Anda di halaman 1dari 2

LEGALISASI PROSTITUSI

Oleh Arifka Mahmudi

Legalisasi Prostitusi = pengesahan Kegiatan jual beli jasa kepuasan biologis, baik oleh
pria atau wanita, terjadi antara 2 insan non pasutri yang sah secara hukum. Legalisasi yang
dimaksud oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama ini yaitu dengan membuat
lokalisasi sebagai tempat prostisusi agar para pelaku prostitusi dapat dijaga haknya baik itu harga
maupun kesehatannya. Penyebab besar Adanya Prostitusi ini adalah, yaitu 1) pendidikan yang
rendah, pelaku prostitusi (penjual jasa) adalah orang yang berpendidikan rendah, karena tidak
mempunyai skill untuk bekerja di tempat-tempat yang layak maka mereka mencari pekerjaan
yang mudah untuk dikerjakan, seperti prostitusi ini. 2) tingkat ekonomi yang rendah, ada
sebagian PSK yang menjadi PSK utamanya mereka mencari pekerjaan dengan memakai jasa
seseorang, namun nyatanya mereka disuruh untuk menjadi PSK, selain itu ada yang memang
sengaa untuk menjadi PSK untuk mendapatkan materi yang banyak untuk memenuhi kebutuhan
hidup mereka. 3) sosial yaitu masyarakat belum dapat menciptakan atau membantu membangun
moralitas masyarakat. Peran keluarga yang belum bisa menciptakan suasana religius ditengarai
menjadi sebab adanya anggota keluarga yang menjadi PSK.

Legalisasi prostitusi bertentangan dengan pancasila sila ketuhanan yang maha esa, karena
seluruh agama tidak membolehkan prostitusi (zina), pasal 296 KUHP, dan masih banyak lagi.
Legalisasi prostitusi merupakan hal yang tidak membantu untuk memecahkan masalah yang
menyebabkan adanya prostitusi itu. Bahkan dengan adanya legalisasi prostitusi berarti
pemerintah mendukung menyebarnya kemudharatan, seperti menurunnya moral, di tempat
Prostitusi menjadi sarang preman seperti yang sudah pernah terjadi di tempat-tempat prostitusi
seperti Kramat Tunggal yang sudah ditutup oleh Yos Sudarso. Selain itu berarti pemerintah
mendukung adanya perzinahan yang jelas-jelas adalah suatu hal yang dilarang baik itu dalam
norma agama, moral dan budaya. Bagi yang sudah menikah tentunya hal ini dapat menyebabkan
perceraian dalam rumah tangga. Dengan adanya lokalisasi prostitusi tidak menjamin tidak
adanya prostitusi di luar tempat lokalisasi. Dengan adanya lokalisasi prostitusi tidak dapat
mencegah menyebarnya penyakit HIV/AIDS, karena tidak mungkin pemerintah dapat menjaga
atau mengawasi orang yang akan melakukan prostitusi ini secara detail. Menurut penelitian,
penyakit HIV/AIDS banyak disebabkan oleh wanita yang berganti-ganti pasangan. Prostitusi
yang dilegalkan sebenarnya sudah dicoba oleh pemerintah Surabaya yaitu di lokalisasi Gang
Doli oleh walikota Surabaya yaitu Ibu Risma. Namun kegiatan Prostitusi yang awalnya kecil
semakin lama semakin menjamur dan menjadi salah satu lokasi prostitusi yang besar di
Indonesia. Jadi, sebenarnya wacana legalisasi prostitusi ini sudah pernah dicoba dan akhirnya
ditutup karena banyak hal negative dari tempat tersebut. Walaupun katanya ada dampak positif
seperti mempermudah mengontrol prostitusi, tapi pada dasarnya kegiatannya saja sudah salah
yaitu perzinahan, yang jelas dilarang oleh undang-undang, norma sosial, norma moral maupun
apalagi agama, maka hal ini tidak benar. Intinya legalisasi bukan solusi.

Solusi yang dapat dilakukan oleh pemerintah menurut saya guna mencegah terjadinya
prostitusi di masa yang akan datang pemerintah harus meningkatkan taraf pendidikan bangsa, hal
ini dapat dilakukan melalui beberapa hal, seperti menunjang sarana-prasarana pendidikan,
mewajibkan pendidikan kepada seluruh warga negara dengan menggratiskan pendidikan,
mengedepankan pendidikan karakter, mengintegralkan pendidikan agama dan umum terutama
pada pendidikan dasar. Untuk para PSK yang sudah terlanjur masuk ke dunia prostitusi,
pemerintah harus melakukan pembinaan keterampilan kreatif agar para PSK dapat menjadi
pekerja atau bahkan entrepreuneur (pengusaha). Namun, tidak cukup itu saja, pendidikan agama,
budaya, moral dan juga kesehatan tentang bahaya prostitusi harus diberikan agar tidak
terjerumus lagi ke dalam prostitusi. Bekerja sama dengan masyarakat untuk mencegah prostitusi
dan supaya dapat menjaga keluarganya masing-masing agar tidak terjerumus ke dalam prostitusi
Bekerja sama dengan para alim ulama, sosialis dan pihak terkait untuk menumbuhkan kesadaran
dalam masyarakat tentang bahaya prostitusi. Hal-hal tersebut harus diberikan kepada seluruh
pelaku prostitusi yaitu penjual jasa dan konsumennya, karena tidak akan terjadi prostitusi jikalau
salah satunya tidak ada. Dan terakhir tentunya upaya-upaya tersebut dapat secara konsisten
dilaksanakan dan penegakan hukum tentang larangan konstitusi dapat dijalankan secara seksama
oleh pemerintah maupun masyarakat.