Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN PERAWATAN

LUKA
No. Dokumen
SOP No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

UPTD Tanda Tangan Kepala UPTD Kesehatan


Kesehatan Puskesmas Tarusan
Yessy Rivai
Puskesmas
NIP.19740102002122002
Tarusan
Pengertian Memberikan tinadakan pertolongan pada luka baru dengan cepat dan tepat
Tujuan Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut
Kebijakan SK Kepala UPTD Puskesmas Tarusan No:12.IX/SK/KAPUSK/2016 tentang
Standar dan SOP Layanan Klinis
Referensi Manajemen luka moist wound healing , 24 November 2006
Alat dan Bahan Streril :
1. Bak instrumen bensi
a. Spurt irigasi 50 cc
b. Soft koteker / tobe feeding
c. Pinset anatomis
d. Pinset chirrugis
e. Gunting jaringan
f. Arteri klem
g. Knop sonde
h. Container untuk cairan irigasi
2. Korentang dengan tempatnya
3. Kassa dan depres dalam tromol
4. Handschone / gloves steril
5. Neerbeken (bengkok)
6. Kom kecil/ sedang
7. Pembalut sesuai kebutuhan
a. Kasa
b. Kasa gulung
8. Topical terapi
a. Betadine sol
b. Sutratol
9. Cairan pencuci luka dan disinfektan
a. Cairan NS hangat sesuai suhu tubuh 34 0 -37 0 C
b. Alkohol 70 %
Non Streril :
1. Schort / gown
2. Perlak + alas perlak / underpad
3. Handschone / gloves bersih
4. Sketsel / tirai
5. Gunting verband
6. Neerbeken / bengkok
7. Plester (adhesive) atau hipafix micropone
8. Tas plastik kotoran / tempat sampah
9. Alat tulis
10. Form inform consern
11. Form IGD

Prosedur/ 1. Menjelaskan prosedur yang akan dilaksanakan kepada klien +inform concern
Langkah-langkah 2. Meletakakan perlak + alas dibawah tubuh klien
3. Menempatkan bengkok dibawah luka untuk menopang cairan irigasi luka
4. Membantu mengatur posisi klien agar cairan irigasi dapat mengalir dari ujung
atas ke ujung bawah luka
5. Membuka dan menempatkan tas plastik kotoran didekat area kerja
6. Mencuci tangan dengan sabun
7. Mengenakan schort / gown plastik
8. Bila plester kotor, mengenkan gloves non steril,menyemprotkan alkohol 70 %
pada plester yang menempel dikulit klien untuk melepaskannya.
9. Melepaskan / mengangkat pembalut kotor bila pembalut lengket pada luka,
basahi dengan ns / rl steril sampai balutan dapat dilepas dengan mudah
10. Membuang pembalut lama / kotor kedalam tas plastik, kemudian lepaskan
gloves (bagian luar berada didalam) dan buang kedalam tas plastik
11. Mengkaji jumlah , jenis dan bau cairan luka, observasi kondisi luka (warna
dasar luka, ukur dalamnya goa luka, jaringan nekrotik, granulasi dan epitel,
kontraksi luka, kulit sekitar luka)
12. Menuangkan solution irigasi steril yang hangat kedalam kom steril 200
500 ml atau tergantung luas dan kedalaman luka
13. Mengenakan hndschone steril
14. Menghisap solution irigasi RL/ NS hangat kedalam spuit 30 cc (sambungkan
dengan soft koteler / baby feeding tube bila dipakai mengirigasi luka
berongga dalam)
15. Jika luka berongga dalam masukan soft kateler / baby feeding tube kedalam
luka sampai menyentuh dasar luka paling dalam
16. Menyemprotkan solution irigasi langsung kedalam luka secara perlatton. Jika
luka tidak berongga, semprotkan cairan irigasi dan pertahankan ujung spuit
2,5 cm diatas luka
17. Melakukan irigasi beberapa kali sampai cairan irigasi tampak bening dan
bersih
18. Mengeringkan sekitar luka dengan betadine sampai radius 4-5 cm dari tepi
luka
19. Menutup luka dengan pembalut / topical terapi :
20. Menutup luka dengan kasa (ketebalan kassa disesuiakan dengan kebutuhan)
dan rekatkan denga plester ( adhesive dan hipafix/ micrope untuk memfiksasi
21. Meletakan pinset dan gunting dalam bengkok yang berisi cairan desinfektan
22. Melepaskan gloves dengan bagian luar , kemudian buang kedalam tas plastik
23. Membereskan peralatan dan memberikan kenyamanan bagi klien
24. Mencuci tangan
25. Mengecek pembalut dan area luka tiap shift, mencatat di chart tentang
penggantian pembalut, penamilan luka dan gambaran cairan luka

Hal- hal yang


perlu diperhatikan
Unit Terkait IGD
Dokumen terkait
Rekaman Histori NO Halaman Yang diubah Isi perubahan Diberlakukan tanggal