Anda di halaman 1dari 9

TEORI AKUNTANSI

NATURE AND SCOPE OF ACCOUNTING

KELAS M

OLEH :

1. Intan Lailatun Navila (041411331001)


2. Nanda Qorry Kirana (041411331003)
3. Ratih Koes Dwi Pramitasari (041411331006)
4. Sarah Bela Dina Hidayat (041411331019)
5. Risa Soraya Fachry (041411331025)
6. Lolita Sarah Pramesti (041411331055)

Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Airlangga Surabaya

2017
NATURE AND SCOPE OF ACCOUNTING

1. DEFINISI AKUNTANSI
Menurut AICA, akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran
dengan beberapa cara tertentu dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian
yang umumnya bersifat keuangan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya dan meringkas
dengan cara tertentu dalam ukuran fiskal, pertukarandan kesempatan yang pada umumnya
yang bersifat moneter dan dalam menguraikan hasil.
Dalam Suwardjono, jika akuntansi dipandang sebagai seni maka yang dimaksud adalah
cara menerapkannya bukan sifatnya sebagai seperangkat pengetahuan
(Suwardjono,2006,12). karena pada dasarnya pengertian seni lebih relevan pada
kemampuan manusia dalam mebuat sesuatu yang unik, yang lebih menonjolkan
kemampuan spesifik dalam menghasilkan sesuatu agar lebih bernilai.
Akuntansi juga di definisikan sebagai suatu aktivitas jasa yang adalah untuk
menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang mempunyai sifat dalam pengambilan
keputusan ekonomis dalam memberikan keputusan pilihan-pilihan yang logis diantara
berbagai tindakan alternatif
Menurut American Acounting Association (AAA), akuntansi merupakan proses
pengidentifikasian, pengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan
adanya penilaian-penilaian, keputusan yang jelas dan tegas bagi semua yang menggunakan
informasi tersebut.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah
aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-
kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam
pengambilan keputusan.

SEJARAH AKUNTANSI

Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah


perkembangan akuntansi berjalan secara menarik kalau kita lihat dari awal terjadinya
pencatatan. Dikatakan menarik karena orang pertama yang melakukan pencatatan justru
bukan dari seorang ahli akuntansi pada saat itu, melainkan dari seorang ahli matematika
yang bernama Luca Pacioli (1494) yang awal pencatatan dimulai dari adanya dua
kegiatan penting yang dilakukan oleh para bangsawan saat itu, yakni kegiatan pencatatan
penarikan pajak pendapatan sewa dan kegiatan pencatatan perjalanan perdagangan
per 1 kali jalan

Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat


sederhana
Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan
masa lahirnya double-entry book keeping.
Pada periode terakhir, pemikiran akuntansi yang bukan lagi sekedar masalah
debit kiri - kredit kanan, tetapi sudah masuk kedalam kehidupan masyarakat.
Pada perkembangan selanjutnya, adanya perkembangan teknologi menjadikan
para pengguna akuntansi untuk tidak sekedar memahami akuntansi sebagai alat
hitung menghitung dan sumber informasi dalam pengambilan keputusan, tetapi
juga sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan baik secara praktik
maupun teori.

2. BADAN BADAN OTORITAS

Badan yang memiliki otoritas untuk membuat peraturan akuntansi di Indonesia:

a. Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI).


IAI adalah organisasi pro&esi akuntan yang bebas dan tidak terikat pada perkumpulan
apapun, didirikan di Jakarta tahun 1957.

Tujuan IAI antara lain:

- Mengembangkan penelitian, pendidikan,dan pelatihan serta pemasyarakatan teori dan


praktik profesi dan jasa lain yang terkait dengan akuntansi, sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan lingkungannya
- Meningkatkan kecakapan dan tanggung jawab profesi tiap anggota.

b. Institut Akuntan Publik Indonesia.


