Anda di halaman 1dari 62

Fluida mampu mampat

28 November 2016
Outline
Tinjauan termodinamik
Bilangan March
Aliran stedi pada adiabatik dan isentropik
Aliran isentropik dan perubahan luas
Fluida mampu mampat (Compressible), yaitu :
fluida yang apabila diberi gaya tekanan, maka
volume dan suhunya akanmengalami
perubahan.Contoh : Gas
Aliran Kompresibel

Kecepatan Suara
Parameter untuk mengkarakteristikkan aliran kompresible
adalah ANGKA MACH M.
ANGKA MACH : perbandingan kecepatan aliran lokal (V)
dengan kecepatan suara lokal (c) atau M = V/c.
dengan :

c k .R.T
Aliran Kompresibel
ANGKA MACH :
M < 0.3 : KOMPRESIBEL
M<1 : SUBSONIK
M>1 : SUPERSONIK
0.9 < M < 1.1 : TRANSONIK
M5 : HYPERSONIK
Aliran Kompresibel
Contoh :

P1 = 350 kPa (abs) P02 = 385 kPa (abs)


T1 = 60oC FLOW T02 = 350oK
V1 = 183 m/sec M2 = 1.3

1 2

Hitung : M1, P01, T01, P2 dan T2


Aliran Kompresibel
V1
M1
c1

c1 k .R.T 1.4 287 kg.K
N.m
273 60 K N.sec
kg.m
2
366 sec
m

183
M1 0 .5
366
k
P01 k 1 2

k 1

M 1 1 0.2 0.5
2 3. 5
1 1.186
P1 2
P1 1.186 350 kPa 415 kPa
T01 k 1 2
1 M 1 1.05
T1 2
T1 1.05 333 K 350o K
Aliran Kompresibel
k

M 1 0.2 1.3
P k 1 k 1
2 3.5
1 02 2
2 2.77
P 2 2
385 kPa
This image cannot currently be display ed.

P2 139 kPa (absolut)


2.77
T02 k 1 2
1 M 2 1.338
T2 2
350o K
T2 262o K
1.338
8. ALIRAN FLUIDA KOMPRESIBEL (GAS) (MELALUI PIPA)

8.1 Ideal gas / Perfect gas dan sifat - sifat nya.

Hukum-hukum
Gas
Boyle : pV = C
Charles : V/T = C
Avogadro : pada PT } sama Vsama jumlah molekul sama

vol1 mol. Weight gas 1 = vol1 mol weight gas 2


2.73 x 1026 molekul / lb.mole pada 60o F ; 14,7 psia
6.02 x 1023 molekul / gm.mole
Vol1 lb.mole = 379.4 cuft
Dari ke 3 hukum tersebut didapat :

pV
C (equation of state)
T
p V pV
1 1 2 2 !
T1 T2
pVm
R VM vol gas untuk 1 mole weight
T
pVm RT
untuk n moles gas pV nRT universal gas constan

Suatu kg mol gas = bilangan dalam kg masa gas yang besarnya sama
dengan berat molekulnya (M).

O2 M = 32 1 kg.mole O2 = 32 kg
N2 M = 28 1 kg.mole N2 = 28 kg
C3 M = 44 1 kg.mole C3 = 44 kg pM

n = m/M pV = m/M RT pV = m(R/M)T gas constant RT
P = p R/M T Gas density
pV = nRT P = 14.7 psia
R = pV V = 379.4 cuft
nt N = 1 lb. mole
T = 60 + 460 = 520o R

R = 10.73 psia cuft/lb. mole o R ( FPS)


Gas Constant = R/M psia.cuft/lb. oR
R = 8312 N.M / kg.mole. oK (SI)
(Pa m3 / kg.mole. oK) (lihat tabel)

