Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Perkembangan zaman mengakibatkan perubahan lingkungan bisnis yang pada akhirnya

menimbulkan persaingan dalam industri yang semakin ketat. Jika dulu produsen yang memegang

kendali, sekarang dengan adanya revolusi informasi dan perekonomian yang semakin terbuka,

batas antarnegara maupun regional semakin menghilang sehingga konsumen semakin menguasai

pasar dan dapat dengan leluasa menentukan jenis, tempat perolehan serta harga dari produk dan

jasa yang diinginkan.

Hal ini menyebabkan perusahan perusahan saling bersaing untuk menjadi yang utama

dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dalam hal kompetisi, globalisasi ekonomi

tidak hanya menambah jumlah pesaing di pasar, namun juga menyebabkan bervariasinya

persaingan di pasar; hanya perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik yang dapat

berhasil dalam menciptakan keuntungan jangka panjang.

Pada perusahaan jasa sendiri terutama dalam jasa biro perjalanan banyak sekali

bermunculan biro travel, terutama untuk perjalanan religi baik haji maupun umroh.yang tersebar

diseluruh Indonesia, bersaing untuk menarik calon peserta sebanyak mungkin untuk memakai

biro perjalanan mereka

Untuk menarik calon peseta banyak biro melakukan promosi promosi mulai dari harga,

fasilitas, pelayanan serta pembekalan . Pasti yang paling menarik dalam promosi yang dilakukan

oleh biro perjalanan tersebut yaitu harga.

Dan tidak sedikit biro perjalanan yang menawarkan harga paket perjalan religi dibawah

standar. Adapun standar minimal biaya perjalan umrah menurut asosiasi agen penyelenggara
umrah, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), 'Tarif

bawah' itu ditetapkan USD$ 1.700, atau saat itu sekitar Rp20 jutaan

Bila ada biro yang menawarkan harga di bawah itu, patut dicurigai. Aturan main ini

diikuti oleh asosiasi biro umrah lainnya, yakni, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji

(Himpuh), Asosiasi Penyelenggara Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), dan

Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kesthuri).

Namun masih ada biro perjalanan menawarkan harga di bawah ketetapan Asosiasi

Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), salah satuya yaitu First

Travel. First Travel adalah Perusahaan besutan Andika Surachman yang memulai bisnis

perjalanan umrah ini pada 2011, di bawah bendera PT First Anugerah Karya Wisata.

First Travel memasarkan umrah dengan harga murah, yakni Rp14 jutaan. Harga murah

inilah yang ditengarai menjadi pemicu masalah tertundanya keberangkatan jemaah. Dari

penelusuran data First Travel, total jemaah promo yang daftar bulan Desember 2016 sampai Mei

2018 ada 72.682 orang," dari jumlah yang terdaftar, sebanyak 14.000 orang sudah

diberangkatkan. Sementara sisanya belum juga pergi ke tanah suci meski sudah membayar lunas.

"Yang belum berangkat ada 58.682 orang," kata Herry. Kompas.com - 22/08/2017, 13:27 WIB

Melihat kodisi diatas penulis tertarik utuk meneliti lebih jauh bagaima sebenarnya

ligkunga bisnis First Travel dan bagaimaa tata Kelola korban yang tidak jadi diberangkatkan

oleh biro perjalan First Travel .


BAB II

PEMBAHASAN

A.Lingkungan Bisnis

Lingkungan (environment) dapat diartikan keseluruhan unsur-unsur yang dapat saling

berhubungan dan saling mempengaruhi terhadap suatu keadaan dan kegiatan tertentu.

Lingkungan terdiri dari unsur fisik dan nonfisik. Di dalam dunia bisnis, unsur fisik misalnya

teknologi, kondisi alam dan pemasok sedangkan unsur non fisik dapat berupa adat istiadat

masyarakat, kondisi ekonomi dan norma.

Bisnis (business) terdiri atas seluruh aktifitas dan usaha untuk mencari keuntungan

dengan menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan bagi sistem perekonomian. Inti dari setiap

usaha bisnis adalah adanya pertukaran antara pembeli dan penjual.

Dari kedua definisi diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pengertian Lingkungan

Bisnis adalah factor-faktor yang dapat mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung

terhadap manajemen organisasi atau aktifitas usaha.

B.Pembagian Lingkungan Bisnis

Berdasarkan tingkat pengaruh pada perusahaan maka lingkungan bisnis dapat dibedakan

menjadi 2, yaitu lingkungan internal dan lingkungan eksternal.

1. Lingkungan Internal
Lingkungan internal adalah sumber daya manusia dan fisik yang meliputi factor-faktor

yang ada di dalam organisasi serta mempengaruhi kinerja bisnis secara langsung terhadap

manajemen organisasi. Adapun pengaruh dari lingkungan internal terhadap organisasi secara

singkat dapat diemukakan sebagai berikut :

a. Visi misi,

Visi diartikan sebagai gambaran kondisi atau potret dimasa depan (berjangka panjang)

yang akan dituju oleh sebuah organisasi. Sementara itu misi adalah pernyataan mengenai

maksud dan filosofi organisasi atau alasan mengepa sebuah orgaisasi eksis. Setiap

tingkatan manajemen harus memahami sepenuhnya apa yang menjadi visi dan misi

organisasi.

