Anda di halaman 1dari 10

SISTEM PEMERINTAHAN

A. SISTEM PEMERINTAHAN PRESIDENSIAL dan semua tindakannya kepada badan


PARLEMENTER DI BERBAGAI NEGARA legislatif.
4. Program-program kebijakan 4 Kekuasaan eksekutif presiden
Pada dasarnya, sistem pemisahan kekuatan politik, termasuk yang kabinet harus disesuaikan dengan dijalankan berdasarkan
diterapkan di Indonesia, bersumber dari ajaran trias politica Montesquieu. tujuan politik sebagian besar kedaulatan rakyat. Presiden dipilih
Demokrasi yang representatif dengan sistem parlementer. Bahwa yang anggota parlemen. Bila kabinet langsung oleh rakyat.
dikehendaki oleh Montesquieu adalah hubungan timbal balik antara suatu melakukan penyimpangan
badan pemerintahan dengan organ yang lain, khususnya antara badan terhadap program-program yang
legislatif dengan badan eksekutif. dibuat, maka anggota parlemen
Demokrasi yang representatif dengan sistem pemisahan kekuasaan sebagai dapat menjatuhkan kabinet
pemisahan kekuasaan secara mutlak. Dalam sistem ini, konstitusi pertama dengan menyatakan mosi tidak
dianggap sebagai dokumen pusaka di atas segalanya kekuasaan. Dalam percaya kepada pemerintah.
sistem ini, organ kekuasaan pemerintahan secara bersama-sama berada
dalam sistem timbang-uji yang saling melengkapi dan saling menguji. 5 Presiden tidak bertanggung jawab
Demokrasi yang representatif dengan sistem referendum. Bahwa badan kepada badan legislatif. Oleh
eksekutif hanya merupakan badan pelaksana dari apa yang telah diputuskan karena itu, presiden tidak dapat
oleh badan legislatif. Sistem ini juga bisa disebut sistem badan pekerja, saling menjatuhakn atau
karena badan eksekutif pada dasarnya merupakan badan pelaksana hasil membubarkan.
keputusan.
Di Inggris
1. Pelaksana Sistem Pemerintahan Parlementer Inggris menerapkan sistem parlementer dalam bentuk pemerintahan monarki konstitusional
yang dikepalai seorang raja, dan kekuasaannya dibatasi oleh konstitusi atau undang-undang
dasar. Inggris memiliki sistem pemerintahan monarki parlementer. Dalam sistem ini, negara
Parlementer cenderung labil, kelabilan ini bisa dikurangi bila sebuah negara
dikepalai oleh raja atau ratu, tetapi ada pula parlementer (DPR) sebagai pemegang
menganut sistem dwipartai.
kekuasaan pemerintahan tertinggi. Dengan sistem ini, raja/ratu Inggris berfungsi sebagai
Perbedaan Sistem Pemerintahan Parlementer dengan Presidensial
kepala negara (simbol kekuasaan) yang kedudukannya tidak dapat diganggu gugat;
No Sistem Pemerintahan No Sistem Pemerintahan
sedangkan kepala pemerintahan Inggris adalah perdana menteri yang dipilih dan
Parlementer Presidensial
bertanggungjawab kepada parlemen Inggris.
1. Kedudukan kepala negara (raja, 1. Dikepalai oleh seorang
Perdana menteri Inggris dibantu oleh para menteri kabinet. Para menteri ini tidak
ratu, pangeran, kaisar) hanya presiden selaku pemegang
bertanggung jawab kepada parlemen Inggris, lagi-lagi karena yang memilih pada menteri
brfungsi simbolis, dan tidak kekuasaan eksekutif (kepala
adalah parlemen.Di Inggris ada hak badan eksekutif (raja/ratu dan kabinet) untuk
dapat diganggu gugat oleh negara sekaligus kepala
membubarkan parlemen.
kekuasaan legislatif. pemerintahan).
Di Inggris terdapat sistem dwipartai (two party system, Parati Konsertiv dan Partai Buruh), di
2. Kekuasaan legislatif lebih kuat 2. Kekuasaan eksekutif lebih
mana hanya ada dua partai yang sangat dominan, yaitu partai yang berkuasa (pemenang
daripada kekuasaan eksekutif kuat dibandingkan kekuasa
pemilu) dan partai opsisi (yang kalah dalam pemilu). Sistem dwipartai ini didukung oleh
(presiden/perdana menteri). an legislatif.
sistem pemilu distrik dan masyarakat yang secara politis relatif homogen.
3. Menteri-menteri (kabinet) diang 3. Menteri-menteri (kabinet)
kat, diberhentikan, dan harus diangkat, diberhentikan, dan
mempertanggungjawabkan hanya bertanggungjawab
kepada presiden.

