan email gigi sehingga menyebabkan terjadinya gigi berlubang. Namun proses larutnya mineral pada lapisan email gigi dapat diperbaiki (remineralisasi) oleh adanya fluoride.

Dalam mencegah terjadinya gigi berlubang, fluoride bekerja secara sistemik (dalam tubuh) dan topikal (luar tubuh). Secara sistemik fluoride diperoleh melalui air minum, makanan, dan juga suplemen fluor. Sedangkan secara topikal umumnya didapat dari pasta gigi, obat kumur, dan juga aplikasi fluoride oleh bahan kedokteran gigi oleh dokter gigi.

Secara sistemik, fluoride mencegah gigi berlubang dengan cara berperan dalam proses pembentukan benih gigi di dalam tubuh, sehingga terbentuk struktur gigi yang kuat dan tahan asam. Serta dengan adanya asupan fluoride yang cukup secara sistemik, maka akan menghasilkan air ludah yang mengandung fluoride yang dapat memberikan perlindungan pada gigi secara topikal. Proses pencegahan gigi berlubang dari fluoride secara topikal adalah dengan proses remineralisasi kembali dari mineral gigi yang telah larut oleh asam sebagai penyebab gigi berlubang.

Namun, sama seperti mineral lain yang juga diperlukan oleh tubuh kita, akan menjadi efektif dan bermanfaat bila dalam asupan yang cukup, dan tidak berlebihan.

oleh tubuh kita, akan menjadi efektif dan bermanfaat bila dalam asupan yang cukup, dan tidak berlebihan.

DifaOHC2015

2

Difa Oral Health Center Education Series

N0 : 04/DifaOHC/XII/2015

Sumber Fluoride

Asupan fluoride terdapat dalam air minum secara alami maupun melalui program fluoridasi melalui air mineral, dengan batas aman yang ditentukan oleh WHO (2011) dan Kementrian Kesehatan RI adalah tidak boleh lebih dari 1.5mg/l.

Selain dari air minum, asupan fluoride sendiri dapat didapat dari berbagai bahan makanan dan minuman. Menurut penelitian kadar fluoride tinggi terdapat pada teh, seafood, daging, bayam, dan gelatin. Dan sedikit pada buah citrus, sayuran, susu, dan telur. Namun kadar fluoride dari tiap bahan makanan tersebut bervariasi sesuai dengan kondisi geografis di suatu wilayah. Diperkirakan asupan fluoride secara alami tidak akan lebih dari 1mg/l, sehingga tidak memiliki efek samping terhadap kesehatan tubuh manusia.

Untuk mengetahui kadar fluoride dari berbagai makanan dapat dilihatdisini

Asupan Fluoride untuk Kesehatan

 

Jadwal Pemberian Diet Suplemen Fluoride 1994

 
 

Disetujui oleh American Dental Association, American Academy of Pediatrics, American Academy of Pediatrics Dentisty

Usia

Kadar ion fluoride dalam air minum (ppm)*

 
 

< 0.3 ppm

0.3 - 0.6 ppm

> 0.6 ppm

Lahir - 6 bulan

TAK

TAK

TAK

6

bulan - 3 tahun

0.25

mg/hari **

TDK

TAK

3

- 6 tahun

0.50

mg/hari

0.25

mg/hari

TAK

6

- 16 tahun

1.0 mg/hari

0.50

mg/hari

TAK

* 1.0 part per million (ppm) = 1 miligram/liter (mg/l) ** 2.2 mg sodium fluoride mengandung 1mg ion fluoride

DifaOHC2015

3

Difa Oral Health Center Education Series

N0 : 04/DifaOHC/XII/2015

 

Refrensi Asupan Diet Fluoride

 

Food and Nutrition Board of the Institute of Medicine 1997

Kelompok Umur

Patokan Berat

Asupan Adekuat (mg/hari)

Batas Toleransi

Badan /kg

Atas (mg/hari)

bayi 0 - 6 bulan

7

0.01

0.7

bayi 7 - 12 bulan

9

0.5

0.9

Anak 1 - 3 tahun

13

0.7

1.3

Anak 4 - 8 tahun

22

1.0

2.2

Anak 9 - 13 tahun

40

2.0

10

Laki 14 - 18 tahun

64

3.0

10

Perempuan 14 - 18 tahun

57

3.0

10

Pria > 19 tahun

76

4.0

10

Wanita > 19 tahun

61

3.0

10

Kadar Fluoride pada Produk Kebersihan dan Kesehatan Gigi dan Mulut

Untuk penggunaan fluoride pada produk kebersihan dan kesehatan gigi mulut umumnya diberikan secara topikal. Pada pasta gigi terdapat kandungan fluoride sebanyak 1000 - 1500 mg/kg. Sedangkan pada produk pencegahan gigi berlubang di dokter gigi mengandung fluoride sebanyak 400 - 60000 mg/kg didalam 10000 mg/l atau gel.

Penutup

Dalam bidang kesehatan pengetahuan mengobati penyakit merupakan hal yang penting, namun pengetahuan mencegah terjadinya penyakit juga tidak kalah pentingnya.

Mari kita penuhi asupan fluoride, baik melalui sistemik maupun topikal, agar tercipta generasi muda Indonesia yang bebas dari gigi berlubang.

DifaOHC2015

4