Anda di halaman 1dari 85

Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul

Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................. i


Daftar Isi ....................................................................................................................... 1

BAB I PENGANTAR ................................................................................................. 2


1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ........................... 2
1.2 Penjelasan Materi Pelatihan.................................................................. 2
1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini ............................................................ 3
1.4 Pengertian-pengertian / Istilah .............................................................. 4

BAB II STANDAR KOMPETENSI............................................................................... 6


2.1 Peta Paket Pelatihan ............................................................................ 6
2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi .................................................... 6
2.3 Unit Kompetensi yang Dipelajari .......................................................... 7

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ....................................................... 12


3.1 Strategi Pelatihan ................................................................................. 12
3.2 Metode Pelatihan ................................................................................. 13
3.3 Rancangan Pembelajaran Materi Pelatihan .......................................... 13

BAB IV PENYUSUNAN PANDUAN OPERASI DAN PEMELIHARAAAN


IRIGASI BERDASARKAN KRITERIA PERENCANAAN ................................. 21
4.1 Umum .................................................................................................. 21
4.2 Persiapan Penyusunan Panduan Operasi Dan Pemeliharaan
(O&P) Irigasi ......................................................................................... 75
4.3 Penyusunan Panduan Operasi Dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi .......... 78
4.4 Laporan Penyusunan Pedoman O&P Irigasi ......................................... 80

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN


KOMPETENSI ................................................................................................ 83
5.1 Sumber Daya Manusia ......................................................................... 83
5.2 Sumber-sumber Perpustakaan ............................................................. 83
5.3 Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ...................................................... 84

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 1 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

BAB I

PENGANTAR

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)


1.1.1 Pelatihan berbasis kompetensi.
Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan kerja yang
menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar
kompetensi yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.
1.1.2 Kompeten ditempat kerja.
Jika seseorang kompeten dalam pekerjaan tertentu, maka yang
bersangkutan memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja
yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat kerja, sesuai dengan
standar yang telah ditetapkan.

1.2 Penjelasan Materi Pelatihan


1.2.1 Desain materi pelatihan
Materi Pelatihan ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan
Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri.
1) Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang
instruktur.
2) Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh
peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang
diperlukan dengan bantuan dari instruktur.

1.2.2 Isi Materi pelatihan


1) Buku Informasi
Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk instruktur maupun
peserta pelatihan.
2) Buku Kerja
Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat
setiap pertanyaan dan kegiatan praktek, baik dalam Pelatihan Klasikal
maupun Pelatihan Individual / mandiri.
Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:
a. Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk
mempelajari dan memahami informasi.
b. Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor
pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
c. Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan
dalam melaksanakan praktek kerja.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 2 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

3) Buku Penilaian
Buku penilaian ini digunakan oleh instruktur untuk menilai jawaban
dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :
a. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai
pernyataan keterampilan.
b. Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian
keterampilan peserta pelatihan.
c. Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk
mencapai keterampilan.
d. Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku
Kerja.
e. Petunjuk bagi instruktur untuk menilai setiap kegiatan praktek.
f. Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
1.2.3 Penerapan materi pelatihan
1) Pada pelatihan klasikal, kewajiban instruktur adalah:
a. Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta
pelatihan sebagai sumber pelatihan.
b. Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
c. Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam
penyelenggaraan pelatihan.
d. Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban /
tanggapan dan menuliskan hasil tugas prakteknya pada Buku
Kerja.
2) Pada Pelatihan individual / mandiri, kewajiban peserta pelatihan
adalah:
a. Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
b. Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada Buku Kerja.
c. Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
d. Mengisikan hasil tugas praktek pada Buku Kerja.
e. Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh instruktur.

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini


1.3.1 Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency-
RCC)
Jika seseorang telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang
diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, maka yang
bersangkutan dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini, yang
berarti tidak akan dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan.
1.3.2. Persyaratan
Untuk mendapatkan pengakuan kompetensi terkini, seseorang harus
sudah memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, yang diperoleh
melalui:

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 3 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

1) Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan,


keterampilan dan sikap kerja yang sama atau
2) Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang
sama atau
3) Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan
keterampilan yang sama.

1.4 Pengertian-pengertian / Istilah


1.4.1 Profesi
Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap,
pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh
dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau
penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu
pekerjaan/jabatan.
1.4.2 Standarisasi
Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta
menerapkan suatu standar tertentu.
1.4.3 Penilaian / Uji Kompetensi
Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui
perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta
keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan
membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang
dipersyaratkan.
1.4.4 Pelatihan
Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk
mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas
pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian
unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.
1.4.5 Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan seseorang yang dapat terobservasi
mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam
menyelesaikan suatu pekerjaan atau sesuai dengan standar unjuk kerja
yang ditetapkan.
1.4.6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat
menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang
pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam
rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur
pekerjaan di berbagai sektor.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 4 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

1.4.7 Standar Kompetensi


Standar kompetensi adalah rumusan tentang kemampuan yang harus
dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang
didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan
unjuk kerja yang dipersyaratkan.
1.4.8 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)
SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang relevan dengan
pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1.4.9 Sertifikat Kompetensi
Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu
kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh
Lembaga Sertifikasi Profesi.
1.4.10 Sertifikasi Kompetensi
Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi yang dilakukan secara
sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada
standar kompetensi nasional dan/ atau internasional.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 5 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

2.1 Peta Paket Pelatihan


Materi Pelatihan ini merupakan bagian dari Paket Pelatihan Jabatan Kerja Ahli
Muda Perencana Irigasi yaitu sebagai representasi dari Unit Kompetensi
Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi berdasarkan Kriteria
Perencanaan - Kode Unit F45 AMPI 02 007 01, sehingga untuk kualifikasi jabatan
kerja tersebut diperlukan pemahaman dan kemampuan mengaplikasikan dari
materi pelatihan lainnya, yaitu:
Penerapan Peraturan dan Perundang-undangan yang terkait Jasa Konstruksi
Penerapan Prinsip-prinsip Pengelolaan Sumber Daya Air
Pengumpulan Data Perencanaan Irigasi
Perencanaan Layout Daerah Irigasi
Perencanaan Saluran dan Bangunan Irigasi
Perencanaan Bangunan Utama (Bendung)
Parameter Standar Penggambaran Irigasi
Aplikasi Model Matematis Jaringan Irigasi

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi


2.2.1 Unit Kompetensi
Unit kompetensi adalah bentuk pernyataan terhadap tugas / pekerjaan
yang akan dilakukan dan merupakan bagian dari keseluruhan unit
komptensi yang terdapat pada standar kompetensi kerja dalam suatu
jabatan kerja tertentu.
2.2.2 Unit kompetensi yang akan dipelajari
Salah satu unit kompetensi yang akan dipelajari dalam paket pelatihan ini
adalah Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi
berdasarkan Kriteria Perencanaan.
2.2.3 Durasi / waktu pelatihan
Pada sistem pelatihan berbasis kompetensi, fokusnya ada pada
pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Peserta yang
berbeda mungkin membutuhkan waktu yang berbeda pula untuk menjadi
kompeten dalam melakukan tugas tertentu.
2.2.4 Kesempatan untuk menjadi kompeten
Jika peserta latih belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan
pertama, Instruktur akan mengatur rencana pelatihan dengan peserta latih
yang bersangkutan. Rencana ini akan memberikan kesempatan kembali
kepada peserta untuk meningkatkan level kompetensi sesuai dengan level
yang diperlukan.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 6 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga)


kali.
2.3 Unit Kompetensi yang Dipelajari
Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi
peserta pelatihan atau siswa untuk dapat :
mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
mengidentifikasikan apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.
memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk kerja
telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.
2.3.1 Judul Unit
Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi berdasarkan
Kriteria Perencanaan
2.3.2 Kode Unit
F45 AMPI 02 007 01
2.3.3 Deskripsi Unit
Unit kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
yang diperlukan dalam menyusun panduan operasi dan pemeliharaaan
(O&P) irigasi berdasarkan kriteria perencanaan.
2.3.4 Kemampuan Awal
Peserta pelatihan harus telah memiliki pengetahuan Menerapkan
Peraturan dan perundang-undangan yang terkait Jasa Konstruksi, dan
Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lingkungan
(SMK3L).
Menerapkan Prinsip-Prinsip Pengelolaan Sumber Daya Air
Mengumpulkan data perencanaan irigasi
Merencanakan Layout Daerah Irigasi
Merencanakan Saluran dan Bangunan Irigasi
Merencanakan Bangunan Utama (Bendung)
Menerapkan Parameter Standar Penggambaran Irigasi.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 7 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

2.3.5 Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja

Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja ( Performance Criteria )

1. Menyiapkan penyusunan 1.1 Jenis bangunan irigasi (bangunan utama,


panduan operasi dan bangunan bagi, bangunan sadap, bangunan
pemeliharaan (O&P) irigasi pengatur, bangunan ukur dan bangunan
pelengkap), dan saluran irigasi (pembawa dan
pembuang) diinvetarisasi dengan cermat.
1.2 Metode penyusunan panduan O & P
berdasarkan kriteria O&P irigasi dirumuskan
dengan teliti.
1.3 Format dan perlengkapan lain yang
dibutuhkan dalam penyusunan pedoman O&P
diperiksa kembali.

1. Melakukan penyusunan 2.1 Jenis dan jumlah bangunan irigasi (bangunan


panduan operasi dan utama, bangunan bagi, bangunan sadap,
pemeliharaan (O&P) irigasi bangunan pengatur, bangunan ukur dan
bangunan pelengkap), dan saluran irigasi
(pembawa dan pembuang) diinvetarisasi
dengan cermat.
2.2 Draf panduan operasi dan pemeliharaan
(O&P) setiap jenis bangunan dan saluran
dibuat dengan terperinci dan jelas
berdasarkan kriteria O&P.
2.3 Subtansi draf panduan O&P diperiksa kembali
dengan teliti agar tidak terjadi kesalahan dan
memenuhi standar kriteria.

3. Membuat laporan hasil 3.1 Hasil penyusunan O&P diperiksa kembali


penyusunan panduan O & P kesesuaiannya terhadap tata cara
irigasi penyusunan kriteria O & P irigasi.
3.2 Laporan hasil penyusunan panduan O&P
disusun sesuai prosedur.
3.3 Laporan dikonsultasikan kepada pihak terkait
dilengkapi dengan draf panduan O&P untuk
ditetapkan sebagai panduan O&P irigasi
definitive.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 8 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

2.3.6 Batasan Variabel


1) Kontek Variabel
a. Unit kompetensi ini diterapkan dalam satuan kerja individu dan
atau berkelompok, pada lingkup pekerjaan jasa konstruksi
utamanya pada perencanaan irigasi.
b. Unit kompetensi ini berlaku dalam menyusun panduan operasi
dan pemeliharaaan irigasi berdasarkan kriteria perencanaan
c. Unit kompetensi ini diterapkan sebagai landasan sikap seorang
perencana irigasi dalam memahami dasar-dasar perencanaan
umum irigasi, terutama pada pembuatan panduan operasi dan
pemeliharaan (O&P) jaringan irigasi, meliputi:
(1) Identifikasi dalam perencanaan saluran dan bangunan irigasi.
(2) Pemahaman kriteria perencanaan operasi dan pemeliharaan
irigasi
(3) Pemahaman langkah-langkah dalam perencanaan Operasi
dan pemeliharaan irigasi
2) Perlengkapan dan Peralatan
a. Peralatan: Komputer dan software dalam menyelesaikan tugas
individual dan kelompok
b. Bahan: Data hasil perencanaan, Buku Pedoman penyusunan
O&P irigasi, ATK
c. Fasilitas: Ruangan dan lokasi studi lapangan
3) Tugas-tugas yang harus dilakukan :
a. Menyiapkan penyusunan Panduan Operasi dan Pemeliharaan
(O&P) irigasi
b. Melakukan penyusunan Panduan Operasi dan Pemeliharaan
(O&P) irigasi
c. Membuat laporan hasil penyusunan panduan O & P irigasi.
4) Materi dan peraturan-peraturan yang diperlukan :
a. Pedoman atau peraturan tentang penyusunan panduan operasi
dan pemeliharaan irigasi.
b. SOP penyusunan panduan operasi dan pemeliharaan irigasi.
2.3.7 Panduan Penilaian
1) Kondisi Pengujian
a. Unit kompetensi ini harus diujikan secara konsisten pada seluruh
elemen dan dilaksanakan pada situasi pekerjaan yang
sebenarnya di tempat kerja atau di luar kerja secara simulasi
dengan kondisi seperti tempat kerja normal dengan menggunakan
kombinasi metode uji untuk mengungkap pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan tuntutan standar.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 9 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

b. b. Penilaian dapat dilakukan dengan cara : Tes tertulis, Tes


lisan (wawancara) dan atau Praktek/simulasi, Porto folio atau
metode lain yang relevan;
2) Penjelasan prosedur penilaian; Unit kompetensi yang harus dikuasai
sebelumnya dan yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi
ini serta unit-unit kompetensi yang terkait.
a. Unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya, meliputi:
(1) F45 AMPI 01 001 01 Menerapkan Peraturan dan
perundang-undangan yang terkait
Jasa Konstruksi, dan Sistem
Manajemen Keselamatan &
Kesehatan Kerja dan Lingkungan
(SMK3L).
(2) F45 AMPI 02 001 01 Menerapkan Prinsip-Prinsip
Pengelolaan Sumber Daya Air
(3) F45 AMPI 02 002 01 Mengumpulkan data perencanaan
irigasi
(4) F45 AMPI 02 003 01 Merencanakan Layout Daerah
Irigasi
(5) F45 AMPI 02 004 01 Merencanakan Saluran dan
Bangunan Irigasi
(6) F45 AMPI 02 005 01 Merencanakan Bangunan Utama
(Bendung)
(7) F45 AMPI 02 006 01 Menerapkan Parameter Standar
Penggambaran Irigasi

b. Unit kompetensi yang terkait, meliputi:


(1) F45 AMPI 03 001 01 Melakukan Aplikasi Model
Matematis jaringan irigasi

3) Pengetahuan yang dibutuhkan :


a. Operasi dan Pemeliharaan irigasi
b. Krietria perencanaan operasi dan pemeliharaan irigasi
c. Tata cara menyusun pedoman/panduan.
4) Keterampilan yang dibutuhkan :
a. Menyusun pedoman/panduan operasi dan pemeliharaan irigasi

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 10 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

b. Menjelaskan kriteria perencanaan operasi dan pemeliharaan


irigasi
5) Aspek Kritis
Aspek kritis yang harus diperhatikan :
a. Kecermatan dalam menyusun panduan operasi dan pemeliharaan
irigasi
b. Kecermatan dalam menjelaskan cara pengoperasi &
pemeliharaan terhadap bangunan dan saluran irigasi
c. Ketelitian dalam membaca gambar pelaksanaan (shop drawing)

2.3.8 Kompetensi kunci

No Kompetensi Kunci Tingkat

1. Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan


3
informasi

2. Mengomunikasikan informasi dan ide-ide 2

3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3

4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok 3

5. Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2

6. Memecahkan masalah 2

7. Menggunakan teknologi 3

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 11 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

3.1 Strategi Pelatihan


Belajar dalam suatu sistem pelatihan berbasis kompetensi berbeda dengan
pelatihan klasikal yang diajarkan di kelas oleh instruktur. Pada sistem ini peserta
pelatihan akan bertanggung jawab terhadap proses belajar secara sendiri, artinya
bahwa peserta pelatihan perlu merencanakan kegiatan/proses belajar dengan
Instruktur dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana
yang telah dibuat.
3.1.1 Persiapan / perencanaan
1) Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap
belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi
proses belajar yang harus diikuti.
2) Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
3) Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh
berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah
dimiliki.
4) Merencanakan aplikasi praktek pengetahuan dan keterampilan.
3.1.2 Permulaan dari proses pembelajaran
1) Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktek yang
terdapat pada tahap belajar.
2) Mereview dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan
pengetahuan yang telah dimiliki.
3.1.3 Pengamatan terhadap tugas praktek
1) Mengamati keterampilan praktek yang didemonstrasikan oleh
instruktur atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
2) Mengajukan pertanyaan kepada instruktur tentang kesulitan yang
ditemukan selama pengamatan.
3.1.4 Implementasi
1) Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
2) Mengamati indikator kemajuan yang telah dicapai melalui kegiatan
praktek.
3) Mempraktekkan keterampilan baru yang telah diperoleh.
3.1.5 Penilaian
Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar peserta
pelatihan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 12 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

3.2 Metode Pelatihan


Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa
kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.
3.2.1 Belajar secara mandiri
Belajar secara mandiri membolehkan peserta pelatihan untuk belajar
secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing.
Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, peserta pelatihan
disarankan untuk menemui instruktur setiap saat untuk
mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.
3.2.2 Belajar berkelompok
Belajar berkelompok memungkinkan peserta pelatihan untuk datang
bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar
berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan
kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi
antar peserta, instruktur dan pakar/ahli dari tempat kerja.
3.2.3 Belajar terstruktur
Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang
dilaksanakan oleh instruktur atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya
mencakup topik tertentu.

3.3 Rancangan Pembelajaran Materi Pelatihan


Rancangan pembelajaran materi pelatihan bertujuan untuk melengkapi hasil
analisis kebutuhan meteri pelatihan. Rancangan pembelajaran materi pelatihan
memberikan informasi yang bersifat indikatif yang selanjutnya dapat dijadikan oleh
instruktur sebagai pedoman dalam menyusun rencana pembelajaran (session
plan) yang lebih operasional dan yang lebih bersifat strategis untuk membantu
para peserta pelatihan mencapai unit kompetensi yang merupakan tugasnya
sebagai instruktur.
Rancangan Pembelajaran Materi Pelatihan sebagai berikut:
Unit Kompetensi Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi berdasarkan Kriteria
Perencanaan
Elemen Kompetensi 1 Menyiapkan penyusunan Panduan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) irigasi
Kriteria Unjuk Metode Sumber/ Jam
Tujuan Tahapan
No Kerja/Indikator Pelatihan yang Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Disarankan Indikatif
1.1 Jenis bangunan Pada akhir 1. Ceramah 1. Menjelaskan a. Pedoman 10 menit
irigasi (bangunan pembelajaran 2. Diskusi tentang jenis- atau
utama, sesi ini, peser- 3. Latihan jenis peraturan
bangunan bagi, ta dapat : bangunan tentang
bangunan sadap, menginventa- irigasi yang penyusunan
bangunan risasi jenis terdapat pada panduan
pengatur, bangunan jaringan irigasi operasi dan
bangunan ukur irigasi 2. Memberikan pemeliharaan
dan bangunan (bangunan contoh cara irigasi.
pelengkap), dan utama, mengoleksi b. SOP
saluran irigasi bangunan semua jenis penyusunan
(pembawa dan bagi, bangunan panduan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 13 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Kriteria Unjuk Metode Sumber/ Jam


Tujuan Tahapan
No Kerja/Indikator Pelatihan yang Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Disarankan Indikatif
pembuang) bangunan irigasi yang operasi dan
diinvetarisasi sadap, akan dibuat pemeliharaan
dengan cermat. bangunan panduan irigasi
Kebutuhan data pengatur, operasi dan
dan informasi bangunan pemeliharaan-
untuk ukur dan nya (O&P)
penyusunan bangunan 3. Memberikan
panduan O&P pelengkap), contoh cara
diidentifikasi dan saluran merangkum
dengan cermat irigasi semua jenis
1) Dapat (pembawa dan bangunan
menjelaskan pembuang) yang terdapat
jenis-jenis dengan dalam jaringan
bangunan irigasi cermat. irigasi
yang terdapat Mengidentifi- termasuk
pada jaringan kasi bangunan
irigasi kebutuhan utama
2) Mampu data dan (Bendung)
mengoleksi informasi 4. Memberikan
semua jenis untuk contoh cara
bangunan irigasi penyusunan mengoleksi
yang akan dibuat panduan O&P semua jenis
panduan operasi dengan cermat bangunan
dan irigasi yang
pemeliharaan- akan dibuat
nya (O&P) panduan
3) Mampu operasi dan
merangkum pemeli-
semua jenis haraannya
bangunan yang (O&P) dengan
terdapat dalam cermat
jaringan irigasi
termasuk
bangunan utama
(Bendung)
4) Harus mampu
besikap cermat
dalam
mengoleksi
semua jenis
bangunan irigasi
yang akan dibuat
panduan operasi
dan pemeli-
haraannya
(O&P)
1.2 Metode Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelasakan a. Pedoman 10 menit
penyusunan pembelajaran 2. Diskusi tentang tujuan atau
panduan O & P sesi ini, peser- 3. Latihan penyusunan peraturan
berdasarkan ta mampu panduan O&P tentang
kriteria O&P merumuskan irigasi penyusunan
irigasi metode 2. Menjelaskan panduan
dirumuskan penyusunan tentang operasi dan
dengan teliti panduan O & metode pemeliharaan
1) Dapat P berdasarkan penyusunan irigasi.
menjelaskan kriteria O&P panduan O&P b. SOP
tujuan irigasi dengan irigasi penyusunan
penyusunan teliti berdasarkan panduan
panduan O&P kriteria operasi dan
irigasi 3. Menjelaskan pemeliharaan
2) Dapat tentang kriteria irigasi
menjelaskan standar

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 14 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Kriteria Unjuk Metode Sumber/ Jam


Tujuan Tahapan
No Kerja/Indikator Pelatihan yang Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Disarankan Indikatif
metode penyusunan O
penyusunan & P irigasi
panduan O&P 4. Memberikan
irigasi contoh cara
berdasarkan mengidentifika
kriteria si point-point
3) Dapat penting dalam
menyebutkan merumuskan
kriteria standar penyusunan
penyusunan O & panduan O&P
P irigasi 5. Memberikan
4) Mampu contoh cara
mengidentifikasi memformulasi
point-point kan metode
penting dalam penyusunan
merumuskan panduan O &
penyusunan P berdasarkan
panduan O&P kriteria O&P
5) Mampu irigasi dengan
memformulasika teliti
n metode 6. Memberikan
penyusunan contoh cara
panduan O & P menyusun
berdasarkan rumusan
kriteria O&P panduan O&P
irigasi dengan dengan cermat
teliti dan teliti
6) Harus mampu
bersikap cermat
dan teliti dalam
menyusun
rumusan
panduan O&P
1.3 Format dan Pada akhir 1. Ceramah 1. Menjelaskan a. Pedoman 10 menit
perlengkapan pembelajaran 2. Diskusi tentang format atau
lain yang sesi ini, peser- yang peraturan
dibutuhkan ta mampu digunakan tentang
dalam memeriksa dalam penyusunan
penyusunan kembali format penyusunan panduan
pedoman O&P dan panduan O&P operasi dan
diperiksa kembali perlengkapan 2.Menjelaskan pemeliharaan
1) Dapat lain yang tentang irigasi.
menjelaskan dibutuhkan perlengkapan b. SOP
format yang dalam yang penyusunan
digunakan dalam penyusunan dibutuhkan panduan
penyusunan pedoman O&P dalam operasi dan
panduan O&P penyusunan pemeliharaan
2) Dapat panduan O&P irigasi
menjelaskan 3.Memberikan
perlengkapan contoh cara
yang dibutuhkan menyiapkan
dalam format dan
penyusunan perlengkapan
panduan O&P yang
3) Mampu dibutuhkan
,menyiapkan dalam
format dan penyusunan
perlengkapan pedoman O&P
yang dibutuhkan 4.Memberikan
dalam contoh cara
penyusunan memeriksa
pedoman O&P format dan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 15 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Kriteria Unjuk Metode Sumber/ Jam