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
Parlemen Inggris secara teknis terdiri The Crown (raja dan ratu), House
of Lords (Majelis Tinggi), dan House od Commons (Majelis Rendah). Inggris menganut sistem pembagian kekuasaan sebagai berikut:
Tetapi, yang lazim berfungsi hanyalah dua badan terakhir. Saat ini, bagian 1) Kekuasaan legislatif berada di tangan parlemen (House of Common dan House of
terbesar berasal dari House of Commons, anggota badan inilah yang disebut Lords)
sebagai anggota parlemen. Oleh sebab itu, seluruh kekuasaan pemerintahan 2) Kekuasaan eksekutif dipegang oleh ratu dan raja yang menjabat kepala negara dan
Inggris berasal dari tindakan parlemen. Anggota kabinet, termasuk perdana perdana menteri yang menjabat kepala pemerintahan bersama kabinetnya. Kabinet di
menteri, merupakan anggota salah satu dari dua badan parlemen ini, dan Inggris merupakan bagian dari Dewan Menteri (Privy Council), sebuah badan yang terdiri
secara bersama-sama bertanggung jawab kepada House of Commons. atas anggota kabinet yang bertindak sebagai dewan penasihat raja/ratu.
House of Lords sendiri adalah mahkamah tertinggi dalam sistem hukum 3) Kekuasaan yudikatif dipegang oleh supreme court of judicature dan dewan
Inggris. pengadilan lain yang tunduk kepadanya. Dalam bidang kehakiman, kerajaan Inggris
memakai sistem juri untuk menetapkan vonis. Juri berasal dari rakyat biasa yang bukan
House of Commons (Majelis Rendah) ahli hukum.
House of Commons memiliki 659 anggota, yang dipilih dengan sistem distrik
dengan porsi yang sama (equal-size districs). Tugas maksimum parlemen Sejarah Parlemen Inggris
adalah lima tahun. Pemilihan ditetapkan oleh perdana menteri atas dasar Kata parlemen sendiri berasal dari kata Prancis parler (berbicara). Parlemen merupakan
kebutuhan politik. perangkat yang menjadi rujukan rajaa-raja di abad pertengahan untuk membantu
Partai yang memenangkan pemilu berhak membentuk kabinet. Pemimpin menjalankan pemerintahan dan menelaah gagasan yang harus dikonsultasikan oleh raja
kabinet disebut perdana menteri. Menteri-menteri anggota kabinet dengan pembantu-pembantunya.
semuanya berasal dari kalangan partai yang menang, yang kebanyakan
adalah anggota House of Commons. Jadi, kabinet yang terbentuk praktis Mula-mula, parlemen bukanlah sebuah lembaga, melainkan acara. Selama pertikaian antara
terdiri dari anggota satu partai saja. Raja Henry III dan para baronnya, Parlemen Oxford (1258) menekan Henry untuk menerima
aturan yang ditetapkan oleh komite baron. Parlemen Model Edward I (1295) terdiri atas
House of Lords (Majelis Tinggi) seluruh unsur parlemen yang dikenal dewasa ini: uskup dan biarawan, peers, dua ksatria
The House of Lords, beranggotakan sekitar 1200 orang, terdiri atas para dari setiap wilayah, dan dua perwakilan dari setiap kota.
uskup agung geraja Inggris ( archbishop) serta hereditary peers (berasal dari
keluarga bangasawan) dan life peers (diangkat berdasarkan prestasi atau Pada abad ke-14, parlemen dipecah menjadi dua majelis, mengendalikan pembentukan
jasa terhadap negara), semuanya ditunjuk oleh raja/ratu. Pada tahun 1911, undang-undang dan penetapan pajak, mengadakan pengadilan atas raja (1376). House of
dibatasi menjadi 30 hari. Kekuasaannya menjadi 30 hari untuk menetapkan Commons memperoleh kewenangan kuat selama pemerintahan Henry dan penerusnya,
anggaran dan dua tahun untuk tujuan lain. House of Lords yang tidak tetapi secara umum tunduk kepada raja.
memiliki prosedur seformal House of Commons, dapat melakukan penelitian Selama raja-raja Stuart, kerja sama antara singgasana dengan parlemen berubah menjadi
dan pertimbangan tambahan untuk memperbaiki kinerja legislatif. Dalam konflik, yang ditandai pada tahun 1649 dengan diturunkan dan dieksekusinya Charles I dan
melaksanakan fungsinya sebagai mahkamah tertinggi, perwakilannya pada tahun 1688 dan 1689 melalui Glorisous Revolution, yang mengukuhkan kedaulatan
dibatasi pada peers yang memiliki pengalaman hukum saja. parlemen. Mulai abad ke-18, jabatan royal chief executive diubah menjadi jabatan perdana
menteri dan kabinet yang bertanggung jawab kepada House of Commons.

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
Pada abad ke-19, House of Commons menjadi demokratis. The Great Reform 2. Pelaksanaan Sistem Pemerintahan Presidensial
Bill pada tahun 1832 mengizinkan kelas menengah untuk memberikan Presiden tidak bertanggung jawab kepada parlemen. Presiden tidak bisa diturunkan oleh
suaranya untuk kali pertama. Peraturan (akta) 1867 dan 1884 memberi hak parlemen. Presiden hanya bertanggung jawab kepada rakyat yang langsung memilihnya.
suara kepada kelas pekerja, dan kelas lainnya pada tahun 1885. perempuan Sistem ini berasal dari Amerika Serikat, sehingga sering pula disebut sebagai sistem Amerika.
yang minimal berusia 30 tahun diberi hak suara pada tahun 1918, dan Sistem pemerintahan presidensial, ada yang mengembangkan ajaran trias politica murni
kemudian diturunkan menjadi minimal 21 tahun pada tahun 1928. Pada dengan pemisahan kekuasaan (separation of powers), seperti AS, tetapi ada pula yang
tahun 1969, usia minimal untuk bisa memberi suara pada pemilu diturunkan melaksanakan trias politica tidak murni dengan sistem pembagian kekuasaan (distribution of
menjadi 18 tahun. powers). Indonesia masih menganut sistem pembagian kekuasaan.