b. Budaya perusahaan,

Budaya adalah sistem dari kebersamaan nilai, kepercayaan, dan kebiasaan di dalam sebuah

organisasi yang berinteraksi dengan struktur formal yang menghasilkan norma perilaku

dalam organisasi. Ia merupakan iklim sosial dan psikologis dari sebuah perusahaan, dan

wujudnya bisa merupakan budaya yang tertutup atau terbuka. Dalam budaya tertutup

keputusan cendrung dibuat oleh tingkatan yang leih tinggi dalam menajemen. Manajer

kurang begitu percaya pada bawahan, banyak kerahasiaan di seluruh jajaran organisasi, dan

karyawan tak terdorong untuk kreatif atau terlibat dalam pemecahan masalah. Sebaliknya,

dalam budaya terbuka keputusan dibuat pada tingkatan manajemen yang lebih rendah,

kepercayaan terhadap bawahan atau karyawan cukup besar dan karyawan di dorong agar

keatif dan diikut sertakan dalam pemecahan masalah.

c. Kebijakan organisasi
Kebijakan menetapkan batasan sebagai batasan seabagai arahan dalam membuat

keputusan. Kebijakan yang dibuat oleh manajer tingkat bawah harus selaras dengan dengan

kebijakan dari manajer yang lebih tinggi. Kebijakan seringkali dimaksudkan untuk

menjamin konsistensi dalam praktik misalnya mengenai kapan dan bagaimana kinerja

dinilai.

d. Karyawan (tenaga kerja/sumber daya manusia)

Karyawan berbeda-beda satu sama lain dalam berbagai hal seperti kecakapan, sikap, tujuan

pribadi, dan kepribadian. Akibatnya, perilaku seorang manajer yang efektif dengan seorang

karyawan mungkin tidak efektif dengan karyawan lain. Pada kasus yang ekstrem karyawan

mungkin berbeda satu sama lain sehingga hampir tak mungkin dikelola sebagai sebuah

kelompok. Agar bisa efektif, manajer harus mempertimbangkan perbedaan, baik individual

maupun kelompok.

e. Manajemen (keahlian/pengelola)

Sikap dan preferrensi atasan mempengaruhi bagaiman sebuah tugas dilaksanakan. Masalah

dapat diatasi jika gaya manajerial dari manajer yang lebih tinggi berbeda dengan manajer

tingkat bawah. Secara umum, manajer tingkat bawah harus menyesuaikan diri dengan gaya

dari atasan

f. Organisasi informal

Anggota organisasi akan menjumpai dua jenis organisasi di dalam perusahaan, yaitu

formal dan tidak formal (informal). Organisasi formal ditunjukkan oleh bagan struktur

organisasi dan uraian jabatan. Organisasi informal adalah hubungan yang berkembang dan

pola interaksi manusia di dalam organisasi yang tidak ditetapkan secara resmi. Organisasi

informal dapat berdampak positif atau negative terhadap jalannya kegiatan perusahaan.
g. Hubungan antar divisi,dan organisasi informal

Manajer harus memahami benar hubungan antar divisi atau departemen yang ada dan harus

memanfaatkan hubungan tersebut secara maksimal. Jika pekerjaan sebuah divisi tergatung

pada divisi lain dalam arus kerja, maka manajer harus memahami bahwa kerjasama dengan

divisi-divisi lain sangat dibutuhkan jika pekerjaan harus diselesaikan secara efisien atau

produktivitas divisi ingin ditingkatkan.

h. Pemegang saham (stakeholders),

Dalam suatu perusahaan harus ada pemegang saham atau stakeholders yang memegang

dana awal perusahaan.

i. Modal dan peralatan fisik (dana,mesin,gedung),

Manajer harus mempersiapkan modal atau dana untuk menjalankan suatu bisnis. Modal ini

dapat berupa dana, mesin, atau gedung tempat pelaksanaan bisnis. Hal tersebut dilakukan

agar kegiatan bisnis dapat dilakukan secara terperinci, jelas, dan sesuai zaman.

2. Lingkungan Eksternal

Lingkungan eksternal adalah institusi atau kekuatan luar yang potensial terdiri atas

factor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi dari luar batas organisasi. Lingkungan

bisnis eksternal memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan dengan lingkungan internal.

Lingkungan eksternal dari sebuah organisasi pada umumnya dibedakan menjadi dua yakni

lingkungan khusus atau mikro (juga disebut lingkungan tugas) dan lingkungan umum atau

makro, yakni berikut ini.

a. Lingkungan Khusus
Lingkungan khusus adalah bagian dari lingkungan yang secara langsung relevan terhadap

pencapaian tujuan organisasi. Lingkungan khusus, meliputi orang-orang yang mempunyai

kepentingan dalam organisasi (stakeholder). Dimana mereka adalah kelompok, perorangan yang

aktual dengan siapa sebuah organisasi harus berinteraksi agar dapat beroperasi dan berkembang,

seperti konsumen, pemasok, pesaing dan kreditor. Didalam lingkungan khusus (Mikro)

perusahaan dapat melakukan aksi reaksi terhadap faktor faktor penentu Opportunity (peluang

pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Selain itu lingkungan khusu seringkali disebut juga

lingkungan tugas, lingkungan ini berbeda untuk setiap organisasi, tergantung situasi dan domain

operasi yang unik dari organisasi.

Elemen elemen penting dalam lingkungan khusus dari sebuah organisasi meliputi :

1) Konsumen

Sebagaimana diketahui, perusahaan ada untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Konsumen atau

pelanggan merupakan kelompok potensial yang mengonsumsi output atau barang dan jasa yang

dihasilkan perusahaan atau organisasi bisnis dan juga lembaga pemerintahan maupun organisasi

nonprofit lainnya.