Tujuan Tahapan
No Kerja/Indikator Pelatihan yang Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Disarankan Indikatif
4) Harus mampu perlengkapan
bersikap cermat yang
dan teliti dalam dibutuhkan
memeriksa dalam
format dan penyusunan
perlengkapan pedoman O&P
yang dibutuhkan dengan cermat
dalam dan teliti
penyusunan
pedoman O&P
Diskusi:
Dilakukan setelah selesai penjelasan atau ceramah untuk setiap materi yang diajarkan

Unit Kompetensi Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi berdasarkan Kriteria
Perencanaan
Elemen Kompetensi 2 Melakukan penyusunan Panduan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) irigasi
Metode
Kriteria Unjuk Sumber/ Jam
Tujuan Pelatihan Tahapan
No Kerja/Indikator Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran yang Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Indikatif
Disarankan
2.1 Jenis dan jumlah Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelaskan a. Pedoman 50 menit
bangunan irigasi pembelajaran 2. Diskusi tentang jenis- atau
(bangunan utama, sesi ini, peser- 3. Latihan jenis saluran peraturan
bangunan bagi, ta dapat irigasi yang tentang
bangunan sadap, menginventaris akan dibuat penyusunan
bangunan asi jenis dan panduan O&P panduan
pengatur, jumlah 2. Menjelaskan operasi dan
bangunan ukur bangunan tentang jenis- pemeliharaan
dan bangunan irigasi jenis bangunan irigasi.
pelengkap), dan (bangunan irigasi yang b. SOP
saluran irigasi utama, akan dibuat penyusunan
(pembawa dan bangunan bagi, O&P panduan
pembuang) bangunan 3. Memberikan operasi dan
diinvetarisasi sadap, contoh cara pemeliharaan
dengan cermat bangunan mengklasifikasi irigasi
1) Dapat pengatur, kan jenis
menyebutkan bangunan ukur bangunan dan
kembali jenis-jenis dan bangunan saluran irigasi
saluran irigasi pelengkap), yang akan
yang akan dibuat dan saluran dibuat panduan
panduan O&P irigasi O&P
2) Dapat (pembawa dan 4. Memberikan
menyebutkan pembuang) contoh cara
kembali jenis-jenis dengan cermat menginvetarisa
bangunan irigasi si jenis
yang akan dibuat bangunan dan
O&P saluran irigasi
3) Mampu dengan cermat
mengklasifikasikan dan teliti
jenis bangunan
dan saluran irigasi
yang akan dibuat
panduan O&P
4) Harus mampu
bersikap cermat
dan teliti dalam

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 16 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Metode
Kriteria Unjuk Sumber/ Jam
Tujuan Pelatihan Tahapan
No Kerja/Indikator Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran yang Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Indikatif
Disarankan
menginvetarisasi
jenis bangunan
dan saluran irigasi
2.2 Draf panduan Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelaskan a. Pedoman 40 menit
operasi dan pembelajaran 2. Diskusi tentang kriteria atau
pemeliharaan sesi ini, peser- 3. Latihan penyusunan peraturan
(O&P) setiap jenis ta dapat panduan O&P tentang
bangunan dan membuat draf saluran dan penyusunan
saluran dibuat panduan bangunan panduan
dengan terperinci operasi dan irigasi operasi dan
dan jelas pemeliharaan 2. Menjelaskan pemeliharaan
berdasarkan (O&P) setiap tentang tujuan irigasi.
kriteria O&P jenis bangunan penyusunan b. SOP
1) Dapat dan saluran panduan O&P penyusunan
menjelaskan dengan saluran dan panduan
kriteria terperinci dan bangunan operasi dan
penyusunan jelas irigasi pemeliharaan
panduan O&P berdasarkan 3. Memberikan irigasi
saluran dan kriteria O&P contoh cara
bangunan irigasi menyusun draf
2) Dapat panduan O&P
menjelaskan setiap jenis
tujuan saluran
penyusunan 4. Memberikan
panduan O&P contoh cara
saluran dan menyusun draf
bangunan irigasi panduan O&P
3) Mampu setiap saluran
menyusun draf irigasi dengan
panduan O&P cermat dan teliti
setiap jenis
saluran
4) Harus mampu
bersikap cermat
dan teliti dalam
menyusun draf
panduan O&P
setiap saluran
irigasi
2.3 Subtansi draf Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelaskan a. Pedoman 40 menit
panduan O&P pembelajaran 2. Diskusi tentang atau
diperiksa kembali sesi ini, peser- 3. Latihan subtansi peraturan
dengan teliti agar ta dapat panduan O&P tentang
tidak terjadi memeriksa 2. Memberikan penyusunan
kesalahan dan kembali contoh cara panduan
memenuhi standar subtansi draf menelaah operasi dan
kriteria panduan O&P kesesuaian draf pemeliharaan
1) Dapat dengan teliti panduan O&P irigasi.
menjelaskan agar tidak yang telah b. SOP
subtansi panduan terjadi dibuat terhadap penyusunan
O&P kesalahan dan standar kriteria panduan
2) Mampu memenuhi 3. Memberikan operasi dan
menelaah standar kriteria contoh cara pemeliharaan
kesesuaian draf memeriksa irigasi
panduan O&P kembali draf
yang telah dibuat panduan O&P
terhadap standar dengan cermat
kriteria dan teliti
3) Harus mampu
bersikap cermat
dan teliti dalam

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 17 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Metode
Kriteria Unjuk Sumber/ Jam
Tujuan Pelatihan Tahapan
No Kerja/Indikator Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran yang Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Indikatif
Disarankan
memeriksa
kembali draf
panduan O&P
Diskusi:
Dilakukan setelah selesai penjelasan atau ceramah untuk setiap materi yang diajarkan

Unit Kompetensi Menyusun Panduan Operasi dan Pemeliharaaan Irigasi berdasarkan Kriteria
Perencanaan
Elemen Kompetensi 3
Membuat laporan hasil penyusunan panduan O & P irigasi
Metode
Kriteria Unjuk Sumber/ Jam
Tujuan Pelatihan Tahapan
No Kerja/Indikator Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran yang Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Indikatif
Disarankan
3.1 Hasil Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelaskan a. Pedoman atau 30 menit
penyusunan pembelajaran 2. Diskusi tentang tata peraturan
O&P diperiksa sesi ini, peser- 3. Latihan cara tentang
kembali ta mampu penysunan penyusunan
kesesuaiannya memeriksa O&P panduan
terhadap tata kembali hasil berdasarkan operasi dan
cara penyusunan penyusunan kriteria O&P pemeliharaan
kriteria O & P O&P irigasi irigasi.
irigasi kesesuaiannya 2. Memberikan b. SOP
1) Dapat terhadap tata contoh cara penyusunan
menjelaskan cara menelaah panduan
kembali tata cara penyusunan kesesuaian operasi dan
penysunan O&P kriteria O & P hasil pemeliharaan
berdasarkan irigasi penyusunan irigasi
kriteria O&P O&P terhadap
irigasi tata cara
2) Mampu penyusunan
menelaah O&P
kesesuaian hasil 3. Memberikan
penyusunan contoh cara
O&P terhadap menerapkan
tata cara tata cara
penyusunan penyusunan
O&P kriteria O & P
3) Harus mampu irigasi
bersikap taat dan 4. Memberikan
konsisten contoh cara
terhadap memeriksa
penerapan tata kembali
cara penyusunan kesesuaian tata
kriteria O & P cara
irigasi penyusunan
4) Harus mampu O&P dengan
bersikap cermat cermat dan
dan teliti dalam teliti
memeriksa
kembali
kesesuaian tata
cara penyusunan
O&P
3.2 Laporan hasil Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelaskan a. Pedoman atau 25 menit
penyusunan pembelajaran 2. Diskusi tentang format peraturan
sesi ini, peser- 3. Latihan laporan hasil tentang

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 18 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Metode
Kriteria Unjuk Sumber/ Jam
Tujuan Pelatihan Tahapan
No Kerja/Indikator Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran yang Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Indikatif
Disarankan
panduan O&P ta mampu penyusunan penyusunan
disusun sesuai menyusun panduan O&P panduan
prosedur laporan hasil 2. Menjelaskan operasi dan
1) Dapat penyusunan tentang data- pemeliharaan
menjelaskan panduan O&P data pendu- irigasi.
format laporan sesuai kung yang b. SOP
hasil prosedur harus penyusunan
penyusunan dikumpulkan panduan
panduan O&P dalam operasi dan
penyusunan pemeliharaan
2) Dapat laporan irigasi
menjelaskan 3. Memberikan
data-data pendu- contoh cara
kung yang harus menyusun
dikumpulkan laporan hasil
dalam penyusunan
penyusunan panduan O&P
laporan sesuai dengan
3) Mampu prosedur
menyusun 4. Memberikan
laporan hasil contoh cara
penyusunan menyusun
panduan O&P laporan hasil
sesuai dengan penyusunan
prosedur panduan O&P
4) Harus mampu dengan cermat
bersikap cermat dan teliti
dan teliti dalam
menyusun
laporan hasil
penyusunan
panduan O&P
3.3 Laporan Pada akhir 1. Ceramah 1.Menjelaskan a. Pedoman atau 15 menit
dikonsultasikan pembelajaran 2. Diskusi tentang isi peraturan
kepada pihak sesi ini, peser- laporan yang tentang
terkait dilengkapi ta mampu telah dibuat penyusunan
dengan draf mengkonsulta- kepada pihak panduan
panduan O&P sikan laporan terkait operasi dan
untuk ditetapkan kepada pihak 2. Menjelaskan pemeliharaan
sebagai panduan terkait tentang pihak irigasi.
O&P irigasi dilengkapi terkait yang b. SOP
definitive dengan draf berhak penyusunan
1) Dapat panduan O&P menetapkan panduan
menjelaskan isi untuk panduan O&P operasi dan
laporan yang ditetapkan irigasi pemeliharaan
telah dibuat sebagai 3. Memberikan irigasi
kepada pihak panduan O&P contoh cara
terkait irigasi menunjukkan
2) Dapat definitive laporan hasil
menjelaskan penyusunan
pihak terkait panduan O&P
yang berhak telah sesuai
menetapkan prosedur
panduan O&P 4. Memberikan
irigasi contoh cara
3) Mampu menyampaikan
menunjukkan laporan hasil
laporan hasil penyusunan
penyusunan O&P dengan
panduan O&P cermat dan
telah sesuai teliti

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 19 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Metode
Kriteria Unjuk Sumber/ Jam
Tujuan Pelatihan Tahapan
No Kerja/Indikator Referensi yang Pelajaran
Pembelajaran yang Pembelajaran
Unjuk Kerja Disarankan Indikatif
Disarankan
prosedur
4) Harus mampu
bersikap cermat
dan teliti dalam
menyampaikan
laporan hasil
penyusunan
O&P
Diskusi:
Dilakukan setelah selesai penjelasan atau ceramah untuk setiap materi yang diajarkan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 20 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

BAB IV

PENYUSUNAN PANDUAN OPERASI DAN PEMELIHARAAAN IRIGASI


BERDASARKAN KRITERIA PERENCANAAN

4.1 Umum
Bab ini berisi uraian mengenai kegiatan persiapan penyusunan panduan operasi
dan pemeliharaan (O&P) irigasi, menyusun panduan operasi dan pemeliharaan
(O&P) irigasi, serta pembuatan laporan hasil penyusunan pedoman O&P irigasi.

Berdasarkan PP No.20 Tahun 2006 tentang Irigasi, yang dimaksud operasi


jaringan irigasi adalah upaya pengaturan air irigasi dan pembuangannya,
termasuk kegiatan membuka dan menutup pintu bangunan irigasi, menyusun
rencanatata tanam, menyusun sistem golongan, menyusun rencana pembagian
air, melaksanakan kalibrasi pintu dan bangunan ukur, mengumpulkan data,
memantau dan mengevaluasi.

Sedangkan yang dimaksud pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga


dan mengamankan jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna
memperlancar pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya.

Pedoman lebih lanjut terdapat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
32/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.
Pelaksanaan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi harus mengacu
pada:
1) Pedoman Penyelenggaraan Operasi Jaringan Irigasi; dan
2) Pedoman Pemeliharaan Jaringan Irigasi
sebagaimana tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II Peraturan Menteri
No.32 Tahun 2007.
4.1.1. Kegiatan Operasi Jaringan Irigasi
Kegiatan operasi jaringan irigasi secara rinci meliputi :
a. Pekerjaan pengumpulan data (data debit, data curah hujan, data luas
tanam, dll)
b. Pekerjaan kalibrasi alat pengukur debit
c. Pekerjaan membuat Rencana Penyediaan Air Tahunan, Pembagian
dan Pemberian Air Tahunan, Rencana Tata Tanam Tahunan, Rencana
Pengeringan, dll.
d. Pekerjaan melaksanakan pembagian dan pemberian air (termasuk
pekerjaan: membuat laporan permintaan air, mengisi papan operasi,
mengatur bukaan pintu)

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 21 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

e. Pekerjaan mengatur pintu-pintu air pada bendung berkaitan dengan


datangnya debit sungai banjir
f. Pekerjaan mengatur pintu kantong lumpur untuk menguras endapan
lumpur
g. Koordinasi antar instansi terkait
h. Monitoring dan Evaluasi kegiatan Operasi Jaringan Irigasi.

4.1.1.1 Ruang Lingkup Kegiatan Operasi Jaringan Irigasi


Ruang Lingkup Kegiatan Operasi Jaringan Irigasi meliputi :
1. Perencanaan
a. Perencanaan Penyediaan Air Tahunan
b. Perencanaan Tata Tanam Detail
c. Rapat Komisi Irigasi untuk Menyusun Rencana Tata Tanam
d. SK Bupati/Walikota atau Gubernur Mengenai Rencana Tata Tanam
e. Perencanaan Pembagian dan Pemberian Air Tahunan
2. Pelaksanaan
a. Laporan keadaan air dan tanaman (04O)
b. Penentuan rencana kebutuhan air di pintu pengambilan (05O)
c. Pencatatan Debit Saluran (06O)
d. Penetapan Pembagian Air pada Jaringan Sekunder dan Primer (07O);
e. Pencatatan Debit Sungai/ Bangunan Pengambilan (08O)
f. Perhitungan faktorK atau Faktor Palawija Relatif (FPR) (09O)
g. Laporan Produktivitas dan Neraca Pembagian Air per Daerah Irigasi
(10O)
h. Rekap Kabupaten per Masa Tanam (11O)
i. Rekap Provinsi (12O)
j. Pengoperasian Bangunan Pengatur Irigasi
3. Monitoring dan Evaluasi
a. Monitoring Pelaksanaan Operasi
b. Kalibrasi alat ukur
c. Monitoring Kinerja Daerah Irigasi

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 22 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

4.1.1.2 Data Pendukung kegiatan operasi jaringan irigasi


Agar operasi jaringan irigasi dapat dilaksanakan dengan baik, harus tersedia
data pendukung antara lain:
a. Peta Wilayah Kerja Pengelolaan Irigasi sesuai dengan tugas dan
tanggung jawab (Skala 1 : 25.000 atau disesuaikan), dengan plotting
sumber air, waduk, bendung, saluran induk, lahan irigasi
b. Peta Daerah Irigasi (Skala 1 : 5.000 atau disesuaikan), dengan batas
daerah irigasi dan plotting saluran induk & sekunder, bangunan air,
lahan irigasi serta pembagian golongan.
c. Skema Jaringan Irigasi
Menggambarkan saluran induk & sekunder, bangunan air & bangunan
lainnya yang ada di setiap ruas dan panjang saluran, petak tersier
dengan data debit rencana, luas petak, kode golongan yang masing-
masing dilengkapi dengan nomenklatur.
d. Skema Rencana Pembagian dan Pemberian Air
Menggambarkan skema petak dengan data pembagian dan pemberian
air mulai dari petak tersier, saluran sekunder, saluran induk dan
bendung/sumber air.
e. Gambar Purna Konstruksi (as built drawing)
Gambar kerja purna konstruksi untuk saluran maupun bangunan.
f. Dokumen & Data lain
Berupa:
Manual pengoperasian bendung, bangunan ukur debit atau
bangunan khusus lainnya
data seri dari catatan curah hujan
data debit sungai
data klimatologi dan
data lainnya.

4.1.1.3 Peran serta P3A dalam operasi jaringan irigasi


Dinas yang membidangi irigasi menyusun rencana operasi jaringan irigasi di
suatu daerah irigasi, setelah mendapat masukan dari dinas yang
membidangi pertanian.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 23 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Dalam kegiatan operasi jaringan irigasi dilakukan dengan melibatkan peran


serta P3A/GP3A/IP3A diwujudkan mulai dari pemikiran awal, pengambilan
keputusan, dan pelaksanaan kegiatan dalam operasi jaringan.
Dalam rangka mengikutsertakan masyarakat petani pemakai air,
P3A/GP3A/IP3A kegiatan perencanaan dan pelaksanaan operasi didapat
melalui usulan dari P3A/GP3A/IP3A, dengan proses sebagai berikut.
a. P3A/GP3A/IP3A mengusulkan rencana tanam dan luas areal kepada
Dinas yang membidangi irigasi.
b. Dinas yang membidangi irigasi bersama-sama Dinas yang membidangi
Pertanian menyusun rencana tanam dan luas areal tersebut.
c. Komisi irigasi yang beranggotakan instansi terkait dan wakil
perkumpulan petani pemakai air membahas pola dan rencana tata
tanam, rencana tahunan penyediaan air irigasi, rencana tahunan
pembagian dan pemberian air irigasi dan merekomendasikan kepada
Bupati/Walikota atau Gubernur sesuai dengan kewenangannya.
d. Dinas yang membidangi irigasi, melaksanakan operasi jaringan irigasi
atau dapat dilakukan dengan melibatkan peran P3A/GP3A/IP3A untuk
melaksanakannya.

4.1.2. Tata Cara Operasi Jaringan Irigasi


4.1.2.1 Perencanaan Operasi Jaringan Irigasi
1. Perencanaan Penyediaan Air Tahunan
Rencana Penyediaan Air Tahunan dibuat oleh instansi teknis tingkat
kabupaten/tingkat provinsi sesuai dengan kewenangannya berdasarkan
ketersediaan air (debit andalan) dan mempertimbangkan usulan rencana
tata tanam dan rencana kebutuhan air tahunan, kondisi hidroklimatologi.
2. Perencanaan Tata Tanam Tahunan
Penyusunan Rencana Tata Tanam Tahunan dilakukan berdasarkan prinsip
partisipatif dengan melibatkan peran aktif masyarakat petani. Secara aktif
petani mendiskusikan komoditas yang akan ditanam bersama dengan
petani lain dalam P3A maupun dengan kelompok P3A lainnya, sementara
pemerintah bertindak dan berperan sebagai pembimbing atau penasehat
yang memberi masukan dan pertimbangan berkaitan dengan ketersediaan
air yang mungkin bisa dipergunakan untuk pertanian.
Perencanaan tata tanam tahunan terdiri dari :
a. Rencana Tata Tanam Global (RTTG)
b. Rencana Tata Tanam Detail (RTTD)

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 24 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Sebelumnya dinas kabupaten/kota atau provinsi yang membidangi irigasi


menghitung dan mengevaluasi debit andalan yang ada untuk digunakan
pada saat penyusunan rencana tata tanam oleh P3A maupun Gabungan
P3A. Secara lengkap langkah penyusunan Rencana Tata Tanam adalah
sebagai berikut
Langkah 1 Pertemuan P3A untuk menentukan usulan rencana tata tanam
yang diinginkan secara musyawarah bersama anggotanya berdasarkan hak
guna air yang diberikan dengan mengisi blangko 01O, selambat-lambatnya
2 bulan sebelum MT1.
Langkah 2 GP3A bersama seluruh anggotanya mengadakan rapat lengkap
untuk membahas usulan Rencana Tata Tanam (RTT) di masing-masing
wilayah kerjanya.
Langkah 3 Pengurus GP3A membawa usulan RTT tersebut ke dinas melalui
juru/pengamat yang selanjutnya direkap dalam blangko 02O dan 03O
selambat-lambatnya 1 bulan sebelum MT1 dan dievaluasi serta
dikoordinasikan dalam Komisi Irigasi kabupaten/kota atau provinsi guna
menentukan Rencana Tata Tanam Tahunan.
Langkah 4 Komisi Irigasi kabupaten/kota atau provinsi mengkoordinasikan
usulan-usulan dari Gabungan P3A dalam rapat penentuan RTT Tahunan
dalam satu daerah irigasi (DI). Dalam penentuan RTT Tahunan tersebut
agar mempertimbangkan ketersediaan air irigasi, rencana pemeliharaan
jaringan irigasi, hama dan penyakit tanaman. Pihak-pihak penyedia sarana
produksi pertanian mengacu kepada RTT Tahunan yang ditetapkan.
Langkah 5 RTT Tahunan meliputi Rancana Tata Tanam Global (RTTG) dan
Rencana Tata Tanam Detail (RTTD).
Langkah 6 Hasil koordinasi ini disosialisasikan dalam forum GP3A yang
selanjutnya disebarluaskan kepada para P3A dan disosialisasikan kepada
para anggota P3A untuk dapat dilaksanakan di daerah masing-masing.
Langkah 7 Masing-masing P3A mensosialisasikan kesepakatan RTT
Tahunan tersebut kepada anggota P3A.
Mengingat ketersediaan air pada sumber-sumber air tidak merata (konstan)
sepanjang tahun dimana pada awal musim hujan yaitu pada saat
pengolahan tanah, debit yang tersedia dari sumber air maupun hujan masih
kurang, maka rencana tata tanam diatur dengan sistem golongan.
Pengaturan jadwal waktu mulai pengolahan tanah tiap golongan berbeda
antara 10 sd. 15 hari menyesuaikan ketersediaan debit air.
Dengan pengaturan golongan beban puncak kebutuhan air dapat ditekan
sehingga mendekati debit maksimum ketersediaan air di bendung.
Jenis golongan dapat dibagi menjadi :
a. golongan vertikal

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 25 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

b. golongan horisontal
c. golongan tersebar
Pemilihan golongan ini tergantung dari :
a. Kesiapan petugas atau pelaksana lapangan yang melaksanakan
kegiatan operasi jaringan irigasi (P3A/GP3A, petugas pintu/bendung,
mantri, dan lainlain)
b. Kedisiplinan petani/P3A/GP3AI terhadap kesepakatan rencana tata
tanam
c. Kondisi bangunan jaringan irigasi (saluran, pintu, bangunan/alat
pengukur debit).