Bersatunya Inggris dan Skotlandia pada tahun 1707 menambahkan 16 peer Di Indonesia
Skotlandia dan 45 perwakilannya ke parlemen. Adapun Irlandia Dalam membahas tentang sistem pemerintahan negara RI, kita perlu merujuk pada pokok-
menambahkan 32 peer pada tahun 1800, , 4 diantaranya adalah para uskup pokok sistem pemerintahan negara Republik Indonesia :
Irlandia, dan 100 perwakilan lagi. 1) Indonesia adalah negara hukum (rechstaat)
2) Sistem konstitusional
Di Republik Rakyat Cina (RRC) 3) Kekuasaan negara tertinggi berada di tangan rakyat
RRC pasca perang dingin adalah negara komunis sosialis yang terkuat di 4) Presiden ialah penyelenggara pemerintahan negara
dunia. RRC menerapkan sistem partai tunggal (one party system). 5) Presiden tidak bertanggung jawab kepada Dewan Perwakilan rakyat (DPR)
Dinamika pemerintahan negara yang menganut sistem partai tunggal 6) Menteri negara adalah pembantu Presiden
cenderung statis (nonkompetitif) karena diharuskan menerima pimpinan dari 7) Kekuasaan kepala negara tidak tak terbatas.
partai dominan (pusat). Selain RRC, Korea Utara adalah juga negara yang
menerapkan sistem partai tunggal. Dalam sistem ini, tidak ditolerir Sistem pemerintahan presidensial yang diterapkan di Indonesia tidaklah murni menganut
kemungkinan adanya partai-partai lain. trias politica, karena selain ada kekuasaan eksekutif (presiden dan kabinetnya), legislatif
(DPR), dan yudikatif (Mahkamah Agung), masih ada pula kekuasaan konstitutif (MPR), dan
Sistem politik dan pembagian kekuasaan di Cina melalui sistem partai eksaminatif atau inspektif (BPK) dengan sistem pembagian kekuasaan (distribution of
tunggal adalah sebagai berikut: powers).
1) Kekuasaan eksekutif (presiden) dipegang oleh ketua partai sendiri,
sedangkan sekretaris jenderal partai merupakan penyelenggara Sistem politik Indonesia atas basis trias politica dapat dijelaskan sebagai berikut:
pemerintahan tertinggi setingkat perdana menteri. 1. Kekuasaan eksekutif. Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh seorang presiden.
2) Kongres Rakyat Nasional mengemban kekuasaan legislatif, yang Presiden berfungsi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan.
hanya didominasi oleh Partai Komunis Cina. 2. Kekuasaan legislatif. Kekuasaan legislatif dilaksanakan oleh DPR, yang memiliki hak
3) Kekuasaan yudikatif dijalankan secara bertingkat oleh pengedilan mengawasi jalannya pemerintahan dan mengahukan rancangan undang-undang.
rakyat di bawah piminan Mahkamah Agung Cina. Pengadilan rakyat 3. Kekuasaan yudikatif. Kekuasaan yudikatif dilaksanakan oleh Mahkamah Agung. Ketua
bertanggung jawab kepada Kongres Rakyat Nasional di setiap tingkatan. Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh para hakim agung. Para hakim agung ini
diusulkan oleh komisi yudisial kepada DPR, untuk disetujui dan diangkat oleh presiden.
MA memiliki wewenang kasasi hukum.

Di Amerika Serikat
Negara serikat yang terdiri dari 51 negara bagian, tunduk pada konstitusi yang dibuat pada
tahun 1787. Konstitusi tersebut sudah beberapa kali diamandemen, dan bercirikan Trias

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
Politica Montesquieu dengan sistem presidensial pertama yang memiliki Kekuasaan Check Atas Kekuasaan Check Atas Kekuasaan
Konstitusi tertulis (tersusun dalam suatu dokumen tertentu). Eksekutif Yudikatif
Di AS salah satu prinsip dasar yang mendasari sistem pemerintahan adalah Mengajukan rancangan Kontrol kepatutan Senat menyetujui
demokrasi perwakilan. undang-undang penunjukkan hakim
Mengajukan anggaran Dapat mengesampingkan Memiliki kekuasaan
Demokrasi di AS didasari oleh 6 (enam) ide dasar : federal, menetapkan penolakan eksekutif atas untuk meng-impeach
1. Rakyat harus menerima prinsip Majority Rule (kekuasaan mayoritas) pajak, dan mendanai perundang-undangan (mengadili) dan
2. Hak politik kaum minoritas harus dilindungi fungsi eksekutif dengan persetujuan 2/3 memecat hakim.
3. Warga negara harus menyetujui sistem undang-undang suara di setiap bagian
4. Pendapat dan gagasan rakyat tidak boleh dibatasi kongres (baik senat
5. Semua warga negara harus berkedudukan sama di depan hukum maupun House of
6. Pemerintah ada untuk melayani rakyat, karena pemerintah memperoleh Representatives)
kekuasaannya dari rakyat. Dapat mengadili (meng-
impeach dan memecat
Untuk melaksanakan ide demokrasi dasarnya ini, AS membangun Membangun dewan presiden) Mengontrol kepatutan
pemerintahannya atas 4 (empat) dasar : federal yang lebih Dewan Federal
1. Kedaulatan rakyat, yang berarti bahwa rakyat adalah sumber teratas rendah, posisi yudikatif Senat dapat mengingkari
kewenangan pemerintah, Menyetujui perjanjian konfirmasi penunjukkan Dapat mengontrol
2. Pemerintahan perwakilan dan penunjukkan eksekutif atau perjanjian kekuasaan yudikatif
3. Checks and Balances jabatan federal dengan negara lain. dengan menambah
4. Federalisme, yaitu bahwa kekuasaan dibagi atas berbagai tingkat hakim baru dan
pemerintahan. Memiliki hak supervisi menciptakan sistem
(pengawasan) pengadilan baru
Maksud Checks and Balances adalah ketiga cabang pemerintahan saling Mengumumkan perang Menulis peraturan yang
kontrol dan menstabilkan satu sama lain melalui fungsinya yang terpisah. dapat membatasi
kekuasaan oleh
supreme court dalam
undang-undang
tertentu

