Anda di halaman 1dari 21

TUGAS AKHIR

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT. PERTAMINA (PERSERO)

Dosen Pembimbing :

Lulus Kurniasih, S.E., M.Sc., Ak.

Oleh :

1. Bayu Prihandi Widamasno (F1316029)


2. Rohamawan Setiya Budi (F1316089)
3. Tossan Septiawan (F1316099)

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI TRANSFER

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2017
KATA PENGANTAR

Segala Puji bagi kehadirat Allah SWT karena atas berkat dan rahmat Nya makalah ini
bisa disusun dengan baik sesuai dengan kaidah kaidah dan aturan yang telah ditentukan dosen
pengampu. Tak lupa juga shalawat serta salam kita berikan kepada nabi junjungan Nabi
Muhammad SAW karena beliaulah segala pesan telah tersampaikan dan menjadi teladan bagi
kita semua.

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai hubungan antara
perusahaan anak dan induk dari PT. PERTAMINA (Persero) beserta anak perusahaannya
pada tahun 2016. Pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang adanya akun
resiprokal yang dimiliki anak perusahaan dan induk perusahaan serta hal yang terkait antara
anak dan induk perusahaan.

Dalam penyusunan laporan ini pasti tidak luput dari kesalahan. Semoga pembaca
dapat memahami makalah kami. Kesempurnaan datang dari Allah SWT dan kekurangan
datangnya dari kelompok kami.

Surakarta, 04 Juni 2017

Penulis
BAB I

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik


negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan
terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola
korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.

Dengan pengalaman lebih dari 55 tahun, Pertamina semakin percaya diri untuk
berkomitmen menjalankan kegiatan bisnisnya secara profesional dan penguasaan teknis yang
tinggi mulai dari kegiatan hulu sampai hilir.Berorientasi pada kepentingan pelanggan juga
merupakan suatu hal yang menjadi komitmen Pertamina,agar dapat berperan dalam
memberikan nilai tambah bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia.

Upaya perbaikan dan inovasi sesuai tuntutan kondisi global merupakan salah satu
komitmen Pertamina dalam setiap kiprahnya menjalankan peran strategis dalam
perekonomian nasional. Semangat terbarukan yang dicanangkan saat ini merupakan salah
satu bukti komitmen Pertamina dalam menciptakan alternatif baru dalam penyediaan sumber
energi yang lebih efisien dan berkelanjutan serta berwawasan lingkungan. Dengan inisatif
dalam memanfaatkan sumber daya dan potensi yang dimiliki untuk mendapatkan sumber
energi baru dan terbarukan di samping bisnis utama yang saat ini dijalankannya, Pertamina
bergerak maju dengan mantap untuk mewujudkan visi perusahaan, Menjadi Perusahaan
Energi Nasional Kelas Dunia.

Mendukung visi tersebut, Pertamina menetapkan strategi jangka panjang perusahaan,


yaitu Aggressive in Upstream, Profitable in Downstream, dimana Perusahaan berupaya
untuk melakukan ekspansi bisnis hulu dan menjadikan bisnis sektor hilir migas menjadi lebih
efisien dan menguntungkan.

Pertamina menggunakan landasan yang kokoh dalam melaksanakan kiprahnya untuk


mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang
sesuai dengan standar global best practice, serta dengan mengusung tata nilai korporat yang
telah dimiliki dan dipahami oleh seluruh unsur perusahaan, yaitu Clean, Competitive,
Confident, Customer-focused, Commercial dan Capable. Seiring dengan itu Pertamina juga
senantiasa menjalankan program sosial dan lingkungannya secara terprogram dan terstruktur,
sebagai perwujudan dari kepedulian serta tanggung jawab perusahaan terhadap seluruh
stakeholder-nya.