2) Pemasok

Perusahaan atau individu yang menyediakan faktor-faktor produksi yang dibutuhkan perusahaan

untuk memproduksi produk atau jasanya. Pasokan meliputi penyediaan bahan baku/material,

peralatan, input keuangan dan tenaga kerja.

3) Pesaing

Organisasi tertentu yang menawarkan barang dan jasa yang sama atau serupa kepada kelompok

konsumen atau nasabah yang sama. Biasanya setiap perusahaan mempunyaai satu atau lebih
pesaing. Perusahaan perlu lebih memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui

penawaran produk dan jasa yang lebih baik dari pesaing.

4) Kreditor

Perusahaan perlu memperhatikan kreditor atau kelompok kepentingan tertentu yang

mempengaruhi kegiatan organisasi secara finansial (institusi keuangan ataupun individu yang

memberikan pinjaman dana). Kreditor, misalnya bank akan menganalisi secara seksama dan

teliti mengenai perkembangan bisnis dan potensi dari suatu perusahaan karena bank sangat

berkepentingan dalam hal pencegahan terjadinya kredit macet atau ketidakmampuan perusahaan

dalam mengembalikan pinjaman yang diberikan.

5) Pelanggan

kelompok individu dan organisasi konsumen atau nasabah tertentu yang membeli barang dari

organisasi dan atau menggunakan jasanya.

6) Pembuat Peraturan

Badan atau perwakilan pemerintah pada tingkat lokal, daerah dan pusat sebagai penegsk hokum

dan perturan yang berpengaruh terhadap kegiatan operasional organisasi.

7) Serikat Pekerja

organisasi yang menghimpun para pekerja untuk memperjuangkan aspirasi para anggotanya.

b. Lingkungan Umum

Lingkungan umum meliputi berbagai faktor dari kondisi-kondisi latar belakang dalam

lingkungan eksternal, antara lain kondisi ekonomi, politik dan hukum, sosial budaya, demografi,

teknologi, dan kondisi global yang mungkin mempegaruhi kegiatan operasional dari sebuah

organisasi. Tetapi dampak perubahan lingkungan umum tidak sebesar perubahan lingkungan
khusus, dengan demikian manajer harus memperhatikan ketika merencanakan, mengorganisasi,

mengarahkan serta mengendalikan aktivitas organisasi bisnis.

Lingkungan ini meliputi :

1) Kondisi ekonomi

Secara umum kondisi ekonomi adalah beberapa faktor ekonomi yang mempengaruhi

praktik manajemen dalam aktivitas bisnis. Terdapat hubungan timbal balik antara keadaan

perekonomian dan aktivitas bisnis atau dunia usaha. Kestabilan dan pertumbuhan ekonomi akan

mendorong perkembangan dunia usaha, dan sebaliknya perkembangan dunia usaha akan

mewujudkan kestabilan dan pertumbuhan ekonomi. Indicator dari kesehatan perekonomian suatu

Negara antara lain adalah suku bunga, tingkat inflasi, konvertibilitas mata uang, tingkat

penghasilan perkapita, produk domestik bruto, keadaan neraca pembayaran, kebijakan moneter

dan fiscal, kondisi pasar saham serta fluktuasi kurs valuta asing, tingkat tabungan pribadi dan

bisnis, sistem perpajakan, penduduk, masalah pengangguran, tingkat upah dan indikator ekonomi

lainnya yang berkaitan.

2) Kondisi politik dan hukum

Kondisi politik dan hukum yaitu Ideologi politik, partai dan orgnisasi politik, bentuk

pemerintah, hukum, undang-undang dan peraturan pemerintah yang mempengaruhi transaksi

bisnis, perjanjian dengan Negara lain, hak paten dan merek dagang. Adanya peraturan

pemerintah mengenai pembentukan dan pengawasan organisasi yang membatasi kebijakan

manajerial, termasuk dalam hal pengelolaan sumber daya manusia dan bagaimana pengaturan

perusahaan harus beroperasi. Guna menciptakan suasana kondusif untuk mengembangkan

aktivitas organisasi bisnis di berbagai bidang. Pertimbangan hukum juga perlu diperhatikan

perusahaan, antara lain kendala politik diberlakukan terhadap perusahaan melalui keputusan
perdagangan yang wajar, program perpajakan, penentuan upah minimum, kebijakan polusi dan

harga serta banyak tindakan lainnya yang bertujuan untuk melindungi karyawan, konsumen,

masyarakat umum dan lingkungan. Beberapa tindakan politik dan hokum juga didesain untuk

memberi manfaat dan melindungi perusahaan.

3) Kondisi sosial budaya

Para manajer perlu memperhatikan adanya perubahan sosial budaya masyarakat

khususnya pola dan tren pasar yang dituju. Manajer perlu menyesuaikan strategi bisnis terutama

pemasarannya dengan kondisi nilai-nilai sosial, kebiasaan, dan selera konsumen. Faktor sosial

yang mempengaruhi suatu perusahaan mencakup keyakinan, nilai, sikap, opini yang

berkembang, dan gaya hidup dari orang-orang di lingkungan mana perusahaan beroperasi.

Faktor-faktor ini biasanya dikembangkan dari kondiasi cultural, ekologis, hak asasi manusia,

adat-istiadat, norma, nilai, kepercayaan, bahasa, sikap, perilaku, agama, selera, aspirasi,

pendidikan dan lembaga sosial terkait., pendidikan, dan kondisi etnis.