Sistem Check and Balance ala Amerika Serikat Eksekutif

Legislatif Kekuasaan Check Atas Kongres Check Atas Yudikatif

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
Menyetujui Menolak rancangan Presiden menunjuk gabungan demokrasi langsung dan tak langsungdengan prinsip federalisme, dimana unit-unit
rancangan undang- undang-undang hakim pemerintahan subnasional diberi kekuasaan luas.
undang yang Kekuasaan tertinggi di tangan rakyat, yang memilih wakil-wakilnya dan juga melakukan
diajukan oleh kongres Berwenang Presiden dapat fungsi legislatif dengan cara referendum. Dalam pemilu federal, warga negara berusia 18
mengadakan mengampuni orang tahun atau lebih memiliki hak pilih.
Menunjuk hakim dan pertemuan khusus yang divonis bersalah
pegawai pemerintah dengan kongres oleh pengadilan federal Dibawah sistem federalisme Swiss, daerah-daerah yang disebut kanton-kanton dan setengan
federal lainnya kanton melalukan seluruh kekuasaan pemerintahan, kecuali :
Kekuasaan untuk 1. Kekuasaan mengumumkan perang dan damai,
Panglima tertinggi mengistirahatkan 2. mengesahkan traktat dan kesepakatan persekutun perang
angkatan bersenjata kongres 3. melatih, mempersenjatai, dan mengarahkan angkatan bersenjata,
4. mengatur perdagangan luar negeri.
Menegosiasikan Wakil presiden
perjanjian dengan mengontrol senat, Baik pemerintah federal maupun unit-unit subnasional (kanton dan komunal) memiliki
pemerintah asing melalui pengambilan kekuasaan untuk menetapkan pajak.
suara dengan Pemerintah Federal juga mengatur :
absolute majority 1. mengatur lalu lintas, jalur kereta api, dan komunikasi
(50% + 1) 2. pembangkit listrik tenaga air
3. pendidikan tinggi.
Yudikatif 4. masalah buruh
Kanton-kanton memiliki kebebasan dalam bidang politik secara luas dan memiliki otonomi
Kekuasaan Check Atas Kongres Check Atas Eksekutif administratif tingkat tinggi.
Mengatur kesesuaian Judicial review atas Judicial review atas
Sistem demokrasi langsung di Swiss dijalankan melalui Hak Inisiatif dan Hak Referendum.
tindakan legislatif undang-undang yang tindakan eksekutif
Hak Inisiatif adalah hak bagi rakyat untuk mengambil prakarsa mengajukan suatu usul,
Kongres dan dibuat Kongres
baik mengenai Konstitusi maupun UU biasa.
Eksekutif dengan
Hak Referendum instrumen demokrasi langsung di Swiss, yang memungkinkan rakyat
Konstitusi
secara langsung menentukan jalannya pemerintahan. Referendum bertujuan menghindari
pemerintahan yang absolut.
Kepala sidang Kepala sidang Kepala sidang
Rakyat langsung mengawasi peraturan perundang-undangan melalui :
pengadilan presiden pengadilan Presiden pengadilan presiden
Referendum Obligator : berlaku dan mengkatnya rancangan UU tergantung pada
(impeachment) (impeachment) (impeachment)
persetujuan seluruh rakyat, terutama mengenai Konstitusi Negara.
Referendum Fakultatif : suatu peraturan yang semula diumumkan oleh legislatif, dan bila
pada waktu yang telah ditentukan rakyat menyatakn tidak setuju dengan jumlah minimal
tertentu, maka peraturan itu dianggap batal.

Amandeman Konstitusi dapat dilakukan melalui petisi 100.000 pemilih, dan harus diratifikasi
melalui referendum. Petisi 50.000 pemilih atau delapan kanton dapat memaksakan
DI SWISS referendum atas UU yang diusulkan.
Swiss adalah pemerintahan Federal yang diatur menurut Konstitusi 1874,
yang telah berkali-kali diamandemen. Sistem Politik Swiss merupakan Referendum telah banyak memutuskan persoalan penting, diantaranya :

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
1. didirikannya Kanton Jura pada tahun 1979, STANDERAT; atau Majelis Negara Bagian, atau Majelis Tinggi, memiliki 46 anggota (dua
2. penolakan pembatasan aborsi & beberapa bentuk alat kontrasepsi,1985, untuk tiap kanton dan satu untuk setengah kanton) yang masing-masing dipilih untuk
3. pengetatan pembatasan imigrasi dan suaka politik tahun 1987, berbagai periode menurut kebijakan kanton.
4. menjadikan illegal masalah diskriminasi ras, propaganda rasis, dan NATIONALRAT; atau Majelis Nasional, yaitu Majelis Rendah, memiliki 200 anggota yang
penolakan terhadap Holocaust Nazi, di Jerman pada tahun 1994, dipilih selama 4 (empat) tahun denagn system perwakilan proporsional. Kursi di Dewan
5. menolak usulan penghapusan angkatan militer pada tahun 2001, Nasional dialokasikan dalam kanton-kanton menurut ukuran populasi, di mana setiap kanton
6. Tahun 2002 para pemilih di Swiss menyetujui referendum yang menerima minimal satu kursi.
mendukung keanggotaan Swiss di PBB, referendum juga memperluas
hak-hak wanita, YUDIKATIF
7. Referendum 1971 memberi wanita hak memberi suara pada pemilu Federal tribunal, yang bertempat di LAUSANNE, adalah Majelis Agung. Lembaga ini memiliki
federal (akhirnya diperluas di semua kanton tahun 1990), Yurisdiksi final dalam mengatasi persoalan antara pemerintahan federal dan kanton,
8. Amandemen konstitusi tentang persamaan hak yang disepakati pada perusahaan dan individu, dan antar kanton. Mahkamah ini terdiri dari 30 orang hakim yang
referendum 1981, ditunjuk selama 6 (enam) tahun oleh Majelis Federal.
9. Referendum 1985 memberi wanita kesetaraan hokum dengan pria dalam Tidak ada pengadilan yang lebih rendah. Vonis mati bagi warga sipil duhapuskan pada tahun
perkawinan. 1942, dan selanjutnya juga dihapuskan bagi kejahatan perang pada tahun 1991.
Setiap kanton memiliki sistem pengadilan otonomi sendiri, termasuk pengadilan kriminal dan
EKSEKUTIF sipil dan naik banding. Pengadilan kanton bertangung jawab menginterpretasikan UU Federal
Kekuasaan eksekutif di Swiss berada di tangan BUNDESRAT, atau Dewan jika terkait dengan masalah lokal. Masalah hukum kanton terdiri atas dua atau tiga level
Federal. Bundesrat terdiri atas 7 (tujuh) anggota yang dipilih untuk masa pengadilan, tergantung pada luas kanton. Kitab hukum perdata, pidana, dan dagang
empat tahun melalui sidang paripurna parlemen. Anggota Bundesrat dipilih diperkenalkan pada tahun 1942.
dari anggota-anggota parlemen dan bertanggung jawab kepada badan ini.
Seluruh partai politik utama diwakili di Bundesrat, dan tidak ada dua anggota
Bundesrat yang berasal dari kanton yang sama. B. PELAKSANAAN SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA RI serta KELEBIHAN
Bundesrat mengesahkan Undang-undang yang ada, merumuskan per dan KEKURANGANNYA
undang-undangan yang baru, melaksanakan hubungan luar negeri, dan
mengesahkan mobilisasi tentara. Tulisan berikut ini disandarkan pada studi yang dilakukan oleh www.transparansi.or.id.
Badan Legislatif memilih seorang Presiden dan Wakil Presiden dari anggota- Lembaga ini mengelompokkan kenerja UUD 1945 dengan kerangka analisa demokrasi
anggota dewan untuk masa satu tahun saja. Presiden mengontrol rapat- menurut permasalahan-permasalahan tertentu yang dianggap erat kaitannya dengan
rapat Bundesrat, tetapi juga memiliki posisi yang sangat simbolis. Setiap demokrasi, yaitu Hak Asasi Manusia, Kekuasaan Pemerintahan, Kekuasaan
tujuh anggota dewan mengepalai satu kementerian Federal. Kementerian Parlemen, dan Kekuasaan Kehakiman.
tersebut adalah :
1. Kementerian Ekonomi, 5. Kementerian keuangan,
2. Kementerian Luar negeri, 6. Kementerian pertahanan,
3. Kementerian Transportasi & energi, 1. SISTEM PEMERINTAHAN NEGARA YG DIANUT OLEH UUD 1945
4. Kementerian dalam negeri, 7. Kementerian keadilan & kepolisian (terlalu banyak delegasi untuk mengatur HAM dalam UU organik)