Tabel 4.1 Kelebihan dan kekurangan macam golongan

Untuk Daerah Irigasi yang P3A kurang/betum/tidak aktif disarankan untuk


memakai rencana golongan vertikal, setelah P3A/petugas operasi sudah
cukup aktif dan memadai, dapat dilaksanakan rencana golongan horisontal.
Jika P3A sudah maju/terampil/terlatih dalam operasi dan kondisi jaringan
irigasi bagus dapat diterapkan rencana golongan tersebar.

3. Rapat Komisi Irigasi Untuk Menyusun Rencana Tata Tanam Tahunan


Komisi Irigasi Kabupaten/Kota atau Provinsi disetiap tahun sebelum musim
tanam ke-1 mengadakan rapat membahas dan mengkoordinasikan
usulanusulan dari GP3A guna menentukan Rencana Tata Tanam Tahunan
dari setiap daerah irigasi yang meliputi RTTG dan RTTD. RTT Tahunan ini
diusulkan ke bupati/walikota atau gubernur untuk ditetapkan.
4. SK Bupati/Walikota atau Gubernur Tentang Rencana Tata Tanam
Tahunan
Setelah ada kesepakatan dalam rapat komisi irigasi maka disusun
penetapan melalui SK bupati/walikota atau gubernur tentang Rencana Tata
Tanam Tahunan. SK tersebut sebagai dasar dalam menyusun rencana
pembagian dan pemberian air serta waktu pengeringan dan sebelum MTI
SK ini harus sudah terbit/jadi.
5. Perencanaan Pembagian dan Pemberian Air Tahunan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 26 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Rencana Tahunan Pembagian dan Pemberian Air Irigasi disusun oleh dinas
kab/kota atau provinsi yang membidangi irigasi sesuai dengan
kewenangannya berdasarkan rencana tahunan penyediaan air irigasi dan
pemakaian air untuk keperluan lainnya.
Rencana pembagian dan pemberian air setelah disepakati oleh komisi
irigasi kab/kota atau provinsi ditetapkan melalui keputusan bupati/walikota,
gubernur, atau menteri sesuai kewenangannya dan atau penyelenggaraan
wewenang yang dilimpahkan kepada pemerintah daerah yang
bersangkutan.
Rencana tahunan pembagiaan dan pemberian air irigasi pada daerah irigasi
lintas provinsi dan strategis nasional yang belum dilimpahkan kepada
pemerintah provinsi atau pemerintah kab/kota disusun oleh instansi pusat
yang membidangi irigasi/sumber daya air dan disepakati bersama dalam
forum koordinasi komisi irigasi atau yang disebut dengan nama lain yang
ditetapkan oleh Menteri.

Ada beberapa cara pemberian air irigasi


a) kondisi debit lebih besar dari 70% debit rencana air irigasi dari saluran
primer dan sekunder dialirkan secara terus menerus (continous flow) ke
petak-petak tersier melalui pintu sadap tersier.
b) kondisi debit 50-70% dari debit rencana air irigasi dialirkan ke petak-petak
tersier dilakukan dengan rotasi. Pelaksanaan rotasi dapat diatur antar
saluran sekunder misalnya jaringan irigasi mempunyai 2 (dua) saluran
sekunder A dan sekunder B maka rotasi dilakukan selama 3 (tiga) hari air
irigasi dialirkan ke sekunder A dan 3 (tiga) berikutnya ke sekunder B
demikian seterusnya setiap 3 (tiga) hari dilakukan penggantian sampai
suatu saat debitnya kembali normal.
c) cara pemberian air terputus-putus (intermitten) dilaksanakan dalam
rangka efisiensi penggunaan air pada jaringan irigasi yang mempunyai
sumber air dari waduk atau dari sistem irigasi pompa, misalnya 1 (satu)
minggu air waduk dialirkan ke jaringan irigasi dan 1 (satu) minggu kemudian
waduknya ditutup demikian seterusnya sehingga setiap minggu mendapat
air dan satu minggu kemudian tidak mendapat air.

6. Perencanaan Pembagian dan Pemberian Air pada Jaringan Sekunder


dan Primer.
Setelah ditetapkan rencana pembagian dan pemberian air tahunan oleh
bupati/walikota, gubernur, atau menteri maka masing-masing pengelola
irigasi tersebut menyusun rencana pembagian dan pemberian air pada
jaringan sekunder dan primer.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 27 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Perencanaan tersebut disesuaikan dengan luas areal yang telah ditetapkan


akan mendapatkan pembagian dan pemberian air dari jaringan sekunder
dan primer. Perencanaan tersebut merupakan jumlah Rencana Pemberian
Air (RPA) di petak tersier ditambah kehilangan air di saluran primer dan
sekunder. Besarnya kehilangan air ini biasanya sebesar 10% sd. 20%
(tergantung panjang saluran, jenis tanah dll).

4.1.2.2 Pelaksanaan Operasi Jaringan Irigasi


Berdasarkan SK bupati/walikota atau gubernur tentang Rencana Tata
Tanam Tahunan yang dilengkapi dengan Rencana Pembagian dan
Pemberian Air, maka pelaksanaan kegiatan operasi dapat dilakukan
sebagai berikut :
1. Laporan keadaan air dan tanaman.
Berdasarkan isian blangko 04O yang dilaksanakan oleh juru/mantri setiap 2
(dua) mingguan dapat diketahui realisasi keadaan air dan tanaman di
masing-masing wilayah kerja juru pengairan/mantri.
2. Penentuan Kebutuhan Air di Pintu Pengambilan
Berdasarkan laporan realisasi keadaan air dan tanaman, maka ditetapkan
kebutuhan air di tiap pintu pengambilan sesuai dengan realisasi pada
periode 2 (dua) mingguan dengan menggunakan blangko 05O.
3. Pencatatan Debit Saluran
Pencatatan debit saluran dengan menggunakan blangko 06O dilakukan oleh
petugas operasi bendung (POB) / petugas pintu air (PPA) pada setiap
bangunan pengambilan utama, sekunder, dan bangunan sadap tersier yang
dilaksanakan setiap 2 (dua) mingguan guna mengetahui realisasi detil yang
dialirkan setiap luas saluran sesuai dengan rencana pembagian dan
pemberian air.
4. Penetapan Pembagian Air pada Jaringan Sekunder dan Primer.
Setelah diketahui realisasi keadaan air dan tanaman pada tiap petak tersier
serta kebutuhan air di pintu pengambilan maka dengan menggunakan
blangko 07O dapat ditetapkan pembagian air pada jaringan sekunder dan
primer yang merupakan jumlah kebutuhan air di petak-petak tersier di
masing-masing jaringan sekunder dan primer ditambah dengan kehilangan
air sebesar 10% s.d. 20%
5. Pencatatan Debit Sungai pada Bangunan Pengambilan
Pelaksanaan pencatatan debit sungai pada bangunan pengambilan
dilakukan 2 kali setiap hari (pagi dan sore) dengan menggunakan blangko
08O oleh petugas pintu air baik yang dialirkan ke jaringan primer maupun

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 28 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

yang limpas bendung. Hal ini dilakukan guna mengetahui apakah debit yang
tersedia sesaui dengan yang direncanakan.
6. Perhitungan faktor K
Dari hasil pencatatan debit sungai pada bangunan pengambilan terjadi
kekurangan air (pada tanggal tertentu) maka pembagian dan pemberian air
irigasi perlu dikoreksi dengan menggunakan perhitungan faktor K.

Maka koreksi pembagian dan pemberian air dengan blangko 09O.


Untuk daerah yang telah menggunakan cara perhitungan/metode lain dalam
pembagian air (pasten, FPR, dll) tetap dapat digunakan.

7. Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Daerah Irigasi


Petugas dinas kabupaten/kota yang membidangi irigasi setingkat
pengamat/cabang dinas/ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil/korwil
PSDA melaksanakan pencatatan realisasi luas tanam dan pembagian serta
pemberian airnya per daerah irigasi dengan melakukan pencatatan per
musim tanam selama satu tahun dengan menggunakan blangko 10O.
Blangko ini menginformasikan antara lain:
a. Realisasi tanam per musim tanam (MTI, MTII, MTIII)
b. Kerusakan tanaman
c. Rencana tanam pada tahun berjalan dan pada tahun mendatang
d. Keadaan air
e. Produksi tanaman.

8. Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Kabupaten/Kota


Petugas dinas kabupaten/kota yang membidangi irigasi setingkat subdin
PSDA melaksanakan pencatatan realisasi luas tanam per daerah irigasi per
musim tanam (MT) per kabupaten/kota. Dengan menggunakan blangko 11O
yang dilaksanakan oleh petugas Dinas Kabupaten yang membidangi
irigasi/sumber daya air. Pencatatan ini dilakukan setiap satu tahun sekali
setelah MTIII. Blangko ini adalah informasi mengenai rencana luas tanam,
realisasi tanam, dan areal terkena musibah.
9. Pencatatan Realisasi Luas Tanam Per Provinsi
Petugas dinas provinsi yang membidangi irigasi setingkat subdin PSDA
melaksanakan pencatatan rekapitulasi dari blangko 12O yang diisi oleh
Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi
Halaman: 29 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

petugas Dinas Provinsi/Balai yang membidangi irigasi/sumber daya air.


Pencatatan ini dilakukan setiap satu tahun sekali setelah MTIII. Blangko ini
adalah informasi mengenai rencana luas tanam, realisasi tanam, dan areal
terkena musibah.
10. Pengoperasian Bangunan Pengatur Irigasi
Pengoperasian bangunan pengatur ini dilakukan oleh petugas / mantri / juru
pengairan untuk mengatur debit air sesuai dengan kebutuhan yang telah
ditetapkan.
a) Operasi Bangunan Pengambilan Utama.
Pembukaan dan penutupan pintu pengambilan dan pintu pembilas yang
terkoordinir akan menyebabkan debit air dapat dialirkan sesuai dengan
kebutuhan. Pada saat banjir atau pada saat kandungan endapan di sungai
tinggi, pintu pengambilan ditutup. Tinggi muka air di hulu bendung tidak
boleh melampaui puncak tanggul banjir atau elevasi yang ditetapkan.
Endapan di hulu bendung sewaktu-waktu harus dibilas. Elevasi muka air di
hulu bendung dicatat dua kali sehari atau tiap jam di musim banjir. Debit air
yang masuk ke saluran dicatat setiap kali terjadi perubahan.
Bangunan pengambilan dilengkapi pintu dengan tujuan sebagai berikut :
a. Untuk mengatur air yang masuk ke dalam saluran,
b. Untuk mencegah endapan masuk ke dalam saluran,
c. Untuk mencegah air banjir masuk ke dalam saluran.
Apabila pintu pengambilan lebih dari satu buah maka selama operasi
berlangsung tinggi bukaan pintu harus sama besar, kecuali ada salah satu
pintu yang sedang diperbaiki.
Pada waktu banjir atau kandungan endapan di sungai terlalu besar, pintu
bangunan pengambilan harus ditutup dan pengaliran air di saluran
dihentikan. Kalau di depan pintu pengambilan di pasang saringan sampah,
pembersihan sampah dilakukan setelah pintu pengambilan ditutup.

b) Operasi Bangunan Pembilas.


Tiga cara pengoperasian kantong pembilas sebagai berikut:
1) Operasi kolam tenang (still pond regulation)
Pada cara ini semua pintu pembilas ditutup. Hanya jumlah air yang
diperlukan saluran yang dialirkan ke dalam kantong pembilas,
selebihnya dialirkan di bagian lain dari bangunan utama. Kecepatan air
di dalam kantong pembilas dengan demikian akan rendah, oleh karena
itu jumlah air yang masuk ke dalamnya kecil dan menyebabkan air yang
masuk ke saluran relatif bersih.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 30 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Endapan dibiarkan mengedap di dalam kantong pembilas sampai


mencapai ketinggian kurang lebih 0,5 meter. Kemudian pintu
pengambilan ditutup dan pintu pembilas dibuka untuk membersihkan
kantong pembilas. Setelah kantong pembilas bersih, pintu pembilas
ditutup kembali dan pintu pengambilan dibuka kembali untuk
mengalirkan air ke saluran.
Cara pengoperasian ini disebut Operasi Kolam Tenang dan sangat
efektif untuk mengurangi endapan masuk ke saluran. Akan tetapi
operasi semacam ini hanya dilakukan kalau ambang pintu pengambilan
relatif tinggi di atas dasar kantong pembilas dan dapat menyebabkan
penghentian pengaliran ke saluran selama pembilasan.
2) Operasi Kolam Semi Tenang.
Pada cara ini air dialirkan ke dalam kantong pembilas lebih besar dari
debit yang dialirkan ke dalam saluran. Kelebihan air dialirkan ke hilir
melalui pintu pembilas yang dibuka sebagian. Aliran air yang masuk ke
dalam kantong pembilas dengan demikian akan terbagi dua lapisan.
Lapisan atas mengalir ke saluran melalui pintu pengambilan,
sedangkan lapisan bawah dialirkan ke hilir melalui bukaan pintu
pembilas. Akibat dari operasi ini kecepatan aliran di kantong pembilas
akan tinggi yang menyebabkan endapan melayang dan tidak
mengendap, bahkan dengan terjadinya aliran turbulen kadang-kadang
dapat menaikkan endapan dasar ke permukaan. Dengan demikian
fungsi pengendapan di kantong pembilas akan berkurang. Kelebihan
dari cara ini ialah endapan terus menerus dibilas dan saluran tidak perlu
ditutup sebagaimana yang dilakukan pada cara operasi kolam tenang.
3) Operasi Pengaliran Terbuka.
Pengoperasian semacam ini dilakukan dengan membuka penuh pintu
pembilas. Dalam keadaan demikian akan banyak endapan masuk ke
dalam saluran, dan dianjurkan semua pintu pengambilan ditutup.

c) Operasi Kantong Lumpur.


1) Pengurasan berkala.
Selama terjadi pengendapan di kantong lumpur kecepatan air akan
bertambah dan proses pengendapan mulai berkurang pada saat itu
endapan mulai akan masuk ke dalam saluran. Untuk menanggulangi
keadaan ini kantong lumpur harus dikuras.
Operasi dilakukan sebagai berikut:
Pertama-tama pintu saluran ditutup dengan demikian pengaliran di
kantong lumpur terhenti dan permukaan air berangsur-angsur naik
sampai sama dengan permukaan air di hilir bendung. Sesudah itu

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 31 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

bukaan pintu pengambilan diatur sedemikian agar debit yang masuk


sama dengan debit yang dibutuhkan untuk pengurasan (sekitar 0,5 1,0
debit rencana ruangan), kemudian pintu penguras diangkat
sepenuhnya. Dengan urutan seperti itu permukaan air di kantong
lumpur turun dan air mulai masuk ke kantong lumpur sesuai dengan
debit yang diperlukan untuk pengurasan. Akibat kecepatan air endapan
di dasar kantong lumpur mulai terkuras. Setelah pengurasan selesai,
pintu penguras ditutup, permukaan air di kantong lumpur kemudian
akan sama dengan permukaan air di hulu bendung, selanjutnya pintu
pengambilan dibuka penuh dan setelah itu pintu saluran dibuka.
2) Pengurasan terus menerus.
Dari namanya jenis kantong lumpur ini endapan tidak dibiarkan
mengendap, melainkan dikuras terus menerus melalui pintu penguras
yang dipasang di ujung kantong lumpur. Oleh karena itu debit air yang
masuk melalui pintu pengambilan harus lebih besar, sebanyak debit
saluran (Qs) ditambah debit pengurasan (Qp) dari dasar. Akan tetapi
operasi semacam ini dilakukan hanya pada saat banjir ketika
kandungan endapan dalam air sungai cukup tinggi, sedangkan di
musim kemarau dapat diadakan pengurasan berkala. Agar di saat banjir
air di hilir bendung tidak masuk ke dalam kantong lumpur melalui pintu
penguras, dasar kantong lumpur harus lebih tinggi dan muka air di hilir
bendung atau pada saat muka air di hilir bendung lebih tinggi dan dasar
kantong lumpur, pintu penguras ditutup dan kalau perlu pengaliran air
ke saluran dihentikan.

d) Operasi Bangunan Pengelak.


Operasi bangunan pengelak merupakan operasi pengaliran air ke saluran
jaringan irigasi dan merupakan kombinasi kegiatan operasional dari masing-
masing bangunan seperti yang telah dijelaskan diatas.
Penjelasan mengenai berbagai operasi bangunan pengelak sebagai berikut:
1) Bendung Tetap
a. Operasi dalam keadaan muka air normal.
Pengoperasian selama musim kemarau pada saat debit sungai yang
disadap sama dengan debit rencana saluran, disarankan pintu pembilas
ditutup penuh.
Dalam keadaan ini dianjurkan menggunakan operasi kolam tenang,
karena air sungai relatif lebih bersih. Kelebihan air setelah debit saluran
terpenuhi, dialirkan melalui pembilas sungai apabila bangunan utama
dilengkapi dengan pembilas sungai atau apabila tidak ada dibiarkan
melimpas melalui mercu bendung.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 32 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Apabila alur sungai pindah dan kantung pembilas, operasi kolam semi
tenang dilaksanakan agar arus kembali menuju kantong pembilas.
Pada bangunan pembilas yang dilengkapi bangunan pembersih lumpur,
debit sisa dapat diarahkan melalui bangunan tersebut sehingga akan
terjadi pembilasan yang terus menerus dengan kecepatan antara 2,0
sampai 2,5 m/det untuk membilas lumpur dari 3,0 sampai 4,0 m/det
untuk membilas pasir dan kerikil. Pada saat tersebut, pintu pembilas
dibuka sesuai dengan kebutuhan, agar kecepatan tersebut di atas
tercapai. Air yang mengalir di atas lantai atas bangunan pembersih
lumpur, masuk kedalam saluran sedangkan debit sisa dialirkan melalui
bukaan pintu pembilas sungai atau melimpas di atas mercu bendung.
Apabila pada bangunan pembilas tidak dilengkapi dengan bangunan
pembersih lumpur, akan terjadi pengendapan di dalam kantong
pembilas. Pengendapan sedimen ini diharapkan sampai mencapai
ketinggian 30 sampai 50 cm diawal ambang pintu pengambilan,
kemudian dilakukan pembilasan dengan menutup pengambilan dan
membuka pintu pembilas.
b. Operasi pada saat banjir tahunan dan banjir periode 20 tahun.
Kondisi semacam ini hampir terjadi setiap tahun dan debit sungai
mencapai banjir periode 20 tahun. Pengoperasian pintu harus dilakukan
dengan hati-hati untuk mencegah endapan masuk kedalam saluran dan
terlampau banyak terjadi pengendapan di kantong pembilas. Apabila
dalam pengamatan kegiatan operasi kolam tenang dapat berfungsi
dengan baik, maka kegiatan ini dapat diteruskan bersamaan dengan
pembilas endapan pada kantong pembilas. Apabila ada bangunan
pembersih lumpur, pintu pembilas dapat dioperasikan sebagaimana
pada pengoperasian debit normal.
Bila memungkinkan debit sungai rnelalui pembilas sungai, dengan debit
pembilas sungai dibuat lebih besar dan pada debit saluran ditambah
debit pembilas atau Vs / Vp >1.
Debit yang rnasih tersisa dibiarkan melimpas di atas mercu bendung.
Apabila tidak ada pembilas sungai, debit sisa dan debit saluran
ditambah debit pembilas dapat dibiarkan melimpas di atas mercu
bendung.
Apabila dalam kenyataan cara operasi kolam tenang rnenyebabkan
terlampau banyak endapan di kantong pembilas dan di dasar sungai
atau debit yang masuk terlalu besar dan dikawatirkan kandungan
sedimen yang masuk ke dalam saluran terlalu besar, sebaiknya pintu
pengambilan ditutup penuh sementara waktu. Untuk menetapkan
prosedur operasi yang tepat, perlu dilakukan penelitian yang seksama
pada berbagai ketinggian air atau berbagai kandungan endapan.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 33 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

c. Operasi pada saat banjir periode 50 dan 100 tahun.


Pada saat banjir seperti ini, kandungan sedimen sangat tinggi dan
dianjurkan pintu pengambilan ditutup penuh serta membuka pintu
kantong pembilas dan pintu pembilas sungai (jika ada) untuk menghindari
sedimen masuk ke dalam saluran.
Pada saat itu air irigasi tidak diperlukan di sawah dan cukup dengan air
hujan.
Setelah banjir surut dan kandungan sedimen mulai rendah atau dalam
batas toleransi, pintu pengambilan dapat dibuka. Untuk mengetahui
kapan pintu pengambilan boleh ditutup dan sebagainya, pada saat banjir
sebaiknya diambil contoh air dan sungai dan saluran untuk dianalisa
kandungan endapannya.

2) Bendung Gerak
Bendung gerak dibagi dalam beberapa bagian, dibatasi oleh pilar-pilar
dan tembok tepi satu ke tepi lainnya. Tiap pintu dapat dibuka untuk
membilas endapan yang berada di hulu masing-masing pintu (tidak
serupa dengan bendung tetap yang rnenyebabkan endapan bertambah
terus sampai mencapai ketinggian mendekati mercu bendung).
Bendung gerak mempunyai perubahan ketinggian air (affux) kecil,
akibatnya bendung gerak sering dibangun bila tepi / tebing sungai
rendah. Pada bendung gerak yang agak kecil (kurang dan 200 in), hanya
dibuat pintu pelimpah / pintu spillway dan pintu kantong bilas. Pada
konstruksi yang lebih panjang dapat dibangun pembilas sungai dan
diletakkan antara pintu bilas dan pintu pelimpah / pintu gerak (spillway
gate). Bangunan pembersih lumpur boleh dibuat atau pun tidak.
Umumnya bila tak dilengkapi bangunan pembersih lumpur dan
kandungan lumpurnya tinggi, kantong lumpur perlu dibangun pada
saluran induk di hilir pengambilan.
Cara mengoperasikan pintu gerak dianjurkan sebagai berikut:
1) Pada musim kemarau atau debit normal.
Dianjurkan mengoperasikan dengan cara kolam tenang. Bila tak ada
pembilasan (pintu pembilas ditutup), pintu pengambilan dibuka untuk
memperoleh debit pengambilan yang dibutuhkan. Sisa debit pengambilan
dilepas melalui pembilas sungai (jika ada) atau melalui beberapa pintu
pelimpah ( spillway gate ) yang dekat dengan pintu pembilas.
Pembilasan dilaksanakan bila endapan dalarn kantong pembilas telah
mencapai 30 sampai 50 cm di bawah ambang pengambilan dengan
menutup pintu pengambilan dan membuka pintu pembilas. Setelah
selesai pembilasan, pintu pembilas ditutup kembali dan pintu

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 34 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

pengambilan dibuka. Umumnya kandungan endapan pada musim


kemarau kecil. Bila bendung gerak dilengkapi bangunan pembersih
lumpur, debit pengambilan maupun debit pembilasan mengalir melalui
kantong pembilas. Cara pengoperasian dan cara penentuan debit
pembilas sama dengan cara pada bendung tetap. Debit sisa dialirkan
rnelalui pembilas sungai (jika ada) atau melalui dua atau tiga pintu
pelimpah yang dekat dengan pembilas. Pintu pembilas tidak dibuka lebih
tinggi dan atap (lantai atas) bangunan pembersih lumpur. Apabila dalam
kenyataan alur sungai menjauhi kantong pembilas, operasi kolam semi
tenang dapat dicoba.
2) Waktu banjir kecil (banjir tahunan) dan periode 20 tahun.
Pada musim banjir kecil, operasi kolam tenang sama dengan cara pada
musim kemarau. Debit sisa dan pembilasan dan bangunan pembersih
lumpur diatur sebagai berikut :
Bendung gerak dengan pembilas sungai.
Debit melalui pembilas sungai dengan perbandingan (Vs/Vp >1)
dan debit sisa dan pembilasan dan pembilas sungai dialirkan
melalui bendung gerak (spillway bay), dengan membuka sernua
pintu / bendung gerak sama besar. Apabila ada endapan di muka
pintu gerak yang perlu dibilas, pintu tersebut dibuka penuh untuk
mengaktifkan pembilasan.
Bendung gerak tanpa pembilas sungai.
Debit sisa (sisa debit pengambilan ditambah debit pembilasan)
dialirkan melalui bendung gerak (spillway hat). Untuk pelimpahan,
secara menyeluruh bukaan pintu lebih disukai berbentuk miring
(wedge shape) dan pada membuka pintu dengan tinggi sarna.
Pintu dekat pembilas dibuka lebih tinggi selanjutnya berangsur
mengecil makin jauh dan pembilas. Bila pengambilan air hanya
pada satu sisi saja maka bukaan pintu gerak pada sisi yang tak ada
pengambilan air dibuka paling kecil atau ditutup sama sekali.
Dengan kata lain, bila ada dua pengambilan (kiri kanan) maka pintu
gerak paling tengah dibuka paling kecil.
Bukaan pintu harus demikian rupa sehingga tak ada air melimpah
melalui atas daun pintu / alas bendung gerak, kecuali didesain
dengan pelimpah alas.
Penelitian model hidrolika tiga dimensi diperlukan untuk
menentukan bukaan pintu bendung gerak. Kalau tidak ada
penelitian, petunjuk berikut dianjurkan untuk pengaturan
pembukaan cara wedge shape ini:
Contoh bila pengambilan hanya terletak pada salah satu sisi
(katakanlah sisi kanan)

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 35 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Anggap lebar kantong pembilas W , yaitu lebar dan tembok


tepi ke dinding pembatas (pilar) pertama.
Bagilah (daun) pintu gerak dalam grupgrup, misalnya W1, W2,
W3 dan W4 flap grup sama dengan W
Bila debit pada kantong pembilas Qi, atur bukaan pintu melalui
grup. Wi yang debitnya = 1,25 x Qi

Catatan: Qi adalah debit pengambilan ditambah debit excluder jika


ada.