Sebagai organisasi profesi akuntan publik yang independen dan mandiri dengan
berbadan hukum yang berdasarkan Peraturan MENKEU no. 17/PMK.01/2008
mengakui IAPI sebagai organisasi profesi akuntan publik yang berwenang
melaksanakan ujian sertifikasi akuntan publik, penyusunan dan penerbitan
standar profesional dan etika akuntan publik, serta menyelenggarakan
program pendidikan berkelanjutan bagi seluruh akuntan publik di Indonesia.
c. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
Sebuah lembaga dibawah kementrian keuangan indonesia yang bertugas membina,
mengatur dan mengawasi sehari-hari kegiatan pasar modal serta merumuskan dan
melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis dibidang lembaga keuangan.

Di dunia, ada beberapa badan yang memiliki otoritas untuk menetapkan peraturan akuntansi,
antara lain:

a. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)


AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi para akuntan
public bersertifikat yang ada di Amerika Serikat. Lembaga ini memiliki dua komite
tekhnis senior yang mempunyai peran penting, yaitu accounting standards executive
committee (AcSec) dan auditing standards committee (AuSec) yang berwenang
untuk mewakili AICPA dalam menanggapi masalah akuntansi serta
masalah pengauditan. AICPA mendirikan Accounting Principles Board (APB) dengan
tujuan untuk mengajukan rekomendasi secara tertulis mengenai prinsip akuntansi,
menentukan praktik akuntansi yang tepat dan mempersempit celah perbedaan yang ada
serta ketidak konsistenan yang terjadi dalam praktik akuntansi saat itu.

b. The American Accounting Assocition (AAA)


AAA merupakan organisasi untuk para akuntan dari bidang akademik muapun individu
yang tertarik dengan perbaikan praktik dan teori akuntansi. AAA berfungsi sebagai
suatu forum akademik yang mengungkapkan berbagai pandangan isu dan topik
akuntansi.

c. The Financial Accounting Standard Board (FASB)


FASB menggantiakan APB pada tahun 1973 sebagai badan yang bertanggung jawab
untuk menetapkan standar-standar akuntansi. FASB merupakan badan yang bersifat
otoritatif dengan tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan akuntansi
keuangan sehingga standar tersebut menaruh perhatian utama pada pencatatan
informasi tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam
laporan keuangan.

d. Securities and Exchange Commission (SEC)


SEC dibentuk oleh kongres pada tahun 1934 yang bertanggung jawab menangani
administrasi berbagai ketentuan yang meregulasi pasar saham dan menjamin laporan
serta pengungkapan yang memadai dari setiap perusahaan di Amerika.
SEC dibentuk bukan untuk mencegah terjadinya spekulasi transaksi perdagangan
saham, tetapi untuk membantu bahwa investor memiliki informasi yang memadai
mengenai perusahaan investee.

3. TEORI AKUNTANSI

Teori akuntansi adalah adalah cabang akuntansi yang terdiri dari pernyataan sistematik
tentang prinsip dan metodologi yang membedakan dengan praktik. Vernon kam (1986)
menganggap bahwa teori akuntansi adalah suatu sistem yang komprehensif dimana
termasuk postulat dan teori yang berkaitan dengannya. Dia membagi unsur teori dalam
beberapa elemen: postulat dan asumsi dasar, definisi, tujuan akuntasi, prinsip atau standar,
dan prosedur atau metode-metode.

Dari penjelasan maka teori akuntansi dapat kita rumuskan sebagai berikut, Teori
akuntansi adalah suatu konsep definisi dalil yang menyajikan secara sistematis gambaran
fenomena akuntansi yang menjelaskan hubungan antara variabel dengan variabel lainnya
dalam struktur akuntansi dengan maksud dapat menjelaskan dan meramalkan fenomena
yang mungkin muncul

Fungsi
Vernon Kam (1986) mengemukakan fungsi dari adanya teori akuntansi sebagai berikut.
Bisa meramalkan, memproyeksikan serta menemukan gejala ataupun
kejadian akuntansi yang tidak bisa diketahui dengan pasti.
Memeriksa, memverifikasi dan menyusun prinsip prinsip akuntansi
Tujuan
Adalah memberikan seperangkat prinsif yang logis, saling terkait, yang membentuk
kerangka umum, dan dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan mengembangkan
praktek akuntansi.
Teori akuntansi memiliki sifat-sifat
o Berkaitan erat dalam penyusunan sebuah kebijakan akuntansi
o Mempunyai prinsip atau metode yang logis dan berhubungan erat dalam menyusun
sebuah kerangka umum
o Sanggup memberikan penjelasan mengenai praktek akuntansi, menjelaskan serta
menjawab semua fenomena yang ada dalam penerapan sebuah metode para praktek
akuntansi
o Merangkup semua literatur akuntansi serta memberi pendekatan pendekatan yang
beda