LEGISLATIF Sebagai contoh


Parlemen Swiss, yang disebut Majelis Federal, meliputi 2 (dua) dewan. untuk pasal yang sangat penting dalam HAM, pasal 28 UUD 1945 yang menyerahkan pada
Standerat dan Nationalrat. UU (UU dibuat oleh Presiden dan DPR) untuk menetapkan lebih lanjut tentang kemerdekaan
berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pikiran denga lisan dan tulisan.

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN

Dengan adanya UU Kepartaian dan GOLKAR, UU no.3 tahun 1985, HANS KELSEN
negara pernah melakukan kontrol dan supervisi terhadap partai politik. Membagi bentuk-bentuk organisasi negara yang berkaitan dengan pembagian teritorial
Kebebasan membuat partai politik dilarang. Warga negara hanya boleh menjadi dua, yaitu SENTRALISASI dan DESENTRALISASI.
memilih satu dari tiga kekuatan formal yang diakui negara. Negara sewaktu- Sentralisasi mengandung arti bahwa semua norma yang berlaku bagi seluruh teritorial
waktu dapat membubarkan atau membekukan partai politik. yang dijangkauannya; ini berarti bahwa semua norma nya memiliki bidang validitas teritorial
yang sama.
Kasus yang terjadi partai politik juga berlaku pada Organisasi Massa, dengan Desentralisasi terdiri dari norma-norma yang memiliki bidang viliditas teritorial yang
adanya UU no. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. berbeda. Selanjutnya KELSEN berpendapat bahwa hanya derajat desentralisasi itulah
Adanya keketentuan bahwa ORMAS harus berasas Pancasila. yang membedakan negara kesatuan dengan negara federal.
Maka dianutnya bentuk negara kesatuab oleh UUD 1945 bukanlah kesalahan konseptual.
Seharusnya pasal-pasal yang telah memuat HAM harus diatur dengan klausul Munculnya implikasi negatif bukan disebabkan oleh bentuk negara kesatuan, melainkan
yang bersifat pernyataan, dan tanpa mendelegasikan (menyerahkan) demokratisnya penyelenggaraan konsep negara kesatuan tersebut di tataran pelaksanaan.
pengaturan lebih anjutnya kepada UU organik maupun peraturan Oleh karena itu Pasal 1 ayat (1) UUD 1945 tetap relevan untuk dipertahankan, dengan
perundang-undangan lainnya. catatan bahwa asas desentralisasi ini harus disebutkan secara eksplisit berikut batasan-
batasan pokok yang menutup peluang reduksi pada tingkat peraturan pelaksanaannya.
Maka UU yang bersifat melanggar HAM seperti UU Kepartaian tahun 1985,
UU Ormas dan UU Pokok Pers tidak akan dapat dilahirkan kembali di masa KEKUASAAN PEMERINTAHAN SECARA HORIZONTAL
yang akan datang. Kekuasaan pemerintahan disini diartikan sebagai kekuasaan lembaga penyelenggara
pemerintahan yang menjalankan fungsinya dalam hubungan nya dengan cabang-cabang
Dalam Sidang Istimewa MPR tahun 1998, telah ditetapkan Ketetapan MPR kekuasaan negara lainnya dalam rangka pembagian kekuasaan secara horizontal.
no. XVII/MPR/1998 tentang HAM, yang memuat Pandangan dan Sikap Pasal 4 UUD 1945 menyebutkan secara eksplisit bahwa kekuasaan pemerintah an RI
Bangsa Indonesia terhadap HAM dan Piagam HAM. Piagam HAM tersebut dipegang oleh Presiden dengan dibantu oleh seorang wakil presiden.
terdiri dari 44 pasal dan terlihat cukup mengandung pernyataan HAM ytn
dibutuhkan untuk menjamin pelaksanaan HAM di Indonesia. Kekuasaan pemerintahan dalam arti luas menurut VAN VOLLENHOVEN, terdiri atas 4
(empat) fungsi :
2. KEKUASAAN PEMERINTAHAN 1. Ketataprajaan (bestuur)
Disini ditekankan bahwa pembagian kekuasaan pemerintahan dapat dibagi 2. Pengaturan (regeling)
dua, yaitu pembagian kekuasaan secara vertikal, yang biasanya 3. Keamanan/Kepolisian (politie)
disebut dengan bentuk negara, dan pembagian kekuasaan secara 4. Pengadilan (rechtsspraak)
horisontal, yang dalam hal ini diarahkan pada sistem pemerintahan.
dimana fungsi yang terakhir ini kemudian dipisahkan karena adanya negara
berdasar atas hukum (rechtsstaat)
PEMBAGIAN KEKUASAAN PEMERINTAHAN SECARA VERTIKAL
Ketentuan mengenai pembagian kekuasaan negara secara vertikal dimuat Dalam kenyataannya, pemerintahan di Indonesia memegang kekuasaan yang amat besar.
dalam Pasal 1 ayat (1) dan Pasal 18 UUD 1945. Pasal 1 ayat (1) Masalah-masalah yang menimbulkan kondisi seperti ini dengan mengacu pada sistem
menyatakan bentuk negera Indonesia sebagai negara Kesatuan. pemerintahan yang dianut UUD 1945, yaitu sistem presidensial adalah lebih kurang-
Pembagian kekuasaan secar vertikal merupakan pembagian kekuasaan sebagai berikut :
secara teritorial, yaitu persoalan integrasi dari golongan-golongan yang
berada di dalam suatu wilayah.