Sekarang, diharapkan Vs/Vp > 1


Buka pintu grup W4 yang terletak paling jauh dari kantong
pembilas sedemikian agar bagian atas pintu 15 cm di atas muka
banjir rencana (muka air di hulu bendung).
Buka pintu W2 dan W3 berbentuk miring ( wedge shape).
Misalnya bukaan pintu W1 dan W4 masing-masing 160 cm dan
70 cm, maka bukaan W3 = 70 + (160 70) / 3 = 100 cm.
Sedangkan bukaan W2 = 70 + (160 70) x 2 / 3 = 130 cm.

Contoh bila bendung gerak dilengkapi bangunan pengambilan pada


dua sisi sungai, apabila:
W1 : lebar pembilas kanan
W2 : lebar pembilas kiri
Qi : debit yang lewat pada pembilas (kantong pembilas) kanan
Q2 : debit pembilas yang lewat pembilas kiri.

Urutan grup pintu adalah (dari kiri ke kanan) W2, W5, W4, W3, W1:
Lepaskan debit sebesar 1,25 x Q1 pada pintu gerak paling dekat
dengan pintu bilas kanan (W1)
Dengan cara yang sama atur bukaan pintu di samping dinding
paling kiri sehingga debit = 1,25 x Q2 (W2)
Bagilah bukaan grup lain misalnya W3, W4, W5, agar (bank)
grup W4 terletak paling tengah
Atur grup pintu tengah (W4) hingga puncaknya 15 cm diatas
muka air banjir rencana

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 36 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Atur W3 disamping Wi agar bukaannya sama dengan (W1 +


W4)/2
Dengan cara sama, atur bukaan W5 = ( W4 + W2) / 2

Catatan :
Pelaksanaan operasi di lapangan mungkin perlu sedikit berbeda
tergantung pada pengangkatan kandungan sedimen yang masuk
ke dalam saluran.
3) Waktu banjir besar periode 50 dan 100 tahun.
Pada saat ini semua pintu (bendung gerak, pintu bilas dan pintu bilas
sungai) dibuka penuh sedangkan pintu pengambilan ditutup. Saat banjir
surut, kalau kandungan sedimen dalam air sesuai toleransi, pintu
pengambilan dibuka lagi dan pengoperasian pintu sama dengan waktu
banjir kecil seperti diterangkan terdahulu.

4.1.2.3 Pemanfaatan Sumber Lain


Apabila terjadi kekurangan air dalam kegiatan pemberian air irigasi dapat
diupayakan pemanfaatan sumber-sumber air lainnya seperti pemanfaatan
air tanah dan pemanfaatan kembali air drainase.
1. Pemanfaatan Air Tanah (Conjunctive use)
Air tanah dapat merupakan sumber air utama atau secara terpadu bersama-
sama dengan air permukaan memenuhi kebutuhan air irigasi (Conjunctive
use). Pengelolaan terpadu dalam penggunaan air permukaan dan air tanah
diperlukan terutama pada pemanfaatan air tanah sebagai pengganti air
irigasi permukaan pada musim kemarau dan atau sebagai tambahan
(suplesi) bagi irigasi air permukaan.
2. Pemanfaatan Kembali Air Drainase
Pada daerah-daerah irigasi yang tanahnya sangat porous (berpori) dimana
air merembes ke saluran drainase maka air tersebut dapat dimanfaatkan di
lahan itu kembali seperti dengan pompanisasi dan gravitasi.

4.1.2.4 Monitoring dan Evaluasi


1. Monitoring Pelaksanaan Operasi
Monitoring pelaksanaan operasi dilakukan dengan menggunakan daftar
simak Bagan Alir Blangko Operasi. Blangko tersebut harus dikondisikan
dengan kewenangan pengelolaan daerah irigasi yang bersangkutan yaitu DI
kewenangan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota.
Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi
Halaman: 37 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

2. Kalibrasi Alat Ukur


Jenis alat ukur yang dipakai dalam pembagian air sesuai dengan Kriteria
Perencanaan (KP) Irigasi ada 6 yaitu :
Tipe Romijn
Tipe Cipoletti
Tipe Parshall Flume
Tipe CHO (Constan head orifice)
Tipe Crump de Gruyter
Tipe Drempell.
Dari enam tipe di atas sudah ada rumus standar (asal dipenuhi syarat
hidrolisnya).
Untuk dapat dicapainya operasi yang efektif dan efisien, pembagian dan
pemberian air harus dapat diukur dengan baik. Besarnya air yang mengalir
melewati suatu alat ukur dalam satuan waktu tertentu tidak selalu sama
dengan perhitungan memakai rumus standar yang berlaku. Hal ini
disebabkan oleh berbagai hal, antara lain nilai kekasaran, endapan, umur
dan kekentalan air itu sendiri. Disamping itu pengerjaan dan pemasangan
alat ukur pada saat pembangunan juga sangat berpengaruh.
Mengingat hal tersebut sebelum dipergunakan, alat ukur harus dikalibrasi
yaitu dengan membandingkan kenyataan besarnya debit yang mengalir
dengan besarnya debit sesuai dengan perhitungan menggunakan rumus
umum.
Tata cara kalibrasi harus dilakukan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan
tata cara kalibrasi. Kalibrasi harus dilakukan setiap ada perubahan/
perbaikan dari alat ukur atau minimal lima tahun sekali.
Apabila terjadi kerusakan alat ukur pada jaringan irigasi teknis maka sambil
menunggu perbaikan, pengukuran debit pada alat ukur yang rusak dapat
dilakukan antara lain sebagai berikut :
Pengukuran debit dengan metode pelampung
Dibuat lubang pintu ukur yang proporsional dengan pintu ukur yang
masih berfungsi.

3. Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi


Evaluasi kinerja sistem irigasi dimaksudkan untuk mengetahui kondisi
kinerja sistem irigasi yang meliputi :
Prasarana fisik
Produktivitas tanaman
Sarana penunjang
Organisasi personalia
Dokumentasi
Kondisi kelembagaan P3A

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 38 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Evaluasi ini dilaksanakan setiap tahun dengan menggunakan formulir 1


(untuk DI utuh dalam 1 kabupaten/kota) dan 2 (untuk DI lintas
kabupaten/kota) Indeks Kinerja Sistem Irigasi dengan nilai :
80100 : kinerja sangat baik
7079 : kinerja baik
5569 : kinerja kurang dan perlu perhatian
< 55 : kinerja jelek dan perlu perhatian
maksimal 100, minimal 55 dan optimum 77,5

Formulir tersebut harus dikondisikan dengan kewenangan pengelolaan


daerah irigasi yang bersangkutan yaitu DI kewenangan pemerintah pusat,
pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.

4.1.3. Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia


4.1.3.1 Tugas Pokok dan Fungsi Petugas dalam Kegiatan Operasi yang
Berada di Lapangan
a) Kepala Ranting/Pengamat/UPTD/Cabang Dinas/Korwil/Pengamat
1. Mempersiapkan penyusunan RTTG dan RTTD sesuai usulan petani
P3A/GP3A/IP3A
2. Menetapkan besarnya factor k untuk pembagian air jika debit sungai
menurun
3. Rapat di kantor ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil setiap
minggu untuk mengetahui permasalahan operasi, hadir para mantri /
juru pengairan, petugas pintu air (PPA), petugas operasi bendung
serta P3A/GP3A/IP3A.
4. Menghadiri rapat di kecamatan dan dinas PSDA kabupaten.
5. Membina P3A/GP3A/IP3A untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan
Operasi
6. Membantu proses pengajuan bantuan biaya operasi yang diajukan
P3A/GP3A/IP3A.
7. Membuat laporan kegiatan operasi ke Dinas.

b) Petugas Mantri / Juru Pengairan


1. Membantu kepala ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil untuk
tugas-tugas yang berkaitan dengan operasi.
Melaksanakan instruksi dari ranting/pengamat/UPTD/cabang
dinas/korwil tentang pemberian air pada tiap bangunan pengatur
Memberi instruksi kepada PPA untuk mengatur pintu air sesuai
debit yang ditetapkan
Memberi saran kepada Petani tentang awal tanam & jenis
tanaman
Pengaturan Giliran
Mengisi papan operasi/ eksploitasi
2. Membuat laporan operasi :

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 39 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Pengumpulan Data Debit


Pengumpulan Data Tanaman & Kerusakan Tanaman
Pengumpulan Data Curah Hujan (sesuai kebutuhan daerah)
Menyusun Data Mutasi Baku Sawah (sesuai kebutuhan daerah)
Mengumpulkan data Usulan Rencana Tata Tanam
Melaporkan kejadian banjir kepada Rantig/ Pengamat
Melaporkan jika terjadi kekurangan air yang kritis kepada
Pengamat
c) Staf Ranting/Pengamat/UPTD/Cabang Dinas/Korwil
1. Membantu kepala ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil dalam
pelaksanaan operasi jaringan irigasi.
d) Petugas Operasi Bendung (POB)
1. Melaksanakan pengaturan pintu penguras bendung terhadap banjir
yang datang
2. Melaksanakan pengurasan kantong lumpur
3. Membuka/menutup pintu pengambilan utama, sesuai debit dan jadwal
yang direncanakan.
4. Mencatat besarnya debit yang mengalir / atau masuk ke saluran induk
pada blangko operasi.
5. Mencatat elevasi muka air banjir
e) Petugas Pintu Air (PPA)
1. Membuka dan menutup pintu air sehingga debit air yang mengalir
sesuai dengan perintah Juru/Mantri Pengairan.

4.1.3.2 Kebutuhan Tenaga Pelaksana Operasi & Pemeliharaan


1. Kepala Ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil : 1 orang + 5
staff per 5.0007.500 Ha
2. Mantri / Juru pengairan : 1 orang per 7501.500 Ha
3. Petugas Operasi Bendung (POB) : 1 orang per bendung, dapat
ditambah beberapa pekerja untuk bendung besar
4. Petugas Pintu Air (PPA) : 1 orang per 35 bangunan sadap dan
bangunan bagi pada saluran berjarak antara 23 km atau daerah
layanan 150 sd. 500 ha

4.1.3.3 Persyaratan Petugas Operasi dan Pemeliharaan


Tabel 4.2 berikut menyajikan beberapa prasyarat untuk petugas operasi dan
pemeliharaan.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 40 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Tabel 4.2 Persyaratan petugas operasi dan pemeliharaan

4.1.3.4 Tugas Pokok Dan Fungsi P3A Dalam Operasi Jaringan Irigasi
Perkumpulan petani pemakai air dapat berperan serta dalam operasi
jaringan irigasi primer dan sekunder sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuannya antara lain :
a) Kegiatan Pengumpulan Data
1. mencatat data luas dan jenis tanaman, luas panen, dan kerusakan
tanaman
b) Perencanaan Operasi
1. menyampaikan usulan rencana tata tanam
2. menyampaikan usulan rencana pembagian dan pemberian air irigasi
3. menyepakati secara tertulis rencana tahunan operasi
4. menyepakati rencana pembagian dan pemberian air irigasi
c) Pelaksanaan Operasi
1. menerima alokasi air irigasi, mengusulkan peninjauan kembali apabila
ada alokasi air yang tidak sesuai dengan rencana penyediaan air
2. melaporkan kondisi kekurangan/kelebihan air setiap periode operasi

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 41 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

3. membantu melaksanakan pekerjaan operasi seperti membuka,


menutup pintu, dan memberikan pelumasan pintu air
4. menyampaikan usulan kebutuhan air irigasi berdasarkan luas dan
jenis tanaman setiap periode operasi
d) Monitoring dan Evaluasi Operasi
1. melaporkan adanya pengambilan air irigasi secara tidak resmi
2. melaporkan kejadian perusakan bangunan, saluran, dan pintu air
3. melaporkan konflik air dan mengupayakan penyelesaiannya

4.1.4. Kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan
jaringan irigasi agar selalu dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar
pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya melalui kegiatan
perawatan, perbaikan, pencegahan dan pengamanan yang harus dilakukan
secara terus menerus.

Ruang lingkup kegiatan pemeliharaan jaringan meliputi:


a. inventarisasi kondisi jaringan irigasi
b. perencanaan
c. pelaksanaan
d. pemantauan dan evaluasi

4.1.4.1 Data Pendukung Kegiatan Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Di dalam penyelenggaraan pemeliharaan jaringan irigasi diperlukan data-
data pendukung sebagai berikut :
a. Peta Daerah Irigasi (Skala 1 : 5.000 atau Skala 1 : 10.000)
Dengan batas daerah irigasi dan tata letak saluran induk & sekunder,
bangunan air, pembagian areal layanan irigasi, batas wilayah kerja
antara lain : wilayah kerja UPTD, wilayah kerja mantri/juru pengairan,
wilayah kerja balai, wilayah kabupaten.
b. Skema Jaringan Irigasi
Menggambarkan letak dan nama-nama saluran induk & sekunder,
bangunan bagi, bangunan bagi-sadap, bangunan sadap, dan bangunan
pelengkap lainnya yang masing-masing dilengkapi dengan
nomenklatur.
c. Inventarisasi Jaringan Irigasi.
d. Gambar pasca konstruksi (as built drawing)
e. Perencanaan 5 (lima) tahunan pengelolaan asset irigasi.
f. Dokumen dan data pendukung lainnya.

4.1.4.2 Jenis-jenis Pemeliharaan Jaringan Irigasi

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 42 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Jenis pemeliharaan jaringan irigasi terdiri dari:


a. Pengamanan jaringan irigasi
b. Pemeliharaan rutin
c. Pemeliharaan berkala
d. Perbaikan darurat

a) Pengamanan Jaringan Irigasi


Pengamanan jaringan irigasi merupakan upaya untuk mencegah dan
menanggulangi terjadinya kerusakan jaringan irigasi yang disebabkan
oleh daya rusak air, hewan, atau oleh manusia guna mempertahankan
fungsi jaringan irigasi.
Kegiatan ini dilakukan secara terus menerus oleh dinas yang
membidangi irigasi, anggota/ pengurus P3A/GP3A/IP3A, Kelompok
Pendamping Lapangan dan seluruh masyarakat setempat.
Setiap kegiatan yang dapat membahayakan atau merusak jaringan
irigasi dilakukan tindakan pencegahan berupa pemasangan papan
larangan, papan peringatan atau perangkat pengamanan lainnya.
Adapun tindakan pengamanan dapat dilakukan antara lain sebagai
berikut :
1) Tindakan Pencegahan
Melarang pengambilan batu, pasir dan tanah pada lokasi 500 m
sebelah hulu dan 1.000 m sebelah hilir bendung irigasi atau
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melarang memandikan hewan selain di tempat yang telah
ditentukan dengan memasang papan larangan.
Menetapkan garis sempadan saluran sesuai ketentuan dan
peraturan yang berlaku.
Memasang papan larangan tentang penggarapan tanah dan
mendirikan bangunan di dalam garis sempadan saluran.
Petugas pengelola irigasi harus mengontrol patok-patok batas
tanah pengairan supaya tidak dipindahkan oleh masyarakat.
Memasang papan larangan untuk kendaraan yang melintas jalan
inspeksi yang melebihi kelas jalan.
Melarang mandi di sekitar bangunan atau lokasi-lokasi yang
berbahaya.
Melarang mendirikan bangunan dan atau menanam pohon di
tanggul saluran irigasi.
Mengadakan penyuluhan/sosialisasi kepada masyarakat dan
instansi terkait tentang pengamanan fungsi Jaringan Irigasi.

2) Tindakan Pengamanan
Membuat bangunan pengamanan di tempat-tempat yang
berbahaya, misalnya : disekitar bangunan utama, siphon, ruas

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 43 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

saluran yang tebingnya curam, daerah padat penduduk dan lain


sebagainya.
Penyediaan tempat mandi hewan dan tangga cuci.
Pemasangan penghalang di jalan inspeksi dan tanggul-tanggul
saluran berupa portal, patok.

b) Pemeliharaan Rutin
Merupakan kegiatan perawatan dalam rangka mempertahankan kondisi
Jaringan Irigasi yang dilaksanakan secara terus menerus tanpa ada
bagian konstruksi yang diubah atau diganti.

Kegiatan pemeliharaan rutin meliputi :


1) Yang bersifat Perawatan:
Memberikan minyak pelumas pada bagian pintu.
Membersihkan saluran dan bangunan dari tanaman liar dan
semak-semak.
Membersihkan saluran dan bangunan dari sampah dan kotoran.
Pembuangan endapan lumpur di bangunan ukur.
Memelihara tanaman lindung di sekitar bangunan dan di tepi luar
tanggul saluran.

2) Yang bersifat Perbaikan ringan:


Menutup lubang-lubang bocoran kecil di saluran/bangunan.
Perbaikan kecil pada pasangan, misalnya siaran/plesteran yang
retak atau beberapa batu muka yang lepas.

c) Pemeliharaan Berkala
Pemeliharaan berkala merupakan kegiatan perawatan dan perbaikan
yang dilaksanakan secara berkala yang direncanakan dan dilaksanakan
oleh dinas yang membidangi Irigasi dan dapat bekerja sama dengan
P3A / GP3A / IP3A secara swakelola berdasarkan kemampuan
lembaga tersebut dan dapat pula dilaksanakan secara kontraktual.
Pelaksanaan pemeliharaan berkala dilaksanakan secara periodik
sesuai kondisi Jaringan Irigasinya. Setiap jenis kegiatan pemeliharaan
berkala dapat berbeda-beda periodenya, misalnya setiap tahun, 2
tahun, 3 tahun dan pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal musim
tanam serta waktu pengeringan.
Pemeliharaan berkala dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pemeliharaan
yang bersifat perawatan, pemeliharaan yang bersifat perbaikan, dan
pemeliharaan yang bersifat penggantian.
Pekerjaan pemeliharaan berkala meliputi :
1) Pemeliharaan Berkala Yang Bersifat Perawatan
Pengecatan pintu

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 44 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Pembuangan lumpur di bangunan dan saluran

2) Pemeliharaan Berkala Yang Bersifat Perbaikan


Perbaikan Bendung, Bangunan Pengambilan dan Bangunan
Pengatur
Perbaikan Bangunan Ukur dan kelengkapannya
Perbaikan Saluran
Perbaikan Pintu-pintu dan Skot Balk
Perbaikan Jalan Inspeksi
Perbaikan fasilitas pendukung seperti kantor, rumah dinas, rumah
PPA
dan PPB, kendaraan dan peralatan

3) Pemeliharaan Berkala Yang Bersifat Penggantian


Penggantian Pintu
Penggantian alat ukur
Penggantian peil schall

d) Penanggulangan/Perbaikan Darurat
Perbaikan darurat dilakukan akibat bencana alam dan atau kerusakan
berat akibat terjadinya kejadian luar biasa (seperti pengrusakan/
penjebolan tanggul, longsoran tebing yang menutup jaringan, tanggul
putus dll) dan penanggulangan segera dengan konstruksi tidak
permanen, agar jaringan irigasi tetap berfungsi.
Kejadian Luar Biasa/Bencana Alam harus segera dilaporkan oleh juru
kepada pengamat dan kepala dinas secara berjenjang dan selanjutnya
oleh kepala dinas dilaporkan kepada Bupati. Lokasi, tanggal/waktu, dan
kerusakan akibat kejadian bencana/KLB dimasukkan dalam Blangko
03P dan lampirannya.
Perbaikan darurat ini dapat dilakukan secara gotong-royong, swakelola
atau kontraktual, dengan menggunakan bahan yang tersedia di
Dinas/pengelola irigasi atau yang disediakan masyarakat seperti
(bronjong, karung plastik, batu, pasir, bambu, batang kelapa, dan lain-
lain).
Selanjutnya perbaikan darurat ini disempurnakan dengan konstruksi
yang permanen dan dianggarkan secepatnya melalui program
rehabilitasi.

4.1.4.3 Peran Serta P3A Dalam Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Dinas yang membidangi irigasi dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan
jaringan irigasi dilakukan dengan melibatkan peran serta P3A/GP3A/IP3A
diwujudkan mulai dari pemikiran awal, pengambilan keputusan, dan
pelaksanaan kegiatan pemeliharaan jaringan.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 45 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pemeliharaan didapat melalui hasil


penelusuran bersama dengan proses sebagai berikut :
a. P3A/GP3A/IP3A bersama petugas pengelola irigasi melakukan
penelusuran untuk mengindentifikasi kerusakankerusakan, usulan
rencana perbaikan dan skala prioritas.
b. Penyusunan jenis-jenis pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh
P3A/GP3A/IP3A
c. Dinas yang membidangi irigasi melaksanakan pemeliharaan jaringan
irigasi dapat dilakukan melalui kerjasama dengan P3A/GP3A/IP3A
secara swakelola.
d. P3A/GP3A/IP3A dapat berperan serta dalam pelaksanaan
pemeliharaan jaringan irigasi dalam bentuk tenaga, bahan, atau biaya
sesuai dengan kemampuannya.
e. P3A/GP3A/IP3A berperan aktif dalam pengamanan jaringan irigasi.
P3A/GP3A/IP3A dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan
pemeliharaan jaringan irigasi primer dan sekunder dalam bentuk
penyampaian laporan penyimpangan pelaksanaan kepada dinas atau
pengelola irigasi.

