Anda di halaman 1dari 21

SOAL

1. Sebut dan jelaskan kebijakan perdagangan luar negeri?

2. Sebut dan jelaskan keuntungan dan kerugian kebijakan perdagangan bebas?

3. Apa yang dimaksud dengan globalisasi ?

4. Sebut dan jelaskan kebaikan dan keburukan globalisasi ?

5. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang GATT dan bagaimana prinsip prinsipnya ?

6. Apa yang dimaksud dengan integrasi ekonomi ?

7. bagaimana prosedur penyelesaian GATT ?

8. Sebut dan jelaskan latar belakang terjadinya perubahan struktur ekonomi dan faktor-faktor
apa yang menyebabkannya ?

9. makin tinggi pendapatan maka makin kecil peranan pertanian dan makin besar peranan
industri. Jelaskan !

10. jelaskan mengapa sector jasa bisa menyerap tenaga kerja yang banyak tapi tidak bisa
menaikkan pendapatan nasional !

1
1. Sebut dan jelaskan kebijakan perdagangan luar negeri?

Kebijakan dalam Perdagangan Internasional

Setiap negara akan melindungi perekonomian di dalam negerinya dan pengaruh pelaksanaan
perdagangan internasional. OIeh karena itu, ada beberapa kebijakan yang akan diarnbil oleh
setiap negara. Kebijakan ini berkaitan dengan proteksi (perlindungan) industri dalam negeri
karena pengaruh perdagangan internasional tersebut. Kebijakan-kebijakan tersebut, antara lain
tarif, kuota, larangan ekspor, larangan impor, subsidi, premi, diskriminasi harga, dan dumping.

1. Tarif

Tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadap barang yang melewati baras suatu
negara. Tarif dapat dikenakan terhadap barang impor ataupun ekspor. Akan tetapi, dalam
analisis ekonomi, tarif impor lebih penting dan pada tarifekspor.

Ada beberapa macam penggolongan tarif, antara lain sebagai berikut :

a. Bea ekspor (export duties) adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang
diangkut menuju ke negara lain.

b. Bea transito (transit duties) adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang
hanya melewati negara tersebut karena tujuan akhirnya negara lain (sebagai transit).

c. Bea impor (impor duties) adalah pajak atau bea yang dikenakan terhadap barang yang
masuk dalam daerah pabean suatu negara dengan ketentuan bahwa negara tersebut sebagai
tujuan akhir.

Pembebanan tarifatas suatu barang dapat menimbulkan pengaruh terhadap perekonomian


suatu negara, khususnya terhadap pasar barang yang dikenai tarif tersebut. Pengenaan tarif
terhadap barang-barang impor biasanya ditujukan Untuk melindungi produksi barang sejenis
yang dihasilkan di dalam negeri.

Pengaruh pembebanan terhadap harga barang impor dapat digambarkan dalam kurva berikut :

2
Keterangan :

OP merupakan harga produsen di luar negeri sebelum ada pembebanan tarif

OQ1 merupakan jumlah produksi dalam

OQ4 negeri besarnya konsumsi dalam negeri

Q1Q4 besarnya impor barang-barang dan luar negeri

PP1 merupakan besarnya tarif atas barang impor

OP1 besarnya harga barang di dalam negeri setelah adanya tarif impor

Setelah adanya tanif produksi dalasn negeri dapat bersaing dengan barang impor. Harga
barang-barang impor menjadi mahal, sehingga produksi dalam negeri meningkat Q1Q2. Karena
harga barang impor yang mahal, konsumen mengurangi konsumsinya sebesar QO4. Luas segi
empat GHIJ merupakan penerimaan pemerintah dan tarif barang-barang impor.

2. Kuota

Kuota adalah pembatasan jumlah barang yang boleh masuk (kuota impor) dan jumlah barang
yang boleh keluar (kuota ekspor). Kuota yang diterapkan oleh pemerintah biasanya dilakukan
dengan cara memperkenankan impor ataupun ekspor suatu barang dengan jumlah yang
dibatasi.

a. Kuota Impor

Beberapa jenis kuota impor, antara lain sebagai berikut :

1) Absolute atau unilateral quota adalah kuota yang besar kecilnya ditentukan sendiri oleh
suatu negara tanpa persetujuan dan negara lain.

2) Negotiated atau bilateral quota adalah kuota yang besar kecilnya ditenrnkan berdasarkan
Perjanjian antara dua negara atau lebih yang terlibat dalam perdagangan.

3) Tarif quota adalah gabungan antara tarif dan kuota. Untuk barang-barang tertentu
jumlahnya dibedakan dan diizinkan masuk atau keluar tetapi dikenakan tarif yang tinggi.

4) Mixing quota adalah pembatasan penggunaan bahan mentah yang diimpor dengan
proporsi tertentu dalam rangka melaksanakan produksi barang akhir. Pembatasan mi bertujuan
mendorong perkembangan industri di dalam negeri.

3
Adanya kuota impor berarti barang-barang impor di pasaran tersedia terbatas. Hal tersebut
berarti barang-barang sejenis yang dihasilkan di dalarn negeri dapat bersaing. Jika digambarkan
dalam bentuk kurva akan tampak seperti berikut :

Keterangan :

QQ1 besarnya produksi dalam negeri sebelum ada kuota impor

QQ4 besarnya konsumsi dalam negeri sebelum ada kuota impor

Q1Q1 besarnya impor barang dan luar negeri sebelum ada kuota impor

OP harga barang sebelum ada kuota impor

Q2Q3 besarnya impor barang yang diperkenankan pemerintah setelah kuota

OP1 harga barang dalam negeri setelah adanya kuota impor

OQ2 besarnya produksi dalam negeri setelah adanya kuota impor

OQ3 besarnya konsumsi setelah adanya kuota impor

Segiempat BCEF keuntungan yang diperoleh pedagang pengimpor setelah adanya kuota.

b. Kuota Ekspor

Kuota ekspor yang diterapkan oleh setiap negara memiliki beberapa tujuan , antara lain :

1) mencegah barang-barang yang penting agar tidak jatuh ke negara yang dianggap berbahaya;

2) menjamin ketersediaan barang di dalam negeri dalam jumlah yang cukup;

3) mengadakan pengawasan produksi serta pengendalian harga dalam menjaga stabilitas


ekonomi dalam negeri.
4
Kuota ekspor biasanya dikenakan terhadap bahan mentah yang merupakan komoditas
perdagangan penting.