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
UUD 1945 TIDAK MENGATUR DENGAN CUKUP MENGENAI BATAS mengenai pelaksanaan UU dan menyelenggarakan kemauan negara. Dalam negara
KEWENANGAN PRESIDEN demokrasi, kemauan negara itu dinyatakan melalui pembentukan UU.
Untuk hampir seluruh kewenangannya yang dimuat dalam BAB III UUD
1945, presiden tidak mendapatkan adanya mekanisme kontrol dari lembaga C.F. STRONG menyatakan bahwa kekuasaan pemerintahan meliputi :
lainnya. 1. Kekuasaan Diplomatik (hubungan dengan luar negeri)
MUCHSAN mencatat bahwa dalam kenyataannya telah memunculkan 2. Administrasi Pemerintahan
sistem kediktatoran. Pada pemerintahan Soekarno, kekuasaan dijalankan 3. Kekuasaan Militer (pengaturan angkatan bersenjata dan pernyataan perang)
dengan menggunakan konsep demokrasi terpimpin. Selanjutnya, selama 32 4. Kekuasaan Kehakiman (pengampunan thd pelaku kejahatan)
tahun pemerintahan Soeharto, UUD 1945 memberikan kekuasaan yang amat 5. Kekuasaan Legislatif (perumusan dan pemberlakuan UU)
besar kepada presiden, baik sebagai kepala negara maupun sebagai kepala
pemerintahan. Padahal sebenarnya UUD 1945 tidak menyebutkan secara KEKUASAAN MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN
eksplisit mengenai HAK PREROGATIF (hak istimewa yang bersifat mandiri MENTERI-MENTERI
dan mutlak). Kekuasan mengangkat dan memberhentikan menteri-menteri didasarkan pada pasal 17 ayat
Akan tetapi setelah amandemen keempat UUD 1945, kewenangan (2) UUD 1945. Pelaksanaan kekuasaan tersebut dalam praktik kenegaraan selama ini
presiden yang menyangkut HAK PREROGATIF sudah cukup diserahkan secara mutlak kepada presiden.
dibatasi melalui kontrol DPR atas beberapa hak presiden seperti Di Amerika Serikat dan Filipina yang menganut sistem presidensial, pembentukan
memberikan amnesti dn abolisi serta menyatakan perang. departemendan pengangkatan menteri-menteri harus mendapatkan persetujuan majelis atau
salah satu organnya (Di Amerika Serikat adalah Senat, di Filipina adalah Komisi
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang mengawasi pemerintahan dalam Pengangkatan).
bidang keuangan negara, dalam perkembangannya kewenangannya telah Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka mendatang pembentukan departemen
dipersempit. Pasal 23 E ayat (2) UUD 1945 menyatakan :hasil pemerintahan dan pengangkatan serta pemberhentian menteri-menteri yang mengepalai
pemeriksaan keuangan negara diserahkan kepada DPR, DPD, DPRD, sesuai departemen tersebut sudah selayaknya dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggung
dengan kewenangannya. Dan dilanjutkan ayat (3) bahwa Hasil jawabkan.
pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan /atau
badan sesuai dengan UU. KEKUASAAN MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN KEPALA LEMBAGA
UU yang dihasilkan adalah UU no. 5 tahun 1973 tentang Badan PEMERINTAHAN NON DEPARTEMEN (LPND)
Pemeriksa Keuangan. Dalam UU ini, kewenangan BPK dibatasi menjadi Dasar pemikiran pembentukan LPND adalah diperlukannya lembaga-lembaga yang dapat
tugas pemeriksaan hanya terhadap hal-hal yang sudah dilakukan atau sudah menyelenggarakan fungsi-fungsi tertentu di luar lingkup departemen yang ada atau fungsi-
terjadi dan yang telah disusun pertanggungjawabannya (POS-AUDIT). Dalam fungsi yang memerlukan penangan khusus agar dalam pelaksanannya dapat berjalan dengan
ketentuan pengangkatan anggota BPK dinyatakan bahwa ketua, wakil ketua efektif dan efisien.
dan anggota BPK diangkat oleh Presiden atas usul DPR.