4.1.5. Tata Cara Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Untuk mendapatkan hasil pemeliharaan yang optimal, diperlukan tata
cara/prosedur yang tepat dengan mengacu pada tahapan sebagai berikut :
a. Inventarisasi jaringan irigasi pada setiap daerah irigasi
b. Perencanaan pemeliharaan jaringan irigasi
c. Pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi
d. Pemantauan dan evaluasi pemeliharaan jaringan irigasi.

4.1.5.1. Inventarisasi Jaringan Irigasi


Inventarisasi jaringan irigasi dilakukan untuk mendapatkan data jumlah,
dimensi, jenis, kondisi dan fungsi seluruh asset irigasi serta data
ketersediaan air, nilai asset jaringan irigasi dan areal pelayanan pada setiap
daerah irigasi. Inventarisasi jaringan irigasi dilaksanakan setiap tahun
mengacu pada ketentuan/pedoman yang berlaku.
Untuk kegiatan pemeliharaan dari inventarisasi tersebut yang sangat
diperlukan adalah data kondisi jaringan irigasi yang meliputi data kerusakan
dan pengaruhnya terhadap areal pelayanan.
Pelaksanaan inventarisasi jaringan irigasi ini dilaksanakan secara partisipatif
melalui penelusuran jaringan irigasi oleh aparat Dinas secara berjenjang
bersama-sama dengan perkumpulan petani pemakai air (P3A) dengan
menggunakan Blangko Inventaris Jaringan Irigasi (terlampir). Dari hasil

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 46 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

inventarisasi tersebut disusun program 5 tahunan yang akan diusulkan


untuk mendapatkan biaya pemeliharaan.

4.1.5.2. Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Irigasi


Perencanaan pemeliharaan dibuat oleh Dinas/pengelola irigasi bersama
perkumpulan petani pemakai air berdasarkan rencana prioritas hasil
inventarisasi jaringan irigasi. Dalam rencana pemeliharaan terdapat
pembagian tugas, antara P3A dengan pemerintah diantaranya bagian mana
bisa ditangani P3A dan bagian mana yang ditangani pemerintah melalui
Nota Kesepakatan kerjasama O&P.
Penyusunan rencana pemeliharaan meliputi :
1. Inspeksi Rutin
Dalam melaksanakan tugasnya juru pengairan harus selalu mengadakan
inspeksi/pemeriksaan secara rutin di wilayah kerjanya setiap 10 hari atau 15
hari sekali, untuk memastikan bahwa jaringan irigasi dapat berfungsi dengan
baik dan air dapat dibagi/dialirkan sesuai dengan ketentuan. Kerusakan
ringan yang dijumpai dalam inspeksi rutin harus segera dilaksanakan
perbaikannya sebagai pemeliharaan rutin, dicatat dalam Blangko 01P dan
dikirim ke pengamat setiap akhir bulan. Selanjutnya Pengamat akan
menghimpun semua berkas usulan dan menyampaikannya ke dinas pada
awal bulan berikutnya.

2. Penelusuran Jaringan Irigasi


Berdasarkan usulan kerusakan yang dikirim oleh juru secara rutin, dilakukan
penelusuran jaringan untuk mengetahui tingkat kerusakan dalam rangka
pembuatan usulan pekerjaan pemeliharaan tahun depan. Penelusuran
dilaksanakan setahun dua kali yaitu pada saat Pengeringan, untuk
mengetahui endapan, dan mengetahui tingkat kerusakan yang terjadi ketika
air di saluran berada di bawah air normal dan pada saat air normal (saat
Pengolahan Tanah) untuk mengetahui besarnya rembesan dan bocoran
jaringan.
Penelusuran dilakukan bersama secara partisipatif antara Pengamat/UPT
/Ranting, Juru/Mantri, dan GP3A/IP3A. Hasil dari penelusuran bersama
dicatat dalam Blangko 02P dan ditentukan ranking prioritasnya.

3. Identifikasi dan Analisis Tingkat Kerusakan


Berdasarkan hasil inventarisasi dilakukan survai identifikasi permasalahan
dan kebutuhan pemeliharaan secara partisipatif, dan dibuat suatu rangkaian
rencana aksi yang tersusun dengan skala prioritas serta uraian pekerjaan
pemeliharaan. Dalam menentukan kriteria pemeliharaan dilihat dari kondisi
kerusakan phisik jaringan irigasi. Pada hakekatnya pemeliharaan jaringan
irigasi yang tertunda akan mengakibatkan kerusakan yang lebih parah dan
memerlukan rehabilitasi lebih dini.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 47 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Klasifikasi kondisi fisik jaringan irigasi sebagai berikut :


a) Kondisi baik jika tingkat kerusakan < 10 % dari kondisi awal
bangunan/saluran dan diperlukan pemeliharaan rutin.
b) Kondisi rusak ringan jika tingkat kerusakan 10 20 % dari kondisi awal
bangunan/saluran dan diperlukan pemeliharaan berkala.
c) Kondisi rusak sedang jika tingkat kerusakan 21 40 % dari kondisi awal
bangunan/saluran dan diperlukan perbaikan.
d) Kondisi rusak berat jika tingkat kerusakan > 40 % dari kondisi awal
bangunan/saluran dan diperlukan perbaikan berat atau penggantian.
Hasil identifikasi dan analisa kerusakan merupakan bahan dalam
penyusunan detail desain pemeliharaan.

4. Pengukuran dan Pembuatan Detail Desain Perbaikan Jaringan Irigasi


a) Survai dan Pengukuran Perbaikan Jaringan Irigasi
Survai dan pengukuran untuk pemeliharaan jaringan irigasi dapat
dilaksanakan secara sederhana oleh petugas Dinas/pengelola irigasi
bersama-sama perkumpulan petani pemakai air dengan
menggunakan roll meter, alat bantu ukur, selang air atau, tali. Hasil
survai yang dituangkan dalam gambar skets atau diatas gambar as
built drawing. Sedangkan untuk pekerjaan perbaikan, perbaikan berat
maupun penggantian harus menggunakan alat ukur waterpass atau
theodolit untuk mendapatkan elevasi yang akurat. Hasil survai dan
pengukuran ini selanjutnya digunakan oleh petugas Dinas/pengelola
irigasi dalam penyusunan detail desain.

b) Pembuatan Detail Desain


Berdasarkan hasil survai dan pengukuran disusun rancangan detail
desain dan penggambaran. Hasil rancangan detail desain ini
didiskusikan kembali dengan perkumpulan petani pemakai air sebagai
dasar pembuatan desain akhir.

5. Perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB)


Rencana anggaran biaya dihitung berdasarkan perhitungan volume dan
harga satuan yang sesuai dengan standar yang berlaku di wilayah
setempat. Sumber-sumber pembiayaan pemeliharaan jaringan irigasi
berasal dari:
a) Alokasi biaya pemeliharaan dari sumber APBN, APBD, atau DAK.
b) Kontribusi biaya pemeliharaan oleh perkumpulan petani pemakai air
c) Alokasi biaya dari badan usaha atau sumber lainnya.

6. Penyusunan Program/Rencana Kerja


Rencana Program/Rencana kerja dibuat oleh Dinas/Pengelola irigasi
bersama perkumpulan petani pemakai air. Untuk lebih teratur dan terarah

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 48 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

dalam mencapai tujuan kegiatan pemeliharaan Jaringan Irigasi perlu


adanya suatu program atau rencana kerja sebagai berikut :
a) Pekerjaan Yang Dilaksanakan Secara Swakelola.
Pekerjaan yang dapat dilaksanakan dengan cara swakelola antara lain
adalah berupa pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala yang bersifat
perawatan, dan penanggulangan
1) Pemeliharaan Rutin :
Pekerjaan pemeliharaan rutin dilaksanakan secara terus menerus
sesuai dengan kebutuhan/hasil inspeksi rutin juru.
Pelaksanaan oleh dinas/pengelola irigasi atau oleh perkumpulan
petani pemakai air secara gotong royong dengan bimbingan
teknis dari dinas/pengelola irigasi.
2) Pemeliharaan Berkala :
Pekerjaan dilaksanakan secara periodik disesuaikan dengan
tersedianya anggaran.
Pelaksanaan secara swakelola oleh dinas/pengelola irigasi atau
dapat melibatkan perkumpulan petani pemakai air.
Pekerjaan berupa perawatan
3) Penanggulangan
Pekerjaan bersifat darurat agar bangunan dan saluran segera
berfungsi.
Pelaksanaan oleh dinas bersama masyarakat/perkumpulan petani
pemakai air dengan cara gotong royong.
Untuk program pemeliharaan yang akan dilaksanakan dengan
cara swakelola dibuat oleh dinas/pengelola irigasi dengan
menggunakan Blangko 04P.

b) Pekerjaan Yang Dapat Dikontrakkan


Pekerjaan bersifat perbaikan, perbaikan berat, dan penggantian.
Pelaksanaan melalui pihak ketiga (kontraktor).
Untuk program pemeliharaan yang akan dilaksanakan dengan cara
kontraktual dibuat oleh dinas/pengelola irigasi dengan menggunakan
Blangko 05P

4.1.5.3 Pelaksanaan Pemeliharaan


Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan berdasarkan detail desain dan
rencana kerja yang telah disusun oleh Dinas/Pengelola irigasi bersama
perkumpulan petani pemakai air. Adapun waktu pelaksanaannya
menyesuaikan dengan jadwal pengaturan air dan masa pengeringan yang
telah disepakati bersama dan ditetapkan oleh Bupati/Walikota/Gubernur
sesuai kewenangannya.

Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 49 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

1. Persiapan Pelaksanaan Pemeliharaan


Sebelum kegiatan pemeliharaan dilaksanakan perlu dilakukan sosialisasi
kepada petani pemakai air sebagai anggota P3A/GP3A/IP3A, tentang
waktu, jenis kegiatan, jumlah tenaga, bahan, peralatan yang harus
disediakan dan disesuaikan dengan jenis, sifat pemeliharaan dan tingkat
kesulitannya.
a) Pekerjaan pemeliharaan yang akan dilaksanakan oleh
Pekarya/GP3A/IP3A perlu dilakukan persiapan yang menyangkut
Pengusulan kebutuhan bahan, penyediaan tenaga, pengaturan regu
kerja, pelatihan praktis mengenai jasa konstruksi dan jaminan mutu
agar tercapainya kualitas pekerjaan sesuai spesifikasi yang
ditetapkan. Untuk pemeliharaan rutin pengamat mengusulkan
kebutuhan bahan menggunakan Blangko 06P dan untuk berkala
menggunakan Blangko 07P
b) Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh kontraktor. Disusun dalam
paket paket pekerjaan yang menggambarkan lokasi, jenis pekerjaan,
rencana biaya dan waktu pelaksanaannya. Dalam perjanjian kontrak
kerja antara Dinas/Pengelola irigasi dengan kontraktor perlu
dicantumkan ketentuan yang mengikat antara lain :
Kontraktor harus menggunakan tenaga kerja setempat kecuali
tenaga kerja tersebut tidak tersedia.
Adanya kesepakatan bersama antara kontraktor dengan
P3A/GP3A/IP3A mengenai jam kerja, upah kerja dan hal-hal
lainnya.

4.1.5.4 Pelaksanaan Pemeliharaan


1. P3A/GP3A/IP3A dan atau kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan
pemeliharaan wajib memahami dan menerapkan persyaratan teknis yang
telah ditetapkan oleh Dinas/Pengelola irigasi.
2. Pelaksanaan pemeliharaan tidak mengganggu kelancaran pembagian air
untuk tanaman, artinya pelaksanaannya disesuaikan dengan jadwal
pengeringan dan giliran air.
3. Dinas/Pengelola irigasi wajib menyampaikan kepada masyarakat
pemakai air mengenai rencana pengeringan paling lambat tiga puluh hari
sebelum pelaksanaan pengeringan.
4. Untuk pekerjaaan yang dilaksanakan oleh P3A/GP3A/IP3A agar sesuai
dengan kuantitas dan kualitas yang dipersyaratkan, perlu adanya
bimbingan dari tenaga pendamping lapangan.
5. Untuk pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor, sebagai kontrol sosial
P3A dapat berperan serta secara swadaya mengawasi pekerjaan.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 50 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

6. Setelah pekerjaan perbaikan selesai dikerjakan harus dibuat berita acara


bahwa pekerjaan perbaikan telah selesai dilaksanakan dan berfungsi
baik.

4.1.5.5 Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan


1. Pemantauan dan Evaluasi
Pemantauan dan evaluasi pada pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan
untuk kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan sendiri secara swakelola
ataupun dikontrakkan, baik untuk jenis pengamanan jaringan irigasi,
pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala dan penanggulangan/
perbaikan darurat.
a) Pemeliharaan Jaringan Irigasi Yang Dilaksanakan Secara Swakelola
Pemantauan untuk pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi yang
dilakukan secara swakelola baik pemeliharaan rutin maupun
pemeliharaan berkala dilakukan oleh Dinas/Pengelola irigasi bersama
P3A/GP3A/IP3A.
Pemantauan dilakukan terhadap realisasi penggunaan sumberdaya
yang meliputi: tenaga kerja, bahan (pelumas, cat dsb.), peralatan
secara berkala dipantau dan dibandingkan dengan program
pemeliharaan rutin atau rencana yang telah ditetapkan dan dituangkan
dalam Blangko 06P.
Waktu pemantauannya dapat ditetapkan harian atau mingguan oleh
Dinas/Pengelola irigasi.
Setiap akhir bulan dilakukan evaluasi untuk penyempurnaan proses
pemeliharaan yang sedang dijalankan di lapangan. Setiap akhir
pekerjaan dilakukan juga evaluasi untuk penyempurnaan kegiatan
pemeliharaan yang akan datang. Hasil evaluasi tersebut dikirimkan
kepada penanggungjawab pekerjaan.
Juru/Pengamat Pengairan mencatat hasil kegiatan pemeliharaan di
dalam buku catatan pemeliharaan (BCP).
Di dalam BCP dapat diketahui bagian bangunan atau ruas saluran
yang sudah dan yang belum dilaksanakan pemeliharaannya.

b) Pemeliharaan Jaringan Irigasi Yang Dilaksanakan Secara Kontraktual


Pemantauan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan jaringan irigasi
yang dilakukan secara kontraktual baik pemeliharaan berkala maupun
perbaikan/penggantian dilakukan oleh Dinas/Pengelola irigasi dengan
melibatkan peran serta P3A/GP3A/IP3A.
1) Pemantauan dan Evaluasi Mingguan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 51 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Pemantauan dan evaluasi kemajuan pekerjaan dilakukan secara


mingguan. Hal-hal yang dipantau dan dievaluasi secara mingguan
antara lain meliputi:
jenis dan volume pekerjaan
rencana dan realisasi fisik dan keuangan
nilai bobot (dalam %) yaitu biaya dibagi volume yang telah
dilaksanakan
kemajuan hasil pekerjaan
nilai pelaksanaan (%) yaitu kemajuan hasil pekerjaan
dibandingkan dengan nilai bobot seluruh kegiatan.
2) Pemantauan dan Evaluasi Bulanan
Pada setiap akhir bulan, dilakukan pemantauan dan evaluasi
bulanan yang mencakup :
jenis dan volume pekerjaan
rencana dan realisasi fisik dan keuangan
nilai bobot (dalam %) yaitu biaya dibagi volume yang telah
dilaksanakan
kemajuan pekerjaan fisik (volume v.s. waktu)
nilai tertimbang (%) yaitu bobot kemajuan biaya serta kinerja fisik.

Hasil pemantauan dan evaluasi tersebut terutama ditujukan untuk


keperluan perbaikan pelaksanaan kegiatan pemeliharaan yang
sedang berjalan. Sedangkan untuk perbaikan perencanaan program
pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi dilaksanakan pada setiap
akhir tahun. Dengan melihat hasil evaluasi tahunan. tersebut, dapat
dipelajari masalah dan kekurangan yang pernah terjadi, sehingga
dapat dilakukan perbaikan rencana tahun berikutnya.
Apabila pekerjaan sudah selesai, penilaian hasil pekerjaan dilakukan
terhadap kuantitas dan kualitas pekerjaan. Juga evaluasi dilakukan
terhadap fungsi atau kinerja jaringan irigasi melalui penelusuran
jaringan dan pengujian lapangan (trial run).

2. Laporan Kemajuan Pelaksanaan


Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara berkala
meliputi :
a) Laporan bulanan
Penggunaan bahan swakelola (Blangko 08 P)
Realisasi pekerjaan yang diborongkan (Blangko 09 P)
b) Laporan Tahunan (Blangko 10P)

Laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan dibuat oleh pelaksana


kegiatan dan disampaikan kepada Dinas/pengelola irigasi.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 52 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

4.1.5.6 Indikator Keberhasilan Kegiatan Pemeliharaan


Indikator :
1. Terpenuhinya kapasitas saluran sesuai dengan kapasitas rencana.
2. Terjaganya kondisi bangunan dan saluran :
a. Kondisi baik jika tingkat kerusakan < 10 % dari kondisi awal
bangunan dan saluran, diperlukan pemeliharaan rutin.
b. Kondisi rusak ringan jika tingkat kerusakan 1020 % dari kondisi
awal bangunan dan saluran, diperlukan pemeliharaan berkala.
c. Kondisi rusak sedang jika tingkat kerusakan 2140 % dari kondisi
awal bangunan dan saluran, diperlukan perbaikan.
d. Kondisi rusak berat jika tingkat kerusakan > 40 % dari kondisi awal
bangunan dan saluran, diperlukan perbaikan berat atau
penggantian.
3. Meminimalkan biaya rehabilitasi jaringan irigasi
4. Tercapainya umur rencana jaringan irigasi

4.1.6. Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia


Struktur kelembagaan dan sumber daya manusia yang terkait dengan
penyelenggaraan pemeliharaan jaringan irigasi dapat dijelaskan sebagai
berikut.
4.1.6.1. Tugas Pokok dan Fungsi Petugas Pemeliharaan yang Berada di
Lapangan
1. Pengamat/Ranting/UPTD
a) Rapat di kantor setiap bulan untuk mengetahui permasalahan
pemeliharaan, hadir para mantri / juru pengairan, petugas pintu air
(PPA), petugas operasi bendung (POB) serta P3A/GP3A/IP3A.
b) Menghadiri rapat di kecamatan dan dinas/pengelola irigasi dalam
kegiatan pemeliharaan.
c) Membina P3A/GP3A/IP3A untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan
pemeliharaan.
d) Membantu proses pengajuan bantuan biaya pemeliharaan yang
diajukan P3A/GP3A/IP3A.
e) Membuat laporan kegiatan pemeliharaan ke Dinas.
2. Mantri/Juru
a) Membantu kepala ranting untuk tugas-tugas yang berkaitan dengan
pemeliharaan.
b) Mengawasi pekerjaan pemeliharaan rutin yang dikerjakan oleh para
pekerja saluran (PS) dan petugas pintu air (PPA).
c) Mengawasi pekerjaan pemelihraan berkala yang dikerjakan oleh
pemborong.
d) Membuat laporan pemeliharaan mengenai:
Kerusakan saluran dan bangunan air

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 53 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Realisasi pelaksanaan pemeliharaan rutin maupun berkala


Menaksir biaya pemeliharaan berkala.
e) Bersama masyarakat petani P3A/GP3A/IP3A melakukan
penelusuran jaringan utnuk mengetahui kerusakan jaringan yang
perlu segera diatasi.
f) Menyusun / memilih secara bersama kebutuhan biaya pada
kerusakan yang dipilih atau disepakati.
3. Staf Ranting/Pengamat/UPTD/Cabang Dinas/Korwil
a) Membantu kepala ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil
dalam pelaksanaan pemeliharaan jaringan irigasi.
4. Petugas Operasi Bendung (POB)
a) Melaksanakan pengurasan kantong lumpur
b) Memberi minyak pelumas pada pintu-pintu air.
c) Melaksanakan pengecatan pintu dan rumah pintu secara periodik
d) Mencatat kerusakan bangunan dan pintu air pada Blangko
pemeliharaan
e) Membersihkan semak belukar di sekitar bendung.
5. Petugas Pintu Air (PPA)
a) Memberi minyak pelumas pada pintu air
b) Melaksanakan pengecatan pintu dan rumah pintu secara periodik
c) Membersihkan endapan sampah di sekitar bangunan sadap / bagi-
sadap dan di sekitar alat pengukur debit.
d) Mencatat kerusakan bangunan air/ pintu air pada Blangko
pemeliharaan.
e) Memelihara saluran sepanjang 50 m di sebelah hilir bangunan
sadap.
6. Pekerja/Pekarya Saluran (PS)
a) Membersihkan saluran dari gangguan rumput, sampah, dan lain-lain
(misal hewan dan ternak).
b) Membersihkan endapan dan sampah di sekitar bangunan penting
(bangunan bagi, siphon, talang dll).
c) Menutup bocoran kecil di sepanjang saluran termasuk pengambilan
air tanpa izin (liar).
d) Merapikan kemiringan talud saluran.
e) Menghalau ternak (kerbau dll) supaya tidak masuk dan merusak
saluran.
f) Melaporkan kalau ada kerusakan saluran yang cukup parah.

4.1.6.2. Kebutuhan Tenaga Pelaksana Operasi & Pemeliharaan


Kebutuhan tenaga pelaksana untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan
antara lain:

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 54 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

1. Kepala Ranting/pengamat/UPTD/cabang dinas/korwil : 1 orang + 5 staff


per 5.0007.500 Ha
2. Mantri / Juru pengairan : 1 orang per 7501.500 Ha
3. Petugas Operasi Bendung (POB) : 1 orang per bendung, dapat
ditambah beberapa pekerja untuk bendung besar
4. Petugas Pintu Air (PPA) : 1 orang per 35 bangunan sadap dan
bangunan bagi pada saluran berjarak antara 23 km atau daerah
layanan 150 s.d. 500 ha
5. Pekerja/pekarya Saluran (PS) : 1 orang per 23 km panjang saluran

4.1.6.3. Kompetensi Petugas Pemeliharaan


Tabel 4.3 berikut menyajikan beberapa kompetensi yang harus dimiliki oleh
petugas pemeliharaan.