3. Larangan Ekspor

Larangan ekspor adalah kebijakan pemerintah dalam perdagangan internasional yang tidak
memperbolehkan ekspor barang dan dalam ke luar wilayah pabean suatu negara. Misalnya,
ekspor pasir laut Indonesia ke Singapura dilarang karena menimbulkan kerusakan Iingkungan
yang merugikan negara.

4. Larangan Impor

Larangan impor merupakan kebalikan dan larangan ekspor, yaitu suatu kebijakan dalam
perdagangan dengan cara melarang membeli barang dan luar negeri untuk melindungi dan
mengembangkan industri dalam negeri. Misalnya, larangan mengimpor beras, bawang putih,
dan gula pasir. Jika barang-barang (komoditas) tersebut tidak dilindungi, petani padi, bawang,
dan tebu akan mendenita kerugian yang besar.

Apabila digambarkan dalam bentuk kurva, pengaruh larangan impon terhadap harga barang
akan tampak seperti berikut :

Keterangan :

OQ besarnya produksi dalam negeri sebelum ada larangan impor

Q1Q3 besarnya impor barang sebelum ada larangan


5
OQ3 besarnya konsumsi barang sebelum ada larangan impor

OP tingkat harga barang sebelum ada larangan impor

OQ2 besarnya produksi dalam negeri setelah ada larangan impor

OQ2 besarnya barang setelah ada larangan impor karena tidak ada barang impor di pasar
(impor = 0)

OP1 tingkat harga barang setelah ada larangan impor

Dengan adanya larangan impor, produsen dalam negeri dapat menjual barang lebih banyak
dan dengan harga yang Iebih tinggi.

5. Subsidi

Subsidi adalah alokasi anggaran yang diberikan kepada perusahaan yang memproduksi,
menjual, mengekspor, atau pun mengimpor barang dan jasa untuk memenuhi hajat hidup
orang banyak. Dengan subsidi, harga jual suatu barang dapat terjangkau oleh masyarakat.
Maksud diberikannya subsidi adalah agar para produsen dalam negeri menjual barangnya
dengan harga yang lebih murah sehingga bisa bersaing dengan barang-barang impor. Subsidi ini
dapat berupa

a. uang yang diberikan secara Iangsung (nominal rupiah);

b. subsidi per unit produksi.

Pengaruh subsidi biaya produksi dalam negeri terhadap barang-barang impor dapat
digambarkan dalam kurva berikut.

6
Keterangan :

QQ2 Besarnya produksi dalam negeri sebelum ada subsidi

Q1Q3 Besarnya impor barang sebelum ada subsidi untuk produksi dalam negeri

OQ3 Besarnya konsumsi barang di dalam negeri

OP Tingkat harga sebelum ada subsidi

BC Besarnya subsidi yang diberikan pemerintah sehingga kurva penawaran bergeser dari
So ke S

OQ2 Besarnya produksi dalam negeri setelah adanya subsidi

Q2Q3 Besarnya impor barang setelah ada subsidi untuk produksi dalam negeri

PP1BCBesarnya subsidi total yang diberikan kepada produsen dalam negeri

Setelah ada subsidi, harga barang tetap sebesar OP dan jumlah konsumsi barang juga tetap
sebesar OQ2.

6. Premi

Premi dalam kebijakan perdagangan internasional berupa kemudahan-kemudahan yang


diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan daiam meningkatkan ekspornya. Misalnya,
penghargaan untuk kualitas barang yang memenuhi standar kualitas ekspor, penyederhanaan
prosedur ekspor, biaya ekspor yang murah, dan penyediaan fasilitas pelabuhan ekspor yang
memadai.

7. Diskriminasi Harga dan Dumping

Salah satu kebijakan dalam perdagangan inrernasional yang cukup banyak mendapar sorotan
adalah dumping. Kebijakan ini merupakan salah satu benruk diskriminasi harga. Suaru negara
dikatakan melakukan damping jika mengekspor hasil produksinya ke suatu negara dengan
harga yang lebih rendah daripada harga di dalam negeri.

Misalnya, Jepang menjual mobil-mobilnya ke Indonesia dengan harga yang murah, padahal
harga mobil dengan merek dan tipe yang sama di Jepang sendiri harganya mahal. Kebijakan
menaikkan harga di dalam negeri ini biasanya dirujukan unruk menutupi kerugian yang
mungkin terjadi di luar negeri.

Dalam menjalankan kebijakan ini, harus memenuhi persyararan-persyararan rerrenru, anrara


lain sebagai berikut :

7
a. Kekuatan monopoli di dalam negeri lebih besar daripada di luar negeri atau dengan kata
lain bahwa kurva permintaan di dalam negeri relatif kurang elastis dibandingkan dengan luar
negeri yang keadaan pasarnya persaingan sempurna.

b. Konsumen di dalam negeri tidak dapat membeli barangnya dan luar negeri.

2. Sebut dan jelaskan keuntungan dan kerugian kebijakan perdagangan bebas?

Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu kepada penjualan produk
antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Perdagangan bebas
dapat juga didefinisikan sebagai tidak adanya hambatan buatan (hambatan yang diterapkan
pemerintah) dalam perdagangan antar individual-individual dan perusahaan-perusahaan yang
berada di negara yang berbeda.

Bagi semua negara yang menganut perdagangan bebas, perdagangan bebas memiliki beberapa
keuntungan dan kerugian bagi perekonomian nasional.

a. Perdagangan bebas mengakibatkan kerugian pada perekonomian nasional karena


beberapa hal berikut:

Perdagangan bebas dikatakan merugikan perekonomian adalah karena suatu negara bisa
kehilangan pasar dunianya yang selanjutnya berdampak negatif terhadap volume produksi
dalam negeri dan pertumbuhan PDB serta meningkatkan jumlah pengangguran dan
kemiskinan.