Kemudian untuk melakukan pengawasan terhadap masalah keuangan


internal pemerintah, dibentuk Badan Pemeriksa Keuangan dan Diantaranya adalah :
Pembangunan (BPKP), melalui KEPRES no. 31 tahun 1983 tentang BPKP. 1. Badan Urusan Logistik (BULOG)
Pasal 4 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa presiden memegang 2. Biro Pusat Statistik (BPS)
kekuasaan pemerintahan menurut UUD. Batasan wewenang dan tanggung 3. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
jawab kekuasaan ini tidak diatur lebih lanjut dlm UUD & peraturan per-UU- 4. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)
an. Kekuasaan yang dimaksud adalah kekuasaan eksekutif. Kekuasaan yang 5. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
Beberapa jabatan kepala LPND disatukan dengan jabatan menteri Kenyataan yang terjadi selama ini, badan yang bisa masuk kedalam pemeriksaan keuangan
departemen atau menteri negara, yang dalam hal penentuannya diserahkan secara teknis pada lembaga-lembaga pemerintah maupun BUMN adalah BPKP. Jadi tugas
sepenuhnya kepada presiden. pengawasan keuangan selama ini tidak terintegrasi,
Oleh karena itu untuk mendukung penciptaan kondisi yang teratur dalam
mekanisme pelaksanaannya, pembentukan dan penghapusan LPND harus Selain BPK, BPKP, masih ada lembaga lainnya, diantaranya adalah :
dilakukan melalui mekanisme HEARING (dengar pendapat) lebih 1. Inspektorat Jenderal Pembangunan (Irjenbang)
dahulu di DPR, begitu pula pengangkatan & pemberhentian kepala-kepala 2. Inspektorat jenderal (Itjen) Departemen
lembaga tersebut harus melewati PENGUJIAN terlebih dahulu melalui 3. Inspektorat Wilayah Propinsi (Itwilprop)
HEARING di DPR, yang pelaksanaannya sebaiknya dilakukan bersamaan 4. Inspektorat Wilayah Kabupaten (Itwilkab), dll.
dengan pengangkatan menteri, Jaksa Agung, Gubernur BI & Panglima TNI. Untuk dapat memaksimalkan fungsi EKSAMINATIF BPK, konstitusi mengatur lebih lanjut
mengenai BPK agar kewenangannya tidak dapat direduksi pada tingkat pelaksanaannya. Hal
KEKUASAAN MENGANGKAT DAN MEMBERHENTIKAN PANGLIMA yang seharusnya diatur dalam Konstitusi adalah ;
TNI, KEPALA STAF ANGKATAN DARAT (KASAD), ANGKATAN LAUT BPK MERUPAKAN SATU-SATUNYA LEMBAGA PEMERIKSA KEUANGAN NEGARA BERFUNGSI
(AL), ANGKATAN UDARA (AU), DAN KEPOLISIN RI (KAPOLRI). MELAKUKAN SEGALA BENTUK PENGAWASAN ATAS KEKAYAAN NEGARA DGN KEWENANGAN
Diusulkan pengangkatan jabatan tinggi di TNI harus juga melewati HEARING YG LUAS UNTUK MENGAWASI SEGALA KEKAYAAN NEGARA, BAIK YG TERCANTUM DLM
di DPR sebelum presiden mengambil keputusan. Khusus untuk jabatan APBN MAUPUN YG ADA DI LUAR APBN.
Panglima TNI dilakukan bersamaan dengan pengangkatan menteri,
Gubernur BI, Jaksa Agung serta Kepala LPND. 3. KEKUASAAN PARLEMEN
MIRIAM BUDIARDJO mengemukakan adanya 2 (dua) tugas parlemen, yaitu:
KONSTITUSI MENGATUR BAHWA BPK MERUPAKAN SATU-SATUNYA a. membuat undang-undang serta kebijakan (policy), dan
LEMBAGA PEMERIKSA KEUANGAN NEGARA BERFUNGSI b. mengontrol pemerintah.
MELAKUKAN SEGALA BENTUK PENGAWASAN ATAS KEKAYAAN
NEGARA DENGAN KEWENANGAN YANG LUAS UNTUK MENGAWASI Untuk bidang perumusan kebijakan (policy making) dan di bidang legislasi, Budiardjo
SEGALA KEKAYAAN NEGARA, BAIK YANG TERCANTUM DALAM APBN menyatakan bahwa efektivitas suatu parlemen dapat diukur antara lain dari jumlah serta
MAUPUN YANG ADA DI LUAR APBN. bobot dari masalah dan RUU yang dibicarakan serta diputuskan oleh parlemen.
Ketentuan mengenai BPK tercantum dalam Pasal 23 E ayat (1) UUD 1945 Untuk bidang pengawasan, efektivitas parlemen antara lain dapat diukur dari tingkat
yang menyatakan bahwa BPK diadakan untuk memeriksa tanggung jawab penggunaan hak-hak mereka dalam mengawasi pemerintah.
tentang keuangan ngr & hasil pemeriksaan itu diberitahukan kepad DPR,
DPD, dan DPRD. SUSUNAN DAN KEDUDUKAN DPR YANG DIATUR DENGAN UU
Pasal 23 G ayat (2) UUD 1945 juga meyatakan bahwa peraturan Mengingat angota DPR dipilih melalui Pemilu yang diatur dengan UU Pemilu dan Peserta
mengenai BPK ditetapkan dengan UU. Sementara badan pembuat UU adalah Pemilu adalah partai-partai politik yang eksistensinya diatur dengan UU Kepartaian, maka
DPR bersama pemerintah, yang seharusnya menjadi objek pengawasan BPK. Pemerintah dapat memasukkan pengaruhnya mulai dari UU Pemilu dan UU Kepartaian ini.
Pada saat ini pertanggung jawaban keuangan yang dilakukan pemerintah Dari UU yang demikian, akan sulit menciptakan DPR yang steril dari pengaruh kekuasaan
baru pada tahap keluar dan masuknya uang negara. Belum sampai pada pemerintah.