4) Kondisi demografi

Kondisi demografi mencakup kebiasaan yang berlaku dalam karakteristik fisik dari

populasi, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lokasi geografis, pendapatan, konsumsi

keluarga. Perubahan pada karakteristik-karakteristik ini perlu diperhatikan oleh perusahaan

karena dapat berpengaruh pada kebijakan manajemen perusahaan dalam merencanakan,

mengorganisasikan, memimpin dan mengontrol organisasi bisnisnya.

5) Teknologi

Teknologi merupakan salah satu faktor lingkungan umum yang paling dramatis atau

paling cepat mengalami perubahan. Teknologi pun menjadi salah satu faktor yang

mempengaruhi keputusan manajer terutama dalam hal pengembangan produk. Kemajuan


teknologi secara dramatis telah mengubah produk, jasa, pasar, pemasok, distributor, pesaing,

pelanggan, proses manufaktur, praktik-praktik pemasaran dan posisi persaingan. Kemajuan

teknologi dapat menciptakan pasar baru, perkembangan produk, dan lain sebagainya. Perubahan

teknologi dapat mengurangi atau menghilangkan perbedaan biaya antar perusahaan, menciptakan

proses produksi yang lebih singkat, menciptakan kelangkaan pada tenaga tehnikal serta mampu

merubah nilai-nilai dan harapan para stakeholders.

6) Kondisi Lingkungan Alam

Kondisi lingkungan alam Merupakan kondisi umum dari alam dan kondisi lingkungan

fisik. Lingkungan alam, memperlihatkan kekurangan potensial dari bahan baku tertentu, biaya

energi yang tidak stabil, tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan hijau yang berkembang

untuk melindungi lingkungan.

7) Globalisasi.

Globalisasi adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi organisasi bisnis.

Manajer dari perusahaan besar maupun kecil yang ada di dalam negeri semakin ditantang dengan

meningkatnya jumlah pesaing sebagai dampak dari adanya pasar global yang merupakan bagian

dari lingkungan eksternal.

Perbedaan dalam factor-faktor yang berkaitan tersebut akan sangat terasa bagi organisasi

yang beroperasi international. Kondisi dalam lingkungan umum tersebut banyak berbeda dalam

satu Negara dengan Negara-negara lainnya. Para manajer yang berhasil dari organisasi yang

beroperasi international dapat memahami berbagai perbedaan ini dan membantu organisasi

dalam membuat penyesuaian operasional yang diperlukan.


C. Perusahan First Travel dan Permasalahanya

1. Profil Perusahaan

First Travel mengawali usahanya dari sebuah bisnis biro perjalanan wisata, di bawah

bendera CV First Karya Utama yang didirikan pada tanggal 1 Juli 2009. Biro perjalanan First

Travel pada awalnya hanya menawarkan layanan perjalanan wisata domestik dan internasional

untuk klien perorangan maupun perusahaan. Kemudian sejak tahun 2011 hingga kini, First

Travel merambah bisnis perjalanan ibadah umroh di bawah bendera PT First Anugerah Karya

Wisata, dan berkembang pesat dari tahun ke tahun.

Perkembangan bisnis perjalanan umroh First Travel ini ditandai dengan perolehan

berbagai penghargaan, serta tingginya angka kepesertaan jamaah umroh hingga tahun berjalan.

Hal ini menandakan tingginya kepercayaan peserta perjalanan umroh untuk pergi beribadah ke

tanah suci bersama first travel sebagai sahabat setia yang selalu menemani dan melayani dengan

baik dari tahun ke tahunnya. Kami yakin kebers

VISI FIRST TRAVEL

Menjadi perusahaan bertaraf internasional dengan standar pelayanan dan etika kerja yang

profesional dan terus berinovasi untuk menjadi yang terbaik.

MISI FIRST TRAVEL

1. Menjadi perusahaan yang memiliki daya saing tinggi melalui pemberdayaan seluruh

jajaran dalam organisasi perusahaan dengan efektif dan efisien dalam kegiatan

operasional perusahaan.

2. Menyediakan pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan dan keamanan yang

dijalankan oleh profesional yang kompeten dan bermotivasi tinggi.


3. Menjadi perusahaan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan

lingkungan sekitarnya sebagai tanggung jawab sosial.

MOTO FIRST TRAVEL

Moto perusahaan First Travel adalah 'enjoy your life', yang berarti memberikan jasa

pelayanan yang berkualitas,sehingga tercipta pengalaman yang menyenangkan dan selalu diingat

oleh pelanggan.

Disiplin yang dilakukan First Travel dengan menjaga reputasi perusahaan dan pribadi

secara konsisten, dengan senantiasa disiplin dan profesional dan menerapkan standar kebijakan

manajemen perusahaan dan sikap pribadi sehingga dalam berprilaku dan bekerja yang diterapkan

setiap waktu. Sebagai perusahaan penyedia jasa perjalanan umroh resmi, First Travel telah

mengantongi izin umroh bernomor D/723 Tahun 2016, yang dikeluarkan oleh Departemen

Agama Republik Indonesia.

First Travel memiliki nilai - nilai Perusahaan yang diterapkan pada seluruh jajaran

organisasi, yaitu:

Focus :

Memberikan seluruh perhatian dalam bekerja untuk mencapai tujuan / target yang telah

ditetapkan perusahaan.