Perumusan Teori Akuntansi

Perumusan teori akuntansi terdapat beberapa metode yang dipakai seperti pendapat
dari Belkaoui dan Godfrey seperti beriktu ini:

a. Metode Deskriptif | Pragmatic


Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah seni yang tidak bisa
dirumuskan, metode perumusan akuntansi bersifat menjelaskan atau mendeskripsikan
serta menganalisa praktek yang ada dan yang diterima saat ini
b. Metode Psychological Pragmatic
Metode ini mengamati reaksi dari pengguna laporan keuangan terhadap output
akuntansi yang telah disusun dari berbagai standar, prinsip, pedoman atau aturan. Hal
ini juga seringkali disebut sebagai behavioral accounting
c. Metode Normatif | 1950 1960
Metode ini menganggap akuntansi sebagai sebuah norma peraturan yang wajib
diikuti tanpa memperdulikan apakau dipraktekan, berlaku saat ini atau tidak
d. Metode Positive | 1970
Metode yang dimulai dari sebuah metode ilmiah yang diterima umum dan
sedang berlaku.Berdasar Teori akuntansi positif ini, dirumuskan permasalahan
penelitian untuk mengamati fenomena nyata yang tidak terdapat didalam teori.

Hingga saat ini, Indonesia masih belum berusaha untuk merumuskan sebuah teori atau
standar akuntansi sendiri. Indonesia masih mengadopsi teori akuntansi yang berkiblat ke
Amerika yang berasal dari International Accounting Standard Committee (IASC) sebagai dasar
acuan dalam pengembangan ilmu akuntansi di Indonesia. Indonesia masih setia mengadopsi
pedoman dari IASC dengan beberapa perubahan minor tentang Standar Akuntansi Keuangan
ataupun pernyataan Standar Pemeriksaan. Upaya terbaru adalah perumusan prinsip akuntansi
Indonesia oleh Profesi Akuntansi walaupun masih belum menyentuh dasar dasar teori
akuntansi.
Standar Akuntansi yang berlaku di Indonesia saat ini masih belum mempergunakan secara
penuh Standar Akuntansi Internasional atau IFRS (International Financial Reporting Standard).
Indonesia masih setia menggunakan standar yang digunakan oleh United Stated Generally
Accepted Accounting Standard (US GAAP), tetapi terdapat beberapa bagian yang telah
mengadopsi standard IFRS yang sifatnya hanya harmonisasi sebagian. Harmonisasi standart
IFRS ini bertujuan supaya akuntansi indonesia bisa menghasilkan informasi keuangan yang
bisa dibandingkan dengan yang lain, mempermudah dalam menganalisis kompetisi ataupun
hubungan baik dengan supplier, investor, kreditor dan pelanggan

4. TUJUAN AKUNTANSI

Tujuan utama akuntansi adalah untuk memberikan informasi kepada pengguna yang
berbeda. Para pengguna memanfaatkan informasi dalam membuat keputusan ekonomi. Ini
benar-benar dapat digambarkan dari beberapa definisi yang dibuat oleh badan akuntansi.

Menurut AICPA atau America Institute Public Accountant:

Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan informasi


kuantitatif, terutama keuangan di alam, tentang entitas ekonomi yang dimaksudkan
untuk berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi, dalam membuat pilihan
beralasan antara program alternatif tindakan.

Berdasarkan American Accounting Association (AAA) definisi akuntansi adalah:

Akuntansi adalah proses identifikasi, pengukuran dan mengkomunikasikan informasi


ekonomi untuk memungkinkan penilaian informasi dan keputusan oleh pengguna
informasi.

Kedua definisi di atas dan sifat akuntansi menyarankan tujuan dasar untuk
memberikan informasitentang posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu
perusahaan yang dibutuhkan oleh pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi.

