Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK PENGUKURAN

HUKUM KIRCHOFF

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Pengukuran


Semester Genap Tahun Akademik 2017/2018
Dosen Pembina:
Muhammad Fahmi Hakim, ST.,MT.

Oleh :
Wulandari Kurnia Annisa 1631120127
DIII TEKNIK LISTRIK 1F

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK
MALANG
MEI 2017
HUKUM KIRCHOFF

A. Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini, anda diharapkan dapat :
1. Membuktikan kebenaran dari Hukum Kirchoff tentang arus (KCL)
pada rangkaian listrik,
2. Membuktikan kebenaran dari Hukum Kirchoff tentang tegangan
(KVL) pada rangkaian listrik,
3. Menyelesaikan suatu persoalan pada suatu rangkaian listrik dengan
menggunakan Hukum Kirchoff.

B. Dasar Teori
1. Hukum Kirchoff ada dua, yaitu Hukum Kirchoff I diesbut juga KCL
yang membahas tentang arus listrik dan Hukum Kirchoff II disebut
juga KVL yang membahas tentang tegangan listrik pada suatu
rangkaian. Hukum Kirchoff I, menyatakan bahwa jumlah aljabar dari
arus yang menuju ke satu titik cabang adalah nol (i=0). Dalam
perjanjian arus yang arahnya masuk ke suatu titik diberi tanda positif,
sedangkan yang keluar, diberi tanda negatif.

Hukum Kirchoff II menyatakan bahwa jumlah aljabar dari tegangan


pada suatu rangkaian tertutup adalah nol (V=0). Dalam meggunakan
Hukum Kirchoff II ini kita memberikan tanda polaritas positif pada
tahanan di arah datangnya arus.
Hukum Kirchoff ini dalam pemakainnya digunakan pada analisis
rangkaian listrik, analisis rangkaian elektronika, perencanaan instalasi
listrik dan sebagainya.

C. Alat dan Bahan yang Digunakan


1. Sumber tegangan DC : Power Supply dan Baterai
2. Tahanan () : 156, 1200, 2700
3. Multimeter elavi : 1 buah
4. Proto Board : 1 buah
5. Kabel penghubung : Secukupnya
6. Jepit Buaya : 2 buah
7. Saklar : 1 buah

D. Langkah Percobaan
1. Memeriksa alat yang digunakan terlebih dahulu. Meyakinkan dalam
keadaan baik.
2. Melengkapi gambar berikut ini dan memeriksakan ke instruktur
masing-masing.

3. Menghidupkan sumber tegangan, kemudian mengatur besar


tegangannya sesuai dengan permitaan data pada Tabel 3.1
4. Mencatat semua penunjukkan peukur (alat ukur) pada Tabel 3.1.
5. Setelah selesai, melanjutkan percobaan berikutnya dengan melengkapi
gambaran rangkaian terlebih dulu.
6. Menghidupkan sumber tegangan, mengatur tegangannya sesuai data
yang diminta pada Tabel 3.2
7. Mencatat hasil pengukuran pada Tabel 3.2
8. Melanjutkan percobaan untuk gambar 3.5 menggunakan dua sumber
tegangan, melengkapi gambarnya.

9. Menghidupkan sumber tegangan V1 dan V2, mengatur tegangannya


sesuai tabel 3.3.
10. Mengukur drop tegangan pada masing-masing tahanan. Memasukkan
hasil pengukuran dalam tabel 3.3
11. Mengubah polaritas V2 (berlawanan) untuk tabel 3.4 dan melanjutkan
sesuai data.
12. Setelah percobaan selesai, mengembalikkan alat-alat, kemudia
membuat laporan hasil percobaan.