Integrity :

Berkomitment untuk senantiasa jujur dan menjunjung standar etika yang tinggi dalam perkataan

dan tindakan untuk meraih kepercayaan pelanggan


Results-oriented :

Bekerja secara efektif dan efisien dalam melayani kebutuhan pengguna jasa dengan

mengutamakan hasilterbaik demi menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan

Service excellence :

Tanggap dalam melayani keinginan dan kebutuhan pelanggan sesuai dengan standar prosedur

dan nilainilai yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Team work :

Membangun dan menjaga suasana kerja yang sehat dan saling mengormati dalam mencapai

tujuan perusahaan dengan mendorong kemampuan dan bakat dari setiap personal di da

Layanan unguulan yang diberikan oleh Biro perjalanan First Travel Berbeda dengan

kebanyakan layanan agen perjalanan dan umroh sekelasnya, First Travel begitu memperhatikan

detil kebutuhan calon jamaah umroh dan peserta tur wisatanya. Customer service First Travel

juga siap sedia membantu kliennya dalam memenuhi persyaratan perjalanan ibadah umroh atau

tur wisatanya. Kelengkapan administratif dan ketepatan waktu pengurusan sangat diperhatikan

untuk meminimalisir kesalahan, keterlambatan dan kegagalan pemberangkatan.

LAYANAN INTEGRATIF DAN MENYELURUH

REMINDER - Selama dimana para calon jamaah umroh maupun peserta tur wisata akan

senatiasa diingatkan terkait keperluan administratif,baik pengadaan paspor, pengurusan

visa dan kelengkapan lainnya.

FLEKSIBILITAS KEBERANGKATAN yaitu tersedianya pilihan waktu keberangkatan

yang fleksibel dengan tingkat keberangkatan yang tinggi.


PEMBEKALAN, yang tidak hanya diberikan secara menyeluruh saat manasik umroh

maupun pendaftaran tur wisata, namun hingga di lounge Bandara Soekarno-Hatta, untuk

memastikan jamaah mengerti dan memahami perjalanan ibadahnya.

FASILITAS TRANSIT LOUNGE BANDARA, Fasilitas transit di Lounge sekitar

bandara khususnya bagi peserta paket umroh ini, juga merupakan keistimewaan yang

diberikan First Travel. Selain pembekalan, di lounge ini jamaah juga dijamu dengan

'makan berat' sebelum pesawat tinggal landas menuju tanah suci, agar jamaah lebih siap

secara fisik selama perjalanan.

PENERBITAN SURAT SEHAT, juga menjadi kelengkapan layanan yang disediakan

oleh First Travel. Layanan vaksinasi, khususnya bagi calon jamaah umroh, juga tersedia

di kantor pusat, dengan menghadirkan secara langsung tenaga ahli kesehatan melalui

perjanjian terlebih dahulu.

PENGIRIMAN PERLENGKAPAN IBADAH UMROHOLEH PT POS

INDONESIA, yang aman dan tepat waktu (biaya ditanggung oleh jamaah). Dengan

demikian jamaah tidak perlu repot lagi dalam penyediaan perlengkapan ibadah

umrohnya.

PENDAMPINGAN YANG DILAKUKAN SECARA KONTINYU, untuk memastikan

jamaah mendapatkan layanan terbaik dan kebutuhannya juga telah lengkap tersedia.

KUNJUNGAN JAMAAH ke setiap pintu ketika di tanah suci oleh staf agen maupun

Direktur First Travel sendiri, untuk memastikan langsung kondisi dan segala kebutuhan

jamaah terpenuhi dengan baik.


MUTHAWWIF (atau guide/pendamping) yang berpengalaman dan handal, akan

melakukan pendampingan pada jamaah selama ibadah umroh berlangsung.

KATERING CITARASA NUSANTARA, bagi peserta umroh reguler. Keistimewaannya,

masakan yang dihidangkan merupakan makanan olahan chef Indonesia, dengan citarasa

lidah negeri asal dan kenikmatan yang teruji, sehingga jamaah tidak merasa asing dalam

menikmati hidangan selama menunaikan ibadah umroh

2.Permasalahan yang terjadi pada First Travel

First Travel memasarkan umrah dengan harga murah, yakni Rp14 jutaan. Padahal,

umumnya, biaya umrah paling sedikit Rp19 juta. Harga murah inilah yang ditengarai menjadi

pemicu masalah tertundanya keberangkatan jemaah. Kantor First Travel sempat digeruduk

ratusan peserta umrah pada Kamis 20 April 2017 lalu. Mereka memprotes lantaran tak kunjung

berangkat ziarah ke Tanah Suci. Umumnya jemaah dijanjikan akan berangkat akhir 2015, tapi

hingga April lalu mereka tak kunjung diberangkatkan.Kegundahan peserta umrah First Travel

mencuat lantaran beredar selebaran pada bulan sebelumnya yang menawarkan sejumlah opsi

untuk memberangkatkan jemaahnya. Meski telah membayar lunas, calon Jemaah umrah masih

belum memperoleh kepastian mengenai jadwal pemberangkatannya. Wacananya pun meruncing

ke soal penelantaran jemaah

Keberangkatan pesawatnya untuk rute penerbangan dari Jakarta ke Jeddah, Arab Saudi

juga sempat diundur disebabkan visa yang belum keluar. Dari penelusuran data First Travel,