Campuran Gas Ideal :

pt nt ni
Dalton : yi pt yi
p ni n
patial press

Vi ni n
Amagat : i yi Vi yi V
V ni n

partial vol mole frac Total vol


UNIVERSAL GAS CONSTANT

8312 N.m/kg-mole.oK
Pa.m3/kg-mole.oK
0.08206 atm.l/g-mole.oK
82.06 atm.cc/g-mole.oK
1.987 cal/g-mole..oK
10.73 psia.cuft/lb-mole.oR
47.709 lb.ft/slug-mole.oR
1545 lb.ft/lbm-mole, oR
0.730 atm.cuft/lb-mole, oR
0.001049 kwh/lb-mole, oR
0.00078 hp.hr/lb-mole, oR
1.3145 atm.cuft/lb-mole,oK
oR = 5/9 oK
62.37 mm.Hg.l/g-mole,oK
oC = 5/9 (oF 32)
21.85 in.Hg.Cuft/lb-mole, oR
1.314 atm.Cuft/lb-mole. oK m/K = 1.823 ft/R
Berat Molekul (Apparent Molecular Weight

M = Xi Mi
Contoh:
Component Xi Mi XiMi
methane C1 = CH4 0.85 16.0 13.60
Ethane C2 = C2H6 0.09 30.1 2.71
Propane C3 = C3H8 0.04 44.1 1.76
Normmal-butane n-C4 0.02 58.1 1.16
1.00 19.23 = M

Specific Grafity : pM g
g M Mg
SG RT g
udara pM u M u 28 .96
RT
M
SG
29
19.23
Contoh diatas SG 0 .66
29
8.2 Real Gas

pV = Zn RT

correction factor Z = compressibility factor !


pVM = ZRT , pV = Z m/M RT = pM/ZRT

Z = f (p1T) = f (pc , Tc) = f (pR , TR) PR = pseudo reduced


= f (pPR , TPR) (untuk campuran gas)
PR = P/pc ; TR = T/Tc ; pPR = P/Ppc ; TPR = T/Tpc
Sifat-sifat gas ideal
Ideal Gas Law
P=14.7 Psia = 101.325 kPa (SPE uses 100 kPa)
T=60 0F=520 0F=288.72 0K (SPE uses 288 0K)
Pada kondisi di atas di sebut gas ideal dan setiap kondisi gas
dikondisikan mendekati suhu dan tekanan tersebut.
Pada tekanan rendah, gas mengikuti persamaan Gas Ideal:

PV = nRT
Dimana:
R = Universal gas constant , 10,732 psia cuft/lb-mole oR
n = number of moles of the gas = m/M
m = mass of gas; lb
M = Molecular weight of gas lbm/lb-mol
Standard conditions are generally defined as 14.7 psia and 60oF.
1 mole of any ideal gas at standard conditions occupies a volume of 379 Cu. ft. or 22.4 litres
Gas Ideal

Persamaan gas ideal diturunkan oleh


kombinasi Charles law dan Boyles law
Sifat-sifat gas nyata

Persamaan gas ideal umumnya hanya berlaku untuk gas yang mendekati
kondisi atmosfir.
Gas di reservoir terdiri dari berbagai macam komposisi gas dan tekanan serta
temperatur tinggi; sehingga persamaan gas ideal tidak berlaku lagi.
Persamaan gas nyata merupakan koreksi terhadap persamaan gas ideal

PV = z n RT.

Dimana
Sifat fisik gas
Gas alam merupakan campuran gas dimana unsur utamanya adalah
metana; terdiri dari gas hidrokarbon dan impurities.
Impurities adalah gas yang bukan hidrokarbon seperti : CO2, H2S, N2
dsb
Sifat fisik gas alam antara lain adalah:
- Berat Molekul
- Densitas
- Specific Gravity
- Faktor Deviasi gas
- Viscositas Gas
- Compressibilitas gas
- Gas Formation Volume Factor dan Expansion Factor
- Water Vapor Content
- Two phase System
- API Gravity
- Gas Gravity
- Z factor
Berat Molekul gas

Berat Molekul gas dapat ditentukan berdasarkan persamaan:

Ma = Berat molekul gas campuran


Yi = Fraksi mol gas i
Mi = Berat molekul gas i

Contoh:

Berat molekul gas diatas adalah 17.083 lbm/lb-mol.