Pada bidang impor, kerugiannya adalah peningkatan impor yang apabila tidak dapat
dibendung karena daya saing yang rendah dari produk-produk serupa buatan dalam negeri,
maka tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik sepenuhnya akan dikuasai oleh produk-
produk dari luar negeri. Dalam beberapa tahun belakangan ini, ekspansi dari produk-produk
Cina ke pasar domestik Indonesia semakin besar. Ekspansi dari barang-barang Cina tersebut
tidak hanya ke pertokoan-pertokoan modern tetapi juga sudah masuk ke pasar-pasar rakyat di
pinggir jalan. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada perekonomian nasional.

Selanjutnya pada bidang investasi, bebasnya arus modal antar negara sangat berpengaruh
terhadap arus investasi suatu negara. Jika daya saing investasi rendah, dengan keadaan yang
tidak kondusif dibandingkan di negara-negara lain, maka bukan saja arus modal ke dalam
negeri akan berkurang tetapi juga modal investasi domestik akan lari dari dalam negeri yang
akhirnya membuat saldo neraca modal di dalam neraca pembayaran negara bersangkutan
negatif. Pada gilirannya, kurangnya investasi juga berpengaruh negatif terhadap pertubuhan
produksi dalam negeri dan juga ekspor.

Selain itu, kerugian adanya perdagangan ekspor terhadap perekonomian disebabkan


karena membanjirnya tenaga ahli dari luar negeri. Dan jika kualitas SDM domestik tidak segera
ditingkatkan untuk dapat menyaingi kualitas SDM dari negara-negara lain, tidak mustahil pada
suatu ketika pasar tenaga kerja di dalam negeri sepenuhnya akan dikuasai oleh orang asing. Hal

8
ini menjadi tantangan negara untuk meningkatkan kualitas SDM dalam negeri agar mampu
bersaing dalam dunia global.

b. Selain kerugian, perdagangan bebas juga dapat memberikan keuntungan pada


perekonomian nasional.

Menambah peluang kesempatan kerja. Alasannya karena dengan adanya perdagangan


bebas, pasar barang dan jasa dari suatu negara menjadi lebih luas. Pemasaran atas hasil
produksi tidak lagi hanya mengandalkan pasar dalam negeri semata yang daya serapnya
terbatas, tetapi juga bisa mengandalkan pasar internasional yang pasarnya sangat luas. Dengan
demikian jumlah produk barang dan jasa yang dihasilkan bisa dilipatgandakan yang akibatnya
permintaan terhadap tenaga kerja pun jumlahnya meningkat.

Terciptanya efisiensi alokasi sumber daya dan spesialisasi. Pada akhirnya nanti dengan
adanya perdagangan bebas, suatu negara hanya akan memproduksi barang dan jasa tertentu
yang dianggap paling efisien jika barang dan jasa tersebut dihasilkan di negaranya dibandingkan
jika dihasilkan di negara lain. Dengan demikian nantinya semua negara akan melakukan
spesialisasi pada produk tertentu saja, akibatnya akan terjadi efisiensi dalam penggunaan
sumber daya.

Mendorong percepatan kemajuan di bidang IPTEK. Perdagangan pada dasarnya adalah


persaingan harga dan kualitas, sehingga agar suatu negara eksis dalam perdagangan bebasnya
maka barang dan jasa yang ditawarkan harus unggul dalam kualitas dan murah dalam harga, hal
ini hanya bisa diraih dengan terus mengembangkan IPTEK.

Perdagangan bebas dapat meningkatkan pendapatan suatu negara, karena jika dalam
pasar domestik terjadi kelebihan barang, maka dapat dijual pada negara yang
membutuhkannya. Semakin tinggi daya jual, maka semakin besar pula pendapatan yang
diterima suatu negara, sehingga dapat memakmurkan rakyat

3. Apa yang dimaksud dengan globalisasi ?

Kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal atau internasional.
Dalam banyak hal, globalisasi merupakan banyak karakteristik yang sama dengan
internasionalisasi sehingga kedua istilah ini sering dipertukarkan, tetapi tidak dengan istilah
universalisasi. Namun istilah globalisasi selih mantap untuk menunjukkan berkurangnya peran
negara atau batas-batas negara. Dari arti katanya sendiri dapat dikatakan bahwa globalisasi
adalah suatu proses peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar manusia dan antar
bangsa di seluruh dunia melalui aliran modal (investasi), tenaga kerja, perdagangan, dan
interaksi lainnya seperti perjalanan, budaya populer, dan lain-lain sehingga batas-batas suatu
negara menjadi bias.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

9
Berikut di bawah ini merupakan pendapat para ahli yang mencoba mendefinisikan globalisasi,
diantaranya:

1. Selo Soemardjan

Globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasidan komunikasi antarmasyarakat


di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalahuntuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu
yang sama misalnya terbentuknya PBB, OKI

2. Achmad Suparman

Globalisasi adalah sebuah proses menjadikan sesuatu benda atau perilaku sebagai ciri dan
setiap individu di dunia ini tampa dibatasi oleh wilayah .

3. Thomas L. Friedman

Globalisasi memiliki dimensi idiology dan tekhnologi. Dimensi tekhnologi yaitu kapitalisme
dan pasar bebas, sedangkan dimensi tekhnologi adalah tekhnologi informasi yang telah
menyatukan dunia.

4. Malcom Waters

Globalisasi adalah sebuah proses sosial yang berakibat bahwa pembatasan geografis pada
keadaan sosial budaya menjadi kurang penting, yang terjelma didalam kesadaran orang .

5. Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan

Globalisasi adalah proses yang meliputi penyebab, kasus, dan konsekuensi dari integrasi
transnasional dan transkultural kegiatan manusia dan non-manusia.

6. Emanuel Ritcher

Globalisasi adalah jaringan kerja global secara bersamaan menyatukan masyarakat yang
sebelumnya terpencar - pencar dan terisolasi kedalam saling ketergantungan dan persatuan
dunia .