pertanggung jawaban keuangan negara dalam arti OUT PUT dan OUT COME
nya untuk kemudian diatur tingkat efisiensi dan efektivitasnya. SUSUNAN DAN KEDUDUKAN DPR DIATUR DALAM KETETAPAN MPR
Kondisi sangat terpengaruhnya DPR oleh pemerintah (presiden) memang tidak akan terjadi
jika presiden dan DPR berada pada posisi tidak saling terpengaruh atau berada pada posisi

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063


SISTEM PEMERINTAHAN
yang seimbang. Klausul UU Kepartaian dan UU Pemilu serta UU Susunan dan
Kedudukan MPR/DPR yang cukup demokratis membuktikan hal itu. Ayat (5) Pasal ini menyebutkan bahwa Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukuman
Oleh karena itu, pengaturan susuna kedudukan DPR tidak boleh didelegasi acara Mahkamah Agung serta badan peradilan dibawahnya diatur dengan UU.
kan kepada UU, melainkan dibuat dalam bentuk Ketetapan MPR. Tap MPR
merupakan sebuah produk hokum yang proses pembuatannya terlepas dari Dalam penjelasan Pasal 24 dan 25 UUD 1945 dinyatakan bahwa kekuasaan kehakiman
campur tangan pemerintah dan lebih memiliki legitimasi untuk dapat adalah kekuasaan yang merdeka, artinya terlepas dari pengaruh kekuasaan pemerintah.
mengatur hal-hal yang berkaitan dengan fungsi DPR sebagai lembaga
pembuat UU dan pengawas pemerintahan karena kedudukannya sebagai Namum demikian dengan didelegasikannya pengaturan lebih lanjut kepada UU saja telah
institusi kedaulatan rakyat. Terhadap pengaturan Pemilu dan Kepartaian, membuka peluang bagi eksekutif untuk mempengaruhinya.
mengingat dua hal ini berhubungan langsung dengan susunan keanggotaan UU yg telah dbuat untuk melaksanakan instruksi pasal 24 & 25 UUD 1945 adalah:
DPR, maka hal-hal yang pokok harus juga diatur dalam Ketetapan MPR. 1. UU no.14 th.1970 ttg Ketentuan-ketentuan Pokok Kekuasaan Kehakiman
2. UU no.14 th 1985 ttg Mahkamah Agung
4. KEKUASAAN KEHAKIMAN Di dalam UU no. 14 /1970 diatur bahwa pelaksanaan kekuasaan kehakiman dilakukan oleh 2
Masih dianggap perlu untuk menjamin bahwa masing-masing kekuasaan (dua) lembaga, yaitu MA yang mempunyai tugas pokok menerima, memeriksa dan
tidak akan melampaui batas kekuasaannya. Oleh karena itu dibuat suatu mengadili serta menyelesaikan setiap perkara yang diajukan kepadanya dan melakukan
system untuk membendung kecenderungan itu yaitu system CHECK and pengawasan terhadap perbuatan pengadilan, serta Departemen yang bersangkutan,
BALANCE. Dalam system ini setiap cabang kekuasaan dapat mengawasi yang memegang kewenangan dalam organisasi, administrasi dan keuangan.
dan mengimbangi cabang kekuasaan lainnya. Adanya dua badan tersebut dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman dianggap menjadi
Dengan adanya system ini, kekuasaan kehakiman, dalam hal ini Mahkamah penghalang bagi independensi kekuasaan kehakiman. Dalam perkembangannya, UU ini telah
Agung dapat melakukan pengawasan terhadap eksekutif dan legislative diubah oleh RUU tentang Perubahan UU no. 14 th. 1970 yang telah dietujui oleh DPR. RUU
melalui mekanisme JUDICIAL REVIEW. Keberadaan fungsi penegakan tersebut pada pokoknya mengatur bahwa seluruh kewenangan di bidang kekuasaan yudisial
hokum dan system CHECK and BALANCE ini mensyaratkan kekuasaan ada di bawah MA, termasuk masalah organisatoris, administrasi, dan finansial.
kehakiman harus mandiri.
Kemerdekaan lembaga-lembaga peradilan sangat penting untuk menjamin kepastian hukum.
MASALAH KEKUASAAN KEHAKIMAN DIATUR LEBIH LANJUT DALAM Dualisme peradilan merupakan salah satu sebab utama ketergantungan badan peradilan
UU ORGANIK pada eksekutif.
Kekuasaan Kehakiman dalam UUD 1945 diatur dalam Pasal 24 dan 25. Pasal
24 ayat (2) Uud 1945 mengatur bahwa kekuasaan Kehakiman dilakukan Hal yang cukup menggembirakan adalah terbentuknya MAHKAMAH KONSTITUSI
oleh sebuah Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada (berdasar amanat Pasal 24 C UUD 1945). Dengan begitu diharapkan pekerjaab MA akan
dibawahnya dalam lingkungan : lebih terfikus pada penegakan hokum di Indonesia. MK dapat mengganti peran MA dalam
Peradilan Umum Peradilan Militer JUDICIAL REVIEW, menguji UU terhadap UUD, memutus sengketa kewenangan lembaga
Peradilan Agama Peradilan Tata Usaha Negara, negara, memutuskan pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan yang terkait
Dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi dengan pemilu.

Berikutnya Pasal 24 A ayat (1) menyebutkan Mahkamah Agung


berwenang

1. Mengadili pada tingkat Kasasi,


2. Menguji peraturan perundang-undangan di bawah UU terhadap UU
3. Mempunyai wewenang lainnya yang diberikan UU.

(PKBM) WIDYA TAMA Telp. 085105188969 / 085755556063