Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

CHRONIC KIDNEY DISFAILURE (CKD)

Topik Penyuluhan : CKD (Chronic Kidney Disfailure/Gagal Ginjal Kronik)

Hari/ Tanggal Penyuluhan :

Tempat Penyuluhan : Ruang HDU RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan

Lama Penyuluhan : 20 Menit

A. Tujuan Instruktional Umum

Klien dan keluarga mampu memahami tentang penyakit gagal ginjal kronik (CKD).

B. Tujuan Instruktional Khusus :

1. Klien dan Keluarga mengetahui definisi penyakit GGK.

2. Klien dan Keluarga mengetahui gejala GGK.

3. Klien dan Keluarga mengetahui etiologi GGK.

4. Klien dan Keluarga mengetahui faktor resiko GGK.

5. Klien dan keluarga mengetahui upaya pencegahanpenyakit Gagal Ginjal Kronik

C. Sasaran

Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan khususnya kepada klien dan keluarga klien

diruangan HDU RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan

D. Materi (terlampir)

1. Definisi penyakit GGK.

2. Gejala GGK.
3. Etiologi GGK.

4. Faktor resiko GGK

5. Upaya pencegahan penyakit gagal ginjal kronik.

E. Metode

1. Ceramah dan tanya jawab

2. Leaflet.

F. Kegiatan Penyuluhan

NO. WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA

1 5 menit Pembukaan :

1. Mengucapkan salam. Menjawab salam

2. Menjelaskan nama dan Mendengarkan

akademi Mendengarkan

3. Menjelaskan tujuan

penyuluhan

4. Menyebutkan materi yang

diberikan.

5. Menanyakan kesiapan

peserta

2. 7 menit Pelaksanaan :

Penyampaian materi
1. Pengertian GGK. Mendengarkan

2. Gejala GGK.

3. Etiologi GGK.

4. Faktor Resiko GGK.

5. Upaya pencegahan penyakit

GGK.

Tanya jawab:

Memberikan kesempatan kepada Bertanya

peserta untuk bertanya

3. 5 menit Evaluasi:

1. Menanyakan kembali hal-hal Menjawab

yang sudah dijelaskan Menjelaskan

mengenai CKD Memperhatikan

2. Meminta CI dan CT untuk

memberikan masukan dan saran

pada penyuluhan yang sudah

dilakukan

4. 3 menit Penutup :

1. Menutup pertemuan dengan Mendengarkan

menyimpulkan materi yang Menjawab salam

telah dibahas.

2. Memberikan salam penutup

G. Evaluasi Hasil

1. Klien dan keluarga mampu menjelaskan kembali tentang definisi penyakit GGK.
2. Klien dan Keluarga mampu menjelaskan kembali gejala GGK.

3. Klien dan Keluarga mampu menjelaskan kembali etiologi GGK.

4. Klien dan Keluarga mampu menjelaskan kembali faktor resiko GGK

5. Klien dan keluarga mampu menjelaskan kembali upaya pencegahan penyakit gagal

ginjal kronik.
MATERI

A. Definisi Gagal Ginjal Kronis

Gagal ginjal kronis atau penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal

yang progresif dan irreversible dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan

metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit,menyebabkan uremia (retensi urea dan

sampah nitrogen lain dalam darah). (Brunner & Suddarth, 2001).

B. Gejala Gagal Ginjal Kronis

Gejala Umum:

1. Rasa Lelah

2. Muntah

3. Nafsu Makan Hilang

4. Sesak napas

5. Berat Badan Turun

6. Kejang

7. Kulit Kering/Gatal

8. Penurunan kesadaran

9. Sulit Tidur

10. Bengkak / Edema

11. Mual-mual

Gejala Khusus:

1. Peningkatan kadar ureum dari normal (5 mg/dl 25 mg/dl)

2. Peningkatan kadar keratinin dari normal (0,5 mg/dl 1,5 mg/dl)

3. Terdapat massa, tumor, dan pembesaran ginjal di lihat dari hasil USG.
4. Terdapat aritmia, perikarditis, atau pembesaran ventrikel kiri dilihat dari hasil EKG.

C. Etiologi GGK

1. Pielonefritis (infeksi bakteri pada ginjal)

2. Diabetes mellitus

3. Hipertensi yang tidak terkontrol

4. Obstruksi saluran kemih dan penyakit ginjal polikistik

5. Gangguan vaskuler

6. Agen toksik (timah, kadmium, dan merkuri)

D. Faktor Resiko CKD

1. Diabetes

2. Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Tekanan darah tinggi yang berkelanjutan dapat merusak atau mengganggu pembuluh

darah halus dalam ginjal yang lama kelamaan dapat mengganggu kemampuan ginjal

untuk menyaring darah.

3. Mengkonsumsi obat pereda rasa nyeri.

Mengkonsumsi obat-obatan pereda rasa nyeri yang secara berlebihan maupun dalam

jangka waktu panjang dapat menyebabkan timbulnya nefritis intersitialis, yaitu

peradangan ginjal yang dapat mengarah pada gagal ginjal.

4. Penyalahgunaan obat-obatan/zat tertentu

Pemakaian obat-obatan terlarang, seperti heroin atau kokain, dapat menyebabkan

kerusakan fungsi ginjal yang dapat mengarah pada gagal ginjal.

5. Radang

6. Gaya hidup, misalnya: konsumsi minuman berpengawet, mengkonsumsi makanan

yang mengandung MSG.


7. Metastase kangker organ terdekat ginjal.

E. Upaya Pencegahan Penyakit Gagal Ginjal Kronik

1. Primer : Mencegah sebelum penyakit timbul dengan memelihara ginjal

Minum cukup : urin 1.5 - 2 L/hari.

Hindari obat yang merusak ginjal (nasihat dokter).

Kenali faktor risiko penyakit ginjal : Hipertensi, DM, Infeksi, dan lainnya.

Kenali gejala dini penyakit ginjal.

Segera konsultasi dengan dokter.

2. Sekunder :

Diagnosis dini dan pengobatan cepat

Bila ada gejala dini penyakit ginjal

Perubahan urin: merah, keruh, berbusa

Bila ada factor risiko : check up

Tekanan darah, pemeriksaan urin, kreatinin

Bila ditemukan kelainan : Berobat teratur

F. Penatalaksanaan

Penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan CKD dibagi tiga yaitu :

1. Konservatif

a. Dilakukan pemeriksaan lab.darah dan urin

b. Observasi keseimbangan cairan

c. Observasi adanya odema

d. Batasi cairan yang masuk

2. Dialysis
a. Peritoneal dialysis, biasanya dilakukan pada kasus kasus emergency.

b. Sedangkan dialysis yang bisa dilakukan dimana saja yang tidak bersifat akut adalah

CAPD (Continues Ambulatori Peritonial Dialysis).

3. Hemodialisis

Yaitu dialisis yang dilakukan melalui tindakan infasif di vena dengan menggunakan

mesin. Pada awalnya hemodiliasis dilakukan melalui daerah femoralis namun untuk

mempermudah maka dilakukan :

a. AV fistule : menggabungkan vena dan arteri

b.Double lumen : langsung pada daerah jantung ( vaskularisasi ke jantung )

c. Operasi

4. Pengambilan batu

5. transplantasi ginjal

http://meqelicious.blogspot.co.id/2013/11/sap-chronic-kidney-disfailure.html