7. Anthony Giddens

Globalisasi sebagai intensifikasi hubungan sosial seluruh dunia yang menghubungkan daerah
yang jauh dalam sedemikian rupa sehingga kejadian lokal dibentuk oleh peristiwa yang terjadi
bermil-mil jauhnya dan sebaliknya.

8. Martin Albrown

Globalisasi menyangkut seluruh proses dimana penduduk dunia terhubung ke dalam


komunitas dunia tunggal, komunitas global .

9. Princenton N. Lyman

Globalisasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat atas saling ketergantungan dan hubungan
antara Negara-negara didunia dalam hal perdagangan dan keuangan.
10
10. Laurence E. Rothenberg

Globalisasi adalah percepatan dan intensifikasiinteraksi dan integrasiantara orang-orang,


perusahaan, dan pemerintah dari negarayang berbeda.

11. Scholte

Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional.Dalam hal ini masing-


masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin
tergantung satu sama lain.

4. Sebut dan jelaskan kebaikan dan keburukan globalisasi ?

Kelebihan globalisasi :

Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi

Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh
perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta
domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham.
dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang dan pasar
modal di dalam negeri dapat membantu menyediakan modal yang dibutuhkan tersebut.

Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara

Perdagangan yang lebih bebas memungkinkan masyarakat dari berbagai negara mengimpor
lebih banyak barang dari luar negeri. Hal ini menyebabkan konsumen mempunyai pilihan
barang yang lebih banyak. Selain itu, konsumen juga dapat menikmati barang yang lebih baik
dengan harga yang lebih rendah.

Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri

Perdagangan luar negeri yang lebih bebas memungkinkan setiap negara memperoleh pasar
yang jauh lebih luas dari pasar dalam negeri.

Produksi global dapat ditingkatkan

Pandangan ini sesuai dengan teori Keuntungan Komparatif dari David Ricardo. Melalui
spesialisasi dan perdagangan faktor-faktor produksi dunia dapat digunakan dengan lebih
efesien, output dunia bertambah dan masyarakat akan memperoleh keuntungan dari
spesialisasi dan perdagangan dalam bentuk pendapatan yang meningkat, yang selanjutnya dapat
meningkatkan pembelanjaan dan tabungan.

Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik

Modal dapat diperoleh dari investasi asing dan terutama dinikmati oleh negara-negara
berkembang karena masalah kekurangan modal dan tenaga ahli serta tenaga terdidik yang
berpengalaman kebanyakan dihadapi oleh negara-negara berkembang.

11
Keburukan globalisasi ekonomi :

Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Apabila hal-hal yang dinyatakan di atas berlaku dalam suatu negara, maka dlam jangka pendek
pertumbuhan ekonominya menjadi tidak stabil. Dalam jangka panjang pertumbuhan yang
seperti ini akan mengurangi lajunya pertumbuhan ekonomi. Pendapatan nasional dan
kesempatan kerja akan semakin lambat pertumbuhannya dan masalah pengangguran tidak
dapat diatasi atau malah semakin memburuk. Pada akhirnya, apabila globalisasi menimbulkan
efek buruk kepada prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang suatu negara, distribusi
pendapatan menjadi semakin tidak adil dan masalah sosial-ekonomi masyarakat semakin
bertambah buruk.

Menghambat pertumbuhan sektor industri

Salah satu efek dari globalisasi adalah perkembangan sistem perdagangan luar negeri yang lebih
bebas. Perkembangan ini menyebabkan negara-negara berkembang tidak dapat lagi
menggunakan tarif yang tingi untuk memberikan proteksi kepada industri yang baru
berkembang (infant industry). Dengan demikian, perdagangan luar negeri yang lebih bebas
menimbulkan hambatan kepada negara berkembang untuk memajukan sektor industri
domestik yang lebih cepat. Selain itu, ketergantungan kepada industri-industri yang dimiliki
perusahaan multinasional semakin meningkat.

Memperburuk neraca pembayaran

Globalisasi cenderung menaikkan barang-barang impor. Sebaliknya, apabila suatu negara tidak
mampu bersaing, maka ekspor tidak berkembang. Keadaan ini dapat memperburuk kondisi
neraca pembayaran. Efek buruk lain dari globaliassi terhadap neraca pembayaran adalah
pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit.
Investasi asing yang bertambah banyak menyebabkan aliran pembayaran keuntungan
(pendapatan) investasi ke luar negeri semakin meningkat. Tidak berkembangnya ekspor dapat
berakibat buruk terhadap neraca pembayaran.

Sektor keuangan semakin tidak stabil

Salah satu efek penting dari globalisasi adalah pengaliran investasi (modal) portofolio yang
semakin besar. Investasi ini terutama meliputi partisipasi dana luar negeri ke pasar saham.
Ketika pasar saham sedang meningkat, dana ini akan mengalir masuk, neraca pembayaran
bertambah bak dan nilai uang akan bertambah baik. Sebaliknya, ketika harga-harga saham di
pasar saham menurun, dana dalam negeri akan mengalir ke luar negeri, neraca pembayaran
cenderung menjadi bertambah buruk dan nilai mata uang domestik merosot. Ketidakstabilan
di sektor keuangan ini dapat menimbulkan efek buruk kepada kestabilan kegiatan ekonomi
secara keseluruhan.

12
5. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang GATT dan bagaimana prinsip prinsipnya ?

GATT adalah suatu perjanjian dagang internasional multilateral yang disepakati pada tahun
1988 dimana tujuan pokoknya adalah untuk menciptakan perdagangan internasional yang
bebas, membantu menciptakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. Sewaktu GATT
didirikan adalah satu-satunya sarana multilateral yang memuat prinsip-prinsip dan ketentuan-
ketentuan perdagangan internasional yang mana anggotanya waktu itu 125 anggota yang
dinamakan contracting parties yang menyetujui prinsip-prinsip yang telah ditetapkan.