Densitas dan Specific Gravity Gas
Berdasarkan persamaan gas nyata :
PV = n Z RT ; dimana
n = m/M

Jadi PV = m ZRT/M
Sedangkan densitas adalah m/V; sehingga dari persamaan diatas :
Faktor Deviasi Gas, Z

Pengukuran Z
1. Di laboratorium
2. Grafik korelasi dan persamaan
Pengukuran Z di laboratorium
Penentuan Z berdasarkan Grafik Korelasi /
Persamaan

Penentuan Z berdasarkan Grafik Korelasi / Persamaan memerlukan faktor


pseudo reduced pressure (Ppr) dan pseudo reduced temperature (Tpr) .

Ppr dan Tpr didefinisikan sebagai:

Sedang Tpc dan Ppc didefinisikan sebagai:


Apabila komposisi gas tidak diketahui, Tpc dan Ppc
dapat ditentukan dari grafik dibawah ini:
Apabila kadar impurities > 5 %
Contoh
SOAL : GAS : M = 44
p = 0.9 MPa
T = 20o C
Hitujng :

Jawab :
pM
; p 0.9 M Pa 0.9 x 10 6 Pa
RT
N
0.9 x 10 6 2
m
N.m
R 8312
kg.mole. o K
T 20 273 K 293 o K
o

0 . 9 x 10 6 N 44 kg

M2 kg .mole

813 N .m
kg .mole o K 293 0 K
16 . 26 kg/m 3
Subscript :
R : reduced ; c critical / (untuk single component)
PR pseudo reduced ; pc pseudo critical (untuk
multi component = campuran gas)

Untuk campuran gas (gas alam), z dicari dari chart / diagram

Pc Untuk tiap komponen dicari dari Tabel


Tc

Tpc = Xi Tci ppc = Xipci


Contoh :

Comp. Xi Tci (o R) Xi Tci Pci (psia) Xi pc

Methane C1 0.85 343.1 291.6 667.8 567.6


Ethane C2 0.09 549.8 49.5 707.8 63.7
Propane C3 0.04 565.7 26.6 616.3 24.7
Normal butane n.C4 0.02 765.3 15.3 550.7 11.0
1.00 Tpc = 383.0 o R Ppc = 667.0 psia

Bila suatu gas alam tidak diketahui komposisinya, namun diktahui SG


atau M, maka Tpc f pp dapat dicari dari chart.
Contoh : Gas tersebut diatas, SG = 0.66 (contoh terdahulu)
Dari chart Tpc = 377 oR
(Miscellaneous gases ppc = 669 psia
Compressibility Facto = (Z) dan Tpc & ppc yang didapat dari chart-chart
diatas berlaku dengan asumsi bahwa campuran gas (natural gas) tidak
mengandung komponen non-hidrkarbon (CO2, N2, H2S) atau diabaikan.
Bila kandungan gas tersebut tidak diabaikan, maka hasilnya perlu
dikoreksi.
X M
1/ 2

Viskositas : Herning & Zippere : i i 1i/ 2


Xi Mi
I Xi Mi 1/2
Contoh : Comp. Xi Mi Mi 1/2 Xi Mi 1/2 i

C1 0.25 16.04 4.00 3.40 0.0130 0.0442

C2 0.09 30.07 5.48 0.493 0.0112 0.0055

C3 0.04 44.09 6.64 0.266 0.0098 0.0026

N-C4 0.02 58.12 7.62 0.152 0.0091 0.0014

Total 1.00 4.311 0.0537

Xi Mi = i Xi Mi ^1/2=

Dari chart pd 200 o F & 1 atm


= 0.0537/4.311 = 0.0125 cp.

Asumsi bahwa natural gas tidak mengandung CO2, H2S, N2 atau


diabaikan. Bila tidak diabaikan, perlu koreksi.
pada p & T tertentu terdapat chart : viscosity ratio (/i) = f ( ppR.TpR)
/I > 1
Tinjauan Termodinamika
Local Standar Isentropic
8.3 Proses Isotermal & adiabatis

Kompresi dan ekspansi gas berlangsung sesuai dengan hukum-


hukum termodinamika yang biasa terjadi dalam praktek sebagai
berikut :

a). Proses isotermal (Isothermal process) :