Tabel 4.3 Kometensi yang harus dimiliki petugas pemeliharaan

4.1.7. Angka Kebutuhan Nyata Pengelolaan Irigasi


Maksud ditetapkannya Angka Kebutuhan Nyata Pengelolaan (AKNP) irigasi
adalah untuk memberikan kepastian besarnya kebutuhan biaya aktual
pengelolaan (operasi dan pemeliharaan) irigasi dan tidak ada tumpang
tindih/ kesenjangan dalam pembiayaan.
Tujuan adalah untuk penyediaan alokasi anggaran pengelolaan irigasi yang
realistis dalam mewujudkan kecukupan kebutuhan biaya pengelolaan
jaringan irigasi agar jaringan irigasi dapat berfungsi secara berkelanjutan.
Adapun dasar hukum yang melandasi AKNP Irigasi antara lain adalah
sebagai berikut:

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 55 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

1. Undang-undang Republik Indonesia No.7 Tahun 2004, tentang sumber


daya air.
2. Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 20 Tahun 2006, tentang
irigasi.
3. Peraturan menteri pekerjaan umum No. 30/PRT/M/2007 tentang
pedoman pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi partisipatif.
4. Peraturan menteri pekerjaan umum No. PRT/M/2007 tentang pedoman
operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.
5. Keputusan menteri pekerjaan umum No. 390/KPTS/M/2007 tentang
penetapan status daerah irigasi yang pengelolaannya menjadi
wewenang dan tanggung jawab pemerintah, pemerintah provinsi dan
pemerintah kabupaten/kota.

4.1.7.1. Pendahuluan
Di masa lalu besaran biaya operasi pemeliharaan irigasi distandarisasi
sama rata untuk semua daerah irigasi sehingga biaya operasi dan
pemeliharaan irigasi yang disediakan setiap tahun tidak realistis hanya
30%-40% dari biaya yang diperlukan.
Pada kenyataannya, besarnya biaya pengelolaan untuk masing-masing
daerah irigasi tidak sama antara daerah irigasi satu dengan daerah irigasi
lainnya.
Menurunnya kepeduliaan P3A dalam pengelolaan irigasi sebagai akibat
dimasa lalu P3A kurang dilibatkan atau bahkan tidak dilibatkan dalam
proses pembangunan.
Dengan telah diundangkan UU No.7 Tahun 2004 tentang sumber daya air
dan PP No.20 Tahun 2006 tentang irigasi mengamanatkan bahwa biaya
pengelolaan irigasi harus dihitung berdasarkan angka kebutuhan nyata
pengelolaan irigasi masing-masing daerah irigasi sesuai kewenangannya.
Perhitungan angka kebutuhan nyata pengelolaan irigasi dihitung
berdasarkan hasil penelusuran jaringan irigasi yang dilakukan bersama
dengan P3A dan besarnya angka kebutuhan nyata pengelolaan irigasi
ditetapkan atas rekomendasi komisi irigasi dengan memperhatikan
kontribusi P3A.
Penyusunan angka kebutuhan nyata pengelolaan irigasi memerlukan
pemahaman tahapan proses kegiatan operasi, pemeliharaan dan
rehabilitasi jaringan irigasi.

4.1.7.2. Pengertian
Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang
pertanian, yang jenisnya meliputi irigasi permukaan, irigasi air bawah tanah,
irigasi pompa dan irigasi tambak.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 56 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air dari satu jaringan
irigasi.
Jaringan irigasi adalah saluran, bangunan, dan bangunan pelengkapnya
yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi
mulai dari penyediaan, pengambilan, pemberian, penggunaan dan
pembuangnya.
Pemeliharaan jaringan irigasi adalah upaya menjaga dan mengamankan
jaringan irigasi agar dapat berfungsi dengan baik guna memperlancar
pelaksanaan operasi dan mempertahankan kelestariannya.
Pemeliharaan rutin adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan fungsi
jaringan yang dilaksanakan setiap waktu.
Pemeliharaan berkala adalah usaha untuk mempertahankan kondisi dan
fungsi jaringan yang dilaksanakan secara berkala.
Perbaikan adalah usaha untuk mengembalikan kondisi dan fungsi saluran
dan atau bangunan irigasi secara parsial.
Angka kebutuhan nyata pengelolaan irigasi adalah besaran biaya yang
dihitung berdasarkan kebutuhan aktual pembiayaan operasi pemeliharaan
dan rehabilitasi tiap bangunan tiap ruas saluran untuk mempertahankan
kondisi dan fungsi jaringan irigasi.

4.1.7.3. Jenis Biaya Pengelolaan Irigasi


Jenis biaya pengelolaan irigasi yang meliputi kegiatan operasi dan
pemeliharaan, antara lain berupa:
1. Biaya Operasi Jaringan Irigasi
Biaya operasi jaringan irigasi meliputi biaya pengeluaran yang
dibutuhkan untuk mengoperasikan jaringan irigasi secara baik dan benar,
sejak dan pengambilan, pembagian, sampai dengan pemberian air ke
sawah dan membuang kelebihannya.
Jenis Kegiatan Operasi jaringan Irigasi antara lain adalah:
a. Pekerjaan pengumpulan data (data debit air, curah hujan, luas tanam,
jenis tanaman, penguapan, perkolasi, kelembaban udara, suhu,
radiasi matahari, kecepatan angin, produksi hasil-pertanian, dll)
b. Pengerjaan kalibrasi alat pengukur debit
c. Pekerjaan membuat rencana penyediaan air tahunan, pembagian dan
pemberian air tahunan, rencana tata tanam, rencana pengeringan, dll.
2. Biaya Pemeliharaan Jaringan Irigasi
Biaya pemeliharaan jaringan irigasi meliputi biaya pemeliharaan rutin,
pemeliharaan berkala, pengamanan serta perbaikan darurat yang
termasuk pekerjaan pemeliharaan adalah kerusakan jaringan irigasi
dengan tingkat kerusakan 40%.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 57 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

a). Pemeliharaan Rutin


1). Pemeliharaan rutin yang bersifat perawatan antara lain:
o Memberi minyak pelumas pada bagian pintu air agar tidak
kering
o Membersihkan saluran dan bangunan dari tanaman liar/ semak
o Membersihkan saluran bangunan dari sampah
o Membuang endapan lumpur pada bangunan ukur
2). Pemeliharaan rutin yang bersifat perbaikan ringan antara lain:
o Menutup lubang-lubang bocoran kecil saluran/ bangunan
o Perbaikan kecil pada pasangan (batu muka lepas, plesteran
retak, siaran, dll)
o Perbaikan kecil tanggul dengan rumput
b). Pemeliharaan Berkala
1). Pemeliharaan berkala yang bersifat perawatan antara lain:
o Pengecatan pintu
o Pembuangan lumpur di bangunan dan saluran
o Pembabatan rumput
2). Pemeliharaan berkala yang bersifat perbaikan antara lain:
o Perbaikan gedung
o Perbaikan saluran
o Perbaikan pintu-pintu dan skotbalk, dll.
3). Pemeliharaan berkala yang bersifat penggantian antara lain:
o Penggantian sebagian atau seluruhnya pintu
o Penggantian alat ukur
o Penggantian peilskala
o Penggantian nomenklatur
c). Pengamanan dan Pencegahan
Kegiatan pengamanan dan pencegahan antara lain:
- Inspeksi lapangan
- Membatasi kendaraan yang masuk jalan inspeksi dengan portal
- Memasang rambu peringatan, patok batas, lampu penerangan
- Memasang pagar/ kawat berduri pada daerah bahaya
- Penjagaan pada bangunan vital
- Sosialisasi
d). Perbaikan Darurat
Pekerjaan darurat akibat bencana alam atau kerusakan berat akibat
kejadian luar biasa.
Kegiatan perbaikan darurat antara lain:
- Memperbaiki saluran pembawa yang putus akibat bencana alam
- Memperbaiki longsoran tebing yang menutup aliran air.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 58 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

3. Biaya Rehabilitasi Jaringan Irigasi


Kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan diatas 40%
perbaikannya melalui pekerjaan rehabilitasi.
Biaya rehabilitasi meliputi survey, investigasi, design, dan konstruksi
termasuk pengawasan, dan sosialisasi.
Pekerjaan rehabilitasi diseyogyakan dirancang untuk dilaksanakan
secara kontraktual dengan prinsip partisipatif.

4. Biaya Koordinasi/ Pemberdayaan


Koordinasi dan pemberdayaan ini merupakan pendukung untuk
terlaksananya kegiatan menetapkan angka kebutuhan nyata pengelolaan
irigasi.
Kegiatan koordinasi dan pemberdayaan antara lain:
a. Rapat koordinasi
b. Penyuluhan
c. Pendampingan
d. Monitoring, evaluasi, dan pelaporan

4.1.7.4. Perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Pengelolaan Irigasi


1. Teknik Menghitung
Teknik menghitung biaya pengelolaan irigasi perlu dirinci per kegiatan
dan disesuaikan dengan nomer/ kode mata anggaran yang berlaku.
Tujuan memerinci pembiayaan per kegiatan tersebut diatas adalah:
a. Agar tidak ada kegiatan yang tidak dianggarkan (menghindari
kelalaian) yang dapat mengakibatkan tidak berjalannya program
kerja
b. Memudahkan untuk keperluan evaluasi kinerja
c. Tolok ukur kerja per kegiatan sangat terukur dengan jelas.

2. Rincian Pembiayaan
a). Contoh kode-kode pembiayaan sistem anggaran APBN
Kode-kode pembiayaan dalam sistem anggaran (APBN) antara lain:
Kode 04.04.03.4429 :operasi pemeliharaan
Kode 4429.0002 :administrasi kegiatan
Kode 5511 :belanja barang operasional
Kode 5511.15 :honor yang terkait dengan
operasional Sat.Ker
Kode 5512 :belanja barang non operasional
Kode 5512.11 :belanja bahan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 59 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Kode 5241 :belanja perjalanan dalam negeri


Kode 5241.29 :belanja perjalanan lainnya (DN)
Kode 4429.0055 :pendaftaran
Kode 5212 :belanja barang non operasional
Kode 5212.11 :belanja bahan
Kode 5212.13 :honor yang terkait dengan out put kegiatan
Kode 5221 :belanja jasa
Kode 5221.19 :belanja jasa lainnya

b). Komponen pembiayaan pengelolaan irigasi


1). Perhitungan biaya operasi jaringan irigasi
Meliputi antara lain: pengumpulan data, perencanaan tata-tanam,
rencana pemberian/ pembagian air, pengeringan, pelaksanaan
pengaturan buka tutup pintu untuk pembagian/ pemberian air,
kalibrasi bangunan ukur, monev, dll. Secara umum biaya operasi
jaringan irigasi terdiri dari:
o Upah/ honor
o Bahan
o Peralatan
o Perjalanan dinas
o Jasa lainnya
2). Perhitungan biaya pemeliharaan rutin
Meliputi antara lain: pekerjaan pemeliharaan yang bersifat
perawatan, dan pemeliharaan yang bersifat perbaikan kecil.
Secara umum biaya pemeliharaan rutin terdiri dari:
o Upah/ honor
Upah tenaga kerja pemeliharaan
Honor pelaksana swakelola
o Bahan
ATK, formulir laporan, foto copy, jilid, dll
o Peralatan
Sepatu lapangan, mantel, topi lapangan, mesin potong
rumput, dll
o Perjalanan dinas
o Jasa lainnya

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 60 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

3). Perhitungan biaya pemeliharaan berkala


Meliputi antara lain: pekerjaan pemeliharaan yang bersifat
perawatan, pekerjaan pemeliharaan yang bersifat perbaikan
sedang, dan pekerjaan pemeliharaan yang bersifat pergantian.
Secara umum biaya pemeliharaan berkala terdiri dari:
o Upah/ honor
o Bahan
o Peralatan
o Perjalanan dinas
o Pemeliharaan
o Jasa lainnya
4). Perhitungan pengamanan
Meliputi antara lain: inspeksi lapangan, pemasangan patok/ portal,
papan larangan, dll. Secara umum biaya pengamanan terdiri dari:
o Upah/ honor
o Bahan
o Peralatan
o Perjalanan dinas
5). Perhitungan darurat bencana
Besarnya biaya darurat bencana adalah diperkirakan berdasarkan
pada pengalaman tahun lalu.
6). Perhitungan biaya rehabilitasi
Secara umum biaya pemeliharaan rutin terdiri dari:
o upah/ honor
o bahan
o peralatan
o pejalanan dinas
o pelaksanaan dan pemeliharaan
o jasa lainnya.
7). Perhitungan biaya koordinasi/ pemberdayaan
Secara umum biaya pemeliharaan rutin terdiri dari:
o upah/ honor
o bahan
o peralatan
o perjalanan dinas
o jasa lainnya
Dalam rangka memudahkan menghitung digunakan lembar kerja
tiap kegiatan seperti membuat RAB bangunan menggunakan

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 61 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

analisa harga satuan BOW, bila tidak dalam BOW dilakukan


dengan pendekatan empiris hasil pengalaman lapangan.

4.1.7.5. Proses Penetapan Angka Kebutuhan Nyata Pengelolaan Irigasi


Proses penetapan angka kebutuhan nyata pengelolaan irigasi dapat dirinci
berdasarkan form/ blanko AKNPI. Instansi pengelola irigasi melakukan
pengumpulan data aset irigasi yang menjadi tanggung jawabnya.
1. Beberapa contoh blanko Operasional Irigasi

Blangko 01 O

USULAN DAN KEPUTUSAN LUAS TANAM PER DAERAH IRIGASI *1)

Daerah irigasi : Nama Org. IP3A/GP3A : .


No. Kode DI : Ranting/Pengamat/UPTD : .
Total Luas Sawah Irigasi : ha Luas Sawah Mantri/Juru : ha
Kecamatan : .
Kabupaten : .

Periode Masa Tanam (MT) : Tahun 20 ../20.. Ranting

MT. 1 : Bln . . . . . . . . . . . . . .20 . . . . .s/d Bln . . . . . . . . . . . . . . .20. . . . . .

MT. 2 : Bln . . . . . . . . . . . . . .20 . . . . .s/d Bln . . . . . . . . . . . . . . .20. . . . . .

MT. 3 : Bln . . . . . . . . . . . . . .20 . . . . .s/d Bln . . . . . . . . . . . . . . .20. . . . . .

1) Usulan IP3A / GP3A (ha) *2) 2) Keputusan Komisi Irigasi Kab. (ha) *3)
Jenis Tanaman & Lain - lain MT1 MT2 MT3 MT1 MT2 MT3

1 2 3 4 5 6 7

Padi
Telah ada
Tebu
Akan ditanam
Palawija
Keperluan lain
Bero
Luas sawah irigasi
Golongan Tanam XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX
Tgl Pengolahan Tanah XXXXXXX XXXXXXX XXXXXXX
Tgl ..20.. Tgl ..20..

Ketua IP3A/GP3A *4) Mantri *5)

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Tanda tangan : Tanda tangan :

Nama : Nama :

NIP :

Laporan Tahunan : Sebagai usulan IP3A / GP3A dan Keputusan Komisi Irigasi.
Dibuat sebelum MT. 1 dimulai.
Mantri/Juru Ranting/Pengamat

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 62 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 02 - O
RENCANA TANAM PER WILAYAH MANTRI/JURU PER MASA TANAM *1)

Daerah irigasi : Luas Sawah Wil Ranting/Pengamat : ha


No. Kode DI : Kabupaten :
Total Luas Sawah Irigasi : ha

Periode Masa Tanam MT 1 MT 2 MT 3 *2) : Bulan . . . . . . . . . . . . . . 20. . . . . .s/d Bulan . . . . . . . . . . . . . . . 20 . . . . .

Luas 1) Usulan IP3A / GP3A *3) 2) Kutipan Keputusan Komisi Irigasi *4)
Nama Wil. Kerja Sawah Tebu Pala Tebu Pala Pemberian Air
No Kecamatan Padi Lain lain B e r o Jumlah Padi Lain lain B e r o Jumlah Golong
Mantri/Juru Irigasi Ada YAD wija Ada YAD wija Mulai Selesai
an
(ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) (ha) Tgl Tgl
1 2 3 4 5 6 7 8 9 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Jumlah Areal Kerja Ranting XXXXXXXX XXXX XXXXX XXXXXX

Tgl ..20..
Laporan Tahunan : Mengetahui,
- Dibuat sebelum MT. 1 dimulai. Kasi OP Wilayah Kabupaten Ranting/Pengamat
- Data dihimpun dari Blangko 01 - O . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
- Kasi O&P Kab membubuhkan paraf pada klausul Mengetahui. Tanda tangan : Tanda tangan :

Ranting/Pengamat Kasi O&P Kabupaten


Kasi O&P UPTD Prov.

KUTIPAN LAMPIRAN KEPUTUSAN KOMISI IRIGASI MENGENAI RENCANA TATA TANAM


Blangko 03 -O
PER DAERAH IRIGASI
Daerah irigasi : Meliputi : Pengamat/Ranting : = Ha
No. Kode DI : Pengamat/Ranting : = Ha
Total Luas Sawah Irigasi DI : ha Pengamat/Ranting : = Ha
Pengamat/Ranting : = Ha
BPKIW :

Periode Masa Tanam : Tahun 20/20 Jumlah = Ha


Pemberian Air
Padi (ha) Palawija Tebu (ha) Keperluan lain Jumlah Luas
Nama Wil Kerja Pengamat/ Luas sawah
No Nama Wil Kerja Mantri / Juru (MT1+MT2+M Golongan Mulai Selesai
Ranting/ UPTD
MT1 MT2 MT3 MT1 MT2 MT3 Ada YAD MT1 MT2 MT3 T3) (ha)
(ha) Tgl Tgl
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Jumlah

Tgl ..20..
Laporan Tahunan :
- Dibuat sebelum MT. 1 dimulai. Kasubdin/Ka Dinas Pengairan Kabupaten
- Data dikutip dari Lampiran Keputusan Komisi Irigasi kabupaten. . . . . . . . . . . . . . . .
- Kasi OP Kabupaten membubuhkan paraf pada Tanda Tangan Kasubdin/Ka Dinas Pengairan Kabupaten Tanda tangan :

Kasubdin/Ka Dinas Pengairan Kasi O&P UPT Prov.


Balai WS
Kabupaten/Balai PSDA Ranting/Pengamat/UPTD
Mantri/Juru Nama :
NIP :

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 63 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 04 -O

LAPORAN KEADAAN AIR DAN TANAMAN PADA WILAYAH MANTRI / JURU

Daerah Irigasi : : Jumlah Petak Tersier : buah


Nomor Kode DI : Luas sawah Mantri/Juru : Ha
Total Luas Irigasi DI : Ha 1 s/d 15
Periode Pemberian Air Tgl. = bln .. 20
Kabupaten : 16 s/d ...
Bagian Pelaks Kegiatan :

Masa Tanam : MT.1 MT.2 MT.3 Bulan ..... 20.. s/d bulan ..

1. Keputusan Target Areal Tanam (data dari Blangko 01)


Padi : ha
Tebu Muda : ha
Tebu Tua : ha
Palawija : ha
Lain-lain : ha
Jumlah Tanaman : ha Bero : . Ha
2. Usulan dan Realisasi Luas Tanam (ha)

Realisasi Luas Tanam s/d saat lap dibuat Usulan Luas Tanam pada Periode Tersebut
No
Jenis Areal (ha) Jenis Tanaman Areal (ha) Jumlah
1 2.1. 2.2. 3.1. 3.2. 3.3.
2.1. xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx Padi Rendeng/Padi Gadu Ijin : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Padi MT.1 a) Pengolahan Tanah + Persemaian
Padi MT.2 b) Pertumbuhan
Padi MT.3 c) Panen
2.2. xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx Tebu : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx a) Pengolahan Tanah + Persemaian
Tebu Muda b) Tebu Muda
Tebu Tua c) Tebu Tua
2.3. xxxxxxxxxxxxxxx xxxxxxxxxxxxxxxx Palawija : xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Palawija MT.1 a) Yang perlu banyak air
Palawija MT.2 b) Yang perlu sedikit air
Palawija MT.3
2.4. Gadu Tidak Izin MT.2 Gadu Tidak Izin :
Gadu Tidak Izin MT.3
2.5. Lain-lain Lain-lain keperluan
2.6. Bero Bero
2.7. Jum : ( L saw ah Irigasi) Jumlah : (Luas Sawah Irigasi) xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Keadaan Air Irigasi di Petak tersier : berlebihan cukup kurang


Kerusakan Tanaman (ha) : Genangan/
Tanaman Kekeringan
kebanjiran
Padi
Tebu
Palawija

Mengetahui, .., .. 20
Ranting/Pengamat Mantri
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Tanda tangan : Tanda tangan :

Nama : Nama :
NIP : NIP :

Laporan Setengah Bulanan : Mantri/Juru ----> Ranting/Pengamat -


---> Kasi O&P Irig Kabupaten
---> Kasi O&P UPT Prov
---> Balai WS

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 64 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 05 -O
RENCANA KEBUTUHAN AIR DI PINTU PENGAMBILAN
Daerah Irigasi :........
No. Kode DI :........
Total Luas Irigasi DI : . . . . . . . . Ha
Kabupaten :........
Bagian Pelaksana Kegiatan :........
1 s/d 15
Periode Pemberian Air Tanggal = bulan . 20. . .
Periode : MT.1/MT.2/MT.3 Bulan 200.. s/d . 200.. 16 s/d . . .
Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru Mantri / Juru
Satuan 3) keb
............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. ............................. .............................
Air di Sawah
Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan Usulan Kebutuhan
No. Uraian / Bab (l/det/ha)
Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di Luas Air di
Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah Tanam Sawah
MT.1 MT2/MT3
( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det ) ( ha ) ( l/det )
1 2 3.1 3.2 4 5=(3.1x4) 6 7=(3.1x6) 8 9=(3.1x8) 10 11=(3.1x10) 12 13=(3.1x12) 14 15=(3.1x14) 16 17=(3.1x16) 18 19=(3.1x18) 20 21=(3.1x20) 22 23=(3.1x22)

1. Padi Rendeng/Padi Gadu Izin


a). Pengolahan tanah + Persemaian 1.250 -
b). Pertumbuhan / Pemasakan 0.725 -
c). Panen 0 -

2. Tebu
a). Pengolahan tanah + Persemaian 0.850
b). Tebu Muda (MT.1) 0.36
c). Tebu Tua (MT.2) 0.125

3. Palawija
a). Yang perlu banyak air 0.30
b). Yang perlu sedikit air 0.20

4. Gadu tanpa izin

5. Lain-lain

6. Jumlah di Sawah ( l/det ) xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx

7. Faktor Tersier xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx

8. Kebutuhan air di pintu tersier ( l/det ) xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx xxxxxxxx

9 Kerusakan Tanaman (Banjir/Kering)


(dibuat setiap 15 hari)

10 Tanda tangan ketua IP3A/GP3A xxxxxxxx xxxxxxx

PENJELASAN : .., .. 20. . .