GATT sebagai suatu perkumpulan internasional yang mengatur sistem perdagangan


internasional mempunyai empat prinsip dasar, yaitu:

Trade without Discrimination

Prinsip uatam GATT adalah Most Favourite Nation Close (MFNC) yang berarti bahwa
perdagangan internasional harus didasarkan pada prinsip non-diskriminasi. Artinya setiap
negara anggota harus memberikan perlakuan yang sederajat dalam kebijakan perdagangannya
kepada negara lain. Setiap negara harus saling memberikan perlakuan yang sama dan timbal-
balik (reciprocity) dalma hubungan perdagangan internasional.

Protection Though Tariffs

Suatu negara yang ingin melindungi industri dalam negerinya dapat memberikan perlindungan
hanya melalui tarif dan tidak melalui hambaan-hambatan perdagangan non tarif.

Prinsip Tranparansi/Keterbukaan

Perlakuan dan kebijakan perdagangan yang dilaksanakkan suatu negara harus transparan, jelas
dan terbuka. Dengan kata lain, perlakuan dan kebijaksanaan tersebut harus dapat diketahui
oleh seluruh mitra dagangnya, misalnya suatu negara mengeluarkan peraturan baru tentang
impor, maka seluruh mitra dagangnya harus diberitahu untuk memahami peraturan tersebut.

The Stable Basics for Trade

GATT juga bertujuan untuk menciptakan stabilitas perdagangan, untuk mencapai tujuan
tersebut GATT membuat suatu peraturan tentang pengikatan tarif (tariffs bendings) melalui
perundingan yang dilakukan antara negara anggota.

6. Apa yang dimaksud dengan integrasi ekonomi ?

Definisi integrasi ekonomi, istilah integrasi dalam ranah ekonomi pertama kali digunakan
dalam konteks organisasi dalam suatu industry sebagaimana yang dikemukakan oleh Machlup.
Definisi integrasi ekonomi secara umum adalah pencabutan (penghapusan) hambatan-
hambatan ekonomi diantara dua atau lebih perekonomian (Negara).Selain itu didefinisikan
konsep dinamis melalui penghapusan diskriminasi diantara Negara yang berbeda, maupun
dalam konsep statis dengan melihat ada tidaknya perbedaan dalam diskriminasi.Sementara,

13
Holzman menyatakan integrasi ekonomi sebagai situasi dimana dua kawasan menjadi satu atau
mempunyai satu pasar yang ditandai harga barang dan factor produksi yang sama siantara dua
kawasan tersebut.Definisi tersebut juga mengasumsikan tidak ada hambatan dalam pergerakkan
barang, jasa, dan factor produksi diantara dua kawasan dan adanya lembaga-lembaga yang
memfasilitasi pergerakan tersebut. Definisi integrasi ekonomi dibagi menjadi dua pengertian,
yakni:

1. Penghapusan proteksi lalu lintas barang, jasa, factor produksi ( SDM dan modal ) dan
informasi dengan kata lain kebebasan akses pasar tergolong dalam integrasi negative.

2. Penyatuan politik ( kebijakan ) dengan kata kunci harmonisasi, disebut juga Integrasi positif.

7. bagaimana prosedur penyelesaian GATT ?

1. KONSULTASI

Telah dikemukakan bahwa ketentuan GATT lama mengenai penyelesaian sengketa ini
pertama-tama menekankan pentingnya konsultasi ( negosiasi) diantara pihak-pihak yang
bersengketa. Konsultasi tersebut bisa berupa perundingan formal maupun informal, seperti
melalui saluaran diplomatik.

Ada perkembangan dan pengaturan baru mengenai hal ini, pertama adalah diterimanya suatu
prinsip yang dikenal dengan nama otomatisitas. Dalam kerangka GATT yang lalu,suatu
prosedur penyelesaian sengketa baru dapat maju ke tingkat yang lebih tinggi manakala ada
persetujuan dari seluruh anggota GATT. Hal ini berarti, suatu negara yang terlibat dalam suatu
sengketa, lalu ia tidak setuju sengketanya diselesaikan lebih lanjut dalam GATT, memiliki
kekuasaan untuk memberhentikan suatu prosedur penyelesaian sengketa.

Praktik seperti ini dalam prosedur yang baru tidak lagi berlaku.dalam peraturan yang baru,
prosedur penyelesaian sengketa akan berlanjut otomatis atas permohonan dari suatu
pemerintah yang mengajukan sengketanya. Kedua, the understanding menetapkan 10 hari bagi
negara termohon untuk menjawab permohonan negara pemohon untuk
berkonsultasi.permohonan konsultasi kepada suatu negara juga diberitahukan kepada DSB
dan kepada badan-badan kelengkapan atau komisi WTO yang terkait dengan pokok sengketa.
Permohonan tersebut harus dibuat secara tertulis. Didalamnya harus dicantumkan alasan-
alasan timbulnya sengketa dan dasar hukum untuk mengajukan permohonan tersebut.
Berdasarkan pasal 5 dan 6, WTO menghendaki agar pihak-pihak menggunakan segala upaya
terlebih dahulu untuk mencapai suatu penyelesaian sengketa yang memuaskan pada tahap
konsultasi tersebut. Penyelesaian seperti ini sifatnya tertutup, namun tidak mempengaruhi salah
satu pihak untuk membawa sengketanya kepada tahap lebih lanjut.

Apabila negara termohon menerima tawaran berkonsultasi maka para pihak harus
menyelesaikan sengketanya secara bilateral dalam jangka waktu 30 hari sejak permohonan
berkonsultasi diterima.

2. JASA BAIK, KONSILIASI, MEDIASI

14
Ketentuan diatas mempunyai dua kemungkinan, pertama, apabila konsultasi atau negosiasi
gagal, dan apabila para pihak setuju maka sengketa mereka dapat diserahkan kepada dirjen
WTO. Dalam tahap ini dirjen WTO akan memberikan cara penyelesaiannya melalui jasa
baik, konsoliasi, dan mediasi. Kemungkinan kedua, apabila negara termohon tidak memberi
jawaban positif terhadap permohonan konsultasi dalam jangka waktu 10 hari, dan apabila
negara tersebut menerima permohonan konsultasi namun penyelesaiannya gagal dalam jangka
waktu 60 hari maka negara pemohon dapat meminya DSB untuk membentuk suatu panel (
pasal 4 ayat 7).