Gas dalam keadaan statistik ataupun mengalir pada suhu tetap


maka prosesnya disebut isotermal. Dalam proses isotermal energi
panas diubah untuk menjaga agar suhu tetap.
p
T Cons tan t; pv C C

1
(Boyle) (V )

V - specific volume
b). Proses adiabatis (adiabatic process) :

Bila tidak ada panas yang diperlukan (no head transfer take place),
maka prosesnya disebut adiabatis.
Gas mengikuti hukum adiabatis :
pVK = C p/K = C
dimana K = konstanta adiabatis (adiabatic constant)
K = Cp/CV ; Cp = specific head gas pada p = C
CV = specific head gas pada V = C
= specific ratio
Cp ; CV Kcal/kg.oK ; BTU/S/09.oR dsb.

k 1
Cp R ; C V R ; R gas constant
k 1 k 1
Nilai k : diatomic gases (udara, N2, O2, H2) = k 1.40
Pada 20oC CO2 k = 1.28 ; CH4 k = 1.31 ; He k = 1.66
1 kcal = 4184 j ; 1BTU = 778 lbs.ft ; j = N.m

c). Proses politropik (Polytropic process) :

Bila mengikuti hukum : pvn = constant


n = polytropic constant
Jadi : isothermal, adiabatik : special cases dari proses politropik
N = isotermik
N = 1.40 adiabatik

Perubahan suhu dalam proses adiabatik :

p1V1 RT1 k 1 k 1 k 1
T2 p2 k 2 k 2 k
Dari: p2V2 RT2 didapat:
k
T1 p1 1 1
p1V1 p2V2
Soal Silinder berisi udara :

1. V = 10 m3
p = 3 kg/cm3 (abs)
T = 50 oC
k = 1.40
Dikompresi sehingga V = 2 m3
Hitung p dan T akhir !

2. Silinder berisi helium sebanyak 2 kg, p = 0.14 MPa (abs),


T = 5 oC, dikompresi secara isentropik (= frictionless
adiabatic process) sampai 0.3 MPa (abs) T akhir ? dan Kerja
yang dibutuhkan !
Jawab :

Soal 1 :
1 . 40 1 . 40
p 1 V1 p 2 V2
3 x 10 p 2 2
1 .4 1 .4

p 2 28 . 4 kg/cm 2
(abs)
k 1 1 .4 1
T2 p2 28 . 4
k
9 . 47
1 .4
0 . 285
1 .9
T1 p1 3
T 2 1 . 9 273 50 615 o k 342 o C

Soal2 :
k 1 1.4 1
p2 k
0.3
273 5
1.4
T2 T1
p1 0.14
345.6o k 72.6o C
Dari azas konservasi energy, maka kerja (work) yang
dilakukan pada gas = kenaikannya dalam internal energy.
Pada proses isentripik (friction less adiabatic process + no
heat transfer);
Kerja / kg = Cv(helium) = 0.753 kcal/kg oK
Kerja = (2 kg)(0.753 kcal/kg. oK)(345.6 - 278 oK) = 101.8 kcal
8.4. Hubungan Tekanan (p) dengan Ketinggian (Z)
Dari bab 2 (fluid static) kita tahu dp = dZ
Untuk fluida kompresibel (atau ) tidak konstant, maka
persamaan teresbut tidak berlaku.
Hubungan p dengan Z untuk fluida kompresibel, sebagai berikut :

a). Proses adiabatik :


1
p1 p 2 p p k
cons tan t 1 masukkan dalam dp - dz
1k ak p1
1 1 1
p k pk 1 k
dp - 1dz dz 1 dp
p1 1 p
1 1
p k p2 1 k
Integrasi : dz p1 p dp
z2 1
z1
1
k 1

k p1 p 2 k
z 2 z 1 1 atau
k 1 1 p 1

k 1

k p k
z 2 z 1 RT1 1
2
k 1 p1

Persamaan ini menyatakan hubungan p & z dalam
fluida kompresibel dalam kondisi adiabatik !

b). Proses Isotermik :

p1 p
C p 1 p1
1 dp 1 dz dz dp
p 1 p
dp dz 1

z2 p2 1 p1
Integrasi : dz dp
z1 p1 1 p

z 2 z 1 1
p1
p 2 p 1e
atau
z 2 z 1
RT 1
p 2 p 1e
Persamaan ini dapat menentukan perubahan p di atmosfer.
Ternyata kondisi isotermal terjadi dekat permukaan bumi !.
Persamaan tersebut juga barometric height relationship
Tentu saja persamaan tersebut diatas untuk kondisi fluid static !