total jemaah promo yang daftar bulan Desember 2016 sampai Mei 2018 ada 72.682 orang," Dari

jumlah yang terdaftar, sebanyak 14.000 orang sudah diberangkatkan. Sementara sisanya belum
juga pergi ke tanah suci meski Sudah membayar lunas."Yang belum berangkat ada 58.682

orang," kata Herry. Kompas.com - 22/08/2017, 13:27 WIB

D.First Travel dilihat dari sudut pandang lingkungan Bisnis

Dilihat dari sudut pandang lingkungan bisnis berdasarkan tingkat pengaruh pada

perusahaan first Travel Lingkungan eksternal lah yang menjadi kekuatan luar yang

mempengaruhi kinerja organisasi dari luar batas organisasi yaitu pesaing. Dimana pesaing

merupakan organisasi tertentu yang menawarkan barang dan jasa yang sama atau serupa kepada

kelompok konsumen atau nasabah yang sama. Biasanya setiap perusahaan mempunyaai satu atau

lebih pesaing. Perusahaan perlu lebih memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen melalui

penawaran produk dan jasa yang lebih baik dari pesaing. Yang terjadi pada First Travel adalah

dampak persaingan bisnis.

First Travel adalah pemain baru dalam bisnis perjalanan wisata. Tapi bukan juga agen

kecil. Cabangnya tersebar di banyak daerah. Berdasarkan data yang berhasil dihimpun,

sepanjang 2012, dengan penjualan paket reguler sekitar Rp23 jutaan, First Travel mampu

memberangkatkan total 800 orang jemaah umrah. Pada tahun itu juga, First Travel mulai

menawarkan paket promo dengan biaya yang ringan dikantong. Alhasil, mereka mampu

mendapatkan 3.600 pemesan untuk musim umrah selanjutnya. Promosi paket murah ini menjadi

andalan. Pada 2013, First Travel sukses mengantongi sekitar 14.700 calon jemaah pengguna

jasanya. Angka itu mulai menyentuh rata-rata jumlah jamaah yang umumnya diperoleh biro

perjalanan umrah yang sudah mapan.


Salah satu asosiasi agen penyelenggara umrah, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan

Umrah Republik Indonesia (Amphuri), menetapkan standar minimal biaya perjalanan umrah.

'Tarif bawah' itu ditetapkan USD$ 1.700, atau saat itu sekitar Rp20 jutaan. Bila ada biro yang

menawarkan harga di bawah itu, patut dicurigai. Aturan main ini diikuti oleh asosiasi biro umrah

lainnya, yakni, Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Asosiasi Penyelenggara

Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo), dan Kesatuan Tour Travel Haji dan Umrah

Republik Indonesia (Kesthuri).

First Travel sendiri tidak tergabung di keempat asosiasi ini, namun, tetap terdaftar secara

resmi di Kemenag. Artinya, First tidak terikat dengan aturan main batas minimal biaya umrahnya

asosiasi. Laju bisnis First melesat pesat dengan paket umrah murahnya. Seiring itu, nama

perusahaannya pun kian berkibar setelah meraih penghargaan Business & Company Winner

Award 2014 untuk kategori "The Most Trusted Tour & Travel".

Mahfum jika pada musim umrah 2014-2015 mereka berhasil mengantongi pemesanan

hingga 35.000 lebih jamaah umrah. Bahkan, manasik umrah yang digelarnya di Gelora Bung

Karno pada 1 November 2014 tercatat dalam rekor MURI; Manasik Akbar Umrah Terbesar yang

pernah ada di Indonesia.Mengintip data Kemenag, pada 2015, jumlah total jamaah umrah

Indonesia tercatat 649 ribu orang. Sementara jumlah penyelenggara umrahnya yang terdaftar

sebanyak 651 agen travel. Artinya, dengan total jamaah yang akan diberangkatkan, anak baru di

bisnis umrah itu telah berhasil menguasai lebih dari 6% pasar umrah 2015. Sisanya terbagi ke

651 agen lainnya yang rata-rata sudah mapan dan berusia lebih tua.

Ditengah besarnya pasar umrah, aksi-aksi penipuan kian santer. Pelakunya rata-rata agen

yang tidak terdaftar di Kemenag. Ada jamaah yang tidak diberangkatkan, namun biayanya sudah
dibayar lunas. Ada pula yang diberangkatkan, tapi ditelantarkan, hingga tak bisa kembali ke

tanah air.

Penertiban pun dimulai. Dari moratorium Kemenag soal jumlah penyelenggara umrah,

sampai kampanye besar-besaran ihwal penggunaan biro perjalanan umrah yang legal, semua

dilancarkan. Selain itu, Peraturan Menteri Agama tentang penyelenggaraan umrah juga

diterbitkan, yakni, PMA Nomor 18 Tahun 2015. Salah satu poinnya adalah, tidak

direkomendasikannya penerbitan visa bagi PPIU atau biro perjalanan umrah yang tidak terdaftar

di Kemenag.

Dalam aturan tersebut, ditegaskan pula, bagi PPIU yang tidak memiliki rekomendasi

asosiasi penyelenggara umrah, tidak diperkenankan mendapatkan visa. Aturan ini tentu menjadi

soal bagi First Travel yang tidak tergabung dalam asosiasi penyelenggara umrah. Apalagi

posisinya kurang menguntungkan, yaitu, pemain baru yang berhasil melahap porsi besar kue

bisnis di pasar umrah.