Sejak didirikan pada 10 Desember 1957, Pertamina menyelenggarakan usaha minyak


dan gas bumi di sektor hulu hingga hilir. Bisnis sektor hulu Pertamina yang dilaksanakan di
beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri meliputi kegiatan di bidang-bidang eksplorasi,
produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung kegiatan eksplorasi dan
produksi tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran, serta
aktivitas lainnya yang terdiri atas pengembangan energi panas bumi dan Coal Bed Methane
(CBM). Dalam pengusahaan migas baik di dalam dan luar negeri, Pertamina beroperasi baik
secara independen maupun melalui beberapa pola kerja sama dengan mitra kerja yaitu Kerja
Sama Operasi (KSO), Joint Operation Body (JOB), Technical Assistance Contract (TAC),
Indonesia Participating/ Pertamina Participating Interest (IP/PPI), dan Badan Operasi
Bersama (BOB).
Aktivitas eksplorasi dan produksi panas bumi oleh Pertamina sepenuhnya dilakukan
di dalam negeri dan ditujukan untuk mendukung program pemerintah menyediakan 10.000
Mega Watt (MW) listrik tahap kedua. Di samping itu Pertamina mengembangkan CBM atau
juga dikenal dengan gas metana batubara (GMB) dalam rangka mendukung program
diversifikasi sumber energi serta peningkatan pasokan gas nasional pemerintah.
Potensi cadangan gas metana Indonesia yang besar dikelola secara serius yang dimana
saat ini Pertamina telah memiliki 6 Production Sharing Contract (PSC)-CBM.
Sektor hilir Pertamina meliputi kegiatan pengolahan minyak mentah, pemasaran dan
niaga produk hasil minyak, gas dan petrokimia, dan bisnis perkapalan terkait untuk
pendistribusian produk Perusahaan. Kegiatan pengolahan terdiri dari: RU II (Dumai), RU III
(Plaju), RU IV (Cilacap), RU V (Balikpapan), RU VI (Balongan) dan RU VII (Sorong).
Selanjutnya, Pertamina juga mengoperasikan Unit Kilang LNG Arun (Aceh) dan Unit
Kilang LNG Bontang (Kalimantan Timur). Sedangkan produk yang dihasilkan meliputi
bahan bakar minyak (BBM) seperti premium, minyak tanah, minyak solar, minyak diesel,
minyak bakar dan Non BBM seperti pelumas, aspal, Liquefied Petroleum Gas (LPG),
Musicool, serta Liquefied Natural Gas (LNG), Paraxylene, Propylene, Polytam, PTA dan
produk lainnya.
INFORMASI PERUSAHAAN

KANTOR PUSAT - HEAD OFFICE

PT PERTAMINA (PERSERO)
Kantor Pusat (Head Office)
Jl. Medan Merdeka Timur 1A
Jakarta 10110
Telp. : (021) 3815111, 3816111 (86 lines)
Faks. : (021) 3633585, 3843882
Telex : 44152, 44302, 44441, 46549, 46552, 46554
Website : www.pertamina.com
Contact Pertamina 500 000

ANAK PERUSAHAAN SUBSIDIARIES


PT Pelita Air Service PT Pertamina PT Pertamina EP PT Pertamina Hulu
Jl. Abdul Muis No. Training & Menara Standard Energi
52-56 A Consulting Chartered Lt. 21-29 PHE Tower Lt. 25
Tanah Abang Gedung Griya Legita Jl. Prof. Dr. Satrio Jl. TB Simatupang
Jakarta Pusat 10160 Pertamina Lt. 8 No. 164 Kav. 99
Telp. : (021) Jl. Sinabung II Jakarta 12950 Jakarta Selatan
2313230, 2312063 Terusan Simprug Telp. : (021) 12520
Faks. : (021) Jakarta Selatan 12220 57974000 Telp. : (021)
2312216 Telp. : (021) Faks. : (021) 29547000
7223027-28 57974555, 57946333 Faks. : (021)
Faks. : (021) 29529076
7223026