Soal :
1). Hitung tekanan barometrik pada ketinggian 1500 m, jika tekanan
pada permukaan laut = 1.03 kg/cm2
Asumsi kondisi isotermal pada 20o C dan R = 29.57 kg.m/kg oK

2). Dengan asumsi kondisi isotermal yang terjadi di atmosfer, hitung


tekanan dan density pada elevasi 2000 m, jika pada permukaan
laut p = 105 Pa (abs) dan = 1.24 kg/m3.
Jawab :
Soal 1 :
z z1
p 2 p 1 Exp 2
RT 1

p 2 1 . 03 kg / cm 2
Exp 29 . 57 kg . m /1500
kg . o
0 m
K 20 273 o


K

1.03kg/cm e 0 . 173 1 . 03 x 0.842 kg/cm 2

0.865 kg/cm 2

Soal 2 :
1 1g
p 2 p 1 Exp z 2 z 1 p 1 Exp
z 2 z 1

p1 p1

p

10 N / m Exp
5 2 2000 m 9 . 81m / S 2 1 . 24 kg / m 3

2
10 5 N / m 2

p 2 78 . 4 kp a abs
p p1 p p p
2
2
1
2 1
2
2 1 2 1 p 1

1 . 24 kg / m 100000
78400 pa
2
3

pa
2 0 . 972 kg / m 3
8.5. Persamaan Bernoulli untuk fluida Kompresibel

persamaanenergy:
dp
vdv gdx df 0

Untuk aliran fluida kompresibel dalamkondisi
ideal(isentripik frictionless adiabatic), maka
gdx dan df diabaikan:
dp dp vdv
vdv 0 0
g

Pendeka tan lain dari persamaan Bernoulli untuk aliran fluida inkompresible :
p V2
Z C, Z diabaikan untuk gas tetapi internal energy (I enegri dalam harus dimasukkan)
2g
p V2
I C - - - - (a)

2g

V2
Enthalphy(E) E C
2g
p p
untuk gas ideal : I C V T dan RT (bisa juga RT !)



C V R T E C p T

Cp
V2
CpT Cons tan t
2g
Persamaan (8) dalam bentuk diferensial :

1 dp VdV
dI pd 0
g

0 untuk proses isentropik (dari termodinamika)


dp VdV
0
g
persamaan Bernaoulli untuk aliran fluida kompresibel persamaan Euler untuk fluida kompresibel
Persamaan tersebut dapat diintegrasikan jika jenis ekspansi dan kompresi diketahui :

a ). Proses Isotermal :
p p1
p 1
1 p1
Masuk kan ke persamaan Bernoulli :
dp VdV dp p 1 VdV
0 0
1 g p 1 g atau bentuk lain :
p
p1 V12 p1 V22 p 2
p1 dp V2 VdV n p 1 np2
2g 1 2g 2
p2
p1 1 p V1 g 0
Integrasi :

p p V 2 V12
1 n 2 2 0 ; n log e 2.3 log 10
1 p
1 2 g
b). Proses adiabatik :
1
p p1 p k dp VdV
1 0
k 1k p1
1
g
p k
1
p1
Bila diintegrasikan, maka hasil akhir :
k 1