Dalam hal keadaan mendesak, misalnya menyangkut pokok sengketa berupa barang yang
mudah rusak, jangka waktu tersebut dapat dipersingkat. Dalam hal ini konsultasi dapat
dilaksanakan dalam jangka waktu 10 hari permohonan konsultasi. Setelah itu, apabila gagal
salah satu pihak dapat meminta pembentukan panel dalam jangka waktu 20 hari.

Pasal 4 ayat 10 mensyaratkan negara-negara untuk memberikan perhatian khusus kepada


negara-negara sedang berkembang selama konsultasi. Pasal ini menunjukan bahwa perhatian
tersebut diberikan tanpa memperhatikan apakah negara sedang berkembang tersebut adalah
negara pemohon atau termohon.

Pihak ketiga yang merasa berkepentingan dengan adanya suatu sengketa diatur dalam pasal 4
ayat 11. Pihak ketiga ini dapat meminta untuk bergabung dalam konsultasi. Permohonannya ini
selayaknya diterima apabila pihak pemohon yang pertama kali mengajukan sengketanya setuju
bahwa kepentingan negara tersebut tercermin dalam sengketa tersebut. Tetapi apabila pihak
tersebut tidak menerima adanya permohonan keikutsertaan dalam suatu konsultasi maka pihak
ketiga tersebut dapat mengajukan permohonan tersendiri untuk konsultasi.

Jasa baik, konsiliasi, dan mediasi adalah cara penyelesaian sengketa secara damai dengan
melibatkan pihak ketiga. Prosedur untuk jasa baik, konsiliasi, dan mediasi dilaksanakan secara
sukarela. Artinya, para pihak dapat menempuh cara ini apabila kedua belah pihak setuju.
Dalam pelaksanaannya, sifanya rahasia. Namun demikian, pelaksanaan tersebut tidak
mengurangi hak masing-masing pihak untuk melangkah ke prosedur atau tata cara penyelesaian
lebih lanjut.

Cara-cara penyelesaian seperti ini dapat dilaksanakan setiap saat. Begitu pula para pihak dapat
mengakhirinya setiap saat manakala prospek penyelesaiannya gagal. Manakala diakhiri, pihak
pemohon dapat mengajukan pembentukan panel.

3. PEMBENTUKAN PANEL

Pembentukan suatu panel dianggap sebagai upaya terakhir dan sifatnya otomatis dalam
mekanisme penyelesaian sengketa menurut WTO. Perjanjian WTO menyatakan bahwa DSB,
dalam hal ini fungsi badan tersebut diaksanakan oleh the WTO General Council, harus
mendirikan suatu panel dalam jangka waktu 30 hari setelah adanya permohonan, kecuali ada
konsensus para pihak untuk membatakannya. Permohonan untuk pembentukan panel dibuat
secara tertulis.

15
Permohonan tersebut harus mencantumkan pokok-pokok perkara dan pengajuan
permohonan untuk pembentukn panel. Dalam praktik, permohonan secara tertulis tersebut
juga mencantumkan upaya-upaya yang telah dilakukan dalam proses konsultasi, menunjukkan
upaya atau tindakan suatu negara yang dipersengketakan dan memberikan ringkasan dasar
hukum permohonannya.

Persyaratan-persyaratan pendirian panel dan wewenangnya diatur


dalam the understanding. Namun demikian para pihak apabila sepakat, dapat pula
menentukan persyaratan-persyaratan baru diluar the understanding.

Panel terdiri dari 3 orang yang memiliki latar belakang dan pengalaman menyelesaikan
sengketa dagang dalam GATT atau yang pernah mengejar hukum perdagangan internasional.
Mereka adalah orang-orang netral yang dipilih bukan dari negara-negara yang sedang
bersengketa. Mereka bisa pejabat, atau orang-orang sipil. Sekretariat WTO memiliki daftar
nama-nama yang sesuai dengan kriteria tersebut dalam mengusulkan nama-nama untuk
menyelesaikan suatu sengketa. Apabila para pihak setuju, komposisi panel dapat ditambah
menjadi 5. Permohonan ini harus diminta dalam jangka waktu 10 hari sejak pembentukan
panel. Manakala para pihak tidak sepakat mengenai komposisi atau susunan panel dalam
jangka waktu 20 hari sejak pembentukannya maka masalah penetapan tersebut akan dilakukan
oleh dirjen WTO.

Panel dalam memeriksa suatu sengketa berhak mendapatkan informasi dan nesehat yang
sifatnya teknis dari setiap individu atau badan atau organisasiyang kompeten ( pasal 13 ayat 1).
Pasal ini merupakan ketentuan yang baru dalam WTO. Dalam sistem lama GATT, anggota
panel hanya mengandalkan informasi yang diberikan pada pihak yang bersengketa.

Kewenangan panel untuk memperoleh informasi ini diperkuat oleh pasal 13 ayat 2. Pasal ini
menyatakan bahwa panel dapat mengandalkan berbagai sumber informasi tambahan dan dapat
pula berkonsultasi dengan para ahli mengenai hal tertentu dari suatu sengketa.

Panel dapat pula meminta bantuan dari suatu kelompok ahli mengenai sesuatu hal yang
sifatnya teknis atau ilmiah. Rancangan laporan panel dibuat oleh para anggota panel tanpa
dihadiri pihak-pihak yang bersengketa. Pendapat para anggota dalam laporan tersebut dibuat
tanpa mencantumkan nama anggotanya.

Tujuan utama penyelesaian sengketa dalam GATT, yaitu tercapainya suatu penyelesaian
diantara para pihak sendiri. Jadi penyelesaian secara baik-baik oleh mereka sendiri, tanpa
melibatkan pihak ketiga terlebih dahulu. Hal ini juga merupakan tujuan utama penyelesaian
sengketa menurut WTO terhadap negara-negara anggotanya. Karena itu pula, para pihak bebas
untuk mengunakan berbagai cara penyelesaian yang dapat diterima tanpa harus
meyerahkannya kepada pihak ketiga.