5. EFICIENT MARKET HYPHOTESIS

Efficient Market Hyphothesis Theory

Teori eficiency market pertama kali ditemukan dalam penelitian yang dilakukan oleh
Bachelier pada tahun 1900 yang ingin mengetahui apakah harga saham berfluktuasi secara
acak atau tidak. Pada tahun 1905 Pearson memperkenalkan pola random-walk, namun pada
saat itu dikenal sebagai konsep drunkard walk. Sayangnya, penelitian Bachelier dan konsep
drunkard walk milik Pearson diabaikan dan tidak ada studi lebih lanjut sampai tahun 1930-an.
Pada tahun 1953, Kendall pertama kalinya menggunakan dan memperkenalkan istilah random-
walk dalam literatur keuangan (Yalcin,2010). Fama kemudian membahas beberapa bukti
empiris yang mendukung teori random-walk dalam disertasi doktornya dan mempelopori
munculnya teori EMH (Efficiency Market Hypotesis) pada tahun 1970. Teori EMH yang
diperkenalkan Fama menjadi teori yang cukup populer dan banyak dijadikan sebagai dasar
dalam berbagai penelitian mengenai anomali pasar belakangan ini.

Ada tiga bentuk hipotesa dari teori Pasar yang Efisien (Efficient Market Hypothesis
Theory), teori ini sangat berhubungan erat dengan ketersedian informasi di Pasar Modal dan
hubungannya terhadap Kondisi harga-harga saham di Pasar Modal. Bentuk-bentuk tersebut
antara lain adalah:

1. Bentuk lemah (Weak Form): mengasumsikan bahwa semua harga-harga saham


mencerminkan seluruh informasi pasar yang tersedia (historis), sehingga informasi
harga dan volume perdagangan masa lalu tidak memiliki hubungan dengan arah
pergerakan harga-harga pada masa mendatang. Kesimpulannya adalah bahwa investor
tidak dapat mengandalkan analisa teknikal di dalam menghasilkan keuntungan di atas
normal.
2. Bentuk semi-kuat (Semi-strong Form): mengasumsikan bahwa semua harga-harga
saham mencerminkan seluruh informasi public non pasar. Harga-harga akan segera
menyesuaikan diri terhadap semua informasi public yang baru saja diinformasikan.
Misalnya: penelitian mengenai saham baru, pengumuman laba dan dividen, perkiraan
laba perusahaan, perubahan praktek akuntansi, merger, pemecahaan saham (stock split),
atau aksi korporasi (corporate action) lainnya. Kesimpulannya adalah bahwa investor
tidak dapat menggunakan analisa fundamental di dalam menghasilkan keuntungan di
atas normal.
3. Bentuk Kuat (Strong Form): mengasumsikan bahwa semua harga-harga saham
mencerminkan seluruh informasi pasar, public, dan sumber-sumber dari dalam
perusahaan (pribadi/private/inside) yang tersedia bagi umum. Informasi tersebut
mencakup juga informasi yang dapat diperoleh dari hasil analisa fundamental.
Kesimpulannya adalah: tidak ada kelompok yang memonopoli akses informasi yang
berhubungan dengan harga-harga saham sehingga memperoleh laba di atas normal
dengan memanfaatkan informasi dari orang-dalam (inside information). Pasar modal
akan menjadi sempurna dimana semua informasi bebas biaya dan tersedia bagi siapa
saja pada waktu yang bersamaan.

Implikasi dari teori Pasar yang Efisien (Efficient Market Hypothesis Theory) terhadap
manajemen keuangan adalah bahwa perusahaan akan semaksimal mungkin mengusahakan
peningkatan kinerja keuangan perusahaan lebih baik dari tahun ke tahunnya misalnya saja
dengan melakukan aksi korporasi misalnya menerbitkan saham baru, mengumumkan kenaikan
laba dan dividen, merger, pemecahaan saham (stock split), atau aksi korporasi lainnya. Dengan
adanya teori Pasar yang Efisien maka para analis atau pimpinan perusahaan berusaha keras
untuk memaksimalisasikan kerja untuk memberikan kinerja yang terbaik bagi perusahaan.
Yang juga kemudian akan berdampak positif bagi posisi perusahaan di pasar modal