Berdasarkan informasi saat itu, First Travel sempat mendaftarkan diri ke empat asosiasi

yang ada. Langkah itu penting, karena rekomendasi asosiasi dibutuhkan guna memudahkan visa

untuk jamaahnya. Tapi ternyata keempat asosiasi yang ada tak membuka pintu bagi First untuk

masuk keanggotaan. Alasannya, First tidak memenuhi salah satu syarat yang mereka ajukan,

yaitu, mempresentasikan pola kerja dan jaringan bisnis jasa umrah berbiaya murahnya.

Tidak salah bila asosiasi mempertanyakan hal itu, karena konsekuensi hukumnya pun

besar bila terjadi sesuatu. Hal ini merujuk pada bahayanya penerapan skema ponzi yang

berpotensi menjadi bom waktu di kemudian hari. Namun belakangan First menolak tudingan

skema 'subsidi dari jemaah baru' ala ponzi untuk promo paket murahnya.
Merespons penolakan asosiasi, First pun menginisiasi pembentukan asosiasi

penyelenggara umrah baru pada 2016. Bersama beberapa agen perjalanan lainnya, mereka

membentuk Perkumpulan Travel Umrah dan Haji (Pratama). Andika, si pemilik First Travel,

diposisikan sebagai ketua dari asosiasi yang baru lahir itu. Kemenag pun memberikan ruang

kepada Pratama sebagai binaannya.

Hal ini dibenarkan oleh Direktur Bina Haji dan Umrah Kementerian Agama Muhajirin

Yanis saat kami sambangi, Selasa, 2 Mei 2017. "Kami tidak melarang orang berserikat dan itu

tidak dalam kewenangan kami melarang atau menyuruh," kata dia. Artinya, saat itu First telah

berada dalam sebuah asosiasi dan sudah tentu bisa mendapatkan rekomendasi guna memuluskan

pengurusan visa, seperti yang disyaratkan dalam Pasal 18 di PMA No 18/2015.

Kini, dengan kehadiran Pratama, asosiasi pengeyelanggara umrah di Indonesia tidak lagi

hanya ada empat, namun menjadi lima asosiasi yang dibina Kemenag.Menariknya, empat

asosiasi terdahulu sempat melobi Kemenag. Menurut Muhajirin, beberapa orang yang mewakili

empat asosiasi pernah membujuknya agar mengadakan kebijakan pemerintah melalui Kemenag

yang memberikan pengakuan kerja sama penyelenggaraan umrah dengan agen perjalanan yang

dapat dipercaya.Mereka meminta supaya diterbitkan surat pengakuan bahwa mereka adalah

mitra sah (untuk merekomendasikan visa), kata Muhajirin.

Permintaan itu langsung ditampik oleh Muhajirin. Alasannya, ia tak mau Kemenag

memperkeruh keadaan dan memancing kegaduhan di kalangan pengusaha jasa agen perjalanan.

Apalagi, jika keinginan mereka dikabulkan, ini justru dapat menimbulkan kesan tentang ada

keistimewaan alias perlakuan khusus bagi asosiasi penyelenggara umrah tertentu. Ketua Himpuh

Baluki Ahmad mengkonfirmasi upaya membujuk Kemenag tersebut. Ia menuturkan, empat


asosiasi pernah menjalin pertemuan dengan Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Kerajaan Arab

Saudi. Pembicaraannya soal pemunculan syarat baru pengeluaran visa dari Kedutaan Besar

Kerajaan Arab Saudi agar melalui rekomendasi asosiasi yang diakui Kemenag.

Dari situ, keempat asosiasi meminta Kemenag mengeluarkan surat pengakuan resmi yang

dimaksud. Namun, Kemenag menolaknya karena dianggap tidak perlu. Kami pun kembali

membicarakannya dengan Konsul, dan akhirnya syarat itu tidak jadi diberlakukan. First Travel

tampak yakin bisa mendapatkan visa dan memberangkatkan jemaahnya di akhir 2016 hingga

awal 2017. Bahkan, pada 6 November 2016, manasik umrah kembali mereka gelar di Masjid

Istiqlal, Jakarta. Dihadiri sekitar 40 ribu calon jemaah umrah.

Tapi, mimpi buruk itu datang. Jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Desember 2016,

harus ditunda. Alasan First Travel cukup mengagetkan; penundaan itu terjadi karena visa

jemaahnya tidak bisa diurus lantaran diboikot maskapai local. First juga menyeret empat

asosisasi lama yang disebutnya bersekongkol dalam dugaan pemboikotan itu. Dugaan itu muncul

karena sebelumnya, pada Desember 2016, keempat asosiasi lama sempat kembali meminta First

untuk menaikan harga paket umrah. Namun permintaan itu ditolak oleh First Travel. Karena

merasa diboikot,

Pada sisi lain, Muhajirin membantah dugaan persekongkolan untuk memboikot

penerbangan jamaah First Travel. Bagi mantan Kakanwil Kemenag Gorontalo itu, tuduhan First

terlalu mengada-ada. Muhajirin pun membenarkan adanya laporan pemboikotan itu. Tapi setelah

pihaknya memberikan penjelasan kepada First Travel, laporan itu pun dicabut

Dalam kasus ini, penyidik menetapkan Direktur Utama First Travel Andika Surachman

dan istrinya, Anniesa Hasibuan, sebagai tersangka. Modusnya yakni menjanjikan calon jemaah
untuk berangkat umrah dengan target waktu yang ditentukan.Hingga batas waktu tersebut, para

calon jamaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan. Bahkan, sejumlah korban mengaku

diminta menyerahkan biaya tambahan agar bisa berangkat.