Aturan yang paling penting mengenai prinsip optimalisasi ini dari perjanjian putaran Uruguay
adalah pasal 16 ayat 4. Pasal tersebut menyatakan bahwa hasil putusan atau laporan panel harus
disahkan dan menjadi mengikat 60 hari setelah dikeluarkan, kecuali pihak yang kalah
mengajukn banding atau para pihak secara konsensus tidak akan melakukannya.

16
4. BANDING

Pihak-pihak dalam sengketa dapat mengajukan banding terhadap putusan panel. DSU
mensyaratkan bahwa banding dibatasi untuk memperjelas interpretasi hukum atas suatu
ketentuan atau pasal dalam perjanjian WTO. Banding tidak dapat diajukan untuk mengubah
bukti-bukti yang ada atau bukti baru yang muncul kemudian.

Proses pemeriksaan banding tidak boleh lebih dari 60 hari, sejak para pihak memberitahukan
secara formal keinginannya untuk banding. Namun, apabila badan banding tidak dapat
memenuhi batas waktu tersebut maka ia dapat memperpanjang hingga maksimus 90 hari.
Untuk itu, ia harus memberitahukannya kepada DSB secara tertulis beserta alasan
perpanjangan kapan laporan akan diberikan.

Tiga orang dari tujuh orang anggota tetap badan banding akan meneliti setiap adanya
permohonan banding. Putusan yang dikeluarkannya dapat berupa penundaan atau perubahan
atas suatu putusan panel. Hasil proses pemeriksaan dilaporkan dan disahkan oleh DSB.
Namun laporan dan pengesahan keputusan badan banding ini masih tetap dapat dicegah
apabila para pihak sepakat untuk tidak dilakukannya pengesahan tersebut.

5. PELAKSANAAN PUTUSAN dan REKOMENDASI

Tahap akhir dari proses ini adalah pelaksanaan putusan atau rekomendasi. Hal tersebut
diserahkan langsung kepada para pihak dan mereka diberi waktu 30 hari untuk melaksanakan
putusan atau rekomendasi tersebut. Jika jangka waktu itu dirasakan tidak mungkin maka para
pihak masih diberi waktu yang layak untukdapat melaksanakannya.

Untuk memastikan agar pihak yang dikalahkan melaksanakan rekomendasi atau putusan DSB,
pasal 21 ayat 6 menegaskan bahwa DSB akan terus mengawasi pelaksanaan rekomendasi atau
putusannya. Pasal tersebut juga merupkan ketentuan baru yang tidak dikenal sebelumnya
dalam GATT. Ketentuan pasal tersebut mencerminkan pula bahwa putusan atau rekomendasi
DSB sifatnya mengikat.

Apabila para pihak, khususnya pihak yang terkena kewajiban untuk melakukan atau tidak
melakukan sesuatu ternyata gagal melaksanakannya maka pihak lainnya dapat meminta
wewenang kepada DSB untuk menangguhkan kewajiban-kewajiban lainnya terhadap pihak
lainnya itu.

Tindakan konpensasi ( ganti rugi) atau penangguhan konsesi atau kewajiban lainnya tersebut
sifatnya adalah sementara. Apabila penangguhan ini diinginkan, pihak lainnya dapat
menegosiasikan dalam jangka waktu yang pantas. Namun, apabila dalam jangka waktu yang
pantas ini tidak tercapai kesepakatan maka salah satu pihak dapat meminta arbitrase untuk
menyelesaikannya. Arbitrase akan dilakukan oleh anggota-anggota panel yang menangani
sengketa tersebut. Atau, apabila tidak tercapai kesepakatan, arbitrator aka ditunjuk oleh dirjen
WTO. Arbitrase bertugas selama 60 hari sejak berakhirnya jangka waktu yang layak tersebut.
Tugas utama arbitrator adalah menentukan apakah penangguhan konsesi atau kewajiban salah
satu pihak tersebut pantas atau sebanding dengan kerugian yang dideritanya.

17
8. Sebut dan jelaskan latar belakang terjadinya perubahan struktur ekonomi dan faktor-faktor
apa yang menyebabkannya ?

Teori perubahan struktur ekonomi menitikberatkan pada mekanisme transformasi yang


dialami oleh negara-negara sedang berkembang yang semula bersifat subsistem dan
menitikberatkan pada sektor tradisional menuju ke struktur lebih modern yang didominasi
oleh sektor-sektor non primer, khususnya industri jasa.

Cheneri meminjam isttilas Kuznets, menatakan bahawa perubahan sturktur ekonomi, secara
umum disebut sebagai transformasi struktur yang diartikan sebagai suatu rangkaian perubahan
yang saling terkait satu sama lain dalam komposis agregat demand (AD), ekspor-impor (X - M),
Agregat supplay (AS) yang merupaka produksi dan peng unaan faktor-faktor produksi seperti
tenaga kerja dan modal guna mendukung proses pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
yang berkelanjutan.

Ada dua teori utama yangumum digunakan dalam menganalisis perubahan sturktur ekonomi,
yakni dari Arthur Lewis tentang migrasi dan Hollis Chenery tentang teori transportasi
struktural. Teori Lewis pada dasarnya membahasa proses pembangunan ekonomi yang terjadi
di daerah pedesaan dan daerah perkotaan. Dalamnya Lewis mengasumsikan bahwa
perekonomian suatu negara pada dasranya terbagi atas dua, yaitu perekkonomian tradisional di
pedesaan yang didominasi sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan
industri sebagai sektor utama.

Karena perekkonomiannya masih bersifat tradisional dan subsistem, dan pertumbuhan


pendudik yang tinggi, maka terjadi pertumbuhan suplai tenaga kerja. Over-Supplay tenaga kerja
ini ditandai dengan produk marginalnya yang nilainya nol dan tingkat upah riil yang rendah.
Keranka pemikiran Chenery pada dasarnya sama dengan teori model Lewis. Teori Chenery
dikenal dengan teori pattern of development, dimana dalam teori ini difokuskan pada
perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi di negara sedang berkembang,
yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional ke industri sebagai mesin utama
pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitianya Chenery dan Syirquin mengidentifikasi bahwa
dengan peningkatan perubahan pendapatan masyarakat per kapita membawa perubahan ke
arah konsumeristik dari penekanan pada makanan dan kebutuhan poko lainnya ke arah
barang-barang manufaktur dan jasa.