PT Pertamina EP PT Pertamina PT Pertamina Gas PT Nusantara Regas


Cepu Geothermal Energy Gedung Oil Center Wisma Nusantara
Patra Office Tower Menara Cakrawala Lt. 2 Lantai 19
Lt. 6 & 8. Lt. 15 Jl. MH. Thamrin Jl. M.H. Thamrin No.
Jl. Gatot Subroto Jl. MH. Thamrin No. Kav. 55 59
Kav. 32 - 34 9 Jakarta Pusat 10350 Jakarta 10350
Jakarta 12950 Jakarta Pusat 10340 Telp. : (021) Telp. : (021)
Telp. : (021) Telp. : (021) 31906825-27 3159543/44
52900900 39833222 Faks. : (021) Faks. : (021)
Faks. : (021) Faks. : (021) 31906831-32 3159525
52900597 39833230
PT PDSI
Graha PDSI
Jl. Matraman Raya
No.87
Jakarta Timur
Telp. : (021)
25532400
Faks. : (021)
25532411/12
Pertamina Energy PT Pertamina Patra PT Pertamina Retail PT Pertamina Trans
Trading Ltd Niaga Wisma Tugu Wahid Kontinental
391A Orchard Road, Gedung Wisma Tugu Hasyim Gedung PT
# 10-04 II Lt. 2 Jl. Wahid Hasyim Pertamina Trans
Ngee Ann City Jl. HR Rasuna Said No. 100-102 Kontinental
Tower A, Kav. C7-9 Jakarta Pusat 10340 Jl.Kramat Raya
Singapore 238873 Jakarta Selatan 12920 Telp. : (021) No.29
SIN. Telp. : (65) Telp. : (021) 3926772, 3926775 Jakarta Pusat 10450
67361977 5209009 (Hunting) Faks. : (021) Telp. : (021)
SIN. Faks. : (65) Faks. : (021) 3926764, 3926788, 3106814, 31923005
67361487, 67364620 5209005, 5209341 3926653 Faks. : (021)
3106804
PT Tugu Pratama PT Pertamina Dana PT Patra Jasa PT Pertamina Bina
Indonesia Ventura Patra Jasa Office Medika
Wisma Tugu I Jl. Merdeka Timur Tower Jl. Kyai Maja No. 43
Jl. HR Rasuna Said, No. 11 Jl. Gatot Subroto Kebayoran Baru
Kav C 8-9 Jakarta Pusat Kav. 32 - 34 Jakarta Selatan
Jakarta, Indonesia Telp. : (021) Jakarta Selatan 12120
12920 34833887 Telp. : (021) Telp. : (021)
Telp. : (021) Faks. : (021) 5217200, 5250503, 7200290, 7219001
52961777 34833902 5250439 Faks. : (021)
Faks. : (021) 7247006, 7219992
5251847
BAB II

LATAR BELAKANG

A. Teori Analisis
Laporan konsolidasi disiapkan untuk menunjukan posisi keuangan dan hasil operasi
dari dua atau lebih perusahaan afiliasi seolah-olah perusahaan-perusahaan tersebut
merupakan satu perusahaan. Oleh karenanya pengaruh transaksi antara perusahaan
afiliasi (transaksi antar perusahaan) harus dieliminasi dari laporan keuangan konsolidasi.
Transaksi antar perusahaan mengakibatkan saldo akun resiprokal pada buku perusahaan
afiliasi. Misalnya :
1. Transaksi penjualan antar perusahaan menghasilkan saldo resiprokal:
a. Penjualan dan pembelian (Harga pokok penjualan)
b. Piutang usaha dan utang usaha
2. Transaksi pinjaman antar perusahaan, menghasilkan saldo resiprokal :
a. Note receivable dan Note Payable
b. Interest income dan interest expense
3. Keuntungan atau kerugian dari transaksi antar perusahaan harus dieleminasi sampai
direalisasi melalui penggunaan atau melalui penjualan kepada pihak luar entitas yang
dikonsolidasikan. Menurut PSAK seharusnya tidak memasukkan keuntungan atau
kerugian dari transaksi antar perusahaan dalam grup. Karenanya, setiap laba atau rugi
antar perusahaan dalam grup harus dieleminasi, biasanya laba atau rugi kotor (bruto).
Transaksi perusahaan yang menyangkut keuntungan dan kerugian dikelompokkan
dalam persediaan, aktiva tetap dan obligasi.

B. Alasan Memilih PT. Pertamina Persero


1. PT Pertamina adalah Perusahaan BUMN yang memiliki banyak anak perusahaan
dengan kepemilikan hampir 100%.
2. Kepemilikan anak perusahaan tidak hanya berada di dalam negeri tapi juga di luar
negeri.
3. Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta
energi baru dan terbarukan terbesar di Indonesia.
BAB III

PEMBAHASAN

PRINSIP KONSOLIDASI

Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas bertujuan khusus) dimana Grup
memiliki kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional atasnya, biasanya
melalui kepemilikan lebih dari setengah hak suara. entitas anak dikonsolidasikan secara
penuh sejak tanggal pengendalian dialihkan kepada Grup.
Grup menggunakan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang
dialihkan untuk akuisisi suatu entitas adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan,liabilitas
yang diakui dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup. Imbalan yang dialihkan
termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan kontinjensi.
Grup mengakui kepentingan non-pengendalian pada pihak yang diakuisisi baik
sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional kepentingan non-pengendali atas aset
neto pihak yang diakuisisi.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan atas nilai wajar aset teridentifikasi yang
diakuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah ini lebih rendah dari nilai wajar aset bersih
entitas yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon, selisihnya diakui langsung
dalam laporan laba-rugi. Goodwill dilakukan pengujian penurunan nilai secara tahunan dan
dicatat pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Transaksi, saldo dan keuntungan/kerugian antar entitas Grup yang belum direalisasi
telah dieliminasi. Kepentingan non-pengendali merupakan proporsi atas hasil usaha dan aset
bersih entitas anak yang tidak diatribusikan pada Grup.
NERACA
LAPORAN LABA RUGI
Kepemilikan saham PT Pertamina Persero pada Perusaaan Anak
Hubungan Akun Akun Resiprokal Perusahaan