1. Usulan luas tanam dikutip dari Buku Pelaksana OP Irigasi
catatan IP3A/GP3A . . . . . . . . . . . . . . .
Tanda tangan :

Laporan Setengah Bulanan : Ranting/Pengamat/UPTD--->Mantri/Juru Jabatan Dinas :


Ranting/Pengamat/UPTD--->Kasi O&P Kab
Ranting/Pengamat/UPTD--->Kasi O&P UPT Prov. Nama :
Ranting/Pengamat/UPTD--->Kasi O&P Balai WS NIP :

Blangko 06 O

PENCATATAN DEBIT SALURAN


Nama Daerah Ranting/Pengamat :
Daerah Irigasi : . Nama Daerah Mantri/Juru :
No. Kode DI : . Luas Sawah Mantri/Juru :Ha.
Total Luas Sawah Irigasi : . ha
Kabupaten : .
Bagian Pelaksana Kegiatan : . Bulan : .200

Debit
Cara Pengukuran Debit
Debit (1/det) pada tanggal Rata - rata Kondisi Alat Ukur
Nama Bangunan Kontrol (Bagi/ Jumlah
No setengah * 3)
Bagi Sadap/ Sadap) Debit (l/det)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 bulanan
16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 (I/det ) a b Baik Rusak

Mengetahui, .., .. 20
Ranting/ Pengamat/UPTD Mantri/Juru
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Tanda tangan : Tanda tangan :

Nama : Nama :
NIP : NIP :

Laporan Setengah Bulanan : Mantri/Juru ---> Ranting/Pengamat


Mantri/Juru --->Kasi O&P Irigasi Kab.
Mantri/Juru --->Kasi O&P Irigasi UPT Prov.
Mantri/Juru --->Balai WS

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 65 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 07 O
RENCANA KEBUTUHAN AIR DI JARINGAN UTAMA
DAN PENETAPAN PEMBERIAN AIR

Daerah Irigasi : . . . . . . . . Nama Wil Kerja Ranting/Pengmt :......


Nomor Kode DI : . . . . . . . . Luas Areal Kerja Mantri : . . . . . . . . . Ha
Total Luas Irigasi DI : . . . . . . . . Ha Jumlah Petak tersier : . . . . . . . . . Buah
Kabupaten : . . . . . . . . 1 s/d 15
Periode Pemberian Air Tanggal = bln . 20
Bagian Pelaksana Kegiatan : . . . . . . . . 16 s/d ..

Realisasi debit pada


Usulan
periode sebelumnya Rencana kebutuhan air periode pembagian air tersebut ( l/det )
luas tanam
( l/det ) Debit
Nama Wilayah Kerja Luas sawah
No. pada diberikan
Mantri/Juru irigasi (Ha)
Debit Rata- Debit pada periode ini Keb air di pintu Keb air Lain- Q Hilang si sal Debit Suplesi Kebutuhan air di ( l/det )
rata akhir periode ( Ha ) tersier (Qt) lain (Ql) Induk/Sek (Qh) (Qs) Bang. Bagi (Qb)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11=(7+8+9+10) 12

K - ditetapkan
PENJELASAN :
1. Kolom 9 adalah kehilangan air di saluran (dari blangko 06-O) .., .. 20. . .

2. Kolom (11) = (7) + (8) + (9) - (10) Ranting/Pengamat


3. Kolom (12) = (7) x K + (8) + (9) - (10) . . . . . . . . . . . . . . .
4. Penetapan nilai K diambil dari Blangko 09 - O Tanda tangan :
5. Kolom 12 apabila debit yang diberikan lebih kecil 20 l/det
maka diberikan debit minimum yang dapat diukur

Laporan Tengah Bulanan : Ranting/Pengamat --> Mantri/Juru


Ranting/Pengamat --> Kasi O&P Irigasi Kab. Nama :
Ranting/Pengamat --> Kasi O&P UPTD Prov. NIP :
Ranting/Pengamat --> Balai WS

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 66 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 08 -O

PENCATATAN DEBIT BANGUNAN PENGAMBILAN /


PENCATATAN DEBIT SUNGAI

Kabupaten :......
Sungai : Ranting/Pengmt :......
Bendung : . Bag.Pelaks. Kegiatan :......
Daerah Irigasi : .. 1 s/d 15
Periode Pemberian Air Tanggal = bln . 20
Total Luas Sawah Irigasi : ... Ha 16 s/d ..

Debit Pintu Masuk Pengambilan Debit Sungai


Debit Limpas Bendung Debit Sungai
Tanggal Kanan Kiri Rata-rata
(l/det)
H (cm) Q (l/det) H (cm) Q (l/det) H (cm) Q (l/det) 5 harian (l/det)
1 2 3 4 5 6 7 8 9

.., .. 20. . .
Penjelasan :
1. Pencatatan debit dilakukan tiap Ranting/ Pengamat Petugas Operasi Bendung
pukul 08,00 WIB. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
2. Perhitungan kolom 8 dan 9 oleh Tanda tangan : Tanda tangan :
Pembantu Pelaksana OP

Laporan Tengah Bulanan : mantri / juru ---> Ranting / Pengamat


mantri / juru ---> Kasi O&P Irigasi Kab.
mantri / juru ---> Kasi O&P UPT Prov. Nama : Nama :
mantri / juru ---> Balai WS NIP : NIP :

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 67 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

PERHITUNGAN FAKTOR - K Blangko 09 - O

Mantri/Juru Pengairan :......


Daerah Irigasi :........ Ranting :......
No. Kode DI :........ Kabupaten :......
Total Luas Irigasi DI : . . . . . . . . Ha 1 s/d 15
Periode Pemberian Air Tanggal =
:........ 16 s/d .. bln . 20
Bagian Pelaksana Kegiatan :........

1. Debit diperlukan (dari blanko 07 - O) 2. Debit Tersedia (dari Blanko 08 - O) **)


Q Rata-rata
No Kode Debit Jumlah ( l/det )
No Jumlah Faktor K
Tanggal
1.1. Qt Di pintu tersier (m3/det) (K1/K2/K3)
1.2. Ql Kep. Lain-lain
1.3. Qh Hilang (+)
Jumlah :
1.4. Qs
Suplesi : (-)
1.5. Qb Di Bendung (a) (b)

3. Debit dialirkan

Neraca Debit dialirkan (Qa) Batas Normal

Debit ( l/det ) (l/det) (l/det) Debit


Tersedia (Qra) (b) Q 100% Saluran
Diperlukan (Qb) (a) Q 70% Saluran

4. Perhitungan Faktor K
Debit Total Debit
No Kode
(l/det) ( l/det )
4.1. (Qa) (c)
4.2. Qs
4.3. Ql (d)
4.4. Qh
4.5. Selisih = ( c ) - (d)
4.6. Qt
4.5
Faktor - K =
4.6

Penjelasan :
1). Rumus Faktor - K : .., .. 20. . .
(Q dialirkan + Qs) - (Ql + Qh) Ranting
K=
Qt . . . . . . . . . . . . . . .
Tanda tangan :
**) Debit tersedia diperoleh dari:
- Q rata-rata setengah bulanan
- Q rata-rata lima harian terakhir
- Q pada tanggal 15 dan atau 30/31 masing-masing periode
Q 100% Saluran = Debit desain 100% rencana terakhir Nama :
Q 70% Saluran = Debit 70% desain rencana terakhir NIP :

Laporan setengah Bulanan : Ranting / Pengamat --> Mantri / Juru


Ranting / Pengamat --> Kasi O&P Irigasi Kab.
Ranting / Pengamat --> Kasi O&P UPT Prov .
Ranting / Pengamat --> Balai WS

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 68 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 10 - O
LAPORAN PRODUKTIVITAS DAN NERACA PEMBAGIAN AIR PER DAERAH IRIGASI
Daerah Irigasi :........ Kabupaten :........
Nomor Kode DI :........ Luas Areal Kerja Ranting/Pengamt :........
Total Luas Irigasi DI : . . . . . . . . Ha Tahun 200. . .S/d 200. . . Jumlah Mantri / Juru : . . . . . . . . Buah
Jumlah Petak tersier : . . . . . . . . Buah Bagian Pelaksana Kegiatan :........

1. Realisasi Tanam ( dari Blanko 05 - O) 4. Keadaan Air


Padi ( ha ) Palawija ( ha ) Kebutuhan Air
Jumlah Total debit Debit Q limpas Kehil air di Curah Neraca Q Pengambilan
MT.1 MT.2 MT.3 Tebu Lain- Q Suplesi (m3/det) Faktor K Debit
Bulan Tanaman Bero tersedia pengamb bendung jar utama hujan Air dibagi debit
MT.1 MT.2 MT.3 (ha) lain (m3/det) rata-rata rencana
Padi Rendeng Gadu Izin Gadu tidak izin Gadu tidak izin ( ha ) (m3/det) (m3/det) (m3/det) (m3/det) Tersier Lain-lain (mm) (m3/det) rencana

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Oktober I
II
Nopember I
II
Desember I
II
Januari I
II
Pebruari I
II
Maret I
II
April I
II
Mei I
II
juni I
II
Juli I
II
Agustus I
II
September I
II
Puncak luas tanam
(ha)
Intensitas tanam
5. Produksi Tanaman
masing2 MT **)
Intensitas tanaman total % = Jumlah intensitas tanam MT.1 + MT.2 + MT.3 Padi Gadu Izin Gadu tak
Perihal Palaw ija Tebu/lain2
Rendeng Izin
2. Kerusakan Tanam dari Blanko 05 - O a) Puncak luas tanam (ha)
Genangan/banjir b) data ubinan dari DIPERTA rata2(t/ha)
Kekeringan c) = (a) x (b)
produksi padi ton
3. Rencana Tanam Jumlah Produksi (ton)
Rencana tahun ini
Rencana YAD .., .. 20. . .

Mengetahui : Ranting
Kasie OP Wilayah Kabupaten . . . . . . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . . . . . . Tanda tangan :
Tanda tangan :
Laporan Tahunan : Ranting / Pengamat ---> Kasi O&P Kabupaten Jabatan Dinas :
Ranting / Pengamat ---> Kasi O&P UPT Prov.
Ranting / Pengamat ---> Balai WS Nama :
Nama : NIP :
NIP :

Blangko 11 - O
REKAP KABUPATEN PER MASA TANAM
Kabupaten : .

Masa Tanam : MT.1 MT.2 MT.3 Bulan ..... 200... s/d bulan ..
Daerah Irigasi Luas (1) Rencana Luas Tanam ( Ha ) (2) Realisasi Luas Tanam ( Ha ) (3) Areal kena musibah ( Ha )
No Sawah Tebu Jumlah Padi Jumlah Kekeringan Genangan banjir
Pengamat/ UPTD Mantri / Juru Padi Palawija Lain-lain Bero Tebu Palawija Lain-lain Bero
( Ha ) Lama Baru tanaman Izin Tak Izin tanaman Padi izin Palawija Tebu Padi palawija Tebu
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 DI ..
- Pengamat 1 a. Juru ..
b. Juru ..
c. Juru ..
- Pengamat 2 a. Juru ..
b. Juru ..
c. Juru ..

2 DI ..
- Pengamat 1 a. Juru ..
b. Juru ..
c. Juru ..

Jml DI :
Jml Pengamat : Jml Juru :

PENJELASAN : .., .. 20. . .


1. Data untuk kolom 5 s/d kolom 11 diambil dari blangko 02 Koordinator OP Irigasi Wilayah Kabupaten
2. Data untuk kolom 12 s/d kolom 18 diambil dari blangko 04 (diambil yang maksimum) . . . . . . . . . . . . . . .
Tanda tangan :
Laporan Masa Tanam : Kasi O&P Kab --> Kasi O&P UPT Prov.
Kasi O&P Kab --> Balai WS
Nama :
NIP :

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 69 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 12 - O
REKAP PROVINSI

Jumlah Kabupaten : . . . . . . . . Buah Tahun Masa Tanam : 20. . . . . ./ 20 . . . . . .

Jumlah Luas Rencana Luas Tanam ( Ha ) Realisasi Luas Tanam ( Ha ) Areal kena musibah ( ha )
No Kabupaten Daerah Sawah Padi Palawija Tebu lain- Padi Palawija Tebu lain- Jumla Kekeringan Tergenang Banjir
Jumlah Bero Bero
Irigasi Irigasi MT.1 MT.2 MT.3 MT.1 MT.2 MT.3 Tua Muda lain MT.1 MT.2 MT.3 MT.1 MT.2 MT.3 Tua Muda lain h Padi Tebu Palawija Padi Tebu Palawija
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

Jumlah

PENJELASAN : Mengetahui : .., .. 20. . .


1. Blanko ini diisi dari Blanko 11 - O dengan cara menjumlah ke 3 MT (MT.1+MT.2+MT.3) Ranting/Pengamat/UPTD Mantri/Juru
Wilayah . . . . . . . . . . . . . . Wilayah . . . . . . . . . . . . . .
Laporan Tahunan : Balai WS --> Kasi O&P UPTD Prov. --> Kasi OP Dinas Kabupaten
--> Kasi OP Dinas Prov --> UPT Balai Besar WS

Nama : Nama :
NIP : NIP :

2. Contoh pengisian blanko Pemeliharaan Irigasi

LAPORAN INSPEKSI RUTIN KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI Blangko 01-P


Inspeksi Rutin tanggal Bulan..Tahun : . . . . . . . .
DAERAH IRIGASI :..... Kabupaten :.....
TOTAL LUAS AREAL DI : . . . . . Ha Pengamat/Ranting :.....
Tingkatan DI : T / ST / Sd Juru/Mantri :.....

KEADAAN TINDAKAN
Rusak/Putus

Tonjolan (M')

Pintu Rusak
Longsoran/

Dikerjakan
Tersumbat

Retak (M')

NAMA AREAL
Sedimen /
Waled (H)

Lain - lain
Bocoran
(M'/BH)

(M'/BH)

NAMA RUAS
Usulan
Tindak
Lanjut
(Bh)

NO. BANGUNAN LAYANAN


(M')

SALURAN DESA / KECAMATAN


DAN TYPE NYA DIBAWAHNYA
( Ha )

Hm.. s/d Hm../Km Hm.. /Km ..


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

JUMLAH

Penjelasan :
1. Diserahkan setiap tanggal 25 bulan ybs. Walaupun tidak terjadi kerusakan pada bulan ybs. Juru/Mantri
2. Kolom 4 s/d 11 diisi salah satu tingkat kerusakan dan volumenya yang paling tepat
R = Kerusakan ringan (M', Bh, M3 . . .) ( kerusakan yang dapat diatasi sendiri oleh Pengelola Jaringan Irigasi ).
S = Kerusakan Sedang (M', Bh, M3 . . .) ( kerusakan yang dapat diatasi sendiri , perlu bantuan bahan ). Nama : . . . .
B = Kerusakan Berat (M', Bh, M3 . . .) ( kerusakan yang tidak dapat diatasi sendiri, perlu bantuan bahan + tenaga ). NIP : . . . .
dan harus dilaporkan apabila ada kerusakan baru atau keruskan lama ( yang pernah dilaporkan ) berubah lagi .
3. Kolom 12 dan 13 keterangan diisi jenis kerusakan yg sdh dikerjakan dan yang diusulkan
4. Kolom 14 diisi luas areal layanan di bawah / dihilir lokasi kerusakan yang menjadi oncorannya.
5. Laporan Bulanan : mantri/juru ---> ranting/pengamat/UPTD

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 70 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Blangko 02 - P
LAPORAN PENELUSURAN KERUSAKAN JARINGAN IRIGASI
Penelusuran tanggal Bulan..Tahun : . . . . . . . .
DAERAH IRIGASI :..... KABUPATEN :.....
TOTAL LUAS AREAL DI : . . . . . Ha Pengamat/Ranting :.....
Tingkatan DI : T / ST / Sd

KEADAAN PERKIRAAN BIAYA

Longsoran/ Tonjolan (M')

Sedimen / Waled (H)


Tersumbat (M'/BH)
Rusak/Putus (M')

Pintu Rusak (Bh)


Bocoran (M'/BH)
AREAL

Retak (M')
NAMA

Lain - lain

Prioritas
NAMA RUAS
NO. BANGUNAN LAYANAN DESA
SALURAN KERUGIAN PERBAIKAN
DAN TYPE NYA DIBAWAHNYA KECAMATAN
( Ha )

Hm.. s/d Hm../Km Hm.. /Km Rp 1.000 Rp 1.000


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

JUMLAH

Penjelasan : . . . . . . . . . . . . ., . . . . . . . . .20 . . .
1. Diserahkan setiap tanggal 25 bulan ybs. Walaupun tidak terjadi kerusakan pada bulan ybs.
2. Kolom 4 s/d 11 diisi salah satu tingkat kerusakan dan volumenya yang paling tepat Pengamat/Ranting/UPTD
R = Kerusakan ringan (M', Bh, M3 . . .) ( kerusakan yang dapat diatasi sendiri oleh Pengelola Jaringan Irigasi ).
S = Kerusakan Sedang (M', Bh, M3 . . .) ( kerusakan yang dapat diatasi sendiri , perlu bantuan bahan ).
B = Kerusakan Berat (M', Bh, M3 . . .) ( kerusakan yang tidak dapat diatasi sendiri, perlu bantuan bahan + tenaga ). Nama : . . . .
dan harus dilaporkan apabila ada kerusakan baru atau keruskan lama ( yang pernah dilaporkan ) berubah lagi . NIP : . . . .
3. Kolom 12 dan 13 keterangan diisi perkiraan kerugian dan perbaikannya.
4. Kolom 14 diisi dengan skala prioritas 1,2 atau 3 ; ( 1 = segera ; 2 = perlu ; 3 = dapat ditangguhkan ).
5. Kolom 15 diisi luas areal layanan di bawah / dihilir lokasi kerusakan yang menjadi daerah layanannya
Laporan Bulanan : ranting/pengamat/UPTD ---> Dinas Pengairan Kabupaten/Balai PSDA

Blangko 03 - P
LAPORAN KERUSAKAN AKIBAT BENCANA
Kejadian Tanggal :..

DAERAH IRIGASI :..... Kabupaten :.....


No. Kode DI Ranting/Pengamat/UPTD : :.....
TOTAL LUAS AREAL DI : . . . . . Ha

NAMA SALURAN / PERINCIAN KERUSAKAN TANGGAP DARURAT PERBAIKAN YANG MASIH DIPERLUKAN
BANGUNAN DAN Luas Areal Tindakan Perbaikan Yang akan Yang diusulkan
PENYEBAB JENIS Tanah Pasangan Gorong -
NO. LOKASI Pintu Air terancam di yang telah dikerjakan dikerjakan oleh untuk dikerjakan
KERUSAKAN KERUSAKAN Tangggul gorong Lain - lain
(HM , DESA DAN Batu Beton ( b / bh ) bawahnya IP3A/GP3A dan tingkat yang lebih
( m ) ( d/I )
KECAMATAN) (m3) (m3) (Ha) Pekarya atas
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

. . . . . . . . . . . . ., . . . . . . . . .20 . . .
Penjelasan : Pengamat/Ranting/UPTD
1. Kolom 8 : b lebar pintu (m) ; jumlah (bh) ..........
2. Kolom 9 : d diameter (m) , Panjang l (m)
3. Perlu dilampiri gambar sketsa.
Dicatat di Buku Catatan Pemeliharaan CD/CS/UPT/PENGAMAT PENGAIRAN Nama : . . . .
Laporan Insidentil : Pengamat/Ranting/UPTD ---> Dinas Pengairan Kabupaten / Balai PSDA NIP : . . . .

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 71 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

PROGRAM PEKERJAAN SWAKELOLA Blangko 04 - P


Dinas/Balai PSDA :
Tahun 200.

LOKASI Uraian Tolok Jadwal Pelaksanaan


Nama - Juru / Mantri Ukur Biaya
Daerah Irigasi Saluran dan - CD/ UPTD/Pgmt Jenis Pekerjaan Pekerjaan Tgl . S/d ..
No. Keterangan
Bangunan - Kecamatan Pemeliharaan Upah Bahan Jumlah . Hari
(Rp. (Rp. (Rp.
- Kabupaten (Bh/Km)
1.000) 1.000) 1.000)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

JUMLAH

Penjelasan:
1. Laporan dikirim setiap akhir bulan Januari Tahun Anggaran ybs Tgl..,.. 200..
2. Kolom 9 : Bila pelaksanaan dalam satu tahun lebih dari Kepala Dinas Pengairan Kab/ Balai PSDA .. *)
satu kali agar disebut semuanya
*) Sesuai Kewenangannya
3 Laporan Tahunan : dinas pengairan/Balai PSDA --> k abupaten/provinsi

.
NIP.

PROGRAM PEKERJAAN KONTRAKTUAL Blangko 05 - P


Dinas/Balai PSDA :
Tahun 200.

Paket Uraian Banyaknya Biaya Jadwal Pelaksanaan


Nama
Daerah Irigasi 1. Jenis Pekerjaan Pemeliharaan Pekerjaan Tgl . S/d ..
No. Saluran/Banguna Keterangan
(Rp.
n Lokasi (Km) 2. Kecamatan & Kabupaten/Kota (Bh/Km) . Hari
1.000)
1 2 3 4 5 6 7 8

JUMLAH

Penjelasan: ..Tgl..,.. 200..


1. Laporan dikirim setelah DSP (Blangko O&P) disetujui Kepala Dinas Pengairan Kab/ Balai PSDA*)
2. Kolom 3 : Nama Saluran/ Bangunan Yang diprioritaskan
*) Sesuai Kewenangannya
3 Laporan Tahunan : dinas pengairan/Balai PSDA --> k abupaten/ provinsi


NIP.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 72 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN SWAKELOLA Blangko 06 - P


Untuk Pemeliharaan Rutin Tahun.

DAERAH IRIGASI : . . . . .. TOTAL LUAS AREAL DI : . . . . . Ha


Juru : . . . . .. LUAS AREAL : . . . . . Ha

Dimensi Saluran Dimensi Bangunan

Nama

Paslin /stenvet ( Kg )

Oli Sae 20 ( Ltr. )

Oli Sae 90 ( Ltr. )

Pasir Urug (m3)


Batu Belah (m3)
Nama Bangunan total

Sikat Baja (Bh)


Semen (zak)

Lain-Lain ()
Lap Pel (Bh)
Lebar jml KETERANGAN

Solar ( Ltr. )

Kerikil (m3)
NO.

amplas (lb)
Teer ( Kg )

Pasir (m3)

Paku (kg)

Kuas (Bh)
Saluran Panj Tinggi lebar Panj Lebar Tinggi
bawah pintu
tanggul

Nomen-
m m m m m m m Bh
klatur
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28

Penjelasan : . . . . . . . . . . . . ., . . . . . . . . .20 . . .
1. Penjelasan dari kebutuhan bahan misalnya Jenis Cat ukuran kayu dan atau kebutuhan lain-lain dapat diuraikan pada kolom Keterangan Pengamat Pengairan :
2. Laporan dikirim setelah DSP (Blangko O&P) disetujui
3 Kolom 2 dan 3 : Nama Saluran/ Bangunan Yang diprioritaskan
*) Sesuai Kewenangannya
Laporan 3 bulanan : cabang dinas pengairan/pengamat/ranting/UPTD --> dinas pengairan k abupaten/ balai PSDA Nama : . . . .
NIP : . . . .