Perubahan struktur ekonomi berbarengan dengan petumbuhan PDB yang merupakan total
pertumbuhan nilai tambah dari semua sektor ekonomi. Secara umum dalam proses
pembangunan terjadi transformasi ekonomi, dimana pangasa PDB dari sektor industri
meningkat dan sektor pertanian mengalami penurunan.

Menururt Chenery, proses transformasi sturktural akan mencapai tarafnya yang paling cepat
bila pergeseran pola permintaan domestik ke arah output industri manufaktur diperkuat oleh
perubahan yang serupa dalam komposis perdagangan luar negri atau ekspor sebagaimana yang
terjadi di negar-negara industri baru. Sperti Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hongkong.

18
Perubahan struktur ekonomi yang demikian coraknya disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu:

1. Sifat manusia dalam kegiatan konsumsi

Hukum Engels mengatakan bahwa makin tinggi pendapatan masyarakat, maka akan makin
sedikit proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli bahan pertanian, sedangkan
proporsi pendapatan yang digunakan untuk membeli produksi barang-barang industri menjadi
bertambah besar.

2. Perubahan teknologi

Kemajuan teknologi akan mempertinggi produktivitas kegiatan-kegiatan ekonomi yang akan


memperluas pasar serta kegiatan perdagangan.

Kemajuan teknologi juga menyebabkan perubahan dalam struktur produksi nasional yang
bersifat inducive, yaitu kemajuan tersebut menciptakan barang-barang baru yang menambah
pilihan barang-barang yang dapat dikonsumsi masyarakat.

3. Faktor-faktor dari sisi permintaan agregat (AD)

Faktor yang paling dominan adalah perubahan permintaan domestik, sebagai akibat dari
kombinasi antara peningkatan pendapatan riil per kapita dan perubahan selera masyarakat
(konsumen). Perubahan permintaan bukan hanya pada peningkatan jumlah (konsumsi), tapi
juga perubahan komposisi barang-barang yang dikonsumsi.

4. Faktor-faktor dari sisi penawaran agregat (AS)

Faktor-faktor ini adalah

pergeseran keunggulan komparatif

Chenery proses transformasi struktural akan(1992) dalam kaitan ini mengemukakan bahawa
terjadiberjalan lambat bahkan adakalanya mengalami kemunduran. Artinya penurunan
kontribusi output industri manufaktur pada pembentukan PDB, jika keunggulan komparatif
tidak berjalan sesuai dengan arah pergeseran pola permintaan domestik ke arah output industri
manufaktur dan pola perubahan dalam komposisi ekspor. Terjadi di Indonesia dan Venezuela
dan negara penghasil mineral lainnya.

5. Intervensi pemerintah di dalam kegiatan ekonomi dalam negeri

Dari sisi AD

Kebijakan yang berpengaruh langsung misalnya pajak penjualan yang menjadikan harga jual
barang yang bersangkutan mengalami akibatnya akan mengurangi permintaan terhadap
barangpeningkatan (mahal) tersebut dan tergantung pada elastisitas harga terhadap
permintaan.

Kebijakan tidak langsung misalnya pengurangan pajak pendapatan. Secara teoritis, dengan
asumsi bahwa faktor-faktor berpengaruh lainnya tetap dapat meningkatkan permintaan

19
masyarakat (konsumsi)tidak berubah, terhadap produk-produk dari sektor-sektor tertentu,
seperti manufaktur dan jasa.

6. Sumber Internal (domestik) dan Sumber Eksternal (dunia)

Sumber internal meliputi faktor-faktor dari sisi AD dan sisi AS serta kebijakan pemerintah
seperti tersebut.

Sumber eksternal adalah perubahan teknologi dan struktur perdagangan global sebagai akibat
peningkatan pendapatan dunia dan peraturan-peraturan mengenai perdagangan internasional.
Misal: perubahan struktur ekspor indonesia selama masa Orde Baru dari komoditas primer ke
ekspor manufaktur.

9. makin tinggi pendapatan maka makin kecil peranan pertanian dan makin besar peranan
industri. Jelaskan !

Perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu perekonomian tradisional
di pedesaan yang didominasi sektor pertanian dan perekonomian modern diperkotaan dengan
industri sebagai sektor utama yang tingkat produktivitasnya tinggi.

Di pedesaan, tingkat pertumbuhan penduduknya tinggi sehingga terjadi kelebihan suplai tenaga
kerja yang membuat tingkat upah menjadi rendah. Sebaliknya di perkotaan, sektor industry
mengalami kekurangan tenaga kerja yang membuat banyak menarik tenaga kerja dari
sektor pedesaan ke sektor perkotaan sehingga terjadi proses migrasi dan urbanisasi.
Perhatian utama dari model ini diarahkan pada terjadinya proses pengalihan tenaga kerja,
serta pertumbuhan output dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di sektor modern.

pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan transformasi dapat dicapai dengan cara
meningkatkan produktivitas pada setiap sektor. Menurut Clark,makin tinggi pendapatan per
kapita suatu negara makin kecil peranan sektor pertanian dalam menyediakan kesempatan
kerja.Namun sebaliknya, sektor industri makin
penting peranannya dalam menampung tenaga kerja.

10. jelaskan mengapa sector jasa bisa menyerap tenaga kerja yang banyak tapi tidak bisa
menaikkan pendapatan nasional !

Dengan banyaknya penyerapan tenaga kerja pada sector jasa dapat berdampak positif yaitu
berkurangnya tingkat pengangguran penduduk di Indonesia, akan tetapi disisi lain, banyaknya
penyerapan tenaga kerja berdampak pada menurunnya tingkat upah. Sehingga dikatakan
bahwa sector jasa dapat menyerap banyak tenaga kerja tetapi tidak dapat meningkatkan
pendapatan nasional.

20
21