Pada tahun 2016 ,PT Pertamina memiliki beberapa akun resiprokal sebagai berikut :

A. Investasi Jangka Panjang

Terlihat bahwa pada tahun 2016 PT Pertamina Persero oleh melakukan investasi pada
anak perusahaan berdasarkan penyertaan saham :
a. PT Staco Jasapratama Indonesia masih tetap sebesar $ 751 dengan jumlah
kepemilikan menjadi 4,46 %
b. PT Marga Raya Jawa Tol dengan jumlah kepemilikan 6,86% dengan investasi
sebesar $ 2.690
c. PT Trans Javagas Pipeline dengan investasi sebesar 10,00 % yang invetasinya
$739
d. PT Asuransi Maipark Indonesia dengan investasi sebesar $604 pada tahun 2015
e. PT Bhakti Putra Nusantara dengan investasi sebesar $77 pada tahun 2015 dan
2016
f. PT Asuransi Jiwa Tugu Mandiri yang pada tahun 2016 tidak ada
investasi/menurun yang dari 14,8 % atau sebesar $ 3.750 menjadi 0 (nol) persen.

Sehingga pada tahun 2016 jumlah investasi jangka panjang yang berasal dari perusahaan
anak adalah sebesar $ 6.289 yang berasal dari penyertaan saham. Atas nominal tersebut
menurun dari tahun 2015 yang sebelumnya sebesar $ 13.425. Hal ini dikarenakan pada PT.
Asuransi Jiwa Tugu Mandiri tidak adanya penyertaan saham di tahun 2016.

B. Kepentingan Non Pengendali

Pada Tahun 2016 ,pada neraca PT Pertamina kepentingan non pengendali perusahaan anak
terhadap PT Pertamina adalah

a. PT. Elnusa Tbk. memiliki kepentingan non pengendali naik sebesar $ 13.795 dari $
113.690 pada tahun 2015
b. PT Tugu Pratama Indonesia dan entitas anak adalah naik menjadi $ 82.232 dari tahun
sebelumnya yang sebes
c. Pertamina International Timor S.A. memiliki kepentingan non pengendali yang naik
menjadi $605
d. Sedangkan yang lain mengalami penurunan menjadi 0 (nol) pada PT Pertamina Patra
Niaga dan PT Pertamina Trans Kontinental
C. UTANG PEMERINTAH

Utang Entitas Anak pada pemerintah pada PNBP naik menjadi 15.867 di tahun 2016
yang sebelumnya 11.570 di tahun 2015. Kemudian terjadi penurunan pada liabilitas sewa
pembiayaan barang milik negara sebesar 20.977. Hal ini terjadi karena pada pada tanggal
20 September 2016, Pernjanjian Sewa Barang Milik Negara antara Kementerian Keuangan
Republik Indonesia dengan PT Pertamina EP No. PRJ-3-MK.6/2016 dan No.
1307/EP0000/2016-SO telah ditandatangani. Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut,
manajemen berkeyakinan bahwa utang sewa untuk BMN yang tidak digunakan tidak akan
ditagih oleh Pemerintah karena tidak termasuk dalam lingkup perjanjian tersebut. Oleh
karena itu, pada tahun 2016, PT Pertamina EP melakukan koreksi atas utang sewa untuk
BMN yang tidak digunakan oleh PT Pertamina EP.

D. PIUTANG ENTITAS ANAK

DMO fees merupakan tagihan kepada Pemerintah sehubungan dengan kewajibn PEP
dan PHE dalam menyediakan minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri
untuk produk minyak sesuai dengan KKS-nya. Piutang underlifting merupakan piutang PEP,
PEPC dan PHE dan SKK Migas karena volume lifing minyak mentah dan gas bumi yang
dilakukan oleh SKK Migas melebihi entitiement pada tahun yang bersangkutan.
LAMPIRAN

PT PERTAMINA (PERSERO)

DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL

31 DESEMBER 2015 DAN 2016 /

CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS YEARS ENDED

DECEMBER 31, 2015 AND 2016