DAFTAR KEBUTUHAN BAHAN SWAKELOLA DAN TENAGA KERJA Blangko 07 - P


Untuk Pemeliharaan Berkala Tahun.
DAERAH IRIGASI :..... TOTAL LUAS AREAL DI : . . . . . Ha Kabupaten

Juru : . . . . . Ha LUAS AREAL : . . . . . Ha Pengamat/UPTD/CD

Dimensi Saluran Dimensi Bangunan KEBUTUHAN BAHAN SWAKELOLA : KEBUTUHAN TENAGA

Nama
Tanah Urug (m3)

Pasir Urug (m3)


Batu Belah (m3)

total
Tukang (OH)

Pekerja (OH)
Nama Bangunan
Semen (zak)

Lain-Lain ()

Lebar jml KETERANGAN


Kerikil (m3)

NO.
amplas (lb)
Teer ( Kg )

Pasir (m3)

Paku (kg)

Saluran Panj Tinggi lebar Panj Lebar Tinggi


cat (Kg)

bawah pintu
tanggul

Nomen-
m m m m m m m Bh
klatur
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Penjelasan :
Penjelasan dari kebutuhan bahan misalnya Jenis Cat ukuran kayu dan atau kebutuhan lain-lain dapat diuraikan pada kolom Keterangan Pengamat
Penjelasan :
1. Penjelasan dari kebutuhan bahan misalnya Jenis Cat ukuran kayu dan atau kebutuhan lain-lain dapat diuraikan pada kolom Keterangan
2. Laporan dikirim setelah pengisian blangk 02-P
3 Kolom 2 dan 3 : Nama Saluran/ Bangunan Yang diprioritaskan Nama : . . . .
*) Sesuai Kewenangannya NIP : . . . .
Laporan 3 bulanan : cabang dinas pengairan/pengamat/ranting/UPTD --> dinas pengairan k abupaten/ balai PSDA

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 73 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

LAPORAN BULANAN: PELAKSANAAN PEKERJAAN SWAKELOLA Blangko 08 - P


Pelaksana/HIPPA/GHIPPA : Daerah Irigasi : ..
Nama Pekerjaan : **)
Periode Laporan .. - s/d .-..200..

Target fisik/ Progres Bulan Progres dalam Progres sampai dengan


No. Uraian Plafond Biaya yang lalu Bulan ini bulan ini Keterangan
Volume ( Rp ) Volume ( Rp ) Volume ( Rp ) Volume ( Rp ) (%)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
1. Upah tenaga harian
2. Kebutuhan Bahan:
a. Semen (PC)
b. Pasir
c. Batu kali
d.
Sub Jumlah (Rp)
Jumlah Bahan dan Upah (Rp)
Dana tersedia untuk bahan
Jumlah (Rp)

3. Pelaksanaan Fisik

JUMLAH

Penjelasan: .., .-.-


Laporan dikirim pada tanggal 16 & awal bulan berikutnya Mengetahui,
*) Menurut jenis pekerjaan yang dicantumkan dalam SPK Kepala CD/ UPTD/ Pengamat Juru Pengairan / Pimpinan Kemantren Pelaksana / P3A / GP3A / IP3A
tersebut di butir 2
**) Mengacu pada Form 04-P
Laporan bulanan :
dinas pengairan k ab --> dinas pengairan prov
P3A / GP3A / IP3A --> dinas / balai ( .. ) ( ) ( )
NIP. NIP. NIP.

LAPORAN BULANAN : REALISASI PEKERJAAN KONTRAKTUAL


Dinas / Balai : Blangko 09 - P
Laporan Periode Bulan-200..

Biaya Menurut DIPA / DASK Realisasi (menurut Kontrak) Progress


No. Paket Pekerjaan Biaya Nilai Bobot Biaya Prosentase thd Biaya Progress Fisik Tertimbang Keterangan
(Rp. 1.000) (%) (Rp. 1.000) DIPA / DASK ( % ) (%) (%)
1 2 3 4 = (3) / jml(3) 5 6 = (5) / (3) 7 8 = (4) x (6) x (7) 9

JUMLAH

Penjelasan: Tgl..,.. 200..


1. Laporan dikirim setiap awal bulan berikutnya Kepala Dinas / Balai PSDA ..

Laporan bulanan :
dinas pengairan k ab --> dinas pengairan prov

.
NIP.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 74 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

LAPORAN TAHUNAN : REALISASI PEKERJAAN PEMELIHARAAN


Dinas / Balai
Blangko 10 - P
:
Tahun Anggaran 200

Jaringan Target Biaya Uraian Pekerjaan Surat


No. Irigasi/ Fisik No & Tanggal Tanggal Tanggal Realisasi Fisik Biaya*) Pertanggungjawaban Keterangan
Swakelola
Paket (Bh/m3/K Surat
(Rp. 1.000) Mulai Selesai (Bh/m3/Km) ( Rp ) ( SPJ ) *)
Pekerjaan m) Penugasan*)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

JUMLAH

Penjelasan: ..Tgl..,.. 200..


1. Dikirim setiap awal bulan Januari Tahun Anggaran selanjutnya Kepala Dinas / Balai PSDA ..
2. Blanko ini diisi dengan urutan: Pertama untuk pekerjaan swakelola;
lalu diikuti paket - paket pekerjaan borongan dan di Check sub total masing-masing
*) Untuk pekerjaan pemeliharaan yang diswakelolakan termasuk upah dan bahan.

Laporan Tahunan :
dinas pengairan k ab --> dinas pengairan prov .
NIP.

4.2 Persiapan Penyusunan Panduan Operasi Dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi


Sebelum dilakukan penyusunan panduan operasi dan pemeliharaan irigasi,
beberapa hal terkait bangunan dan jaringan irigasi harus dipersiapkan dengan
baik. Beberapa hal yang terkait dengan kegiatan Operasi Jaringan Irigasi, antara
lain meliputi:
a) Pekerjaan pengumpulan data (data debit, data curah hujan, data luas tanam,
dll).
b) Pekerjaan kalibrasi alat pengukur debit.
c) Pekerjaan membuat Rencana Penyediaan Air Tahunan, Pembagian dan
Pemberian Air Tahunan, Rencana Tata Tanam Tahunan, Rencana
Pengeringan,dll.
d) Pekerjaan melaksanakan pembagian dan pemberian air (termasuk pekerjaan
membuat laporan permintaan air, mengisi papan operasi, mengatur bukaan
pintu).
e) Pekerjaan mengatur pintu-pintu air pada bendung berkaitan dengan
datangnya debit banjir sungai.
f) Pekerjaan mengatur pintu kantong lumpur untuk menguras endapan lumpur.
g) Koordinasi antar instansi terkait.
h) Monitoring dan Evaluasi kegiatan Operasi Jaringan Irigasi

4.2.1 Inventarisasi Jenis Bangunan dan Saluran Irigasi


Jenis Bangunan irigasi (Bangunan utama, bangunan bagi, bangunan bagi-
sadap, bangunan sadap, bangunan pengatur, bangunan ukur dan
Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi
Halaman: 75 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

bangunan pelengkap), dan saluran irigasi (pembawa dan pembuang)


diinvetarisasi dengan cermat. Beberapa jenis bangunan irigasi yang
terdapat pada jaringan irigasi antara lain:
a) Bangunan bagi
b) Bangunan bagi-sadap
c) Bangunan sadap
d) Bangunan pengatur
e) Bangunan ukur
f) Gorong-gorong
g) Boks Tersier

Bangunan irigasi tersebut perlu dikumpulkan dan dinventarisir dengan


baik. Data jenis bangunan irigasi dapat dikumpulkan dan diklasifikasikan
untuk tiap daerah irigasi sehingga akan memudahkan dalam pencarian
data. Salah satu tujuan mengoleksi/ mengumpulkan semua jenis
bangunan irigasi, adalah untuk menyusun panduan operasi dan
pemeliharaan (O&P)

Selain dikumpulkan, semua jenis bangunan yang terdapat dalam jaringan


irigasi termasuk bangunan utama (Bendung) sebaiknya dirangkum dalam
table atau matriks yang menggambarkan jenis bangunan untuk setiap
daerah irigasi. Tujuan merangkum semua jenis bangunan yang terdapat
dalam jaringan irigasi termasuk bangunan utama (Bendung) adalah untuk
memudahkan dalam pengecekan dan pengelompokan jenis dan tipe
bangunan irigasi yang sudah selesai dirancang.

Perlunya kecermatan dalam mengoleksi semua jenis bangunan irigasi


yang akan dibuat panduan operasi dan pemeliharaannya (O&P).

4.2.2 Metode Penyusunan Panduan O&P


Metode penyusunan panduan operasi dan pemeliharaan berdasarkan
kriteria O&P irigasi dirumuskan dengan teliti. Kriteria O&P irigasi yang
sangat terkait untuk penyusunan panduan operasi dan pemeliharaan
irigasi adalah Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor:
32/PRT/M/2007 Tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan
Irigasi.

Tujuan penyusunan panduan O&P irigasi antara lain adalah:


a) Untuk membantu masyarakat pedesaan dalam melakukan
pengembangan dan pengelolaan irigasi desa dengan pendekatan
partisipatif, serta pemberdayaan masyarakat melalui perkumpulan
petani pemakai air.
b) Meningkatkan kehidupan sosial ekonomi mesyarakat desa melalui
peningkatan produksi pertanian.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 76 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Dalam menyusun suatu operasi dan pemeliharaan irigasi harus mengikuti


pedoman atau kriteria standar yang telah ada. Beberapa kriteria standar
yang terkait dengan kegiatan penyusunan Operasi dan Pemeliharaan
Irigasi, antara lain:
a. RSNI T-03-2002 : Tata Cara Pemeliharaan Jaringan Irigasi Teknis
b. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 498/KPTS/M/2005 Tentang
Penguatan Masyarakat Petani Pemakai Air dalam Operasi dan
Pemeliharaan Jaringan Irigasi
c. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 30/PRT/M/2007 Tentang
Pedoman Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi Partisipatif
d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 31/PRT/M/2007 Tentang
Komisi Irigasi
e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 32/PRT/M/2007 Tentang
Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi
f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 33/PRT/M/2007 Tentang
Pedoman Pembinaan P3A
g. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 17/PRT/M/2011 Tentang
Pedoman Penetapan Garis Sempadan Jaringan Irigasi

Point-point penting dalam merumuskan penyusunan panduan O&P, antara


lain:
a) Pekerjaan mengatur pintu-pintu air pada bendung berkaitan dengan
datangnya debit banjir sungai
b) Pekerjaan kalibrasi alat pengukur debit
c) Koordinasi antar instansi terkait

Beberapa contoh kegiatan yang terkait dengan pemeliharaan jaringan


irigasi, diantaranya:
a. Pengamanan jaringan irigasi (a.l. mencegah penggembalaan
dilingkungan saluran & bangunan, inspeksi rutin, larangan buang
sampah dsb.)
b. Pemeliharaan rutin (a.l. membabat rumput, memberi pelumas dsb.)
c. Pemeliharaan berkala (a.l. mengecat pintu air setiap 1 2 th dsb.)
d. Perbaikan darurat (a.l. perbaikan tanggul akibat bencana alam dsb.)
e. Perbaikan permanen/penggantian

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam menyusun rumusan panduan


operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

4.2.3 Format dan perlengkapan penyusunan pedoman O&P


Format dan perlengkapan lain yang dibutuhkan dalam penyusunan
pedoman O&P diperiksa kembali. Format yang digunakan dalam
penyusunan panduan kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi,
antara lain meliputi:
a. Tahap perencanaan
Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi
Halaman: 77 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

b. Tahap pelekasanaan
c. Tahap monitoring dan evaluasi
d. Pengoperasian Bangunan Pengatur Irigasi

Sedangkan format kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi, meliputi:


a. Tahap perencanaan
b. Tahap pelaksanaan
c. Pemantauan dan evaluasi

Salah perlengkapan yang dibutuhkan dalam penyusunan panduan O&P


adalah alat tulis, terutama komputer untuk mempermudah dan
mempercepat kegiatan penyusunan.

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam memeriksa format dan


perlengkapan yang dibutuhkan dalam penyusunan pedoman O&P.

4.3 Penyusunan Panduan Operasi Dan Pemeliharaan (O&P) Irigasi


Sebelum dilakukan penyusunan panduan operasi dan pemeliharaan irigasi, jenis
dan jumlah bangunan irigasi (bangunan utama, bangunan bagi, bangunan sadap,
bangunan pengatur, bangunan ukur dan bangunan pelengkap), dan saluran irigasi
(pembawa dan pembuang) harus diinvetarisasi terlebih dahulu dengan cermat.
4.3.1 Membuat Draft Panduan operasi dan pemeliharaan (O&P) setiap
bangunan
Semua jenis dan jumlah bangunan irigasi, dan saluran irigasi perlu didata
dan diinventarisasi dengan cermat. Jenis-jenis saluran irigasi yang akan
dibuatkan O&P nya, diantaranya:
a. Saluran primer
b. Saluran sekunder
c. Saluran tersier
d. Saluran kwarter
e. Saluran pembuang

Sedangkan jenis-jenis bangunan irigasi yang akan dibuat O&P antara lain
yaitu:
a. Bangunan Utama
b. Jaringan irigasi
c. Bangunan bagi dan sadap
d. Bangunan pengukur dan pengatur
e. Bangunan pengatur muka air
f. Bangunan pembawa
g. Bangunan pelindung
h. Jalan dan jembatan
i. Bangunan pelengkap

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 78 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Contoh bangunan ukur yang termasuk akan dibuatkan panduan O&P


adalah Parshall, Crum de Gruyter, dan Cipolety.

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam menginvetarisasi jenis


bangunan dan saluran irigasi.

4.3.2 Membuat Draft Panduan operasi dan pemeliharaan (O&P) setiap jenis
saluran
Draf panduan operasi dan pemeliharaan (O&P) setiap jenis bangunan dan
saluran dibuat dengan terperinci dan jelas berdasarkan kriteria O&P.
Kriteria penyusunan panduan O&P saluran dan bangunan irigasi harus
mengacu pada pedoman yang sudah ada. Pedoman ini menetapkan
kegiatan yang berhubungan dengan operasi dan pemeliharaan, berupa;
a. irigasi yang meliputi : pekerjaan pengumpulan data (data debit, data
curah hujan, data luas tanam dlsb),
b. kalibrasi alat pengukur debit,
c. membuat Rencana Penyediaan Air Tahunan,
d. merencanakan Tata Tanam Tahunan,
e. merencanakan penutupan saluran/pengeringan,
f. mengatur pintu-pintu air, melaksanakan pembagian dan pemberian
air, dll

Tujuan penyusunan panduan O&P saluran dan bangunan irigasi antara


lain adalah:
a. untuk mempermudah para petugas O&P di daerah dalam
merencanakan, melaksanakan dan memantau dan mengevaluasi
kinerja O&P di daerahnya masing-masing.
b. sebagai salah satu bahan acuan bagi lembaga pengelola irigasi
terutama GP3A/IP3A dan lembaga pemerintah yang membidangi
irigasi (sebagai pendamping), dalam menyusun panduan operasi dan
pemeliharaan jaringan irigasi di daerah/wilayah kerja GP3A yang
bersangkutan. Wilayah kerja ini dapat berupa satu daerah irigasi
yang utuh atau bagian dari daerah irigasi (misalnya unit sekunder).

Untuk menyusun draft panduan O&P saluran irigasi dibutuhkan data


penting, yaitu Skema Jaringan Irigasi, yang menggambarkan saluran induk
dan sekunder, bangunan air & bangunan lainnya yang ada di setiap ruas
dan panjang saluran, petak tersier dengan data debit rencana, luas petak,
kode golongan yang masing-masing dilengkapi dengan nomenklatur.

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam menyusun draf panduan O&P


setiap saluran irigasi.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 79 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

4.3.3 Pemeriksaan Ulang Draft panduan O&P


Subtansi draf panduan O&P diperiksa kembali dengan teliti agar tidak
terjadi kesalahan dan memenuhi standar kriteria. Subtansi panduan O&P,
Lingkup Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, meliputi:
1) Kegiatan Operasi Jaringan Irigasi, meliputi:
a. Pekerjaan pengumpulan data
b. Pekerjaan kalibrasi alat pengukur debit
c. membuat Rencana Penyediaan Air Tahunan, Pembagian dan
Pemberian Air Tahunan, Rencana Tata Tanam Tahunan, Rencana
Pengeringan, dll
d. Pekerjaan melaksanakan pembagian dan pemberian air
e. Dsbnya.

2) Kegiatan yang terkait dengan pemeliharaan jaringan irigasi


a. Pengamanan jaringan irigasi
b. Pemeliharaan rutin
c. Pemeliharaan berkala
d. Perbaikan darurat
e. Perbaikan permanen/penggan-tian

Tujuan menelaah kesesuaian draft panduan O&P yang telah dibuat


terhadap standar kriteria adalah untuk memastikan bahwa draft panduan
O&P sudah sesuai dengan standar criteria baik ditinjaun dari segi subtansi
maupun format penulisannya. Dan jika ditemukan adanya ketidaksesuaian
dapat segera diperbaiki.

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam memeriksa kembali draf


panduan O&P

4.4 Laporan Penyusunan Pedoman O&P Irigasi


Pedoman O&P irigasi yang sudah disusun selanjutnya dibuatkan rekap dalam
bentuk laporan.
4.4.1 Pemeriksaan Ulang Hasil penyusunan O&P
Hasil penyusunan O&P diperiksa kembali kesesuaiannya terhadap tata
cara penyusunan kriteria O & P irigasi. Tata cara penyusunan O&P sesuai
dengan format, sebagai berikut:
1) Kata Pengantar
2) Pendahuluan
a. Ruang Lingkup
b. Acuan Normatif
c. Istilah dan Definisi
d. Ketentuan dan Persyaratan
e. Pelaksanaan Pekerjaan
f. Pengendalian Mutu

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 80 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

g. Pengukuran dan Pembayaran


3) Bilbliografi
4) Lampiran

Indikasi kesesuaian hasil penyusunan O&P terhadap tata cara


penyusunan O&P, diantaranya telah dicantumkan tentang pengendalian
mutu.

Perlunya ketaatan dan konsistensi terhadap penerapan tata cara


penyusunan kriteria O & P irigasi, serta kecermatan dan ketelitian dalam
memeriksa kembali kesesuaian tata cara penyusunan O&P.

4.4.2 Membuat Laporan hasil penyusunan panduan O&P


Laporan hasil penyusunan panduan O&P disusun sesuai prosedur. Format
laporan hasil penyusunan panduan O&P, antara lain meliputi:
a. Kata Pengantar
b. Pendahuluan
c. Metodologi Penyusunan O&P
d. Data-data pendukung penyusunan O&P
e. Pembahasan penyusunan O&P
f. Penutup
g. Lampiran

Salah satu data pendukung yang diperlukan dalam penyusunan laporan


O&P adalah data bangunan dan saluran irigasi lengkap dengan bangunan
pengukurnya. Tujuan penyusunan laporan panduan O&P adalah untuk
menjelaskan bahwa panduan O&P telah selesai dibuat dan telah sesuai
dengan kriteria penyusunan panduan O&P.

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam menyusun laporan hasil


penyusunan panduan O&P irigasi.

4.4.3 Prosedur penyampaian Laporan Penyusunan O&P


Laporan penyusunan O&P yang telah selesai dibuat, selanjutnya
dikonsultasikan kepada pihak terkait dilengkapi dengan draf panduan O&P
untuk ditetapkan sebagai panduan O&P irigasi definitif. Laporan tersebut
kemudian diserahkan kepada pihak terkait. Tujuan memberikan penjelasan
isi laporan kepada pihak terkait, antara lain untuk:
a. menjelaskan tentang lingkup kegiatan O&P
b. Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan O&P
c. Kesesuaian isi panduan dengan kriteria yang ditentukan

Adapun pihak terkait yang berhak menetapkan panduan O&P irigasi


adalah Dinas Pengairan sebagai Pemberi Tugas.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 81 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Indikasi bahwa laporan hasil penyusunan panduan O&P telah sesuai


prosedur, antara lain adalah:
a. Subtansi lingkup kegiatan O&P sudah masuk dalam laporan
b. Format penyusunan O&P sudah sesuai dengan krteria panduan O&P
c. Pihak terkait telah memberikan tanggapan dan menetapkannya
sebagai panduan O&P definitif

Perlunya kecermatan dan ketelitian dalam menyampaikan laporan hasil


penyusunan O&P irigasi.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 82 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN


KOMPETENSI

5.1 Sumber Daya Manusia


5.1.1 Instruktur
Instruktur dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran instruktur adalah
untuk :
1) Membantu peserta untuk merencanakan proses belajar.
2) Membimbing peserta melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan
dalam tahap belajar.
3) Membantu peserta untuk memahami konsep dan praktek baru dan
untuk menjawab pertanyaan peserta mengenai proses belajar.
4) Membantu peserta untuk menentukan dan mengakses sumber
tambahan lain yang diperlukan untuk belajar.
5) Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
6) Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika
diperlukan.

5.1.2 Penilai
Penilai melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di
tempat kerja. Penilai akan :
1) Melaksanakan penilaian apabila peserta telah siap dan
merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan
peserta.
2) Menjelaskan kepada peserta mengenai bagian yang perlu untuk
diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan
peserta.
3) Mencatat pencapaian / perolehan peserta.
5.1.3 Teman kerja / sesama peserta pelatihan
Teman kerja /sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber
dukungan dan bantuan. Peserta juga dapat mendiskusikan proses
belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang
berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan
belajar/kerja dan dapat meningkatkan pengalaman belajar peserta.

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )


5.2.1 Sumber pustaka penunjang pelatihan
Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung
proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan
materi pelatihan ini.

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 83 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :


Buku referensi (text book)/ buku manual servis
Lembar kerja
Diagram-diagram, gambar
Contoh tugas kerja
Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.
Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk
membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada
suatu unit kompetensi.
Prinsip-prinsip dalam pelatihan Berbasis Kompetensi mendorong
kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam
suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk
menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika
ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar
ini tidak tersedia/tidak ada.

5.2.2 Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan:


Judul : Pedoman Kriteria Perencanaan 01-07 dan B01-02
Pengarang : -
Penerbit : -
Tahun terbit : 2006

Judul : Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu


Pengarang/Peng- :-
himpun
Penerbit :-
Tahun terbit :-

Judul : Undang-undang tentang Pengelolaan SDA


Pengarang : -
Penerbit : -
Tahun terbit : -

Judul : Peraturan Pemerintah No. 20 tentang Irigasi


Pengarang :
Penerbit :
Tahun terbit :

5.3 Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan


5.3.1 Peralatan yang digunakan:
1) Naskah Undang-undang tentang SDA;
2) Naskah PP dan Perda tentang Irigasi

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 84 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Ahli Muda Perencana Irigasi F45 AMPI 02 007 01

3) Naskah irigasi air tanah


5.3.2 Bahan yang dibutuhkan:
1) UU NO.7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;
2) PP No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi
3) PP NO. 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air
4) Permen PU No. 30 Tahun 2007 tentang Irigasi Partisipatif
5) Permen PU No. 31 Tahun 2007 tentang Komisi Irigasi
6) Permen PU No. 32 Tahun 2007 tentang Pedoman Operasi dan
Pemeliharaan Irigasi
7) Permen PU No. 33 Tahun 2007 tentang Pedoman Pembinaan P3A
8) Permen PU No. 17 Tahun 2011 tentang Pedoman Penetapan Garis
Sempadan Jaringan Irigasi

Judul Modul: Panduan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi


Halaman: 85 dari 85
Buku Informasi Edisi: 1-2012