E. Data Percobaan
Tabel 3.1 (Percobaan)

Teganga Arus I (A) Keterangan


n R1 R2 R3
(V) (156) (1200) (2700)
3 18,25 1,25 10
. 3 =1,82 . 30 =1,2 30
. 3mA=1
30 30
5 5
9 5,77 4 3
. 30 =4 . 30mA=3
30 30
15 9,60 6,75 5,25
. 30 =6,7 . 30 =5,
30 30
5 25
21 13,5 9,5 7,5
. 30 =9,5 . 30 =7,5
30 30
Tabel 3.2
Tegangan Tegangan (V) Keterangan
Sumber R1 R2 R3
(V) (156) (1200) (2700)
3 1 13 15,73
. 3=0,099 . 3 =1,3 . 3 =1,573
30 30 30
9 2,75 4 4,75
. 30 =2,75 . 30 =4 . 30 =4,75
30 30 30
15 0,5 6,5 8
. 30 =0,5 . 30 =6,5 . 30 =8
30 30 30
21 6 8,5 10,5
. 3 =0,6 . 30 =8,5 . 30 =10,5
30 30 30

Tabel 3.3
Tegangan Tegangan beban (V) Keterangan
Sumber
(V)
V1 V2 VR1 VR2 VR3
6 4 2,5 4 5
.3=0,25 .30=4 .30=5
30 30 30
9 4 3,5 5 6,5
. 3 =0,35 . 30 =5 . 30 =6,5
30 30 30.
18 4 5,75 8,5 10,5
. 3 =0,575 . 30 =8,5 . 30 =10,5
30 30 30
24 4 7,5 11 13,5
. 3 =0,75 30
.30=11 . 30 =13,5
30 30

Tabel 3.4
Tegangan Tegangan beban (V) Keterangan
Sumber (V)
V1 V2 VR1 VR2 VR3
12 4 1,5 2 2,5
. 3=0,15 30
.30=2 .30=2,5
30 30
15 4 2 3,75 4
30
.3=0,2 . 30 =3,75 30
.30=4
30
18 4 3 4,5 5,5
30
.3=0,3 . 30 =4,5 .30=5,5
30 30
24 4 4,5 6,75 8,5
.3=0,45 .30=6,75 .30=8,5
30 30 30
F. Tugas dan Pertanyaan
1. Mengapa ketika sumber V2 dibalik polaritasnya menyebabkan
berubahnya penunjukkan tegangan pada setiap tahanan?
2. Hitung besarnya arus yang mengalir pada gambar percobaan 3.5 (ada
dua jawaban)
Jawaban :
1. Timbulnya gejala hukum Kirchoff pada suatu rangkaia yaitu, jika dalam
arah arus yang melewati sumber tegangan, dari terminal (-) ke terminal
positif (+) menimbulkan potensial. Oleh karena itu, tegangan tersebut
didahului dengan tanda negatif (-) dan sebaliknya dan sebaliknya apabila
melalui sebuah tahanan (R) diamana arah loop tersebut searah dengan
arusnya maka penurunan tegangan akan didahului dengan tanda negatif (-)
dan sebaliknya. Jadi, ketika sumber V2 dibalik polaritasnya menyebabkan
berubahanya penunjukkan tegangan pada setiap tahanan adalah arus yang
melewati sumber tegangan berubah dari positif (+) ke negatif (-) menjadi
negatif(-) ke positif (+) hal tersebut akan menimbulkan tegangan yag
didahului dengan tanda negatif (-), sehingga penunjukkan tegangan pada
setiap tahanan akan berubah.
2. Sumber V2 tidak dibalik polaritasnya (dari terminal (+) ke terminal (-))
-V1+V2+ I(R1+R2+R3) =0
-6 + 4 + I(156+1200+2700) =0
-2 + 4056 I =0
4056 I =2
2
I =4056 = 0,000493

- Sumber V2 dibalik polaritasnya (dari terminal (-) ke terminal (+))


- V1 V2 + I(R1+R2+R3) =0
-12 4 + I (156+1200+2700)=0
-16 + 4056 I =0
4056 I =16
16
I =40156 = 0,00394
G. Analisis
Tabel 3.1 (Perhitungan)