Sejak melakukan bisnis perjalanan umrah pada 2011 lalu First Travel dikenal dengan

tawaran umrah dengan biaya rendah dalam setiap promosinya, dan pada 2016 mulai ada keluhan

dari jemaah yang disampaikan pada Kementrian agama. kasus yang menjerat First Travel adalah

penipuan dan penggelapan yang bisa dikembangkan ke kasus tindak pidana pencucian uang

(TPPU).

Sebelumnya, Kementerian Agama secara resmi menjatuhkan sanksi administrasi

pencabutan izin operasional sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Peraturan

yang menjadi dasar sanksi itu adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 589 Tahun 2017

per 1 Agustus 2017.

Pencabutan izin dilakukan karena First Travel dinilai terbukti telah melanggar Pasal 65

huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang

Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji. Sedangkan, kepolisian menjerat

suami-istri pemilik First Trafel itu dengan Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP soal Penggelapan dan

Penipuan.

E. Tata Kelola Korban

Marah dan putus asa, itulah hal yang dirasakan oleh para calon jemaah dari First Travel

yang kecewa saat mengetahui keberangkatan mereka untuk umrah ke tanah suci dibatalkan.

Terdata sekitar 35.000 jemaah yang sudah menyetorkan dananya ke First Travel terlantar. Akibat

peristiwa ini First Travel diperkirakan menimbulkan kerugian mencapai Rp. 500 miliar.
First Travel menyatakan ada semacam subsidi dalam program umrah murah First

Travel.Kuasa hukum dari para pelapor korban First Travel, Aldwin Rahadian juga menduga agen

perjalanan umrah ini menggunakan skema ponzi. "Diduga pakai skema ponzi. Jadi yang

nampung jemaah ratusan ribu dan yang diberangkatkan hanya sekian," ujar Aldwin di Jakarta,

Kamis (10/8/2017).

Perencana Keuangan One Shildt Financial Planning Budi Raharjo menuturkan, ada

kemungkinan untuk memberangkatkan jemaah umrah dengan biaya murah disubsidi dari jemaah

lainnya. Jadi pembiayaan umrah salah satu jemaah akan didukung dari jemaah baru untuk

menutupi kekurangan pembiayaan.

Apalagi menurut Budi, biaya umrah dengan lima hari perjalanan lebih dari US$ 2.000

atau sekitar Rp 26,62 juta (asumsi kurs Rp 13.311 per dolar Amerika Serikat). Biaya itu

termasuk biaya makan, transportasi, dan lainnya. Aldwin memperkirakan kerugian para calon

jemaah umrah mencapai Rp 25 miliar. "Kurang lebih kerugiannya Rp 25 miliar. Tapi di luar itu,

masih puluhan ribu jemaah masih banyak," ungkap dia.

Selama dua tahun, kata Aldwin, banyak jemaah tidak diberangkatkan. Mereka yang

diberangkatkan hanya orang-orang tertentu seperti polisi dan lawyer. Asosiasi Penyelenggara

Haji Umrah dan Inbound Indonesia (Asphurindo) Syam Resfiadi menanggapi apa yang

dilakukan pemerintah tersebut sudah sangat tepat. Bahkan, menurut dia, seharusnya pemerintah

melakukan hal itu sejak awal banyaknya pengaduan. Skema ponzi merupakan cara investasi

bodong yang dibayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang

dibayar oleh investor berikutnya. Jadi bukan dari keuntungan diperoleh dari institusi atau

individu.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dengan mengetahui beberapa analisis lingkungan umum perusahaan tersebut

perusahaan dapat mengetahui bagaimana keadaan dilingkungan sekitar baik dari lingkungan

internal dengan berbagai elemen yang telah disebutkan diatas maupun dari lingkungan eksternal

perusahaan. Maka dari itu perusahaan bisa menentukan strategi apa yang harus dilakukan

perusahaan guna menghadapi berbagai keadaan yang terjadi disekitar perusahaan.

Yang paling utama dari analisis lingkungan perusahaan tersebut bagaimana

perusahaan bisa memberikan yang terbaik dan tidak membuat kebijakan yang bisa merugikan

baik perusahaan maupun lingkungan sekitar.

3.2 Saran

Seharusnya setiap perusahaan harus mempunyai analisis lingkungan ini baik secara

internal maupun eksternal. Dengan penerapan analisis lingkungan umum yang baik perusahaan

akan mampu membuat strategi-strategi yang baik guna perusahaan mencapai tujuan dan dapat

berbaur dengan lingkungan tempat perusahaannya agar tidak terjadi konflik yang malah bisa

merugikan perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA

Amir Taufiq. 2011. Manajemen Strategik Konsep dan Aplikasi. Jakarta. PT Raja Grafindo

Persada

Sule Erni Tisnawati & Saefullah Kurniawan. 2008. Pengantar Manajemen. Jakarta. Prenada

Media Group

Daft Richard. 2002. Manajemen. Jakarta : Erlangga

Kompas.com - 22/08/2017, 13:27 WIB

liputan6.com/read
MAKALAH LINGKUNGAN BISNIS DAN HUKUM KOMERSIAL

FIRST TRAVEL

OLEH :

RATNA SARI DEWI

1610247068

PROGRAM MAGISTER AKUNTANSI


UNIVERSITAS RIAU
PEKANBARU
2017