V V
2 2
k p 1 p2 k
2
1
1-
2g k 1 1 p1

Atau bentuk lain :
k 1

V V
2 2
k p 2 p1 k 1
2
1

2g k 1 2 p 2

V12 k p1 V22 k p2

2g k 1 1 2g k 1 2
p
dapat juga diganti dengan RT

Soal :
Gas mengalir dari pipa D1 = 10 cm ke pipa D2 = 5 cm. Jika tekanan turun
dari p1 = 6.0 kg/cm2 (abs) ke p2 = 4.50 kg/cm2 (abs) dan t = 10 o C ;
R = 29.5 kg.m/kg. oK
Hitung :
a). V2 , jika proses isotermal
b). V2 , jika kompresi adalah adiabatik ; k = 1.40
Jawab Soal :

p1 p 2 V22 V12
a // . n 0
1 p1 2g


p1
n
p 2 V22
1
V1
2

0
1 p 1 2 g V22

V1 2 A 2
Dari persamaan kontinuita s : 1 A 1 V1 2 A 2 V2 mass flow rate
V2 1 V1

p 2 V22 2 A 2
2
p1 p
n 1 - 0 Kita ketahui 1 RT 1
1 p 1 2 g 1 V1 1

p 2 V22 2 A 2
2

RT1 n 1 - 0
p 1 2 g 1 V1

4.5 V22 1 22
29 .5 x 283 n 1 - . 20
6.0 2 g 16 1
Untuk proses isotermal :
2 2 2
p1 p 2 p1 p2 2 p 2 4.5 9

1 2 1 2
1 1 p 6 .0 16
V22 1 9
29.5 x 283 x - 0.2877 1 - .
19.62 16 16
V22 x 247
- 2401.7 0
19.62 x 256
V22 4.88 x 10 4
V2 221 m/sec
b // Kondisi adiabatik (?)
Jawab : V2 219.8 m/sec
k 1

V V 2 2
k p1 p 2 k

b ). 2 1
1
2g k 1
1 p1

RT 1


V 2
V
2
V
2 A
1 1
2
2
1 2 2
2g V2 2 g A
1 1

1
p2 k

p
1
2
2
k 1

V A2 p2 k
2
k p k
2
1 RT 1 1 2
2g A 1 p 1 k 1 p1

2 2
0 .4

V2 1 4.5 1 .4 1 . 4 4.5 1 .4
1 x x 29.5 x 283 1 -
19.62 16 6.0 0 .4 6.0

V 2 219 . 8 m/sec
1. Berapakah kecepatan suara pada a. Logam P=200
GN/m2. b. air 20oC c. air laut 20oC dan d. udara pada
keadaan standar.
2. Buatlah grafik persamaan garis pada a.volume konstan
dan b. Tekanan konstan.(hubungan entropi dan
temperatur).
3. Udara mengalir pada duct/saluran panjang dengan
luasan tetap sebesar 0,15 kg/s. Bagian pendek pada
terowongandidinginkan dengan nitrogen dingin
mengelilingi terowongan. Kecepatan kehilangan panas
15 kJ/s dari udara. Tekanan absolut 188 kPa, temperatur
440K dan kecepatan pendingin masuk 210 m/s pada
area keluaran. Tekanan absolut 213 kPa dan temperatur
351 K. Hitung luas area, perubahan entalphi, internal
energi dan entropi.(Cp=1kJ/kg K dan CV=0,717 kJ/kgK)
4. Argon mengalir pada pipa dengan kondisi
awal P1=1,7 Mpa 1=18 kg/m3 dan keadaan 2
adalah P2=248 kPa T2=400 K. Hitung:
a.Temperatur awal, b. Densitas akhir
c. perubahan entalphi dan d. perubahan
entropi.
5. Hitung kecepatan suara dari karbon
monoksida pada tekanan 200 kPa dan 300 oC
dalam m/s.
6. Suatu gas non ideal dengan tekanan sebesar 2000 psia dan temperature sebesar
6000F dengan mole gas sebesar 1,25 lb.mole. Berapa faktor kompresibilitas.

Komponen Xi Tcr (OF) Pcr (psia)

N2 0,035 227 493

CO2 0,0130 548 1071

H2S 0,0000 672 1306

CH4 0,8470 343 668

C2H6 0,0586 550 708

C3H8 0,0220 666 616

i-C4H10 0,0035 735 529

n-C4H10 0,0058 765 551

i-C5H12 0,0027 829 490

n-C5H12 0,0025 845 489

n-C6H14 0,0028 913 437

n-C7H16 0,0028 972 397

n-C8H18 0,0015 1024 361

n-C9H20 0,0018 1070 332

n-C10H22 0,0015 1112 304