Tegangan Arus I (A) Keterangan


(V) R1 R2 R3
(156) (1200) (2700)
3 3 3 3
= 0,0192 =0,0025 =0,0011
156 1200 2700
9 9 9 9
=0,0577 =0,0075 =0,0033
156 1200 2700
15 15 15 15
=0,096 =0,0125 =0,0055
156 1200 2700
21 21 21 21
=0,135 =0,0175 =0,0078
156 1200 2700

Tabel 3.2
Tegangan Tegangan (V) Keterangan
Sumber (V) R1 R2 R3
(156) (1200) (2700)
3 0,11544 0,888 1,998
9 0,3432 2,64 5,94
15 0,5772 4,44 9,99
21 0,8112 6,24 14,04

Tabel 3.3
Tegangan Tegangan beban (V) Keterangan
Sumber (V)
V1 V2 VR1 VR2 VR3
6 4 0,769 0,592 1,331 I=0,000493
9 4 0,192 1,476 3,321 I= 0,00123
18 4 0,538 4,14 9,315 I= 0,00345
24 4 0,769 5,916 13,311 I= 0,00493

Tabel 3.4
Tegangan Tegangan beban (V) Keterangan
Sumber (V)
V1 V2 VR1 VR2 VR3
12 4 0,615 4,728 10,638 I= 0,00394
15 4 0,73 5,631 12,648 I=0,00468
18 4 0,846 6,504 14,634 I= 0,00542
24 4 1,08 8,4 18,9 I= 0,007
H. Kesimpulan

1. Hukum Kirchoff arus (KCL) hanya berlaku pada suatu rangkaian


paralel.Kirchoff current law berbunyi : jumlah aljabar semua arus
yang melalui suatu titik atau penhubung dalam suatu rangkaian adalah
sama dengan nol
i = 0 atau i masuk = i keluar
i = pada suatu penghubung (junction)
I1+i2=i3+i4
Jadi, jumlah arus yang masuk ke suatu titik percabangan sama dengan
jumlah arus yang keluar dari titik percabangan tersebut.
Pembuktian :
Data Perhitungan :
i masuk= i keluar
3
i masuk = = 131,38 = 0,022
i keluar = 0,0192 + 0,0025+ 0,0011 = 0,0228

2. Hukum Kirchoff tegangan (KVL) hanya berlaku pada suatu rangkaian


seri. Kirchoff voltage law berbunyi :jumlah aljabar semua tegangan
pada suatu lintasan tertutup dalam suatu rangkaian adalah sama dengan
jumlah tegangan jatuh pada masing-masing tegangan
V = 0 atau Vs= V1+V2+V3+.+ Vn
V = (I.R)

Pembuktian :
Data Percobaan:
Vs= V1+V2+V3
15 = 0,5+6,5+8
Data Perhitungan
15,0072 = 0,5772+4.44+9,99
3. Menyelesaikan suatu persoalan pada suatu rangkaian listrik dengan
menggunakan Hukum Kirchoff.

tentukan:
1. Kuat arus yang mengalir
melalui rangkaian
2. Tegangan antara ab
Jawab:
Misal kita ambil arah loop seperti
gambar di samping ini
a. Misalkan arah kuat arus kita
anggap dulu berlawanan dengan
arah loop
+ I. R = 0
3 2 + 1 I (R1 + R2 + R3) = 0
4 2 + 4 I (15 + 5 + 10) = 0
6 30I = 0
30I = 6
I = 6/30 = 1/5 = 0,2 A

b. Tegangan antar a dan b (Vab)

Jika melalui jalur adcb (panjang)


Vab = 3 2 I (R3 + R2) (I - karena berlawanan dengan arah I total)
Vab = 4-2 0,2 (10 + 5)
Vab = 2 0,2 (15)
Vab = 2 3 = -1 V

Jika melalui jalur ab (pendek)


Vab = -1 + I R1 ( I positif karena searah dengan I total)
Vab = 4 + 0,2 (15)
Vab = -4 + 3 = -1 V
Jadi tegangan antara titi a dan b (Vab) = -1 V